Anda di halaman 1dari 94

Rencana Strategis Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara

2014 - 2019

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Undang – Undang Dasar 1945 dan Konstitusi Organisasi Kesehatan


Dunia (WHO) serta Undang–Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang
Kesehatan, menetapkan bahwa Kesehatan adalah hak asasi manusia yang
merupakan hak fundamental setiap warga negara, disebutkan pula bahwa
pembangunan Kesehatan bertujuan meningkatkan kesadaran, kemauan
dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat
kesehatan masyarakat yang optimal, sebagai investasi bagi pembangunan
sumber daya manusia yang produktif secara sosial dan ekonomis.
Pembangunan Kesehatan tersebut diselenggarakan dengan berasaskan
perikemanusiaan, keseimbangan manfaat, perlindungan, penghormatan
terhadap hak dan kewajiban, keadilan gender dan non diskriminatif dengan
memperhatikan norma-norma agama.
Rencana Strategis (RENSTRA) Dinas Kesehatan Provinsi Maluku
Utara Tahun 2014 – 2019 merupakan perencanaan pembangunan 5 (lima)
tahun yang disusun dalam rangka memenuhi ketentuan sebagaimana
tercantum dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem
Perencanaan Pembangunan Nasional dan Peraturan Daerah Provinsi
Maluku Utara Nomor 14 Tahun 2005 Tentang Tata Cara Perencanaan
Pembangunan Daerah Provinsi Maluku Utara. Sebagai subsistem dari
perencanaan pembangunan daerah, maka penyusunannya mengacu
kepada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD)
Provinsi Maluku Utara tahun 2014- 2019 .
Dalam kaitannya dengan sistem perencanaan pembangunan
sebagaimana yang telah diamanatkan dalam UU No.25 tahun 2004, maka
keberadaan RPJM Daerah Provinsi Maluku Utara merupakan satu bagian
yang utuh dari manajemen kerja di lingkungan Pemerintah Provinsi Maluku
Utara khususnya dalam menjalankan agenda pembangunan yang telah

1
Rencana Strategis Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara
2014 - 2019

tertuang dalam RPJP Daerah Provinsi Maluku Utara, dan merupakan


pedoman bagi Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara untuk menyusun
Renstra Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara. Selanjutnya, untuk setiap
tahunnya selama periode perencanaan, Renstra tersebut akan dijabarkan
dalam bentuk Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Maluku
Utara, selanjutnya akan menjadi acuan bagi Dinas Kesehatan Provinsi
Maluku Utara untuk menyusun Rencana Kerja (Renja).
Oleh karenanya dipandang perlu adanya rencana Strategis (Renstra)
Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara sebagai pedoman dan acuan dalam
menyusun perencanaan program pembangunan Kesehatan untuk 5 ( lima )
tahun ke depan yaitu tahun 2014 – 2019.

1.2. Landasan Hukum

Landasan hukum penyusunan Rencana Strategis Dinas Kesehatan


Provinsi Maluku Utara adalah :
1. Undang-undang Nomor 46 tahun 1999 tentang Pembentukan Provinsi
Maluku Utara, Kabupaten Buru dan Kabupaten Maluku Tenggara Barat
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 174,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3895);
2. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 47,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4287);
3. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan
Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4366);
4. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan
Pengelolaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Negara (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 66, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4400);

2
Rencana Strategis Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara
2014 - 2019

5. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan


Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun
2009 Nomor 112, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 5038);
6. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah
(Lembaran Negara Nomor 244, Tambahan Lembaran Negara Nomor
5587);
7. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan
Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah;
8. Undang-undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial
Nasional
9. Undang-undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana
Pembangunan Jangka Menengah Nasional
10. Undang – undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan
11. Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2000 tentang Kewenangan
Pemerintah dan Kewenangan Provinsi Sebagai Daerah Otonom;
12. Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pembinaan dan
Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah;
13. Peraturan Pemerintah Nomor 56 Tahun 2001 tentang Pelaporan
Penyelenggaraan Pemerintah Daerah;
14. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian
Urusan Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi
dan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 4737);
15. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 2007
tentang Pedoman Organisasi Perangkat Daerah;
16. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 56 Tahun 2001
tentang Pelaporan Penyelenggaran Pemerintah Daerah;

3
Rencana Strategis Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara
2014 - 2019

17. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata


Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana
Pembangunan Daerah;
18. Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2010 tentang Rencana
Pembangunan Jangka Menengah Nasional
19. Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 1999, tentang Akuntabilitas
Kinerja Instansi Pemerintah (AKIP);
20. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2007 tentang
Perubahan atas Permendagri 13 Tahun 2006 tentang Pedoman
Pengelolaan Keuangan Daerah;
21. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang
Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang
Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi
Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah;
22. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 374/MENKES/SK/V/2009
tentang Sistem Kesehatan Nasional
23. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 375/MENKES/SK/V/2009
tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Bidang Kesehatan
Tahun 2005-2025
24. Peraturan Daerah Provinsi Maluku Utara Nomor 4 tahun 2008 tentang
Kewenangan Urusan Pemerintah Provinsi Maluku Utara (lembaran
daerah Provinsi Maluku Utara Tahun 2008 Nomor 4, Tambahan
Lembaran Daerah Nomor 2)
25. Peraturan Daerah Provinsi Maluku Utara Nomor 7 Tahun 2008 tentang
Organisasi dan Kerja Dinas Daerah Provinsi Maluku Utara (Lembaran
Daerah Provinsi Maluku Utara Tahun 2008 Nomor 7, Tambahan
Lembaran Daerah Provinsi Maluku Utara Nomor 4);
26. Peraturan Daerah Maluku Utara Nomor 3 Tahun 2008 tentang
Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Provinsi Maluku Utara
Tahun 2005-2025;

4
Rencana Strategis Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara
2014 - 2019

27. Peraturan Daerah Maluku Utara Nomor 5 Tahun 2012 tentang Sistem
Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Maluku Utara (Lembaran
Daerah Provinsi Maluku Utara Tahun 2012 Nomor 5, Tambahan
Lembaran Daerah Nomor 5);
28. Peraturan Daerah Provinsi Maluku Utara Nomor 2 Tahun 2013 tentang
Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Maluku Utara Tahun 2013-2033
(Lembaran Daerah Provinsi Maluku Utara Tahun 2013 Nomor 2);
29. Peraturan Daerah Provinsi Maluku Utara Nomor 02 tahun 2015 tentang
RPJMD Provinsi Maluku Utara 2014-2019
30. Peraturan Gubernur Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Tugas dan Fungsi
Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara;
31. Peraturan Gubernur Maluku Utara nomor 14 Tahun 2014 Tentang
Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD)
Instalasi Farmasi pada Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara.

1.3.Maksud dan Tujuan


Maksud dan tujuan penyusunan Rencana Strategis (RENSTRA) Dinas
Kesehatan Provinsi Maluku Utara adalah sebagai pedoman dalam
perencanaan dan pelaksanaan program-program pembangunan kesehatan
yang akan dilaksanakan dalam waktu 5 tahun ke depan, yaitu tahun 2014 -
2019

1.4. Sistematika Penulisan.

Rencana Strategis Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara Tahun


2014 - 2019 disusun menurut sistematika sebagai berikut :

BAB I : PENDAHULUAN
Bab ini berisi tentang latar belakang, landasan hukum,
maksud dan tujuan serta sistematika penulisan Rencana
Strategis Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara

5
Rencana Strategis Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara
2014 - 2019

BAB II : GAMBARAN PELAYANAN DINAS KESEHATAN


PROVINSI MALUKU UTARA
Bab ini memuat informasi tentang tugas, fungsi, struktur
organisasi, sumber daya, kinerja pelayanan, tantangan dan
peluang Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara
BAB III : ISU–ISU STRATEGIS DINAS KESEHATAN
PROVINSI MALUKU UTARA
Bab ini menguraikan identifikasi permasalahan, telaahan
visi, misi dan program Kepala Daerah, telaahan renstra
Kementerian Kesehatan, telaahan Rencana Tata Ruang
Wilayah dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis dan
Penentuan Isu-isu Strategis
BAB IV : VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN, STRATEGI DAN
KEBIJAKAN
Bab ini mengemukakan rumusan pernyataan Visi, Misi,
Tujuan, dan Sasaran jangka menengah, Strategi dan
Kebijakan Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara.
BAB V : PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA,
KELOMPOK SASARAN DAN PENDANAAN INDIKATIF
Bab ini mengemukakan Rencana Program dan Kegiatan,
Indikator Kinerja, Kelompok Sasaran dan Pendanaan
Indikatif.
BAB VI : INDIKATOR KINERJA YANG MENGACU PADA TUJUAN
DAN SASARAN RPJMD
Bab ini mengemukakan indikator kinerja yang ingin dicapai
dalam lima tahun mendatang sebagai komitmen untuk
mendukung pencapaian tujuan dan sasaran RPJMD

BAB VII : PENUTUP

6
Rencana Strategis Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara
2014 - 2019

BAB II
GAMBARAN PELAYANAN
DINAS KESEHATAN PROVINSI MALUKU UTARA

2.1.Tugas Pokok, Fungsi dan Struktur Organisasi

2.1.1. Tugas Pokok dan Fungsi


Berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Maluku Utara Nomor 07
Tahun 2008 tentang Organisasi Instansi dan Tata Kerja Dinas Daerah
Provinsi Maluku Utara dan Peraturan Gubernur Maluku Utara Nomor:
22 Tahun 2009 tentang Tugas Pokok, Fungsi dan Uraian Tugas Jabatan
Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara, maka Dinas Kesehatan Provinsi
Maluku Utara mempunyai tugas pokok mengkoordinir, mengatur,
merumuskan, membina, mengendalikan, mengkoordinasikan dan
mempertanggungjawabkan kebijakan tekhnis pelaksanaan urusan
Pemerintahan Daerah berdasarkan asas otonomi dan tugas pembantuan di
bidang Kesehatan. Uraian tugas sebagaimana tersebut diatas adalah
sebagai berikut :
a. Merumuskan kebijakan tekhnis di bidang Kesehatan
b. Menyelenggarakan urusan Pemerintahan dan Pelayanan umum di bidang
Kesehatan
c. Membina dan melaksanakan tugas di bidang Pengendalian Penyakit dan
Penyehatan Lingkungan
d. Membina dan melaksanakan tugas di bidang Bina Kesehatan Masyarakat
e. Membina dan melaksanakan tugas di bidang Sumber Daya Manusia
Kesehatan
f. Membina dan melaksanakan tugas di bidang pelayanan kesehatan
g. Membina Unit Pelaksana Tekhnis Dinas
h. Melaksanakan pengelolaan Kesekretariatan Dinas
i. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Gubernur sesuai dengan
tugas dan fungsinya

7 | Renstra Dinkes 2014-2019


Rencana Strategis Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara
2014 - 2019

Untuk melaksanakan tugas sebagaimana tersebut diatas, Dinas


Kesehatan Provinsi Maluku Utara mempunyai Fungsi sebagai :
a. Perumus kebijakan tekhnis di bidang Kesehatan
b. Penyelenggara urusan Pemerintahan dan Pelayanan umum di Bidang
Kesehatan
c. Pembinaan dan pelaksana tugas di bidang pengendalian penyakit dan
Penyehatan Lingkungan
d. Pembinaan dan pelaksana tugas di bidang bina kesehatan msayarakat
e. Pembinaan dan pelaksana tugas di bidang Sumber daya Kesehatan
f. Pembinaan dan pelaksana tugas di bidang pelayanan kesehatan
g. Pembinaan Unit Pelaksana Tekhnis Dinas
h. Pelaksana pengelolaan Kesekretariatan Dinas

2.1.2. Unsur – unsur Organisasi Dinas Kesehatan

Berdasarkan Peraturan Gubernur Nomor 22 Tahun 2009 tentang Tugas


Pokok, Fungsi dan Uraian Tugas Jabatan Dinas Kesehatan Provinsi Maluku
Utara dan Peraturan Gubernur Maluku Utara Nomor 14 Tahun 2014 Tentang
Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Instalasi
Farmasi pada Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara, maka unsur–unsur
organisasi Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara adalah sebagai
berikut :
a. Kepala Dinas Kesehatan
b. Sekretariat
c. Bidang Bina Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan
d. Bidang Bina Kesehatan Masyarakat
e. Bidang Bina Pelayanan Kesehatan
f. Bidang Bina Pengembangan Sumber Daya Manusia Kesehatan
g. Unit Pelaksana Teknis Dinas Instalasi Farmasi

8 | Renstra Dinkes 2014-2019


Rencana Strategis Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara
2014 - 2019

a. Kepala Dinas Kesehatan


mengkoordinir, mengatur, merumuskan, membina, mengendalikan,
mengkoordinasikan dan mempertanggung jawabkan kebijakan tekhnis
pelaksanaan urusan Pemerintahan Daerah berdasarkan asas otonomi
dan tugas pembantuan di bidang Kesehatan.
b. Sekretariat
Sekretariat mempunyai tugas pokok mengkoordinir dan mengendalikan
tugas–tugas dibidang pengelolaan pelayanan kesekretariatan yang
meliputi pengkoordinasian penyusunan program, pengelolaan
keuangan, serta pengelolaan umum dan kepegawaian.
Unsur – unsur Organisasi Kesekretariatan terdiri dari :
1). Sub Bagian Penyusunan Program
2). Sub Bagian Keuangan
3). Sub Bagian Umum dan Kepegawaian

1). Sub Bagian Penyusunan Program


Sub Bagian Penyusunan Program mempunyai tugas pokok
merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi dan melaporkan
pelaksanaan tugas pelayanan dan pengkoordinasian
penyusunan rencana dan program dinas, serta pengembangan
sistem informasi kesehatan.
2). Sub Bagian Keuangan
Sub Bagian Keuangan mempunyai tugas pokok merencanakan,
melaksanakan, mengevaluasi dan melaporkan pelaksanaan
tugas pengelolaan administrasi dan pertanggung jawaban
pengelolaan keuangan dinas

3). Sub Bagian Umum dan Kepegawaian


Sub Bagian umum dan Kepegawaian mempunyai tugas pokok
merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi dan melaporkan
pelaksanaan tugas pelayanan administrasi umum dan

9 | Renstra Dinkes 2014-2019


Rencana Strategis Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara
2014 - 2019

kerumahtanggaan, inventasisasi asset, serta administrasi


kepegawaian.

c. Bidang Bina Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan


Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan mempunyai
tugas pokok mengkoordinir dan mengendalikan tugas-tugas dibidang
pengendalian penyakit dan penyehatan lingkungan yang meliputi upaya-
upaya pencegahan, pemberantasan penyakit, dan pembinaan teknis
terhadap pelaksanaan upaya pencegahan, pemberantasan penyakit
dan penyehatan lingkungan pemukiman. pelayanan pengamatan
penyakit menular dan tidak menular, surveilans, imunisasi, kesehatan
haji dan kesehatan matra, pengendalian. Dalam melaksanakan tugas
sebagaimana dimaksud, bidang ini menyelenggarakan fungsi:
a) Penyusunan rencana kegiatan Bidang Bina Pengendalian Penyakit

dan Penyehatan Lingkungan;

b) Penyusunan bahan petunjuk teknis operasional dalam rangka

pelaksanaan pemberantasan penyakit dan penyehatan lingkungan ;

c) Pelaksanaan pencegahan dan pemberantasan penyakit;

d) Pelaksanaan imunisasi dan surveilans ;

e) Pelaksanaan penanggulangan KLB ( Kejadian Luar Biasa ) penyakit

menular dan keracunan makanan.

f) Pelaksanaan penyehatan lingkungan dan pengawasan kualitas air;

g) Pelaksanaan koordinasi dengan instansi terkait dalam rangka

pelaksanaan pemberantasan penyakit, imunisasi dan suveilans,

penyehatan lingkungan dan pengawasan kualitas air ;

10 | Renstra Dinkes 2014-2019


Rencana Strategis Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara
2014 - 2019

h) Pelaksanaan pembinaan, monitoring, evaluasi dan pengawasan

terhadap kegiatan dibidang pemberantasan penyakit menular,

penyakit tidak menular dan penyehatan lingkungan ;

i) pelaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan oleh atasan.

Unsur – unsur Organisasi Bidang Bina Pengendalian Penyakit dan


Penyehatan Lingkungan terdiri dari :
1. Seksi Bina Pengendalian Surveilans dan Epidemiologi
2. Seksi Bina Pengendalian Penyakit
3. Seksi Bina Pengendalian Penyehatan Lingkungan

1). Seksi Bina Pengendalian Surveilans dan Epidemiologi


Seksi Bina Pengendalian Surveilans dan Epidemiologi
mempunyai tugas pokok merencanakan, melaksanakan,
mengevaluasi dan melaporkan pelaksanaan tugas pengamatan
dan pengendalian dibidang surveilans, imunisasi, kesehatan
matra, dan kesehatan haji

2), Seksi Bina Pengendalian Penyakit mempunyai tugas pokok


merencanakan, melaksanakan,mengevaluasi dan melaporkan
pelaksanaan tugas pengendalian dan pemberantasan penyakit
menular dan penyakit tidak menular.
3). Seksi Penyehatan Lingkungan
Seksi Penyehatan Lingkungan mempunyai tugas pokok
merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi dan melaporkan
pelaksanaan tugas pelayanan penyehatan lingkungan.

11 | Renstra Dinkes 2014-2019


Rencana Strategis Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara
2014 - 2019

d. Bidang Bina Kesehatan Masyarakat


Bidang Bina Kesehatan Masyarakat mempunyai tugas pokok
mengkoordinir dan mengendalikan tugas – tugas dibidang pelayanan
kesehatan masyarakat yang meliputi bina gizi masyarakat, bina
kesehatan ibu dan anak, serta bina promosi kesehatan dan
pemberdayaan masyarakat.

Unsur – unsur Organisasi Bidang Bina Kesehatan Masyarakat terdiri


dari :
1. Seksi Bina Pengendalian Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan
Kesehatan Masyarakat.
2. Seksi Bina Pengendalian Kesehatan Ibu dan Anak.
3. Seksi Bina Pengendalian Gizi Masyarakat.

1). Seksi Bina Pengendalian Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan


Masyarakat
Seksi Bina Pengendalian Promosi Kesehatan dan
Pemberdayaan Masyarakat mempunyai tugas pokok
merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi dan melaporkan
pelaksanaan tugas pelayanan promosi kesehatan dan
pemberdayaan masyarakat.

2). Seksi Bina Pengendalian Kesehatan Ibu dan Anak


Seksi Bina Pengendalian Kesehatan Ibu dan Anak mempunyai
tugas pokok merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi dan
melaporkan pelaksanaan tugas pelayanan kesehatan ibu dan
anak, kesehatan reproduksi, dan kesehatan usia lanjut.

3). Seksi Bina Pengendalian Peningkatan Gizi Masyarakat


Seksi Bina Pengendalian Peningkatan Gizi Masyarakat
mempunyai tugas pokok merencanakan, melaksanakan,
mengevaluasi dan melaporkan pelaksanaan tugas dalam upaya-
upaya peningkatan gizi masyarakat.

12 | Renstra Dinkes 2014-2019


Rencana Strategis Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara
2014 - 2019

e. Bidang Bina Pengendalian Pelayanan Kesehatan


Bidang Pelayanan Kesehatan mempunyai tugas pokok mengkoordinir
dan mengendalikan pelaksanaan tugas di bidang pelayanan kesehatan
yang meliputi pelayanan kesehatan dasar, pelayanan rujukan dan
kesehatan khusus, serta kefarmasian dan alat kesehatan.

Unsur–unsur Organisasi Bidang Bina Pengendalian Pelayanan


Kesehatan:
1. Seksi Bina Pengendalian Kesehatan Dasar
2. Seksi Bina Pengendalian Kesehatan Rujukan dan Kesehatan
Khusus
3. Seksi Bina Pengendalian Kefarmasian dan Alat Kesehatan

1). Seksi Bina Pengendalian Kesehatan Dasar


Seksi Bina Pengendalian Kesehatan mempunyai tugas pokok
merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi dan melaporkan
pelaksanaan tugas pelayanan kesehatan dasar, kesehatan
tradisional dan komunitas, kesehatan kerja dan kesehatan
olahraga, serta jaminan pembiayaan kesehatan masyarakat.

2). Seksi Bina Pengendalian Kesehatan Rujukan dan Kesehatan


Khusus
Seksi Bina Pengendalian Kesehatan Rujukan dan Kesehatan
Khusus mempunyai tugas pokok merencanakan,
melaksanakan, mengevaluasi dan melaporkan pelaksanaan
tugas pelayanan kesehatan rujukan dan kesehatan khusus.

3). Seksi Bina Pengendalian Kefarmasian dan Alat Kesehatan


Seksi Bina Pengendalian Kefarmasian dan Alat Kesehatan
mempunyai tugas pokok merencanakan, melaksanakan,
mengevaluasi dan melaporkan pelaksanaan tugas pelayanan
kefarmasian dan alat kesehatan.

13 | Renstra Dinkes 2014-2019


Rencana Strategis Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara
2014 - 2019

f. Bidang Bina Pengembangan Sumber Daya Manusia Kesehatan


Bidang Bina Pengembangan Sumber Daya Manusia Kesehatan
mempunyai tugas pokok mengkoordinir dan mengendalikan
pelaksanaan tugas di bidang pengembangan sumber daya manusia
kesehatan yang meliputi perencanaan dan pendayagunaan tenaga
kesehatan, pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan, registrasi dan
akreditasi tenaga kesehatan, serta penelitian dan pengembangan
kesehatan.

Unsur–unsur Organisasi Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia


Kesehatan
1. Seksi Bina Perencanaan dan Pendayagunaan Tenaga Kesehatan
2. Seksi Bina Pendidikan dan Pelatihan
3. Seksi Bina Registrasi dan Akreditasi, Penelitian dan Pengembangan
Kesehatan

1) Seksi Bina Perencanaan dan Pendayagunaan Tenaga Kesehatan


Seksi Seksi Bina Perencanaan dan Pendayagunaan Tenaga
Kesehatan mempunyai tugas pokok merencanakan,
melaksanakan, mengevaluasi dan melaporkan pelaksanaan
tugas perencanaan dan pendayagunaan tenaga kesehatan.

