Anda di halaman 1dari 16

Tugas Biologi

“Perbandingan Teori Evolusi Darwin dan Teori Intelligent Design”

Oleh:

Muhammad Akbar

XI MIA 2

SMAN 1 BERAU

Jl.mangga 1 no.14 tg.redeb 77311 Telepon/Fax (0554)21093

E-mail: Smansaberau_smart@yahoo.co.id

2018/2019
KATA PENGANTAR

Penulis menghaturkan puji syukur pada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat
dan bimbingan-Nya maka penulis dapat menyelesaikan makalah ini yang berjudul “evolusi”
dengan baik dan tepat.
Penulis menyadari bahwa sesungguhnya, makalah ini masih jauh dari
kesempurnaan, maka dari itu penulis dengan terbuka menerima segala kritik dan saran yang
bersifat membangun demi penyempurnaan makalah ini. Penulis sadar bahwa tulisan ini dapat
diselesaikan atas bantuan dari berbagai pihak, terutama dosen dan teman – teman yang telah
meluangkan waktu untuk membantu menyelesaikan karya tulis ini.
Di akhir kata, semoga melalui makalah ini, penulis berharap agar dapat
mengingatkan diri pribadi dan dapat memberikan manfaat bagi kita semua.

Berau, 19 Februari 2019

Penulis

2
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR .................................................................................................... 2

DAFTAR ISI................................................................................................................... 3

BAB 1 PENDAHULUAN ............................................................................................... 4

1.1 Latar Belakang .................................................................................................. 4

1.2 Rumusan Masalah .......................................................................................... 5

1.3 Tujuan dan Manfaat Penulisan.......................................................................... 5

BAB 2 PEMBAHASAN ................................................................................................. 6

2.1 Pengertian Evolusi ............................................................................................ 6

2.2 Teori Evolusi .................................................................................................... 6

2.3 Pandangan Baru Tentang Evolusi ..................................................................... 12

BAB 3 PENUTUP ........................................................................................................... 14

3.1 Kesimpulan ....................................................................................................... 14

3.2 Saran ................................................................................................................. 15

DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................................... 16

3
BAB I

PENDAHULUAN

1. 1. Latar Belakang

Kata evolusi mungkin tidak asing lagi di telinga kita semua sebab, mendengar evolusi
maka kita akan, mengingat Charles Darwin. Evolusi dalam kajian biologi berarti perubahan
pada sifat-sifat terwariskan suatu populasi organisme gen yang diwariskan kepada keturunan
suatu makhluk hidup dan menjadi bervariasi dalam suatu populasi. Ketika organisme
bereproduksi, keturunannya akan mempunyai sifat-sifat yang baru. Sifat baru dapat diperoleh
dari perubahan gen akibat mutasi ataupun transfer gen antar populasi dan antar spesies. Pada
spesies yang bereproduksi secara seksual, kombinasi gen yang baru juga dihasilkan oleh
rekombinasi genetika, yang dapat meningkatkan variasi antara organisme. Evolusi terjadi
ketika perbedaan-perbedaan terwariskan ini menjadi lebih umum atau langka dalam suatu
populasi. Perubahan-perubahan ini disebabkan oleh kombinasi 3 proses utama: variasi,
reproduksi, dan seleksi. Evolusi didorong oleh 2 mekanisme utama, yaitu seleksi alam dan
variasi genetik. Seleksi alam merupakan sebuah proses yang menyebabkan sifat terwaris yang
berguna untuk keberlangsungan hidup dan reproduksi organisme menjadi lebih umum dalam
suatu populasi dan sebaliknya, sifat yang merugikan menjadi lebih berkurang. Hal ini terjadi
karena individu dengan sifat-sifat yang menguntungkan lebih berpeluang besar bereproduksi,
sehingga lebih banyak individu pada generasi selanjutnya yang mewarisi sifat-sifat yang
menguntungkan ini. Setelah beberapa generasi, adaptasi terjadi melalui kombinasi perubahan
kecil sifat yang terjadi secara terus menerus dan acak ini dengan seleksi alam. Sementara itu,
hanyutan genetik merupakan sebuah proses bebas yang menghasilkan perubahan acak pada
frekuensi sifat suatu populasi. Variasi genetik dihasilkan oleh probabilitas apakah suatu sipat
akan diwariskan ketika suatu individu bertahan hidup dan bereproduksi. Walaupun perubahan
yang dihasilkan oleh hanyutan dan seleksi alam kecil, perubahan ini akan berakumulasi dan
menyebabkan perubahan yang substansial pada organisme. Proses ini mencapai puncaknya
dengan menghasilkan spesies yang baru. Sebenarnya, kemiripan antara organisme yang satu
dengan organisme yang lain mensugestikan bahwa semua spesies yang kita kenal berasal dari
nenek moyang yang sama melalui proses divergen yang terjadi secara perlahan ini.

