Anda di halaman 1dari 4

Belajar tentang Feses dan Kenali Warnanya

infolabmed.com/2016/03/belajar-tentang-feses-dan-kenali.html

infolabmed.com. Feses
merupakan bentuk akhir dari sisa
metabolisme tubuh, baik itu
hewan maupun manusia. Baunya
yang tak sedap memungkinkan
bagi kita untuk tidak dapat
melihatnya. Namun bentuk dan
warna feses ini bisa saja
memberikan "alarm" kepada kita
bawha tubuh sedang ada
gangguan. Sebelum kita Ilustrasi ; Bentuk Feses. (http://www.bioactiva.co.id)
membicarakan kelainan pada
feses, sebaiknya kita mengenali
terlebih dahulu seluk beluk sisa metabolisme tubuh kita ini.

Tinja atau feses atau dalam bahasa kasarnya disebut tahi adalah produk buangan
saluran pencernaan yang dikeluarkan melalui anus atau kloaka. Proses pembuangan
kotoran dapat terjadi (bergantung pada individu dan kondisi) antara sekali setiap
satu atau dua hari hingga beberapa kali dalam sehari. Pengerasan tinja atau feses
dapat menyebabkan meningkatnya waktu dan menurunnya frekuensi buang air
besar antara pengeluarannya atau pembuangannya disebut dengan konstipasi atau
sembelit. Dan sebaliknya, bila pengerasan tinja atau feses terganggu, menyebabkan
menurunnya waktu dan meningkatnya frekuensi buang air besar disebut dengan
diare atau mencret.

Tinja manusia seharusnya memiliki konsistensi yang lunak namun tidak cair, dan tinja
dapat dikeluarkan dari dalam tubuh tanpa harus mengejan terlalu keras. Apabila
Anda mengejan terlalu keras untuk mengeluarkan tinja Anda, maka bisa jadi Anda
tidak cukup mengkonsumsi serat, seperti sayur dan buah, atau Anda kekurangan
cairan, sedangkan jika konsistensi feses Anda cair, maka perlu diwaspadai berbagai
penyebab buang air besar cair, seperti infeksi, atau adanya intoleransi (kurang cocok)
terhadap makanan tertentu.

Dalam keadaan normal, seharusnya Anda buang air besar satu kali per hari. Namun
tentu frekuensi buang air besar tergantung asupan makanan Anda. Jika asupan
makanan lebih banyak dari biasanya, bisa saja frekuensi buang air besar berubah
menjadi lebih sering. Namun jika dengan pola makan yang biasa, Anda tidak buang
air besar dalam waktu beberapa hari, maka perlu diwaspadai adanya gangguan pada
saluran pencernaan Anda. Jika frekuensi buang air besar Anda tidak teratur, maka
langkah awal yang dapat Anda coba adalah minum air yang cukup, konsumsi serat
yang cukup, dan olah raga teratur.

Jangan menganggap remeh perubahan warna pada buang air besar (tinja) karena
1/4
bisa jadi merupakan pertanda adanya suatu penyakit, meskipun dapat juga
dipengaruhi oleh jenis makanan yang kita makan. Kualitas, kuantitas, dan warna tinja
dapat menjadi indikator (tanda status) kesehatan sistem pencernaan.

Secara umum, warna tinja anda dipengaruhi oleh apa yang anda makan dan kadar
cairan empedu (suatu cairan berwarna kuning kehijauan yang berfungsi untuk
mencerna lemak) di dalamnya. Saat pigmen di dalam cairan empedu ini melalui
saluran pencernaan anda, maka akan terjadi perubahan warna pigmen dari hijau
menjadi coklat akibat kerja berbagai enzim pencernaan.
Segera hubungi dokter anda bila tinja anda berwarna merah terang atau hitam, yang
merupakan tanda adanya darah di dalam tinja anda.

Berikut warna tinja yang dapat kita


perhatikan untuk membantu
mengetahui kondisi kesehatan
tubuh anda :

A. Tinja Berwarna Hijau

Bila tinja anda berwarna hijau, maka


hal ini mungkin akibat makanan
bergerak terlalu cepat di dalam
usus besar anda, misalnya akibat
diare. Akibatnya, saluran
pencernaan anda tidak memiliki
cukup waktu untuk mengubah
warna pigmen cairan empedu di
dalam tinja anda.

Berbagai jenis makanan yang juga dapat membuat tinja anda berwarna hijau adalah
sayuran hijau dan berbagai makanan yang berwarna hijau (minuman berwarna atau
es krim atau suplemen zat besi).

B. Tinja berwarna terang atau putih atau seperti dempul

Bila tinja anda berwarna terang atau putih atau seperti dempul, maka hal ini mungkin
diakibatkan oleh kurangnya cairan empedu di dalam tinja anda. Hal ini dapat
menandakan adanya sumbatan pada saluran empedu. Beberapa jenis obat juga
dapat menyebabkan tinja anda berwarna terang, yaitu penggunaan bismuth
subsalisilat dalam dosis besar dan berbagai obat anti diare lainnya.

C. Tinja berwarna kuning, tampak berminyak dan berbau tidak sedap

Bila tinja anda berwarna kuning, tampak berminyak, dan berbau tidak sedap, maka
hal ini dapat disebabkan oleh berlebihannya jumlah lemak di dalam tinja anda. Hal
ini dapat terjadi akibat gangguan malabsoprsi (gangguan penyerapan), misalnya
pada penyakit seliak (ketidakmampuan tubuh untuk mencerna/mentoleransi
makanan sejenis gandum atau gluten rye, sehingga terjadi gangguan penyerapan
nutrisi kedalam tubuh). Beberapa hal lain yang dapat menyebabkan perubahan
warna tinja ini adalah akibat protein tepung yang terdapat dalam roti dan sereal.

