Anda di halaman 1dari 12

MATERI ANATOMI DAUN

Oleh: Tutut Indria Permana, M.Pd.

Daun terdiri dari tangkai daun, lamina, kosta, dan vena. Tangkai daun memiliki
struktur anatomi yang mirip dengan batang. Kosta dan vena merupakan lanjutan dari
batang tetapi memiliki arah tumbuh menyamping, sehingga letak berkas pengangkut
terbalik dengan berkas pengangkut pada batang. Xilem pada berkas pengangkut di batang
terletak di sebelah dalam floem sedang pada daun xilem berada di atas floem. Struktur
daun yang menyesuaikan dengan lingkungan yang kekurangan air dinamakan daun yang
xeromorfik, daun yang menyesuaikan dengan lingkungan cukup air dinamakan
mesomorfik, sedang yang menyesuaikan dengan lingkungan banyak air dinamakan
hidromorfik.
Susunan penampang melintang daun:
1. Epidermis
Epidermis daun terdiri dari dua, yaitu epidermis adaksial dan abaksial. Stomata
terdapat pada bagian epidermis baik adaksial maupun abaksial maupun keduanya. Letak
stomata dapat sejajar dengan sel epidermis atau lebih tenggelam atau menonjol. Letak
stomata juga disesuaikan dengan lingkungan hidup tumbuhan. Daun dikategorikan dalam
berbagai macam tipe berdasarkan keberadaaan stomata. Daun epistomatik jika stomata
terdapat di bagian adaksial daun, hipostomatik jika stomata berada di bagian epidermis
bawah daun, dan amfistomatik jika stomata terdapat pada kedua epidermis daun.
Daun seringkali memiliki struktur yang diadaptasikan dengan lingkungannya, misalnya
daun rumput-rumputan, epidermis atasnya membentuk sel kipas yang digunakan untuk
menggulung daun sehingga dapat mengurangi penguapan. Trikomata juga sering kali
dibentuk dalam rangka untuk melindungi daun dari devisit air yang disebabkan oleh
penguapan yang tinggi. Trikomata juga dapat digunakan untuk melidungi tumbuhan dari
pengganggu karena trikomata tersebut menghasilkan zat-zat yang tidak disukai atau dapat
mematikan penganggu.
2. Mesofil
Mesofil merupakan jaringan yang terletak di antara epidermis adaksial dan abaksial.
Mesofil pada daun monokotil pada umumnya tidak mengalami diferensiasi dan tersusun
oleh jaringan sponsa. Mesofil pada dikotil pada umumnya berdeferensiasi menjadi palisade
dan sponsa. Jaringan palisade pada umumnya tersusun rapat dan mengandung kloroplas
lebih banyak dibandingkan jaringan sponsa. Jaringan sponsa memiliki banyak ruang antar
sel yang kecil-kecil.
Daun dapat dikalsifikasikan menjadi daun yang bersifat ekuifasial jika mesofil tidak
berdiferensiasi sedang jika mesofil berdeferensiasi menjadi palisade dan sponsa
dinamakan tipe dorsiventral. Daun tertentu memiliki susunan mesofil yang sentris daun
tersebut dikatakan bertipe sentris.
3. Berkas pengangkut
Berkas pengangkut di dalam mesofil terletak dalam satu deretan. Berkas pengangkut
pada vena ukurannya lebih kecil dibandingkan dengan berkas pengangkut pada kosta,
bahkan kadang-kadang komponenya tereduksi terutama bagian floemnya. Tipe berkas
pengangkut pada daun sama dengan pada batang tetapi susunannya floem dan xilem
terbalik. Kolenkima atau sklerenkima sering ditemukan di kosta yang letaknya langsung di
bawah epidermis. Banyak tumbuhan yang berkas pengangkutnya dikelilingi oleh serabut
sklerenkima.