4
1.2. Rumusan Masalah

Dalam makalah ini akan membahas dan menjelaskan beberapa hal yang menjadi rumusan
masalah yaitu :

1. Apa yang dimaksud dengan evolusi?


2. Bagaimana penjelasan tentang masing-masing teori evolusi?
3. Bagaimana perbandingan teori-teori tentang evolusi?
4. Bagaimana proses mekanisme terjadinya evolusi?
5. Bagaimana pandangan baru terhadap teori evolusi?

1.3. Tujuan dan manfaat

Dengan penyusunan dan pembuatan makalah ini penulis berharap agar bermanfaat bagi
pembaca maupun bagi penulis serta dapat mengaplikasikan pengetahuanya di lingkungan
hidup. Tujuann dan manfaat tersebut diantaranya dalah sebagai berikut :

1. Dapat menjelaskan pengertian dari evolusi;


2. Dapat mengetahui dan menjelaskan berbagai macam teori evolusi;
3. Dapat membandingkan teori evolusi dari berbagai ahli;
4. Dapat menjelaskan bagaimana mekanisme evolusi;
5. 7.Dapat dapat mengetahui pandangan baru mengenai evolusi;

5
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 PENGERTIAN EVOLUSI

Evolusi adalah suatu perubahan pada makhluk hidup yang terjadi secara berangsur-
angsur dalam jangka waktu yang lama sehingga terbentuk spesies baru. Sedangkan,
berdasarkan ilmu biologi, evolusi merupakan cabang biologi yang mempelajari sejarah asal-
usul makhluk hidup dan keterkaitan genetik antara makhluk hidup satu dengan yang lain.
Evolusi biologi mencakup dua peristiwa, yaitu:

1. evolusi anorganik merupakan evolusi mengenai asal-usul makhluk hidup yang ada di
muka bumi, berdasarkan fakta dan penalaran teoritis;
2. evolusi organik (evolusi biologis) merupakan evolusi filogenetis, yaitu mengenai asal-
usul spesies dan hubungan kekerabatannya.

2.2 TEORI EVOLUSI

Banyak penjelasan mengenai teori evolusi yang dikemukakan oleh para ahli biologi,
baik pada masa sebelum teori evolusi Darwin maupun pada masa sesudah teori evolusi Darwin.
Teori-teori tersebut sebagai berikut:

A. Teori Evolusi Sebelum Darwin

Sejak abad ke-6 sebelum Masehi, banyak ahli yang telah berusaha mengemukakan
pendapatnya tentang asal usul berbagai jenis makhluk hidup yang ada di dunia dan banyak ahli
yang pendapatnya kemudian menjadi fondasi dalam teori evolusi. Teori mengenai adanya
evolusi yang dikemukakan oleh para ahli sebelum munculnya teori evolusi adalah sebagai
berikut.
1. Teori Fixisme
Diyakini oleh para pemikir pada masa-masa terdahulu. Teori ini meyakini adanya
aneka-ragam spesies makhluk yang bersifat independen, artinya manusia berasal dari manusia
dan seluruh binatang yang lain juga berasal dari spesies mereka masing-masing.

