Anda di halaman 1dari 15

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah Yang Maha Esa atas segala rahmat dan
bimbingan-Nya, sehingga tugas makalah mengenai keterampilan mengelola organisasi ini
dapat penulis selesaikan untuk memenuhi tugas studi kepemimpinan islam.

Dalam menyelesaikan makalah ini, penulis mendapatkan banyak bantuan dari


berbagai pihak, baik secara langsung maupun tidak langsung. Oleh sebab itu, penulis ingin
menyampaikan ucapan terimakasih kepada:

1. Muzakki,Drs.,MP.d.I selaku Dosen pengampu mata kuliah Studi Kepemimpinan


Islam yang telah memberikan kesempatan dan dukungan kepada penulis.

2. Narasumber, baik melalui blog maupun karya tulis yang membantu kami dalam
mendapatkan informasi penunjang.

3. Orang tua yang telah ikut menyediakan berbagai keperluan makalah ini.

4. Teman-teman sekelas, yang senantiasa memberikan bantuan kepada penulis.

Penulis menyadari adanya peribahasa “Tiada gading yang tak retak”. Makalah ini
tentunya masih jauh dari sempurna. Oleh sebab itu, saran dan kritik yang membangun sangat
diharapkan untuk menyempurnakan makalah ini.

Semoga makalah ini dapat diterapkan sehingga berguna untuk seluruh masyarakat.

Yogyakarta, Maret 2014

Penulis

Studi Kepemimpinan Islam i


DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .............................................................................................................i

DAFTAR ISI ...........................................................................................................................ii

BAB I PENDAHULUAN ..................................................................................................1

1.1 Latar Belakang....................................................................................................................1

1.2 Tujuan .................................................................................................................................2

1.3 Rumusan masalah................................................................................................................2

BAB II PEMBAHASAN ........................................................................................................3

2.1 Organsiasi...........................................................................................................................3

2.1.1 Ciri-ciri Organisasi ...................................................................................................3

2.1.2 Prinsip-prinsip Organisasi.........................................................................................3

2.1.3 Organisasi Menurut Islam.........................................................................................4

2.2 Pengelolaan Organisasi......................................................................................................5

2.2.1 Pendekatan.............................. .................................................................................5

2.2.2 Langkah Mengelola Organisasi.................................................................................6

2.3 Budaya Organisasi..............................................................................................................7

2.3.1 Sumber Budaya Organisasi.......................................................................................8

2.3.2 Fungsi Budaya Organisasi.........................................................................................8

2.3.3 Ciri-ciri Budaya Organisasi.......................................................................................8

2.4 Muhammad SAW Sebagai Panutan Pemimpin Dalam Mengelola Organisasi.................10

BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan .......................................................................................................................12

3.2 Saran .................................................................................................................................12


DAFTAR PUSTAKA.............................................................................................................13

Studi Kepemimpinan Islam ii


BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Mahasiswa adalah sebuah lapisan masyarakat terdidik yang menikmati kesempatan


mengenyam pendidikan di perguruan tinggi. Sesuai dengan perkembangan usianya yang
secara emosional sedang bergejolak menuju kematangan dan berproses menemukan jati diri,
dan sebagai sebuah lapisan masyarakat yang belum banyak dicemari kepentingan-
kepentingan praktis dan pragmatis, alam, dan pikiran mahasiswa beorientasi pada nilai-nilai
ideal dan kebenaran.

Sebagai seorang terpelajar dan bagian masyarakat, maka mahasiswa memiliki peran
yang kompleks dan menyeluruh sehingga dikelompokkan dalam tiga fungsi : agent of
change, social control dan iron stock. Dengan fungsi tersebut, tentu saja tidak dapat
dipungkiri bagaimana peran besar yang diemban mahasiswa untuk mewujudkan perubahan
bangsa. Ide dan pemikiran cerdas seorang mahasiswa mampu merubah paradigma yang
berkembang dalam suatu kelompok dan menjadikannya terarah sesuai kepentingan bersama.