Beberapa Contoh Struktur Anatomi Daun


Anatomi Daun Dikotil
Contoh anatomi daun dikotil diantaranya daun Ortosiphon stamineus (kumis kucing) dan
Glycine max (kedelai).
1. Anatomi daun Ortosiphon stamineus
Daun Ortosiphon stamineus memiliki epidermis atas, dengan trikoma nonglanduler
dan trikoma glanduler. Trikoma nonglanduler terdiri dari 3-4 sel yang tersusun dalam satu
deret dan sel paling ujung runcing. Trikoma glanduler berbentuk sisik dengan satu tangkai
dan empat sel kepala. Bagian kosta di bawah epidermis atas dan bawah ditemukan
kolenkima sudut, diikuti dengan parenkima. Berkas pengangkut bertipe kolateral terbuka.
Xilem berada di bagian adaksial dikuti kambium dan floem. Bagian lamina di bawah
epidermis atas terdapat palisade parenkima yang terdiri dari dua lapis. Sel-sel palisade
tersebut banyak mengandung kloroplas. Jaringan sponsa terdapat di sebelah bawah
palisade terdiri dari sel-sel isodiametrik dengan ruang antar sel yang kecil. Stomata
ditemukan di kedua permukaan daun, bentuk sel penutup ginjal diapit dengan dua sel
tetangga yang memiliki poros panjang tegak lurus dengan poros sel penutup, dengan
demikian tipe stomata pada Ortosiphon ini dinamakan diasitik. Tipe daun Ortosiphon ini
dinamakan bifasial karena memiliki struktur yang berbeda kalau dilihat dari permukaan
atas dan permukaan bawah. Ditinjau dari keberadaan stomata daun ini memiliki tipe
amfistomatik.

2. Anatomi Daun Glycine max (Kedelai)


Daun Glycine max ini memiliki epidermis atas dan bawah yang dilapisi dengan
kutikula yang tipis. Stomata lebih banyak ditemukan di permukaan bawah meskipun juga
ditemukan di permukaan atas. Bagian kosta di bawah epidermis atas dan di atas epidermis
bawah terdapat kolenkima sudut. Kolenkima atas dan bawah dihubungkan oleh sel-sel
parenkima yang berbentuk isodiametrik. Tipe berkas pengangkut kolateral terbuka dengan
xilem berada di bagian atas dan floem di bawah. Kambium tidak aktif sehingga tidak
tampak terlalu jelas. Parenkima palisade terdapat di sisi kiri dan kanan berkas pengangkut,
berhubungan langsung dengan palisade yang berada di lamina. Kristal kalisum oksalat
dengan bentuk prisma ditemukan di epidermis.
Lamina tersusun dari lapisan epidermis atas diikuti oleh dua lapis palisade
parenkima yang banyak mengandung kloroplas. Sel-sel sponsa berbentuk segitiga berujung
tumpul dan mengandung kloroplas lebih sedikit disbanding dengan palisade. Ruang-ruang
antar sel banyak ditemukan pada jaringan ini. Epidermis bawah terdiri dari selapis sel
dengan stomata yang anomositik tetapi sebagian ada yang bersifat anisositik. Trikoma
glanduler dengan satu sel tangkai dan satu sel kepala. Trikoma nonglanduler terdiri dari
beberapa sel yang tersusun dalam satu deret dengan sel paling ujung runcing.

