Anda di halaman 1dari 12

ANALISIS JURNAL KEPERAWATAN

A. Alasan Pengambilan Judul


Penulis mengangkat judul mengenai “Deep Breathing Exercise Dan Active
Range Of Motion Efektif Menurunkan Dyspnea Pada Pasien Congestive Heart
Failure”. Penyakit jantung dan pembuluh darah merupakan salah satu masalah
kesehatan utama di negara maju maupun berkembang. Penyakit ini menjadi
penyebab nomor satu kematian di dunia dengan diperkirakan akan terus
meningkat hingga mencapai 23,3 juta pada tahun 2030 (Yancy, 2013; Depkes,
2014). Masalah tersebut juga menjadi masalah kesehatan yang progresif
dengan angka mortalitas dan morbiditas yang tinggi di Indonesia
(Perhimpunan Dokter Kardiovaskuler, 2015). Prevalensi gagal jantung
tertinggi berdasarkan diagnosis dokter berada di Provinsi Daerah Istimewa
Yogyakarta yaitu sebesar 0,25% (Depkes, RI 2014; PERKI, 2015).
Prevelensinya yang terus meningkat akan memberikan masalah penyakit,
kecacatan dan masalah sosial ekonomi bagi keluarga penderita, masyarakat,
dan Negara. Hasil studi pendahuluan di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah
Yogyakarta didapatkan data jumlah penderita congestive heart failure (CHF)
yang dirawat pada tahun 2015 dan 2016 tanpa penyakit penyerta selain
penyakit pernafasan sebanyak 328 pasien (Rekam Medis PKU Yogya, 2017).
Dyspnea merupakan gejala yang paling sering dirasakan oleh penderita CHF.
Diagnosa keperawatan klien yang muncul pada pasien dengan dyspnea yaitu
perubahan pola nafas dapat diberikan intervensi seperti pemberian posisi
semifowler dan kolaborasi dengan dokter dalam pemberian oksigen. Hasil
wawancara dengan 8 orang pasien di rumah sakit menyatakan bahwa 80%
pasien menyatakan bahwa dyspnea mengganggu mereka seperti aktivitas
sehari-hari menjadi terganggu.
Menurut kami dilihat dari prevalensi kejadian gagal jantung tertinggi
berada di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan jumlah pasien CHF yang
mengalami keluhan penyerta pada system pernafasan sebanyak 328 pasien
penelitian ini sangat baik dilakukan untuk mengetahui efektifitas Deep
Breathing Exercise Dan Active Range Of Motion untuk menurunkan dispnea

1
pada pasien CHF, selain itu penggunaan deep breathing exercise dan active
range of motion sebagai intervensi keperawatan dalam menurunkan dyspnea
pada pasien CHF belum banyak dilakukan di Indonesia. Hal ini mendorong
peneliti untuk mengetahui pengaruh deep breathing exercise dan active range
of motion terhadap dyspnea pada pasien CHF.

B. Judul
Penulis mengangkat judul mengenai “Deep Breathing Exercise Dan Active
Range Of Motion Efektif Menurunkan Dyspnea Pada Pasien Congestive Heart
Failure”. Jumlah kata dalam judul menurut kami sudah baik yaitu 15 kata, dan
tidak melebihi batas maksimal jumlah kata dalam judul. Menurut tata cara
penulisan artikel penelitian dikti maksimal judul terdiri atas 15 kata. Judul
telah menggambarkan masalah yaitu membuktikan efektifitas Deep Breathing
Exercise Dan Active Range Of Motion untuk menurunkan dispnea pada pasien
CHF. Dalam judul penelitian ini tidak dicantumkan tempat penelitian dan
waktu penelitian, dimana penelitian ini dilakukan pada bulan April-Juni 2017
di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta dan RS PKU Muhammadiyah
Gamping. Sebaiknya peneliti mencantumkan tempat dan waktu penelitian
untuk melengkapi jurnal ini.

