Anda di halaman 1dari 11

MAKALAH

Tentang
BAHASA INDONESIA SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI

Disusun Oleh :

NAMA : ATIKAH NAINGGOLAN


NIM :
MATA KULIAH : HUKUM EKONOMI SYARIAH
DOSEM PEMBIMBING : Dr. KOHAR, MM

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN)


MANDAILING NATAL
2018
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat,
karunia, serta taufik dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan makalah tentang Bahasa
Indonesia Sebagai Media Komunikasi dengan baik meskipun banyak kekurangan didalamnya.
Kami sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan serta
pengetahuan kita mengenai Bahasa Indonesia. Kami juga menyadari sepenuhnya bahwa di
dalam makalah ini terdapat kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Oleh sebab itu, kami
berharap adanya kritik, saran dan usulan demi perbaikan makalah yang telah kami buat di
masa yang akan datang, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa saran yang
membangun.
Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya.
Sekiranya laporan yang telah disusun ini dapat berguna bagi kami sendiri maupun orang yang
membacanya. Sebelumnya kami mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang
kurang berkenan dan kami memohon kritik dan saran yang membangun dari Anda demi
perbaikan makalah ini di waktu yang akan datang.

Panyabungan, November 2018

Penyusun

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ......................................................................................................... i

DAFTAR ISI ........................................................................................................................ ii

BAB I PENDAHULUAN ............................................................................................. 1

1.1 Latar Belakang ............................................................................................ 1

1.2 Rumusan Masalah ........................................................................................ 1

1.3 Tujuan Penelitian ......................................................................................... 1

BAB II PEMBAHASAN................................................................................................ 2

2.1 Bahasa Indonesia sebagai media komunikasi ............................................. 2

2.2 Pengertian Bahasa ........................................................................................ 2

2.3 Fungsi Bahasa Indonesia .............................................................................. 3

BAB III PENUTUP ......................................................................................................... 7

3.1 Kesimpulan ................................................................................................... 7

3.2 Saran ............................................................................................................. 7

DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................................... 8

DAFTAR ANGKET

ii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Bahasa merupakan alat komunikasi yang paling efektif untuk menyampaikan gagasan,
pikiran, maksud dan tujuan kepada orang lain. Selain itu bahasa merupakan salah satu aspek
dari kebudayaan. Sebagai salah satu manifestasi kebudayaan, bahasa memiliki peran yang
sangat penting bagi kehidupan manusia. Dalam setiap kebudayaan bahasa merupakan suatu
unsur pokok yang terdapat dalam masyarakat. Keanekaragaman bahasa dalam masyarakat,
baik dalam cakupan yang luas (internasional), maupun bahasa nasional.
Ciri-ciri yang merupakan hakikat bahasa itu antara lain adalah bahwa bahasa itu
adalah sebuah sosial-sosial berupa bunyi, bersifat arbitrer, produktif, dinamis, beragam dan
manusiawi. Yang dimaksud beragam dalam variasi bahasa tersebut ialah, bahwa bahasa
memiliki banyak bentuk, variasi dan ragam. Ragam bahasa tersebut antara lain :
1. Ragam bahasa hormat.
2. Ragam bahasa santai/biasa.
3. Ragam bahasa formal.

1.2 Rumusan Masalah


1. Pengertian Bahasa
2. Fungsi Bahasa
3. Tujuan Mempelajari Bahasa

1.3 Tujuan Penelitian


Pembahasan makalah ini bertujuan untuk mendeskripsikan:
a. Bahasa Indonesia sebagai media Komunikasi
b. Pengertian Bahasa
c. Fungsi Bahasa Indonesia

1
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Bahasa Indonesia sebagai media komunikasi


