Anda di halaman 1dari 87

PENGARUH PARTISIPASI ANGGOTA KOPERASI

TERHADAP SISA HASIL USAHA DI KOPERASI

PEGAWAI REPUBLIK INDONESIA (KPRI)

“TUMBAL” KECAMATAN CIAMIS

KABUPATEN CIAMIS

Skripsi

Diajukan Dalam Rangka Penyelesaian Studi Strata I

Untuk Mencapai Gelar Sarjana Pendidikan

Oleh

Agus Taufik Ismail

3364981686

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG

2007
PERSETUJUAN PEMBIMBING

Skripsi ini telah disetujui oleh pembimbing untuk diajukan ke sidang panitia ujian

skripsi pada :

Hari : Kamis

Tanggal : 22 Februaru 2007

Pembimbing I Pembimbing II

Prof. Dra. Niswatin Rakub Drs. Sugiarto


NIP 130237398 NIP 130324048

Mengetahui

Ketua Jurusan Ilmu Studi Pembangunan

Drs. Bambang Prishardoyo M.Si


NIP 131993879

ii
PENGESAHAN KELULUSAN

Skripsi ini telah dipertahankan di depan sidang Panitia Ujian Skripsi Fakultas

Ekonomi, Universitas Negeri Semarang.

Hari : Kamis

Tanggal : 22 Februaru 2007

Penguji Skripsi

Prof. Dr. Rusdarti, M.Si


NIP 131411053
Anggota I Anggota II

Prof. Dra. Niswatin Rakub Drs. Sugiarto


NIP 130237398 NIP 130324048

Mengetahui

Dekan Fakultas Ekonomi

Drs. Agus Wahyudin , M.Si


NIP 131658236

iii
PERNYATAAN

Saya menyatakan bahwa yang tertulis di dalam skripsi ini benar – benar hasi

karya saya sendiri, bukan jiplakan dari karya tulis orang lain, baik sebagian atau

seluruhnya. Pendapat atau temuan orang lain yang terdapat dalam skripsi ini

dikutip atau dirujuk berdasarkan kede etik ilmiah

Semarang, Februari 2007

Agus Taufik Ismail


NIM 3364981686

MOTO DAN PERSEMBAHAN

iv
“ Cintailah orang yang kamu kenal, jangan hanya mengenal orang yang kamu

cintai.”

Skripsi ini penulis persembahkan untuk :

• Alm. Bapak, Ibu, kakakku yang banyak

membantu baik material ataupun moril,

beserta semua kponakan yang telah

memberikan keceriaan.

• Keluarga besar Endah Lestari tersayang

yang selalu membantu dan mendukungku.

• Semua sahabatku angkatan 98, kalian lebih

dari sahabat.

• Semua rekan-rekanku di kos Berkah.

• Almamaterku

v
SARI

Agus Taufik Ismail. 2007. “ Pengaruh Partisipasi Anggota Terhadap Sisa Hasil
Usaha Di Koperasi Pegawai Rewpublik Indonesia (KPRI) “ TUMBAL”
Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis”. Jurusan Pendidikan Ekonomi Koperasi,
Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Semarang.

Kata Kunci : Paritipasi Anggota, Sisa Hasil Usaha (SHU)


Peranan partisipasi anggota sangatlah penting dalam segala kegian
perkoperasian. Partisipasi anggota terhadap koperasi meliputi partisipasi anggpta
dalam bidang pengambilan keputusan, dalam bidang modal dan dalam bidang
penggunaan jasa koperasi. Peranan partisipasi anggota sangatlah berpengaruh
terhadap SHU yang di dapat oleh koperasi, yang pada akhirnya SHU yang didapat
oleh koperasi kembali lagi kepada anggota sesuai dengan partisipasi anggota
tersebut terhadap koperasinya. Permasalahan yang peneliti ajukan adalah (1)
Adakah pengaruh partisipasi anggota terhadap sisa hasil usaha (SHU) di Koperasi
Pegawai Republik Indonesia (KPRI) “TUMBAL” Kecamatan Ciamis Kabupaten
Ciamis. (2) Seberapa besarkah pengaruh partisipasi anggota terhadap sisa hasil
usaha (SHU) di Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) “TUMBAL”
Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis. Penelitian ini bertujuan (1) Untuk
mengetahui ada tidaknya pengaruh partisipasi anggota terhadap sisa hasil usaha
(SHU) di Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) “TUMBAL” Kecamatan
Ciamis Kabupaten Ciamis. (2) Untuk mengetahui seberapa besarkah pengaruh
partisipasi anggota terhadap sisa hasil usaha (SHU) di Koperasi Pegawai
Republik Indonesia (KPRI) “TUMBAL” Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis
Populasi dalam penelitian ini adalah keseluruah anggota KPRI “TUMBAL”
Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis yang berjumlah 703 anggota. .
Pengambilan sample menggunakan simple random sampling yang berjumlah 70
anggota. Variabel dalam penelitian ini adalah variabel partisipasi anggota sebagai
variabel sebagai variabel bebas (X) dan variabel sisa hasil usaha (SHU) sebagai
variabel terikat (Y). Alat pengumpul data yang digunakan dalam penelitian ini
adalah angket. Data yang dikumpulkan dianalisis dengan diskriptif persentase dan
analisia regresi sederharna.
Melalui analisi regresi diketahui Fhitung sebesar 36,154 yang kemudian
dikonsultasikan dengan F table dengan taraf signifikan 5% adalah 3,985. Dengan
demikian berarti Fhitung > F table atau 36,154 >3,985. Dari hasil tersebut maka
Hipotesis hihil (Ho) dinyatakan ditolak. Hasil pembahasan dalam penelitian ini
adalah terdapat hubunagn positif antara variabel parisipasi anggota dengan
variabel sisa hasil usaha (SHU) pada KPRI “TUMBAL” Kecamatan Ciamis
Kabupaten Ciamis. Semakin tinggi partisipasi anggota terhadap koperasinya maka
semakin tinggi pulalah SHU yang diperoleh. Besarnya pengaruh partisipasi
anggota terhadap sisa hasil usaha (SHU) pada KPRI “TUMBAL” Kecamatan
Ciamis Kabupaten Ciamis sebesar 34,7 %.
Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaar bagi anggota maupun
KPRI “TUMBAL’ Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis. Dari hasil penelitian
ini disarankan bagi anggota koperasi hendaknya meningkatkan partisipasi

vi
terhadap koperasinya baik dalam bidang organisasi, bidang modal maupun jasa
koperasi. Peningkatan partisipasi anggota dalam bidang demokrasi ekonomi
koperasi, dilakukan dengan cara meningkatkan semangat berkoperasi dengan
selalu memberikan saran dan kritiknya yang membangun bagi koperasinya.
Peningkatan partisipasi anggota dalam bidang modal, disarankan anggota untuk
loyal dalam simpanan wajib dan meningkatkan simpanan sukarelanya.
Peningkatan partisipasi anggota dalam bidang jasa koperasi, anggota disarankan
selain sebagai pemilik namun anggota juga sebagai pelanggan setian unit usaha
koperasi. Sedangkan begi koperasi disarankan untuk lebih aktif meningkatkan
kesadaran berkoperasi bagi anggotanya untuk meningkatkan parisipasi anggota
dalam berbagai bidang.

vii
PRAKATA

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT yang senantiasamelimpahkan rahmat,

hidayah dan inayah- Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang

berjudul : “ PENGARUH PARTISIPASI ANGGOTA KOPERASI TERHADAP

SISA HASIL USAHA DI KOPERASI PEGAWAI REPUBLIK INDONESIA

(KPRI) “TUMBAL” KECAMATAN CIAMIS KABUPATEN CIAMIS” dengan

baik dan lancar.

Skripsi ini dapat terselesaikan berkan bimbingan dan bantuan dari berbagai

pihak. Oleh karena itu, dengan kerendahan hati penulis menyampaikan terima

kasih kepada yang terhormat :

1. Prof. Dr.H.Sudijono Sastroanmodjo, M.Si, Rektor Universitas Negeri

Semarang

2. Drs. Agus Wahyudin, M. Si, Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri

Semarang.

3. Drs. Bambang Prishardoyo M.Si, Ketua Jurusan Ilmu Studi Pembangunan

Universitas Negeri Semarang.

4. Prof. Dra Niswatin Rakub, Dosen Pembimbing I yang dengan penuh

kesabaran memberikan bimbingan, bantuan dan dorongan dalam penulisan

skripsi ini

5. Drs. Sugiarto, Dosen Pembimbing II yang dengan penuh kesabaran

memberikan bimbingan, bantuan dan dorongan dalam penulisan skripsi ini

6. Semua pihak yang telah membantuku penyelesaian skripsi ini yang tidak bisa

penulis sebutkan satu per satu

viii
Mudah – mudahan apa yang penulis tuangkan dalam skripsi ini dapat

menambah informasi dan bermanfaat bagi semua pihak.

ix
DAFTAR ISI

JUDUL ………………………………………………………………. i

PERSETUJUAN PEMBIMBING ……………………………………. ii

PENGESAHAN KELULUSAN ……………………………………. iii

PERNYATAAN ……………………………………………………… iv

MOTO DAN PERSEMBAHAN …………………………………….. v

SARI …………………………………………………………………. vi

PRAKATA …………………………………………………………… viii

DAFTAR ISI …………………………………………………………. x

DAFTAR TABEL ……………………………………………………. xii

DAFTAR LAMPIRAN ………………………………………………… xiii

BAB I PENDAHULUAN ……………………………………………. 1

1.1. Latar Belakang Masalah …………………………………. 1

1.2. Permasalahan …………………………………………… 7

1.3. Penegasan Istilah ………………………………………….. 7

1.4. Tujuan Penelitian ……………………………………….. 9

1.5. Manfaat Penelitian ……………………………………… 10

1.6. Sistematika Skripsi ………………………………………. 11

BAB II LANDASAN TEORI DAN HIPOTESIS ……………………. 12

2.1. Landasan Teori …………………………………………. 12

2.1.1. Koperasi ……………………………………….. 12

2.1.2. Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) ….. 15

x
2.1.3. Partisipasi Anggota …………………………….. 15

2.1.4. Sisa Hasil Usaha ………………………............... 21

2.2. Kerangka Berfikir ……………………………………….. 24

2.3. Hipotesis …………………………………………………. 26

BAB III METODE PENELITIAN …………………………………… 28

3.1. Populasi …………………………………………………. 28

3.2. Sampel …………………………………………………. 29

3.3. Variabel Penelitian ……………………………………. 30

3.4. Metode Pengumpulan Data …………………………….. 31

3.5. Validitas dan Reliabilitas ……………………………… 33

3.6. Metode Analisis Data …………………………………… 36

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ……………. 41

4.1. Hasil Penelitian ………………………………………… 41

4.1.1. Gambaran Umum Koperasi Pegawai Republik

Indonesia (KPRI) “TUMBAL” …………………. 41

4.1.2. Analisis Diskriftif Persentase ………………….. 54

4.1.3. Analisis Regresi …………………………………. 74

4.2. Pembahasan …………………………………………….. 76

BAB V PENUTUP ………………………………………………….. 80

5.1. Simpulan …………………………………………………. 80

5.2. Saran ……………………………………………………. 81

DAFTAR PUSTAKA ……………………………………………….. 84

xi
DAFTAR TABEL

Tabel Halaman

4.1. Jawaban Responden tentang Lamanya Menjadi Anggota Koperasi

Pegawai Republik Indonesia (KPRI) “TUMBAL”............................... 54

4.2. Jawaban Responden tentang Kehadiran Mengikuti Rapat Anggota

Tahunan................................................................................................. 55

4.3. Jawaban Responden tentang Keaktifan Memberikan Saran /Kritik

pada Rapat Anggota .............................................................................. 56

4.4. Jawaban Responden tentang Keaktifan Memberikan Saran/Kritik

di Luar Rapat Anggota Secara Lisan .................................................... 57

4.5. Jawaban Responden tentang Keaktifan Anggota Mengisi Buku

Saran / Kritik Yang Disediakan Oleh Koperasi .................................... 58

4.6. Jawaban Responden tentang Kuantitas Mencalonkan Diri Sebagai

Pengurus Selama Menjadi Anggota Koperasi....................................... 59

4.7. Bobot Nilai Rata – Rata jawaban Responden Bidang Demokrasi

Ekonomi Koperasi................................................................................. 60

4.8. Jawaban Responden tentang Ketepatan Waktu Membayar

Simpanan Pokok ................................................................................... 61

4.9. Jawaban Responden tentang Ketepatan Membayar Simpanan

Wajib ………………………………………………………… 62

4.10.Jawaban Responden tentang Rutinitas Responden Menyimpan

Uangnya dalam Simpanan Sukarela ………………………… 63

xii
4.11.Jawaban Responden tentang Berapa Kali Menyimpan Uangnya

dalam Simpanan Sukarela ..................................................................... 64

4.12.Jawaban Responden tentang Jumlah Bagian SHU yang

Disisihkan Untuk Simpanan Sukarela................................................... 65

4.13.Bobot Nilai Rata – Rata jawaban Responden BdangModal ................. ….. 65

4.14.Jawaban Responden tentang Jumlah Uang yang dipinjam pada

Koperasinya .......................................................................................... 65

4.15.Jawaban Responden tentang Jangka Waktu Pengembalian

Pinjaman................................................................................................ 67

4.16.Jawaban Responden tentang Ketepatan Waktu Pengembalian

Pinjaman pada Koperasinya.................................................................. 67

4.17.Jawaban Responden tentang Jumlah Uang yang Dibelanjakan

Pada Unit Usaha Niaga Koperasi Secara Tunai.................................... 69

4.18.Jawaban Responden tentang Jumlah Kredit Pada Unit Usaha

Niaga Koperasi...................................................................................... 70

4.19.Jawaban Responden tentang Rutinitas Anggota dalam Menyewa/

Menggunkan Gedung Serba Guna ........................................................ 71

4.20.Jawaban Responden tentang Penggunaan Jasa Penginapan Oleh

Anggotanya ........................................................................................... 72

4.21.Bobot Nilai Rata – Rata jawaban Responden BdangPenggunaan

Jasa Koperasi......................................................................................... 72

4.22.Jawaban Responden tentang Sisa Hasil Usaha (SHU) yang

Didapat .................................................................................................. 73

xiii
DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 ANGKET PENELITIAN ................................................ 85

Lampiran 2 DATA PENGARUH PARTISIPASI ANGGOTA

KOPERASI TERHADAP SISA HASIL USAHA

(SHU) DI KPRI “TUMBAL” KECAMATAN

CIAMIS KABUPATEN CIAMIS................................... 92

Lampiran 3 DATA UNTUK UJI NORMALITAS X......................... 95

Lampiran 4 DATA UNTUK UJI NORMALITAS Y......................... 97

Lampiran 5 UJI VALIDITAS............................................................. 99

Lampiran 6 UJI RELIABILITAS....................................................... 101

Lampiran 7 REGRESION .................................................................. 103

xiv
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Undang – Undang Dasar 1945 Pasal 33 ayat 1 menyatakan bahwa

“Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan atas asas

kekeluargaan”. Bangun perusahaan yang sesuai dengan pernyataan tersebut

adalah koperasi.

Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang seorang

atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan

prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas

asas kekeluargaan ( UU No 25 tahun 1992 pasal 1 ayat (1) ). Asas

kekeluargaan mencerminkan adanya kesadaran dari hati nurani manusia

untuk bekerja sama dalam koperasi.

Koperasi Indonesia bertujuan untuk memajukan kesejahteraan

anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya, serta ikut

membangun tatanan perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan

masyarakat yang maju, adil, dan makmur berlandaskan Pancasila dan UUD

1945 ( UU No 25 tahun 1992 pasal 3). Penjabaran dari tujuan koperasi

tersebut, tiap koperasi mempunyai tujuan tersendiri yang tercantum dalam

Anggaran Dasar masing-masing koperasi dimana tujuan ini dirumuskan

berdasarkan kepentingan dan kebutuhan anggotanya dan sesuai dengan

bidang usaha koperasi. Tujuan koperasi yang tercantum dalam anggaran

dasar kemudian dijabarkan lagi dalam tujuan – tujuan jangka pendek

1
2

(1 tahun). Tujuan jangka pendek ini biasanya dirumuskan dalam bentuk

rencana–rencana yang meliputi rencana kerja maupun rencana anggaran

pendapatan dan belanja koperasi. Rencana-rencana itu disusun dalam rapat

anggota. Rapat anggota koperasi minimal diadakan satu tahun sekali

sehingga disebut Rapat Anggota Tahunan (RAT). Dalam RAT selain

menyususn rencana–rencana untuk tahun berikutnya juga mengesahkan

pertanggung jawaban pengurus atas pelaksanaan rencana-rencana tahun

sebelumnya.

Tujuan koperasi pada umumnya adalah untuk mensejahterakan

anggota. Oleh karena itu semua keputusan yang dihasilkan dalam RAT harus

didasarkan pada kepentingan anggota dan mendapat persetujuan dari

anggota. Laporan pertanggungjawaban pengurus atas pelaksanaan rencana

koperasi tahun sebelumnya juga harus mendapat persetujuan dari anggota

agar laporan bisa dianggap sah.

Mengingat begitu pentingnya kedudukan anggota dalam RAT, maka

anggota koperasi diharapkan berpartisipasi aktif dalam RAT dengan cara

menghadirinya dan menggunakan hak suara yang dimiliki dengan sebaik-

baiknya untuk memberikan saran atau pendapat pada koperasi agar koperasi

dapat mencapai tujuannya dengan baik. Pencapaian rencana usaha koperasi

yang telah ditetapkan dalam RAT, maka koperasi harus dikelola sebaik

mungkin.

Pengelolaan koperasi yang baik membutuhkan modal. Modal

koperasi bisa berasal dari anggota maupun dari non anggota. Semakin besar
3

modal yang berasal dari anggota maka akan semakin baik karena ini berarti

koperasi dapat hidup dari biaya sendiri. Agar kebutuhan modal koperasi

dapat dipenuhi, dibutuhkan partisipasi anggota dalam permodalan. Bentuk

partisipasi anggota dalam permodalan dapat dilakukan dengan membayar

berbagai simpanan yang ada dalam koperasi yaitu simpanan pokok, simpanan

wajib dan simpanan sukarela secara teratur.

Adanya modal yang dimiliki kopersi, maka koperasi akan lebih

mudah memenuhi kebutuhan anggota dengan menyediakan berbagai jasa

pelayanan. Usaha koperasi dapat berkembang dengan anggota yang

hendaknya mau memanfaatkan jasa yang disediakan oleh koperasi.

Partisipasi anggota sangatlah perlu dalam perkembangan suatu

koperasi. Pertisipasi anggota meliputi berbagai bidang, yaitu partisipasi

dalam demokrasi ekonomi koperasi, modal dan dalam penggunaan jasa usaha

koperasi. Bidang demokrasi ekonomi koperasi, anggota berpartisipasi aktif

dalam setiap kegiatan pengambilan keputusan yang diselenggarakan melalui

rapat-rapat anggota maupun di luar rapat anggota. Bidang modal koperasi,

anggota koperasi aktif turut serta menanggung beban modal koperasi, hal itu

bisa dilakukan dengan membayar simpanan pokok, simpanan wajib, dan

simpanan sukarela. Bidang jasa usaha koperasi, anggota sebagai pengguna

dari setiap kegiatan usaha koperasi, di sini anggota koperasi sebagai

konsumen bahkan pelanggan dari kegiatan usaha koperasi. Dalam

berpartisipasi terhadap koperasinya dalam bidang jasa koperasi ,dengan cara


4

anggota sering menggunakan berbagai jasa atau unit usaha yang disediakan

oleh koperasinya.

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa partisipasi anggota

sangat dibutuhkan dalam koperasi. Partisipasi anggota meliputi partisipasi

dalam demokrasi ekonomi koperasi, partisipasi dalam permodalan, dan

partisipasi dalam menggukan jasa koperasi.

Adanya partisipasi yang aktif dari para anggota koperasi diharapkan

akan dapat meningkatkan perolehan sisa hasil usaha (SHU). Perolahan sisa

hasil usaha (SHU) setiap tahun bagi koperasi menjadi sangat penting, karena

sebagian dari sisa hasil usaha (SHU) tersebut disisihkan sebagai cadangan

yang akan memperkuat koperasi itu sendiri.

Partisipasi yang aktif dari semua anggota koperasi terhadap semua

kegiatan koperasi diharapkan dapat memperoleh sisa hasil usaha (SHU) yang

dari tahun ke tahun terus meningkat. Sisa hasil usaha (SHU) yang diperoleh

koperasi merupakan salah satu daya tarik bagi seseorang untuk menjadi

anggota koperasi tersebut dan akan mendorong anggota yang berpartisipasi

pasif menjadi anggota yang aktif. Hal itu disebabkan anggota yang

berpartisipasi aktif akan mendapatkan jasa yang lebih dari pembagian sisa

hasil usaha (SHU) koperai tersebut,

Koperasi sebagai salah satu badan usaha, koperasi harus mampu

memperoleh laba dan tidak menderita kerugian karena dengan perolehan

SHU yang tinggi maka modal koperasi akan semakin besar dan koperasi akan

semakin kuat. Partisipasi anggota yang aktif sangat diperlukan oleh koperasi
5

dalam setiap kegiatan usaha koperasi, sehingga sisa hasil usaha yang

diperoleh dapat mencapai target yang diinginkan.

Dari jenisnya Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI)

termasuk jenis koperasi fungsional dimana anggotanya mempunyai kesamaan

profesi dan kepentingan sebagai pegawai negeri. Begitu pula dengan

Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) “TUMBAL” anggotanya

pegawai negeri. Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) “TUMBAL”

Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis, TUMBAL merupakan kependekan

dari kata Bahasa Sunda Yaitu “Tarekah Urang Malar Bisa Aya Leuwihna”,

yang diartikan dalam Bahasa Indonesia yaitu Usaha Kita Supaya Bisa Ada

Sisanya.

Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) “TUMBAL”

Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis yang bertempat di Jalan Jendral

Sudirman No. 36 Ciamis. Berbadan hukum pada tanggal 14 Oktober 1997

dengan Nomor 579/BH/PHD/KWK.10/1997.

Kegiatan usaha Koperasi Pegawai Republik Indonesia

(KPRI ) “TUMBAL” Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis meliputi usaha

simpan pinjam, usaha niaga/pertokoan, dan usaha jasa ( penginapan,

penyewaan lapangan Bulu Tangkis dan ruang rapat/resepsi. Untuk

memperlancar kegiatan usahanya Koperasi Pegawai Republik Indonesia

(KPRI )“TUMBAL” Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis bekerja sama

dengan instansi pemerintahan, yaitu Dinas Pendidikan Nasional Kecamatan


6

Ciamis Kabupaten Ciamis, Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi

Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis dan Organisasi PGRI.

Koperasi akan selalu berusaha untuk mensejahterakan anggotanya,

salah satunya melalui pembagian SHU pada anggotanya. Salah satu cara

untuk mensukseskan koperasi perlu adanya peran serta anggota pada

khususnya dan masyarakat pada umumnya. Peneliti berinisiatif untuk

melakukan penelitian di Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI)

“TUMBAL” Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis. Hal yang mendasari

peneliti melakukan penelitian di Koperasi Pegawai Republik Indonesia

(KPRI) “TUMBAL” Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis yaitu Kecamatan

Ciamis Kabupaten Ciamis yang relatif termasuk kota kecil perlu adanya

peran serta masyarakat terpelajar untuk mengembangkannya khususnya

dalam bidang koperasi. Sedangkan Koperasi Pegawai Republik Indonesia

(KPRI) “TUMBAL” Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis dari mulai

berdirinya yakni pada tanggal 15 Januari 1938 sampai sekarang jumlah

anggota sebanyak 703. Lamanya berdiri dan sampai sekarang masih bertahan

dengan jumlah anggota yang banyak merupakan daya tarik bagi peneliti

untuk melakukan penelitian pada Koperasi Pegawai Republik Indonesia

(KPRI) “TUMBAL” Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis tersebut. Dengan

berbagai unit usaha yang dikelola oleh Koperasi Pegawai Republik Indonesia

(KPRI) “TUMBAL” dan mampu bertahan dalam waktu yang lama, seberapa

besarkah pengaruh partisipasi anggota Koperasi Pegawai Republik Indonesia

(KPRI) “TUMBAL” terhadap sisa hasil usaha (SHU).


7

Atas dasat pertimbangan yang telah dikemukanan, penulis


memberi judul “ Pengaruh Partisipasi Anggota Koperasi terhadap Sisa
Hasil Usaha Di Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI)
“TUMBAL” Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis".

B. Permasalahan
Berdasarkan uraian dalam latar belakang, maka permasalahan

yang akan diteliti adalah :

1. Adakah pengaruh partisipasi anggota terhadap sisa hasil usaha (SHU) di

Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) “TUMBAL” Kecamatan

Ciamis Kabupaten Ciamis ?

2. Seberapa besarkah pengaruh partisipasi anggota terhadap sisa hasil usaha


(SHU) di Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) “TUMBAL”
Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis ?

C. Penegasan Istilah
Untuk menghindari salah tafsir dalam memberikan interprestasi

tentang judul ini dan untuk memberikan gambaran yang jelas kearah yang

dimaksud, maka perlu adanya penegasan istilah. Penegasan istilan

dimaksudkan agar ada kesamaan pemahaman terhadap istilah-istilah yang

terdapat dalam judul ini. Adapun istilah yang perlu ditegaskan dalam judul ini

adalah sebagai berikut :

1. Pengaruh

Pengaruh adalah daya yang ada atau timbul dari sesuatu (orang, badan,

keadaan) yang ikut membentuk watak, kepercayaan, atau perbuatan

seseorang ( KBBI, 1990 : 664).


8

Pengaruh dalam penelitian ini adalah suatu daya yang ditimbulkan dari

partisipasi anggota terhadap perolehan SHU pada Koperasi Pegawai

Republik Indonesia (KPRI )“TUMBAL” Kecamatan Ciamis Kabupaten

Ciamis.

2. Partisipasi Anggota

Partisipasi berari turut berperan serta dalam suatu kegiatan, keikutsertaan

peran serta (KBBI, 1990 : 660). Sedangkan menurut Winardi (1983 : 63),

partisipasi adalah turut sertanya seseorang baik secara mental maupun

emosional untuk memberikan sumbangan kepada proses pembuatan

keputusan, terutama mengenai persoalan-persoalan dimana keterlibatan

pribadi orang yang bersangkutan melaksanakan tanggung jawabnya

melakukan hal tersebut.

Anggota adalah orang atau badan yang menjadi bagian atau masuk di

suatu golongan (perserikatan, dewan, panitia, dan sebagainya) ( KBBI,

1990 : 43).

Yang dimaksud partisipasi anggota dalam penelitian ini adalah peran

serta atau keikutsertaan anggota koperasi dalam perolehan sisa hasil di

Koperasi Pegawai Republik Inonesia (KPRI )“TUMBAL” Kecamatan

Ciamis Kabupaten Ciamis.

3. Sisa Hasil Usaha (SHU)

Sisa hasil usaha (SHU) koperasi merupakan pendapatan koperasi yang

diperoleh dlam satu tahun buku dikurangi dengan biaya, penyusutan dan
9

kewajiban lainnyatermasuk pajak dalam tahun buku yang bersangkutan (

UU No 25 tahun 1992 pasal 45 ayat 1).

4. Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI)

Koperasi pegawai Republik Indonesia (KPRI) yaitu suatu badan koperasi

yang beranggotakan para pegawai negeri. Pegawai negeri yaitu pegawai

pemerintah yang berada diluar politik yang bertugas melaksanakan

administrasi pemerintahan berdasarkan perundang-undangan yang

ditetapkan ( Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan ,

1989 :658).

Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) dalam penelitian ini adalah

Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) “TUMBAL” yang berada

di Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis.

D. Tujuan Penelitian

Sesuai dengan permasalahan yang diteliti, maka tujuan yang yang akan

dicapai dalam penelitian ini adalah :

a) Untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh partisipasi anggota terhadap

sisa hasil usaha (SHU) di Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI)

“TUMBAL” Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis.

b) Untuk mengetahui seberapa besarkah pengaruh partisipasi anggota

terhadap sisa hasil usaha (SHU) di Koperasi Pegawai Republik Indonesia

(KPRI) “TUMBAL” Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis.


