Anda di halaman 1dari 13

ANALISIS LINGKUNGAN EKSTERNAL PT SIANTAR TOP

Disusun untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah

Manajemen Stratejik

Oleh :

Muhammda Ridwan S 1712070306

Melisa Astari Alwy 1712070307

Syntia Angelina Hutabarat 1712070308

Nathanael Muham 1712070309

Firdaus Khairullah 1712070310

Tiara Nugraheni 1712070311


MATRIKS COMPETITIVE PROFILE
PT SIANTAR TOP.TBK

Faktor-faktor Siantar Top Nabisco Nissin


keberhasilan
Nilai Bobot Rating Skor Nilai Bobot Rating Skor Nilai Bobot Rating Skor
penting
3 0,15 3 0,45 3 0,15 4 0,6 2 0,1 2 0,2
1. Iklan
2. Kualitas 2 0,1 2 0,2 3 0,15 3 0,45 3 0,15 3 0,45
Produk
3. Inovasi 2 0,1 3 0,3 3 0,15 4 0,6 3 0,15 3 0,45
Produk
4. Harga 4 0,2 4 0,8 2 0,1 3 0,3 3 0,15 3 0,45
Pesaing
5. Loyalitas 3 0,15 4 0,6 3 0,15 4 0,6 3 0,15 3 0,45
Pelanggan
6. Ketersediaan 3 0,15 3 0,45 3 0,15 4 0,6 3 0,15 2 0,3
Bahan Baku
7. Distribusi 3 0,15 4 0,6 3 0,15 4 0,6 3 0,15 3 0,45
Penjualan
Total 20 1 23 3,4 20 1 26 3,75 20 1 19 2,75

Sumber: Fred R. David, 2011:162


MATRIKS EXTERNAL FACTOR EVALUATION
PT SIANTAR TOP.TBK

Faktor-faktor Eksternal Nilai Bobot Peringkat Skor bobot


Utama
Peluang

1. Target pasar
mencakup anak-anak 3 0,15 4 0,6
dan orang dewasa dari
semua kalangan.
2. Inovasi produk 0,15 3 0,45
secara 3
berkesinambungan

3. Sertifikat dan 0,1 2 0,2


penghargaan yang 2
dimiliki perusahaan

4. Terbukanya Pasar 4 0,2 4 0,8


Ekspor
5. Ekonomi dalam 0,1 3 0,3
negeri yang sedang 2
berkembang
6. Payung baru dari 0,2 3 0,6
4
pemeritah terhadap
isu halal
7. Pengaruh CSR yang 0,1 3 0,3
2
dilakukan
perusahaan
20 1 22 3,25
TOTAL
Ancaman

1. Bahan baku sebagian 3 0,18 3 0,54


besar dari dalam
negeri
2. Barang Subtitusi 2 0,12 3 0,36
3. Munculnya Pesaing 4 0,25 3 0,75
Baru
4. Depresiasi Rupiah 3 0,18 3 0,54
terhadap Dollar
5. Lambannya 4 0,25 2 0,5
pengembangan
teknologi yang
digunakan
Total 16 1 14 2,69
ANALISA PORTER’S FIVE FORCES PADA PT. SIANTAR TOP, Tbk

PT Siantar Top Tbk adalah perusahaan yang bergerak di bidang produksi makanan ringan
seperti wafer, biscuit, coklat, Permen dan Snack lainnya. Perusahaan ini didirikan pada
tahun 1972 dan telah tumbuh menjadi salah satu nama yang diakui di Industri Fast
Moving Consumer Goods. Produk yang sangat terkenal di masyarakat adalah Mie
Gemez, Supermen, Go Potato, Twistko dan masih banyak lagi.
Berikut ini Analisa Lima Kekuatan dari PT SIANTAR TOP yaitu :