6
2. Teori Transformisme
Beranggapan bahwa penciptaan spesies-spesies yang ada sekarang ini berasal dari
makhluk dan spesies-spesies yang berbeda. Para ilmuwan berkeyakinan bahwa teori evolusi
alam natural paling tidak sesuai dengan masa para filosof Yunani. Sebagai contoh, Heraclitus
meyakini bahwa segala sesuatu senantiasa mengalami proses dan evolusi. Jika manusia
memiliki bentuk seperti yang dapat kita lihat sekarang ini sejak dari permulaan, niscaya ia tidak
akan dapat bertahan hidup.
3. Teori Katastropisme
Merupakan paham tentang keanekaragaman makhluk hidup dihasilkan oleh nenek
moyang yang umum, dan muncul atau punahnya makhluk hidup disebabkan oleh bencana
alam. Teori ini dikenalkan oleh George Cuvier (1796-1832), seorang ahli Palentologi (ilmu
fosil). Alasan Cuvier adalah karena ia mengamati setiap sedimen bebatuan kuno yang ia
temukan mengandung beberapa jenis hewan dan tumbuhan yang berbeda. Karena itu, ia
berpikir bahwa sedimen mewakili tiap masa atau waktu evolusi. Tiap sedimen yang
mengandung jenis-jenis organisme hidup dan mati karena bencana. Ia berkeyakinan bahwa
makhluk hidup muncul selama masa yang beraneka-ragam dalam tataran geologis. Teori ini
dalam ilmu geologi dikenal dengan nama Catastrophisme; yaitu evolusi besar di permukaan
bumi. Ia mengingkari jenis hubungan kefamilian antara makhluk hidup yang hidup pada masa
kini dengan makhluk hidup yang pernah hidup.
4. Teori Kresionisme
Merupakan teori tentang penciptaan yang terjadi dalam sekali waktu kehidupan
sekaligus lengkap, kemudian selesai dan tak ada lagi evolusi atau perubahan. Paham ini dianut
berdasar keyakinan agama juga berdasarkan keterangan Aristoteles (hidup pada masa 300 SM).
Teori Kreasionisme dianggap tidak valid karena kenyataannya banyak spesies yang hidupnya
tidak sekaligus ada pada satu zaman. Misalnya, masa hidup dinosaurus tidak bersamaan dengan
masa hidup manusia.
5. Teori Gradualisme
Dikemukakan oleh ahli geologi Swedia bernama James Hutton (1795). Paham tersebut
menyatakan bahwa perubahan geologis berlangsung pelan-pelan tetapi pasti. Teori ini tidak
mampu dijelaskan dengan mekanisme yang meyakinkan.
6. Teori Uiformitarianisme
Dinyatakan oleh Charles Lyell (1797-1875). Paham ini menyatakan bahwa proses-
proses geologis ternyata menuruti pola yang seragam sehingga kecepatan dan pengaruh
7
perubahan selalu seimbang dalam kurun waktu. Misalnya, terbentuknya gunung selalu
diimbangi dengan erosi gunung. Teori ini tidak dapat menjelaskan kejadian terbentuknya
spesies.

B. Pencetus Teori Evolusi

1. Aristoteles (384 – 322 SM)

Aristoteles adalah seorang filosof yang berasal dari Yunani, yang mencetuskan teori
evolusi. Ia mengatakan bahwa evolusi yang terjadi berdasarkan metafisika alam, maksudnya
metafisika alam dapat mengubah organisme dan habitatnya dari bentuk sederhana ke bentuk
yang lebih kompleks.

2. Anaximander (500 SM)

Filsuf yunani ini sering disebut sebagai evolusionis pertama. Anaximander memercayai
bahwa manusia berevolusi dari makhluk akuatik mirip ikan yang pindah ke darat.

3. Empedocles (495-435 SM)

Empedocles adalah seorang filsuf yunani yang menyatakan bahwa kehidupan muncul dari
lumpur dan tumbuhan kemudian berubah menjadi hewan. Menurut Ia, makhluk-makhluk
pertama memiliki bentuk seperti monster. Bentuk-bentuk ini berubah dan makhluk-makhluk
yang memiliki bentuk paling baik bertahan hidup. Pemikiran empedocles ini adalah bentuk dari
seleksi alam yang merupakan mekanisme penting dalam evolusi.

