Anda di halaman 1dari 10

KARYA ILMIAH TENTANG

MANFAAT MADU
D
I
S
U
S
U
N

O L E H :

NAMA : EVI SAFITRI

KELAS : XI MIA - 1

GURU PEMBIMBING : ANWAR FUADI

SMA Negeri 3 Panyabungan


T.P. 2018/2019
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala limpahan Rahmat, Inayah,
Taufik dan Hinayahnya sehingga saya dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini dalam
bentuk maupun isinya yang sangat sederhana. Semoga makalah ini dapat dipergunakan sebagai
salah satu acuan.
Dalam penulisan Karya Ilmiah ini kami menyampaikan ucapan terima kasih yang tak
terhingga kepada pihak-pihak yang membantu dalam menyelesaikan makalah ini, dalam rangka
penyelesaian Karya Ilmiah yang berjudul “Manfaat Madu”.
Harapan saya semoga makalah ini membantu menambah pengetahuan dan pengalaman
bagi para pembaca, sehingga penulis dapat memperbaiki bentuk maupun isi makalah ini
sehingga kedepannya dapat lebih baik.
Makalah ini saya akui masih banyak kekurangan karena pengalaman yang saya miliki
sangat kurang. Oleh kerena itu penulis harapkan kepada para pembaca untuk memberikan
masukan-masukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan makalah ini.

Panyabungan, 2018

Penyusun

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR................................................................................................................ i

DAFTAR ISI.............................................................................................................................. ii

BAB I PENDAHULUAN..................................................................................................... 1

A. LATAR BELAKANG......................................................................................... 1

BAB II PEMBAHASAN

1. METODE PENELITIAN..................................................................................... 3

2. MADU LEBAH DAN PENYAKIT MATA......................................................... 3

3. KOMPOSISI MADU........................................................................................... 4

4. Madu Mengandung Obat Yang Menyembuhkan Bagi Manusia.......................... 4

BAB III PENUTUP............................................................................................................... 6

KESIMPULAN.......................................................................................................... 6

DAFTAR PUSTAKA

ii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Segala sesuatu yang diciptakan Allah SWT. Pasti tidak ada yang sia-sia. Di antara ciptaan
Sang Khalik yang istimewa adalah lebah. Serangga yang satu ini menempati posisi penting di
banding serangga lainnya
Madu berasal dari sari bunga dan menjadi obat berbagai macam penyakit manusia.
Sedangkan al-Quran mengandung inti sari dari kitab-kitab yang telah diturunkan kepada nabi-
nabi terdahulu ditambah dengan ajaran-ajaran yang diperlukan oleh semua bangsa sepanjang
masa untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. Kemukjizatan madu sebagaimana
disampaikan al-Quran telah terbukti secara ilmiah. Dalam tafsir al-Quran, sayyid Quthb
mengungkapkan, madu sebagai obat penyembuh penyakit sudah dibuktikan secara ilmiah oleh
para para pakar kedokteran. Inilah salah satu bukti kebenaran ayat al-Quran yang harus diyakini
umat manusia. Dalam tafsir Ibnu Katsir diterangkan, madu lebah itu warnanya bermacam-
macam sesuai dengan makanannya. Ada yang berwarna putih, kuning, maupun merah. Selain
itu, menurut Ibnu Katsir, madu cocok bagi setiap orang, misalnya untuk mengobati dingin,
karena madu itu panas. Di dunia Islam, penggunaan madu sebagai obat sudah diterapkan pada
zaman nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Pada saat itu, madu digunakan untuk obat diare. Lem
lebah yang berasal dari madu juga sangat berkhasiat untuk mengobati berbagai macam penyakit.
Kajian khasiat madu secara ilmiah juga telah diteliti oleh ilmuan Muslim terkemuka di era
keemasan Islam, yakni Ibnu Sina (890-1037). Bapak kedokteran dunia dan ilmuwan muslim di
abad ke-10 M itu tercatat sebagai dokter yang mengulas mengenai khasiat madu dari segi
kesehatan dan dunia kedokteran. Selama hidupnya Ibnu Sina banyak mengonsumsi madu
sehingga awet muda dan berumur panjang. Madu, menurut Ibnu Sina, dapat menyembuhkan
berbagai penyakit dari yang ringan sampai yang berat, seperti tekanan darah tinggi dan jantung.
Madu juga dapat menurunkan suhu badan serta mengatur sekresi, sehingga dapat menghilangkan
penyakit demam. Ibnu Sina juga telah meneliti khasiat madu untuk perawatan kecantikan tubuh.
Menurut Ibnu Sina, madu dan minyak zaitun mampu menjadi obat mujarab yang digunakan
sebagai kosmetika yang memiliki beragam khasiat.
Madu dan minyak zaitun, papar Ibnu Sina, bisa mengencangkan kulit muka dan seluruh
kulit badan. Kedua bahan alami yang mendapat perhatian khusus dalam Al-Quran itu mampu
menghilangkan flek-flek hitam dan jamur kulit. Selain itu, madu dan minyak zaitun juga bisa
menghaluskan kulit dan mengurangi kerutan pada wajah.
Yang tak kalah menariknya, Ibnu Sina pun telah menemukan fakta bahwa minyak zaitun
dan madu mampu menghilangkan bau badan yang tak sedap, serta bisa memberikan vitamin
pada kulit dan melembabkannya. Selain untuk kosmetik, madu juga bisa digunakan untuk
beragam kegunaan lainnya. Mulai dari makanan, obat-obatan sampai bahan untuk alat-alat
kecantikan.
Sejatinya, manfaat madu telah dirasakan peradaban manusia sejak dahulu kala. Orang
Mesir Kuno telah mengonsumsinya. Penduduk Kuno Mesir sudah terbiasa memanfaatkan madu
sebagai makanan bergizi tinggi serta obat berbagai macam penyakit yang mujarab. Meski begitu,
peradaban kuno belum mampu menjelaskannya secara ilmiah.
Adalah Ibnu Sina seorang dokter legendaris sepanjang masa yang telah berhasil
membuktikan kebenaran khasiat madu tersebut. Dalam usia tua, Konon, Ibnu Sina masih tetap
kelihatan sehat dan segar bugar layaknya seorang pemuda, karena terbiasa mengonsumsi madu.