1. PERSAINGAN DI ANTARA KOMPETITOR YANG ADA


Bukan hanya PT Siantar Top Tbk yang memproduksi makanan ringan kepada
pelanggan di Indonesia. Tentunya banyak sekali kompetitor lainnya seperti PT. Indofood,
PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (aisa), PT. Danone Biscuits Indonesia, PT. Ultra Prima
Abadi, PT.Nissan, PT. Arnott’s Indonesia, dan PT. Mayora yang juga bergerak di bidang
yang sama.
Tentu hal ini membuat perusahaan menjadi suatu ancaman besar terhadap segmen
pasar mereka. Beberapa strategi yang hendaknya dilakukan perusahaan tersebut untuk
memenangi persaingan dan dapat bertahan adalah menetapkan cara meningkatkan mutu
produk yang dihasilkan dan pelayanan terhadap konsumen dengan baik yang dimana
berani untuk mencoba cara-cara baru dan inovasi produk yang semakin baru lagi untuk
menarik pelanggan, selain itu juga dengan menekan harga produk sehingga dapat
mendapatkan konsumen sebanyak-banyaknya di pasar juga bisa menjadi salah satu
strategi yang baik.
Tetapi perlu diingat bahwa di analisa porter mengenai hal ini bahwa, sebuah
segmen dianggap tidak menarik jika sudah berisi banyak pesaing yang kuat atau agresif.
Segmen dianggap lebih tidak menarik jika segmen itu stabil atau menurun, Jika kapasitas
pabrik harus ditambah dalam skala yang besar, jika biaya tetap atau penghalang untuk
keluar tinggi, atau jika harus menanggung resiko yang besar untuk tetap berada dalam
segmen tersebut. Kondisi ini akan menimbulkan perang harga, perang iklan, dan
peluncuran produk baru yang cukup sering serta akan membuat segmen menjadi segmen
yang mahal untuk bersaing.
maka dari itu, PT Siantar Top, Tbk berusaha untuk memiliki tingkat break even point
yang tinggi sehingga biasanya harus menjual produk dalam jumlah yang besar, dan bila
perlu dilakukan banting harga agar bisa mencapai tingkat break even tersebut sebagai
salah satu manajemen strategi. Mempertahankan loyalitas konsumen dengan perbaikan
pelayanan konsumen menjadikan strategi yang bisa juga dipakai ketika menghadapai
ancaman seperti ini.

2. ANCAMAN PENDATANG BARU


Dengan adanya pendatang baru di dunia bisnis, maka hal ini juga menjadi salah
satu ancaman bagi perusahaan manapun khususnya PT. Siantar Top, Tbk sebagai
perusahaan lama dalam menguasai pasar yang cukup lama pula karena datangnya
pendatang baru/perusahaan baru ke dalam suatu industry akan membawa kapasitas baru,
keinginan untuk merebut segmen pasar maupun market share, seperti adanya pendatang
baru yakni PT. Magfood Inovasi Pangan yang berdiri tahun 2001 lalu ini masih
cenderung menguasai segmen pasar yang ada dalam jumlah kecil.

Maka dapat diketahui bahwa dalam hal ancaman pendatang baru, masih
cenderung kecil bagi PT. Mayora Indah, Tbk sebagai satu ancaman yang serius di dunia
bisnis yang dikelolanya. Hal ini mungkin disebabkan karena kekuatan pendatang baru
biasanya dipengaruhi besar kecilnya hambatan masuk ke dalam industri. Hambatan
masuk kedalam industri itu contohnya antara lain : besarnya biaya investasi yang
dibutuhkan, perijinan ,akses terhadap bahan mentah, akses terhadap saluran distribusi,
ekuitas merek yang dikenal masih kecil.

Bisa juga karena waktu dan biaya yang diperlukan untuk memasuki dunia industri
tersebut cenderung tinggi, membutuhkan pengetahuan spesialis menegnai produk-produk
makanan yang diproduksi, dan proteksi terhadap teknologi yang kurang baik. Biasanya
semakin tinggi hambatan masuk , semakin rendah ancaman yg masuk dari pendatang
baru.
3. KEKUATAN PENAWARAN PEMASOK
Memang benar bahwa kekuatan tawar pemasok untuk PT. Siantar Top tinggi disebabkan
dimana dalam hal ini, PT. Mayora Indah, Tbk Sedikit memiliki pemasok tetapi dianggap
memiliki kualitas bahan baku yang sangat baik, salah satunya PT. Inbisco Niaga bertugas
untuk menyediakan bahan baku yang akan digunakan perusahaan untuk melakukan
proses produksi dan menghasilkan produk yang akan dijual kepada konsumen dan juga
dapat membantu perusahaan untuk meningkatkan laba dengan cara terus menjaga dan
meningkatkan mutu bahan baku dan memenuhi pemesanan perusahaan dengan tepat
waktu.

PT. Siantar Top, Tbk selama ini tidak mempunyai kendala terhadap minimnya pasokan
atau hal yang berhubungan dengan pemasok disebabkan pemasok tidak cenderung
menaikkan harga ataupun menurunkan kualitas produk yang dijual. walaupun perusahaan
didominasi oleh hanya satu pemasok, tetapi PT. Inbisco Niaga mampu
memfragmentasikan para pembeli sehingga bisa saja mampu mempengaruhi harga,
kualitas serta syarat-syarat penjualan yang ketat. Melihat kepada betapa mudahnya
perusahaan menguasai harga kepada pemasok mempengaruhi pula kepada kekuatan dan
kontrol yang diperlukan, switching cost dari satu pemasok ke pemasok lain dan
sebagainya.