4. Georges louis leclarc de Buffon (1707-1788)

Adalah naturalis pertama di era modern yang mengembangkan konsep mengenai bentuk-
bentuk kehidupan berevolusi. Buffon berpendapat bahwa variasi-variasi yang terjadi karena
pengaruh alam sekitar diwariskan sehingga terjadi penimbunan variasi. Berdasarkan studi fosil,
naturalis berkebangsaan Perancis ini mengemukakan bahwa umur bumi kemungkinan lebih tua
dari 6000 tahun. Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa kemungkinan fosil merupakan bentuk
purba dari spesies yang ada sekarang.

5. Erasmus Darwin (1731-1802)

Erasmus Darwin adalah kakek dari Charles Darwin.Ia menulis prosa berjudul Zoonomia
yang menentang teori evolusi versi Lamarck. Namun, tulisannya ini dianggap kurang ilmiah.

8
Teorinya adalah bahwa evolusi terjadi karena bagian fungsional terhadap stimulasi adalah
diwariskan.

6. Sir Charles Lyell (1797-1875)

Lyell adalah seorang ahli geologi skotlandia yang berpendapat bahwa permukaan bumi
terbentuk melalui proses bertahap dalam jangka waktu yang lama. Pendapatnya ini
bertentangan dengan pendapat kebanyakan pada waktu itu yang menganggap bumi masih
berusia muda. Lyell menerbitkan teorinya dalam buku Principles Of Geology. Hasil karyanya
ini memengaruhi pemikiran Charles Darwin dan Lyell menjadi salah satu pendukung Darwin
di kemudian hari.

7. Jean Baptise de Lamarck (1744-1829)

Lamarck ialah seorang ahli biologi prancis yang menjelaskan evolusi berdasarkan suatu
gagasan bahwa perubahan pada suatu individu disebabkan oleh lingkungan dan bersifat
diturunkan; disebut teori Lamarckisme. Dalam bukunya yang berjudul “Philoshopic”
Lamarck mengatakan sebagai berikut :
a. Lingkungan mempunyai pengaruh pada ciri-ciri dan sifat-sifat yang diwariskan melalui
proses adaptasi lingkungan.
b. Ciri dan sifat yang terbentuk akan diwariskan kepada keturunannya.
c. Organ yang sering digunakan akan berkembang dan tumbuh membesar, sedangkan
organ yang tidak digunakan akan mengalami pemendekan atau penyusutan, bahkan
akan menghilang.

Contoh yang dapat digunakan oleh Lamarck adalah jerapah. Menurut Lamarck, pada
awalnya jerapah memiliki leher pendek. Karena makanannya berupa daun-daun yang tinggi,
maka jerapah berusaha untuk dapat menjangkaunya. Karena terbiasa dengan hal ini maka
semakin lama, leher jerapah menjadi semakin panjang dan pada generasi berikutnya akan lebih
panjang lagi.

Hipotesis Lamarck diformulasikan sebelum era biologi modern. Pada saat itu teori sel
belum dikenal, dan diperlukan satu abad lagi sebelum peran gen-gen dan kromosom diketahui.
Jadi tidaklah mengherankan bahwa suatu teori yang tidak dapat dipertahankan dalam ilmu
pengetahuan modern, diajukan pada waktu itu.

9
Teori Lamarck ditentang oleh Erasmus Darwin (kakek dari Charles Darwin) yang
mengatakan bahwa populasi jerapah adalah heterogen, ada yang berleher pendek dan ada yang
berleher panjang. Jerapah-jerapah tersebut berkompetisi untuk mendapatkan makanan. Dari
persaingan tersebut jerapah berleher panjang akan menang dan akan tetap hidup, sifat ini akan
diwariskan kepada keturunannya. Jerapah yang berleher pendek akan mati dan perlahan- lahan
mengalami kepunahan.