1
BAB II
PEMBAHASAN

Kebanyakan dari kita telah mendengar dan membaca mengenai manfaat madu dan
kemampuan pengobatan yang telah Allah janjikan pada benda yang menakjubkan ini.
Berikut akan dikemukakan beberapa hasil penelitian mutakhir mengenai pengobatan
menggunakan madu. Oleh karena itu disarankan agar rumah kita memiliki atau menyimpan
madu, meskipun hanya sedikit.
Karena, manfaat yang akan kita dapatkan amat besar. Hal yang patut diketahui adalah
bahwa sejak 5000 tahun yang ialu, penduduk Mesir kuno telah menggunakan madu dalam proses
penyembuhan dari operasi. Mereka menemukan manfaat yang besar dari terap madu tersebut.
Ketika agama ini datang, Islam menegaskan kembali mengenai pentingnya madu, hingga
kata al-syifa (obat) dalam Alquran disebutkan tidak kurang dari empat kali. Tiga di antaranya
disandingkan dengan kata Alquran, dan satu di antaranya disandingkan dengan madu. Allah Swt
berfirman sebagai berikut:
“ Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacan – macam
warnanya,didalam nya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia.sungguh,pada yang
demikian itu benar- benar terdapat tanda (kebesaran allah)bagi orang yang berpikir”(QS an –
nahl(16):69)
Didalam al-quran terdapat isyrat bhwa madu mengandung obat yang menyembuhkan
bagi manusia.para dokter sepakat bahwa madu memiliki banyak manfat.untuk mengungakpkan
hal ini,berbagai riset,kajian,penelitian,dan eksperimen telah dilakukan :
· Imam al-bukhari dan muslim tela diriwayatkan dari abu said al-khudri,ia
menuturkan.”seorang laki-laki datang kepada nabi saw dan berkata,”sesungguhnya saudaraku
terkena diare.”rasulullah saw bersabda,minumkanlah madu kepadanya.lelaki itu meminumkan
madu kepada saudaranya kemudian kembali menemui rasulullah saw dan
mengatakan,”sesungguhnya saya telah meminumkan madu kepadanya,namun diarenya semakin
parah.”hal ini berlngsung sebanyak tiga kali,kemudian ia datang kembali kepada rasulullah saw
untuk keempat kalinya dan mengatakan hal yang sama,rasulullah saw bersabda,minumkanlah
madu kepadanya,lelaki itu mengatakan,”aku telah meminumkan madu kepadanya tetapi diarenya
semakin parah,”rasulullah saw lalu mengatakan,”firman allah swt benar dan perut saudaramu
bohong,lelaki itu kembali meminumkan madu kepada saudaranya lalu saudaranya pun
sembuh.”
Seorang bakterialog bernama Dr sackhett dan seorang peneliti dari fakultas pertanian
colorado telah melakukan penelitian untuk mengetahui pengaruh madu dalam membunuh
bakteri,mereka menanamkan sejumlah bakteri dari berbagai penyakit diladang madu
murni,hasilnya seluruh bakteri tersebut mati dan dihancurkan oleh madu
· Dr.lockheed yang bekerja di fermentasi pada universitas ottowa mengulangi
eksperimen yang telah dilakukan oleh sackett,namun dengan kondisi yang berbeda ternyata
hasilnya menguatkan eksperimen sackett,eksperimen ini pun memastikan
bahwa berbagi penyakit yang menyerang manusia akan benar-benar mati bila terkena
madu lebih murni..
Tak heran jika lebah dijadikan salah satu nama surat dalam al-Quran. Surat ke-16 dalam
al-Quran adalah An-Nahl, yang berarti lebah. Secara khusus, surat Makiyyah tersebut di
namakan An-Nahl atau lebah, karena pada ayat ke-68 terdapat Firman Allah SWT yang
berbunyi, (artinya) “Dan Tuhanmu mengilhamkan kepada lebah: Buatlah sarang-sarang di
bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat yang dibikin manusia.”
Selain itu berbagai penelitian juga menunjukan bahwa madu dapat menjadi
pengganti glukosa yang biasnya diberikan kepada para penderita diare. Komposisi fruktosa yang
terkandung didalam madu sangat efektif untuk membantu penyerapan air dari usus tanpa
meningkatkan penyerapan sodium.madu lebah juga diuji dengan disuntikan kepada penderita

