Anda di halaman 1dari 7

MAKALAH

Tentang
HUKUM “RO” PADA MATA PELAJARAN PTQ

Disusun Oleh :

Nama : 1. Seri Gunung


2. Citra Sulaika
Dosen Pembimbing : Maryam Lubis, S.Pd.I, M.Pd.I

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN)


MANDAILING NATAL
2018
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena
dengan pertolongan-Nya penulis dapat menyelesaiakan makalah dengan
pembahasan “HUKUM “RO” PADA MATA PELAJARAN PTQ”. Meskipun
banyak rintangan dan hambatan yang penulis alami dalam proses pengerjaannya,
tapi penulis berhasil menyelesaikannya dengan baik.

Tak lupa penulis ucapkan terima kasih kepada dosen pembimbing yang
telah membantu penulis. Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada teman-
teman mahasiswa yang juga sudah memberi kontribusi baik langsung maupun
tidak langsung dalam pembuatan makalah ini.

Tentunya ada hal-hal yang ingin penulis berikan kepada pembaca dari
hasil makalah ini. Karena itu, penulis berharap semoga makalah ini dapat menjadi
sesuatu yang berguna bagi kita bersama.

Panyabungan, Desember 2018

Penulis

i
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Mempelajari huruf “RO” ......... adalah merupakan huruf yang kesepuluh

pada huruf hijaiyah huruf RO itu ada tiga macam :

1. Tafkhim ( )

2. Taqiq ( )

3. Jawazul Wajhain ( )

Adapun tujuan latar belakang pembuatan makalah ini adalah sebagai

tugas kuliah pada mata pelajaran PTQ (Pelajaran Tilawatil Qur’an) maka dari itu

saya membuat laporan ini untuk meningkatkan kemampuan belajar.

B. Rumusan Masalah

1. Bagaimana cara membaca hukum “RO”?

2. Bagaimana pembagian hukum “RO”

C. Tujuan Masalah

Adapun tujuan pembuatan makalah ini :

1. Untuk membenarkan dan memahirkan dalam huruf “RO” apabila

membaca Al Qru’an

2. Mengetahui hukum-hukum “RO”

1
BAB II
PEMBAHASAN

Hukum “RO” itu ada tiga macam yaitu :


1. Tafkhim ( ) dibaca tebal/ berat bunyinya.
Dibaca tebal dengan cara mengangkat semua lidah dan menekannya ke langin-

langit atas sambil menekankan suara yang cukup kuat.

a. Apabila “RO” berbaris fathah atau diammah misalnya :

b. Apabila “RO” itu mati / sukun dan huruf sebelumnya berbaris fathah atau
dihummah, misalnya :

c. Apabila “RO” mati / sukun dan huruf sebelumnya berbaris kasrah/ kasrah
aridloh berhamzah washul, misalnya1

bila bersambung/ hamzah wasal

2. Huruf ra’ ( ) dibaca tipis

a. Apabila na berharkat kasraoh ( ), baik di permulaan kata atau

ditengah kata atau diakhir kata, baik kata tersebut kata benda atau kata

kerja seperti :

b. Ra’ berharkat yang didahului oleh yak mati ( )

Seperti :

c. Ra’ di sukun ( ) yang didahului oleh huruf yang berkasrah asli dan

setelah Ra’ disukun itu bukan huruf isti’la’ seperti :2

1 Hanafi, Pelajaran Tajwid, (Jakarta : Bintang Indonesia), h. 26.


2 Imam al Hakam Wicaksono, Pemahaman Ilmu Tajwid, (Solo : Sendang Ilmu), h.53.

2
3. Huruf Ra’ yang dapat dibaca tafkhim atau tarqiq (jawazul wajhain), yaitu

manakala ada Ra’ mati sebelumnya berupa harakat kasrah dan sesudahnya ada

huruf isti’la’ yang berharkat kasrah.

Ada tiga syarat ra’ dibaca tafkhim atau tarqiq, yaitu :

1. Huruf Ra tersebut didahului kasrah asli

2. Sesudah huruf ra ada huruf kasrah

3. Huruf isti’la’ berharakat kasrah

Contoh jawazul wajhain dapat dilihat dalam surah asyu’ara ayat 633

No Cotoh Transliterasi
1 Firqin

3 Agus Suryaman, Pelajaran Tajwid Praktis, (Bandung : Makrifat) 2011, j.44.

3
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Pada huruf “RO” hukumnya ada tiga macam :

1. Tafkhim ( ) : dibaca tebal / berat bunyinya

2. Tarqiq ( ) dibaca ringan/ tipis bunyinya

3. Tarqiq dan tafkhim (jawazul wajhain)

Dan merupakan huruf kesepuluh dari huruf hijaiyah.

B. Saran

Sebaiknya kita harus sering membaca Al-Qur’an agar makhraj dan pembacaannya

semakin lancar, mahir dan benar.

4
DAFTAR PUSTAKA

Wicaksono al Hakam, Pemahaman Ilmu Tajwid, (Solo : Sendang Ilmu)

Hanafi, Pelajaran Tajwid, (Jakarta : Bintang Indonesia)

Suryaman Agus, Pelajaran Tajwid Praktis, (Bandung : Makrifat, 2011)