8. Charles Robert Darwin (1809-1882)

Darwin adalah seorang peminat ilmu alam dari inggris. Teori Evolusi Darwin tidak muncul
begitu saja, namun berdasarkan hasil perjalanannya dengan kapal Beagle ke kepulauan
Galapagos dan studi terhadap berbagai disiplin ilmu.

a. Pelayaran Darwin ke Kepulauan Galapagos

Pada tahun 1831, ia mengikuti pelayaran HMS beagle untuk memetakan jalur pelayaran.
Saat berlayar dari Inggris menggunakan kapal HMS Beagle, Darwin berusia 22 tahun (bulan
Desember 1831). Tujuan utama pelayaran tersebut adalah untuk memetakan pesisir pantai
Amerika Selatan yang masih belum jelas. Selama pelayaran ini, darwin banyak mengumpulkan
fosil,batuan, dan mengamati berbagai makhluk hidup yang ia jumpai. Pada saat awak kapal
sibuk memetakan pesisir pantai, Darwin turun ke pantai, mengamati, dan mengoleksi ratusan
spesimen fauna dan flora Amerika Selatan yang beraneka ragam dan endemik. Selain itu, saat
kapal mengelilingi benua Amerika, Darwin mengamati berbagai adaptasi tumbuhan dan hewan
yang menempati hutan Brazil, bentangan padang rumput di Argentina, daratan terpencil Tierra
del Fuego dekat Argentina dan pegunungan Andes.

Setelah mencatat flora dan fauna di berbagai wilayah Amerika Selatan, Darwin
menyimpulkan bahwa flora dan fauna di Amerika Selatan mempunyai karakteristik khusus
yang sangat berbeda dengan flora dan fauna di Eropa. Darwin juga mengatakan bahwa flora
dan fauna di daerah beriklim sedang mempunyai hubungan yang lebih dekat dengan spesies
yang hidup di wilayah tropis benua tersebut, dibandingkan spesies di daerah beriklim sedang
di Eropa. Fauna yang paling membingungkan Darwin ditemukan di Kepulauan Galapagos,
yaitu kepulauan yang berada di sebelah barat pesisir Amerika Selatan. Pada umumnya, spesies
fauna di Galapagos tidak ditemukan hidup di tempat lain, meskipun ada kesamaan dengan
hewan di Amerika Selatan. Setelah mengadakan pengamatan, diantaranya Darwin menemukan
14 jenis burung finch di Galapagos. Meskipun jenis-jenis tersebut agak mirip, namun terlihat

10
sebagai spesies yang berbeda, yang menunjukkan hubungan dengan burung Finch yang ada di
Amerika Selatan.

Perbedaan utama burung Finch, yaitu pada bentuk dan ukuran paruhnya yang merupakan
adaptasi terhadap makanan tertentu. Kelompok pertama burung Finch yang hidup di tanah
(Geospiza magnirostris) mempunyai paruh yang besar yang teradaptasi untuk memecahkan
biji, kelompok kedua Finch (Camarhynchus pallidus) yang menggunakan suatu duri kaktus
atau ranting kecil sebagai alat untuk mengorek semut atau serangga lainnya, dan kelompok
ketiga adalah kelompok kecil Finch (Camarhynchus parvulus) yang menggunakan paruhnya.
Setelah kembali ke inggris, Darwin kembali memikirkan ide-idenya tentang evolusi. Satu hal
yang mengganggunya adalah evolusi seharusnya terjadi dalam waktu yang lama, ratusan ribu
hingga jutaan tahun. Padahal pendapat yang populer di kalangan ahli geologi saat itu adalah
bumi ini baru berusia 6000 tahun. Darwin menemukan jawabannya dalam buku karangan
Charles Lyell, Principles of Geology. Setelah mempelajari buku tersebut, Darwin
berkesimpulan bahwa:

1) deretan fosil yang terdapat di batuan muda berbeda dengan fosil pada batuan yang lebih
tua.
2) perbedaan itu disebabkan adanya perubahan secara perlahan-lahan. Darwin juga
mempelajari buku mengenai hubungan ekonomi dan penduduk dunia di antaranya buku
karangan Thomas R. Malthus (1766-1834) yang berjudul An Essay on The Principle of
Population, dimana Malthus berpendapat bahwa kenaikan jumlah penduduk cenderung
lebih cepat daripada kenaikan produksi pangan. Oleh karena itu, timbul masalah bagi
manusia dalam menyelamatkan diri dari bahaya kelaparan.