2) Seksi Bina Pendidikan dan Pelatihan


Seksi Seksi Bina Perencanaan dan Pendayagunaan Tenaga
Kesehatan mempunyai tugas pokok merencanakan,
melaksanakan, mengevaluasi dan melaporkan pelaksanaan
tugas perencanaan dan pendayagunaan tenaga kesehatan.

3). Seksi Bina Registrasi dan Akreditasi, Penelitian dan


Pengembangan Kesehatan
Seksi Bina Registrasi dan Akreditasi, Penelitian dan
Pengembangan Kesehatan mempunyai tugas pokok
merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi dan melaporkan

14 | Renstra Dinkes 2014-2019


Rencana Strategis Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara
2014 - 2019

pelaksanaan tugas registrasi dan akreditasi tenaga kesehatan,


serta pelaksanaan penelitian dan pengembangan kesehatan
g. Unit Pelaksana Teknis Dinas Instalasi Farmasi
Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Instalasi Farmasi mempunyai
tugas pokok melaksanakan sebagian tugas teknis operasional dinas
meliputi pelayanan, pengembangan, pelatihan di bidang pengelolaan
obat dan perbekalan kesehatan.
Sedangkan fungsi UPTD Instalasi Farmasi meliputi adanya jaminan
profesionalisme dalam pengelolaan obat dan perbekalan kesehatan,
adanya penanggungjawab dengan latar belakang pendidikan yang
sesuai dengan bidang pelayanan, potensi untuk terjadi pembelian obat
dan pengelolaan dana yang tidak sesuai dapat diperkecil, jaminan
tersedianya informasi mengenai obat dan perbekalan kesehatan bagi
tenaga kesehatan di rumah sakit dan puskesmas.
Unsur–unsur Organisasi UPTD Instalasi Farmasi meliputi:
1. Kepala UPTD
2. Sub Bagian Tata Usaha
3. Seksi Penyimpanan
4. Seksi Pendistribusian
5. Kelompok Jabatan Fungsional

1) Kepala UPTD Instalasi Farmasi mempunyai tugas memimpin,


menyusun kebijakan, mengkoordinasikan dan mengawasi
pelaksanaan tugas UPTD sesuai dengan peraturan perundang-
undangan maupun kebijakan yag ditetapkan oleh Gubernur atau
Kepala Dinas.
2) Sub Bagian Tata Usaha mempunyai tugas menyelenggarakan
urusan administrasi, ketatausahaan, kepegawaian, keuangan,
program, pelaporan dan rumah tangga serta urusan umum.
3) Seksi Penyimpanan mempunyai tugas melaksanakan
penyimpanan obat sesuai dengan ruang lingkup tugasnya.

15 | Renstra Dinkes 2014-2019


Rencana Strategis Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara
2014 - 2019

4) Seksi Pendistribusian mempunyai tugas melaksanakan


pendistribusian obat yang merata dan teratur secara tepat,
jumlah, waktu dan tempat dengan masa tunggu yang pendek.
2.1.3. Struktur Organisasi Dinas Kesehatan

Berdasarkan Peraturan Gubernur Maluku Utara Nomor 22 Tahun


2009 tentang pembentukan, Organisasi dan tatakerja Dinas Kesehatan
Provinsi Maluku Utara adalah sebagai berikut :
a. Kepala Dinas
b. Sekretariat, yang membawahi :
1). Sub Bagian Penyusunan Program
2). Sub Bagian Keuangan
3). Sub Bagian Umum dan Kepegawaian
c. Bidang Bina Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, yang
membawahi :
1) Seksi Bina Pengendalian Surveilans dan Epidemiologi
2) Seksi Bina Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit
3) Seksi Bina Pengendalian Penyehatan Lingkungan
d. Bidang Bina Pengendalian Kesehatan Masyarakat
1). Seksi Bina Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat
2). Seksi Bina Kesehatan Ibu dan Anak
3). Seksi Bina Peningkatan Gizi Masyarakat
e. Bidang Bina Pengendalian Pelayanan Kesehatan
1). Seksi Bina Pengendalian Kesehatan Dasar
2). Seksi Bina Pengendalian Kesehatan Rujukan dan Kesehatan
Khusus
3). Seksi Bina Pengendalian Kefarmasian dan Alat Kesehatan
h. Bidang Bina Pengembangan Sumber Daya Manusia Kesehatan
1). Seksi Bina Perencanaan dan Pendayagunaan Tenaga Kesehatan
2). Seksi Bina Pendidikan dan Pelatihan
3). Seksi Bina Registrasi dan Akreditasi Tenaga Kesehatan, Penelitian
dan Pengembangan Kesehatan

16 | Renstra Dinkes 2014-2019


Rencana Strategis Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara
2014 - 2019

i. Unit Pelaksana Tekhnis Dinas (UPTD) Instalasi Farmasi

Berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Maluku Utara Nomor 22 Tahun 2009


tentang Tugas dan Fungsi -Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara, Dinas
Kesehatan Provinsi Maluku Utara mempunyai Stuktur Organisasi dengan susunan
sebagai berikut :

Gambar 1.1
Struktur Organisasi Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara

KEPALA DINAS

KELOMPOK JABATAN
FUNGSIONAL

SEKRETARIAT

SUBAG SUBAG SUBAG


PENYUSUNAN UMUM & KEUANGAN
PROGRAM KEPEGAWAI
AN

BIDANG BINA BIDANG BINA PENGENDALIAN BIDANG BINA


PENYAKIT & PENYEHATAN BIDANG BINA
PELAYANAN LINGKUNGAN PENGEMBANGAN SDM KESEHATAN
KESEHATAN KES MASYARAKAT

Seksi Bindal Seksi Bindal


Seksi Bindal Perencanaan & Seksi Bindal
Kes Dasar Promkes &
Penyakit Pendayagunaan
Nakes Pemberdayaan
Masyarakat
Seksi Bindal
Seksi Bindal Seksi Bindal Seksi Bindal
Kes Rujukan
Surveilans & Pendidikan & Kesehatan Ibu dan
& Kes Khusus
Epidemiologi Pelatihan Anak

Seksi Bindal Seksi Bindal


Seksi Bindal Litbangkes, Seksi Bindal
Kefarmasian Penyehatan aAkreditasi & Registrasi Perbaikan Gizi
& Alkes Lingkungan Masyarakat

UPTD

17 | Renstra Dinkes 2014-2019


Rencana Strategis Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara
2014 - 2019

Pada tahun 2014 terbentuk UPTD Instalasi Farmasi namun tidak merubah
struktur Dinas Kesehatan. Sesuai Peraturan Gubernur Maluku Utara Nomor 14
Tahun 2014 tentang Organisasi dan Tata Kerja UPTD Instalasi Farmasi, berikut
struktur UPTD Instalasi Farmasi Provinsi Maluku Utara:

Gambar 2.2
Struktur Organisasi UPTD Instalasi Farmasi Provinsi Maluku Utara

KEPALA UPTD

KELOMPOK JABATAN
FUNGSIONAL SUBBAG TATA USAHA

SEKSI SEKSI
PENYIMPANAN PENDISTRIBUSIAN

2.2. Sumber Daya Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara

2.2.1. Sumber Daya Manusia (Ketenagaan )


Jumlah Pegawai di Lingkungan Dinas Kesehatan Provinsi Maluku
Utara sampai dengan tahun 2014 adalah sebanyak 150 orang dengan
rincian sebagai berikut :
a. Jumlah PNS berdasarkan tingkat golongan / kepangkatan
Julah PNS di Lingkungan Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara
berdasarkan tingkat golongan / kepangkatan adalah sebagai berikut :

18 | Renstra Dinkes 2014-2019


Rencana Strategis Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara
2014 - 2019

DAFTAR JUMLAH PNS


BERDASARKAN TINGKAT GOLONGAN/KEPANGKATAN
DINAS KESEHATAN PROVINSI MALUKU UTARA

NO. GOLONGAN JUMLAH KET.


1 I 1
2 II 19
3 III 114
4 IV 16
JUMLAH 150

a. Jumlah PNS berdasarkan tingkat jabatan dan Jenis Kelamin


Jumlah PNS di lingkungan Dinas esehatan Provinsi Maluku Utara dilihat
berdasarkan tingkat jabatan adalah sebagaimana pada tabel berikut :

DAFTAR JUMLAH PNS


BERDASARKAN TINGKAT JABATAN/ESELONERING
DINAS KESEHATAN PROVINSI MALUKU UTARA

NO. TKT. JABATAN JUMLAH KET.


1 ESELON IV 18
2 ESELON III 6
3 ESELON II 1
4 FUNGSIONAL 125
JUMLAH 150

Komposisi Pegawai Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara menurut


Tingkat Jabatan dan Jenis Kelamin Tahun 2014
No Kedudukan dalam Organisasi Komposisi
L P
1 Kepala Dinas 1 -
2. Sekretariat
2.1. Sekretaris 1 -
2.1.1. Kepala Sub Bagian Penyusunan Program - 1
2.1.2. Kepala Sub Bagian Umum & Kepegawaian - 1
2.1.3. Kepala Sub Bagian Keuangan - 1
3. Bidang Pelayanan Kesehatan
3.1. Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan - 1
3.1.1 Kepala Seksi Pelayanan Kesehatan Rujukan dan Kesehatan 1 -
Khusus

19 | Renstra Dinkes 2014-2019


Rencana Strategis Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara
2014 - 2019

3.1.2. Kepala Seksi Pelayanan Kesehatan Dasar 1 -


3.1.3. Kepala Seksi Kefarmasian - 1
4. Bidang Bina Kesehatan Masyarakat
4.1. Kepala Bidang Bina Kesehatan Masyarakat - 1
4.1.1. Kepala Seksi Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan 1 -
Masyarakat
4.1.2. Kepala Seksi Pembinaan Gizi Masyarakat - 1
4.1.2. Kepala Seksi Kesehatan Ibu dan Anak - 1
5. Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit dan
Penyehatan Lingkungan
5.1. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit dan - 1
Penyehatan Lingkungan
5.1.1. Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit 1 -
5.1.2. Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi 1 -
5.1.3. Kepala Seksi Penyehatan Lingkungan 1 -
6. Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia
6.1. Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia 1 -
6.1.1. Kepala Seksi Perencanaan dan Pendayagunaan Aparatur - 1
Kesehatan
6.1.2. Kepala Seksi Pendidikan dan Pelatihan Tenaga Kesehatan - 1
6.1.3. Kepala Seksi Registrasi, Akreditasi Tenaga Kesehatan dan 1 -
Litbang
7. UPTD Instalasi Farmasi
7.1. Kepala UPTD Instalasi farmasi - 1
7.1.1. Sekretaris UPTD Instalasi Farmasi 1 -
7.1.2. Kepala Seksi Penyimpanan 1 -
7.1.3. Kepala Seksi Pendistribusian - 1

Total 12 13

b. Jumlah PNS berdasarkan tingkat Diklat Penjenjangan


Jumlah PNS di lingkungan Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara
dilihat berdasarkan tingkat diklat penjenjangan adalah sebagaimana
pada tabel berikut :

20 | Renstra Dinkes 2014-2019


Rencana Strategis Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara
2014 - 2019

DAFTAR JUMLAH PNS


BERDASARKAN TINGKAT DIKLAT PENJENJANGAN
DINAS KESEHATAN PROVINSI MALUKU UTARA

NO. TKT. DIKLAT JUMLAH KET.


1 PIM IV 1
2 SPADYA/SPAMA/PIM III 5
3 SESPA/SPAMEN/PIM II 0
4 LEMHANAS/SPATI/PIM I 0
5 NON DIKLAT 19
JUMLAH 25

c. Jumlah PNS berdasarkan tingkat Pendidikan Formal


Jumlah PNS di lingkungan Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara
dilihat berdasarkan tingkat pendidikan formal adalah sebagaimana pada
tabel berikut :

DAFTAR JUMLAH PNS


BERDASARKAN TINGKAT PENDIDIKAN FORMAL
DINAS KESEHATAN PROVINSI MALUKU UTARA

NO. TKT. PENDIDIKAN JUMLAH


1 Strata Dua (S2) 28
2 Sarjana 85
3 Diploma 22
4 Sekolah Menengah Atas 11
5 Sekolah Menengah Pertama 1
JUMLAH 147

21 | Renstra Dinkes 2014-2019


Rencana Strategis Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara
2014 - 2019

2.2.2 Aset dan Inventaris yang di Kelola

Hingga akhir tahun 2014 Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara memiliki
asset sebagaimana tabel berikut, sedangkan untuk inventaris terlampir.

Tabel
Sarana Gedung Dinas Kesehatan
Provinsi Maluku Utara
Tahun 2014

NO SARANA JUMLAH
1 Gedung Kantor Dinas Kesehatan 1
2 Gedung Instalasi Farmasi Sofifi 1
3 Gudang Vaksin Ternate 1

2.3. Kinerja Pelayanan Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara

Untuk pencapaian kinerja program kesehatan pada Dinas Kesehatan


Provinsi Maluku Utara mengacu pada beberapa jenis indikator kinerja program
sebagaimana yang termuat dalam indikator kinerja program yang ditetapkan
secara nasional, Standar Pelayanan Minimal (SPM), serta target Millenium
Development Goal (MDGs) bidang kesehatan. Gambaran pencapaian indikator
kinerja program dimaksud dalam kurun waktu 5 tahun dapat terlihat pada tabel
berikut:

22 | Renstra Dinkes 2014-2019


Rencana Strategis Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara
2014 - 2019

Tabel III.D.1
Matriks Indikator Target Pembangunan Kesehatan Menurut Renstra 2010-2014
Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara

2010 2011 2012 2013 2014 JENIS INDIKATOR


N SASARAN INDIKATOR
O
T C T C T C T C T C SP MDGs INDIKAT
M OR
LAINNYA
1 Perbaikan Gizi 1. Balita Gizi Buruk dapat perawatan 100 86 100 100 100 100 100 100 100 100
*
2. Balita yang ditimbang berat (D/S) 54 42 58 55 61.9 61.9 66 63 71 -
3. ASI esklusif 29 27 34 31 36.7 36.7 33 57 44 -
4. Balita 6-59 bulan dapat vitamin A 71 67 74 72 77 77 80 78 83 -
64,6
5. Ibu hamil dapat 90 tablet Fe 71 73 74 73 76 76 79 75 83 -
6. RT mengkonsumsi garam beryodium 69 93 72 69 100 100 78 95 82 -
7. Kab/kota melaksanakan surveilance 89 100 100 100 100 100 100 100 100 -
8. Penyediaan buffer stock MP-ASI 97 50 97 50 97 50 98 75 98.5
9. Prevalensi Kekurangan Gizi 13,4 12 8.9 5% 5,25 3 -
* *
15,7
10. Prevalensi Balita Gizi Buruk 1,02 9,2
11. Prevalensi Anak Balita Stunting 35 % 22,8 33 -
*
2 Kesehatan Ibu & 87 83 90 91 98 93 96 87 98 -
1. Cakupan kunjungan Bumil K1
Anak 88,1
2. Cakupan kunjungan Bumil K4 78 77 80 78 93 85 90 76 93 -
44,5
3. Cakupan komplikasi kebidanan 33 42 48 59 73 58 63 48 73 -
ditangani

23 | Renstra Dinkes 2014-2019


Rencana Strategis Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara
2014 - 2019

4. Cakupan pertolongan persalinan oleh 74 70 78 73 88 84 86 77 88 -


tenaga kesehatan yg memiliki
kompetensi kebidanan *
60,1
5. Cakupan pelayanan Nifas (KF) 77 66 79 83 88 82 85 77 88 -
18,5
6. Cakupan neonatus dengan 60 3 65 39 80 70 75 16 80 -
komplikasi yang ditangani

7. Cakupan kunjungan Bayi 60 47 65 93 90 75 85 83 90 -

60 38 70 55 90 80 85 80 90 -
8. Cakupan pelayanan Anak Balita
37 43 40 54 48 43 46 54 48 -
9. Cakupan peserta KB aktif (CPR) 46,4
30 36 Ɨ 50 92 50 67 60 50 40 -
AKI38 *
10. Jumlah kematian ibu 7
200 225 Ɨ 175 220 150 142 40 82 Ɨ 30 -
AKB AKB *
11. Jumlah kematian bayi 32 62
12. Jumlah Kematian Neonatal 100 170 Ɨ 100 205 100 258 200 231 Ɨ 150 -
AK AK
Neon Neona *
atal tal 37
10,3
224 279 66 354 Ɨ -
AK
Balita
13. Jumlah kematian balita 17
14. Umur Harapan Hidup 62 57 62 60 62 60 64 62 70
15. PKM Rawat Inap PONED 17 17 16 16 16 16 80 55 90
*
16. RS Kab./Kota PONEK 4 4 4 4 4 4 80 33 90 -
*
17. KN Lengkap 65 73 70 40 80 81 70 76 80 -
22,7 *
3 Menurunkan Angka 1. Jumlah kasus HIV/AIDS 40 51 65 124 50 237 50 102 20 -
Kesakitan akibat
*
Penyakit Menular 2. Jumlah kasus TB BTA + 826 836 1027 -
dan Penyehtan 3. Prevalensi TB 124 104 213 213 29,8 220 -
Lingkungan *
4. CDR TB 37 37 52 -

24 | Renstra Dinkes 2014-2019


Rencana Strategis Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara
2014 - 2019

5. CNR BTA+ 6 -
6. Prevalensi Kusta 7 5 7 1/10.0 5 -
00
7. RFT Rate Kusta 57 60 73 95 -
8. CDR Kusta 46 50 59 5/100. 48 -
000
9. CFR Diare 31 67 0.1 -
10. Penemuan Pnederita pneumonia 5 17 6 80 3.9 -
11. API Malaria 6 15 6 8.5 5 7 3 4.3 2 -
*
12. Angka Kesakitan DBD 30 55 25 15 35 30 60 14.10 55 -
*
13. Cakupan Imunisasi HB 0 39 55 69 57,3 69 -
14. Cakupan Imunisasi BCG 58 88 97 83,6 87 -
15. Cakupan Imunisasi Campak 56 82 89 80,3 83 -
16. Persentase Desa UCI 60 50 70 61 75 70 80 73,2 90 -
*
17. Imunisasi Lengkap bayi 0-11 bln 60 56 70 82 75 80 70 73 80 -
*
18. Cakupan BIAS 52 -
19. Rumah tangga dengan akses air 46 39 43 67 -
bersih
20. RT dengan kepemilikan jamban 50 76 85 74 -
sehat
21. Persentase TTU Sehat 57 68 70 -
22. Persentase Rumah Sehat 31 65 58 79 -
4 Promosi Kesehatan 1. Jumlah desa siaga aktif 50 231 229 90 50 70 15 90 -

2. Jumlah poskesdes yang beroerasi 50 285 409 90 302 70 45 90 -

3. Jumlah kader terlatih desa siaga 50 60 90 70 80 90 -

4. Jumlah posyandu 50 1396 1272 90 1440 70 1269 90 -

25 | Renstra Dinkes 2014-2019


Rencana Strategis Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara
2014 - 2019

5. Jumlah posyandu mandiri 50 59 49 90 86 70 80 90 -

6. Jumlah kebijakan pubik berwawasan 50 60 60 100 90 100 70 80 90 -


Kesehatan
7. Meningkatkan PHBS pada RT 40 32 45 39 50 47 65 15 70 -
*
5 Kefarmasian 1. % Pelayanan Kefarmasian di Apotik 15 45 35 40 45 -
sesuai standar
2. % Pelayanan Kefarmasian di Rumah 35 30 40 40 45 40 35 40 45 -
Sakit sesuai standar
3. % Pelayanan Kefarmasian di PKM 35 40 50 45 60 50 50 55 60 -
sesuai standar
6 Kesehatan Dasar 1. Jumlah PKM menjadi PKM Perawatan - - 15 17 20 21 25 21 30 -
dan Rujukan di Perbatasan dan pulau-pulau kecil
terluar berpenduduk
2. Prosentasi PKM Rawat Inap yang - - 15 25 10 100 20 30 30 -
Mampu PONED
3.Jumlah PKM yg memberikan yankes - - 104 100 121 100 123 100 130 -
dasar bagi penduduk Miskin di PKM
4. Jumlah PKM yang menerapkan - - 25 100 20 10 20 100 30 -
pelayanan Keperawatan dan
Kebidanan sesuai standar dan pedoman
5. Jumlah PKM yang memenuhi Standar - - 25 25 50 45 25 100 100 -
Sarana Prasarana dan Peralatan
6. Persentase PKM yang memberikan - - 17 17 19 25 75 18 30 -
layanan kesehatan Jiwa dasar dan
kesehatan jiwa masyarakat
7. Jumlah PKM yg telah melayani - - 117 100 21 100 25 100 130 -
program Jampersal
8. Jumlah PKM yang Mendapat - - 25 20 25 29 23 30 40 -
Pelatihan Teknis PPGD
9. Jumlah PKM yang Mampu Tanggap - - 150 125 25 29 25 36 40 -
Darurat sesuai Standar
10. Jumlah PKM yang Mendapat - - 40 72 40 35 40 95 40 -
Pelatihan Manajemen PKM
11. Jumlah PKM yang telah menerapkan - - 118 110 121 118 123 123 130 -
Manajemen PKM secara tepat &
benar
12. Jumlah PKM yang telah mendapat - - 10 20 10 11 10 11 10 -
Sosialisasi/ Pembinaan TRADKOM-

26 | Renstra Dinkes 2014-2019


Rencana Strategis Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara
2014 - 2019

13. Jumlah PKM -yang Telah Menerapkan - - 10 20 10 20 10 20 10 -


TRADKOM sesuai Standar
14. Jumlah PKM yang Menjalankan - - - - 6 6 10 10 8 -
Prgram DTPK Jumlah PKM yang
mendapat pembinaan langsung tentang
Implementasi Program di Puskesmas

27 | Renstra Dinkes 2014-2019


Rencana Strategis Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara
2014 - 2019

Untuk indikator program kesehatan ibu dan anak, tujuan utama


program adalah untuk peningkatan kualitas kesehatan ibu dan anak di
Provinsi Maluku Utara, yang diharapkan dapat berdampak pada
menurunnya Angka kematian Ibu dan anak. Berdasarkan data yang tampak
pada tabel diatas menunjukkan bahwa upaya peningkatan kesehatan ibu
dan anak masih memerlukan kerja keras dalam pencapaian target. Hal
tersebut tersirat dari capaian indikator yang secara umum masih belum
mencapai target, ataupun meningkat tetapi tidak signifikan. Selain itu
kematian ibu, bayi, dan balita cenderung masih tinggi dan belum dapat
diturunkan sesuai target.