10

E. Manfaat Penelitian

Manfaat dari penelitian ini adalah :

a) Manfaat praktis

Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat dan dapat

memberikan sumbangan bagi koperasi khususnya KPRI “TUMBAL”

Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis dalam usaha meningkatkan

partisipasi anggota sehingga tujuan dari koperasi dapat tercapai.

b) Manfaat akademis

1. Untuk menambah pengetahuan dan pengalaman bagi penulis.

Dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat menambah

pengetahuan dan pengalaman khususnya dalam bidang koperasi,

setelah mendapatkan ilmu pengetahuan di perkuliahan.

2. Untuk membuktikan pentingnya partisipasi anggota dalam perolehan

SHU.

Semua aktvitas perkoperasian tidak lepas dari peran serta anggotanya,

karena peranan anggota sebagai pemilik dan konsumen dari usaha

koperasi tersebut. Oleh karena itu partisipasi aktif anggota sangatlah

dibutuhkan dalam kehidupan berkoperasi. Penelitian ini diharapkan

dapat membuktikan pentingnya partisipasi aktif anggota dalam

berkopersi, yaitu pentingnya partisipasi aktif dari anggota dalam

perolehan sisa hasil usaha (SHU) khususnya pada Koperasi Pegawai

Republik Indonesia (KPRI) “TUMBAL” Kecamatan Ciamis

Kabupaten Ciamis
11

F. Sistematika Skripsi

Sistematika skripsi ini adalah sebagai berikut :

1. Bagian pendahuluan berisi halaman judul, abstraksi, pengesahan, motto,

dan persembahan, kata pengantar, daftar isi, daftar tabel.

2. Bagian isi skripsi, terdiri dari :

BAB I Pendahuluan yang terdiri atas latar belakang masalah,

penegasan istilah, permasalahan, tujuan penelitian, kegunaan,

dan sistematika skripsi.

BAB II Landasan teori penelitian, meliputi partisipasi anggota, sisa

hasil usaha, koperasi, Koperasi Pegawai Republik Indonesia,

kerangka pemikiran, dan hipotesis.

BAB III Metode penelitian terdiri dari populasi, sampel, variabel

penelitian, metode pengumpulan data, dan metode analisis

data.

BAB IV Hasil penelitian dan pembahasan meliputi hasil penelitian dan

pembahasannya. Dalam bab ini berisi temuan atas pemecahan

masalah masalah yang dirumuskan dalam bab pendahuluan.

BAB V Penutup berisi : kesimpulan yang diperoleh dari hasil

penelitian dan saran-saran.

3. Bagian akhir sripsi berisi daftar pustaka dan lampiran-lampiran


BAB II

LANDASAN TEORI DAN HIPOTESISIS

A. Landasan Teori

1. Koperasi

Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang satau badan

hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip

koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan atas

asas kekeluargaan ( UU No 25 tahun 1992 pasal 1 ayat 1).

Koperasi adalah suatu perkumpulan yang beranggotakan orang-

orang atau badan-badan yang memberikan kebebasan masuk dan keluar

sebagai anggota, dengan bekerja sama secara kekeluargaan menjalankan

usaha, untuk mempertinggi kesejahteraan para anggotanya (Arifinal

Chaniago, 1984 : 1)

Koperasi mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :

a. Adanya sekelompok orang yang kepentingan ekonomis yang sama.

b. Memiliki dan membangun satu usaha bersama.

c. Memiliki motivasi kuat untuk dapat berdikari sebagai kekuatan utama

dari kelompok.

d. Kepentingan bersama yang merupakan cerminan dari kepentingan

individu atau anggota adalah tujuan utama usaha bersama mereka.

(Edilius dan Sudarsono, 1996 : 12)

Anggota koperasi adalah pemilik dan sekaligus pengguna jasa

koperasi. Keanggotaan koperasi didasarkan pada kesamaan kepentingan

12
13

ekonomi dan lingkungan usaha koperasi. Dalam UU No 25 tahun 1992

pasal 4 dijelaskan bahwa fungsi koperasi adalah :

a. Membangun dan mengembangkan potensi serta kemampuan ekonomi

anggota khususnya dan masyarakat pada umumnya untuk

meningkatkan kesejahteraan ekonomi sosial.

b. Berperan serta secara aktif dalam upaya mempertinggi kualitas

kehidupan manusia dan masyarakat.

c. Memperkokoh perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan

perekonomian nasional dengan koperasi sebagai soko guru.

d. Berusaha untuk mewujudkan dan mengembangkan perekonomian

nasional yang merupakan usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan

dan demokrasi ekonomi.

Perangkat organisasi koperasi terdiri dari :

A. Rapat anggota

Rapat anggota merupakan pemegang kekuasaan tertinggi dalam

koperasi. Dalam UU No 25 tahun1992 pasal 23 rapat anggota koperasi

menetapkan :

1. Anggaran Dasar.

2. Kebijakan umum di bidang organisasi, manajemen dan usaha

koperasi.

3. Pemilihan, pengangkatan, pemberhentian pengurus dan

pengawas.
14

4. Rencana kerja, rencana anggaran pendapatan dan belanja koperasi

serta pengesahan laporan keuangan.

5. Pengesahan pertanggungjawaban pengurus dalam melaksanakan

tugasnya.

6. Pembagian sisa hasil usaha.

7. Penggabungan, peleburan, pembagian, dan pembubaran koperasi.

B. Pengurus

Berdasarkan UU Nop 25 tahun 1992 pasal 30, tugas pengurus koperasi :

1. Mengelola koperasi dan usahanya.

2. Mengajukan rancangan rencana kerja serta rancangan rencana

anggaran pendapatan dan belanja koperasi.

3. Menyelenggarakan rapat anggota.

4. Mengajukan laporan keuangan dan pertanggungjawaban

pelaksanaan tugas.

5. Memelihara daftar buku anggota dan pengurus.

C. Pengawas

Berdasarkan Undang - Undang No 25 tahun 1992 pasal 39 ayat 1,tugas

pengawas koperasi adalah :

1. Melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijaksanaan dan

pengelolaan koperasi.

2. Membuat laporan tertulis tentang hasil pengawasan.


15

2. Koperasi Pegawai Republik indonesia (KPRI)

Koperasi pegawai Republik Indonesia (KPRI) adalah koperasi

golongan konsumen yang didirikan untuk memelihara kepentingan dan

memenuhi para anggota ( keluarga pegawai sebagai konsumen ). Adapun

usaha yang dijalankan antara lain kegiatan usaha di bidang niaga atau

bidang produksi (Sri Edi Swasono, 1985 : 243).

Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) adalah koperasi

fungsional yang merupakan suatu wadah di bidang konsumsi yang

anggotanya di lingkungan tertentu (pegawai negeri) yang bertujuan untuk

memenuhi kebutuhan anggotanya (Arifinal Chaniago, 1984 : 38).

Dilihat dari lapangan usahanya, Koperasi Pegawai Republik Indonesia

(KPRI) adalah koperasi golongan konsumen yang berusaha memenuhi

kebutuhan anggotanya dalam meningkatkan kesejahteraan para anggotanya.

Dilihat dari jenisnya, KPRI termasuk jenis atau golongan koperasi

fungsioinal di mana anggotanya mempunyai kesamaan profesi dan

kepentingan yaitu sebagai pegawai negeri.

3. Partisipasi Anggota

a Pengertian partisipasi anggota

Partisipasi adalah turut sertanya seseorang baik secara mental maupun

emosional untuk memberikan sumbangsih kepada proses pembuatan

keputusan, terutama mengenai persoalan-persoalan di mana keterlibatan

pribadi yang bersangkutan melaksanakan tanggung jawabnya


16

melakukan hal tersebut (Winardi, 1983 : 63). Partisipasi adalah suatu

aktivitas untuk membangkitkan perasaan diikutsertakan dalam kegiatan

organisasi dan ikut sertanya bawahan dalam kegiatan organisasi ( The

Liang Gie, 1968 : 189). Sedangkan anggota adalah orang atau badan

yang menjadi bagian atau masuk di suatu golongan perserikatan,

dewan, panitia, dan sebagainya (KBBI, 1990 :43). Anggota disini

adalah anggota koperasi. Jadi partisipasi anggota adalah keterlibatan

mental dan emosional dari anggota koperasi dalam memberikan inisiatif

dan berkreatif terhadap kegiatan yang dilakukan koperasi dalam rangka

mencapai tujuan koperasi.

Partisipasi anggota memegang peranan yang menentukan dalam

perkembangan koperasi. Partisipasi anggota dapat menimbulkan

rangkaian kegiatan yang berhubungan dengan hak dan kewajiban

mereka sebagai anggota maupun sebagai pemilik koperasi. Kurangnya

partisipasi anggota akan mengakibatkan kemiskinan ide-ide dari

anggota yang pada akhirnya akan dapat menghambat perkembangan

koperasi. Menurut Ninik Widiyanti (1991:199), partisipasi anggota

dapat diukur dari kesediaan anggota untuk memikul kewajiban dan

menjalankan hak keanggotaannya secara bertanggung jawab. Jika

sebagian besar anggota koperasi sudah menunaikan kewajiban dan

melaksanakan hak secara bertanggung jawab, maka partisipasi anggota

dapat dikatakan baik. Akan tetapi jika ternyata hanya sedikit anggota

yang menunaikan kewajiban dan melaksanakan haknya secara


17

bertanggung jawab maka partisipasi anggota dapat dikatakan buruk atau

rendah. Partisipasi anggota dalah hal ini yaitu dalam bidang demokrasi

ekonomi koperasinya, dalam bidang modal dan dalam bidang kegiatan

usaha koperasi.

b Unsur-unsur partisipasi anggota

Ada beberapa pendapat tentang bentuk-bentuk partisipasi

anggota dalam koperasi,. Menurut G. Kartasapoetra (1992 : 126)

partisipasi anggota aktif dapat diwujudkan dengan :

1. Membayar iuran wajib secara tertib dan teratur

2. Menabung sukarela sehingga akan dapat menambah modal

koperasi.

3. Memanfaatkan jasa koperasi ( barang/ belanja barang-barang dari

koperasi ).

4. Memanfaatkan dana pinjaman koperasi dengan taat mengangsur.

5. Mengahadiri rapat-rapat dan pertemuan secara aktif.

Menurut Ninik Widiyanti (1991 : 200 ) beberapa indikasi yang muncul

sebagai ciri-ciri anggota yang berpartisipasi baik adalah :

1. Melunasi simpanan pokok dan simpanan wajib secara tertib dan

teratur.

2. Membantu modal koperasi disamping simpanan pokok dan wajib

sesuai dengan kemampuan masing-masing.

3. Menjadi langganan koperasi yang setia.

4. Menghadiri rapat-rapat dan pertemuan secara aktif.


18

5. Menggunakan hak untuk mengawasi jalannya usaha koperasi

menurut Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga, peraturan-

peraturan lainnya dan keputusan-keputusan bersama lainnya.

Menurut Rusidi (1992 : 18), partisipasi anggota berdasarkan statusnya

dapat dirinci menjadi :

1. Partisipasi anggota dalam RAT.

2. Partisipasi anggota dalam penanaman modal melalui berbagai

macam simpanan

3. Partisipasi anggota dalam pemanfaatan pelayanan yang disediakan

oleh koperasi (sebagai pelanggan).

Dari beberapa pendapat diatas, maka dapat disimpulkan bahwa unsur-

unsur partisipasi anggota yang akan digunakan dalam penelitian ini

meliputi :

1. Partisipasi anggota dalam demokrasi ekonomi koperasi.

2. Partisipasi anggota dalam permodalan

3. Partisipasi anggota dalam menggunakan jasa koperasi.

Untuk lebih jelasnya, unsur-unsur partisipasi anggota tersebut akan

diuraikan sebagai berikut :

a) Partisipasi anggota dalam demokrasi ekonomi koperasi.

Partisipasi anggota dalam demokrasi ekonomi koperasi dapat

dilakukan dalam rapat anggota baik rapat anggota tahunan maupun

rapat–rapat anggota yang dilakukan sewaktu-waktu apabila

diperlukan. Dalam koperasi, rapat anggota merupakan kekuasaan


19

tertinggi di mana dalam rapat ini semua anggota berhak

menghadirinya. Rapat anggota koperasi (UU No 25 tahun 1992 pasal

23) menetapkan:

1. Anggaran Dasar

2. Kebijaksanaan umum di bidang organisasi. Manajemen, dan

usaha koperasi.

3. Pemilihan, pengangkatan, dan pemberhentian pengurus dan

pengawas.

4. Rencana kerja, rencana anggaran pendapatan dan belanja

koperasi serta pengesahan laporan keungan.

5. Pengesahan pertanggungjawaban pengurus dalam melaksanakan

tugasnya.

6. Pembagian sisa hasil usaha.

7. Penggabungan, peleburan, pembagian dan pembubaran koperasi.

Di dalam rapat anggota koperasi itulah para anggota

koperasi dapat menggunakan dengan sebaik-baiknya hak demokrasi

ekonominyanya dan secara jujur dan demokratis mengemukakan

pendapat dan gagasan-gagasannya demi perbaikan, kemajuan dan

perkembangan koperasi sebagai wahana yang terbaik untuk

mewujudkan kemakmuran dan kesejahteraan bersama.


20

b) Partisipasi anggota dalam permodalan

Dalam kehidupan koperasi, untuk dapat melaksanakan dan

mengembangkan usahanya memerlukan modal. Permodalan koperasi

terdiri dari modal sendiri dan modal pinjaman. Modal sendiri dapat

berasal dari simpanan pokok, simpanan wajib, dana cadangan hibah.

Sedangkan modal pinjaman dapat berasal dari anggota, koperasi

lainnya dan/atau anggota, bank, dan lembaga-lembaga keuangan

lainnya, penerbitan obligasi dan surat utang lainnya atau sumber-

sumber lain yang sah ( UU No 25 tahun 1992 pasal 41).

Bentuk partisipasi anggota dalam permodalan dapat dilakukan

melalui berbagai simpanan yang ada dalam koperasi. Menurut Ign

sukamdiyo (1996 :83) simpanan-simpanan tersebut antara lain :

1. Simpanan pokok.

2. Simpanan sukarela.

3. Simpanan wajib khusus.

4. Sisa hasil usaha

5. Cadangan-cadangan

c) Partisipasi anggota dalam menggunakan jasa koperasi.

