Anda di halaman 1dari 1

Zinc (seng) adalah sebuah mineral penting dengan berbagai fungsi dalam tubuh manusia.

Zinc merupakan komponen dari lebih dari 300 enzim yang diperlukan untuk memperbaiki luka
mempertahankan kesuburan pada orang dewasa dan pertumbuhan pada anak-anak, mensintesis
protein, membantu sel bereproduksi, mempertahankan visi, meningkatkan kekebalan tubuh, dan
melindungi terhadap radikal bebas
Zinc dapat mengurangi kemampuan tubuh untuk memanfaatkan tembaga, mineral penting
lainnya. Kemampuan untuk mengganggu tembaga ini membuat terapi zinc penting bagi penderita
penyakit Wilson, suatu kondisi genetik yang menyebabkan kelebihan tembaga.
Menurut penelitian zinc dapat menurunkan lamanya diare sampai 20 % , menurunkan
frekuensi defekasi hingga 18 % – 59 % dan menurunkan kejadian diare dalam 2- 3 bulan ke depan.
Pemberian zinc di maksudkan untuk menunjang penyatuan mukosa yang berhubungan denga
proses fisiologi saluran cerna serta komponen penting dalam struktur dan fungsi membran sel yang
berfungsi memperbaiki proses epitelisasi karena pada saat diare terjadi kerusakan mukosa usus
yang disebabkan adanya gannguan mukosa usus yang dipengaruhi oleh sistem kekebalan saluran
cerna

Mekanisme Kerja Zinc


Zinc berperan di dalam sintesa Dinukleosida Adenosin (DNA) dan Ribonukleosida
Adenosin (RNA), dan protein. Maka bila terjadi defisiensi Zinc dapat menghambat pembelahan sel,
pertumbuhan dan perbaikan jaringan. Zinc umumnya ada di dalam otak, dimana zinc mengikat
protein.
Kekurangan zinc akan berakibat fatal terutama pada pembentukan struktur otak, fungsi
otak dan mengganggu respon tingkah laku dan emosi.
Mekanisme kerja Zinc untuk terapi diare diduga mempengaruhi system imun (pertahanan
tubuh) spesifik humoral ataupun selular dan mempengaruhi proses penyerapan intestinal dan/atau
proses transport sekretorik. Selain itu Zinc juga memiliki efek penghambatan antimikroba, seperti
Salmonella thypi, Salmonella parathypi A, Shigella flexneri, Shogella sonnei.