Pencapaian indikator program peningkatan gizi masyarakat juga


belum menunjukkan hasil yang diharapkan, khususnya status gizi pada ibu
dan balita. Prevalensi gizi buruk dan gizi kurang masih cukup tinggi,
meskipun penanganan kasus gizi buruk yang ditemukan telah cukup baik.
Kurangnya kesadaran masyarakat untuk berpartisipasi pada kegiatan
posyandu sebagaimana yang terlihat pada cakupan D/S yang masih
rendah menjadi salah satu faktor yang berkontribusi pada masih rendahnya
cakupan indikator program gizi secara umum.

Untuk pencapaian upaya pencegahan dan pemberantasan penyakit


juga menunjukkan upaya keras untuk mencapai target. Prevalensi penyakit-
penyakit menular dan endemik di Maluku Utara antara lain malaria, TB,
kusta masih cenderung tinggi bahkan tertinggi di kawasan timur Indonesia.
Demikian pula prevalensi HIV/AIDS yang terus meningkat setiap tahunnya.
Selain dihadapkan pada tingginya prevalensi penyakit menular, disisi lain
prevalensi penyakit tidak menular menunjukkan kecenderungan
peningkatan kasus. Penyakit degeneratif misalnya Diabetes Mellitus,
penyakit jantung, kanker menunjukkan peningkatan jumlah kasus.
Pelayanan Imunisasi untuk cakupan desa/kelurahan yang mencapai
Universal Child Immunization (UCI) masih belum mencapai target, hal
tersebut disebabkan berbagai faktor antara lain kondisi geografis,

28 | Renstra Dinkes 2014-2019


Rencana Strategis Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara
2014 - 2019

kesadaran masyarakat masih kurang karena penyuluhan belum maksimal


dilaksanakan, masih terbatasnya petugas kesehatan ditingkat desa,
terbatasnya sarana dan prasarana ditingkat kecamatan untuk menjaga
kondisi vaksin masih tetap hidup.
Upaya-upaya penyehatan lingkungan dan sanitasi telah
menunjukkan hasil yang cukup baik, meskipun belum mencapai target
yang diharapkan. Adanya berbagai program pendukung penyehatan
lingkungan dan sanitasi misalnya PPSP, dan Pamsimas memberikan
kontribusi yang berarti dalam upaya penyehatan lingkungan dan perbaikan
sanitasi dasar bagi masyarakat khususnya yang berada di kepulauan dan
daerah terpencil.

Komitmen pemerintah Maluku Utara dalam meningkatkan akses


pelayanan kesehatan pada masyarakat tidak mampu dapat terlihat dengan
adanya dukungan pembiayaan untuk menjamin pelayanan kesehatan bagi
masyarakat miskin dan tidak mampu yang terlindungi melalui program
jamkesmas. Selain itu sejak 1 Januari tahun 2014 dengan berlakunya
Jaminan Kesehatan Nasional, Pemerintah Provinsi Maluku Utara
menunjukkan dukungannya terhadap peningkatan akses pelayanan
kesehatan berkualitas bagi masyarakat miskin melalui dikeluarkannya
Peraturan Gubernur Nomor 3 Tahun 2014 tentang Pedoman
Penyelenggaraan Jaminan Kesehatan Semesta Provinsi Maluku Utara.
Selain cakupan indikator utama program, upaya pembangunan
kesehatan di Maluku Utara juga dapat terlihat dari semakin baiknya akses
masyarakat untuk menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu
khususnya masyarakat yang hidup di kepulauan dan daerah terpencil.
Hingga tahun 2014 telah tersedia 132 puskesmas, dengan 30 puskesmas
rawat inap yang juga merupakan puskesmas mampu PONED.
Gerak langkah pencapaian kinerja program tentunya tidak lepas dari
dukungan pemerintah daerah melalui APBD I dan APBD II disamping
dukungan pemerintah pusat baik melalui dana dekonsentrasi, tugas
pembantuan, maupun Dana Alokasi Khusus bidang kesehatan. Meskipun

29 | Renstra Dinkes 2014-2019


Rencana Strategis Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara
2014 - 2019

ada kecenderungan peningkatan aloasi APBD bagi sektor kesehatan,


namun proporsi penganggaran untuk sektor kesehatan belum mencukupi
sebagaimana yang diamanatkan dalam Undang-undang yaitu sebesar
minimal 10% dari total APBD diluar belanja langsung.
Untuk pelaksanaan penyajian interprestasi yang mengemukakan
penganggaran dengan melihat rasio antara realisasi dan anggaran dapat
dilihat pada tabel 2.2. sebagai berikut :

30 | Renstra Dinkes 2014-2019


Rencana Strategis Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara
2014 - 2019

Tabel
Anggaran dan Realisasi Anggaran Dekonsentrasi DinasKesehatan Provinsi Maluku Utara
Tahun Anggaran 2010-2014
2010 2011 2012 2013 2014
NO. NAMA PROGRAM
PAGU REALISASI % PAGU REALISASI % PAGU REALISASI % PAGU REALISASI % PAGU REALISASI %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17

1 KEBIJAKAN MANAJEMEN PEMBANGUNAN KESEHATAN 1.250.000.000 1.247.040.000 99,8 1.951.097.000 1.819.447.000 93,3 1.778.355.000 1.736.200.000 97,6 2.462.824.000 2.377.256.000 96,5 3.078.500.000 -

2 PROMOSI KESEHATAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT 1.625.000.000 1.589.580.000 97,8 1.500.000.000 1.489.665.000 99,3 1.309.000.000 1.253.013.000 95,7 1.398.500.000 1.372.090.000 98,1 2.579.000.000 - -

3 PENINGKATAN PEMBIAYAAN JAMINAN KESEHATAN 651.700.000 648.100.000 99,4 640.286.000 640.286.000 100,0 627.035.000 619.930.000 98,9 557.020.000 556.520.000 99,9 676.100.000

4 UPAYA KESEHATAN MASYARAKAT 3.863.345.000 3.533.205.300 91,5 2.781.424.000 2.609.941.000 93,8 4.555.358.000 3.692.794.000 5.730.693.000 5.190.672.518 90,6 7.938.932.000

- UPAYA KESEHATAN IBU 2.032.000.000 1.881.301.800 92,6 788.395.000 772.911.000 98,0 2.720.265.000 2.214.894.000 81,4 1.655.420.000 1.597.645.842 96,5 4.194.120.000 - -

- UPAYA KESEHATAN ANAK 1.831.345.000 1.651.903.500 90,2 1.993.029.000 1.837.030.000 92,2 1.835.093.000 1.477.900.000 80,5 1.952.680.000 1.893.123.000 96,9 1.149.692.000 - -

- BOK 930.000.000 652.395.000 70,2 930.000.000

- DUKUNGAN MANAJEMEN DAN PELAKSANAAN TUGAS TEKNIS LAINNYA PROG GIZKIA 918.143.000 821.646.171 89,5 930.000.000

- Kesehatan Tradisional 112.750.000 88.271.975 78,3 415.120.000

- Kesehatan Kerja dan Olahraga 161.700.000 137.590.530 85,1 320.000.000

5 PERBAIKAN GIZI MASYARAKAT 1.200.000.000 1.184.745.000 98,7 972.829.000 838.935.000 86,2 2.010.422.000 1.948.360.000 96,9 2.546.078.000 2.430.995.247 95,5 3.310.000.000 -

6 UPAYA KESEHATAN PERORANGAN 111.422.000 103.222.000 92,6 4.911.422.000 4.407.526.150 89,7 4.521.928.000 4.169.352.000 92,2 816.717.000 - -

7 PEMBERANTASAN PENYAKIT DAN PENYEHATAN LINGKUNGAN 1.066.828.000 686.520.000 64,4 981.460.000 900.030.000 91,7 1.810.532.000 1.647.584.000 91,0 3.252.179.000 2.868.816.400 88,2 5.930.508.000 - -

- Pemberantasan Penyakit 300.000.000 293.410.000 97,8 981.460.000 900.030.000 91,7 1.810.532.000 1.647.584.000 91,0 2.249.108.000 2.085.850.000 92,7 5.000.000.000 -

- Penyehatan Lingkungan 766.828.000 393.110.000 51,3 1.003.071.000 782.966.400 78,1 930.508.000 -

8 OBAT DAN PERBEKALAN KESEHATAN 484.375.000 478.710.000 98,8 860.615.000 845.915.000 98,3 1.529.000.000 1.505.054.875 98,4 1.587.648.000 1.515.727.545 95,5 1.352.980.000 - -

9 SUMBER DAYA KESEHATAN 1.083.706.000 1.063.799.000 98,2 1.986.575.000 1.809.025.000 91,1 1.083.700.000 1.078.750.000 99,5 1.383.700.000 1.357.632.000 98,1 - - #DIV/0!

TOTAL 16.266.549.000 14.754.646.600 90,7 15.437.170.000 14.463.215.000 93,7 25.980.714.000 23.229.590.025 89,4 32.423.442.000 29.898.550.628 92,2 39.552.177.000 -

31 | Renstra Dinkes 2014-2019


Rencana Strategis Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara
2014 - 2019

Tabel
Anggaran dan Realisasi APBD Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara
Tahun Anggaran 2010-2014
2010 2011 2012 2013 2014
NO. NAMA PROGRAM
PAGU REALISASI % PAGU REALISASI % PAGU REALISASI % PAGU REALISASI % PAGU REALISASI %
1 2 9 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17

1 GAJI PEGAWAI 4.036.383.000 3.907.449.181 96,8 5.700.417.000 5.632.500.000 98,8 5.700.417.000 5.632.500.000 98,8 6.815.190.000 6.782.500.000 99,5 11.736.283.000 -

2 PELAYANAN ADMINISTRASI KEGIATAN 706.500.000 407.350.000 57,7 867.437.000 752.864.000 86,8 1.330.000.000 1.213.236.445 91,2 1.899.498.000 1.825.715.000 96,1 2.009.150.000 -

3 PENINGKATAN SARANA DAN PRASARANA APARATUR 220.990.000 25.500.000 11,5 291.300.000 279.193.000 95,8 3.470.000.000 3.454.231.000 99,5 4.000.000.000 2.277.068.000 56,9 971.000.000 -

4 PENINGKATAN DISIPLIN APARATUR 36.000.000 35.700.000 99,2 43.000.000 42.840.000 99,6 99.000.000 99.000.000 100,0 132.000.000 131.730.000 99,8 170.000.000

5 PENINGKATAN KAPASITAS SUMBER DAYA APARATUR 1.185.000.000 1.185.000.000 100,0 1.915.000.000 1.915.000.000 100,0 2.620.000.000 2.620.000.000 100,0 2.970.250.000 2.926.549.000 98,5 5.480.450.000 -

6 PERBAIKAN GIZI MASYARAKAT 310.500.000 310.500.000 100,0 250.000.000 250.000.000 100,0 100.000.000 100.000.000 100,0 230.361.000 230.311.000 100,0 572.000.000 -

7 PROGRAM OBAT DAN PERBEKALAN KESEHATAN - - - 300.000.000 300.000.000 100,0 300.000.000 300.000.000 100,0 150.000.000 - - 1.168.950.000 -

8 PROGRAM UPAYA KESEHATAN MASYARAKAT - - - 2.895.000.000 2.878.340.000 99,4 7.180.000.000 7.073.196.500 99 7.602.521.000 7.500.415.000 98,7 8.858.850.000 -

PENGADAAN PENINGKATAN DAN PERBAIKAN SARANA


1.500.000.000 1.483.400.000 98,9 4.995.000.000 4.893.696.500 98 4.375.000.000 4.287.000.000 98,0 1.357.200.000
DAN PRASARANA PUSKESMAS DAN JARINGANNYA
PENYELENGGARAAN PENCEGAHAN DAN
438.750.000 438.750.000 100,0 550.000.000 545.000.000 99 1.933.390.000 1.933.390.000 100,0 2.507.200.000
PEMBERANTASAN PENYAKIT MENULAR DAN WABAH

PENINGKATAN KESEHATAN MASYARAKAT 381.250.000 381.190.000 100,0 625.000.000 625.000.000 100 610.431.000 604.950.000 99,1 2.051.300.000

PENINGKATAN KESEHATAN IBU DAN ANAK 771.450.000 - - 75.000.000 75.000.000 100,0 302.500.000 302.500.000 100,0 110.000.000 110.000.000 100,0 1.424.200.000 -

PEMBINAAN PHBS PANGAN DAN GIZI 350.000.000 349.982.000 100,0 200.000.000 200.000.000 100,0 232.500.000 232.000.000 99,8 110.000.000 110.000.000 100,0 300.000.000 -
PROMOSI KESEHATAN DAN PEMBERDAYAAN 250.000.000 250.000.000 100,0 300.000.000 300.000.000 - 475.000.000 475.000.000 100,0 463.700.000 455.075.000 98,1 1.218.950.000 -
MASYARAKAT
9 PROGRAM PENGOLAHAN DATA INFORMASI - - - - - - 394.900.000 394.775.000 100,0 2.329.920.000

PROGRAM PENGEMBANGAN SARANA DAN


10 - - - 37.125.000.000 1.085.303.300 2,9 31.246.000.000 29.000.000.000 92,8 4.025.000.000 891.336.000 22,1
PRASARANA KESEHATAN

11 PROGRAM UPAYA KESEHATAN PERORANGAN - - - - - - - - - 220.200.000 - - 250.700.000

PROGRAM PENINGKATAN MUTU PELAYANAN


12 - - - - - - - - 1.299.950.000
KESEHATAN

13 PROGRAM JAMINAN KESEHATAN MASYARAKAT - - - - - - - - 2.535.360.000

14 PEMBANGUNAN LINGKUNGAN SEHAT 7.034.000.000 7.030.421.400 99,9 250.000.000 248.655.000 99,5 593.500.000 593.493.600 100,0 128.450.000 128.450.000 100,0 953.830.000 -

TOTAL 14.900.823.000 13.501.902.581 90,6 52.532.154.000 16.263.035.300 31,0 59.818.917.000 57.158.854.045 95,6 36.170.891.000 30.589.264.000 84,6 47.195.293.000 - -

32 | Renstra Dinkes 2014-2019


Rencana Strategis Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara
2014 - 2019

2.4. Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan

Tantangan yang dihadapi untuk pengembangan Pelayanan Kesehatan di


Provinsi Maluku Utara adalah :
1) Masih adanya kesenjangan status kesehatan masyarakat dan akses
terhadap pelayanan kesehatan antar wilayah
2) Permasalahan kesehatan ibu, kesehatan anak, gizi masyarakat, dan
sanitasi lingkungan di wilayah terpencil dan kepulauan yang belum
teratasi secara maksimal
3) Munculnya beban ganda penyakit, yaitu prevalensi penyakit infeksi
menular masih tinggi, namun pada waktu yang bersamaan terjadi
peningkatan kasus penyakit-penyakit tidak menular.
4) Meningkatnya kasus-kasus penyalahgunaan narkotika dan obat-
obatan terlarang di masyarakat.
5) Upaya untuk mencapai sasaran Millenium Development Goal’s
(MDG’s) memerlukan kerja keras dalam pelaksanaannya.
6) Keterbatasan sumber daya manusia kesehatan baik dari segi jumlah,
jenis, mutu, distribusi, serta mutasi yang begitu cepat.
7) Sarana dan prasarana pendukung masih belum memadai khususnya
di fasilitas pelayanan kesehatan pada daerah-daerah terpencil dan
kepulauan
8) Sistem informasi kesehatan yang belum tertata dengan baik
9) Letak geografis wilayah Provinsi Maluku Utara yang merupakan
kepulauan sehingga dalam pelaksanaan program kegiatan
memerlukan sumberdaya yang lebih besar.
10) Keterbatasan akses dan tingginya biaya transportasi khususnya untuk
menjangkau daerah-daerah terpencil dan kepulauan

33 | Renstra Dinkes 2014-2019


Rencana Strategis Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara
2014 - 2019

Untuk memanfaatkan peluang yang dihadapi dalam pengembangan


pelayanan Kesehatan di Provinsi Maluku Utara adalah sebagai berikut :
1) Komitmen Pemerintah Provinsi Maluku Utara terhadap pembangunan
bidang kesehatan seperti tertuang dalam Rencana Pembangunan
Jangka Panjang Daerah (RPJPD) dan Rencana Pembangunan
Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
2) Adanya kebijakan pengangkatan tenaga kesehatan PTT daerah
(kabupaten) untuk memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan strategis
terutama pada kabupaten/kota yang masih kekurangan tenaga
kesehatan strategis.
3) Adanya kebijakan pemenuhan kebutuhan tenaga dokter spesialis di
kabupaten melalui program PIDI, serta upaya kontrak tenaga dokter
spesialis untuk memenuhi kebutuhan pada rumah sakit
kabupaten/kota yang masihsangat kekurangan tenaga dokter
spesialis.
4) Adanya dukungan alokasi anggaran untuk mendukung program
Jaminan Kesehatan Nasional.
5) Adanya anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Tugas
Pembantuan (TP) dari Pemerintah Pusat untuk peningkatan sarana
fisik dan peralatan kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan di
Provinsi Maluku Utara.
6) Adanya Dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) untuk
Puskesmas dalam pelaksanaan pelayanan Kesehatan yang optimal
7) Meningkatnya tuntutan masyarakat akan pelayanan kesehatan yang
bermutu dan terjangkau.
8) Pelaksanaan pelayanan kesehatan dasar gratis bagi seluruh
penduduk di Provinsi Maluku Utara.
9) Adanya dana alokasi desa, yang diharapkan dapat berperan pada
pengembangan upaya kesehatan bersumberdaya masyarakat serta
perilaku hidup bersih dan sehat pada tatanan rumah tangga.

34 | Renstra Dinkes 2014-2019


Rencana Strategis Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara
2014 - 2019

BAB III

ISU-ISU STRATEGIS

3.1. Identifikasi Permasalahan

Identifikasi permasalahan utama yang dihadapi dalam pembangunan


kesehatan di Provinsi Maluku Utara adalah dengan menganalisa capaian
program, capaian SPM dan capaian komitmen global berdasarkan target-
target indikator kinerja program yang telah ditetapkan. Beberapa
permasalahan pokok berdasarkan tugas dan fungsi yang di identifikasi
yaitu::
1. Upaya Kesehatan
Kesehatan Ibu dan Anak. Angka Kematian Ibu masih jauh dari target
MDGs tahun 2015, yaitu mencapai 295 per 100.000 kelahiran hidup ( 43
kematian). Meskipun jumlah persalinan yang ditolong oleh tenaga
kesehatan mengalami peningkatan yang belum signifikan, demikian pula
jumlah persalinan di fasilitas pelayanan kesehatan masih cenderung
cukup rendah. Kondisi ini kemungkinan disebabkan oleh antara lain
kualitas pelayanan kesehatan ibu yang belum memadai, akses
transportasi yang masih terbatas di daerah terpencil kepulauan, faktor
sosial budaya, dan kondisi ibu hamil yang tidak sehat serta faktor
determinan lainnya.
Penyebab utama kematian ibu yaitu perdarahan post partum, eklamsi,
infeksi, dan abortus. Penyebab ini dapt diminimalisir dengan perbaikan
kualitas antenatal care.
Kematian Bayi dan Balita. Dalam 5 tahun terakhir, Angka Kematian
Neonatal (AKN) cenderung masih tinggi. Hingga tahun 2014, kematian
bayi masih mencapai 17 per 1.000 kelahiran hidup (243 kematian) dan
kematian balita sebanyak 32 orang. Penyebab kematian anak
disebabkan oleh asfiksia, BBLR, sepsis, TN dan penyakit menular. Hal
tersebut mencerminkan kualitas pelayanan balita dan ibu yang belum
memadai, kondisi lingkungan yang buruk, perilaku hidup sehat, serta

35 | Renstra Dinkes 2014-2019


Rencana Strategis Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara
2014 - 2019

keadaaan sosial ekonomi yang masih perlu ditingkatkan, serta adanya


kecenderungan peningkatan kehamilan pada usia muda.
Potensi dan tantangan dalam penurunan kematian ibu dan anak adalah
jumlah tenaga kesehatan yang menangani kesehatan ibu dan anak
khususnya bidan, masih belum terpenuhi baik dari segi jumlah, distribusi
maupun kompetensinya. Selain itu sarana dan prasarana bagi pelayanan
kesehatan ibu dan anak juga masih belum mencukupi, bidan kit yang
belum tersedia bagi semua bidan khususnya bidan di desa, puskesmas
PONED dan RS PONEK yang belum mencukupi baik dari segi jumlah
maupun kualitas pelayanan, serta perlunya pendidikan kesehatan
reproduksi pada remaja putri. Peningkatan peserta KB cukup berperan
dalam penurunan kematian ibu dan anak, namun demikian perlu
digalakkan penggunaan kontrasepsi jangka panjang, selain itu perbaikan
kondisi kesehatan ibu hamil perlu didukung dengan pemberian paket
makanan tambahan tinggi kalori, protein dan mikronutrien. Selain itu,
perlunya integrasi program imunisasi, dan upaya pengendalian penyakit
dalam upaya menurunkan kesakitan ibu dan balita terhadap penyakit
menular.