Menurut Iskandar Soesilo yang dikutip oleh Chairul Jamhari

(1985 : 198), prinsip kegiatan Koperasi adalah berorientasi pada

kepentingan anggota (member oriented). Hal ini sangat berkaitan

dengan fungsi ganda anggota sebagaipemilik sekaligus sebagai

pelanggan dari koperasinya. Fungsi ganda anggota ini harus simultan


21

tidak boleh dipisah-pisah. Fungsi ganda ini merupakan menjadi ciri

khas suatu Koperasi yang membedakan lain dari perusahaan lain non

Koperasi.

Menurut Ign Sukamdiyo (1999:102), salah satu tujuan

pendidikan Koperasi yaitu mengubah perilaku dan kepercayaan serta

menumbuhkan kesadaran pada masyarakat, khususnya para nggota

Koperasi tentang arti penting atau manfaat untuk bergabung dan

berpartisifasi aktif dalam kegiatan usaha dan pengambilan keputusan

Koperasi sebagai perbaikan terhadap kondisi sosial ekonomi mereka.

Disini anggota selain sebagai pemilik koperasi juga berperan

sebagai pengguna atau pelanggan dari setiap kegiatan usaha Koperasi.

Bentuk partisifasi anggota dalam menggunakan jasa Koperasi dapat

dilihat dari kesediaan mereka menggunakan berbagai macam jasa

Koperasi yang disediakan.

4. Sisa Hasil Usaha

Sebagai suatu badan usaha, koperasi di dalam menjalankan kegiatan

usahanya tentu saja menghendaki untuk mendapatkan keuntungan atau sisa

hasil usaha. Jika koperasi bisa mendapatkan sisa hasil usaha yang cukup

banyak, maka sisa hasil usaha tersebut dapat di sisihkan sebagian untuk

cadangan kopersi, yang selanjutnya bisa dipergunakan untuk menambah

modal koperasi. Apabila modal koperasi bertambah besar, maka dengan

sendirinya lingkup usaha koperasi akan bertambah besar pula.


22

Sisa hasil usaha koperasi adalah pendapatan koperasi yang diperoleh

satu tahun buku seletah dikurangi dengan penyusutan dan biaya-biaya dari

tahun buku yang bersangkutan (M. Tohar, 1999 : 22). Sumber sisa hasil

usaha diperoleh dari jasa pelayanan kepada anggota maupun bukan anggota

koperasi.

Sisa hasil usaha mungkin tidak dibagi habis, karena pembagian sisa

hasil usaha dalam koperasi terbatas sesuai dengan tingkat bunga bank

pemerintah. Atau, mungkin juga terjadi, rapat anggota memutuskan sisa

hasil usaha tahun buku yang bersangkutan tetap tinggal dalam rekening

simpanan masing-masinganggota. Sisa hasil usaha yang tidak dibagi ini

digunakan untuk pemupukan modal.

Sisa hasil usaha yang berasal dari usaha yang diselenggarakan untuk

anggota dibagi untuk :

a. Cadangan koperasi.

b. Anggota sebanding dengan jasa yang diberikan.

c. Dana pengurus.

d. Dana pegawai atau karyawan.

e. Dana pendidikan koperasi.

f. Dana sosial

g. Dana pembangunan daerah kerja.

(Ninik Widiyanti, 1991 :157)


23

Sisa hasil usaha yang berasal dari usaha yang diselenggarakan bukan

anggota dibagi untuk :

a. Cadangan koperasi

b. Dana pengurus

c. Dana pegawai / karyawan

d. Dana pendidikan

e. Dana sosial

f. Dana pembangunan daerah kerja.

(Ninik Widiyanti, 1991 :157)

Komponen-kopmponen tersebut diatas sebelum dicairkan, disajikan

sebagai kewajiban lancardalam neraca koperasi. Sedangkan cadangan

koperai merupakan sisa hasil usaha yang tidak dibagikan dan digunakan

untuk memupuk modal koperasi dan menutup kerugian dalam koperasi.

Undang-Undang koperasi Nomor 25 tahun 1992 pasal 5,

menjelaskan bahwa pembagian sisa hasil usaha dilakukan secara adil

sebanding dengan besarnya jasa usaha yang dilakukan oleh masing-masing

anggota koperasi kepada koperasinya. Artinya, dalam pembagian sisa hasil

usaha koperasi kepada para anggota ini tidak semata-mata melihat besar/

kecilnya modal yang dimasukan / diserahkan anggota koperasi melainkan

harus sebanding atau seimbang dengan transaksi usaha dan partisipasi

modal yang diberikan anggota kepada koperasinya. Penetapan besarnya

pembagian kepada para anggota dan jenis serta besarnya keperluan lain

ditetapkan dalam rapat anggota.


24

Dari uraian tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa dana-dana yang

berasal dari pembagian sisa hasil usaha koperasi selama belum

dimanfaatkan digolongkan sebagai kewajiban lancar koperasi. Pembagian

sisa hasil usaha kopersi kepada anggotanya berdasarkan jasa atau

sumbangsih anggota koperasi terhadap koperasinya.

B. Kerangka Berpikir

Dalam mencapai tujuan suatu koperasi harus memperhatikan berbagai

faktor yang mempengaruhi pencapaian tujuan koperasi, di antaranya yaitu

partisipasi anggota. Maju mundurnya koperasi ditentukan oleh partisipasi

anggotanya. Di mana sumbangsih anggota koperasi terhadap koperasinya

sangat berpengaruh besar terhadap perkembangan koperasi itu sendiri dalam

pencapaian tujuan koperasi.

Partisipasi anggota merupakan proses atau kegiatan di mana para

anggota bekerja atau berusaha melalui koperasinya. Partisipasi anggota ini

meliputi partisipasi anggota dalam bidang demokrasi ekonomi koperasi,

partisipasi anggota dalam permodalan, dan partisipasi anggota dalam

menggunakan jasa koperasi. Adanya partisipasi aktif dari para anggota akan

mengakibatkan perolehan sisa hasil usaha koperasi sesuai dengan yang

diharapkan

Dalam hubungan dengan SHU peranan partisipasi anggota sangatlah

diperlukan dalam rangka meningkatkan usaha koperasi untuk memperoleh

pendapaatan. Sebagaimana yang dijelaskan dalam bagian SHU koperasi,


25

bahwa SHU setelah dikurangi dengan dengaan dana cadangan, biaya

penyusutan, dan kewajiban lain termasuk pajak dibagikan kepada anggota

sebanding dengan jasa usaha yang dilakukan oleh masing-masing anggota

koperasi dalam satu periode tertentu.

Menurut ing sukamdiyo (1999:47), bahwa baik buruknya koperasi

tidak hanya tergantung kepada pengurus tetapi partisipasi aktif anggotanya.

Disini anggota sebagai subyek, peran yang fundamental dan pemegang

kendala pengawasan terhadap koperasinya. Dalam melaksanakan tugasnya

secara rinci, anggota dapat mendelegasikan wewenangnya kepada pengurus

dan pengawas Koperasi. Selain itu partisipasi anggota terus terwujud dalam

tindakan nyata sehari-hari, misalnya rutin menggunakan jasa Koperasi

Menurut Ign Sukamdiyo (1999:49), usaha yang sehat suatu Koperasi

salah satunya ditandai dengan keikutsertaan para anggotanya dalam

Koperasi diimbangai dengan jasa oleh Koperasi kepadanya, minimal

anggota tidak merasa kecewa terhadap pelayanan yang diberikan oleh

kopersinya. Di sisi peran aktif anggota terhadap kopersinya dihargai dengan

jasa yang diberikan oleh kperasi terhadap anggotanya. Menurut Ign

Sukamdiyo (1999 :22) semakain aktif anggota berperan terhadap

koperasinya, maka semakin besar pula jasa yang diterima anggota dari

koperasinya. Hal ini sesuai dengan prinsip Rochdole. Di sini jasa anggota

dihargai, hal ini terlihat dalam pembagian keuntungan koperasi, yaitu siapa

yang memberikan keuntungan yang besar, maka akan mendapat pembagian

jasa yang besar pula dari koperasinya.


26

Anggota yang berpartisifasi aktif dalam jasa usaha dan jasa modal

koperasi akan mendapat sisa hasil usaha (SHU) yang besar dibanding

dengan anggota yang kurang berpartisifasi. Kegiatan usaha koperasi bukan

sekedar usaha yang mengandalkan tingkat prestasi individual, melainkan

merupakan usaha bersama untuk menuju kesejahteraan bersama (Ninik

Wiodyanti,1991 : 52).

Dari pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa keuntungan atau sisa

hasil usaha (SHU) koperasi bukan didapat dari kerja keras atau prestasi

individual, melainkan hasil kerja sama semua elemen yang terdapat dalam

koperasi, seperti : pengurus, pengawas, pegawai Koperasi dan partisipasi

anggota.

Secara sistematis kerangka pemikiran diatas dapat digambarkan

sebagi berikut :

Partisipasi Anggota (X) :

1. Dalam demkrosi ekonomi koperasi (Y)

2. Dalam permodalan SHU

3. Dalam penggunaan jasa koperasi

C. HIPOTESIS

Hipotesis adalah jawaban yang bersifat sementara terhadap

permasalahan penelitian, sampai terbukti melalui data yang terkumpul


27

(Suharsimi Arikunto, 1996 : 67). Hipotesis dalam penelitian ini adalah :

Hipotesis alternatif (Ha).

“Ada pengaruh partisipasi anggota terhadap sisa hasil usaha pada KPRI

TUMBAL Kecamatan Ciamis Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis”


BAB III

METODE PENELITIAN

Metodologi berasal dari bahasa yunani "methodos" dan "logos". Methodos

berarti cara, sedangkan logos berarti ilmu. Metodologi adalah ilmu tentang cara

mencapai tujuan tertentu, sedangkan penelitian menurut Sutrisno Hadi adalah

Reserch sebagai usaha menentukan, mengembangkan dan menguji kebenaran dan

pengetahuan, usaha mana dilaksanakan dengan menggunakan metode ilmiah

(Sutrisno Hadi : 2000 : 14).

Dengan demikian yang dimaksud dengan metodologi penelitian disini

adalah suatu kegiatan untuk mengembangkan dan menguji kebenaran

pengetahuan dengan cara-cara ilmiah. Oleh karena itu, dalam meneliti harus

dilaksanakan secara cermat, tepat dan sistematis

A. Populasi

Populasi adalah keseluruhan subyek penelitian yang dapat terdiri dari dari

manusia, benda-benda, hewan, tumbuhan, gejala-gejala, nilai tes atau

peristiwa sebagai sumber data yang memiliki karakteristik tertentu dalam

suatu penelitian (Hadari Nawawi, 1993 : 4). Populasi adalah keseluruhan

subyek penelitian (Suharsimi Arikunto, 1996 : 115). Populasi dalam penelitian

ini adalah seluruh anggota KPRI “TUMBAL” Kecamatan Ciamis Kecamatan

Ciamis Kabupaten Ciamis berjumlah 703 orang.

28
29

B. Sampel

Sampel adalah sebagian yang diambil dari populasi dengan menggunakan

cara-cara tertentu (Sudjana, 1992 : 161). Sampel adalah sebagian atau wakil

populasi yang diteliti. Apabila subyek yang digunakan kurang dari 100 dapat

diambil semua sehingga merupakan penelitian populasi. Selanjutnya jika

subyek besar dapat diambil antara 10 % -15 % atau 20 % - 25 % atau lebih

(Suharsimi Arikunto, 1996 : 117 – 120).

Teknik pengambilan sempel dalam penelitian ini menggunakan simple

random sampling yaitu pengambilan sampel anggota populasi dilakukan

secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi tersebut.(

Edhi Setiawan,2004 : 152).

Dalam penelitian ini, peneliti mengambil sample 10 % dari jumlah anggota

yang ada sehingga yang diambil sebanyak 70 anggota Koperasi Pegawai

Republik Indonesia (KPRI) "TUMBAL" Kecamatan Ciamis Kecamatan

Ciamis Kabupaten Ciamis. Untuk lebih jelasnya perhitungan sampelnya yaitu

703 x 10 % = 70.3 (dibulatkan menjadi 70)

C. Variabel Penelitian

Dalam penelitian ini ada dua variabel penelitian :

1. Variabel bebas (X)


30

Variabel bebas (variabel yang mempengaruhi) merupakan variabel

perlakuan atau sengaja dimanipulasi untuk diketahui intensitasnya atau

pengaruhnya terhadap variabel terikat (Nana Sudjana, 1987 : 24).

Variabel bebas dalam penelitian ini adalah partisipasi anggota KPRI

“TUMBAL” Kecamatan Ciamis Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis.”

Indikator dari variabel partisipasi anggota adalah :

a. Partisipasi anggota dalam bidang demokrasi ekonomi koperasi.

Anggota ikut serta dalam hal demokrasi koperasi yaitu anggota

berpartisipasi aktif dalam setiap proses pengambilan keputusan

koperasi. Hal itu bisa dilakukan dalam kegiatan rapat-rapat anggota

seperti Rapat Anggota Tahunan (RAT) maupun di luar rapat anggota.

b. Partisipasi anggota dalam permodalan.

Setiap kegiatan usaha koperasi tidak lepas dengan modal usaha yang

bisa diperoleh dari anggota. Jadi partisipasi anggota koperasi dalam

permodalan yaitu anggota koperasi ikut menanggung modal usaha

koperasi, dengan cara : aktif dalam membayar simpanan pokok,

simpanan wajib, dan simpanan sukarela.

c. Partisipasi anggota dalam menggunakan jasa koperasi.

Koperasi sebagai suatu usaha bersama, dari, oleh, dan untuk anggota

maka partisuipasi anggota dalam menggunakan jasa koperasi

sangatlah perlu. Partisipasi anggota dalam menggunakan jasa koperasi


31

yaitu anggota koperasi sebagai pemakai atau konsumen dari setiap

kegiatan usaha koperasi.

2. Variabel terikat (Y)

Variabel terikat dalam penelitian ini adalah sisa hasil usaha pada KPRI

“TUMBAL” Kecamatan Ciamis Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis.

