Anda di halaman 1dari 4

STUDI PREFORMULASI AMBROXOL

Sifat fisikokimia ambroxol HCl :

1. Ambroxol Hydrochloride

Nama kimia : trans-4-[(2-Amino-3,5-dibromobenzyl)amino]cyclohexanol


hydrochloride. (british pharmacopeia, 2009)

BM : 414,6 (british pharmacopeia, 2009)

Melting point : 237°C - 238°C

Pemerian : bubuk kristal putih atau kekuningan (british pharmacopeia, 2009)

Kelarutan : Sedikit larut dalam air, larut dalam metanol, praktis tidak larut
dalam metilen klorida. (british pharmacopeia, 2009)

Stabilitas : disimpan terlindung dari cahaya

Kegunaan : agen mukolitik ekspetoran (british pharmacopeia, 2009)

Waku paruh : 4 jam

Rejimen dosis oral : 30 hingga 120 mg secara oral dalam 2 hingga 3 dosis terbagi.

Dosis anak :

- 5-12 tahun : 5 mL 2-3 x sehari

- 2-5 tahun : 2,5 mL 3 x sehari

- Anak < 2 tahun : 2,5 mL 2 x sehari

Penyimpanan : suhu 30 0C (suhu kamar)


pH : pH larutan 1% dalam air = 4,5 – 6,0

Farmakologi :

• Absorbsi : cepat diabsorbsi setelah pemberian peroral,


bioavailabilitas oral 70%-80%

• Distribusi : waktu paruh mencapai 4 jam

• Metabolisme : dihati

• Ekskresi : melalui ginjal

Mekanisme kerja : Ambroxol hidroklorida adalah mukolitik dan mucokinetik yang


kuat yang mampu menginduksi sekresi bronkial. Hal ini sangat
berguna karena adanya penyumbatan oleh lendir.

Indikasi Ambroxol : Semua bentuk trakeobronkitis, emfisema dengan pneumokoniosis


bronkitis, kondisi paru-paru inflamasi kronis, bronkiektasis,
bronkitis dengan asma bronkospasme. Selama eksaserbasi
bronkitis akut harus diberikan dengan antibiotik yang sesuai

Efek samping : gangguan ringan pada saluran pencernaan, reaksi alergi


TAMBAHAN

Sirup simpleks (FI Edisi III hal 567)


Pemerian : Cairan jernih tidak berwarna.
Pembuatan : Larutkan 65 bagian sakarosa dalam larutan metil paraben 0,25% b/v secukupnya
sehingga diperoleh 100 bagian sirup.
Kegunaan : Pemanis,zat tambahan.
Konsentrasi : 20-60%
Penyimpanan : Wadah tertutup rapat,ditempat sejuk.

Glucosum (Glukosa) (FI Edisi III hal 268)


Pemerian : Hablur tidak berwarna,serbuk hablur atau butiran putih;tidak berbau;rasa manis.
Kelarutan : Mudah larut dalam air,sangat mudah larut dalam air mendidih,agak sukar larut
dalam etanol (95%)P mendidih:sukar larut dalam etanol (95%)P.
Khasiat : Kalorigenikum.

Methylis parabenum (Metil paraben/Nipagin M) (FI Edisi III hal 378)


Pemerian : Serbuk hablur halus;putih;hampir tidak berbau;tidak mempunyai rasa;kemudian
agak membakar diikuti rasa tebal.
Kelarutan : Larut dalam 500 bagian air,dalam 20 bagian air mendidih,dalam 3,5 bagian
etanol (95%)P dan dalam 3 bagian aseton P;mudah larut dalam eter P dan dalam
larutan alkali hidroksida;larut dalam 60 bagian gliserol P panas dan dalam 40
bagian minyak lemak nabati panas,jika didinginkan larutan tetap jernih.
Khasiat : Zat tambahan;zat pengawet.

Aqua destillata (FI Edisi III hal 96)


Pemerian : Cairan jernih;tidak berwarna;tidak berbau;tidak mempunyai rasa.
Khasiat : Pelarut.

DL Ambroxol syrup (ISO vol.49 hal 477)


Sehari: 2-3xsehari 5ml sirup atau 2,5ml sirup (Anak usia 6-12 tahun)