Semakin sedikit pemasok yang ada, semakin besar harapan kepada pemasok, semakin
penting produk yang dipasok dan semakin kuat tawar menawar terhadap pemasok
tersebut. Ketika para pemasok terkonsentrasi atau terorganisasi, ketika hanya ada sedikit
pengganti, ketika produk yang dipasok merupakan masukan penting, dan ketika biaya
peralihan pemasok tinggi, dan ketika pemasok dapat berintegrasi untuk turun kelas,
disitulah pemasok sudah mencapai titik kekuatannya sehingga menjadi ancaman daya
tawar pemasok yang sangat besar. Pertahanan terbaik adalah dengan mencoba
membangun hubungan yang sama-sama menguntungkan dengan pemasok atau
menggunakan berbagai sumber pasokan yang baru.
4. KEKUATAN PENAWARAN PEMBELI
Semakin banyak pilihan yang tersedia bagi pembeli dan pada umumnya akan membuat
posisi pembeli semakin kuat. Pembeli atau pelanggan telah dianggap menjadi salah satu
factor yang penting dalam menjaga kelangsungan hidup perusahaan dan juga dengan
mendapatkan pembeli atau pelanggan dalam jumlah yang besar, yang dapat diartikan
bahwa perusahaan memenangkan persaingan dalam suatu industry dengan perusahaan
lainnya. PT. Siantar Top, Tbk memiliki beberapa pembeli seperti PT. Hero Supermarket
Tbk, Carrefour, Ranch Market, dan lain-lain. Memang diakui bahwa kekuatan tawar
pembeli disini cenderung stabil dikarenakan jumlah pembeli masih dapat dikendalikan
dan mengingat betapa pentingnya setiap individu berperan dalam bisnis perusahaan.
Tanpa adanya kesetiaan dari pelanggan maka akan sulit bagi perusahaan untuk bertahan
dalam dunia industri.

Maka dari itu penting bagi perusahaan untuk terus meningkatkan kualitas produk serta
pelayanan perusahaan agar kepuasan konsumen tetap terjaga sehingga pembeli tidak
beralih kepada pesain lainnya yang kini mulai datang maupun mulai berkembang.
Pembeli kapanpun bisa saja mejadi lebih terorganisasi atau terkonsentrasi yakni dimana
daya tawar pembeli menjadi tumbuh dimana ketika produk yang dihasilkan PT. Siantar
Top, Tbk tidak dideferensiasikan, biaya peralihan pembeli rendah, atau ketika mereka
dapat terintegrasi untuk naik kelas.

Untuk melindungi diri mereka sendiri, perusahaan dapat memilih pembeli yang
mempunyai kekuatan paling rendah untuk bernegosiasi atau beralih pemasok. Pertahanan
terbaik adalah dengan memberikan penawaran unggul yang tidak dapat ditolak pembeli
yang kuat dengan memperhatikan laba terlebih dahulu.
5. ANCAMAN PRODUK PENGGANTI
Kita bertanya-tanya seberapa banyak produk substitusi di pasar? Ketersedian produk
substitusi yang banyak akan membatasi keleluasaan pemain dalam industri untuk
menentukan harga jual produk. Begitu pula yang terjadi kepada PT. Siantar Top, Tbk
yang mampu memproduksi makanan, kembang gula dan biskuit disamping produk
substitusinya antara lain jelly drink, roti, susu, dan snack mie

PT. Siantar Top, Tbk sangat memperhatikan produk substitusi yang dapat mengancam
produk yang telah ada di pasaran. Pasalnya produk yang kualitasnya sebanding dengan
kualitas produl yang sudah ada dan juga produk yang harganya sebanding bahkan lebih
rendah dari harga produk yang telah ada akan menjadi ancaman bagi perusahaan. Ini
mempengaruhi konsumen untuk menemukan cara lain untuk mendapatkan produk yang
sama percis. Bilamana substitusi terhadap produk perusahaan sangat mudah untuk
dilakukan, maka kekuatan perusahaan akan menjadi sangat kecil.

PT. Siantar Top, Tbk melihat bahwa semakin menarik alternatif harga yang ditawarkan
oleh masing-masing produk pengganti, semakin ketat pembatasan laba dari suatu
industry. Produk pengganti yang perlu mendapatkan perhatian besar adalah produk yang
mempunyai kecenderungan untuk memiliki harga atau kualitas yang lebih baik daripada
produk industri atau dihasilkan oleh industry berlaba lebih tinggi dari PT. Siantar Top,
Tbk dan hal ini yang sedang diusahakan oleh perusahaan tersebut Sehingga perusahaan
harus memikirkan langkah-langkah yang strategis untuk menjaga kesetiaan pelanggan
terhadap produk. Namun kehadiran produk dan jasa subtitusi memberikan dampak
terhadap penentuan harga produk karena banyaknya pesaing dan barang subtitusi.
MATRIKS INTERNAL FACTOR EVALUATION
PT SIANTAR TOP.TBK

IFE untuk mengetahui kekuatan dari PT Siantar Top Tbk.