Gizi Masyarakat. Perkembangan masalah gizi di Maluku Utara semakin


menghadapi tantangan yang kompleks. Selain masalah kekurangan gizi
yang masih tinggi, masalah kelebihan gizi juga cenderung mengalami
peningkatan yang harus ditangani dengan serius. Hasil Riskesdas 2013,
menunjukkan prevalensi gizi buruk mencapai 9,2%, kelahiran dengan
Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) masih mencapai 11,6% serta adanya
kecenderungan jumlah bayi lahir pendek ( <48 cm) yang cukup banyak
di Maluku Utara yaitu mencapai 22,3% dan prevalensi gizi lebih yang
mencapai 3,4%, dan balita pendek sebanyak 7,3%. Sedangkan
berdasarkan data program pada tahun 2014 dilaporkan prevalensi gizi
kurang masih mencapai 19% yang masih jauh dari target nasional yaitu
<15%. Cukup tingginya jumlah balita pendek (stunting) perlu mendapat
perhatian khusus, mengingat kondisi ini merupakan akibat kekurangan

36 | Renstra Dinkes 2014-2019


Rencana Strategis Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara
2014 - 2019

gizi kronis yang antara lain disebabkan oleh kemiskininan dan pola asuh
yang tidak tepat.

Masalah gizi di Maluku Utara tidak hanya pada balita, tetapi beban
ganda masalah gizi mulai terlihat dengan kecenderungan tingginya
prevalensi obesitas pada dewasa. Riskesdas 2013 menunjukkan
prevalensi obesitas pada dewas mencapai 11,5%, dimana pada wanita
mencapai 25,6% dan pria mencapai 11,5%. Mencermati hal tersebut
maka perlu ditingkatkan upaya promotif dengan mengedepankan
pendidikan gizi seimbang dan penerapan PHBS khususnya pada tatanan
rumah tangga.
Usia Sekolah dan Remaja. Untuk masalah kesehatan remaja, menjadi
fokus perhatian adalah status gizi remaja. Berdasarkan Riskesdas 2013,
prevalensi remaja usia 13-15 tahun yang pendek dan sangat pendek
mencapai 37,7% dan pada usia 16-18 tahun sebesar 34,5%. Selain itu,
obesitas pada usia 13-15 tahun mencapai 7,2% dan usia 16-18 tahun
adalah 5%.
Pelaksanaan UKS harus digalakkan di setiap sekolah dan madrasah,
mengingat UKS merupakan wadah startegis dalam menanamkan
pentingnya kesehatan sejak usia dini yang akan jauh lebih efektif dan
efisien serta berdaya ungkit besar dan berbampak jangka panjang.
Untuk itu, UKS harus menjadi upaya wajib yang dilaksanakan oleh
Puskesmas. Demikian pula peningkatan kuantitas dan kualias
Puskesmas melaksanakan Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja yang
menjangkau remaja di sekolah dan di luar sekolah.
Penyakit Menular. Untuk penyakit menular, prioritas masih tertuju pada
penyakit malaria, tuberculosis, HIV/AIDS, termasuk pula neglected
diseases yaitu kusta dan filariasis.
Kecenderungan API malaria masih cukup tinggi yaitu mencapai 4,1,
meskipun pada beberapa kabupaten/kota telah berhasil menurunkan API
secara signifikan. Potensi menuju Maluku Utara eliminasi malaria cukup
besar. Peran malaria center di kabupaten/kota yang secara aktif

37 | Renstra Dinkes 2014-2019


Rencana Strategis Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara
2014 - 2019

menggerakkan upaya pengendalian malaria serta adanya pelaksanaan


kegiatan inovatif antara lain dengan impelemtasi kegiatan berbasis
participatory learning and action (PLA) yang merupakan upaya
memerangi malaria dengan menggerakkan sumderdaya masyarakat.
Keberhasilan penurunan prevalensi malaria melalui kegiatan PLA
kemudian diadopsi oleh program lainnya antara lain program TB dan
HIV. Hingga tahun 2014, prevalensi TB masih cukup tinggi yaitu 145 per
100.000 penduduk, dengan CNR mencapai 55%, selain itu tantangan
utama dalam pengendalian TB adalah ketersediaan obat TB dan
kepatuhan berobat penderita yang kemudian berdampak pada
meningkatnya jumlah pasien resisten obat. Hingga tahun 2014, jumlah
penderita HIV/AIDS menunjukkan peningkatan dan mencapai 463
penderita, dengan hanya sebanyak 22% yang mendapatkan pengobatan
ARV. Upaya-upaya pengendalian penyakit menular sangat dipengaruhi
oleh sarana dan prasarana pendukung termasuk ketersediaan tenaga
yang berkompeten. Keterbatasan dukungan logistik, mikroskop, tenaga
terlatih termasuk tingginya mutasi tenaga terlatih seringkali menjadi
tantangan dalam upaya pengendalian penyakit.
Penyakit Tidak Menular. Kecenderungan penyakit menular terus
meningkat dan telah mengancam sejak usia muda. Selama dua dekade
telah terjadi transisi epidemiologis yang signifikan, penyakit menular
telah menjadi beban utama, namun disisi lain prevalensi penyakit tidak
menular cenderung meningkat signifikan. Penyakit tidak menular utama
dengan prevalensi tinggi di Maluku Utara menurut Riskesdas 2013
antara lain asma 5%, PPOK 5,2%, kanker 1,2%, diabetes 3,4%,
hipertiroid 0,2%, jantung koroner 1,9%, gagal ginjal 0,2% dan hipertensi
21,2%. Selain itu jumlah perokok terutama perokok usia dini juga
mengalami peningkatan, Riskesdas 2013 menunjukkan proporsi perokok
umur >10 tahun baik perokok setiap hari maupun perokok kadang-
kadang adalah 32,1%. Penyakit tidak menular merupakan kondisi
terminal yang baru tampak ketika keadaan penderita sudah pada

38 | Renstra Dinkes 2014-2019


Rencana Strategis Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara
2014 - 2019

kondisi yang memerlukan penangangan khusus dengan biaya yang


cukup besar. Oleh karena itu deteksi dini harus dilakukan secara proaktif
antara lain dengan pelaksanaan Pos Pembinaan Terpadu Pengendalian
Penyakit Tidak Menular (Posbindu PTM). Posbindu merupakan upaya
yang mengedepankan promotif preventif dalam monitoring dan deteksi
dini faktor resiko penyakit tidak menular di masyarakat.
Penyehatan Lingkungan. Upaya penyehatan lingkungan telah
menunjukkan peningkatan keberhasilan, meskipun tantangan dalam
penyehatan lingkungan masih cukup besar khususnya dalam upaya
pemenuhan sanitasi dasar yang memenuhi syarat kesehatan bagi
masyarakat di daerah terpencil dan kepulauan.
Kesehatan Jiwa. Permasalahan kesehatan jiwa cenderung cukup besar
di Maluku Utara dan menimbulkan beban kesehatan dan ekonomi yang
cukup berat. Data dari Riskesdas 2013 menunjukkan prevalensi
gangguan jiwa berat di Maluku Utara sebanyak 1,8% dan gangguan
mental emosional sebanyak 5,8%, hal tersebut menunjukkan sekitar
96.000 penduduk Maluku Utara menderita gangguan jiwa. Selain itu
penanganan penderita gangguan jiwa di Maluku Utara belum dilakukan
dengan baik, hal tersebut tampak dengan cukup tingginya riwayat
pemasungan yatu 10,7% di perkotaan dan 18,2% di pedesaaan.
Tingginya penderita gangguan jiwa di Maluku Utara mengindikasikan
pentingnya upaya penanganan secara tepat dan berkesinambungan,
untuk itu dipandang perlu adanya Rumah Sakit Jiwa di Maluku Utara
selain pengembangan Upaya Kesehatan Jiwa Berbasis Masyarakat yang
ujung tombaknya adalah puskesmas yang berkolaborasi dengan
masyarakat.
Akses dan Kualitas Pelayanan Kesehatan. Sejak tahun 2010 sampai
tahun 2014 telah terjadi peningkatan jumlah puskesmas menjadi
sebanyak 132 buah yang 28 buah (21%) merupakan puskesmas
perawatan. Namun demikian, peningkatan jumlah puskesmas belum
diimbangi dengan peningkatan kuantitas jaringannya antara lain pustu

39 | Renstra Dinkes 2014-2019


Rencana Strategis Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara
2014 - 2019

dan polindes. Untuk pelayanan kesehatan rujukan, telah tersedia rumah


sakit di seluruh kabupaten/kota kecuali di Kab. Pulau Taliabu. Selain itu,
dalam upaya peningkatan akses pelayanan kesehatan maka telah
dibentuk sistem rujukan gugus pulau serta penetapan beberapa rumah
sakit kabupaten sebagai pusat rujukan regional. Meskipun jumlah
fasilitas pelayanan kesehatan dasar dan rujukan telah meningkat, akan
tetapi tidak disertai dengan perbaikan kualitas pelayanan kesehatan. Hal
ini disebabkan oleh kurangnya fasilitas yang tersedia, kurang
lengkapnya obat, sarana dan alat kesehatan, kurangnya tenaga
kesehatan, termasuk kompetensi petugas kesehatan yang sesuai
standar. Masalah-masalah tersebut tersebut merupakan tantangan yang
harus dihadapi dalam upaya akreditasi puskesmas dan rumah sakit
dalam era pelaksanaan JKN.
Selain itu belum tersedianya pusat pelayanan kesehatan rujukan di Sofifi
sebagai ibukota Provinsi Maluku Utara yang merupakan posisi strategis
dalam pelayanan kesehatan rujukan di Pulau Halmahera, serta belum
tersedianya Rumah sakit Jiwa di Maluku Utara sesuai dengan amanah
Undang-undang kesehatan jiwa tahun 2014.
2. Pemberdayaan Masyarakat Bidang Kesehatan
Masyarakat masih ditempatkan sebagai obyek dalam pembangunan
kesehatan, promosi kesehatan belum maksimal dalam meningkatkan
pemberdayaan dan keterlibatan masyarakat sebagai pelaku aktif dan
mandiri dalam meningkatkan derajat kesehatannya. Pemanfaatan dan
kualitas Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) seperti
Posyandu dan Poskesdes masih rendah, demikian pula pelaksanaan
desa siaga belum terintegrasi sehingga tidak maksimal dalam
pencapaian tujuan. Persentase rumah tangga yang mempraktekkan
PHBS baru mencapai 26,2% (Riskesdas 2013).
Hal lain yang membuat tidak maksimalnya pelaksanaan promosi
kesehatan dan pemberdayaan masyarakat adalah keterlibatan dan

40 | Renstra Dinkes 2014-2019


Rencana Strategis Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara
2014 - 2019

sinergitas lintas sektor dalam upaya pembangunan kesehatan yang


terkesan masih belum terintegrasi dengan baik.
3. Aksesibilitas serta Mutu Sediaan Farmasi dan Alat Kesehatan
Aksesibiltas obat ditentukan oleh ketersediaan obat bagi pelayanan
kesehatan. Pada tahun 2014, tingkat ketersediaan obat dan vaksin
hanya mencapai 81,6%. Kendala yang dihadapi tidak hanya dalam
pengadaan obat dan perbekalan kesehatan melalui prosedur e
catalogue, tetapi adanya disparitas yang cukup tinggi antar kabupaten
yang mencerminkan belum optimalnya manajemen logistik obat dan
vaksin. Untuk itu perlu didorong pemanfaatan sistem pengelolaan logistik
online serta skema redistribusi obat dan vaksin antar kabupaten/kota
yang fleksibel dan akuntabel. Tantangan lain yang dihadapi adalah
pelayanan kefarmasian di fasilitas pelayanan kesehatan pada umumnya
belum sesuai standar.
4. Sumber Daya Manusia Kesehatan
Belum terpenuhinya jumlah, jenis, kualitas, serta penyebaran sumber
daya manusia kesehatan dan belum optimalnya dukungan kerangka
regulasi ketenagaan kesehatan. Selain itu masih terbatasnya kapasitas
tenaga kesehatan yang sesuai standar kompetensi khususnya tenaga
kesehatan pada pelayanan dasar dan rujukan.
Belum tersedianya Balai Pelatihan Tenaga Kesehatan di Maluku Utara
sebagai salah satu sarana utama dalam upaya peningkatan kapasitas
petugas kesehatan di Provinsi Maluku Utara.
5. Pembiayaan Kesehatan
Hingga tahun 2014, dukungan anggaran untuk sektor kesehatan dari
APBD belum sesuai amanah Undang-undang No 36 tahun 2009 tentang
kesehatan, yaitu sebesar 10% dari total APBD diluar gaji. Tantangan lain
dalam penganggaran sektor kesehatan adalah proporsi anggaran untuk
kuratif dan rehabilitatif cenderung lebih tinggi daripada anggaran
promotif dan preventif yang merupakan nilai investasi untuk menjaga
masyarakat yang sehat agar tidak jatuh sakit. Selain itu postur anggaran

41 | Renstra Dinkes 2014-2019


Rencana Strategis Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara
2014 - 2019

kesehatan pada Dinas Kesehatan juga masih terbebani oleh


pembiayaan sarana dan prasarana kesehatan yang cenderung masih
terbatas. Selain itu juga perlu diperhatikan mengenai pembiayaan
kesehatan dalam era JKN dimana pemerintah daerah berkewajiban
mendukung integrasi Jamkesda ke JKN untuk itu dukungan dana APBD
diperlukan dalam pembiayaan jaminan kesehatan bagi masyarakat
miskin tidak mampu.
6. Manajemen, Regulasi dan Sistem Informasi Kesehatan
Masih terbatasnya dukungan manajemen dalam peningkatan cakupan
program kesehatan termasuk Good Governance. Permasalahan utama
yang dihadapi dalam perencanaan kesehatan adalah kurang tersedianya
data informasi yang memadai, sesuai kebutuhan dan tepat waktu.
Lemahnya kompetensi tenaga sumberdaya aparatur perencana
kesehatan, tindak lanjut hasil system pengendalian dan evaluasi belum
sepenuhnya dijadikan sebagai input dalam penyusunan perencanaan,
belum optimalnya pelaksanaan monitoring dan evaluasi program, serta
permasalahan juga muncul karena belum adanya mekanisme yang dapat
menjamin keselarasan dan keterpaduan antara rencana dan anggaran
pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten/kota.
Masalah manajemen lainnya yaitu belum adanya Sistem Kesehatan
Provinsi Maluku Utara sebagai acuan dalam pengembangan dan
pelaksanaan pembangunan kesehatan di Maluku Utara. Masih
terbatasnya kemampuan manajemen dan informasi kesehatan, meliputi
pengelolaan data kesehatan serta administrasi dan hukum kesehatan.
7. Penelitian dan Pengembangan
Penelitian dan pengembangan kesehatan yang mendukung pengambilan
kebijakan strategis belum dilakukan oleh daerah. Kajian perencanaan
dan kebijakan masih bertumpu pada hasil riset nasional dan hasil riset
oleh lintas sektor.

42 | Renstra Dinkes 2014-2019


Rencana Strategis Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara
2014 - 2019

3.2. Telaahan Visi, Misi dan Program Kepala Daerah Provinsi Maluku Utara

Tugas dan fungsi Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara sesuai dan
selaras sebagimana tertuang dalam RPJMD Provinsi Maluku Utara dengan
Visi Pemerintah Provinsi Maluku Utara tahun 2014-2019 yaitu: Membangun
Maluku Utara dengan CINTA. Penjabaran visi tersebut sebagai berikut:
 Membangun Maluku Utara Cerdas mengandung arti mewujudkan
sumberdaya manusia yang berkualitas, unggul, amanah dan berdaya
saing melalui pendidikan dan kesehatan.
 Membangun Maluku Utara Indah mengandung arti mewujudkan
keseimbangan dan stabilitas pembangunan melalui distribusi
sumberdaya secara adil dan merata.
 Membangun Maluku Utara Nikmat mengandung arti mewujudkan
pembangunan infrastruktur untuk pemenuhan kebutuhan dasar,
mendorong pertumbuhan dan perkembangan wilayah serta integrasi
wilayah kepulauan.
 Membangun Maluku Utara Taqwa mengandung arti mewujudkan
kehidupan masyarakat Maluku Utara yang beragama, beradab,
berbudaya dan bermartabat.
 Membangun Maluku Utara Aman mengandung arti mewujukan
penyelanggaraan pemerintahan yang bersih, berwibawa dan melayani.

Untuk mewujudkan visi tersebut, ada 5 (lima) misi pembangunan yang


diterjemahkan dari kata ‘CINTA’ guna merealisasikan apa yang dinyatakan
dalam visi pembangunan sebagai berikut :
1. Membangun Masyarakat Maluku Utara yang memiliki kualitas hidup
baik untuk dapat bekerja secara mandiri (Misi Cerdas);
2. Mendorong pertumbuhan, stabilitas dan pendistribusian pembangunan
ekonomi secara adil dan merata serta peningkatan nilai tambah
produksi melalui pemanfaatan sumber daya alam (SDA) secara
berkelanjutan (Misi Indah);
3. Mempercepat Pembangunan Infrastruktur untuk menunjang
pengembangan ekonomi wilayah (Misi Nikmat);
4. Membangun kehidupan beragama dan berbudaya yang menjadi
inspirasi bagi kebangkitan di seluruh sektor kehidupan masyarakat
Maluku Utara (Misi Taqwa);

43 | Renstra Dinkes 2014-2019


Rencana Strategis Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara
2014 - 2019

5. Memperbaiki Tatakelola Pemerintahan Maluku Utara untuk


mewujudkan pemerintahan yang bersih, melayani dan berwibawa (Misi
Aman).

Pembangunan kesehatan termuat termuat pada misi pertama, yaitu


misi CERDAS dimana diharapkan gerak langkah pembangunan kesehatan
akan membawa perubahan dalam peningkatan derajat kesehatan
masyarakat yang pada akhirnya berdampak pada kualitas hidup masyarakat
di Maluku Utara yang antara lain akan tercermin pada peningkatan IPM.
Untuk mewujudkan visi dan misi tersebut, maka perlu ada kerangka
yang jelas terkait tujuan dan sasaran pembangunan yang hendak dicapai
sehingga pelaksanaan urusan pemerintahan baik urusan wajib maupun urusan
pilihan berjalan terarah. Tujuan dan sasaran pembangunan yang ditetapkan
untuk mencapai visi dan misi Pemerintah Provinsi, khususnya misi pertama
adalah kemudian diterjemahkan dalam dua tujuan dan sasaran yaitu 1)
Mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya, 2)
Mewujudkan pelayanan kesehatan tingkat dasar dan lanjutan yang
mendukung pelayanan kesehaan di kabupaten/kota, dengan sasaran pokok
yang akan dicapai dalam bidang kesehatan sebagaimana tertuang dalam
Rencana Pembangunan Jangka Panjang Tahap Kedua, yang ada
keterkaitannya dengan tugas dan fungsi Dinas Kesehatan Provinsi Maluku
Utara yaitu:
1. Terwujudnya derajat kesehatan masyarakat yang lebih baik dan
memenuhi standar.
2. Meningkatnya kualitas pelayanan kesehatan tingkat dasar dan lanjutan
yang mendukung pelayanan kesehatan di Kabupaten/kota.

Adapun faktor pendorong pada Dinas Kesehatan Provinsi Maluku


Utara yang dapat mempengaruhi pencapaian visi dan misi Kepala daerah
diantaranya :
1. Meningkatnya persentase anggaran kesehatan dalam APBD Provinsi
Maluku Utara yaitu rata-rata 6% dari anggaran APBD Provinsi serta

44 | Renstra Dinkes 2014-2019


Rencana Strategis Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara
2014 - 2019

adanya dukungan pembiayaan lainnya baik dari APBN, PHLN maupun


dari pihak Swasta melalui dana CSR.

2. Meningkatnya sumber daya sarana kesehatan meskipun masih dalam


jumlah terbatas, baik secara kuantitas maupun kualitas yang antara lain
ditandai dengan bertambahnya jumlah puskesmas dan jaringannya serta
peningkatan status puskesmas dari puskesmas rawat jalan menjadi
puskesmas rawat inap dan puskesmas mampu PONED.

3. Adanya upaya pemenuhan tenaga kesehatan strategis baik dokter, bidan


dan perawat, antar lain dengan adanya program pendidikan bidan bagi
masyarakat miskin yang menjaring anak daerah untuk dapat
melanjutkan pendidikan ke Poltekkes Ternate dalam pendidikan
kebidanan jenjang Diploma 3 yang nantinya akan menjadi Tenaga
Kesehatan terampil / Bidan Mandiri di daerah asal, adanya kerjasama
PIDI untuk pemenuhan kebutuhan tenaga spesialis di rumah sakit
kabupaten/kota.
4. Terpenuhinya pelayanan kesehatan dasar gratis di Puskesmas dan
pelayanan kelas III di Rumah Sakit bagi seluruh penduduk di wilayah
Provinsi Maluku Utara, sehingga terlayani tuntutan masyarakat akan
pelayanan kesehatan yang bermutu dan terjangkau.
5. Terpenuhinya pelaksanaan Sistem Jaminan Kesehatan Nasional yang
diterjemahkan menjadi Jaminan Kesehatan Semesta Maluku Utara.

6. Adanya keterlibatan kerjasama dan kontribusi lintas sektor khususnya


pihak swasta pengelola pertambangan dalam pembangunan kesehatan
melalui peningkatan alokasi bantuan melalui dana CSR.