Maka, mahasiswa sebagai agent of change, akan dibawa kemana arah bangsa untuk
kedepannya, akankah menuju kearah zaman yang penuh dengan keadilan bagi rakyat ataukah
akan dibawa kearah zaman yang penuh dengan kemunafikan, semua berada di tangan para
calon pemimpin bangsa ini kelak. Semoga sebagai intelektual muslim, kita dapat membawa
bangsa kearah yg diridhoi Allah SWT.

Kenyataanya mahasiswa yang notabenya sebagai calon pemimpin bangsa, banyak yang
berorientasi pada nilai dan hasil dari kegiatan belajar mengajar di kampus. Banyak dari
mereka bangga lulus dengan nilai ipk cumloude namun bukan hasil dari keringatnya sendiri
ditambah degradasi mahasiswa saat ini yang kurang tanggap terhadap permasalahan negeri
ini.

Degradasi mahasiswa saat ini dikarenakan kurang adanya karakteristik yang baik dan
kurangnya sikap peduli terhadap keadaan lingkungan disekitarnya dan sikap pasif diri.
Lingkungan Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia menyediakan banyak media
untuk kegiatan kelembagaan untuk menjawab paradigma diatas. Maka dari itu keterampilan
mengelola organisasi sangat diperlukan agar dapat memperbaiki degradasi mahasiswa saat ini

Studi Kepemimpinan Islam 1


dan dapat memberikan ilmu tidak hanya hardskill namun dalam softskill yaitu melalui
organisasi.

Selain itu dengan keterampilan mengelola organisasi dan memahami apa itu organisasi
dan bagaimana membudayakan organisasi di kalangan mahasiswa. Untuk itu mahasiswa
diharapkan dapat memiliki pandangan luas mengenai karakteristik individu yang beragam
dalam sebuah organisasi sehingga kedepannya dapat memimpin tidak hanya dalam ruang
lingkup universitas saja namun dalam lingkup yang lebih luas lagi. Terlintas dari kata “Tidak
ada manusia yang bisa hidup sendiri” oleh karena itu mahasiswa dituntut untuk selalu
mengembangkan ilmu bersosialisasi salah satunya dapat dikembangkan melalui
berorganisasi.

1.2 Tujuan
Adapun tujuan-tujuan yang ingin dicapai dalam pembuatan makalah ini adalah sebagai
berikut,

1. Memenuhi tugas yang diberikan pada mata kuliah Studi Kepemimpinan Islam
2. Membantu mahasiswa dalam pemahaman pengelolaan organisasi serta
membudayakan organisasi
3. Suatu usaha untuk meningkatkan minat mahasiswa dalam mengembangkan
softskill melalui organisasi.

1.3 Rumusan Masalah


Dalam penyusunan makalah ini, penulis merumuskan masalah – masalah yang akan
dibahas dalam makalah. Rumusan masalah tersebut adalah :
1. Apakah pengertian organisasi secara umum maupun menurut ahli?

2. Ciri – ciri apa saja yang dimiliki dalam organisasi?

3. Apakah dalam organisasi memiliki prinsip – prinsip yang dianut?

4. Bagaimana organisasi dalam Islam?

5. Bagaimana pengelolaan organisasi yang benar?

6. Mengapa budaya organisasi berpengaruh terhadap jalanny organisasi?

7. Siapakah panutan pemimipin agar terampil mengelola organisasi dengan benar?

Studi Kepemimpinan Islam


BAB II
PEMBAHASAN
2

2.1 Organisasi

Organisasi adalah sekelompok orang yang mempunyai tujuan yang sama dan bekerja
bersama untuk mencapai tujuan tersebut dengan kekompakan antar anggotanya. Menurut
Stephen P.Robbins mengatakan bahwa “Organisasi ialah kesatuan aspek sosial yang
terkoordinasi secara sadar, dengan satu batasan yang cukup relatif dan bisa diidentifikasi,
yang bekerja secara relatif dan terus menerus untuk mencapai tujuan kelompok atau tujuan
bersama. Dalam suatu organisasi terdapat pemimpin atau ketua yang mengarahkan para
anggotanya untuk dapat mengerjakan tugasnya sesuai dengan profesionalnya masing-masing
tanpa keluar dari alurnya. Dengan koordinasi yang baik antara pemimpin dan anggotanya,
sebuah organisasi akan berjalan dengan baik dan dapat mencapai tujuan bersama yang sudah
disepakati bersama.