Sisa hasil usaha (SHU) merupakan jasa yang diterima oleh anggota atas

peran sertanya terhadap koperasi. Besarnya sisa hasil usaha (SHU) yang

diterima oleh anggotanya sebanding dengan partisipasi anggota tersebut

terhdapap koperasinya.

D. Metode Pengumpulan Data

Metode pengambilan data merupakan suatu usaha sadar untuk mengumpulkan

data yang dilaksanakan secara sistematis dan dengan prosedur yang terstandar

(Suharsimi Arikunto, 1996 : 223). Metode lebih menekankan pada strategi,

proses dan pendekatan dalam memilih jenis, karakteristik, serta dimensi ruang

dan waktu dari data yang diperlukan (Nana Sudjana, 1987 : 52).

Metode pengambilan data yang digunakan dalam penelitian ini :

1. Metode angket atau kuesioner

Kuesioner atau angket adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang

digunakan dalam memperoleh informasi dari responden dalam arti

laporan tentang pribadinya atau hal-hal yang ia ketahui (Suharsimi


32

Arikunto, 1993 : 124). Dalam penelitian ini bentuk kuesioner atau angket

yang dipakai adalah bentuk angket tertutup yaitu angket yang sudah

disediakan alternatif jawaban sehingga responden tinggal memilih

alternatif jawaban yang tersedia. Dalam penelitian ini, metode angket

digunakan untuk mengambil data mengenai tingkat partisipasi anggota

KPRI “TUMBAL” Kecamatan Ciamis Kecamatan Ciamis Kabupaten

Ciamis tahun 2003/2004.

2. Metode dokumentasi

Metode dokumentasi adalah suatu cara untuk memperoleh data atau

informasi tentang hal-hal yang ada kaitannya dengan penelitian dengan

jalan melihat kembali sumber tertulis yang lalu baik berupa angka atau

keterangan. (tulisan, paper, tempat, dan kertas atau orang) (Suharsimi

Arikunto, 1992 : 131).

Dalam penelitian ini metode dokumentasi digunakan untuk mendapatkan

data mengenai laporan SHU KPRI “TUMBAL” Kecamatan Ciamis

Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis.

3. Metode wawancara

Metode wawancara yaitu usaha mengumpulkan informasi dengan

menggunakan sejumlah pertanyaan secara lisan untuk dijawab secara

lisan pula (Hadari Nawawi, 1993 : 133).


33

Metode wawancara digunakan dalam penelitian ini untuk mendapatkan

informasi guna melengkapi data yang diperoleh dari dokumen.

4. Metode Observasi

Dalam menggunakan metode observasi cara yang paling efektif adalah

melengkapinya dengan format atau blangko pengamatan sebagai

instrumen. Format yang disusun berisi item – item tentang kejadian atau

tingkah laku yang digambarkan akan terjadi (Suharsimi Arikunto,2002 :

204). Metode ini digunakan untuk mengetahui secara langsung partisipasi

anggota koperasi terhadap koperasinya dalam berbagai unit usaha

Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) “TUMBAL”

E. Validitas dan Reliabilitas

1. Validitas

Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukan tingkat kevalidan atau

kesahihan suatu instrumen. Instrumen dikatakan valid apabila dapat

mengungkapkan data dari variabel yang akan diteliti secara tepat.

Dalam penelitian ini, untuk menguji validitas instrumen peneliti

menggunakan validitas internal dengan analisis faktor yaitu suatu cara

untuk menguji validitas instrumen dengan mengkorelasikan skor faktor

tertentu dengan skor total, kemudian dikonsultasikan dengan tabel

signifikansi.

Rumus yang digunakan untuk menguji validitas tersebut adalah rumus

korelasi product moment :


34

NΣxy − ΣxΣy
rxy =
{NΣx − (Σx) 2 }{NΣy 2 − (Σy ) 2 }
2

Keterangan :

rxy = Koefisien korelasi

x = nilai faktor tertentu

y = skor total

N = jumlah responden

(Suharsimi Arikunto, 1996 : 60).

Kemudian hasil rxy hitung dikonsultasikan denan r table dengan taraf

signifikan 5 % sebesar 0.235. Jika rxy hitung > r xy table instrument dikatakan

valid dan jika rxy hitung < r xy table instrument dikatakan tidak valid

(Arikunto,1998:162)

Berdasarkan hasil uji coba dari 19 butir soal angket diperoleh rxy hitung >

rxy table seperti lampiran 3, sehingga dapat disimpulkan bahwa instrument

valid.

2. Reliabillitas

Reliabilitas adalah alat pengumpulan data yang pada dasarnya

menunjukan tingkat ketepatan atau keajegan alat dalam mengungkap

gejala-gejala tertentu dari kelompok individu walaupun dilakukan pada

waktu berbeda-beda (Hadari nawawi, 1993 : 139).


35

Reliabilitas menunjukan pada suatu pengertian bahwa suatu instrumen

cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data.

Dalam penelitian ini, obyek dari uji reliabilitas adalah dari sampel yang

diperoleh

Dalam penelitian ini untuk mengetahui reliabilitas instrumen

menggunakan rumus alpha :

⎛ ⎞
⎛ k ⎞⎜ ∑ σ b
2

r11 = ⎜ ⎟⎜ 1 − ⎟
⎝ k − 1 ⎠⎜
2
σt ⎟
⎝ ⎠

Keterangan :

r11 = reliabilitas instrumen

k = banyaknya butir pertanyaan atau soal

∑σ b = jumlah varians butir

σ t2 = varians total

(Suharsini Arikunto,1996 : 171)

Angka reliabilitas yang diperoleh dikonsultasikan dengan tabel r product

moment. Jika r hitung > r tabel maka instrumen dikatakan reliabel.

Untuk mencari varians untuk tiap butir soal digunakan rumus :

∑ (x )
2

∑ (x ) − N
2

σ2 =
N

Keterangan

σ = varians tiap butir

X = jumlah skor butir


36

N = jumlah responden

(Suharsini Arikunto,1998:193)

Berdasarkan hasil uji coba diperoleh r11 sebesar 0.7 > t table 0.235,

sehingga dapat disimpulkan bahwa instrument reliable.

F. Metode Analisis Data

Untuk mencapai tujuan dari penelitian ini yaitu hasil yang sesuai dengan fakta

lapangan yang ada, maka peneliti dalam melakukan analisis data dengan cara

1. Untuk mencapai tujuan penelitian pertama, data dianalisis dengan cara :

Metode diskriptif persentasi

Metode ini digunanakan untuk mengetahui gambaran secara menyeluruh

tentang partisipasi angota dan perolehan SHU.

Persentasi diperoleh dengan perhitungan :

r
P= x 100 %
i

Keterangan :

P = persentasi

r = jumlah skor jawaban responden

i = jumlah skor jawaban ideal

(Mohamad Ali, 1984 : 84).

2. Untuk mencapai tujuan penelitian yang kedua maka data dianalis dengan

cara :

Metode regresi linier


37

Yaitu untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh partisipasi anggota

terhadap perolehan SHU.

Langkah-langkah yang ditempuh sebagai berikut :

a. Mencari korelasi antara kriterium dengan prediktor, dengan

menggunakan rumus :

Σ xy
r xy =
(Σ x 2 ) − (Σ y ) 2

Keterangan :

rxy = korelasi antara variabel x dan variabel y

Σxy = jumlah produk dari x dan y

Σx 2 = jumlah kuadrat kriterium x

y 2 = jumlah kuadrat kriterium y

(Suharsimi Arikunto, 1996 : 160).

Syarat-syarat untuk pengetasan nilai r.

Agar kesimpulan yang ditarik tidak menyimpang dari kebenaran maka

syarat-syarat berikut ini perlu dipenuhi :

1. Sampel yang digunakan dalam penyelidikan harus sampel yang

diambil secara random dari populasi terhadap mana kesimpulan

penyelidikan mana hendak kita kenakan.

2. Hubungan antara variabel x dengan variabel y merupakan

hubungan garis lurus atau hubungan linier.


38

3. Bentuk distribusi variable x dan variable y dalam populasi adalah

mendekati distribusi normal

(Sutrisno Hadi, 2000 :

203).

b. Menguji signifikansi korelasi .

Hasil perhitungan dikonsultasikan dengaan r tabel taraf 5 %. Hipotesis

diterima jika memenuhi kriteria r hitung ≥ r tabel.

c. Mencari persamaan garis regresinya.

Untuk menguji apakah variabel x mempunyai hubungan yang

signifikan dengan variabel y digunakan persamaan garis regresi satu

prediktor. Dengan menggunakan rumus :

Y = ax + K

Keterangan :

Y = kriterium

x = prediktor

a = bilangan koefisien

K = bilangan konstan

(Sutrisno Hadi, 1982 : 11)

d. Analisis varians garis regresinya

Untuk menguji sifnifikansi garis regresi dilakukan analisis varians.

Untuk memudahkan penyelesaiannya digunakan tabel sebagai berikut

:
39

Sumber Db JK RK Freg
varians
Regresi(reg) 1 (r 2 )(∑ y 2 ) (r 2 )(∑ y 2 ) ( r 2 )( N − 2 )
Residu(res) N–2 (1 − r 2 )(∑ y 2 ) (1 − r 2 )(∑ y 2 ) 1− r2
N −2

Total(T) N–1 ∑ y2 - -
Keterangan :

Reg = regresi

Res = residu

JK = jumlah kuadrat

KR = kuadrat rata-rata

SV = sumber variasi

Db = derajat kebebasan

N = jumlah responden

(Sutrisno Hadi, 1982 : 19)

3. Untuk mencapai tujuan penelitian yang ketiga, maka data dianalis dengan

cara. Mencari sumbangan efektif (SE).

Dalam penelitian ini prediktornya satu yaitu partisipasi anggotaa

(prediktor x) maka yang dicaari adalah sumbangan efektifnya (SE) dengan

rumus :

JK Re g
SE = x 100 %
JKTot

Keterangan :
40

JK Reg = jumlah kuadrat regresi

JK Tot = jumlah kuadrat total

SE = sumbangan efektif

(Sutrisno Hadi,1984 :44)


BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

1. Gambaran Umum Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) “TUMBAL”

a. Letak geografis

Letak kantor Koperasi Pegawai Republik Indonesia “TUMBAL” berada

di jantung kota, tepatnya di Jalan Jendral Sudirman No. 36, kurang lebih 300 m

sebelah barat dari alun – alun Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis. Letak kantor

Koperasi Pegawai Republik Indonesia “TUMBAL” sangat strategis karena berada

di pnggir jalan raya yang mudah dijangkau dengan semua jenis kendaraan dan juga

letaknya yang berada di pusat kota Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis. Hal ini

sangatah membantu jalannya kegiatan perkoperasian. Koperasi Pegawai Republik

Indonesia “TUMBAL” buka setiap hari kerja dari jam 8.00 sampai jam 14.00,

kecuali hari Jum’at sampai jam 11.00.

b. Sejarah berdirinya Koperasi Pegawai Republik Indonesia “TUMBAL”

Koperasi Pegawai Republik Indonesia “TUMBAL” merupakan koperasi

pegawai negeri sipil yang berada di Kecamatan Ciamis, keanggotaannya adalah

guru – guru, karyawan pada sekolah dasar negeri, karyawan pada lingkungan

pendidikan Kecamatan Ciamis dan pensiunannya. Keanggotaannya yang sukarela

menjadikan tidak semua pegawai negeri di lingkungan Departemen Pendidikan

dan Kebudayaan menjadi anggotanya Koperasi Pegawai Republik Indonesia

“TUMBAL”

Koperasi Pegawai Republik Indonesia “TUMBAL” termasuk dalam

koperasi simpan pinjam, unit usaha simpan pinjam sangat dominan sedangkan unit

usaha yang lainnya, unit usaha jasa dan niaga adalah sebagai perkembangannya.

Koperasi Pegawai Republik Indonesia “TUMBAL” berdiri sejak zaman

penjajahan Belanda, yaitu pada tanggal 15 Januari 1936. manurut usianya maka

41
42

perkembangan Koperasi Pegawai Republik Indonesia “TUMBAL” dapat

digolongkan menjadi tiga zaman, yaitu :

1. Zaman penjajahan Belanda

2. Zaman penjajahan Jepang

3. Zaman kemerdekaan – sekarang ini.

1. Zaman penjajahan Belanda

Akibat penjajahan Belanda yang berkepanjangan Bangsa Indonesia

sangat menderita terutama dibidang ekonomi. Penderitaan tersebut tidak

mengenal status masyarakat, semua mengalami penderitaan yang sama.

Sulitnya memenuhi kebutuhan hidup memancing timbulnya suatu

perkumpulan guru – guru SD ( dulu SR ) yang diprakarsai oleh orang –

orang yang relatif kuat ekonominya.

Adapun latar belakang terbentuknya Koperasi Pegawai Republik

Indonesia “TUMBAL” yaitu sulitnya pemenuhan kebutuhan pokok akibat

dari penjajahan. Walaupun tersedianya kebutuhan pokok, ketersediaanya

hanya terbatas. Pada saat itu Koperasi Pegawai Republik Indonesia

“TUMBAL” berusaha untuk menanggulangi hal tersebut.

Maksud dari berdirinya Koperasi Pegawai Republik Indonesia

“TUMBAL” seperti yang tercantum dalam akta pendirian Koperasi Pegawai

Republik Indonesia “TUMBAL” No. 579 DP 1938 Volksorietwezwn en

Coorperatie, pada pasal 2, yaitu :

a. Supaya dapa hidup hemat, mau menyimpan uang, dan tolong menolong

apabila mendapat kesulitan

b. Memberi pinjaman kepada para anggota untuk kepentingan yang ada

manfaatnya.

Kantor atau tempat untuk melaksanakan aktifitas pada mulanya

selalu berpindah – pindah karena belum mempunyai tempat. Pada tahun


43

1943 Koperasi Pegawai Republik Indonesia “TUMBAL” mempunyai kantor

sendiri yang menetap yang lokasinya sama dengan lokasi Koperasi Pegawai

Republik Indonesia “TUMBAL” saat ini.