Indonesia sebagai negara yang sedang berkembang bergerak maju dalam berbagai
kegiatan, termasuk kegiatan dalam bidang sains, ilmu-ilmu sosial, kemanusiaan, dan
teknologi didasari generasi tua ke generasi muda, pendokumentasian karya ilmiah, dan
penyebarluasan penemuan baru. Banyak buku ilmiah sudah diterbitkan, baik berupa karya asli
maupun terjemahan, dan banyak pula artikel dan makalah yang disebarluaskan. Semuanya itu
dilakukan untuk memperkaya khazanah ilmu pengetahuan dan teknologi di bumi Indonesia
tercinta ini. Semua kegiatan ilmiah yang dikemukakan di atas dilakukan dengan
menggunakan alat komunikasi bahasa Indonesia, baik lisan maupun tulisan. Jadi jelas, bahasa
Indonesia merupakan alat komunikasi untuk menyebarluaskan informasi tentang kegiatan
ilmiah dalam berbagai bidang ilmu, baik ilmu-ilmu sosial, kemanusiaan, sains, maupun
teknologi.
Bahasa selalu berkembang.sebagai alat komunikasi bahasa selalu mengikuti
perkembangan teknologi dan budaya manusia yang menggunakannya. ragam bahasa ilmiah
alat komunikasi dalam lingkup resmi atau ilmiah dengan demikian juga akan mengalami
proses seiring dengan perkembangan teknologi dan budaya manusia yang menggunakannya
itu. hal ini brarti proses pembakuan kata atau ejaan pun juga akan berjalan seiring dengan
perjalanan waktu.

2.2 Pengertian Bahasa


Menurut Gorys Keraf, Bahasa adalah alat komunikasi antara anggota masyarakat
berupa simbol bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia. Mungkin ada yang keberatan
dengan mengatakan bahwa bahasa bukan satu-satunya alat untuk mengadakan
komunikasi.Mereka menunjukkan bahwa dua orang atau pihak yang mengadakan komunikasi
dengan mempergunakan cara-cara tertentu yang telah disepakati bersama. Lukisan-lukisan,
asap api, bunyi gendang atau tong-tong dan sebagainya.
Menurut sumber dari Wikipedia, bahasa adalah alat atau perwujudan budaya yang
digunakan manusia untuk saling berkomunikasi atau berhubungan, baik lewat tulisan, lisan
atau kemauan kepada lawan bicaranya atau orang lain. Melalui bahasa, manusia dapat
menyesuaikan diri dengan adapt istiadat, tingkah laku, tata karma masyarakat, dan sekaligus

2
mudah membaurkan dirinya dengan segala bentuk masyarakat. Fodor mengatakan bahwa
bahasa adalah sistem simbol dan tanda. Yang dimaksud dengan sistem simbol adalah
hubungan simbol dengan makna yang bersifat konvensional.
Sedangkan yang dimaksud dengan sistem tanda adalah bahwa hubungan tanda dan
makna bukan konvensional tetapi ditentukan oleh sifat atau ciri tertentu yang dimiliki benda
atau situasi yang dimaksud. Dari defenisi di atsa maka dapat disimpulkan bahwa bahasa
adalah amat untuk berkomunikasi melalui lisan (bahasa primer) dan tulisan (bahasa
sekunder). Berkomunikasi melalui lisan (dihasilkan oleh alat ucap manusia), yaitu dalam
bentuk symbol bunyi, dimana setiap simbol bunyi memiliki cirri khas tersendiri. Suatu simbol
bisa terdengar sama di telinga kita tapi memiliki makna yang sangat jauh berbeda. Misalnya
kata ’sarang’ dalam bahasa Korea artinya cinta, sedangkan dalam bahasa Indonesia artinya
kandang atau tempat.
Tulisan adalah susunan dari simbol (huruf) yang dirangkai menjadi kata bermakna dan
dituliskan. Bahasa lisan lebih ekspresif di mana mimik, intonasi, dan gerakan tubuh dapat
bercampur menjadi satu untuk mendukung komunikasi yang dilakukan. Lidah setajam pisau
atau silet oleh karena itu sebaiknya dalam berkata-kata sebaiknya tidak sembarangan dan
menghargai serta menghormati lawan bicara atau target komunikasi.