D. Tinja berwarna orange/jingga

2/4
Disebabkan oleh efek samping obat-obatan, seperti obat tuberkulosis (rifampisin),
konsumsi makanan kaya beta karoten, diantaranya seperti: wortel, labu, mangga,
aprikot.

E. Tinja berwarna hitam

Bila tinja anda berwarna hitam, maka hal ini dapat menandakan adanya perdarahan
pada saluran pencernaan bagian atas, yaitu pada lambung. Beberapa hal lain yang
juga dapat membuat tinja berwarna hitam adalah suplemen zat besi dan bismuth
subsalisilat.

F. Tinja berwarna merah terang

Bila tinja anda berwarna merah terang, maka hal ini dapat menandakan adanya
perdarahan pada saluran pencernaan bagian bawah, yaitu pada usus besar atau
rektum (bagian usus besar yang berhubungan dengan anus), atau dapat pula akibat
wasir/ambeien. Beberapa hal lain yang juga dapat membuat tinja berwarna merah
terang adalah perwarna makanan (merah), bit, cranberry, jus atau sup tomat, gelatin
merah, dan berbagai jenis minuman. Namun bagaimanapun warna merah pada tinja
dapat dibedakan apakah karena pewarna makanan atau karena infeksi atau kanker.
Warna merah marun menunjukkan lokasi perdarahan pada saluran cerna bagian
tengah.

G. Tinja tampak pucat

Paling sering disebabkan oleh penyakit hati (liver) seperti hepatitis atau sumbatan
saluran empedu. Tinja pucat, berbau, dan berminyak menunjukkan adanya
malabsrobsi lemak akibat penyakit pankreas (pankreatitis, kanker pankreas, cystic
fibrosis)

Kandungan berbahaya yang terdapat pada tinja/feses seseorang antara lain :

1. Mikroba

Tinja manusia mengandung puluhan miliar mikroba, termasuk bakteri koli-tinja.


Sebagian diantaranya tergolong sebagai mikroba patogen, seperti bakteri Salmonela
typhi penyebab demam tifus, bakteri Vibrio cholerae penyebab kolera, virus
penyebab hepatitis A, dan virus penyebab polio. Tingkat penyakit akibat kondisi
sanitasi yang buruk di Indonesia sangat tinggi. BAPPENAS menyebutkan, tifus
mencapai 800 kasus per 100.000 penduduk. Sedangkan polio masih dijumpai,
walaupun dinegara lain sudah sangat jarang.

2. Materi Organik

Kotoran manusia (tinja) merupakan sisi dan ampas makanan yang tidak tercerna. Ia
dapat berbentuk karbohidrat, dapat pula protein, enzim, lemak, mikroba dan sel-sel
mati. Satu liter tinja mengandung materi organik yang setara dengan 200-300 mg
BODS (kandungan bahan organik). Sekitar 75 persen sungai di Jawa, Sumatra, Bali
dan Sulawesi tercemar berat oleh materi organik dari buangan rumah penduduk. Air
sungai ciliwung memiliki BODS hampir 40 mg/L (empat kali lipat dari batas
maksimum 10 mg/L). Kandungan BODS yang tinggi itu mengakibatkan air
mengeluarkan bau tak sedap dan berwarna kehitaman.

3. Telur Cacing

3/4
Seseorang yang cacingan akan mengeluarkan tinja yang mengandung telur-telur
cacing. Beragam cacing dapat dijumpai di perut kita. Sebut saja, cacing cambuk,
cacing gelang, cacing tambang, dan keremi. Satu gram tinja berisi ribuan telur cacing
yang siap berkembang biak diperut orang lain. Anak cacingan adalah kejadian yang
biasa di Indonesia. Penyakit ini kebanyakan diakibatkan cacing cambuk dan cacing
gelang. Prevalensinya bisa mencapai 70 % dari balita.

4. Nutrien

Umumnya merupakan senyawa nitrogen (N) dan senyawa fosfor (P) yang dibawa
sisa-sisa protein dan sel-sel mati. Nitrogen keluar dalam bentuk senyawa amonium,
sedangkan fosfor dalam bentuk fosfat. Satu liter tinja manusia mengandung
amonium sekitar 25 gram dan fosfat seberat 30 mg. Senyawa nutrien memacu
pertumbuhan ganggang (algae). Akibatnya, warna air menjadi hijau. Ganggang
menghabiskan oksigen dalam air sehingga ikan dan hewan lainnya mati.

Apa warna tinja yang normal?

Normalnya, tinja berwarna kuning kecoklatan karena dipengaruhi oleh bilirubin.


Bilirubin terbentuk dari hasil pemecahan hemoglobin (sel darah merah) di hati
kemudian dikeluarkan melalui empedu dan dibuang melalu tinja.

Sumber :
1. Tinja. 2016. Wikipedia. link : https://id.wikipedia.org/wiki/Tinja
2. Deteksi Kesehatan Anda dengan Warna Tinja. 2016. Bioaktiva. Link ;
http://www.bioactiva.co.id/news/view/99/deteksi_kesehatan_anda_dengan_warna_tinja.html

4/4