2. Zaman penjajahan Jepang

Perkembangan perekonomian pada saat penjajahan Jepang

mengalami kemerosotan, begitu pula Koperasi Pegawai Republik Indonesia

“TUMBAL” kegiatannya berhenti walau tidak bubar, melainkan tetap ada

tanpa beroperasi. Hal ini disebabkan pada penjajahan Jepang, pihak penjajah

memperlakukan pribumi lebih kejam dan mengakibatkan kesengsaraan

melanda masyarakat, kebutuhan pokok lebih sulit didapatkan.

Kegiatan Koperasi Pegawai Republik Indonesia “TUMBAL”

terhenti karena sulitnya mengadakan barang-barang kebutuhan pokok

yang diperlukan oleh para anggota seperti beras, gula, garam, gandum, dan

sebagainya. Sehingga untuk pengadaannya sangatlah susah. Kegiatan

perekonomian pada saat itu sangatlah menurun, hampir segala kegiatan

ditujukan untuk menyelamatkan jiwa akibat perang. Demikian juga usaha

simpan pinjam terhenti akibat kondisi yang tidak aman dan perekonomian

yang menurun.

3. Zaman kemerdekaan

Pada tanggal 17 Agustus 1945 Bangsa Indonesia

medeka, dan sejak itulah Bangsa Indonesia mengatur sistem

perekonomian sendiri yang berdasarkan kekeluargaan dan

gotong royong. Sesuai dengan UUD pasal 3 ayat 1, yang

berbunyi “Perekonomian disusun sebagai usaha bersama

berdasarkan atas asas kekeluargaan”. Maka koperasi sangat


44

tepat untuk melaksanakan sitem perekonomian Bangsa

Indonesia.

Koperasi Pegawai Republik Indonesia

“TUMBAL”mulai aktif kembali pada tahun 1952 setelah

beberapa tahun semua kegiatan perkoperasiannya terhenti. Pada

saat itu unit – unit usaha Koperasi Pegawai Republik Indonesia

“TUMBAL” yaitu unit usaha niaga dan simpan pinjam mulai

dijalankan kembali. Pada saat itu kepengurusan koperasi di

ketuai oleh E. Natamiharja.

c. Struktur Organisasi

Struktur organisasi Koperasi Pegawai Republik Indonesia “TUMBAL”

adalah sebagai berikut :

RAPAT ANGGOTA

BADAN PEMERIKSA PEMBINA

KETUA I

KETUA II
SEKRETARIS I BENDAHARA

SEKRTARIS II

UNIT USAHA UNIT USAHA UNIT USAHA


NIAGA JASA PERKREDITAN

ANGGOTA

Keterangan
: garis tugas

: garis pembinaan

: garis pengawasan

Kepengurusan saat ini dijabat oleh :


45

Ketua I : H. Endun Nitosomantri

Ketua II : Naser Nasrudin Latief

Bendahara : Sardi Suheryadi

Sekertaris I : H. Ahid Rachmanudin

Sekertaris II : Drs. Dedi Sunardi

d. Keanggotaan

Secara kuantitatf keanggotaan Koperasi Pegawai Republik Indonesia

“TUMBAL” pada tahun 2004 mengalami sedikit penambahan, dari 698 anggota

pada tahun 2003 menjadi 700 anggota. Penambahan ini antara lain disebabkan oleh

adanya mutasi kerja ke Kecamatan Ciamis dan daya tarik koperasi berupa

ketangguhan dan keberhasilan koperasi yang mampu memberikan manfaat

terhadap kepentingan anggotanya.

Dalam rekrutmen anggota, kita lebih mengedepankan kualitas calon

anggota ketimbang sekedar mengejar jumlah anggota. Penilaian terhadap sikap

mental merupakan pra syarat utama dalam menyeleksi anggota baru Koperasi

Pegawai Republik Indonesia “TUMBAL”. Sekalilpun demikian tidak sedikit

anggota yang ke luar karena berbagai sebab, antara lain mutasi kerja ke luar

Kecamatan Ciamis, pensiun, bahkan dikeluarkan karena tidak aktif / tidak setia

lagi terhadap kewajibannya. Sedangkan secara kualitatif, seiring dengan upaya

pembinaan dan pelatihan terhadap anggota menunjukan perkembangan yang

positif. Ini terbukti dengan makin dinamis dan partisipatifnya anggota dalam

semua kegian perkoperasian.

Untuk lebih jelasnya keadaan / mutasi keanggotaan Koperasi Pegawai Republik

Indonesia “TUMBAL” pada tahun 2004 adalah sebagai berikut :

PERIODE JUMLAH

Awal tahun 2004 698

Anggota baru 19
46

Anggota yang keluar 17

Jumlah Anggota 2004 700

e. Bidang Permodalan

Modal Koperasi Pegawai Republik Indonesia “TUMBAL” terbagi 2 macam,

yaitu modal mental spiritual dan modal material

1. Modal mental spiritual, meliputi

a. Anggota memiliki kesadaran berkoperasi yang tinggi dalam

melaksanakan kewajiban dan haknya

b. Pengurus memiliki komitmen dan tanggung jawab yang besar dalam

melaksanakan amanah anggota dan kemajuan koperasi.

c. Pengawas sebagai partner kerja dapat melaksanakan tugas / fungsi dengan

baik.

d. Dinas / instansi terkait yang dapat memberikan perlindungan dan

kemudahan sehingga tumbuhnya ketenangan dan gairah kerja dalam

berkoperasi.

2. Modal material, ,meliputi :

a. Sarana

Untuk kelancaran operasional Koperasi Pegawai Republik

Indonesia “TUMBAL” memiliki sarana pendukung yang cukup memadai.

Sarana yang dimiliki oleh Koperasi Pegawai Republik Indonesia

“TUMBAL” antara lain bangunan kantor yang strategis di tengah

perkotaan sehingga memberikan kontribusi yang cukup basar bagi

kelancaran dan kemajuan koperasi, gedung olah raga / gedung serba guna

dan penginapan yang menambah kontrubusi terhadap pendapatan

Koperasi Pegawai Republik Indonesia “TUMBAL”.

b. Finansial
47

Dibidang finansaial Koperasi Pegawai Republik Indonesia

“TUMBAL” memiliki kemampuan keuangan yang cukup besar sehingga

mampu memberikan kemudahan dalam operasional koperasi. Dalam

pelayanan kredit, Koperasi Pegawai Republik Indonesia “TUMBAL”

mampu memberikan pinjaman kredit terhadap anggota secara optimal dan

tepat waktu sesuai dengan ketentuan yang ada.

Berdasarkan data per 31 Desember 2003, modal financial

Koperasi Pegawai Republik Indonesia “TUMBAL” sebesar Rp.

2.710.502.399.00 ( dua milyar tujuh ratus sepuluh juta lima ratus dua ribu

tiga ratus sembilan puluh sembilan rupiah).

1. Modal sendiri, berupa :

a. Simpanan Pokok Anggota Rp. 17.500.000,00

b. Simpanan Wajib Anggota Rp. 1.662.298.650,00

c. Cadangan Rp. 101.383.827,00

d. Dana Lainnya Rp. 119.312.941,00

Jumlah modal sendiri Rp. 1.900.495.418,00

2. Modal Pihak Ketiga / Asing Rp. 810.006.981,00

JUMLAH MODAL Rp. 2.710.502.399,00

Yang dimaksud dengan modal pihak ketiga / asing adalah modal

luar yang tertanan di koperasi yang bersifat penyertaan untuk mendukung

kelancaran kegiatan koperasi. Modal pihak ketiga dalam Koperasi

Pegawai Republik Indonesia “TUMBAL” pada periode 31 Desember

2003 sebesar Rp. 810.006.981,00 terdiri dari titipan tabungan siswa SD

yang ada di wilayah kerja Koperasi Pegawai Republik Indonesia

“TUMBAL” sebesar Rp. 770.006.980,00 dan dari PKPRI Kecamatan

Ciamis Kecamatan Ciamis Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis sebesar

Rp 40.000.000,00. Sesuai aturan yang ada, bagi sekolah penabung

dikenakan ketentuan sebagai berikut :


48

1. Jasa yang diberikan Koperasi Pegawai Republik Indonesia

“TUMBAL” terhadap sekolah sebesar 1% dan diberikan setiap

triwulan sekali.

2. Sesuai UU Perpajakan Pasal 21, bahwa jasa yang diterima sekolah

sebelumnya dikenakan pajak penghasilan (PPh) sebesar 15 %.

f. Bidang Usaha dan Pelayanan

Dalam kegiatan usaha dan pelayanan terhahadap anggota, Koperasi Pegawai

Republik Indonesia “TUMBAL” melakukan tiga usaha dan pelayanan terhadap

anggotanya, yaitu :

1. Usaha Niaga

Usaha niaga yang dilakukan oleh Koperasi Pegawai Republik Indonesia

“TUMBAL” berupa kegiatan perdagangan terbatas pada barang – barang

kebutuhan primer maupun sekunder, seperti : makanan, pakaian, alat rumah

tangga, alat tulis, barang elektonik, dan lain – lain. Untuk meningkatkan daya

tarik dan keuntungan dalam kegiatan usaha ini Koperasi Pegawai Republik

Indonesia “TUMBAL” melakukan usaha antara lain :

a. Peningkatan volume dan jenis barang kebutuhan sesuai selera konsumen

b. Jam kerja pertokoan dibuka sampai jam 14.00, kecuali hari Jum’at sampai

jam 11.00.

c. Melakukan penataan dan pemeliharaan ruangan toko sesuai dengan

kemampuan yang ada.

Selain perdagangan yang ada tersebut di atas, kegiatan usaha niaga juga

memberikan pelayanan kredit barang, baik yang tersedia di toko maupun yang

tidak tersedia di toko. Pelayanan kredit barang yang tidak tersedia di toko

dilakukan apabila anggota membutuhkan barang, sedangkan pihak toko tidak

mempunyai barang tersebut. Adapun ketentuan pelayanan tersebut adalah

sebagai berikut :
49

a. Kredit barang yang diuangkan diangsur maksimal 3 kali angsuran dalam

waktu 3 bulan dengan jasa sebesar 10 %.

b. Kredit barang jangka panjang diangsur maksimal 10 kali angsuran dalam

waktu 10 bulan dengan jasa 2,5 %.

Dari hasil kegiatan usaha niaga Koperasi Pegawai Republik Indonesia

“TUMBAL” pada tahun 2004 mendapat laba penjualan sebesar 157.100.961,00.

2. Usaha Jasa (GSG / Peralatan)

Usaha jasa Koperasi Pegawai Republik Indonesia “TUMBAL” meliputi

penyewaan sarana yang ada, meliputi : sewa penginapan, sewa lapangan bulu

tangkis, sewa ruang rapat / resepsi dan sewa kursi lipat. Secara kuantitatif

kegiatan usaha jasa ini kurang begitu menguntungkan bila dibandingkan dengan

kegiatan usaha yang lainnya. Hal itu disebabkan tidak bagitu maksimal pihak

Koperasi Pegawai Republik Indonesia “TUMBAL” melakukan upaya nilai

tambah dan nilai kompetitif dari usaha jasa ini. Adapun realisasi hasil usaha jasa

ini pada tahun 2004 pihak Koperasi Pegawai Republik Indonesia “TUMBAL”

hanya mendapatkan pendapatan sebesar Rp. 2.464.000,00.

3. Usaha Simpan Pinjam

Bidang usaha simpan pinjam menjadi kegiatan usaha andalan bagi

Koperasi Pegawai Republik Indonesia “TUMBAL”. Hal itu disebabkan unit

usaha ini memberikan kontribusi yang besar bagi pendapatan Sisa Hasil Usaha

Koperasi Pegawai Republik Indonesia “TUMBAL”. Adapun ketentuan –

ketentuan dalan unit usaha simpan pinjam Koperasi Pegawai Republik Indonesia

“TUMBAL” adalah sebagai berikut :

a. Pelayanan pinjaman dari usaha simpan pinjam hanya untuk anggota

b. Pinjaman diberikan 2 x besar simpanan wajib dihitung saat pemohon

mengajukan permohonan pinjaman.


50

c. Bagi anggota yang sudah pensiun atau masa pensiun sedang diproses,

pinjaman diberikan sebesar 1 x besarnya pinjaman simpanan wajib yang

bersangkutan.

d. Permohonan pinjaman harus selalu diketahui dan ditanda tangani oleh

kepala sekolah yang bersangkutan.

e. Besarnya pinjaman maksimal Rp. 7.5000.000,00

f. Besarnya jasa kredit tiap bulan sebesar 1,5%.

g. Hal – hal lain dapat dimusyawarahkan pada waktunya.

Adapun system pembayaran dalan usaha simpan pinjam adalah sebagai berikut :

a. Pinjaman sampai dengan Rp. 3.000.000,00 jangka waktu penyicilan paling

lambat selama 15 bulan.

b. Pinjaman sampai dengan Rp, 4.000.000,00 dicicil paling lambat selama 24

bulan.

c. Pinjaman diatas Rp 4.000.000,00 sampai dengan Rp. 6.000.000,00 dicicil

paling lambat selama 36 bulan.

d. Peminjam wajim menyimpan sebesar 1% dari pinjamannya ke dana

pemupukan modal dan dimasukan kedalam simpanan peminjam

bersangkutan.

Pendapatan yang diraih olleh usaha simpan pinjam ini merupakan penghasil

terbesar bagi Koperasi Pegawai Republik Indonesia “TUMBAL”. Pada tahun

2004 tercatat sebanyak 641 peminjam dengan keuntungan sebesar Rp,

453.616.875,00.

2. Analisis Diskriptif Presentase

a. Partisipasi Anggota dalam Pengambilan Keputusan (Organisasi)

Kemajuan suatu koperasi tergantung pada keangtipan / partisipasi anggota

terhadap koperasinya. Dalam bidang organisasi partisipasi anggota dapat terlihat dari

layalitas anggota terhadap koperasinya. Loyalitas anggota terhadap koperasinya


51

dapat dilihat dari lamanya menjadi anggota koperasi. Mengenai lamanya menjadi

anggota Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) “TUMBAL” Kecamatan

Ciamis, dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 4.1

Jawaban responden tentang lamanya menjadi anggota Koperasi Pegawai Republik

Indonesia (KPRI) “TUMBAL”

No Lama menjadi anggota koperasi Jumlah Persentase


1 Kurang dari 1 tahun 1 1.4%
2 1tahun - 5 tahun kurang 11 15.7%
3 5 tahun - 10 tahun kurang 22 31.4%
4 10 tahun lebih 36 51.5%
Total 70 100.0%

Pada tabel 4.1 tampak bahwa sebanyak 36 responden (51.5%) telah menjadi

anggota Pegawai Republik Indonesia (KPRI) “TUMBAL” selama 10 tahun lebih.