Faktor Intern Nilai Bobot Rating Skor


Produk unggul yang 4 0,14 4 0,56
berkualitas
140 varian produk 3 0,11 4 0,44
Produksi terdapat di 4 3 0,11 4 0,44
area pabrik
Jangkauan pemasaran 3 0,11 4 0,44
yang luas
Kondisi keuangan yang 3 0,11 3 0,33
sehat
Karyawan yang ahli 2 0,07 3 0,21
dibidangnya
Teknologi R&D yang 4 0,14 3 0,42
modern
Pembagian devisi kerja 3 0,11 3 0,33
yang jelas
Memiliki Pabrik terigu 3 0,11 3 0,33
sendiri
Total 28 1,01 29 3,5

IFE untuk mengetahui kelemahan dari PT. Siantar Top Tbk.

Faktor Intern Nilai Bobot Rating Skor


Tingginya biaya 3 0,33 3 0,99
produksi
Kurang kegiatan 3 0,33 2 0,66
promosi
Kurang mampu 3 0,33 2 0,66
mengelolah dana
Total 9 1 7 2,31
ANALISIS VALUE CHAIN

Analisis Value Chain Diatas yaitu sebagai berikut :

Inbound Logistic :

 Penerimaan bahan baku : Bahan baku diterima oleh gudang. Bahan baku diberi
kode, dan diinput di database persediaan untuk memudahkan kontrol jumlah
persediaan yang tersedia, persediaan yang habis, dan persediaan yang baru
ditambah.

 Pengendalian kualitas : Pengendalian kualitas dilakukan oleh departemen Quality


Control Materials. Departemen ini bertugas menjamin kualitas produk sesuai dengan
standar yang ditetapkan dengan menerapkan standarisasi keamanan, menggunakan
bahan yang berkualitas dari tahap awal produksi sampai akhir produksi.

Operations

 Proses produksi : Dilakukan oleh tenaga produksi yang mengolah bahan baku
sedemikian rupa hingga menjadi produk jadi yang siap dipasarkan. Proses produksi
ini meliputi beberapa aktivitas seperti: penakaran, pencampuran, dan pengemasan.
Setelah dikemas, jumlah produk jadi tersebut diinput.
 Pengendalian produk : Pengendalian produk dilakukan oleh Departemen Quality
Control Product. Departemen ini bertugas memastikan bahwa produk yang
diproduksi sudah sesuai dengan standar kualitas yang sudah ditetapkan Siantar Top.

Outbond Logistic

 Packaging : Pengemasan produk dengan karton-karton dan siap untuk di


distribusikan ke pasar.

 Distributor : Barang yang sudah di packaging, siap didistribusikan ke berbagai DC


(Distribution Centre) yang tersebar.

 Branch Controller :Bagian ini memegang kendali pada tiap outlet yang tersebar di
wilayahnya. Ini mempermudah kontrol terhadap jumlah produk yang dipasarkan dan
memantau jumlah produk yang tersebar.

 Produk Display :kerjasama dengan berbagai point retail berupa pemajangan


produk

Marketing and Sales

Perusahaan selalu melakukan aktivitas promosi untuk meningkatkan brand


awareness produk-produk. Kegiatan promosi yang dilakukan mencakup kegiatan
promosi above-the-line, yang mencakup pemasangan iklan di berbagai media massa,
termasuk media cetak maupun media elektronik dan kegiatan promosi below-the-
line, mencakup event, consumer promotion, trade promotion untuk agen penjualan,
serta kerjasama dengan berbagai point retail berupa pemajangan produk. selain itu
juga, pihak perusahaan membagi team marketing berdasarkan kategori produk dan
pangsa pasar yang dituju untuk mendorong peningkatan penjualan serta
mempelajari perubahan pola konsumen.

Service

Perusahaan menyediakan layanan konsumen melalui telephon, e-mail dan media


sosial lainnya. Perusahaan akan menerima dan merespon segala masukan maupun
kritikan dari para konsumen guna memperbaiki dan meningkatkan pelayaanan.

3. Penentu faktor-faktor kunci

 Memiliki pabrik, sarana, dan prasarana dalam menciptakan produk unggul yang
berkualitas di dukung kemampuan teknologi yang canggih sesuai dengan
komitmen perusahaan yang mengedepankan rasa (Taste Specialist)

 Memiliki tenaga ahli yang handal di bidangnya

 Memiliki para karyawan yang loyal dan sejalan dengan visi, dan misi perusahaan
4. Keterkaitan antara value chain perusahaan dan pelanggan

Menciptakan nilai bagi pelanggan meliputi :

1. Pelanggan mendapatkan produk yang halal, terjamin mutu dan rasa yang
enak.
2. Pelanggan mendapatkan produk berkualitas premium dengan harga yang
relatif terjangkau.