C. Penulis (Peneliti ) dan Alamat


Nama Penulis : Novita Nirmalasari
Prodi Ners STIKes Jenderal Achmad Yani Yogyakarta
Pada bagian nama penulis telah ditulis tanpa gelar serta asal universitas
masing – masing penulis. Telah dicantumkan alamat e-mail peneliti namun
tidak tercantum alamat peneliti. Sebaiknya pada bagian nama peneliti
dicantumkan alamat peneliti untuk melengkapi penelitian ini.

D. Abstrak
Penelitian ini bertujuan mengetahui efektifitas Deep Breathing Exercise
Dan Active Range Of Motion untuk menurunkan dispnea pada pasien CHF.

2
Penelitian menggunakan desain quasi experimental pre-post test control
group design, kemudian rancangan penelitian yang digunakan yaitu pre-test
and post-test control group design sesuai digunakan dalam penelitian ini
karena meneliti tentang penurunan dispnea pada pasien CHF sesuai dengan
latihan yang diberikan, sehingga harus dilihat hasil sebelum dan sesudah
latihan untuk membuktikan efektifan latihan tersebut. Jumlah sampel
sebanyak 32 responden dengan teknik stratified random sampling yang dibagi
menjadi kelompok kontrol dan intervensi. Alat ukur penelitian menggunakan
modified Borg scale. Waktu penelitian bulan April-Juni 2017 di RS PKU
Muhammadiyah Yogyakarta dan RS PKU Muhammadiyah Gamping. Analisis
data menggunakan paired t-test menunjukkan p<0,001 pada kelompok
intervensi dan p=0,001 pada kelompok kontrol. Analisis dengan Mann
Withney menunjukkan hasil intervensi deep breathing exercise dan active
range of motion lebih efektif daripada intervensi standar rumah sakit atau semi
fowler dalam menurunkan dyspnea (p=0,004, alfa=0,05). Peneliti
merekomendasikan penerapan deep breathing exercise dan active range of
motion sebagai bentuk pilihan intervensi dalam fase inpatient untuk
mengurangi dyspnea pada pasien CHF.
Jumlah kata dalam abstrak 219 kata, dan jumlah kata kunci 4 yaitu active
range of motion, congestive heart failure, deep breathing exercise, dan
dyspnea. Secara keselurahan, abstrak dalam penelitian ini sudah lengkap
terdiri atas desain penelitian, sampel penelitian, teknik pengambilan data ,
tempat penelitian dan waktu penelitian, hasil penelitian, kesimpulan, dan
abstrak telah menggambarkan isi dari jurnal penelitian ini.

E. Pendahuluan
Pada pendahuluan jurnal ini seriousness of the problem/keseriusan
masalah dimana penyakit jantung menjadi penyebab nomor satu kematian di
dunia dengan diperkirakan akan terus meningkat hingga mencapai 23,3 juta
pada tahun 2030 (Yancy, 2013; Depkes, 2014). Prevalensi gagal jantung
tertinggi berdasarkan diagnosis dokter berada di Provinsi Daerah Istimewa
Yogyakarta yaitu sebesar 0,25% (Depkes, RI 2014; PERKI, 2015). Dyspnea

3
merupakan gejala yang paling sering dirasakan oleh penderita CHF. Dari hasil
wawancara 80% pasien menyatakan bahwa dyspnea mengganggu mereka
seperti aktivitas sehari-hari menjadi terganggu sehingga dalam hal ini
diperlukan penatalaksanaan yang efektif dalam menurunkan dispnea pada
pasien CHF.
Pada pendahuluan jurnal ini Magnitude/besar masalah dimana seperti yang
telah dijelaskan diatas prevalensi gagal jantung tertinggi berdasarkan
diagnosis dokter berada di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta yaitu sebesar
0,25% (Depkes, RI 2014; PERKI, 2015). Di Rumah Sakit PKU
Muhammadiyah Yogyakarta didapatkan data jumlah penderita congestive
heart failure (CHF) yang dirawat pada tahun 2015 dan 2016 tanpa penyakit
penyerta selain penyakit pernafasan sebanyak 328 pasien (Rekam Medis PKU
Yogya, 2017). Sehingga dalam meningkatkan rasa nyaman pasien dan
membantu mengoptimalkan aktivitas sehari – hari pasien, maka diperlukan
penatalaksaan yang efektif dalam menurunkan dispneu pada pasien CHF.
Pada pendahuluan jurnal ini Manageability/pengelolaan atau penyelesaian
masalah adalah dengan melakukan penelitian untuk mengetahui efektifitas
Deep Breathing Exercise Dan Active Range Of Motion untuk menurunkan
dispnea pada pasien CHF. Masih belum ada community concern/peran
pemerintah dan political concern/kebijakan pemerintah yang berperan dalam
penelitian jurnal ini.