Sebelum Darwin mempublikasikan idenya tentang evolusi secara luas, ia menerima


karangan ilmiah dari Alfred Robert Wallace (1823-1913) yang melakukan penelitian di
malaya. Tulisan Wallace tersebut sesuai bengan buah pikiran Darwin sehingga mereka
memutuskan untuk menerbitkan tulisan mereka bersama-sama pada tahun 1858. Buku
Darwin, The Original of Species, diterbitkan setahun setelah itu.

Setelah melalui pengamatan dan kajian yang mendalam, akhirnya darwin mengemukakan
teori evolusinya dalam bukunya yang berjudul On The Origin of Species by Means of Natural
Selection atau asal mula spesies yang terjadi melalui seleksi alam. Buku ini diterbitkan pada
tanggal 24 November 1859.

11
Buku darwin tersebut mengandung dua teori utama. Pertama, spesies-spesies yang hidup
sekarang ini berasal dari spesies-spesies yang hidup di masa lalu. Kedua, seleksi alam
merupakan penyebab evolusi adaptif. Dua teori utama darwin tersebut merupakan hasil
observasi darwin sebagai berikut.

- Observasi Ke-1. setiap spesies memunyai kemampuan fertilisasi yang besar sehingga ukuran
populasi akan meningkat secara eksponensial bila setip individu yang dilahirkan berhasil
melakukan reproduksi

- Observasi Ke-2. ukuran populasi cenderung menjadi stabil kecuali untuk fluktuasi musiman

- Observasi Ke-3. sumber daya alam terbatas

- Observasi Ke-4. individu-individu suatu populasi sangat berfariasi dalam hal ciri-ciri tubuh,
namun tidak ada dua individu yang benar-benar sama.

- Observasi Ke-5. kebanyakan variasi diwariskan pada keturunannya.

2.3 PANDANGAN BARU TENTANG EVOLUSI

Alam adalah arena perjuangan dan kompetisi yang mulai diterapkan pada manusia.
Sedangkan pada tumbuhan maupun hewan, seleksi alam hanya berlaku pada tumbuhan dan
hewan yang cacat. Organisme yang kalah hanya sebagian kecil, sementara yang lolos masih
tetap banyak dan dapat mempertahankan diri hingga saat ini. Sejak dikemukakan pertama kali
oleh Charles Darwin, teori evolusi telah mendapat tentangan dari berbagai pihak. Pihak yang
tidak setuju dengan pendapat Darwin mengemukakan bahwa makhluk hidup tercipta dengan
bentuk yang ada seperti saat ini. Ini disebut teori penciptaan dan berkembang menjadi teori-
teori yang pada intinya mendukung teori penciptaan (creationism). Salah satu teori penciptaan
adalah teori Intelligent Design. Menurut teori ini, semua makhluk hidup dan alam semesta
diciptakan oleh Tuhan secara terencana dan bukannya dengan ketidaksengajaan. Dewasa ini,
terdapat kecenderungan berkembangnya teori creationism dengan adanya fakta dari hal-hal
berikut ini:
1) Penemuan Model DNA oleh Watson dan Crick
Molekul DNA yang terdapat dalam sel hidup, mempunyai kerumitan dan
keteraturan. DNA mengandung basa-basa yang berurutan yang terdiri dari adenine, timin,
guanine, dan sitosin. Keteraturan dan kerumitan molekul DNA dalam menentukan urutan basa

12
tidak akan muncul secara kebetulan. Walaupun ada kerusakan atau perubahan yang berupa
mutasi, biasanya individu yang mengalami mutasi menjadi cacat ataupun steril, sehingga tidak
mungkin menurunkan keturunan. Dengan kata lain, tidak mungkin suatu sel berubah menjadi
makhluk hidup yang lebih kompleks dan seleksi alam bukanlah pendorong terjadinya evolusi.
2) Hukum Penurunan Sifat Menurut Mendel
Gregor Johann Mendel (1822-1884) mengemukakan bahwa penurunan sifat induk
kepada keturunannya disebabkan oleh factor penentu yang sekarang diketahui sebagai gen.
komposisi gen ditentukan separuh dari induk jantan (spermatozoa) dan separuh dari induk
betina (ovum). Penurunan sifat dari induk ke keturunan berjalan secara terus-menerus dan
teratur. Pembentukan sel kelamin terjadi melalui peristiwa meiosis yang didahului oleh
replikasi DNA pada waktu interfase, dan dilanjutkan dengan terjadinya duplikasi kromosom
pada profase 1. Dengan demikian materi genetik dari induk kepada keturunannya dijamin
sama.