2.1.1 Ciri-ciri Organisasi


Menurut Ndraha (2003:7) dalam bukunya “Budaya Organisasi” ciri-ciri organisasi adalah:
1. Adanya komponen (atasan dan bawahan)
2. Adanya kerjasama (cooperative yang berstruktur dari sekelompok orang)
3. Adanya tujuan
4. Adanya sasaran
5. Adanya keterikatan formal dan tata tertib yang harus ditaati
6. Adanya pendelegasian wewenang dan koordinasi tugas-tugas

2.1.2 Prinsip-prinsip Organisasi


1.Prinsip Perumusan Tujuan
Sebelum suatu organisasi/badan/lembaga,langkah pertama yang harus dilakukan adalah
membuat tujuan dibentuknya organisasi/badan/lembaga tersebut. Tujuan yang dibuat haruslah
sangat jelas karena tujuan tersebut yang akan menentukan hal-hal yang harus diperbuat atau
dilakukan oleh organisasi yang telah terbentuk tersebut.
2.Prinsip Pembagian Kerja

Studi Kepemimpinan Islam


Dalam pelaksanaan kegiatan organisasi harus dilakukan pembagian tugas/kerja/unit untuk
menghindari kemungkinan adanya pekerjaan yang tertumpuk dan terjadinya kelalaian dalam
pekerjaan pada sebuah unit kerja organisasi
3.Prinsip Pendelegasian Kekuasaan/Wewenang
3
Dalam menjalankan kegiatan,suatu unit diberi kekuasaan untuk melaksanakan tugas -
tugasnya agar dapat dimintai pertanggung jawaban.
4.Prinsip Tingkat Pengawasan
Berjalannya suatu organisasi dalam mencapai tujuan yang telah ditentukan,harus dipastikan
untuk selalu menjalankan dan melaksanakan sistem pengawasan, karena jika sistem
pengawasan tidak ada maka tidak mungkin sebuah organisasi dapat mencapai tujuannya
dengan maksimal. Maka karena itu,pembuatan organisasi harus memperhatikan aspek dari
kemudahan sistem pengawasan
5.Prinsip Rentang Manajemen
Dalam suatu organisasi perlu diperhatikan efektivitas dan efisiensi dari seorang pemimpin
yang dapat membawahi beberapa orang yang dibawahinya sehingga seorang pemimpin dapat
melakukan tugas kepemimpinannya secara efektif,efisien dan maksimal serta dapat
melakukan tugas pengawasan secara optimal.
6.Prinsip Kesatuan Perintah
Dalam menjalankan sebuah organisasi,seorang bawahan biasanya mempunyai seorang bos
atau atasan. Dari bos tersebutlah kita menerima perintah dan kepada bos tersebutlah kita
memberikan laporan pertanggung jawaban atas pelaksanaan pekerjaan kita.
7. Prinsip Kordinasi
Prinsip kordinasi adalah usaha untuk mengarahkan seluruh kegiatan unit-unit organisasi agar
tertuju pada pencapaian tujuan organisasi secara keseluruhan. Adanya pembagian tugas
kepada unit - unit kerja tersebut terkadang tanpa disadari menimbulkan kecenderungan untuk
memisahkan diri dari tujuan organisasi secara keseluruhan. Untuk itu, koordinasi diperlukan
agar terhindar dari sebuah konflik dengan mengurangi duplikasi tugas, mengurangi
pengangguran, dan memperkuat kerjasama.

2.1.3 Organisasi menurut Islam


‫توللتتككنُ مملنككلم أكممةة يتلدكعوُتن إإتلىَ ٱللتخليإر تويتألكمكروتن إبٱِللتملعكرو إ‬
‫ف تويتلنهتلوُتن تعإنُ ٱللكملنتكإر توأكلولتــئإ ت‬
‫ك هككم ٱللكملفلإكحوُن‬

Artinya : Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan umat yang menyeru kepada
kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar; merekalah
orang-orang yang beruntung (QS Ali Imron [3]: 104). Dalam organisasi juga harus terdapat
Studi Kepemimpinan Islam