F. Metode Penelitian

Jenis penelitian pada jurnal ini adalah penelitian kuantitatif, dimana


penelitian menggunakan desain quasy experiment dengan rancangan pretest-
posttest control group design. Quasi experimental adalah eksperimen yang
memiliki perlakuan (treatments), pengukuran-pengukuran dampak (outcome
measures), dan unit-unit eksperiment (experimental units) namun tidak
menggunakan penempatan secara acak. Menurut kami desain penelitian sudah
tepat dilihat dari penelitian ini yang memberikan suatu treatment/perlakuan (Deep
Breathing Exercise Dan Active Range Of Motion) serta mengukur dampak dari

4
treatment tersebut yaitu keluhan dispnea yang dirasakan psien, kemudian
rancangan yang digunakan yaitu pretest-posttest control group design sesuai
digunakan dalam penelitian ini untuk mengetahui perkembangan kondisi sampel
sebelum dam sesudah dilakukan latihan dan membandingkan efektiivitas dari
kedua lahihan tersebut.

Tempat dan waktu penelitian, dimana lokasi penelitian dilakukan di RS


PKU Muhammadiyah Yogyakarta dan RS PKU Muhammadiyah Gamping
Yogyakarta. Waktu penelitian ini dilaksanakan pada bulan April-Juni 2017.

Kriteria sampel penelitian dimana pengambilan sampel dilakukan dengan


metode stratified random sampling dengan klasifikasi grade CHF berdasarkan
New York Heart Association (NYHA). Stratified Random Sampling adalah cara
mengambil sample dengan memperhatikan strata (tingkatan) di dalam populasi.
Dalam stratified data sebelumnya dikelompokan kedalam tingkat-tingkatan
tertentu, seperti: tingkatan tinggi, rendah, sedang/baik, jenjang pendidikan
kemudian sample diambil dari tiap tingkatan tersebut. Dalam penelitian ini
klasifikasi grade CHF yang masuk criteria inklusi adalah NYHA II dan III.
Randomisasi pada kedua stratifikasi tersebut didapatkan dengan membagi jumlah
sampel dengan jumlah stratifikasi berdasarkan NYHA sehingga masing-masing
klasifikais NYHA mendapatkan proporsi responden yang hampir sama.
Randomisasi alokasi sebagai kelompok kontrol dan intervensi menggunakan
kertas dengan cara mengambil kertas yang bertuliskan kelompok kontrol atau
intervensi. Total responden berjumlah 32 orang yang dibagi menjadi kelompok
kontrol dan intervensi. Kelompok kontrol hanya mendapatkan intervensi standar
rumah sakit sedangkan kelompok intervensi mendapatkan intervensi standar
rumah sakit dan intervensi deep breathing exercise dan active range of motion.

Metode analisa data, dimana karakteristik responden yang meliputi usia


yang terbagi menjadi 3 kategori, jenis kelamin, penyakit penyerta, klasifikasi
NYHA, dan terapi farmakologi dideskripsikan dalam analisa univariat. Uji
komparasi dilakukan pada kelompok kontrol dan intervensi. Analisis perbedaan
dyspnea setelah intervensi deep breathing exercise dan active range of motion
pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol menggunakan selisih mean pre

5
test dan post test dari setiap pengukuran selama 3 hari pengamatan. Uji normalitas
menunjukkan data terdistribusi normal sehingga menggunakan analisis paired t-
test untuk mengetahui perbedaan pretest dan posttest. Analisis lebih lanjut
menggunakan uji Mannwithney untuk mengetahui perbedaan dyspneu antara
kelompok kontrol dan perlakuan karena data tidak terdistribusi normal.