2
radang usus besar(ulcerative colitis),ternyata,madu efektif untuk menyembuhkan radang
tersebut.dalam studi modern seputar pengaruh madu terhadap zat asam yang dikeluarkan oleh
lambung,diketahui bahwa madu bisa mengurangi asam klorida hingga mencapai tingkat
normal,dengan demikian madu dapat membantu penyembuhan luka pada lambung dan usus dua
belas jari.
Madu sebagai antibiotik
Allah swt telah menyebut madu didalam al-qur’an dan menjelaskan bahwa madumengandung
obat bagi manusia.hasil penelitian mengatakan bahwa madu dapat dijadikan antibiotik jika
dioleskan pada luka biasa ataupun luka bakar.
Ø Pada tahun 1937,dold dalam penelitiannya menemukan efektifitas madu sebagai antibiotik
terhadap tujuh belas jenis mikrob.
Ø Pada tahun 1956 schuler dan vogel mengumumkan komposisi2 madu dengan beberapa bahan
pelarut dan menemukan bahwa zat-zat pembunuh mikrob yang terkandung didalam madu
ditemukan didalam zat-zat yang bisa larut dalam eter
Ø Pada tahun 1958,penelitian yang dilakukan schade menemukan bahwa kandungan antibiotik
madu bukan terdapat didalam zat fermentasi(ragi) yang ada didalam madu
Ø Pada tahun 1970 didalam penelitiannya terhadap seorang pasien yang melakukan operasi
pengangkatan rahim ,cavanagh menemukan bahwa penggunaan madu secara lokal pada bagian
yang luka akan membuat tersebut bebas dari mikrob pada kisaran waktu 3 sampai 6 hari saja
,adapun penutupan luka menurut hitungan sedang,terjadi setelah 2 minggu
Dalam sahih al-bukhari dan sahih muslim diriwayatkan sebuah hadis sahih tentang
penggunaan madu lebah untuk mengobati berbagi penyakit pencernaan.hadis ini sungguh
merupakan sebuah penjelasan ilmiah pertama tentang manfaat madu lebah untuk mengobati
berbagai penyakit perut dan usus.