Namun ada 1 responden (1.4%) baru kurang dari 1 tahun menjadi anggota Pegawai

Republik Indonesia (KPRI) “TUMBAL” .

Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa responden telah lama menjadi

anggota Pegawai Republik Indonesia (KPRI) “TUMBAL” yaitu sebanyak 36

responden (51.5 %)

Lamanya menjadi anggota Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI)

“TUMBAL” disertai dengan keangktipan anggota terhadap rapat – rapat yang

diselenggarakan oleh koperasinya, khususnya Rapat Anggota Tahunan (RAT).

Keaktipan mengukuti Rapat Anggota Tahunan dapat dililhat pada tabel berikut

Tabel 4.2

Jawaban responden tentang kehadiran mengikuti Rapat Anggota Tahunan

No Kehadiran mengikuti rapat dalam 1 tahun Jumlah Persentase


1 Tidak pernah 21 30.0%
2 1 kali 49 70.0%
3 2 kali - -
4 3 kali lebih - -
Total 70 100.0%
52

Pada tebel 4.2 tampak bahwa 49 responden (70.0%) aktif mengikuti Rapat

Anggota Tahunan, yang diadakan 1 tahun sekali. Namun ada 21 responden (30.0%)

yang tidak pernah mengikuti Rapat Anggota Tahunan.

Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa anggota Koperasi Pegawai

Republik Indonesia (KPRI) “TUMBAL” aktif mengikuti Rapat Anggota Tahunan

(RAT) sejumlah 49 responden (70.0%).

Kehadiran anggota dalam rapat anggota koperasi diharapkan dapat

memberikan masukan berupa saran dan kritik pada rapat tersebut. Keaktifan anggota

Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) “TUMBAL” dalam memberikan saran

dan kritik pada rapat anggota dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 4.3

Jawaban responden tentang keaktifan memberikan saran / kritik pada rapat anggota

No Banyaknya memberikan saran dalam RAT Jumlah Persentase


1 Tidak pernah 37 52.9%
2 1 kali 31 44.2%
3 2 kali 2 2.9%
4 3 kali - -
Total 70 100,0%

Pada tabel 4.3, tampak bahwa 37 responden (52.9%) tidak pernah memberikan

saran / kritik dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT). Dan tidak ada responden yang

aktif memberikan sarannya sebanyak 3 kali dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT).

Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa anggota Koperasi Pegawai

Republik Indonesia (KPRI) “TUMBAL” pasif dalam memberikan saran / kritiknya

pada Rapat Anggota Tahunan sebanyak 37 responden (52.9%)

Saran dan kritik anggota tidak hanya ditampung dalam rapat anggota, namun

hal itu bisa disampaikan di luar rapat anggota. Jumlah saran / kritik yang

disampaikan di luar rapat anggota secara lisan dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 4.4
53

Jawaban responden tentang keaktifan memberikan saran / kritik di luar rapat anggota

secara lisan

Banyaknya memberikan saran di luar rapat


No secara lisan Jumlah Persentase
1 Tidak pernah 50 71.4%
2 1 kali 17 24.3%
3 2 kali 3 4.3%
4 3 kali - -
Total 70 100.0%

Pada tabel 4.4, tampak bahwa 50 responden (71.4%) tidak pernah memberikan

saran / kritiknya di luar rapat anggota secara lisan. Dan tidak ada responden yang

aktif memberikan saran / kritiknya di luar rapat anggota secara lisan sebanyak 3 kali.

Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa anggota Koperasi Pegawai

Republik Indonesia (KPRI) “TUMBAL” sebanyak 50 responden (71.4%) pasif

mengutarakan saran dan kritiknya di luar rapat anggota secara lisan.

Saran dan kritik dari anggota bukan hanya bisa disampaikan secara lisan,

namun bisa juga disampaikan secara tertulis. Untuk menanggapi hal ini, koperasi

menyediakan buku saran / kritik bagi anggotanya. Keaktifan anggota dalam mengisi

buku saran / kritik dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 4.5

Jawaban responden tentang keaktifan anggota mengisi buku saran / kritik yang

disediakan oleh koperasi

No Banyaknya mengisi buku saran / kritik Jumlah Persentase


1 Tidak pernah 43 61.4%
2 1 kali 20 28.6%
3 2 kali 3 4.3%
4 3 kali 4 5.7%
Total 70 100.0%

Pada tabel 4.5, tampak bahwa 43 responden (61.4%) tidak pernah mengisi

buku saran / kritik yang disedian oleh koperasi. Namun ada 3 responden (4.3%) yang

aktif memberikan saran dan kritiknya pada buku saran / kritik yang disediakan oleh

koperasi.
54

Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa anggota Koperasi Pegawai

Republik Indonesia (KPRI) “TUMBAL” pasif mengisi buku saran / kritik yang

disediakan oleh Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) “TUMBAL”

sebanyak 43 responden (61.4%).

Pemilihan pengurus koperasi harus disertai dengan keaktifan anggota dalam

mencalon diri sebagai pengurus koperasi. Keaktifan anggota dalam mencalonkan diri

sebagai pengurus koperasi dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 4.6

Jawaban responden tentang kuantitas mencalon diri sebagai pengurus selama

menjadi anggota koperasi

Berapa kali mencalonkan diri sebagai


No pengurus koperasi Jumlah Persentase
1 Tidak pernah 48 68.6%
2 1 kali 19 27.1%
3 2 kali 3 4.3%
4 3 kali - -
Total 70 100.0%

Pada tabel 4.6, tampak bahwa 48 responden (68.6%) selama menjadi anggota

koperasi tidak pernah mencalonkan diri sebagai pengurus koperasi. Dan tidak ada

responden yang selama menjadi anggota koperasi 3 kali mencalonkan diri sebagai

pengurus koperasi.

Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa anggota Koperasi Pegawai

Republik Indonesia (KPRI) “TUMBAL” pasif dalam mencalonkan diri sebagai

pengurus koperasi sebanyak 48 responden (68.6%).

Berdasarkan bobot nilai pertanyaan kuesioner dalam bidang demokrasi

ekonomi koperasi dapat disimpulkan bahwa partisipasi anggota Koperasi Pegawai

Republik Indonesia (KPRI) “TUMBAL” Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis :


55

Tabel 4.7

Bobot nilai rata – rata jawaban responden bidang demokrasi ekonomi koperasi

Bobot nilai kuesioner Persentasi rata - rata


1 47.62
2 34.98
3 7.87
4 9.59

Dari tabel tersebut dapat disimpulkan bahwa rata – rata anggota sebanyak

47,62 % anggota mendapatkan bobot nilai kuesioner yang diajukan yaitu 1,

disimpulkan bahwa partisipasi anggota dalam bidang demokrasi ekonomi koperasi

terhadap koperasinya sangatlah minim.

b. Partisipasi anggota dalam bidang modal.

Jalannya kegiatan koperasi dalam bidang ekonomi memerlukan modal, modal

terbesar koperasi berasal dari anggota koperasinya. Partisipasi anggota dalam bidang

modal salah satunya dapat dilihat dari ketepatan waktu membayar simpanan pokok

terhadap koperasinya. Mengenai ketepatan waktu membayar simpanan pokok dapat

dilihat pada tabel berikut :

Tabel 4.8

Jawaban responden tentang ketepatan waktu membayar simpanan pokok.

No Ketepatan membayar simpanan pokok Jumlah Persentase


1 Belum lunas sama sekali - -
56

2 Baru sebagian terlunasi 12 17.1%


Lunas setelah beberapa bulan menjadi
3 anggota koperasi 12 17.1%
4 Lunas ketika menjadei anggota koperasi 46 65.8%
Total 70 100.0%

Pada tabel 4.7, tampak bahwa 46 responden (65.8%) lunas membayar

simpanan pokok ketika menjadi anggota koperasi. Dan tidak ada responden yang

menjawab belum lunas sama sekali simpanan pokok anggota.

Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa anggota Koperasi Pegawai

Republik Indonesia (KPRI) “TUMBAL” membayar langsung simpanan pokoknya

ketika menjadi anggota koperasi sebanya 46 responden (65.8%).

Selain simpanan pokok terdapat juga simpanan wajib anggota yang harus

dipenuhi oleh oleh anggotanya. Peran serta anggota dalam membayar simpanan

wajib dapat dilihat dari ketepatan membayar simpanan wajib terhadap koperasinya.

Ketepatan membayar simpanan wajib dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 4.9

Jawaban responden tentang ketepatan membayar simpanan wajib

No Ketepatan membayar simpanan wajib Jumlah Persentase


1 Terlambat lebih dari 1bulan - -
2 Terlambat lebih dari 1 minggu - 1 bulan - -
3 Terlambat 1 hari - 1 minggu 9 12.9%
4 Selalu tepat waktu 61 87.1%
Total 70 100.0%

Pada tabel 4.8, tampak bahwa 61 responden (87.1%) selalu tepat dalam

mebayar simpanan wajibnya. Dan tidak ada responden (12.9%) yang terlambat

membayar simpanan wajibnya dalam tenggang waktu 1 minggu – 1 bulan dan

terlambat 1 bulan lebih.


57

Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa anggota Koperasi Pegawai

Republik Indonesia (KPRI) “TUMBAL” selalu tepat waktu dalam membayar

simpanan wajibnya, yaitu sebanya 61 responden (87.1%)

Selain simpanan pokok dan simpanan wajib yang sifatnya kewajiban anggota

dalam permodalan koperasi, terdapat juga simpanan sukarela yang sifatnya tidak

mengikat anggota dalam ikut serta dalam permodalan. Namun adanya simpanan

sukarela ikut serta dalam menambah permodalan koperasi. Peran serta anggota dalam

rutinitas menyimpan uang di simpanan sukarela dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 4.10

Jawabab responden tentang rutinitas responden menyimpan uangnya dalam simpanan

sukarela

No Minat menyimpan simpanan sukarela Jumlah Persentase


1 Tidak pernah 5 7.1%
2 Kadang - kadang 10 14.3%
3 Sering 40 57.2%
4 Selalu 15 21.4%
Total 70 100.0%

Pada tabel 4.9 tampak bahwa 40 responden (57.2%) sering menyimpan

uangnya dalam simpanan sukarelan. Namun terdapat 5 responden (7.1%) yang tidak

pernah menyimpan uangnya dalam simpanan sukarela.

Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa anggota Koperasi Pegawai

Republik Indonesia (KPRI) “TUMBAL” sebanyak 40 responden (57.2%) sering

menyimpan uangnya dalam simpanan sukarela.

Seringnya anggota koperasi menympan uangnya dalam simpanan sukarela,

dapat diperjelas dengan beberapa kali anggota menyimpan uangnya dalam simpanan
58

sukarela. Rutinitas anggota menyimpan uangnya dalam simpanan sukarela dapat

dilihat pada tabel berikut :

Tabel 4.11

Jawaban responden tentang berapa kali anggota menyimpan uangnya dalam

simpanan sukarela

Frekuensi menyimpan simpanan sukarelan


No dalam 1 tahun Jumlah Persentase
1 Tidak pernah 5 7.1%
2 1 - 5 kali 10 14.3%
3 6 - 10 kali 40 57.2%
4 11 kali lebih 15 21.4%
Total 70 100.0%

Pada tabel 4.10 tampak bahwa 40 responden (57.2%) frekuensi menyimpan

uangnya di simpanan sukarela dalam setahun sebanyak 6 – 10 kali. Namun ada 5

responden (7.1%) yang tidak pernah menyimpan uangnya di simpanan sukarela

dalam 1 tahun.

Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa anggota Koperasi Pegawai

Republik Indonesia (KPRI) “TUMBAL” sebanyak 40 responden (57.2%) aktif

menyimpan simpanan sukarela sejumlah 6 – 10 kali dalam setahun.

Selain rutinitasnya meyimpan simpanan sukarela pada koperasinya, anggota

juga menyisihkan SHU yang didapatnya untuk simpanan sukarela. Jumlah bagian

SHU yang disisihkan anggota untuk simpanan sukarela dapat dilihat pada tabel

berikut :

Tabel 4.12
59

Jawaban responden tentang jumlah bagian SHU yang disisihkan untuk simpanan

sukarela

Persentase dana yang disimpan dari SHU


No yang didapat Jumlah Persentase
1 Kurang dari 25 % 6 8.6%
2 25 % - 49 % 31 44.3%
3 50 % - 74 % 28 40.0%
4 75 % lebih 5 7.1%
Total 70 100.0%
Pada tabel 4.11 tampak bahwa sebanyak 31 responden (44.3%) menyisihkan

SHUnya sebesar 25 % - 49% untuk simpanan sukarela. Namun ada 5 responden

(7.1 %) yang menyisihkan SHU nya sebesar 75 % untuk simpanan sukarela.

Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa anggota Koperasi Pegawai

Republik Indonesia (KPRI) “TUMBAL” sebanyak 31 responden (44.3%)

menyisihkan SHUnya sebesar 25 % - 49 % untuk simpanan sukarela.

Berdasarkan bobot nilai pertanyaan kuesioner dalam bidang modal dapat

disimpulkan bahwa partisipasi anggota Koperasi Pegawai Republik Indonesia

(KPRI) “TUMBAL” Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis :

Tabel 4.13

Bobot nilai rata – rata jawaban responden bidang modal

Bobot Nilai Kuesioner Persentase rata-rata


1 4.56
2 18
3 36.88
4 40.56

Dari tabel tersebut dapat disimpulkan bahwa rata – rata anggota sebanyak

40,88 % anggota mendapatkan bobot nilai kuesioner yang diajukan yaitu 4,

disimpulkan bahwa partisipasi anggota dalam bidang modal terhadap koperasinya

sangatlah bagus.

c. Partisipasi anggota dalam penggunaan jasa koperasi

Koperasi pada kegiatan ekonominya perlu ada partisipasi anggotanya, yaitu

dengan menggunakan jasa koperasinya. Salah satu kegiatan koperasi yaitu usaha
60

simpan pinjam. Jumlah uang yang dipinjam dari koperasinya oleh anggotanya dapat

dilihat pada tabel berikut ini :

Tabel 4.14

Jawaban responden tentang, jumlah uang yang dipinjam pada koperasinya.