G. Teknik Pengumpulan Data


Teknik yang digunakan untuk pengumpulan data pada penelitian ini adalah
didapatkan dari data rekam medis dan wawancara kepada pasien. Data
mengenai tingkat dispnea pasien didapat dengan melakukan observasi dan
pengukuran dyspnea sebelum dan setelah intervensi dengan menggunakan
modified Borg scale.

H. Instrument Penelitian
Jenis instrument yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan
menggunakan modified Borg scale yang merupakan pengembangan dari Borg
scale untuk pengukuran dyspnea sebelum dan setelah intervensi. Nilai
dyspnea antara 0 sampai 10 dengan skor terendah adalah 0 berarti pasien tidak
ada kesulitan bernafas dan skor tertinggi adalah 10 yang berarti pasien
kesulitan bernafas normal. instrumen ini diisi oleh pasien dengan didampingi
peneliti.

I. Hasil dan Bahasan


1. Hasil yang didapatkan pada kelompok intervensi adalah p<0,001 sedangkan pada
kelompok kontrol adalah p=0,001. Hal ini berarti ada penurunan nilai dyspnea
yang bermakna pada hari pertama sampai ketiga pada kedua kelompok.
2. Hasil dari uji beda antar kelompok kontrol dan intervensi adalah 0,004. Hal ini
berarti intervensi deep breathing exercise dan active range of motion lebih efektif
daripada intervensi standar rumah sakit atau semi fowler dalam menurunkan
dyspnea.
Dalam analisis uji beda, penelitian Widagdo (2015) menunjukkan
bahwa intervensi deep breathing exercise dan active range of motion

6
efektif dan menurunkan dyspnea pasien CHF. Hal ini terlihat dari
penurunan secara bermakna sebelum dan sesudah diberikan tindakan.
Intervensi deep breathing exercise dan active range of motion merupakan
nonfarmakologis untuk membantu memenuhi kebutuhan oksigenasi pasien
dengan mengembangkan teori adaptasi Roy. Pasien dengan masalah
dyspnea pada penyakit kardiovaskuler merupakan sebuah adaptasi
terhadap stimulus yang ada. Kemampuan adaptasi terhadap fungsi
fisiologis yang dalam hal ini adalah pernafasan menjadi hal utama untuk
terbebas dari kondisi tersebut.
Deep breathing exercise merupakan aktivitas keperawatan yang
berfungsi meningkatkan kemampuan otot-otot pernafasan untuk
meningkatkan compliance paru dalam meningkatkan fungsi ventilasi dan
memperbaiki oksigenasi. Oksigenasi yang adekuat akan menurunkan
dyspnea.
Range of motion (ROM) merupakan latihan gerak dengan
menggerakkan sendi seluas gerak sendi. Latihan tersebut bertujuan untuk
meningkatkan aliran darah ke otot sehingga meningkatkan perfusi jaringan
perifer (Babu, 2010). Pergerakan tubuh yang sifatnya teratur sangat
penting untuk menurunkan resistensi pembuluh darah perifer melalui
dilatasi arteri pada otot yang bekerja sehingga meningkatkan sirkulasi
darah. Sirkulasi darah yang lancar akan melancarkan transportasi oksigen
ke jaringan sehingga kebutuhan oksigen akan terpenuhi dengan adekuat.
Latihan fisik akan meningkatkan curah jantung. Peningkatan curah jantung
akan meningkatkan volume darah dan hemoglobin sehingga akan
memperbaiki penghantaran oksigen di dalam tubuh. Hal ini akan
berdampak pada penurunan dyspnea.

J. Simpulan dan Saran


Simpulan pada pada jurnal penelitian ini yaitu berdasarkan hasil dan
pembahasan di atas maka dapat disimpulkan bahwa intervensi deep breathing
exercise dan active range of motion efektif menurunkan dyspnea pada pasien
dengan congestive heart failure (CHF).