4
anggota/umat yang dapat mengerjakan semua aktivitas organisasi ,amar ma’ruf nahi munkar.
Waltakun minkum ummah (hendaklah ada ummat di antara kalian) dalam ayat ini,
diperintahkan kepada umat harus berbentuk kelompok,organisasi atau partai dan harus
mempunyai sifat yang layak untuk menunjukan produk yang diproses untuk memenuhi
kebutuhan umat yang akan di wujudkan oleh sebuah perusahaan 1. Organisasi pada intinya
adalah interaksi-interaksi orang dalam sebuah wadah untuk melakukan sebuah tujuan yang
sama. Dalam Islam, organisasi merupakan suatu kebutuhan.Organisasi berarti kerja bersama.
Organisasi tidak diartikan semata-mata sebagai wadah.Pengertian organisasi itu ada dua,
yaitu pertama, organisasi sebagai wadah atau tempat,dan kedua, pengertian organisasi sebagai
proses yang dilakukan bersama-sama, dengan landasanyang sama, tujuan yang sama, dan
juga dengan cara-cara yang sama

2.2 Pengelolaan Organisasi


Pengelolaan organisasi bukan hanya pemimpin yang menjalankan, tapi juga para
anggota dan pihak-pihak yang bersangkutan dengan organisasi tersebut. Dalam
pengelolaannya terdapat dua hal yang harus diperhatikan : Pertama, prinsip pengelolaan
( prinsip manajemen ) yaitu bagaimana memimpin orang-orang.Kedua, prinsip
mengorganisasi kegiatan yang menyangkut orang-orang yang dipimpin tersebut ( prinsip
organisasi ). Kedua prinsip tersebut saling memperkuat dan mempunyai dasar yang sama
dalam pengelolaan kerja kelompok individu yang terlibat dalam suatu organisasi 2. Dalam
menjalankan organisasi juga harus memperhatikan kelemahan dan kelebihan yang terdapat
dalam organisasi tersebut yang mungkin dapat menghambat kinerja organisasi, maka
diperlukan analisis yang tepat agar kinerja yang dilakukan pun dapat berjalan lancar.Teknik
pengorganisasian adalah usaha sadar yang dilakukan organisasi, dengan menggunakan daya
analisis untuk menelaah kelemahan-kelemahan dalam keefektifan dan koordinasi organisasi
dalam mencapai tujuan, dan mencari strategi dan serangkaian kegiatan untuk mengatasinya
(Hardjito, 1997).

2.2.1 Pendekatan
Menurut Moedjiono (2002:135) dalam bukunya “Kepemimpinan dan Keorganisasian”
terdapat tiga pendekatan teknik keorganisasian yaitu :
1. Pendekatan Tujuan
Pendekatan yang menekankan pentingnya tujuan organisasi sebagai kriteria penilaian
keefektifan organisasi

1Husna, A.(28 Mei 2013). Organisasi dalam Islam [http://mawarsejati32.blogspot.com/2013/05/organisasi-


dalam-islam.html], diakses 15 Maret 2014.
2 Rizky, R. Mengelola Organisasi. [http://sejutatutorial.blogspot.com/2011/06/prinsip-prinsip-manajemen-
mengelola.html], diakses 15 Maret 2014

Studi Kepemimpinan Islam


2. Pendekatan Sistem
Pendekatan yang menekankan pentingnya sistem seperti input, proses, dan output
sebagai lokasi keefektifan organisasi
3. Pendekatan Lingkungan
Perubahan lingkungan sangat berpengaruh terhadap organisasi yang dapat
mempengaruhi efektivitas organisasi.
Ketiga pendekatan tersebut sangat mempengaruhi kinerja organisasi . Pengelolaan yang baik 5
bisa dilihat dari perkembangan kinerja dan pertahanan dari organisasi tersebut. Apabila salah
dalam menganalisis kelemahan dan kelebihan dalam suatu organisasi maka ketidakefektifan
kinerja pun akan muncul, serta kendala-kendala yang harus dihadapi pun akan sulit diatasi.
Salah satu kelemahan yang sering dimiliki oleh setiap organisasi adalah perbedaan pendapat
pada semua anggotanya, yang mungkin sering terjadi saat menjalankan aktivitas sehari-hari
yang dapat merusak tujuan organisasi tersebut. Maka diperlukan tahapan penyatuan visi dan
misi pada setiap anggota dan transparansi kepada seluruh jajaran yang ada.