1. METODE PENELITIAN
Dalam penelitian ini telah penderita ganguan pencernaa,baik mereka sebelumnya pernah
menderita tukuk duodenum maupun tidak,pemilihan mereka dilakukan berdasarkan kriteria-
kriteria :
1. Ditemukan adanya gejala-gejala dan analisis-analisis laboratorium yang menunjukan adanya
penyakit pada sitem pencernaan
2. Dilakukan pemeriksaan dengan menggunakan barium x-ray(contrast study)pada bagian atas
sistem pencernaan
3. Dilakukan pemeriksaan dengan endoskop(teropong untuk memeriksa rongga didalam
pembuluh saluran yang sempit didalam beberapa bagian tubuh)agar mencakup organ usus
besar dan usus dua belas jari

kriteria- kriteria ini diterapkan memilih para pasien yang bisa dimasukan kedalam
penelitian ini dan juga ketika penelitian ini selesai yaitu setelah 6 bulan.selama waktu 6
bulan,para pasien tersebut mendapatkan pengobatan dengan madu lebah dan mendapatkan
pemeriksaan berkala setiap bulan.dalam penelitian ini,setiap pasien dianjurkan untuk meminum
30 cm madu lebah yang bisa mereka dapatkan tanpa ditentukan jenisnya sebanyak tiga kali
sehari sebelum makan..untuk membuat perbandingan dipilih 20 pasien yang memiliki kriteria
yang sama dengan kelompok pertama hanya saja mereka tidak mengkonsumsi madu.kelompok
pasien kedua yang berjumlah 20 orang diberi beberapa obat dari bahan yang sama sekali tidak
berbahaya tetapi tidak memberi manfaat obat(obat mainan)

2. MADU LEBAH DAN PENYAKIT MATA


Dalam hal ini, penulis mendapatkan ilham tentang konsep permanfaatan madu untuk
mengobati beberapa penyakit permukaan mata dari Al-Qur’an al-Karim surah an-Nahl.
Allah SWT berfirman,

3
“dan tuhanmu mengilhamkan kepada lebah, ‘Buatlah sarang di gunung-gunung, di
pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia. Makanlah dari segala
(macam)buah-buahan lalu tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu).’ Dari
perut lebah itu keluar minuman(madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya
terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sungguh,pada yang demikian itu benar-benar
terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berfikir.”(QS.an-Nahl [16]:68-69)
Imam al-Bukhari dan muslim meriwayatkan dari abu sa’id al-Khudri ra, ia
menuturkan,”seorang laki-laki datang kepada Nabi SAW lalu berkata,’sesungguhnya,saudaraku
terkena diare.’ Lelaki itu lalu meminumkan madu kepada saudaranya kemudian kembali
menemui Rasulullah SAW dan mengatakan,’sesungguhnya,aku telah meminumkan madu
kepadanya, namun diarenya semakin parah.’ Hal i ni berlangsung sebanyak tiga kali. Ia
kemudian datang kepada rasulullah SAW untuk keempat kali dan mengatakan hal yang sama.
Rasululllah SAW lalu bersabda,’minumkanlah madu kepadanya.’Lelaki itupun
mengatakan,’Aku telah meminumkan madu kepadanya, tetapi diarenya semakin parah.’
Rasulullah SAW lalu mengatakan,’ firman Allah SWT benar dan perut saudaramu
bohong.’ Lelaki itu kembali meminumkan madu kepada saudaranya lalu saudaranyapun
sembuh.”
Hadis sahih ini memuat beberapa arti yang terpenting diantaranya adalah sebagai berikut :
1. Madu dapat menyembuhkan berbagai penyakit, tidak terbatas pada penyakit tertentu saja.
Didalam hadis ini, Rasulullah SAW tidak melihat secara langsung orang yang sakit, tapi
sisaudara yang sakitlah yang datang menemui beliau dan mengadukan ihwal penyakit
saudaranya. Meskipun begitu, Rasul SAW merekomendasikan madu kepadanya. Seandainya
madu hanya obat untuk penyakit tertentu, niscaya Rasulullah SAW akan memastikan terlebih
dahulu jenis penyakit yang diderita orang itu sebelum merekomendasikan madu.
2. Agar efek obat bekerja dengan baik, madu membutuhkan waktu tertentu. Lamanya waktu
yang dibutuhkan bisa berbeda-beda antara jenis penyakit yang lainnya. Hal ini tampak jelas
dari berulang-ulangnya saudara si sakit datang menemui Rasulullah SAW, ia mengadukan
penyakit saudaranya yang belum sembuh meskipun telah di berikan madu, sedangkan
rasulullah SAW tetap merekomendasikan obat yang sama,yaitu madu,seraya
mengatakan,”perut saudaramu bohong dan maha benar Allah SWT dalam firman-Nya.”itu
adalah,”...didalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia.....”