7
Saran pada jurnal ini yaitu intervensi ini dapat dijadikan penatalaksanaan
non-farmakologis pada pasien CHF dan dapat dikembangkan perawat dengan
mempertahankan kemampuan pasien dalam melakukan intervensi tersebut.
Intervensi dapat dilakukan sebagai bentuk pilihan dalam pelayanan kesehatan
fase inpatient untuk mengurangi dyspnea dalam meningkatkan kualitas hidup
pada pasien CHF.
Menurut kami kesimpulan jurnal sudah menggambarkan hasil dari
penelitian ini dan saran sudah baik dengan mempertimbangkan intervensi deep
breathing exercise dan active range of motion untuk dijadikan
penatalaksanaan dalam penurunan dispnea pada pasien CHF dengan tetap
mengkolaborasikannya dengan intervensi standar rumah sakit sehingga dapat
meningkatkan kualitas hidup pasien. Tambahan dari kami pada saran dapat
ditambahkan saran untuk penelitian selanjutnya berkaitan dengan
penatalaksanaan deep breathing exercise dan active range of motion.

K. Kaidah Penulisan
Kaidah penulisan menurut tata cara penulisan artikel jurnal ilmiah dikti.
1. Judul dan Nama Penulis
a. Judul dicetak dengan huruf besar/kapital, dicetak tebal (bold) dengan jenis
huruf Times New Roman font 12, spasi tunggal dengan jumlah kata
maksimum 15. Pada penelitian ini judul telah menggunakan huruf capital,
dicetak tebal, namun tidak menggunakan huruf Times New Roman font 12,
dan jumlah kata dalam judul yaitu 15 kata.
b. Nama penulis ditulis di bawah judul tanpa gelar, tidak boleh disingkat,
diawali dengan huruf kapital, tanpa diawali dengan kata ”oleh”, urutan
penulis adalah penulis pertama diikuti oleh penulis kedua, ketiga dan
seterusnya. Pada penelitian ini nama penulis telah ditulis di bawah judul
tanpa gelar, tidak disingkat, diawali dengan huruf capital, serta tanpa diawali
dengan kata “oleh”.
c. Nama perguruan tinggi dan alamat surel (email) semua penulis ditulis di
bawah nama penulis dengan huruf Times New Romanfont 10. Pada
penelitian ini nama perguruan tinggi kedua penulis tercantum, lengkap
dengan alamat surel .

8
2. Abstrak
a. Abstract ditulis dalam bahasa Inggris, berisi tentang inti permasalahan/latar
belakang penelitian, cara penelitian/pemecahan masalah, dan hasil yang
diperoleh. Kata abstract dicetak tebal (bold). Pada penelitian ini abstrak
ditulis dalam bahasa Indonesia dan bahasa inggris, berisi inti permasalahan,
telah tercantum cara penelitian, dan telah tercantum hasil yang diperoleh.
Kata abstrak telah dicetak tebal.
b. Jumlah kata dalam abstract tidak lebih dari 250 kata dan diketik 1 spasi. Pada
penelitian ini jumlah kata dalam abstrak adalah 219 kata dan telah diketik 1
spasi.
c. Jenis huruf abstract adalahTimes New Romanfont 11, disajikan dengan rata
kiri dan rata kanan, disajikandalam satu paragraph, dan ditulis tanpa
menjorok (indent) pada awal kalimat. Pada penelitian ini jenis huruf abstract
tidak menggunakan Times New Romanfont 1. Telah disajikan rata kiri dan
rata kanan, dalam satu paragraph dan ditulis tanpa menjorok pada awal
kalimat.
d. Abstract dilengkapi dengan Keywords yang terdiri atas 3-5 kata yang menjadi
inti dari uraian abstraksi.Kata Keywords dicetak tebal (bold). Pada penelitian
ini abstrak telah dilengkapi dengan 4 keyword yang mmenjadi inti uraian.
Kata keyword telah dicetal tebal.