2.2.2 Langkah Mengelola Organisasi


Dalam mengelola organisasi output yang dihasilkan haruslah baik, sebagaimana
lazimnya sebuah organisasi yang menginginkan yang terbaik untuk sebuah proses yang sudah
dilaksanakan semaksimal mungkin. Untuk memulai sebuah hasil yang maksimal dibutuhkan
input yang baik untuk pengembangan organisasi. Input yang baik seperti masukan, kritik dan
saran, hasil penelitian, hasil seminar, dengan modal input inilah seorang pemimpin dapat
menentukan visi dan misi organisasi secara maksimal 3. Setelah input sudah terpenuhi langkah
yang harus dilakukan yaitu,
1. Proses awal, yaitu proses menyamakan pengetahuan dari seluruh pengurus organisasi
tentang pemahaman keorganisasian, yang selanjutnya akan membahas mengenai visi
dan misi organisasi, program kerja, serta peraturan dalam organisasi.
2. Proses pengelolaan organisasi, proses operasional organisasi yang telah disepakati
seluruh pengurus organisasi. Ada empat fungsi kepemimpinan yaitu,
a. Fungsi instruktif, yaitu sebuah instruksi yang jelas dan tepat disampaikan oleh
seorang pemimpin dengan bahasa yang mudah dipahami. Instruksi yang tidak
jelas akan menimbulkan kesalahan perintah yang mengakibatkan operasional
yang tidak tidak sesuai dengan tujuan. Gambaran dari fungsi ini terdapat pada
Q.S An Naml : 32-33 yang artinya : “Berkata Balqis: “Hai para pembesar..!
3 Rohim, A. (2001). Kepemimpinan Islam. Yogyakarta : UII Press

Studi Kepemimpinan Islam

6
6
Berilah aku pertimbangan dalam urusan ini, aku tidak memutuskan suatu
persoalan sebelum mendapat persetujuan tuan-tuan”. Mereka menjawab: “Kita
mempunyai kekuatan dan semangat perang yang cukup, dan urusan itu terserah
pada baginda; sebab itu baginda pikirkanlah apa yang hendak baginda
perintahkan.”
b. Fungsi delegasi, yaitu pemimpin tentunya akan memberikan wewenang kepada
bawahannya untuk melaksanakan tugas-tugas operasional, karena pemimpin tidak
dapat bekerja sendiri, pemberian wewenang ini tentunya hanya sebagian saja
tidak dalam keseluruhan operasional. Sebagaimana yang di firmankan Allah swt.
yang artinya : “Hai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu memilih orang-
orang yahudi dan nasrani menjadi pemimpin-pemimpinmu, sebagian mereka
adalah pemimpin bagi sebagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu memilih
mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan
mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang
zalim.” (Q.S Al Maidah : 51)
c. Fungsi pengendalian, yaitu pengawasan dan pengendalian operasional di sebuah
organisasi yang di lakukan seorang pemimpin, dimana pemimpin mengawasi
jalannya operasional organisasi secermat mungkin agar sesuai dengan visi dan
misinya, apabila terdapat pemyimpangan, maka pemimpin tersebut harus segera
mengendalikan operasional agar dapat berjalan sesuai dengan jalurnya.
d. Fungsi Keteladanan, yaitu dimana seorang pemimpin harus mempunyai sifat-sifat
seperti Nabi Muhammad yaitu, sidiq, amanah, fathanah, tabligh. Dengan sifat-
sifat tersebut seorang pemimpin akan dapat menjalankan tugasnya dengan baik
dan sebagai panutan bagi para anggotanya.

2.3 Budaya Organisasi


Budaya organisasi merupakan nilai-nilai dan norma yang dianut dan dijalankan oleh
sebuah organisasi terkait dengan lingkungan di mana organisasi tersebut menjalankan
kegiatannya. Budaya organisasi dapat mempengaruhi cara orang dalam berperilaku dan harus
menjadi patokan dalam setiap program pengembangan organisasi dan kebijakan yang
diambil. Hal ini terkait dengan bagaimana budaya itu mempengaruhi organisasi dan
bagaimana suatu budaya itu dapat dikelola oleh organisasi4.