Anatomi Daun Monokotil


Contoh-contoh anatomi daun monokotil di antaranya daun Lilium sp. dan
Cymbopogon nardus.
1. Anatomi Daun Lilium sp.
Daun Lilium sp. memiliki tulang daun sejajar, secara anatomis daun tersebut
memiliki lapisan epidermis atas dan bawah yang terdiri dari satu lapis sel dengan bentuk
kuboid. dan memiliki kutikula tipis. Stomata ditemukan di permukaan atas dan bawah, sel
penutup berbentuk ginjal yang dikelilingi oleh empat sel tetangga. Jumlah stomata pada sisi
adaksial dan abaksial sama sehingga daun ini disebut dengan daun yang amfistomatik.
Daun lilium sp. juga dapat disebut dengan daun yang bersifat unilateral atau unifasial
karena mesofilnya tidak berdiferensiasi sehingga kalau dilihat dari sisi abaksial dan
abaksial memiliki susunan yang sama. Mesofil tidak berdeferensiasi menjadi palisade dan
sponsa tetapi terdiri dari sel-sel parenkimatik yang berbentuk isodiametrik. Kloroplas lebih
banyak terdapat di lapisan parenkima mesofil adaksial di bandingkan dengan di sisi
abaksial. Berkas pengangkut bersifat kolateral tertutup.
2. Anatomi Daun Cymbopogon nardus
Daun Cymbopogon nardus memiliki tulang daun sejajar dengan bagian kosta yang
lebih besar dari yang lain. Bagian adaksial kosta terdiri dari satu lapis epidermis, diikuti
beberapa lapis serabut sklerenkima yang berkelompok dilanjutkan dengan parenkima yang
berbentuk isodiametris dan terdiri dari beberapa lapis. Berkas pengangkut pada kosta
memiliki ukuran paling besar, bertike kolateral tertutup fibrofaskuler. Di beberapa tempat
tertentu, xilem terdiri dari dua trakea besar yang mengapit ruang reksigen dan satu buluh
cincin sedang di tempat lain buluh cincin dan ruang reksigen belum tampak jelas tetapi
yang ada trakea yang diameter lebih kecil diapit oleh parenkima. Floem terdiri dari buluh
tapis yang didampingi oleh sel pengiring yang berukuran lebih kecil dan parenkima floem.
Berkas pengangkut dikelilingi oleh selapis sel-sel yang berbentuk isodiametrik dan
mengandung sedikit kloroplas dan di luarnya sel-sel berbentuk palisade dan mengandung
lebih banyak kloroplas. Di bagian atas xilem dan di bawah floem ditemukan jaringan
sklerenkima yang menghubungkan epidermis atas dan bawah.
Lamina epidermis atas memiliki sel-sel kipas yang ukurannya lebih besar
disekelilingnya. Sel kipas terdiri dari 5 atau lebih, stomata ditemukan pada epidermis
bawah dan atas. Sel penutup berbentuk halter yang dikelilingi 2 sel tetangga. Stomata
terdapat dalam satu deretan. Trikoma kelenjar yang terdiri dari satu sel ditemukan pada
epidermis yang berada di tulang daun.

Adaptasi Daun Terhadap Lingkungan


Struktur anatomi daun disesuaikan dengan lingkungan tumbuh tumbuhan. Adaptasi terjadi
pada lingkungan yang kekurangan air dan air berlimpah. Adaptasi juga dilakukan terhadap
intensitas sinar.
1. Anatomi daun melati air
Daun ini memiliki urat-urat daun melengkung dan menonjol. Bagian kosta lebih
menonjol ke arah abaksial. Epidermis atas terdiri dari satu lapis dengan kutikula tipis,
diikuti oleh beberapa lapis sel sklerenkima. Berkas pengangkut berukuran kecil dengan
tipe kolateral tertutup fibrovaskuler langsung terdapat di bawah sklerenkima. Jaringan
parenkima membatasi antara berkas pengangkut yang berukuran kecil tadi dengan berkas
pengangkut yang berukuran lebih besar. Berkas pengangkut yang besar juga bertipe
kolateral tertutup fibrovaskuler. Berkas pengangkut ini dikelilingi oleh aerenkima yang
memiliki ruang antra sel yang luas. Sel-sel penyusun aerenkima berbentuk isodiametrik
dan berukuran kecil. Di sebelah bawah aerenkima ditemukan dua berkas pengangkut kecil
lagi yang bertipe sama, dikelilingi oleh aerenkima yang ruang antar selnya lebih kecil
dibanding dengan ruang antar sel di atasnya. Antara epidermis bawah dengan berkas
pengangkut terdapat sklerenkima.