2.3 Fungsi Bahasa Indonesia


Pada dasarnya bahasa memiliki fungsi-fungsi tertentu yang digunakan berdasarkan
kebutuhan seseorang, yakni sebagai alat untuk mengekspresikan diri, sebagai alat untuk
berkomunikasi, sebagai alat untuk mengadakan integrasi dan beradaptasi sosial dalam
lingkungan atau situasi tertentu, dan sebagai alat untuk melakukan kontrol sosial.
Menurut Mukhammad Doyin “Bahasa yang disahkan oleh undang-undang sebagai alat
komunikasi nasional secara resmi adalah bahasa indonesia.konsekuensi keputusan ini
menjadikan bahasa indonesia digunakan dalam segala keperluan dan dalam segala bidang.
secara historis kita mengetahuai memang bahasa indonesia berasal dari bahasa melayu.
Namun karena adanya keputusan dalam sumpah pemuda itulah maka bahasa indonesia
kemudian berkembang dalam berbagai bidang. karena masing - masing bidang memiliki
kekhususan tertentu,penggunaan bahasa indonesia dalam bidang - bidang tertentu tersebut
kadang-kadang juga harus menyesuaikan dengan kekhususan- kekhususan tertentu itu. oleh
karena itulah pada akhirnya kita melihat ada bahasa indonesia yang bersifat khusus,dalam
pengertian memiliki ciri khusus dalam bidang-bidang tertentu tersebut.

3
Sebagai sebuah ilmu, hal seperti itu tersebut diatas itu memang memungkinkan, hal ini
terjadi ilmu itu berkembang sesuai dengan perkembangan zaman. Jika ilmu itu berkembang,
bahasa Indonesia sebagai ilmu pun dengan sendirinya ikut berkembang. Namun dibalik itu,
karena ilu harus memiliki aturan-aturan yang dapat dipertanggungjawabkan, perkembangan
bahasa Indonesia tersebut juga dikaji untuk memperoleh gambaran batas-batas perkembangan
tersebut
Tanpa adanya bahasa (termasuk bahasa Indonesia) ilmu pengetahuan dan teknologi
tidak dapat tumbuh dan berkembang. Selain itu bahasa Indonesia di dalam struktur budaya,
ternyata memiliki kedudukan, fungsi, dan peran ganda, yaitu sebagai akar dan produk budaya
yang sekaligus berfungsi sebagai sarana berfikir dan sarana pendukung pertumbuhan dan
perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Tanpa peran bahasa serupa itu, ilmu
pengetahuan dan teknologi tidak akan dapat berkembang.Oleh karena itu, jika cermat dalam
menggunakan bahasa, kita akan cermat pula dalam berfikir karena bahasa merupakan cermin
dari daya nalar (pikiran). Fungsi bahasa dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu fungsi bahasa
secara umum dan secara khusus

1. Fungsi Bahasa Secara Umum


Terdapat 4 Fungsi Bahasa secara Umum
1.1 Sebagai alat untuk berkespresi
Contohnya; mampu menggungkapkan gambaran,maksud, gagasan, dan perasaan.
Melalui bahasa kita dapat menyatakan secara terbuka segala sesuatu yang tersirat di dalam
dada dan pikiran kita, sekurang-kurangnya dapat memaklimkan keberadaan kita. Misalnya
seperti seorang penulis buku, mereka akan menuangkan segala seseuatu yang mereka pikirkan
ke dalam sebuah tulisan tanpa memikirkan si pembaca, mereka hanya berfokus pada
keinginan mereka sendiri. Sebenarnya ada 2 unsur yang mendorong kita untuk
mengekspresikan diri, yaitu:
 Agar menarik perhatian orang lain terhadap kita.
 Keinginan untuk membebaskan diri kita dari semua tekanan emosi.

1.2 Sebagai alat komunikasi


Menurut Gorys Keraf bahasa adalah Sebagai alat komunikasi, bahasa merupakan
saluran perumusan maksud kita, melahirkan perasaan kita dan memungkinkan kita
menciptakan kerja sama dengan sesama warga. Ia mengatur berbagai macam aktivitas

4
kemasyarakatan, merencanakan dan mengarahkan masa depan kita. Komunikasi merupakan
akibat yang lebih jauh dari ekspresi diri. Komunikasi tidak akan sempurna bila ekspresi diri
kita tidak diterima atau dipahami oleh orang lain.