4 Nabilla,B. (5 Juli 2013). Budaya Organisasi.[ http://belamy19.blogspot.com/2013/07/budaya-


organisasi_8562.html], diakses 16 Maret 2013

Studi Kepemimpinan Islam 7


2.3.1 Sumber Budaya Organisasi
Sumber-sumber Budaya Organisasi Menurut Tosi, Rizzo, Carrol seperti yang dikutip
oleh Munandar (2001:264), budaya organisasi dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu:
1. Pengaruh umum dari luar yang luas
Mencakup faktor-faktor yang tidak dapat dikendalikan atau hanya sedikit dapat
dikendalikan oleh organisasi.
2. Pengaruh dari nilai-nilai yang ada di masyarakat
Keyakinan-keyakinan dan nilai-nilai yang dominan dari masyarakat luas misalnya
kesopansantunan dan kebersihan.
3. Faktor-faktor yang spesifik dari organisasi
Organisasi selalu berinteraksi dengan lingkungannya. Dalam mengatasi baik
masalah eksternal maupun internal organisasi akan mendapatkan penyelesaian-
penyelesaian yang berhasil. Keberhasilan mengatasi berbagai masalah tersebut
merupakan dasar bagi tumbuhnya budaya organisasi.
2.3.2 Fungsi Budaya Organisasi
Menurut Robbins (1996 : 294), fungsi budaya organisasi sebagai berikut :
a. Budaya menciptakan pembedaan yang jelas antara satu organisasi dan yang lain.
b. Budaya membawa suatu rasa identitas bagi anggota-anggota organisasi.
c. Budaya mempermudah timbulnya komitmen pada sesuatu yang lebih luas daripada
kepentingan diri individual seseorang.
d. Budaya merupakan perekat sosial yang membantu mempersatukan organisasi itu
dengan memberikan standar-standar yang tepat untuk dilakukan oleh karyawan.
e. Budaya sebagai mekanisme pembuat makna dan kendali yang memandu dan
membentuk sikap serta perilaku karyawan.

2.3.3 Ciri-ciri Budaya Organisasi


Menurut Robbins (1996:289), ada 7 ciri-ciri budaya organisasi,
1) Inovasi dan pengambilan resiko. Sejauh mana karyawan didukung untuk menjadi
inovatif dan mengambil resiko.
2) Perhatian terhadap detail. Sejauh mana karyawan diharapkan menunjukkan
kecermatan, analisis dan perhatian terhadap detail.
3) Orientasi hasil. Sejauh mana manajemen memfokus pada hasil bukannya pada
teknik dan proses yang digunakan untuk mencapai hasil tersebut.
4) Orientasi orang. Sejauh mana keputusan manajemen memperhitungkan efek pada
orang-orang di dalam organisasi itu. 8

Studi Kepemimpinan Islam


5) Orientasi tim. Sejauh mana kegiatan kerja diorganisasikan sekitar tim-tim,
bukannya individu.
6) Keagresifan. Berkaitan dengan agresivitas karyawan.

7) Kemantapan. Organisasi menekankan dipertahankannya budaya organisasi yang


sudah baik.
Dengan menilai organisasi itu berdasarkan tujuh karakteristik ini, akan diperoleh
gambaran majemuk dari budaya organisasi itu. Gambaran ini menjadi dasar untuk perasaan
pemahaman bersama yang dimiliki para anggota mengenai organisasi itu, bagaimana urusan
diselesaikan di dalamnya, dan cara para anggota berperilaku.