45 | Renstra Dinkes 2014-2019


Rencana Strategis Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara
2014 - 2019

Sedangkan faktor penghambat pelayanan pada Dinas Kesehatan


Provinsi Maluku Utara yang dapat mempengaruhi pencapaian Visi dan misi
Kepala daerah diantaranya :
1. Belum terpenuhinya pelayanan kesehatan yang bermutu secara adil dan
merata yang ditunjang oleh tenaga kesehatan profesional terutama di
daerah yang tertinggal dan sangat terpencil

2. Belum maksimalnya pencapaian cakupan program kesehatan secara


menyeluruh, baik sesuai Standar Pelayanan Minimal (SPM), target
MDGs, serta indikator kinerja utama lainnya. Hal ini perlu peningkatan
kemampuan aparatur tekhnis dan manajerial pada semua tingkatan.

3. Belum maksimalnya peningkatan kesadaran, kemauan dan kemampuan


hidup sehat bagi setiap orang, hal ini perlu adanya penunjang
pendapatan perkapita bagi masyarakat dan menggalakkan promosi arti
berprilaku hidup bersih dan sehat.

4. Belum tercukupinya secara menyeluruh penempatan dan pendistribusian


tenaga kesehatan berdasarkan analisis kebutuhan tenaga.

5. Adanya kondisi geografis yang sulit dan terpencil sehingga pelayanan


kurang maksimal dilaksanakan.

6. Belum terlaksananya pengembangan Desa siaga karena sebagian


besar Desa Siaga belum memiliki Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) dan
masih terbatasnya jumlah Puskesmas yang mampu melaksanakan
PONED.

7. Perlunya perbaikan Gizi untuk difokuskan pada kelompok sasaran


wanita usia subur, ibu hamil dan anak sampai usia 2 tahun mengingat
dampaknya terhadap tingkat pertumbuhan fisik, kecerdasan dan
produktivitas generasi yang akan datang.

46 | Renstra Dinkes 2014-2019


Rencana Strategis Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara
2014 - 2019

8. Perlunya penguatan dan pemerataan Sistem Informasi Kesehatan (SIK)


yang meliputi penguatan kapasitas tenaga pengelola data, pembenahan
manajemen data, pengembangan sarana dan jaringan, serta integrasi
bank data pada semua tingkat manajemen institusi kesehatan.

9. Perlunya peningkatan kerja sama lintas sektor dalam perencanaan,


pelaksanaan, dan monitoring program/kegiatan karena masalah
kesehatan tidak hanya menjadi tanggungjawab sektor kesehatan tetapi
perlu keterlibatan sektor lainnya.

10. Perlunya keterpaduan lintas program lingkup kesehatan dalam


perencanaan, pelaksanaan, pembinaan, dan monev program/kegiatan
sehingga integrasi program dapat berjalan dan diharapkan dapat
menunjang pencapaian target program secara tepat sasran dan efektif.

3.3. Telaahan Renstra Kementerian/Lembaga

Gambaran kondisi umum secara nasional pembangunan kesehatan


untuk Indeks Pembangunan Manusia (IPM) per propinsi di Indonesia berkisar
antara 64 sampai 77,03, pada tahun 2013 IPM untuk Indonesia sebesar
71,17 ini berarti menurut klasifikasi WHO Indonesia berada dalam kategori
IPM sedang. Pada tahun 2013 IPM nasional telah mencapai 73,81
sedangkan IPM Maluku Utara masih berada pada peringkat 30 dari 34
provinsi di Indonesia dengan angka IPM sebesar 70,63. Umur harapan hidup
(UHH) penduduk Indonesia telah mengalami kenaikan dari 68,6 tahun pada
tahun 2010 menjadi 69 tahun pada tahun 2013. Hingga tahun 2013 UHH
Maluku Utara mencapai 66,65 tahun. Selain itu berdasarkan hasil Riskesdas
2013, Indeks Pembangunan Kesehatan Masyarakat (IPKM) Provinsi Maluku
Utara berada pada peringkat 28 dari 33 provinsi, sedangkan untuk IPKM
kabupaten/kota di Maluku Utara sebagian besar mengalami penurunan,

47 | Renstra Dinkes 2014-2019


Rencana Strategis Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara
2014 - 2019

hanya Kab. Halmahera Barat Kab. Halmahera Utara yang peringkat IPKM
nya naik yaitu masing-masing pada posisi 220 dan 159.

Grafik 2.9
Indeks Pembangunan Manusia (IPM)
71,00
70,50
70,63
70,00
69,98
69,50
69,47
69,00
69,03
68,50
68,63
68,00
67,50
2009 2010 2011 2012 2013

Indeks Pembangunan Manusia (IPM)

Sumber : BPS Provinsi Maluku Utara, 2014

Pencapaian cakupan target indikator program sebagaimana yang


termuat pada Renstra Kementerian Kesehatan RI masih belum mencapai
target yang ditetapkan. Secara nasional, hingga tahun 2013 Angka Kematian
Ibu (AKI) masih sangat tinggi yaitu 359 per 100.000 KH (SDKI 2012), 346 per
100.000 KH (SP 2010). Angka ini masih jauh dari target MDGs yaitu
menurunkan ¾ pada tahun 2015 dibandingkan tahun 1994 yaitu sebesar 105
per 100.000 KH. Demikian pula kecenderungan serupa tampak pada masih
tingginya AKB secara nasional mencapai 32 per 100.000 KH. Peningkatan
gizi masyarakat khususnya pada kelompok rentan yaitu ibu, bayi dan balita
masih memerlukan perhatian khusus, hal tersebut tampak dari Prevalensi gizi
buruk dan gizi kurang pada balita cenderung masih cukup tinggi. Hingga
tahun 2014, prevelensi gizi kurang di Indonesia mencapai 19,6 dan
prevalensi stunting 32,9% pada anak baduta dimana capaian ini masih
sangat jauh dari target MDGs yaitu 3,6%. Disisi lain mulai tampak
kecenderungan munculnya masalah gizi lebih pada balita khususnya di
daerah perkotaan. Data tersebut menunjukkan bahwa gizi kurang dan
stunting masih merupakan masalah gizi masyarakat yang utama.

48 | Renstra Dinkes 2014-2019


Rencana Strategis Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara
2014 - 2019

Pada upaya penanganan penyakit tampak penyakit menular masih


memerlukan perhatian terutama penyakit malaria, TB, HIV dan kusta serta
beberapa penyakit menular lainnya. Secara nasional prevalensi TB hingga
tahun 2014 mencapai 297 per 100.000. Dalam satu dekade terjadi
perubahan pola penyakit, yang sebelumnya hanya penyakit menular yang
menjadi masalah utama kesehatan masyarakat, saat ini prevalensi penyakit-
penyakit tidak menular cenderung menunjukkan peningkatan, demikian pula
pola penyebab kematian mulai bergeser dari penyakit menular ke penyakit
tidak menular. Penyakit-penyakit tidak menular tersebut antara lain prevalensi
penderita tekanan darah tinggi sebesar 25,8%, prevalensi obesitas pada
dewasa mencapai 28,9%, serta adanya kecenderungan peningkatan usia
perokok pemula yang tampak dari prevelensi penduduk usia 15 tahun yang
merokok yaitu sebesar 15%.
Selain perhatian pada upaya pencegahan dan penanganan penyakit,
pemerintah pusat juga berupaya meningkatkan akses terhadap pelayanan
kesehatan yang bermutu khususnya kepada masyarakat tidak mampu dan
masyarakat yang berada di daerah terpencil, tertinggal, perbatasan dan
kepulauan. Upaya tersebut antara lain dengan meningkatkan jumlah
puskesmas dan rumah sakit terakreditasi.
Upaya penyediaan tenaga kesehatan juga merupakan perhatian khusus
oleh pemerintah pusat. Pemenuhan tenaga kesehatan strategis khususnya di
pada daerah DTPK dilakukan antara lain dengan penempatan tenaga PTT,
pemberian beasiswa tugas belajar serta pelaksanaan internship.
Selain itu, mengingat pentingnya peran data dan informasi maka
Kementerian Kesehatan juga memberikan perhatian khusus pada upaya
peningkatan kualitas Sistem Informasi Kesehatan (SIK), antara lain dengan
penguatan regulasi, kapasitas pengelola data, serta pemenuhan infrastruktur
pendukung.

49 | Renstra Dinkes 2014-2019


Rencana Strategis Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara
2014 - 2019

3.4. Telaahan Rencana Tata Ruang Wilayah dan Kajian Lingkungan


Strategis

Keberhasilan pembangunan kesehatan tidak semata mata ditentukan


oleh hasil kerja keras sektor kesehatan, tetapi sangat dipengaruhi pula oleh
hasil kerja serta kontribusi positif berbagai sektor pembangunan lainnya.
Terwujudnya keadaan sehat dipengaruhi oleh berbagai faktor, yang tidak
hanya menjadi tanggung tawab sektor kesehatan, melainkan juga tanggung
jawab dari berbagai sektor terkait lainnya, disamping tanggung jawab
individu dan keluarga.

Dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan dapat


bersinergi secara dinamis dengan instansi lainnya seperti: Pendidikan,
Perekonomian, Ketahanan Pangan, Ketenagakerjaan dan Transmigrasi,
Pekerjaan Umum, Perhubungan, Pertanian, BKKBN, Bappeda, Badan
Lingkungan Hidup, Sosial, TNI/POLRI, Kementerian serta sektor terkait
lainnya.
Dibutuhkan pula perhatian pada akar masalah yang ada,
diantaranya faktor sosial ekonomi yang menentukan situasi dimana
masyarakat tumbuh, belajar, hidup, bekerja dan terpapar, serta rentan
terhadap penyakit dan komplikasinya dalam rangka meningkatkan derajat
kesehatan masyarakat dan pencapaian target. Hubungan antara status
sosial ekonomi dan kesehatan berlaku secara universal. Tingkat kematian
dan tingkat kesakitan secara konsisten didapatkan lebih tinggi pada
kelompok dengan sosial ekonomi rendah. Perlu upaya sungguh-sungguh
dalam rangka mengurangi disparitas masyarakat terhadap akses
pendidikan, pekerjaan, partisipasi sosial, dan pelayanan publik.

Pemberdayaan masyarakat diarahkan agar masyarakat berdaya


untuk ikut aktif memelihara kesehatannya sendiri, melakukan upaya pro-
aktif tidak menunggu sampai jatuh sakit, karena ketika sakit sebenarnya
telah kehilangan nilai produktif. Upaya promotif dan preventif perlu
ditingkatkan untuk mengendalikan angka kesakitan yang muncul dan

50 | Renstra Dinkes 2014-2019


Rencana Strategis Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara
2014 - 2019

mencegah hilangnya produktifitas serta menjadikan sehat sebagai fungsi


produksi yang dapat memberi nilai tambah.

Perlu juga diperhatikan adanya perkembangan lingkungan strategis


baik dalam lingkup Provinsi, Kecamatan dan Desa yang akan
mempengaruhi penyelenggaraan pembangunan Kesehatan. Pada
umumnya masyarakat Maluku Utara bertempat tinggal di daerah pesisir
pantai di kepulauan dan daerah terpencil. Selain itu sebagai daerah yang
sedang giat membangun maka pesatnya proses pembangunan tentunya
berdampak pada perubahan lingkungan, pembukaan hutan untuk
pembangunan pusat pemukiman, pembukaan hutan untuk areal
penambangan, reklamasi kawasan pantai untuk dijadikan kawasan
perdagangan, belum lagi tingginya migrasi penduduk pada pusat-pusat
perekonomian baru yang tentunya juga berdampak pada ekplorasi sumber
daya alam yang tersedia serta bertambahnya volume sumber bahan
pencemar.
Disparitas status kesehatan antar pedesaaan dan perkotaan serta
antar wilayah masih cukup tinggi. Capaian data program sebagian besar
menunjukkan kesenjangan pencapaian antar kabupaten/kota yang cukup
signifikan. Hal tersebut selain menunjukkan distrubsi sumberdaya yang tidak
merata, juga memerlukan perhatian khusus oleh provinsi dan pemerintah
pusat dalam mempercepat kemajuan kabupaten/kota yang masih tertinggal
dalam mencapai target sebagaimana yang telah ditetapkan.
Diberlakukannya Sistem Jaminan Kesehatan Nasional (SJSN)
yang menargetkan bahwa hingga tahun 2019 semua penduduk Indonesia
telah tercakup dalam JKN (Universal Health Coverage). Dengan
diberlakukannya JKN menuntut peningkatan akses dan mutu pelayanan
kesehatan. untuk itu maka pemerintah provinsi berkewajiban mendorong
percepatan integrasi jamkesda kabupaten/kota menuju JKN.
Pada bulan Januari 2014 telah di sahkan UU Nomor 6 tahun
2014 tentang desa, dan berdasarkan dasar huukum tersebut maka setiap
desa akan mendpatkan kucuran dana yang cukup besar yaitu 1 Milyar per

51 | Renstra Dinkes 2014-2019


Rencana Strategis Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara
2014 - 2019

desa setiap tahunnya. Anggaran ini cukup berperan dalam upaya


peningkatan pemberdayaan masyarakat desa. Dan pada akhirnya
diharapkan dapat berdampak pada peningkatan PHBS dan pengembangan
UKBM di desa.
Perubahan UU Nomor 32 tahun 2004 menjadi UU Nomor 23
tahun 2014 tentang pemerintahan daerah semakin memperkuat peran
provinsi, yang selain berstatus sebagai daerah juga merupakan wilayah
kerja bagi Gubernur sebagai wakil pemerintah pusat. Pengawasan
pelaksanaan SPM bidang kesehatan di kabupaten/kota diharapkan dapat
menjadi semakin baik dengan mekanisme monotoring yang lebih tepat.
3.5. Penentuan Isu – isu Strategis

Untuk Gambaran kondisi umum pembangunan kesehatan Provinsi


Maluku Utara didapatkan dari hasil evaluasi Rencana Strategis Dinas
Kesehatan Provinsi Maluku Utara Tahun 2010-2014 adalah :

1. Upaya Kesehatan Masyarakat


Secara umum upaya kesehatan masyarakat telah menunjukkan
capaian yang diharapkan, namun demikian dalam upaya meningkatkan
akses pelayanan yang berkualitas masih perlu peningkatan capaian
seperti jumlah puskesmas yang memenuhi standar sarana dan prasarana
peralatan baru mencapai 76 (58%) puskesmas dari total 132 puskesmas
hingga tahun 2014. Selain itu pembenahan manajemen puskesmas juga
memerlukan perhatian khusus dalam upaya persiapan akreditasi
puskesmas sesuai arah kebijakan kementerian kesehatan. Riskesdas
2013, menunjukkan masih banyak masyarakat yang tidak mengetahui
keberadaan fasilitas kesehatan disekitar tempat tinggal mereka, terutama
masyarakat pedesaan masih banyak yang belum mengetahui keberadaan
posyandu, poskesdes dan polindes di sekitar tempat tinggal mereka.
Hal lainnya yang perlu mendapat perhatian adalah meningkatkan
akses pelayanan kesehatan kepada masyarakat di daerah terpencil,
tertinggal dan kepulauan. Riskesdas 2013 menunjukkan untuk

52 | Renstra Dinkes 2014-2019


Rencana Strategis Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara
2014 - 2019

menjangkau fasilitas pelayanan kesehatan masih banyak masyarakat


yang harus menempuh lebih dari 1 moda transportasi, yaitu untuk
mendapat pelayanan rujukan sebanyak 17,5% dan untuk fasilitas
pelayanan dasar sebanyak 7,8%.
2. Kesehatan Ibu dan Anak
Upaya peningkatan kesehatan ibu dan anak masih mengahadapi
tantangan yang sangat besar, terlihat pada masih tingginya angka
kematian ibu dan bayi. Berdasarkan hasil olah SP 2010 di Maluku Utara
AKI masih mencapai 387 per 100.000 KH. Kematian neonatal mencapai
37 per 1.000 KH dan Angka Kematian Bayi mencapai 62 per 1.000 KH
(SDKI, 2012). Demikian pula Riskesdas 2013 menunjukkan AKB di
Maluku Utara masih mencapai 62 per 1.000 KH dan Angka Kematian
Neonatal masih mencapai 37 per 1.000 KH kelahiran hidup. Pada
Riskesdas 2013 juga dapat terlihat beberapa indikator capaian program
kesehatan ibu dan anak antara lain cakupan persalinan yang ditolong oleh
tenaga kesehatan yang hanya mencapai 60,6% dari target 80%, cakupan
pelayanan antenatal (K4) dengan pencapaian 44,5% dari target 90%,
cakupan pelayanan nifas hanya mencapai 18,5% dari target 85%, dan
cakupan kunjungan neonatal hanya mencapai 27,6%, kunjungan neonatal
lengkap mencapai 22,7%. Berdasarkan data program diketahui cakupan
kunjungan neonatus dengan komplikasi yang ditangani hanya mencapai
16% dari target 75%, cakupan komplikasi kebidanan ditangani mencapai
48%, cakupan kunjungan bayi 83%, cakupan pelayanan balita mencapai
80%.
3. Upaya Kesehatan Perorangan
Upaya kesehatan perorangan menunjukkan peningkatan
sebagaimana diharapkan. Hampir seluruh kabupaten/kota telah tersedia
rumah sakit umum, meskipun demikian ketersediaan tenaga dokter baik
dokter umum dan dokter spesialis masih menjadi tantantang yang cukup
besar. Untuk peningkatan jumlah Puskesmas yang melaksanakan
pelayanan rawat inap dari 15 pada tahun 2011 meningkat jadi 21

53 | Renstra Dinkes 2014-2019


Rencana Strategis Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara
2014 - 2019

puskemas hingga tahun 2013. Selain itu jumlah puskesmas yang mampu
PONED meningkat dari 15% pada tahun 2011 menjadi 27% pada 2013.
Selain itu sebagai upaya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan baik
tingkat dasar maupun lanjutan dimana saat ini belum ada puskesmas
yang terakreditasi demikian pula untuk rumah sakit hanya rumah sakit
provinsi yang telah terakreditasi. Untuk itu peran provinsi dimasa depan
sangat diharapkan dalam mendukung akreditasi fasilitas pelayanan
kesehatan.

4. Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit


Program pencegahan dan pemberantasan penyakit juga masih
menghadapi tantangan yang besar. Selain masih tingginya prevalensi
penyakit menular, juga terjadi transisi pola penyakit dengan meningkatnya
prevalensi penyakit tidak menular. Penyakit infeksi menular masih tetap
menjadi masalah kesehatan masyarakat yang menonjol di Provinsi
Maluku Utara terutama TB, Malaria, HIV dan Kusta. Penemuan kasus
HIV/AIDS meningkat dengan meningkatnya out reach. Hingga tahun 2014
jumlah penderita HIV terdeteksi sebanyak 247 orang dan penderita AIDS
ditemukan sebanyak 165 orang. Case Notification Rate (CNR)
tuberkulosis paru mencapai 149 pada tahun 2013, dan succes rate
sebesar 64%. Tantangan lainnya yang dihadapi dalam penanggulangan
penyakit tuberculosis adalah tingginya prevalensi TB pada anak yaitu
mencapai 6,1 dan adanya indikasi peningkatan TB resisten obat (TB
MDR). Untuk itu perlu perhatian lebih pada upaya deteksi tuberkulosis
paru dan juga keberhasilan pengobatannya. Ketersediaan reagen,
petugas terlatih, pemberdayaan masyarakat dan ketersediaan Obat Anti
Tuberkulosis (OAT) ditingkat pelayanan primer harus diperhatikan. Untuk
Malaria, ada kecenderungan terjadi resistensi di daerah endemis, perlu
peningkatan upaya promotif dan preventif serta kerja sama sektor terkait.
Hingga tahun 2013 API di Maluku Utara sebesar 4,51. Prevalensi kusta
masih mencapai 5,6 per 10.000 penduduk dengan CDR sebesar 50,1 per

54 | Renstra Dinkes 2014-2019


Rencana Strategis Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara
2014 - 2019

100.000 penduduk. Upaya pelacakan penderita perlu ditingkatkan


sehingga dapat mencegah penularan dan kecacatan sedini mungkin.
Untuk kasus ISPA khususnya pneumonia pada balita masih
memerlukan kerja keras. Hingga tahun 2013 CDR pneumonia pada balita
hanya mencapai 5,3% dari target 90% yang harus dicapai. Program
penanggulangan Demam Berdarah Dengue (DBD) perlu menekankan
pada upaya penurukan angka kematian akibat DBD melalui upaya
promotif dan preventif, antara lain dengan meningkatkan kesadaran
masyarakat melalui penerapan 3M (menguras, menutup, mengubur).
Pada tahun 2013 IR DBD mencapai 14,0 dari target IR nasional ≤ 52/
100.000 penduduk dengan CFR mencapai 0,6 dari target nasional ≤ 1 %.
Selain itu perhatian juga perlu diberikan pada penyelenggaraan sistem
surveilans dan kewaspadaan dini. Penyakit rabies juga masih merupakan
tantangan kesehatan masyarakat pada beberapa daerah di Maluku Utara.
Pada tahun 2013, tercatat lyssa sebanyak 5 orang dan dari 303 kasus
gigitan yang mendapatkan vaksin anti rabies hanya sebanyak 295 kasus.
Ketersediaan vaksin anti rabies masih menjadi kendala utama dalam
penanganan rabies di Maluku Utara.
Cakupan program imunisasi secara umum menunjukkan
peningkatan. Riskesdas 2013 menunjukkan cakupan balita yang
mendapatkan imunisasi dasar lengkap hanya mencapai 42,1%, cakupan
balita yang mendapatkan imunisasi campak mencapai 80,3,%, cakupan
HB0 57,3%, BCG 83,6%, DPT-HB 3 68,9%, dan Polio-4 71,9%.
Surveilans AFP menunjukkan AFP rate pada tahun 2013 sebesar 4,11 per
100.000 penduduk yang masih lebih tinggi dibandingkan target nasional
yaitu <2 per 100.000 penduduk. Program imunisasi secara umum masih
perlu perhatian khusus, karena cakupan saat ini hampir merata yang
digambarkan melalui persentase desa yang mencapai Universal Child
Immunization (UCI) pada tahun 2013 hanya mencapai 73,2%,

55 | Renstra Dinkes 2014-2019


Rencana Strategis Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara
2014 - 2019

Untuk penyakit tidak menular, berdasarkan hasil Riset Kesehatan


Dasar (Riskesdas) 2013 menunjukkan peningkatan kasus dan penyebab
kematian, terutama pada kasus kardiovaskuler (hipertensi), diabetes
melitus dan obesitas. Data riskesdas 2013 menunjukkan prevalensi asma
sebesar 5%, PPOK 5,2%, kanker 1,2% diabetes 2,2, hipertensi 21,2% ,
dan penyakit jantung 1,7%.