Lamina terdiri dari epidermis atas dan epidermis bawah. Di bawah epidermis atas
ditemukan satu lapis palisade yang mengandung kloroplas, diikuti sponsa yang tersusun
oleh sel-sel isodiametrik yang bersifat parenkimatik dengan ruang antar sel yang kecil.
Stomata ditemukan di bagian epidermis atas dan bawah, dengan sel penutup berbentuk
ginjal.

2. Anatomi daun Pinus merkusii (pinus)


Daun Pinus merkusii memiliki mesofil yang susunannya terpusat sehingga disebut
dengan daun yang bertipe sentris. Epidermis terdiri dari satu lapis dengan kutikula tebal
dan letak stomata tenggelam. Sklerenkima terdiri dari 2 sampai 3 lapis terdapat di bawah
epidermis. Parenkima dengan dinding yang berlipat-lipat terdapat di bawah sklerenkima.
Saluran hars dengan satu lapis epitel banyak dijumpai di daerah parenkima tadi.
Endodermis terdiri dari satu lapis dengan ukuran sel yang besar dengan bentuk oval diikuti
oleh selapis perisikel yang bersifat parenkimatis. Empulur terdiri dari sel-sel parenkimatis
dan bagian tengah terdapat berkas pengangkut dengan tipe kolateral terbuka. Daun ini
menunjukkan adaptasi terhadap lingkungan kering karena pada umumnya Pinus hidup di
daerah yang tinggi atau di kutub yang sumber airnya sangat dalam. Lapisan kutikula yang
tebal dan letak stoma tenggelam menunjukkan adaptasi terhadap lingkungan yang kurang
air. Daun Pinus ini dikatakan memiliki sifat xeromorfik.
3. Anatomi daun Ficus benjamina (beringin)
Daun Ficus benjamina memiliki epidermis yang terdiri dari 2 sampai 3 lapis. Lapisan
terluar memiliki ukuran paling kecil dan dilapisi oleh kutikula tebal. Litosis ditemukan pada
lapisan epidermis atas. Stomata terdapat di epidermis bawah dengan sel penutup stoma
berbentuk ginjal dan terletak tenggelam. Mesofil terdiferensiasi menjadi palisade dan
sponsa. Palisade ditemukan di permukaan atas dan bawah. Ukuran sel-sel palisade yang di
atas lebih besar dibandingkan dengan palisade di permukaan bawah. Palisade yang
terdapat di bagian atas terdiri dari dua lapis sedang yang di bawah hanya satu lapis,
keduanya banyak mengandung kloroplas. Sponsa terdiri dari sel-sel parenkimatik yang
berbentuk segitiga yang berujung tumpul dengan ruang-ruang antar sel yang banyak. Tipe
berkas pengangkut bikolateral fibrovaskuler tetapi sklerenkima hanya terdapat pada
bagian bawah floem dalam.
4. Anatomi daun Xanthosoma sp.
Xanthosoma sp. biasanya ditanam di pematang sawah yang intensitas sinarnya tinggi
sepanjang hari. Xanthosoma termasuk monokotil yang pada umumnya parenkima
mesofilnya tidak mengalami diferensiasi. Struktur anatomi daun Xanthosoma meunjukkan
adaptasi terhadap intensitas sinar yang tinggi dengan membentuk lapisan palisade yang
lebih dari satu lapis. Bagian kosta daun Xanthosoma terdiri dari satu lapis epidermis atas
yang berbentuk kuboid dengan kutikula tipis. Di sebelah dalam epidermis ditemukan 2-3
lapis palisade yang tersusun rapat dan mengandung kloroplas yang banyak. Epidermis
bawah terdiri dari satu lapis sel dengan bentuk kuboid dan dilapisi oleh kutikula tipis yang
berombak. Di atas epidermis bawah ditemukan sklerenkima yang berkelompok. Di sebelah