1.3 Alat untuk mengadakan integrasi dan adaptasi sosial


Pada saat kita beradaptasi kepada lingkungan sosial tertentu, kita akan memilih bahasa
yang akan kita gunakan bergantung pada situasi dan kondisi yang kita hadapi. Kita akan
menggunakan bahasa yang berbeda pada orang yang berbeda. Kita akan menggunakan bahasa
yang nonstandar di lingkungan teman-teman dan menggunakan bahasa standar pada orang tua
atau orang yang kita hormati. Dalam mempelajari bahasa asing, kita juga berusaha
mempelajari bagaimana cara menggunakan bahasa tersebut. Misalnya, pada situasi apakah
kita akan menggunakan kata tertentu, kata manakah yang sopan dan tidak sopan. Jangan
sampai kita salah menggunakan tata cara berbahasa dalam budaya bahasa tersebut. Dengan
menguasai bahasa suatu bangsa, kita dengan mudah berbaur dan menyesuaikan diri dengan
bangsa tersebut.

1.4 Sebagai alat kontrol sosial


Kontrol sosial ini dapat diterapkan pada diri kita sendiri atau kepada masyarakat.
Berbagai penerangan, informasi, maupun pendidikan disampaikan melalui bahasa. Buku-buku
pelajaran, buku- buku instruksi, ceramah agama (dakwah), orasi ilmiah atau politik adalah
contoh penggunaan bahasa sebagai alat kontrol sosial. Selain itu, kita juga sering mengikuti
diskusi atau acara bincang-bincang (talk show) di televisi dan radio, iklan layanan masyarakat
atau layanan sosial merupakan salah satu wujud penerapan bahasa sebagai alat kontrol sosial.
Semua itu merupakan kegiatan berbahasa yang memberikan kepada kita cara untuk
memperoleh pandangan baru, sikap baru, perilaku dan tindakan yang baik. Di samping itu,
kita belajar untuk menyimak dan mendengarkan pandangan orang lain mengenai suatu hal.
Contoh lain yang menggambarkan fungsi bahasa sebagai alat kontrol sosial yang sangat
mudah kita terapkan adalah sebagai alat peredam rasa marah. Menulis merupakan salah satu
cara yang sangat efektif untuk meredakan rasa marah kita. Tuangkanlah rasa dongkol dan
marah kita ke dalam bentuk tulisan. Biasanya, pada akhirnya, rasa marah kita berangsur-
angsur menghilang dan kita dapat melihat persoalan secara lebih jelas dan tenang.

5
2. Fungsi bahasa secara khusus
Terdapat 4 fungsi bahasa secara khusus
2.1 Mengadakan hubungan dalam pergaulan sehari-hari
Manusia adalah mahkluk sosial yang tak akan pernah mungkin dapat terlepas dari
hubungan (komunikasi) dengan mahluk sosialnya. Komunikasi yang berlangsung dapat
mempergunakan dialeg resmi (baku) atau dialeg santai (tidak menghiraukan pemakaian
bahasa resmi, biasanya saat berkomunikasi dengan teman).
2.2 Mewujudkan seni (sastra)
Bahasa dipakai untuk menyampaikan atau mengungkapkan perasaan melalui media seni,
misalnya puisi, syair, prosa,dll. Terkadang bahasa yang dipergunakan merupakan bahasa yang
memiliki makna atau arti konotasi atau memiliki makna yang tersirat. Dalam hal ini, kita
memerlukan pemahaman yang lebih mendalam agar bisa mengetahui apa makna atau apa
yang ingin disampaikan kepada kita.

2.3 Mempelajari bahasa-bahasa kuno


Dengan kita mempelajari bahasa-bahasa kuno ini, kita akan dapat mengetahui kejadian atau
peristiwa yang sudah terjadi di masa lampau, untuk mengantisipasi kejadian yang mungkin
atau dapat terjadi di masa yang akan datang, atau hanya sekedar memenuhi rasa
keingintahuan tentang latar belakang dari suatu hal, misalnya saja untuk mengetahui
keberadaan atau asal dari suatu budaya yang dapat ditelusuri melalui naskah-naskah kuno atau
penemuan prasasti-prasasti.