5. Perbaikan Gizi Masyarakat


Peningkatan gizi masyarakat khususnya pada kelompok rentan yaitu
ibu, bayi dan balita masih memerlukan perhatian khusus, hal tersebut tampak
dari Prevalensi gizi buruk dan gizi kurang pada balita cenderung masih cukup
tinggi. Pada tahun 2013, prevelensi gizi kurang di Maluku Utara mencapai
15,7% dan prevalensi gizi buruk sebesar 9,2% yang masih sangat jauh dari
target MDGs yaitu 3,6%. Disisi lain mulai tampak kecenderungan munculnya
masalah gizi lebih pada balita khususnya di daerah perkotaan. Untuk
pemberian kapsul vitamin A pada anak balita usia 6–59 bulan sebesar
mencapai 64,6% dari target 80 %. Sedangkan cakupan D/S masih sangat
rendah yaitu 63% dari target 66%. Keadaan gizi pada wanita usia subur
(WUS), ibu hamil, bayi dan anak balita perlu terus ditingkatkan, berdasarkan
data Riskesdas 2013 menunjukkan kecenderungan tingginya jumlah bayi
BBLR di Maluku Utara yaitu mencapai 10% dan tingginya jumlah bayi yang
lahir pendek yaitu mencapai 22,3%. Kedepan perbaikan gizi perlu difokuskan
pada kelompok sasaran WUS, ibu hamil dan anak sampai usia 2 tahun
mengingat dampaknya terhadap tingkat pertumbuhan fisik, kecerdasan dan
produktivitas generasi yang akan datang.

56 | Renstra Dinkes 2014-2019


Rencana Strategis Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara
2014 - 2019

6. Kebijakan Pengganggaran
Pengganggaran pembangunan kesehatan lebih difokuskan pada
upaya promotif dan preventif dengan tetap memperhatikan besaran
satuan anggaran kuratif yang relatif besar. Alokasi anggaran untuk
kegiatan program sebaiknya mulai direncanakan secara proporsional
sesuai dengan kemampuan pembiayaan daerah dan sesuai dengan
kebijakan yang tertuang dalam undang-undang bahwa alokasi biaya
pembangunan kesehatan adalah 10% dari total APBD diluar belanja
langsung. Berdasarkan indeks pembangunan kesehatan masyarakat
memerlukan dukungan sumber daya yang lebih besar. Dalam kaitannya
dengan pembiayaan kesehatan sejak 3 tahun terakhir mengalami
peningkatan meskipun belum memenuhi amanah undang-undang.

7. Sistem Informasi Kesehatan


Dalam era teknologi Sistem Informasi Kesehatan (SIK) saat ini
sangat memerlukan penguatan dan untuk Sistem Informasi baik pada
tingkat pelayanan dasar, rujukan serta pada tingkatan manajemen
kesehatan di Dinas Kesehatan Kabupaten dan Provinsi. Dengan
penguatan sistem informasi kesehatan pada semua jenjang termasuk
perbaikan kualitas pada pencatatan dan pelaporan maka diharapkan
terwujud data yang berkualitas dan terkini yang dapat dimanfaatkan dalam
pengambilan penyusunan perencanaan dan pengambilan kebijakan yang
tepat. Sistem Informasi Kesehatan on-line yang berbasis fasilitas masih
harus terus dikembangkan di Provinsi Maluku Utara yang meliputi
pengembangan jaringan, input, dan entry point di daerah dan fasilitas
kesehatan serta pemanfaatan informasi yang lain.

57 | Renstra Dinkes 2014-2019


Rencana Strategis Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara
2014 - 2019

8. Sumber Daya Kesehatan


Untuk program Sumber Daya Manusia Kesehatan pada tahun
2014 rasio tenaga kesehatan per 100.000 penduduk belum memadai.
Dalam pembangunan kesehatan, SDM kesehatan merupakan salah satu
isu utama yang mendapat perhatian terutama yang terkait dengan jumlah,
jenis dan distribusi. Oleh karena itu diperlukan penanganan yang lebih
seksama yang didukung dengan regulasi yang memadai dan pengaturan
insentif, reward-punishment, dan sistem pengembangan karier.

9. Obat dan Perbekalan Kesehatan


Untuk Program Obat dan Perbekalan Kesehatan, ketersediaan obat
esensial generik di sarana pelayanan kesehatan memenuhi standar WHO,
anggaran untuk obat esensiel generik di sektor publik sebesar 14.47%
dengan target setara dengan US $2 perkapita. Dalam pengadaan obat
sering terkendala sistem pengadaan yang berpotensi menimbulkan
terputusnya ketersediaan obat dan vaksin. Walaupun ketersediaan OGB
tinggi, harga murah tetapi akses masyarakat terhambat karena kurang
memahaminya tentang pemanfaatan obat tersebut sesuai hasil Riskesdas
2013 proporsi rumah tangga yang mempunyai pengetahuan yang benar
tentang obat generik hanya mencapai 14,6%, oleh karenanya perlu lebih
giat lagi untuk mempromosikan OGB ini dikalangan masyarakat luas.
Disisi lain, diperlukan intensifikasi upaya-upaya untuk memberikan
pengetahuan kepada masyarakat mengenai bahaya penggunaan
antibiotik secara bebas, mengingat hasil Riskesdas menunjukkan cukup
tingginya proporsi rumah tangga yang menyimpan obat keras dan
antibiotik tanpa resep yaitu 82% dan 85,6%. Selain itu masih banyaknya
produk alat kesehatan yang belum memenuhi syarat beredar di
masyarakat, dan perlunya peningkatan kualitas pelayanan kefarmasian
yang terlihat dari masih rendahnya cakupan instalasi farmasi rumah sakit
yang memenuhi standar dan capaian puskesmas yang mampu
melaksanakan pelayanan kefarmasian sesuai standar.

58 | Renstra Dinkes 2014-2019


Rencana Strategis Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara
2014 - 2019

10. Kebijakan dan Manajemen


Untuk Program Kebijakan dan Manajemen perlu terus
dikembangkan dan lebih difokuskan utamanya untuk mencapai efektifitas
dan efisiensi penyelenggaraan pembangunan kesehatan melalui
penguatan manajerial dan sinkronisasi perencanaan kebijakan program
dan anggaran. Penguatan perencanaan berbasis data serta pemantauan
capaian kinerja termasuk evaluasi program secara terus menerus
diharapkan dapat meningkatkan kualitas manajemen program.

11. Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat


Program Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat
masih perlu ditingkatkan seperti rumah tangga dengan Perilaku Hidup
Bersih dan Sehat (PHBS). Riskesdas 2013 menunjukkan pencapaian
PHBS pada tatanan rumah tangga masih cukup rendah yaitu 26,2%.
Indikator lainnya seperti Desa Siaga sampai dengan tahun 2013 sudah
mencapai 739 desa/kelurahan (65,40%) dari 1.021 desa se-Provinsi
Maluku Utara. Untuk Posyandu Pratama ada 279 (18,7%), Posyandu
Madya ada 433 (29%), Posyandu Purnama ada 408 (27,4%) dan
Posyandu Mandiri ada 60 (4,03%) dari jumlah 552 posyandu, untuk itu
perlu untuk lebih mendorong keikutsertaan masyarakat dalam pencapaian
posyandu tersebut terutama untuk menjadi posyandu Purnama dan
posyandu Mandiri. Untuk prilaku perokok harus lebih diberikan perhatian
khusus dengan makin mudanya usia awal perokok serta semakin
gencarnya iklan rokok.
Pencapaian jumlah desa untuk menjadi desa siaga integrasi perlu
ditingkatkan, selain itu pengembangan desa siaga yang telah terbentuk
juga perlu diperhatikan antara lain disebabkan karena belum semua desa
siaga memiliki Pos Kesehatan Desa (Poskesdes), masih terbatasnya
jumlah Puskesmas yang mampu melaksanakan PONED dan perlunya
peningkatan mobilisasi ibu hamil untuk bersalin pada tenaga kesehatan

59 | Renstra Dinkes 2014-2019


Rencana Strategis Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara
2014 - 2019

dan upaya peningkatan kualitas Posyandu menjadi Posyandu Purnama


dan Mandiri perlu lebih digiatkan.
Penyampaian pesan kesehatan utamanya melalui media massa
baik cetak maupun elektronik telah dilakukan secara berkala namun perlu
penguatan untuk advokasi. Pembangunan kesehatan perlu memberikan
penekanan pada peningkatan kesetaraan gender dalam rangka
memberikan kesempatan yang sama untuk memperoleh akses,
partisipasi, manfaat dan kontrol antara laki-laki dan perempuan dalam
mendapatkan pelayanan kesehatan dan perannya dalam pembangunan
kesehatan.

12. Lingkungan Sehat

Untuk Program Lingkungan Sehat hingga pada tahun 2013 akses


masyarakat terhadap air bersih dan sanitasi masih perlu ditingkatkan
antara lain melalui pendampingan PAMSIMAS. Persentase rumah sehat
mencapai 83,2%, persentase desa yang memfasilitasi STBM (Sanitasi
Total Berbasis Masyarakat) hanya mencapai 25,5% (288 desa dari 1.130
desa), desa STOP BABS masih sangat rendah yaitu hanya mencapai 9
buah (0,78%). Persentase cakupan keluarga menggunakan air minum
layak 12,2% belum tercapai dari target 70%, dan persentase Tempat
Tempat Umum (TTU) yang memenuhi syarat 71,03%, belum mencapai
target 70%.

60 | Renstra Dinkes 2014-2019


Rencana Strategis Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara
2014 - 2019

BAB IV
VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN , STRATEGI DAN
KEBIJAKAN PEMBANGUNAN KESEHATAN
TAHUN 2014 - 2019

4. 1. Visi dan Misi Dinas Kesehatan


Pembangunan kesehatan diselenggarakan berlandaskan pada dasar-
dasar pembangunan kesehatan yaitu perikemanusiaan, keseimbangan,
manfaat, perlindungan, penghormatan terhadap hak dan kewajiban, keadilan,
gender dan non-diskriminatif dan norma-norma agama. Pembangunan
kesehatan tersebut diselenggarakan untuk mencapai suatu kondisi kesehatan
yang baik yang ditandai oleh penduduknya hidup dalam lingkungan dan
dengan perilaku hidup sehat serta memiliki kemampuan untuk menjangkau
pelayanan kesehatan yang bermutu secara adil dan merata, serta memiliki
derajat kesehatan yang setinggi-tinginya di seluruh wilayah Provinsi Maluku
Utara.
Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara sebagai salah satu Satuan
Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Maluku
Utara mempunyai VISI:

“TERWUJUDNYA MASYARAKAT MALUKU UTARA


SEHAT SECARA MANDIRI DAN BERKEADILAN’

Visi Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara tersebut mengandung


makna bahwa Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara mampu mendorong
pembangunan berwawasan kesehatan dan kemandirian masyarakat dalam
mewujudkan lingkungan hidup yang sehat dan berperilaku sehat serta mampu
menggerakkan semua potensi yang ada dalam menyediakan pelayanan
kesehatan yang merata dan bermutu bagi semua penduduk, guna memperoleh
derajat kesehatan yang optimal, sebagai perwujudan hak asasi manusia di
bidang kesehatan.
Upaya untuk mencapai masyarakat Maluku Utara sehat yang mandiri dan
berkeadilan ditempuh melalui misi sebagai berikut :

61 | Renstra Dinkes 2014-2019


Rencana Strategis Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara
2014 - 2019

1. Meningkatkan Derajat Kesehatan Masyarakat melalui pemberdayaan


Masyarakat termasuk Swasta dan Masyarakat madani
2. Meningkatkan Peran serta Masyarakat dan swasta dalam penyelenggaraan
UKBM (Upaya Kesehatan Bersumber Masyarakat ).
3. Meningkatkan Pembangunan Prasarana Fisik Kesehatan dan Fasilitas
penunjang lainnya
4. Meningkatkan Manajemen Pelayanan Kesehatan dan sistem Informasi
Kesehatan Daerah.

4. 2. Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah Dinas Kesehatan

4.2.1 Tujuan terselenggaranya Pembangunan Kesehatan di Provinsi


Maluku Utara
Tujuan pembangunan kesehatan di Maluku Utara dijabarkan sebagai
berikut :

1. Terselenggaranya pembangunan kesehatan secara berhasil guna dan


berdaya guna dalam rangka meningkatkan status kesehatan masyarakat
optimal pada semua kontinum siklus kehidupan (life cycle)
2. Mewujudkan penyediaan sarana pelayanan kesehatan dasar yang
berkualitas dan sesuai standar di seluruh wilayah Provinsi Maluku Utara.
3. Melaksanakan penanggulangan dan penanganan masalah kesehatan
masyarakat secara dini
4. Memenuhi kebutuhan dasar seluruh lapisan masyarakat dalam
mengakses pelayanan kesehatan yang berkualitas

Dengan terselenggaranya pembangunan kesehatan di Provinsi Maluku Utara


yang berhasil-guna dan berdaya-guna dalam rangka mencapai derajat
kesehatan masyarakat yang optimal, dengan menganut dan menjunjung
tinggi nilai-nilai sebagai berikut :

62 | Renstra Dinkes 2014-2019


Rencana Strategis Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara
2014 - 2019

a. Pro Rakyat ( Berpihak kepada rakyat )


Dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan di Provinsi Maluku
Utara selalu mendahulukan kepentingan rakyat dan haruslah
menghasilkan yang terbaik untuk rakyat. Diperolehnya derajat kesehatan
yang setinggi-tingginya bagi setiap penduduk adalah salah satu hak
asasi manusia tanpa membedakan suku, golongan, agama dan status
sosial ekonomi.

b. Inklusif (kerja sama TIM)


Semua program pembangunan kesehatan haruslah melibatkan semua
pihak, karena pembangunan kesehatan tidak mungkin hanya
dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan saja. Dengan demikian, seluruh
komponen masyarakat harus berpartisipasi aktif, yang meliputi lintas
sektor, organisasi profesi, organisasi masyarakat pengusaha,
masyarakat madani dan lain-lain.
c. Responsif
Program kesehatan haruslah sesuai dengan kebutuhan dan keinginan
rakyat, situasi kondisi setempat, sosial budaya dan kondisi geografis.
Faktor-faktor ini menjadi dasar dalam mengatasi permasalahan
kesehatan yang ada.
d. Efektif
Program kesehatan harus mencapai hasil yang signifikan sesuai target
yang telah ditetapkan, dan harus bertindak cepat dan tepat bersifat
efisien.
e. Bersih
Penyelenggaraan pembangunan kesehatan harus bebas dari korupsi,
kolusi dan nepotisme (KKN), transparan dan akuntabel.

63 | Renstra Dinkes 2014-2019


Rencana Strategis Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara
2014 - 2019

4.2.2. Sasaran strategis dalam pembangunan kesehatan di Provinsi


Maluku Utara
Sasaran strategis dalam pembangunan kesehatan di Provinsi
Maluku Utara yang akan dicapai pada tahun 2019 adalah sebagai berikut :
1. Meningkatnya status kesehatan masyarakat, dengan sasaran yang
akan dicapai adalah:
a. Menurunnya AKI sebesar 200 per 100.000 KH
b. Menurunnya AKB sebesar 28 per 1000 KH
c. Meningkatnya persentase persalinan di fasilitas kesehatan sebesar
85%.
2. Meningkatnya peran serta dan pemberdayaan masyarakat dalam
bidang kesehatan, dengan sasaran yang akan dicapai adalah:
a. Meningkatnya persentase kabupaten dan kota yang memiliki
kebijakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sebesar 80%.
b. Meningkatnya dukungan lintas sektor terkait dalam pemberdayaan
masyarakat dibidang kesehatan
3. Meningkatnya pengendalian penyakit, dengan sasaran yang ingin
dicapai adalah:
a. Persentase kabupaten/kota yang melaksanakan kawasan sehat
sebesar 90%.
b. Cakupan desa UCI sebesar 100%
c. Persentase balita yang mendapatkan imunisasi dasar lengkap
sebesar 90%.
d. Persentase desa yang melaksanakan kegiatan Posbindu sebesar
50%
4. Meningkatnya akses dan mutu fasilitas pelayanan kesehatan, dengan
sasaran sebagai berikut :
a. Jumlah puskesmas yang terakreditasi yaitu sebanyak 100
puskesmas
b. Persentase rumah sakit pemerintah yang terakreditasi, yaitu sebesar
100%

64 | Renstra Dinkes 2014-2019


Rencana Strategis Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara
2014 - 2019

c. Meningkatnya sarana dan prasarana pelayanan kesehatan rujukan


di Sofifi
d. Meningkatnya sarana dan prasarana pelayanan kesehatan khusus di
Sofifi
5. Meningkatnya akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin
Meningkatnya jumlah kabupaten/kota yang terintegrasi JKN sebanyak
10 kab/kota
6. Meningkatnya akses, kemandirian, dan mutu sediaan farmasi dan alat
kesehatan, dengan sasaran yang ingin dicapai adalah:
a. Persentase instalasi farmasi sesuai standar sebesar 100%
b. Persentase ketersediaan obat dan vaksin sebesar 95%.
c. Persentase Penggunaan Obat Rasional di sarana pelayanan
kesehatan sebesar 100%
7. Meningkatnya jumlah, jenis, kualitas dan pemerataan tenaga
kesehatan, dengan sasaran yang ingin dicapai adalah:
a. Persentase puskesmas yang memiliki 9 jenis tenaga kesehatan
sebesar 100%
b. Persentase rumah sakit pemerintah yang memenuhi standar
ketenagaan sesuai tipe rumah sakit sebesar 80%
c. Persentase tenagakesehatan yang teregistrasi sebesar 100%
8. Mewujudkan Sistem Informasi Kesehatan terintegrasi, dengan sasaran
yang ingin dicapai:
Meningkatnya persentase kabupaten/kota yang melaporkan data
kesehatan prioritas secara lengkap dan tepat waktu sebesar 80%
9. Meningkatnya akses pelayanan kesehatan rujukan di Sofifi
Beroperasinya sarana pelayanan kesehatan rujukan di Sofifi
10. Meningkatnya akses pelayanan kesehatan khusus di Sofifi
Beroperasinya sarana pelayanan kesehatan khusus jiwa di Sofifi

65 | Renstra Dinkes 2014-2019


Rencana Strategis Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara
2014 - 2019

4.3. Arah Kebijakan dan Strategi Pembangunan Kesehatan


4.3.1 Arah Kebijakan dan Strategi Pembangunan Daerah
Arah kebijakan pembangunan Kesehatan Provinsi Maluku Utara
sebagaimana dijabarkan pada kebijakan dan strategi daerah yang tercantum
dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Maluku
Utara 2014–2019 yang bertujuan meningkatkan kesadaran, kemauan,
kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar peningkatan derajat
kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya dapat terwujud, melalui
terciptanya masyarakat Maluku Utara yang ditandai oleh penduduk Maluku
Utara yang hidup dengan perilaku dan dalam lingkungan sehat, memiliki
kemampuan untuk menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu, secara
adil dan merata, serta memilki derajat kesehatan yang setinggi-tinginya di
seluruh wilayah Maluku Utara.
Sasaran pembangunan kesehatan yang akan dicapai pada tahun
2025 adalah meningkatnya derajat kesehatan masyarakat yang ditunjukkan
dengan meningkatnya Umur Harapan Hidup, menurunnya Angka Kematian
Bayi, menurunnya Angka Kematian Ibu, dan menurunnya prevalensi gizi
kurang pada balita. Untuk mencapai tujuan dan sasaran pembangunan
kesehatan, maka strategi pembangunan kesehatan jangka panjang adalah: 1)
pembangunan berwawasan kesehatan; 2) pemberdayaan masyarakat dan
daerah; 3) pengembangan upaya dan pembiayaan kesehatan; 4)
pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan; dan 5)
penanggulangan keadaan darurat kesehatan.