13
BAB III

PENUTUP
3.1 . Kesimpulan

Evolusi adalah suatu perubahan pada makhluk hidup yang terjadi secara berangsur-
angsur dalam jangka waktu yang lama sehingga terbentuk spesies baru. Evolusi terjadi ketika
perbedaan-perbedaan terwariskan ini menjadi lebih umum atau langka dalam suatu populasi.
Perubahan-perubahan ini disebabkan oleh kombinasi 3 proses utama: variasi, reproduksi, dan
seleksi. Evolusi didorong oleh 2 mekanisme utama, yaitu seleksi alam dan variasi genetik.
Seleksi alam merupakan sebuah proses yang menyebabkan sifat terwaris yang berguna untuk
keberlangsungan hidup dan reproduksi organisme menjadi lebih umum dalam suatu populasi
dan sebaliknya, sifat yang merugikan menjadi lebih berkurang. Sedangkan variasi genetik
terjadi karna adanya mutasi, rekombinasi dan lain sebagainya. Evolusi juga melibatkan proses
spesiasi. Spesiasi merupakan proses pembentukan spesies baru dan berbeda dari spesies
sebelumnya melalui proses perkembangbiakan secara natural dalam kerangka evolusi.

Bukti-bukti adanya proses evolusi dapat dilihat dari Peninggalan fosil di berbagai lapisan
batuan bumi, anatomi perbandingan, adanya alat-alat tubuh yang tersisa, bukti biogeografi,
perbandingan fisiologi, embriologi perbandingan, variasi antar individu dalam satu keturunan,
perbandingan genetik, petunjuk secara biokimia, dan bukti molekuler. Pandangan baru
mengenai evolusi yaitu dari pihak yang tidak setuju dengan pendapat Darwin mengemukakan
bahwa makhluk hidup tercipta dengan bentuk yang ada seperti saat ini. Ini disebut teori
penciptaan dan berkembang menjadi teori-teori yang pada intinya mendukung teori penciptaan
(creationism).

Penekanan teori yang lebih masuk akal dijabarkan oleh teori Intteligent Design, bahwa
segala sesuatu dimulai oleh “perancang” atau yang bisa disebut Tuhan. Teori ini
menggabungkan keyakinan dengan ilmu pengetahuan. Namun demikian, teori ini tidak
sepenuhnya menolak teori evolusi yang ada.

14
3.2. Saran

Melalui makalah ini, penulis mengharapkan bagi para pembaca untuk bisa
mengembangkan maksud dari evolusi itu dan juga ikut berperan dalam menggali evolusi di
muka bumi ini yang mana kita tahu bahwa evolusi adalah suatu hal yang belum jelas dan dapat
di buktikan secara langsung. Oleh karena itu teori – teori tentang evolusi janganlah dijdikan
sebuah momen untuk berperang pemikiran karena akan menimbulkan perpecahan.

15
DAFTAR PUSTAKA

 Pujianto Sri.2012. Menjelajah Dunia Biologi. Solo: Platinum.


 Mukti, Cahyo, dkk.2004. Biologi. Cipta Pustaka.
 Aryulina, Diah,dkk.2004. Biologi SMA dan MA. Jakarta: Erlangga.
 http://putra-tatiratu.blogspot.com/2008/06/evolusi-6.html
 http://www.edukasi.net/index.php?mod=script&cmd=Bahan%20Belajar/Materi%20P
okok/view&id=330&uniq=3659
 http://www.scribd.com/doc/58423350/MAKALAH-EVOLUSI
 http://www.google.co.id/search?q=perbandingan+embriologi+dalam+evolusi+makhlu
k+hidup&.html
 https://www.academia.edu/19530262/makalah_evolusi

16

Anda mungkin juga menyukai