Kebudayaan organisasi merupakan salah satu penyebab keefektifan organisasi dalam


praktek manajemen, maka perlu adanya pemahaman tentang bagaimana manajemen dapat
mengubah kebudayaan organisasi jika kebudayaan tersebut dapat merintangi keefektifan
organisasi5. Lingkungan juga sangat berpengaruh terhadap budaya organisasi dimana
organisasi itu bertempat, agar bisa menyesuaikan dengan masyarakat setempat. Berikut
adalah skema pengaruh faktor lingkungan terhadap budaya organisasi,

FAKTOR BUDAYA ORGANISASI KEEFEKTIFAN


LINGKUNGAN : ORGANISASI

- Norma Sosial Fungsi Karakteristik - Produksi


- Pendidikan yang dicapai Manajerial Organisasi - Efisien
- Aliran politik - Perencanaan - Kepuasan
- Pengorganisasian - Perilaku
- Peristiwa - Perkembangan
- Memimpin - Struktur
- Sejarah nasional - Adaptasi
- Proses
- Pengendalian - Kelangsungan
hidup

Budaya organisasi mencakup fungsi manajerial seperti perencanaan, pengorganisasian,


memimpin, dan pengendalian saling berinteraksi dengan karakteristik organisasi seperti
perilaku, struktur, dan proses, yang dipengaruhi oleh faktor lingkungan di mana organisasi
tersebut bertempat. Dengan budaya organisasi yang dapat menyesuaikan lingkungannya, akan 9
dengan mudah mengefektifkan operasional organisasi dan mencapai tujuan dengan sebaik
mungkin.

2.4 Muhammad SAW Sebagai Panutan Pemimpin Dalam Mengelola Organisasi


5 Moedjiono, I. (2002). Kepemimpinan dan Keorganisasian. Yogyakarta : UII Press

Studi Kepemimpinan Islam


Peran seorang pemimpin dalam menggerakan organisasi tidak mampu dipandang
sebelah mata. Keterampilan dalam mengelola organisasi tidak lepas dari tangan seorang
pemimpin. Pemimpin harus memiliki kepribadian yang kuat sehingga mampu mengarahkan
organisasi yang dipimpinnya. Organisasi terdiri dari berbagai orang dengan kepribadian yang
bermacam – macam, sehingga menyebabkan organisasi rentan dengan konflik, untuk
menghindari konflik sebaiknya dilakukan penyesuaian antara kepribadian atasan dengan
bawahannya sehingga antara atasan dan bawahan mampu mengenal satu sama lain dengan
baik. Hadari Mawawi dalam bukunya yang berjudul Kepemimpinan Menurut Islam (1993,
hlm. 114) menyebutkan bahwa setiap pemimpin sebagai individu untuk mewujudkan
kepemimpinan yang efektif dan diridhai Allah SWT dengan kepribadiannya sebagai seorang
yang beriman harus menampilkan sikap dan perilaku sebagai berikut :
1. Mencintai kebenaran dan hanya takut kepada Allah SWT
Pemimpin yang beriman harus berpegang teguh pada firman Allah SWT dalam surat Al
Baqarah ayat 147 yang mengatakan bahwa :
‫ك إم لنُ اللتح ق‬
‫ق‬ ‫الل كم لم تتإريتنُ إم تنُ نتمنُ وتت ك‬
‫ك فتتل اَ تربم ت‬
Artinya : Kebenaran itu adalah dari Tuhanmu sebab itu janganlah kamu termasuk orang –
orang yang ragu.
2. Dapat dipercaya, bersedia dan mampu mempercayai orang lain
3. Memiliki kemampuan dalam bidangnya dan berpandangan luas didasari kecerdasan yang
memadai
4. Senang bergaul, ramah tamah, suka menolong dan memberi petunjuk serta terbuka pada
kritik orang lain
5. Memiliki semangat untuk maju, semangat pengabdian dan kesetiakawanan serta kreatif
dan penuh inisiatif
6. Bertanggung jawab dalam pengambilan keputusan dan konsekuen, berdisiplin serta
bijaksana dalam melaksanakannya
7. Aktif memelihara kesehatan jasmani dan rohani

Panutan yang tepat bagi seorang pemimpin adalah Nabi Besar Muhammad SAW.
10
Seperti yang telah diceritakan melalui firman Nya serta cerita dari para sahabat tentang
kepemimpinanya sehingga mampu membimbing umatnya. Dalam bukunya yang berjudul
Kepemimpinan Menurut Islam, Hadarai Nawawi menjelasakan apa yang dapat diteladani dari
kepemimpinan Rasulullah SAW. Pertama adalah kepribadian Muhammad SAW yang tangguh
sehingga menjadi pribadi yang tidak mudah terpengaruh oleh lingkungan disekitarnya. Kedua
adalah kejujuran beliau yang merupakan sebagai landasan bagi seorang pemimpin. Ketiga
adalah beliau memiliki sifat – sifat wajib seperti sidiq (benar), amanah (terpercaya), tabligh
(menyampaikan), fatanah (pandai), maksum (bebas dari dosa).