dalam terdapat parenkima yang berbentuk isodiametrik dan bersifat parenkimatik dan di
bagian yang lebih dekat dengan sisi adaksial terdapat aerenkima yang memiliki ruang
udara yang luas. Berkas pengangkut yang bertipe kolateral tertutup terdapat di dalam
daerah yang terdiri dari parenkima dan aerenkima kosta. Kristal kalsium oksalat yang
berbentuk jarum terdapat di dalam sel-sel parenkima tersebut.
Lamina terdiri dari selapis epidermis atas dan bawah yang memiliki bentuk yang
sama dengan epidermis kosta. Mesofil berdiferensiasi menjadi palisade dan sponsa. Rafida
defensif ditemukan di dalam mesofil. Stomata terdapat di epidermis atas dan bawah
dengan sel penutup berbentuk ginjal.
Filodia dan Kladodia
Struktur morfologis daun ada yang berasal dari tangkai daun yang memipih disebut dengan
filodia dan berasal dari batang yang memipih yang disebut kladodia. Salah satu contoh
filodia adalah daun Acacia auriculiformis, sedang contoh kladodia adalah daun
Muehlenbeckia platyclada.
1. Anatomi Filodia Acacia auriculiformis
Penampang melintang tangkai filodia dari Acacia seperti pada penampang
melintang batang. Epidermis terdiri dari satu lapis melingkar dan di bawahnya terdapat 1
sampai 2 lapis klorenkima diikuti berkas pengangkut yang bertipe kolateral terbuka
fibrovaskuler yang tersusun dalam satu lingkaran. Setiap berkas pengangkut terdiri dari
floem yang berada di sebelah luar xilem. Serabut sklerenkima terdapat di sebelah luar
floem. Bagian paling dalam tersusun dari sel-sel parenkimatik yang berbentuk
isodiametrik.
Bagian yang tampak seperti lamina memiliki struktur anatomi yang sedikit yang
berbeda dengan bagian tangkai. Bagian ini memiliki struktur pipih ke arah horisontal
dengan ujung yang memiliki berkas pengangkut bersambungan dengan berkas pengangkut
lain yang berada di abaksial dan adaksial. Dua berkas pengangkut besar di bagian sentral
menyatu sehingga terlihat seperti satu berkas pengangkut dengan susunan sklerenkima-
floem-xilemf-floem-sklerenkima. Berkas pengangkut di dalam mesofil terletak berderet
beraturan dengan tipe kolateral terbuka fibrovaskuler. Epidermis tersusun dari satu lapis
sel diikuti dengan 2 lapis palisade yang mengandung kloroplas. Dua berkas pengangkut
berukuran kecil dipisahkan oleh jaringan parenkimatik yang sel-selnya berbentuk
isodiametrik dan tidak mengandung kloroplas. sehingga terkesan seperti empulur pada
batang. Kutikula yang melapisi epidermis tebal, stomata terletak tenggelam.

2. Anatomi Kladodia Muehlenbeckia platyclada


Epidermis membentuk lingkaran eliptik, terdiri dari satu lapis sel dengan lapisan
kutikula yang tebal. Palisade terletak di sebelah dalam epidermis membentuk kelompok-
kelompok yang diselingi oleh sklerenkima. Bagian terdalam terdiri dari sel-sel
parenkimatik yang berbentuk isodiametrik. Di dalamnya ditemukan berkas pengangkut
yang tersusun melingkar. Berkas pengangkut bertipe kolateral terbuka fibrovaskuler
dengan floem terletak di sebelah luar xilem dan dilindungi oleh sklerenkima. Kedua ujung
elips memiliki daerah sklerenkima yang lebih luas dibanding dengan bagian lain.