Kebijakan pembangunan kesehatan difokuskan pada penguatan


upaya kesehatan dasar (primary health care) yang berkualitas terutama
melalui peningkatan jaminan kesehatan, peningkatan akses dan mutu
pelayanan kesehatan dasar dan rujukan yang didukung dengan penguatan
sistem kesehatan dan peningkatan pembiayaan kesehatan. Untuk itu maka
sasaran strategis Dinas Kesehatan ditetapkan sebagai berikut:

66 | Renstra Dinkes 2014-2019


Rencana Strategis Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara
2014 - 2019

NO SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA UTAMA


1 2 3
1. Meningkatnya Status Menurunnya AKI sebesar 200 per 100.000 KH
Kesehatan Masyarakat
Menurunnya AKB sebesar 28 per 1000 KH

Meningkatnya persalinan di fasilitas kesehatan sebesar


85%

2. Meningkatnya peran serta Meningkatnya persentase kabupaten kota yang memiliki


dan pemberdayaan kebijakan PHBS sebesar 80%
masyarakat dalam bidang
kesehatan Meningkatnya dukungan lintas sector terkait dalam
pemberdayaan masyarakat dibidang kesehatan

3 Meningkatnya Persentase kabupaten/kota yang melaksanakan kawasan


pengendalian penyakit sehat sebanyak 90%
Cakupan desa UCI sebanyak 100%
Persentase balita yang mendapatkan imunisasi dasar
lengkap sebanyak 90%
Persentase desa yang melaksanakan posbindu PTM
sebanyak 50%

4 Meningkatnya akses dan Jumlah puskesmas terakreditasi sebanyak 100 puskesmas


mutu fasilitas pelayanan Persentase rumah sakit pemerintah terakreditasi sebnayak
kesehatan 100%
Meningkatnya sarana dan prasarana pelayanan kesehatan
rujukan di sofifi
Meningkatnya sarana dan prasarana pelayanan kesehatan
khusus di sofifi

5 Meningkatnya akses Meningkatnya jumlah kabupaten/kota terigrasi JKN


pelayanan kesehatan bagi sebanyak 10 kab/kota
masyarakat miskin
6 Meningkatnya akses, Persentase instalasi farmasi sesuai standar sebesar 100%
kemandirian, dan mutu Persentase ketersediaan obat dan vaksin sebesar 95%
sediaan farmasi dan alat
kesehatan
Persentase pengunaan obat rasional di sarana pelayanan
kesehatan sebesar 100%
7 Meningkatnya jumlah, Persentase puskesmas yang memiliki 9 jenis tenaga
jenis, kualitas dan kesehatan sebesar 100%
pemerataan tenaga Persentase rumah sakit pemerintah yang memenuhi
kesehatan standar ketenagaan sesuai tipe rumah sakit sebesar 80%
Persentase tenaga kesehatan yang teregistrasi sebesar
100%
8 Meningkatnya system Meningkatnya kab/kota yang melaporkan data prioritas
informasi kesehatan yang tepat waktu
terintegrasi
9 Meningkatnya akses Beroperasinya sarana pelayanan kesehatan rujukan di

67 | Renstra Dinkes 2014-2019


Rencana Strategis Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara
2014 - 2019

pelayanan kesehatan sofifi


rujukan di Sofifi
10 Meningkatnya akses Beroperasinya sarana pelayanan kesehatan khusus jiwa di
pelayanan kesehatan sofifi
khusus jiwa di Sofifi

4.3.2. Arah Kebijakan dan Strategi Dinas Kesehatan


4.3.2.a. Arah Kebijakan
Untuk mewujudkan Visi dan Misi Provinsi Maluku Utara pada tahun
2019 serta memperhatikan pencapaian prioritas daerah bidang kesehatan, dan
untuk menjamin dan mendukung pelaksanaan berbagai upaya kesehatan yang
efektif dan efesien maka strategi pembangunan kesehatan di Provinsi Maluku
Utara dalam periode 2014–2019 dilakukan secara terintegrasi dalam focus dan
lokus opada kegiatan dengan daya ungkit besar dalam pencapaian
pembangunan kesehatan.
Arah kebijakan pembangunan kesehatan Maluku Utara yang
berpedoman pada arah kebijakan pembangunan daerah dan arah kebijakan
kementerian kesehatan, mengacu pada tiga dimensi penting yaitu:
1. Penguatan Pelayanan Kesehatan Primer (Primary Health Care)
Pelayanan kesehatan primer yaitu puskesmas dan jaringannya memegang
peranan penting dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan
masyarakat. Sebagai lini terdepan dalam pelayanan kesehatan, maka
puskesmas mempunyai fungsi sebagai Pembina kesehatan wilayah melalui
4 jenis upaya, yaitu:
a. Meningkatkan dan memberdayakan masyarakat
b. Melaksanakan upaya kesehatan perorangan
c. Melaksanakan upaya kesehatan masyarakat
d. Memantau dan mendorong pembangunan berwawasan kesehatan
Untuk penguatan fungsi tersebut, maka dilakukan revitalisasi puskesmas,
dengan fokus pada 5 hal, yaitu:
1) Peningkatan SDM, selain upaya pemenuhan tenaga medis, sebagai
upaya untuk meningkatkan fungsi promotif dan preventif pada

68 | Renstra Dinkes 2014-2019


Rencana Strategis Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara
2014 - 2019

pelayanan dasar maka peningkatan SDM akan diutamakan untuk


ketersediaan 9 jenis tenaga kesehatan, antara lain: tenaga
kesehatan masyarakat, tenaga kesehatan lingkungan, tenaga gizi,
tenaga kefarmasian, dan analis kesehatan.
2) Peningkatan kemampuan teknis dan manajemen puskesmas,
yang diarahkan untuk meningkatkan mutu sistem informasi
kesehatan, mutu perencanaan di tingkat puskesmas dan
kemampuan teknis untuk pelaksanaan deteksi dini masalah
kesehatan, pemberdayaan masyarakat, dan pemantauan kualitas
kesehatan lingkungan.
3) Peningkatan pembiayaan, diarahkan untuk memperkuat
pelaksanaan promotif dan preventif secara efektif dan efesien
dengan memaksimalkan sumber pembiayaan puskesmas.
4) Peningkatan Sistem Informasi, diarahkan untuk mendapatkan
data dan informasi masalah kesehatan dan capaian pembangunan
kesehatan yang dilakukan secara tepat waktu dan akurat.
5) Pelaksanaan akreditasi puskesmas, ditujukan untuk meningkatkan
mutu pelayanan kesehatan dan difokuskan pada daerah yang
menjadi prioritas pembangunan kesehatan.

2. Penerapan Pendekatan Keberlanjutan Pelayanan (continuum of care)


Pendekatan ini dilaksanakan melalui cakupan, mutu, dan keberlangsungan
upaya pencegahan penyakit dan pelayanan kesehatan ibu, bayi, balita,
remaja, usia kerja dan usia lanjut.

3. Intervensi Berbasis Risiko Kesehatan


Diarahkan pada program-program khusus untuk menangani permasalahan
kesehatan pada bayi, balita dan lansia, ibu hamil, pengungsi, dan keluarga
miskin, kelompok-kelompok beresiko, serta masyarakat di daerah terpencil,
perbatasan dan kepulauan, dan daerah bermasalah kesehatan.

69 | Renstra Dinkes 2014-2019


Rencana Strategis Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara
2014 - 2019

B. 2. Strategi

Untuk mewujudkan Visi dan Misi Provinsi Maluku Utara pada tahun
2019 serta memperhatikan pencapaian Prioritas Daerah Bidang Kesehatan,
maka pembangunan kesehatan di Provinsi Maluku Utara dalam periode
2014–2019 akan dilaksanakan dengan strategi sebagai berikut :
1. Pemberdayaan masyarakat dalam meningkatkan status Kesehatan.
Mendorong kerjasama antar masyarakat, antar kelompok, serta antar lembaga
dalam rangka pembangunan berwawasan kesehatan; memantapkan peran
masyarakat dan pelaku pembangunan kesehatan; meningkatkan upaya
kesehatan bersumberdaya masyarakat; menerapkan promosi kesehatan yang
efektif memanfaatkan agent of change setempat.
Fokus dari strategi ini adalah sebagai berikut :
a. Meningkatkan upaya promosi kesehatan dalam mencapai perubahan
perilaku dan kemandirian masyarakat untuk hidup sehat.
b. Meningkatkan mobilisasi masyarakat dalam rangka pemberdayaan
melalui advokasi, kemitraan dan peningkatan sumber daya pendukung
untuk pengembangan sarana dan prasarana dalam mendukung Upaya
Kesehatan Berbasis Masyarakat (UKBM).
c. Meningkatkan advokasi dalam rangka meningkatkan pembiayaan APBD
untuk kesehatan menjadi 10% sesuai Undang-Undang No. 36 tahun
2009 tentang Kesehatan.
d. Meningkatkan advokasi dalam rangka meningkatkan pembiayaan untuk
kesehatan dari dana alokasi desa sebanyak minimal 5% sesuai
kewenangan pada Undang-Undang No. 23 tahun 2014 tentang
Pemerintahan Daerah
e. Meningkatkan kemandirian masyarakat dalam sistem peringatan dini,
penanggulangan dampak kesehatan akibat bencana serta terjadinya
wabah/KLB.

70 | Renstra Dinkes 2014-2019


Rencana Strategis Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara
2014 - 2019

f. Meningkatkan keterpaduan pemberdayaan masyarakat di bidang


kesehatan dengan kegiatan yang berdampak pada sustainability and
self belonging program.
g. Meningkatkan kerjasama lintas bidang dan lintas program, terutama
dalam pertanian, perikanan, perhubungan, perdagangan, perindustrian,
pendidikan, agama, kependudukan, perlindungan anak, ekonomi,
pengawasan pangan dan budaya.

2. Mendukung Ketersediaan Sarana dan Prasarana Pelayanan Kesehatan


yang sesuai Standar.
Pemenuhan pelayanan kesehatan dasar termasuk layanan rawat inap dan
puskesmas mampu PONED dan rumah sakit mampu PONEK yang
didukung dengan kemudahan akses baik jarak maupun pembiayaan;
memfokuskan pada upaya percepatan pembangunan kesehatan di daerah
tertinggal, terpencil dan kepulauan agar mendapatkan kesempatan yang
sama dalam pelayanan kesehatan dan mengutamakan upaya promotif dan
preventif untuk meningkatkan kualitas manusia yang sehat (fisik, mental,
sosial) dan mengurangi angka kesakitan; mendukung akreditasi
puskesmas dan rumah sakit dalam upaya perbaikan mutu pelayanan,
menuju inovasi upaya pelayanan kesehatan berkelanjutan, melalui
reformasi upaya kesehatan sehingga tercapai pelayanan kesehatan yang
berdayaguna dan berhasil guna.
Fokus dari strategi ini adalah sebagai berikut :
a. Meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dengan mendorong
meningkatnya jumlah Puskesmas, Pustu, Poskesdes / Polindes,dan
jaringannya sehingga program yang sudah berjalan seperti Posyandu
yang memungkinkan imunisasi dan vaksinasi massal seperti DPT dapat
dilakukan secara efektif sehingga penurunan tingkat kematian bayi dan
balita sesuai komitmen global dapat tercapai.

71 | Renstra Dinkes 2014-2019


Rencana Strategis Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara
2014 - 2019

b. Mendukung terlaksananya akreditasi psukesmas dan rumah sakit dalam


upaya menjamin tersedianya sarana pelayanan kesehatan yang
bermutu bagi masyarakat
c. Mendukung ketersediaan sarana pendukung pada pelayanan kesehatan
dasar dan jaringannya misalnya kendaraan roda empat dan roda dua,
serta Puskesmas Keliling laut (pusling laut) untuk operasional
Puskesmas dengan wilayah pesisir dan kepulauan, serta pelayanan
kesehatan khusus Kepulauan misalnya Kapal rumah sakit..
d. Meningkatkan pendukung atau penunjang pelayanan kesehatan antara
lain dengan membentuk laboratorium rujukan provinsi, jaringan
laboratorium referensi, jaringan penunjang medik dan lain-lain.

3. Menambah jumlah kompetensi SDM Kesehatan yang merata dan


bermutu.
Pemenuhan SDM kesehatan yang mencukupi dalam jumlah, jenis,
kualitasnya, serta terdistribusi secara efektif sesuai dengan kepentingan
masyarakat secara adil, terutama di daerah tertinggal, terpencil, kepulauan
dan daerah bermasalah kesehatan; mengedepankan upaya
pengembangan dan pemberdayaan SDM kesehatan yang berkualitas dan
berdaya saing dengan lebih memantapkan Sistem Mutu (upaya,
pengawasan, audit), standarisasi dan sertifikasi, serta mempermudah
akses SDM kesehatan terhadap pendidikan dan pelatihan yang
berkelanjutan; mengembangkan kode etik profesi serta meningkatkan
pembinaan dan pengawasan SDM kesehatan diiringi dengan upaya
menyejahterakan dalam rangka meningkatkan profesionalisme SDM
Kesehatan.

Fokus dari strategi ini adalah sebagai berikut :


a. Advokasi untuk peningkatan kesejahteraan dan perbaikan sistem
insentif bagi tenaga medis dan paramedis khususnya yang bertugas di
daerah terpencil, tertinggal dan kepulauan.

72 | Renstra Dinkes 2014-2019


Rencana Strategis Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara
2014 - 2019

b. Advokasi, sosialisasi dan implementasi penguatan peraturan


perundang-undangan dalam aspek standarisasi, akreditasi, sertifikasi
kompetensi dan lisensi SDM Kesehatan.
c. Peningkatan kerjasama antara institusi pendidikan tenaga kesehatan
dengan penyedia pelayanan kesehatan dan organisasi profesi.
d. Meningkatkan perencanaan, pengadaan dan pendayagunaan serta
pembinaan dan pengawasan sumber daya manusia kesehatan.

4. Sistem Jaminan Kesehatan Masyarakat Miskin


Untuk memantapkan penataan sistem pembiayaan kesehatan kearah
kesiapan konsep, kelembagaan dan dukungan terhadap penerapan
jaminan kesehatan nasional menuju universal coverage tahun 2019

Fokus strategi ini adalah sebagai berikut :


a. Pelaksanaan program Jaminan Kesehatan bagi masyarakat miskin yang
termaktub dalam Sistem Jaminan Kesehatan Semesta Maluku Utara
b. Menyempurnakan dan memantapkan sistem Jaminan Kesehatan bagi
masyarakat miskin baik dari segi kualitas pelayanan, akses pelayanan,
akuntabilitas anggaran dan penataan administrasi yang transparan dan
bersih.

73 | Renstra Dinkes 2014-2019


Rencana Strategis Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara
2014 - 2019

BAB V
PROGRAM-PROGRAM PEMBANGUNAN BIDANG KESEHATAN
PROVINSI MALUKU UTARA
TAHUN 2014 - 2019

Berdasarkan Visi, Misi, Tujuan, Strategi dan Sasaran Strategis


sebagaimana diuraikan dalam bab-bab sebelumnya, maka disusunlah program-
program Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara tahun 2014-2019. Berdasarkan
Permendagri Nomor 13 tahun 2006 Program Kesehatan yang akan dilaksanakan
dibagi dalam dua jenis, yaitu Urusan Semua SKPD (Program Generik ) dan
Urusan Wajib Kesehatan (Program Teknis), dengan rincian sebagai berikut:

5.1. URUSAN SEMUA SKPD (Program Generik )


1. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran
ii. Tujuan
Program ini bertujuan meningkatkan dukungan administrasi dalam
penyelenggaran manajemen dan operasional pembangunan kesehatan.
iii. Sasaran
Terpenuhinya kebutuhan administrasi perkantoran pada Dinas
Kesehatan Provinsi Maluku Utara.
iv. Kegiatan Pokok
1) Penyediaan jasa surat menyurat.
2) Penyediaan jasa komunikasi, sumber daya air dan listrik.
3) Penyediaan jasa administrasi keuangan.
4) Penyediaan jasa kebersihan kantor.
5) Penyediaan alat tulis kantor
6) Penyediaan barang cetakan dan penggandaan
7) Penyediaan komponen instalasi listrik.penerangan bangunan kantor.
8) Penyediaan makanan dan minuman.
9) Rapat-rapat koordinasi dan konsultasi luar daerah.
10) Rapat-rapat koordinasi dan konsultasi ke dalam daerah
11) Penyediaan Jasa Administrasi Perkantoran.

74 | Renstra Dinkes 2014-2019


Rencana Strategis Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara
2014 - 2019

2. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur


i. Tujuan
Program ini bertujuan meningkatkan dukungan sarana dan prasarana
bagi aparatur penyelenggara pembangunan kesehatan.
ii. Sasaran
Tersedianya sarana dan prasarana aparatur yang memadai guna
menunjang kelancaran penyelenggaraan pembangunan kesehatan.
iii. Kegiatan Pokok
1) Pengadaan perlengkapan gedung kantor.
2) Pengadaan peralatan gedung kantor.
3) Pengadaan meubelair
4) Pemeliharaan rutin/berkala gedung kantor.
5) Pemeliharaan rutin/berkala peralatan gedung kantor.
6) Pemeliharaan rutin/berkala mebelair.
7) Pemeliharaan rutin/berkala kendaraan dinas/operasional
3. Program Peningkatan Displin Aparatur
i. Tujuan
Meningkatkan Disiplin Aparatur dalam penyelenggaraan tugas – tugas
kedinasan
ii. Sasaran
Meningkatnya kemampuan aparatur dalam penyelenggaraan
Pembangunan Kesehatan di Provinsi Maluku Utara
iii. Kegiatan Pokok
1. Pengadaan Pakaian Khusus hari-hari tertentu
2. Penyelesaian Kasus Kepegawaian

4. Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur


i. Tujuan
Meningkatkan kemampuan, keterampilan dan profesionalisme aparatur
penyelenggara pembangunan kesehatan dalam melaksanakan tugas-
tugas kedinasan.

75 | Renstra Dinkes 2014-2019


Rencana Strategis Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara
2014 - 2019

ii. Sasaran
Meningkatnya kemampuan, keterampilan dan profesionalisme aparatur
dalam menyelenggarakan pembangunan kesehatan di Provinsi Maluku
Utara.
iii. Kegiatan Pokok
1) Pembinaan Pengelolaan Kepegawaian
2) Penilaian Tenaga Kesehatan Teladan.

5.2. URUSAN WAJIB KESEHATAN (Program Teknis)


I. Program Obat dan Perbekalan Kesehatan.
Sasaran program Obat dan Perbekalan Kesehatan adalah meningkatnya
kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat
Indikator tercapainya sasaran tersebut pada tahun 2019 adalah
sebagai berikut :
a) Persentase Instalasi/Gudang farmasi sesuai standar sebesar 100%
b) Persentase ketersediaan obat dan Vaksin sebesar 95%
c) Persentase Penggunaan Obat rasional di sarana pelayanan kesehatan
sebesar 100%

Untuk mencapai sasaran hasil tersebut, maka kegiatan yang akan


dilaksanakan meliputi :
1). Pengadaan Obat dan Perbekalan Kesehatan .
Out put :
Meningkatnya penggunaan Obat dan Perbekalan Kesehatan

Indikator untuk pencapaian out put tersebut pada tahun 2019


adalah sebagai berikut :
a). Persentase ketersediaan obat dan Vaksin sebesar 95%

2). Peningkatan Pelayanan Kefarmasian.


Out put :
Meningkatnya Pelayanan Kefarmasian sesuai standar

76 | Renstra Dinkes 2014-2019


Rencana Strategis Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara
2014 - 2019

Indikator untuk pencapaian out put tersebut pada tahun 2019


adalah sebagai berikut :

Persentasi/instalasi farmasi/gudang farmasi sesuai standar sebanyak


100%
3). Peningkatan Mutu Penggunaan Obat dan Perbekalan Kesehatan.
Out put :
Meningkatnya Mutu Penggunaan Obat dan Perbekalan Kesehatan

Indikator untuk pencapaian out put tersebut pada tahun 2019


adalah sebagai berikut :

Persentase Penggunaan Obat rasional di sarana pelayanan kesehatan


sebesar 100%

II. Program Upaya Kesehatan Masyarakat


Sasaran hasil program Upaya Kesehatan Masyarakat adalah meningkatnya
akses dan mutu pelayanan kesehatan khususnya pada fasilitas pelayanan
kesehatan tingkat pertama

Indikator tercapainya sasaran tersebut pada tahun 2019 adalah


sebagai berikut :
Jumlah puskesmas terakreditasi sebanyak 100 buah

Untuk mencapai sasaran hasil tersebut, maka kegiatan yang akan


dilaksanakan meliputi :
1). Peningkatan Kesehatan Masyarakat
Out put :
Meningkatnya pelayanan kesehatan kepada masyarakat
Indikator untuk pencapaian out put tersebut pada tahun 2019
adalah sebagai berikut :
a). Persentase Puskesmas yang telah melaksanakan manajemen
puskesmas sebanyak 100%

77 | Renstra Dinkes 2014-2019


Rencana Strategis Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara
2014 - 2019

b). Jumlah kab/kota yang siap akreditasi faskes primer sebanyak 10


kab/kota
c). Jumlah puskesmas yang menerapkan Pelayanan Keperawatan
Masyarakat (Perkesmas) sebanyak 132 puskesmas
d). Persentase Puskesmas Rawat Inap yang mampu PONED sebanyak
100%

2). Pembinaan Upaya Kesehatan Kerja dan Olahraga

Out put :
Meningkatnya upaya kesehatan kerja dan olahraga

Indikator untuk pencapaian out put tersebut pada tahun 2019


adalah sebagai berikut :
Jumlah institusi kesehatan yang melaksanakan upaya kesehatan kerja
dasar dan olahraga
3). Pembinaan Kesehatan Tradisional dan Komplementer

Out put :
Meningkatnya pelayanan kesehatan tradisional dan komplementer
Indikator untuk pencapaian out put tersebut pada tahun 2019
adalah sebagai berikut :
Persentase puskemas yang menyelenggarakan kesehatan tradisional
sebesar 75%

III. Program Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat.


Sasaran hasil kegiatan ini adalah meningkatnya kegiatan promosi
kesehatan dan pemberdayaan masyarakat
Indikator tercapainya sasaran tersebut pada tahun 2019 adalah
sebagai berikut :
a). Persentase kab/kota yang memiliki kebijakan Periaku Hidup bersih dan
Sehat (PHBS)

78 | Renstra Dinkes 2014-2019


Rencana Strategis Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara
2014 - 2019

Untuk mencapai sasaran hasil tersebut, maka kegiatan yang akan


dilaksanakan meliputi :
1). Penyuluhan Masyarakat Pola Hidup Sehat
Indikator untuk pencapaian out put tersebut pada tahun 2019
adalah sebagai berikut :
Persentase rumah tangga yang melaksanakan Perilaku Hidup Bersih
dan Sehat (PHBS) sebesar 80%.
2). Pengembangan Desa Siaga Integrasi
Indikator untuk pencapaian out put tersebut pada tahun 2019
adalah sebagai berikut :
Persentase Desa Siaga aktif integrasi sebesar 75%.

3) Pembinaan Promosi Kesehatan di Sekolah


Indikator untuk pencapaian out put tersebut pada tahun 2019
adalah sebagai berikut :
Persentase sekolah yang melaksanakan promosi kesehatan sebesar
80%.
4) Pengembangan Media Promosi dan Sadar Hidup Sehat
Indikator untuk pencapaian out put tersebut pada tahun 2019
adalah sebagai berikut :
Jumlah media promosi kesehatan

IV. Program Pembinaan dan Pengendalian Gizi Masyarakat


Meningkatnya kualitas penanganan masalah gizi masyarakat.