Studi Kepemimpinan Islam


Oleh karena itu diharapkan seorang pemimpin mampu mencontoh kepribadian dari nabi
kita Muhammad SAW sehingga mampu mengelola organisasi dengan baik. Jika pemimpin
mampu mengikuti sifat teladan tersebut maka bawahannya akan mengikuti dengan senang.
Pemimpin tidak perlu melakukan tindakan kekerasan untuk membuat bawahannya patuh,
pemimpin hanya perlu bertidak seperti yang telah dicontohkan oleh Muhammad SAW.

BAB III
PENUTUP 11

3.1 Kesimpulan
Organisasia adalah sekumpulan orang dengan satu tujuan bersama dan dikerjakan
secara bersama. Organisasi juga dapat mengembangkan jiwa kepemimpinan dan rasa
saling menghormati kepada setiap manusia. Memahami ciri-ciri serta prinsip dari
organisasi dapat membantu kita dalam mencapai tujuan secara efektif dan efisien, juga
dengan pengelolaan yang baik dan benar. Dengan memahamai kelemahan dan
kelebihan dalam organisasi tersebut, kita akan bisa mengendalikan resiko-resiko yang
akan muncul, untuk itu kita akan lebih waspada terhadap segala ancaman yang muncul.
Organisasi dalam islam tidak berbeda dengan organisasi biasanya, akan tetapi dalam

Studi Kepemimpinan Islam


islam seorang pemimpin harus amar ma’ruf nahi munkar, yang juga dapat menjadi
seorang pemimpin yang baik. Rasulullah juga sebagai panutan setiap pemimpin,
dengan sifatnya yang bagus dan akhlaknya yang mulia menjadi kriteria baik bagi
seorang pemimpin yang diridhai Allah swt. Budaya organisasi juga harus diperhatikan,
karena budaya organisasi dapat menentukan pola pikir dari organisasi tersebut dalam
menjalankan operasionalnya dan kemampuan untuk menangani segala masalah yang
muncul, karena lingkungan dimana organisasi itu betempat sangat mempengaruhi
tingkah laku organisasi tersebut. Dengan budaya organisasi yang baik maka tujuan
organisasi pun dapat tercapai dengan maksimal.

3.2 Saran
Organisasi memang diperlukan untuk mengasah softskill. Dengan organisasi kita juga
dapat mengembangkan rasa percaya diri dan dapat bersosialisasi dengan banyak orang.
Perlunya kesadaran akan organisasi juga harus ditanamkan oleh setiap generasi muda
yang nantinya akan menjadi pemimpin bangsa, tentunya dengan akhlak yang mulia
sesuai dengan akhlak Rasulullah.

DAFTAR PUSTAKA
12

Pengelolaan Organisasi
[http://yusfimembaca.blogspot.com/2012/07/pengelolaan-organisasi-1.html]
diakses pada 15 Maret 2014

Prinsip-prinsip Organisasi
[http://artikelampuh.blogspot.com/2013/08/prinsip-prinsip-organisasi.html] di
akses pada 15 Maret 2014

Organisasi dalam Islam


[http://mawarsejati32.blogspot.com/2013/05/organisasi-dalam-islam.html] diakses
pada 15 Maret 2014

Studi Kepemimpinan Islam


Mengelola Organisasi
http://sejutatutorial.blogspot.com/2011/06/prinsip-prinsip-manajemen-
mengelola.html diakses pada 15 Maret 2014

Budaya Organisasi
[ http://belamy19.blogspot.com/2013/07/budaya-organisasi_8562.html], diakses 16 Maret
2013

Rohim, A. (2001). Kepemimpinan Islam. Yogyakarta : UII Press

Moedjiono, I. (2002). Kepemimpinan dan Keorganisasian. Yogyakarta : UII Press

13

Studi Kepemimpinan Islam