3. KOMPOSISI MADU
Komposisi madu terdiri dari atas 19 zat yang sangat penting dan bermanfaat bagi
manusia.diantaranya adalah protein yang memberikan energi kalori dan membantu pertumbuhan
otot-otot,karbohidrat dalam bentuk zat gula yang mudah dicerna dan diserap, vitamin B1 yang
berguna ketia terjadi kelumpuhan saraf dan kesemutan; vitamin B2 yang bermanfaat untuk
mengobati berbagai penyakit kulit;vitamin B6 yang berguna untuk mengobati penyakit kejang-
kejang pada anak-anak dan penyakit kulit;zat asam nikotinat(niasin); vitamin E yang jika
kekurangan zat ini,penderitanya akan mandul,baik pada laki-laki maupun prempuan.
Disamping itu madu juga mengandung berbagai garam mineral seperti garam
sodium,potasium,kalsium,magnesium,mangan,besi,tembaga,fosfor,sulfur dan klorin.Adapun
mineral yang lain misalnya kalsim,membantu pertumbuhan giginya. Mineral yang lain,misalnya
zat besi bisa menguatkan darah,terutama bagi anak-anak dan orang yang baru sembuh dari sakit.

4. MADU MENGANDUNG OBAT YANG MENYEMBUHKAN BAGI MANUSIA


Salah seorang ahli bedahberkebangsaan inggris dari rumah sakit Norfolk,inggris berbagai
operasi yang di jalaninya menemukan bahwa madu lebah berguna untuk membantu pertunbuhan
jaringan-jaringan baru,membantu percepatan menyatunya jaringan-jaringan baru,membantu
percepatan menyatunya jaringan-jaringan di tempat luka dan menghilangkan bekas-bekas luka
sehingga tidak meninggalkan bekas.

4
Dr.Abdul Aziz Ismail salah satu pakar kedokteran,menuturkan bahwa madu lebah adalah
senjata dokter menghadapi sebagian besar penyakit.Seiring dengan semakin majunya dunia
kedokteran peran madu lebah semakin luas tidak seperti yang dipikirakan banyak orang,melalui
pembuluh darah dan dalam bentuk enema(cairan yang disuntikan ke dalam rektum).Madu
diberikan untuk melawan keracunan yang timbul dari berbagai penyakit organ dalam
tubuh,seperti uremia(kelebihan urea) yang diakibatkan oleh berbagai gangguan penyakit
hati,lambung dan usus.Madu juga diberikan dalam proses diet,penyakit campak,berbagai kasus
kejang jantung ,kongesti otak,pembengkakan pada otak.
Madu mengandung obat yang menyembuhkan manusia,seperti yang ditegaskan oleh Al-Qur’an
sejak lebih dari seribuh empat ratus yang silam.