2.4 Mengeksploitasi IPTEK


Dengan jiwa dan sifat keingintahuan yang dimiliki manusia, ditambah dengan akal dan
pikiran yang sudah diberikan Tuhan hanya kepada manusia, maka manusia akan selalu
mengembangkan berbagai hal untuk mencapai kehidupan yang lebih baik. Pengetahuan yang
dimiliki oleh manusia akan selalu akan didokumentasikan supaya manusia lainnya juga dapat
mempergnakannya dan melestarikannya demi kebaikan manusia itu sendiri.

6
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Dengan demikian perlu dapat ditarik kesimpulan bahwa Bahasa adalah sistem simbol
bunyi yang bermakna dan berartikulasi (dihasilkan oleh alat ucap) yang bersifat arbitrer dan
konvensional, yang dipakai sebagai alat berkomunikasi oleh sekelompok manusia untuk
melahirkan perasaan dan pikiran. Sedangkan dari makna Bahasa itu terdapat macam dan
ragam bahasa yang telah dijelaskan di atas.
Selain terdapat macam dan ragam, bahasa juga bisa sebagai bahasa negara atau bahasa
nasional. Sedangkan bahasa negara adalah suatu bahasa yang memiliki sejenis hubungan de
facto atau de jure dengan seseirang dan mungkin melalui perluasan teritori yang mereka
duduki. Sebutan ini digunakan bermacam. Sebuah bahasa nasional bisa mewakili identitas
nasional suatu bangsa atau negara. Bahasa nasional secara alternatif bisa merupakan sebuah
penetapan yang diberikan pada satu bahasa atau lebih yang dituturkan sebagai bahasa pertama
di teritori sebuah negara.
Bahasa selain sebagai bahasa negara, bahasa juga memiliki sebuah tujuan dari
pembelajaran bahasa. Banyak orang yang belajar bahasa dengan berbagai tujuan yang
berbeda. Ada yang belajar hanya untuk mengerti, ada yang belajar untuk memahami isi
bacaan, ada yang belajar untuk dapat bercakap-cakap dengan lancar, ada pula yang belajar
untuk gengsi-gengsian, dan ada pula yang belajar dengan berbagai tujuan khusus. Tujuan
pembelajaran bahasa, menurut Basiran adalah keterampilan komunikasi dalam berbagai
konteks komunikasi. Kemampuan yang dikembangkan adalah daya tangkap makna, peran,
daya tafsir, menilai, dan mengekspresikan diri dengan berbahasa. Kesemuanya itu
dikelompokkan menjadi kebahasaan, pemahaman, dan penggunaan.
3.2 Saran
Demi tercapainya persatuan dalam keberagaman yang ada di Indonesia perlu adanya
kesadaran untuk menanamkan rasa nasionalisme dalam diri sendiri. Sebagai generasi muda
dan salah satu cara untuk mencapainya yaitu dengan mempelajari bahasa Indonesia secara
detail dan mendalam serta menanamkan rasa kecintaan, kesenangan untuk mempelajari
Bahasa Indonesia. Serta menerapkanya secara baik dan benar, karena dengan menerapkan
Bahasa Indonesia secara tepat dan benar maka akan mempererat Negara Indonesia dari
berbagai ragam bahasa. Serta Bahasa Indonesia dapat mempersatukan antar sesame bangsa.

7
DAFTAR PUSTAKA

Finoza, Lamuddin. 2002.Komposisi Bahasa Indonesia.Cetakan ke-8. Jakarta: Diksi Insan


Mulia.
Keraf, Gorys. 2004.Komposisi Sebuah Pengantar Kemahiran Bahasa. Flores: Nusa Indah.
Arifin, E. Zaenal dan Tasai S. Amran.2009Cermat Berbahasa Indonesia Untuk Perguruan
Tinggi. Jakarta:Akademika Pressindo.
Wibowo, Wahyu.2001.Manajemen Bahasa. Jakarta: Gramedia.