Indikator tercapainya sasaran tersebut pada tahun 2019 adalah


sebagai berikut :
a. Menurunnya persentase ibu hamil KEK
b. Menurunnya persentase balita stunting

79 | Renstra Dinkes 2014-2019


Rencana Strategis Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara
2014 - 2019

Untuk mencapai sasaran hasil tersebut, maka kegiatan yang akan


dilaksanakan meliputi :

1). Pembinaan dan Pengendalian Gizi Masyarakat


Out put :
Meningkatnya penanganan masalah gizi masyarakat dan peningkatan
kualitas perbaikan gizi masyarakat
Indikator tercapainya sasaran pada tahun 2019 adalah:
a). Persentase ibu hamil kurang energi kronik yang mendapat makanan
tambahan sebanyak 95%
b) Persentase bayi kurang dari 6 bulan mendapatkan ASI eksklusif
sebanyak 50%
c) Persentase balita ditimbang berat badannya (D/S) sebanyak 90%

2). Penanggulangan KEP, Anemia, GAKY, Kurang Vit.A dan Zat Gizi
mikro lainnya.
Out put :
Terlaksananya Penanggulangan KEP, Anamia, GAKY, Kurang Vit.A dan
Zat Gizi mikro lainnya
Indikator tercapainya sasaran pada tahun 2019 adalah:
a) Persentase ibu hamil mendapatkan TTD sebanyak 95%
b) Persentase remaja putri mendapatkan TTD sebanyak 30%
c) Cakupan rumah tangga yang mengkonsumsi garam beryodium
sebanyak 85%
3). Penyusunan peta rawan masalah.
Out put :
Terlaksananya penyusunan peta rawan masalah gizi
Indikator tercapainya sasaran pada tahun 2019 adalah:
a) Persentase balita gizi buruk mendapatkan perawatan sebanyak 100%
b) Persentase kabupaten/kota yang melaksanakan surveilans gizi
sebanyak 100%

80 | Renstra Dinkes 2014-2019


Rencana Strategis Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara
2014 - 2019

c) Persentase kasus balita gizi kurang/gizi buruk/gizi terlacak dan


terlaporkan sebanyak 100%

V. Program Pengembangan Lingkungan Sehat.

Sasaran hasil program ini adalah meningkatnya Penyehatan dan


Pengawasan Kualitas Lingkungan
Indikator tercapainya sasaran tersebut pada tahun 2019 adalah
sebagai berikut :
Persentase kabupaten/kota yang melaksanakan kawasan sehat

Untuk mencapai sasaran hasil tersebut, maka kegiatan yang akan


dilaksanakan meliputi :
Pengawasan Kualitas Lingkungan
Out put :
Meningkatnya Penyelenggaraan Kawasan sehat

Indikator untuk pencapaian out put tersebut pada tahun 2019


adalah sebagai berikut :
Persentase kabupaten/kota yang menyelenggarakan tatanan kawasan
sehat sebesar 90%

VI. Program Pencegahan dan Pengendalian Penyakit


Sasaran hasil program Pengendalian Penyakit Menular dan Tidak Menular
adalah menurunnya angka Kesakitan, Kematian dan Kecacatan akibat
penyakit menular dan tidak menular.

Indikator tercapainya sasaran tersebut pada tahun 2019 adalah sebagai


berikut :
1. Cakupan Desa UCI
2. Persentase balita yang mendapatkan imunisasi dasar lengkap 90%
3. Persentase desa yang melaksanakan posbindu sebanyak 50%
Untuk mencapai sasaran hasil tersebut, maka kegiatan yang akan dilaksanakan
meliputi :

81 | Renstra Dinkes 2014-2019


Rencana Strategis Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara
2014 - 2019

1). Pembinaan Surveilans, Imunisasi, Karantina dan Kesehatan Matra


Indikator untuk pencapaian out put tersebut pada tahun 2019 adalah
sebagai berikut :
a) Persentase desa UCI sebesar 100%
b) Persentase balita yang mendapat imunisasi dasar lengkap sebanyak
90%

2). Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang


Indikator untuk pencapaian out put tersebut pada tahun 2019 adalah
sebagai berikut :
a) Persentase kabupaten/kota yang melakukan pengendalian vektor
terpadu sebanyak 75%
b) Jumlah kabupaten/kota dengan API <1 per 1.000 penduduk
sebanyak 10 kabupaten/kota
c) Jumlah kabupaten/kota endemis filaria berhasil menurunkan angka
mikrofilaria menjadi <1%
d) Persentase kabupaten/kota dengan IR DBD <49 per 100.000
e) Persentase kabupaten/kota yang eliminasi rabies sebesar 85%
3). Pengendalian Penyakit Menular Langsung
Indikator untuk pencapaian out put tersebut pada tahun 2019 adalah
sebagai berikut :
a) Persentase cakupan penemuan kasus baru kusta tanpa cacat
sebesar 95%
b) Persentase kabupaten/kota dengan angka keberhasilan pengobatan
TB Paru BTA+ succes rate minimal 85%
c) Persentase angka kasus HIV yang diobati sebesar 55%
d) Persentase kabupaten/kota yang 50% puskesmasnya melakukan
pemeriksaan dan tata laksana Pneumonia melalui program MTBS
sebesar 85%

82 | Renstra Dinkes 2014-2019


Rencana Strategis Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara
2014 - 2019

4). Pengendalian Penyakit tidak menular


Out put :
Menurunnya angka kesakitan, kecacatan dan kematian akibat penyakit
tidak menular
Indikator untuk pencapaian out put tersebut pada tahun 2019 adalah
sebagai berikut :
a. Persentase puskemas yang menyelenggarakan pengendalian PTM
terpadu sebesar 100%
b. Persentase desa/kelurahan yang melaksanakan kegiatan Pos
Pembinaan Terpadu (Posbindu) PTM sebesar 50%
5). Peningkatan Kesehatan Jemaah Haji
Out put :
Meningkatnya kualitas kesehatan jemaah haji
Indikator untuk pencapaian out put tersebut pada tahun 2019 adalah
sebagai berikut :
Persentase hasil pemeriksaan kesehatan jemaah haji sebesar 100%

VII. Program Pengadaan, peningkatan sarana dan prasarana rumah


sakit/rumah sakit jiwa/rumah sakit paru-paru/rumah sakit mata

Sasaran hasil program ini adalah meningkatnya keterjangkauan pelayanan


kesehatan yang bermutu bagi seluruh masyarakat.

Indikator tercapainya sasaran hasil tersebut pada tahun 2019 adalah


sebagai berikut :

a). Tersedianya sarana pelayanan kesehatan rujukan di Sofifi


b). Tersedianya sarana pelayanan kesehatan khusus jiwa di Sofifi

83 | Renstra Dinkes 2014-2019


Rencana Strategis Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara
2014 - 2019

Untuk mencapai sasaran hasil tersebut, maka kegiatan yang akan


dilaksanakan meliputi :
1) Penyediaan sarana dan prasarana pelayanan kesehatan rujukan/
kesehatan khusus
2) Penyediaan sarana pendukung pelayanan kesehatan
rujukan/kesehatan khusus
Out put :
Meningkatnya pelayanan kesehatan rujukan berkualitas dan terjangkau
bagi seluruh masyarakat.

Indikator untuk pencapaian out put tersebut pada tahun 2019


adalah sebagai berikut :
a. Beroperasinya rumah sakit provinsi di Sofifi sebagai pusat pelayanan
kesehatan rujukan di Maluku Utara
b. Beropreasinya rumah sakit jiwa sebagai pusat pelayanan kesehatan
khusus jiwa di Maluku Utara.

VIII. Program Peningkatan Kesehatan Ibu, Anak dan Reproduksi


Sasaran hasil program ini adalah meningkatnya keselamatan dan
keterjangkauan pelayanan yang bermutu bagi kesehatan ibu dan anak dan
kelompok risti lainnya (continuum of care).

Indikator tercapainya sasaran hasil tersebut pada tahun 2019 adalah


sebagai berikut :

a). Persentase persalinan di fasiltas pelayanan kesehatan sebesar 85%

Untuk mencapai sasaran hasil tersebut, maka kegiatan yang akan


dilaksanakan meliputi :
1) Peningkatan Kesehatan Bayi, Anak dan Remaja
Out put :
Meningkatnya kualitas pelayanan kesehatan bayi, anak dan remaja

84 | Renstra Dinkes 2014-2019


Rencana Strategis Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara
2014 - 2019

Indikator tercapainya sasaran hasil tersebut pada tahun 2019 adalah


sebagai berikut :

a) Cakupan kunjungan neonatal pertama (KN1) sebesar 90%.


b) Persentase kunjungan nenonatus lengkap 4 kali kunjungan sebesar
92%
c) Persentase penanganan neonatal komplikasi sebesar 90%
d) Persentase kunjungan bayi sebesar 96%
e) Persentase pelayanan anak balita sebesar 96%
f) Persentase pelayanan anak pra sekolah sebesar 70%

2). Pembinaan Kesehatan ibu dan Reproduksi


Out put :
Terlaksananya pembinaan kesehatan ibu dan reproduksi yang berkualitas
dalam upaya menurunkan AKI dan meningkatkan kualitas kesehatan ibu
dan reproduksi

Indikator untuk pencapaian out put tersebut pada tahun 2019


adalah sebagai berikut :
a) Persentase salinakes oleh nakes terlatih sebesar 90%
b) Persentase pelayanan antenatal K1 sebesar 98%

IX. Program Peningkatan Upaya Kesehatan Rujukan


Sasaran hasil program ini adalah meningkatnya keterjangkauan pelayanan
kesehatan rujukan yang bermutu bagi seluruh masyarakat.

Indikator tercapainya sasaran hasil tersebut pada tahun 2019 adalah


sebagai berikut :

Jumlah Rumah Sakit Terakreditasi sebanyak 10 RS


Meningkatnya upaya pelayanan kesehatan rujukan di Sofifi
Meningkatnya upaya pelayana kesehatan khusus jiwa di Sofifi

85 | Renstra Dinkes 2014-2019


Rencana Strategis Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara
2014 - 2019

Untuk mencapai sasaran hasil tersebut, maka kegiatan yang akan


dilaksanakan meliputi :
1). Pembinaan Upaya Kesehatan Rujukan
Out put :
Meningkatnya kualitas pelayanan kesehatan rujukan sesuai standar.

Indikator untuk pencapaian out put tersebut pada tahun 2019


adalah sebagai berikut :
a. Jumlah RS rujukan regional yang sesuai standar
b. Jumlah rumah sakit yang telah memenuhi standar peralatan sesuai
kelas rumah sakit
c. Meningkatnya sarana dan prasarana pelayanan kesehatan rujukann
di sofifi
d. Meningkatnya sarana dan prasarana pelayanan kesehatan
khususjiwa di Sofifi
e. Terbentuknya BPRS Provinsi
f. Persentase RS Pemerintah yang terakreditasi sebanyak 100%

2). Pembinaan Upaya Penunjang Medik dan Sarana Kesehatan


Out put :
Meningkatnya kualitas sarana penunjang medik dan sarana pelayanan
kesehatan rujukan sesuai standar.

Indikator untuk pencapaian out put tersebut pada tahun 2019


adalah sebagai berikut :
a. Jumlah laboratorium rumah sakit yang mengikuti PME dengan nilai
baik
b. Persentase laboratorium kesehatan aktif yang melaksnakan
pelayanan sebesar 100%

86 | Renstra Dinkes 2014-2019


Rencana Strategis Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara
2014 - 2019

3). Pembinaan Pelayanan Keperawatan dan Keteknisian Medik


Out put :
Meningkatnya kualitas sarana pelayanan keperawatan dan keteknisian
medik sesuai standar.

Indikator untuk pencapaian out put tersebut pada tahun 2019


adalah sebagai berikut :
a) Persentase rumah sakit yang melaksanakan patient safety
b) Persentase rumah sakit yang melaksanakan asuhan keperawatan
profesional
4). Pembinaan Upaya Kesehatan Jiwa
Out put :
Meningkatnya kualitas sarana pelayanan kesehatan yang
melaksanakan pelayanan kesehatan jiwa sesuai standar.

Indikator untuk pencapaian out put tersebut pada tahun 2019


adalah sebagai berikut :
Persentase rumah sakit kabupaten/kota yang melaksanakan pelayanan
spesialis jiwa dasar termasuk napza

5). Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan Spesialistik / Khusus di


DTPK
Out put :
Meningkatnya akses pelayanan kesehatan spesialistik khusus bagi
masyarakat di DTPK

Indikator untuk pencapaian out put tersebut pada tahun 2019


adalah sebagai berikut :
Jumlah pelayanan kesehatan spesialistik/khusus yang diselenggarakan
di DPTK

87 | Renstra Dinkes 2014-2019


Rencana Strategis Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara
2014 - 2019

6). Penyelenggaraan Sistem Informasi Rumah Sakit


Out put :
Meningkatnya akses pelayanan sistem informasi di rumah sakit

Indikator untuk pencapaian out put tersebut pada tahun 2019


adalah sebagai berikut :
Jumlah RS yang menyelenggarakan SIM RS yang akurat dan reliable

X. Program Perencanaan dan Penyusunan Program Kesehatan


Sasaran hasil program ini adalah meningkatnya kualitas manajemen
kesehatan.
Indikator untuk pencapaian out put tersebut pada tahun 2019
adalah sebagai berikut :
a). Jumlah ketersediaan laporan kinerja, perencanaan penganggaran
b) Jumlah ketersediaan dokumen evaluasi kinerja dan penganggaran
c) Jumlah dokumen perencanaan dan pemanfaatan DAK bidang
kesehatan

Untuk mencapai sasaran hasil tersebut, maka kegiatan yang akan


dilaksanakan meliputi:
1). Penyusunan Laporan Capaian Kinerja dan Ikhtisar Realisasi
Kinerja SKPD
Out put :
Terselenggaranya penyusunan laporan capaian kinerja dan ikhtisar
realisasi kinerja Dinas Kesehatan
Indikator untuk pencapaian out put tersebut pada tahun 2019
adalah sebagai berikut :
Jumlah ketersediaan laporan kinerja, perencanaan penganggaran
2). Monitoring, Evaluasi dan pelaporan program kegiatan SKPD

Out put :
Terlaksananya Monitoring, Evaluasi dan pelaporan program

88 | Renstra Dinkes 2014-2019


Rencana Strategis Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara
2014 - 2019

Indikator untuk pencapaian out put tersebut pada tahun 2019


adalah sebagai berikut :
a) Jumlah ketersediaan dokumen evaluasi kinerja dan penganggaran
b) Jumlah dokumen perencanaan dan pemanfaatan DAK bidang
kesehatan
3) Pendampingan Penyusunan Perencanaan dan Penganggaran
Kesehatan
Out put :
Terlaksananya sinkronisasi penyusunan perencanaan dan
penganggaran kab/kota, provinsi dan pusat
Indikator untuk pencapaian out put tersebut pada tahun 2019
adalah sebagai berikut :
a). Jumlah dokumen laporan sinkronisasi dan penyelarasan
perencanaan penganggaran
b). Jumlah dokumen perencanaan dan pemanfataan DAK bidang
kesehatan

XI. Program Peningkatan Jaminan Kesehatan Masyarakat


Sasaran hasil program ini adalah meningkatnya kualitas dan keterjangkauan
pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin.
Out put :
Meningkatnya akses pelayanan kesehatan bagi penduduk miskin
Indikator tercapainya sasaran tersebut pada tahun 2019 adalah sebagai
berikut :
1) Jumlah penduduk miskin terlindungi melalui jaminan kesehatan
2) Meningkatnya akses pelayanan kesehatan rujukan bagi masyarakat
miskin

XII. Program Pengembangan Data Informasi Kesehatan


Sasaran hasil program pengembangan data dan informasi kesehatan adalah
terselenggaranya sistem informasi kesehatan yang berkualitas.

89 | Renstra Dinkes 2014-2019


Rencana Strategis Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara
2014 - 2019

Kegiatan yang dilaksanakan adalah:


1). Pengembangan Sistem Informasi Kesehatan
2). Pengembangan Bank Data Kesehatan
Out put :
Meningkatnya kualitas sistem informasi kesehatan

Indikator tercapainya sasaran tersebut pada tahun 2019 adalah sebagai


berikut :
1) Jumlah dokumen data Informasi yang disajikan
2) Jumlah kabupaten/kota yang melaporkan data prioritas sebesar 80%

XIII. Program Peningkatan Mutu Pelayanan Kesehatan.


Sasaran hasil program peningkatan mutu Pelayanan Kesehatan adalah
terselenggaranya peningkatan mutu pelayanan Kesehatan

Indikator tercapainya sasaran tersebut pada tahun 2019 adalah


sebagai berikut :
a). Persentase ketersediaan tenaga strategis kesehatan di faskes primer
b). Persentase ketersediaan tenaga strategis kesehatan di faskes primer
c). Persentase fasilitas kesehatan yang mempunyai SDM kesehatan sesuai
standar
Untuk mencapai sasaran hasil tersebut, maka kegiatan yang akan
dilaksanakan meliputi :
1). Peningkatan mutu pelayanan.
Out put :
Terselenggaranya pelayanan kesehatan sesuai standar ketenagaan
Indikator untuk pencapaian out put tersebut pada tahun 2019
adalah sebagai berikut :
a). Persentase Puskesmas yang mempunyai tenaga sesuai dengan
standar ketenagaan Puskesmas sebesar 100%.
b) Persentase fasilitas kesehatan yang mempunyai SDM kesehatan
sesuai standar

90 | Renstra Dinkes 2014-2019


Rencana Strategis Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara
2014 - 2019

XIV. Program Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia


Kesehatan.
Sasaran hasil program ini adalah peningkatan mutu dan sumber daya
manusia kesehatan sesuai dengan standar pelayanan kesehatan

Indikator tercapainya sasaran tersebut pada tahun 2019 adalah


sebagai berikut :
a). Jumlah puskesmas yang memiliki 9 jenis tenaga
b). Jumlah SDM kesehatan yang ditingkatkan kompetensinya
Untuk mencapai sasaran hasil tersebut, maka kegiatan yang akan
dilaksanakan meliputi :
1). Standarisasi, sertifikasi dan pendidikan berkelanjutan bagi tenaga
kesehatan
2). Pendidikan dan Peningkatan Mutu SDM Kesehatan
3). Perencanaan dan Pendayagunaan SDM Kesehatan
Out put :
Terselenggaranya pelayanan kesehatan sesuai standar ketenagaan
Indikator untuk pencapaian out put tersebut pada tahun 2019
adalah sebagai berikut :
a). Jumlah tenaga kesehatan yang teregistrasi
b). Jumlah peserta baru penerima bantuan pendidikan
c). Jumlah tenaga kesehatan yang teregistrasi

XV. Program Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.


Sasaran hasil program ini adalah peningkatan meningkatnya kualitas
penelitian, pengembangan dan pemanfaatan hasil riset dibidang kesehatan

91 | Renstra Dinkes 2014-2019


Rencana Strategis Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara
2014 - 2019

Indikator tercapainya sasaran tersebut pada tahun 2019 adalah


sebagai berikut :
Jumlah rekomendasi penelitian yang digunakan sebagai dasar kebijakan
Untuk mencapai sasaran hasil tersebut, maka kegiatan yang akan
dilaksanakan meliputi :

1). Penelitian / Riset / Survey Kesehatan Daerah

Out put :
Tersedianya dokumen hasil peneltian berbasis spesifik daerah yang
dapat digunakan sebagai dasar kebijakan

92 | Renstra Dinkes 2014-2019


Rencana Strategis Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara
2014 - 2019

BAB. VI
INDIKATOR KINERJA DINAS KESEHATAN PROVINSI MALUKU UTARA
YANG MENGACU PADA TUJUAN DAN SASARAN RPJMD

Untuk Indikator Kinerja dalam pelayanan kesehatan, secara langsung


menunjukkan kinerja yang akan dicapai Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara
dalam 5 (lima) tahun mendatang sebagai komitmen untuk mendukung pencapaian
tujuan dan sasaran RPJMD. Indikator Kinerja tersebut dapat dilihat pada tabel
6.1. sebagai berikut (terlampir).

93 | Renstra Dinkes 2014-2019


Rencana Strategis Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara
2014 - 2019

BAB VII

PENUTUP

Dengan ridho dan rahmat Allah Yang Maha Kuasa, Renstra Dinas
Kesehatan Provinsi Maluku Utara Tahun 2014-2019 dapat disusun untuk
menjawab tantangan pembangunan kesehatan di Provinsi Maluku Utara yang
makin kompleks dan berlangsung cepat .
Renstra Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara ini diharapkan digunakan
sebagai acuan dalam perencanaan, pelaksanaan dan penilaian upaya Dinas
Kesehatan Provinsi Maluku Utara dalam kurun waktu 5 tahun yaitu tahun 2014-
2019. Penyusunan Renstra ini dilakukan sedemikian rupa sehingga hasil
pencapaiannya dapat diukur dan dipergunakan sebagai bahan penyusunan
laporan kinerja tahunan Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara.
Kepada semua pihak yang terlibat dalam penyusunan Renstra ini
disampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya. Tentunya Renstra Dinas
Kesehatan Provinsi Maluku Utara Tahun 2014-2019 ini dapat dilaksanakan dan
mencapai tujuannya, bila dilakukan dengan dedikasi yang tinggi dan kerja keras
dari segenap jajaran Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara. Penerapan nilai-
nilai yang dianut dan dijunjung tinggi oleh Dinas Kesehatan diharapkan dapat
memacu semangat aparat Dinas Kesehatan dalam pelaksanaan Renstra ini.

Kepala Dinas Kesehatan


Provinsi Maluku Utara

Dr. Idhar Sidi Umar, M.Kes


NIP. 19650208 199509 1 001

94 | Renstra Dinkes 2014-2019