Berikut ini beberapa penyakit dan cara pengobatannya dengan menggunakan madu lebah :
1. Kurang darah dan rakitis pada bayi yang menyusu
Pada dokter menganjurkan agar memberikan satu sendo madu yang dicampur dengan susu
setiap hari kepada si anak sejak usia empat bulan.hal ini untuk mencegah kemungkinan
defesiensi zat besi dan kalsium pada air susu ibu.
2. Mengompol
Memberikan sesendo kecil madu sebelum tidur kepada anak yang mengalami gangguan
seperti ini yang biasanya di karenakan faktor kejiwaan atau faktor saraf akan memberikan
efek positif bagi dirinya sebagai penenang sistem saraf.
3. Luka benanah dan luka bakar
Pada dokter Rusia dan China menggunakan obat salep yang terbuat dari campuran madu dan
minyak ikan dengan kadar ¼ di tambah dengan bahan-bahan pensteril.salep ini memiliki
efek cepat mengurangi pernanahan.
4. Radang lambung dan usus dua belas jari
Karena termasuk alkali,madu berkhasiat menetralkan produksi asam
lambung,menghilangkan rasa sakit yang di timbulkan oleh luka pada lambung dan
menurunkan frekuensi terjadinya muntah-muntah dan mulas akibat radang lambung.
5. Penyakit flu,pilek dan radang tenggorokan
Setelah di enerkan dengan air,dimana kadar madddu hanya 10% campuran madu air ini
semprotkan dengan alat semprot khusus atau dihirup selama lima menit untuk mengobati
penyakit pilek.
6. Penyakit radang hati kronis
Madu bisa meningkatkan kandungan glikogen pada organ hati melalui peningkatan kadar
glukosa pada darah.hal ini bisa membantu organ hati dalam menjalankan tugas-tugasnya dan
meringakan beban kerjanya.
7. Insomnia dan gangguan saraf
Madu mengandung beberapa unsur penenang dan penguat dalam kadar yng wajar serta bisa
diterima oleh tubuh,seperti garam potasium dan sodium.
8. Keracunan alkohol
Madu termasuk salah satu makanan utama di rumah-rumah sakit dan balai-balai rehabilitas
bagi para pecandu minuman keras di eropa karena madu bisa membersihkan dari keracunan
alkohol.
9. Batuk
Caranya dengan merebus sebuah jeruk lemon hingga empuk lalu merasnya kedalam gelas
lalu di tambah dengan satu sendok madu lebah hingga penuh.
10. Perawatan kulit
Ramuan yang terdiri atas madu,lemon dan gliserol merupakan salah satu resep pengobatan
kuno yang paling baik utuk mengobati kulit pecah-pecah dan kasar,radang bibir serta
menjaga kulit dari efek sengatan matahri dan bintik-bintik hitam.
11. Madu berkhasiat untuk menbobati kram otot disebabkan oleh aktivitas olahraga, madu juga
bisa untuk mengobati pengerutan pada otot-otot wajah dan kelopak mata.
5
BAB III
PENUTUP

Kesimpulan

Segala sesuatu yang diciptakan Allah SWT. Pasti tidak ada yang sia-sia. Di antara ciptaan Sang
Khalik yang istimewa adalah lebah. Serangga yang satu ini menempati posisi penting di banding
serangga lainnya
Madu berasal dari sari bunga dan menjadi obat berbagai macam penyakit manusia. Sedangkan
al-Quran mengandung inti sari dari kitab-kitab yang telah diturunkan kepada nabi-nabi terdahulu
ditambah dengan ajaran-ajaran yang diperlukan oleh semua bangsa sepanjang masa untuk
mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. Kemukjizatan madu sebagaimana disampaikan al-
Quran telah terbukti secara ilmiah.
Madu mengandung obat yang menyembuhkan manusia,seperti yang ditegaskan oleh Al-Qur’an
sejak lebih dari seribuh empat ratus yang silam.
Berikut ini beberapa penyakit dan cara pengobatannya dengan menggunakan madu lebah :
1. Kurang darah dan rakitis pada bayi yang menyusu
2. Mengompol
3. Luka benanah dan luka bakar
4. Radang lambung dan usus dua belas jari
5. Penyakit flu,pilek dan radang tenggorokan
6. Penyakit radang hati kronis
7. Radang mata
8. Insomnia dan gangguan saraf
9. Keracunan alkohol
10. Batuk
11. Perawatan kulit
12. Madu berkhasiat untuk mengobati kram otot disebabkan oleh aktivitas olahraga, madu juga
bisa untuk mengobati pengerutan pada otot-otot wajah dan kelopak mata.

6
DAFTAR PUSTAKA

Ali Yafie, Ensiklopedia Kemukjizatan Ilmiah dalam Al-quran, (Jakarta: Kharisama Ilmu)

Sihombing, DTH.2005.Ilmu Ternak Lebah Madu.Gajah Mada University Press, Bulak Sumur

Jogjakarta.

http://www.duniaislam.org/06/11/2014/manfaat-dan-khasiat-madu-bagi-kesehatan-menurut-

islam/

http://saga-islamicnet.blogspot.com/2012/02/khasiat-dan-manfaat-madu-dalam-al-quran.html