3. Refrensi
Penulisan pustaka menggunakan sistem Harvard Referencing
Standard. Semua yang tertera dalam daftar pustaka harus dirujuk di
dalam naskah. Kemutakhiran referensi sangat diutamakan.
a. Buku
[1] Penulis 1, Penulis 2 dst. (Namabelakang, namadepandisingkat).
Tahunpublikasi. JudulBukucetak miring. Edisi, Penerbit. TempatPublikasi.
Contoh:
O’Brien, J.A. dan. J.M. Marakas. 2011. Management Information Systems.
Edisi 10. McGraw-Hill. New York-USA.
b. ArtikelJurnal
[1] Penulis 1, Penulis 2 dst. (Namabelakang, namadepandisingkat).
Tahunpublikasi. JudulBukucetak miring. Edisi, Penerbit. TempatPublikasi.
Contoh:

9
O’Brien, J.A. dan. J.M. Marakas. 2011. Management Information Systems.
Edisi 10. McGraw-Hill. New York-USA.
[2] Penulis 1, Penulis 2 danseterusnya, (Namabelakang,
namadepandisingkat). Tahunpublikasi. Judulartikel.NamaJurnalCetak
Miring. Vol. Nomor. RentangHalaman.
Contoh:
Cartlidge, J. 2012. Crossing boundaries: Using fact and fiction in adult
learning. The Journal of Artistic and Creative Education. 6 (1): 94-111.

Pada penelitian ini penulisan refrensi sudah sesuai dengan kaidah


penulisan refrensi menurut sistem Harvard Referencing Standard.

L. Referensi
Sumber – sumber yang digunakan dalam pembuatan penelitian ini diambil
dari buku ajar, riset kesehatan, serta jurnal kesehatan yang berkaitan dengan
CHF serta penatalaksanaan Deep Breathing Exercise Dan Active Range Of
Motion

M. Implikasi Keperawatan
Implikasi penelitian ini dalam keperawatan diharapkan dapat menerapkan
penatalaksanaan Deep Breathing Exercise Dan Active Range Of Motion untuk
penurunan dispnea pada pasien CHF dengan mengkolaborasikan intervensi
standar rumah sakit dan intervensi deep breathing exercise dan active range of
motion.

N. Kesimpulan Jurnal
Secara keseluruhan jurnal penelitian ini sudah baik. Penelitian ini sangat
bermanfaat dalam dunia kesehatan khususnya untuk penatalaksanaan pasien
CHF dengan keluhan dispnea. Selain itu kita juga dapat mengetahui efektifitas
deep breathing exercise dan active range of motion bila dikolaborasikan
dengan intervensi standar rumah sakit lebih efektif untuk menurunkan dispnea
pada pasien CHF daripada hanya dengan intervensi standar rumah sakit.
Dalam penelitian ini dilakukan di dua tempat yaitu di RS PKU

10
Muhammadiyah Yogyakarta dan RS PKU Muhammadiyah Gamping
Yogyakarta. Peneliti kurang menjelaskan pada metode penelitian, apakah di
kedua rumah sakit tersebut terdapat kelompok control dan kelompok
intervensi atau masing-masing RS dibagi salah satu mendapat kelompok
kontrol dan yang lain hanya kelompok intervensi.

O. Rekomendasi
Penggunaan latihan deep breathing exercise dan active range of
motiondapat direkomendasikan pada pasien CHF dengan keluhan dispnea
karena terbukti efektif dalam penurunan dispnea dengan mengkolaborasikan
intervensi standar rumah sakit dan intervensi deep breathing exercise dan
active range of motion. Latihan dapat diberikan pada pasien yang cukup stabil
dan criteria NYHA II dan III.

11
DAFTAR PUSTAKA

Dharmino, D. 2007. Metode Penelitian . Semarang. [diakses tanggal 8 september


2018] tersedia dari http://eprints.undip.ac.id

Nirmalasari, Novita. 2017. Deep Breathing Exercise Dan Active Range Of Motion
Efektif Menurunkan Dyspnea Pada Pasien Congestive Heart Failure.Yogyakarta.
[diakses tanggal 2 November 2018] tersedia dari https://jurnal.unej.ac.id

Simlitabmas Ristekdikti. 2015. Tata Cara Penulisan Artikel Penelitian Dikti.


Jakarta. [diakses tanggal 8 september 2018] tersedia dari melalui
http://simlitabmas.ristekdikti.go.id

12