Jumlah uang yang dipinjam dari KPRI


No "TUMBAL" Jumlah Persentase
1 Rp. 2.000.000,00 kurang - -
2 Lebih dari Rp. 2.000.000,00 - Rp. 4.000.000,00 6 8.6%
3 Lebih dari Rp. 4.000.000,00 - Rp. 6.000.000,00 22 31.4%
4 Lebih dari Rp. 6.000.000,00 42 60.0%
Total 70 100.0%

Pada tabel 4.12 tampak bahwa sebanyak 42 responden (60.0%) memimjam

pada koperasinya lebih dari Rp. 6.000.000,00, dan tidak ada responden yang

meminjam kurang dari Rp. 2.000.000,00.

Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa anggota Koperasi Pegawai

Republik Indonesia (KPRI) “TUMBAL” berpartisipasi aktif dalam menggunakan

jasa usaha koperasi dalam unit usaha simpan pinjam. Hal ini terlihat dari tabel

tersebut bahwa sebanyak 42 responden (60.0%) meminjam uang dari Koperasi

Pegawai Republik Indonesia (KPRI) “TUMBAL” lebih dari Rp. 6.000.000,00.

Pengembalian pinjaman anggota terhadap koperasinya dilakukan secara

beranggur, dengan jangka waktu pengembalian tertentu. Jangka waktu

pengembalian pinjaman oleh anggota kepada koperasinya dapat dilihat pada tabel

berikut ini :

Tabel 4.15

Jawaban responden tentang jangka waktu pengembalian pinjaman

No Jangka waktu pengembalian pinjaman Jumlah Persentase


1 Lebih dari 3 tahun 14 20.0%
2 Lebih dari 2 tahun - 3 tahun 32 45.7%
3 Lebih dari 1 tahun - 2 tahun 19 27.2%
4 Kurang dari 1 tahun 5 7.1%
Total 70 100.0%
61

Pada tabel 4.13 tampak bahwa sebanyak 32 responden (45.7%)

mengembalikan pinjamannya pada koperasinya dengan jangka waktu lebih dari 2

tahun – 3 tahun. Sedangkan 5 responden (7.1%) mengembalikan pinjamannya

dengan jangka waktu kurang dari 1 tahun.

Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa anggota Koperasi Pegawai

Republik Indonesia (KPRI) “TUMBAL” mengembalikan pinjamannya pada jangka

waktu lebih dari 2 tahun – 3 tahun. Hal itu dapat terlihat dari tabel tersebut bahwa

sebanyak 32 responden (45.7%) mengembalikan pinjamannya pada koperasi dalam

jangka waktu 2 tahun – 3 tahun.

Jangka waktu pengembalian pnjaman terhadap koperasinya sesuai dengan

kemampuan dan kesepakatan anggota tersebut dengan koperasinya. Sehingga dalam

pengembalian pinjaman tersebut bisa tepat waktu. Pada tabel berikut ini dapat dilihat

ketepatan waktu anggota dalam pengembalian pinjamannya :

Tabel 4.16

Jawaban responden tentang ketepatan waktu pengembalian pinjaman pada

koperasinya.

No Ketepatan mengembalikan pinjaman dari koperasi Jumlah Persentase


1 Terlambat lebih dari 1 bulan - -
2 Terlambat lebih dari 1 minggu - 1 bulan 6 8.5%
3 Lebih dari 1 hari - 1 minggu 20 28.6%
4 Tepat pada waktunya 44 62.9%
Total 70 100.0%

Pada tebel 4.14 tampak bahwa sebanyak 44 responden (62.9%)

mengembalikan pinjamannya pada koperasinya tepat pada koperasinya namun tidak

ada responden yang menjawab pengembalian pinjaman yang terlambat lebih dari 1

bulan.

Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa anggota anggota Koperasi

Pegawai Republik Indonesia (KPRI) “TUMBAL” dalam pengembalian pinjamannya

pada koperasi tepat pada waktunya sebanyak 44 responden (62.9%).


62

Selain unit usaha simpan pinjam koperasi juga mengadakan unit usaha niaga

yang menyediakan berbagai berang kebutuhan anggotanya. Jumlah uang yang

dibelanjakan oleh anggota pada koperasinya secara tunai dapat dilihat pada tabel

berikut ini :

Tabel 4.17

Jawaban responden tentang jumlah uang yang dibelanjakan pada unit usaha niaga

koperasi secara tunai.

Jumlah uang yang dibelanjakan pada koperasi


No secara tunai Jumlah Persentase
1 Kurang dari Rp. 250.000,00 - -
2 Rp. 250.000,00 - Kurang dari Rp 500.000,00 11 15.7%
3 Rp. 500.000,00 - Kurang dari Rp. 750.000,00 22 31.4%
4 Rp. 750.000,00 lebih 37 52.9%
Total 70 100.0%

Pada tabel 4.15 tampak bahwa sejumlah 37 responden (52.9%) menjawab

berbelanja pada unit usaha niaga koperasinya secara tunai, namun tidak ada

responden yang berbelanja secara tunai kurang dari Rp. 250.000,00

Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa sebanyak 37 responden (52.9%)

berbelanja pada unit usaha niaga Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI)

“TUMBAL” secara tunai.

Namun selain secara tunai unit usaha niaga juga melayani pembayaran secara

kredit bagi anggotanya. Jumlah kredit pada unit usaha niaga koperasi dapat dilihat

pada tabel berikut :

Tabel 4.18

Jawaban responden tentang jumlah kredit pada unit usaha niaga koperasi.

No Belanja secara kredit pada koperasi Jumlah Persentase


1 Kurang dari Rp. 250.000,00 4 5.7%
2 Rp. 250.000,00 – Kurang dari Rp 500.000,00 16 22.9%
63

3 Rp. 500.000,00 – Kurang dari Rp. 750.000,00 26 37.1%


4 Rp. 750.000,00 lebih 24 34.3%
Total 70 100.0%

Pada tabel 4.16 tampak behwa sebanyak 26 responden (37.1%) berbelanja

secara kredit dengan jumlah kredit sebesar Rp. 500.000,00. – kurang

dari Rp. 750.000,00. Namun sebanyak 4 responden (5.7%) yang berbelanja secar

kredit dengan jumlah kredit belanja sebesar kurang dari Rp. 250.000,00.

Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa anggota Koperasi Pegawai

Republik Indonesia (KPRI) “TUMBAL” menggunakan jasa unit usaha niaga

koperasinya secara kredit, dengan jumlah 26 responden (37.1%).

Unit usaha tambahan koperasi, unit usaha persewaan gedung serba guna yang

bisa di gunakan untuk berbagai kegiatan anggotanya seperti untuk aula ataupun

sebagai lapangan bulu tangkis. Pada tabel berikut ini dapat dilihat rutinitas anggota

dalam menggunakan gedung serba guna koperasi :

Tabel 4.19

Jawaban responden tentang rutinitas anggota dalam menyewa / menggunakan

gedung serba guna

No Jumlah menggunakan aula / GOR koperasi Jumlah Persentase


1 Belum pernah 20 28.6%
2 1 kali 21 30.0%
3 2 kali 14 20.0%
4 3 kali lebih 15 21.4%
Total 70 100.0%

Pada tabel 4.17 tampak bahwa sebanyak 21 responden (30.0%) menggunakan

/ menyewa aula sebanyak 1 kali, namun sebanyak 14 responden (20.0%)

menggunakan atau menyewa gedung serba guna / aula sebanyak 2 kali.


64

Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa anggota Koperasi Pegawai

Republik Indonesia (KPRI) “TUMBAL” sebanyak 14 responden (20.0%) menyewa

/ menggunakan aula / gedung serba guna sebanyak 2 kali dalam setahun.

Selain unit usaha yang disebut di atas, koperasi juga menyediakan penginapan

bagi anggotanya ataupun umum. Jumlah anggota yang menggunakan jasa

penginapan koperasi dapat dilihat pada tabel berikut :

Table 4.20

Jawaban responden tentang penggunaan jasa penginapan koperasi oleh anggotanya.

Jumlah penggunakan jasa penginapan


No koperasi Jumlah Persentase
1 Belum pernah 40 57.2%
2 1 hari 14 20.0%
3 2 hari 11 15.7%
4 3 hari lebih 5 7.1%
Total 70 100.0%

Pada tabel 4.18 tampak bahwa sebanyak 40 responden (57.2%) belum pernah

menggunakan jasa penginapan yang disediakan koperasi. Namun ada sebanyak 5

responden (7.1%) yang menggunakan jasa koperasi selama 3 hari lebih.

Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa anggota koperasi belum pernah

menggunakan jasa penginapan yang disediakan oleh Koperasi Pegawai Republik

Indonesia (KPRI) “TUMBAL” sebanyak 40 responden (57.2%).

Berdasarkan bobot nilai pertanyaan kuesioner dalam bidang jasa koperasi

dapat disimpulkan bahwa partisipasi anggota Koperasi Pegawai Republik Indonesia

(KPRI) “TUMBAL” Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis :

Tabel 4.21
Bobot nilai rata – rata jawaban responden bidang penggunaan jasa koperasi
Bobot Nilai Kuesioner Persentase rata-rata
1 15.93
2 21.63
3 27.34
4 35.10
65

Dari tabel tersebut dapat disimpulkan bahwa rata – rata anggota sebanyak

35,10 % anggota mendapatkan bobot nilai kuesioner yang diajukan yaitu 4,

disimpulkan bahwa partisipasi anggota dalam bidang penggunaan jasa koperasi

terhadap koperasinya sangatlah bagus.

d. Sisa Hasil Usaha

Tingkat partisipasi anggota terhadap koperasinya dapat dilihat dari sisa hasil

usaha yang didapat anggota tersebut. Mengenai sisa hasil usaha (SHU) yang didapat

oleh anggotanya dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 4.19

Jawaban responden tentang sisa hasil usaha (SHU) yang didapat.

No Pendapatan SHU anggota Jumlah Persentase


1 Rp. 180.000,00 - Rp.266.999 4 5.7%
2 Rp. 267.000,00 - Rp. 353.999,00 19 27.1%
3 Rp. 354.000,00 - Rp. 449.999,00 37 52.9%
4 Rp. 450.000,00 - Rp. 527.999,00 10 14.3%
Total 70 100.0%

Pada tabel 4.19 tampak bahwa 37 responden (52.9%) mengatakan bahwa

jumlah sisa hasil usaha yang didapat dalam satu tahun berjumlah Rp. 354.000,00 -

Rp. 449.999,00. Namun ada 4 responden (5.7%) yang mengatakan bahwa sisa hasil

usaha yang didapat dalam satu tahun Rp. 180.000,00 – Rp. 266.999,00.

Dari data di atas dapat disimpulkan bahwa sisa hasil usaha yang diterima oleh

anggota Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) “TUMBAL” rata – rata

banyak yaitu sejumlah 37 responden menjawab sisa hasil usaha yang didapat

dalam satu tahun adalah sebesar Rp. 354.000,00 – Rp.449.999,00.

3. Analisis Regresi

Analisis regresi dalam penelitian ini digunakan langkah – langkah sebagai berikut :

1. Mencari korelasi antara variabel X (partisipasi anggota ) terhadap Y (sisa hasil

usaha). Dari perhitungan data (lampiran 7) diperoleh harga rxy =0.589. Setelah
66

diperoleh nilai rxy sebesar 0.589 dikonsultasikan dengan rtabel pada taraf signifikan

5% sebesar 0,235. Karena rhitung > rtabel ( 0,589 > 0,235) maka dapat dikatakan ada

hubungan antara partisipasi anggota Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI)

“TUMBAL” Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis dengan sisa hasil usaha yang

diperoleh anggota tersebut.

2. Mencari persamaan regresi

Berdasarkan analisis regresi dapat diperoleh persamaan garis regresi Y = -

9678,706 + 8754,933 X yang diperoleh dari lampiran7. Dari persamaan regresi

tersebut diketahui konstanta adalah – 9678,706 ini dapat diartikan bahwa,

partisipasi aktif anggota mempunyai hubungan linear dengan sisa hasil usaha (SHU)

dan berfungsi efektif ( Y > 0 ) jika partisipasi aktif lebih besar dari 1,1055.

3. Melakukan uji F

Untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh antara partisipasi anggota Koperasi

Pegawai Republik Indonesia (KPRI) “TUMBAL” Kecamatan Ciamis Kabupaten

Ciamis terhadap sisa hasil usaha yang diperoleh anggota tersebut dengan

membandingkan antara Ftabel dengan Fhitung. Hasil analisis variasi garis regresi dapat

dilihat pada lampiran 7. Dari hasil penelitian tersebut menghasilkan nilai Fhitung

sebesar 36,154. Sedangkan nilai F tabel dengan derajat kebebasan residu sebesar

3,985 untuk pendekatan N sebanyak 70 responden dan taraf signifikan 5% diperoleh

angka sebesar 36,154. Jika nilai Fhitung dikonsultasikan dengan Ftabel, ternyata nilai

Fhitung lebifh besar dari Ftabel. Dengan demikian kesimpulan dari hipotesis kerja dalam

penelitian ini yang berbunyi “Ada pengaruh partisipasi anggota terhadap sisa hasil

usaha pada KPRI TUMBAL Kecamatan Ciamis Kecamatan Ciamis Kabupaten

Ciamis” dinyatakan diterima. Sedangkan hipotesis nihil (Ho) yaitu “tidak ada

pengaruh partisipasi anggota terhadap sisa hasil usaha pada KPRI TUMBAL

Kecamatan Ciamis Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis” dinyatakan ditolak.


67

4. Setelah terbukti adanya pengaruh yang diberikan variabel partisipasi anggota

(prediktor X) terhadap sisa hasil usaha (kriterium Y), maka prediktor X terhadap

kriterium Y tersebut dapat dicari koefisien determinasi dengan rumus efektifitas

garis regresi sebesar 34,7 %. Perhitungan dapat dilihat pada lampiran 7. Hasil ini

menunjukan bahwa sisa hasil usaha yang diperoleh anggota Koperasi Pegawai

Republik Indonesia (KPRI) “TUMBAL” Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis

dipengaruhi oleh partisipasi anggotanya sebesar 34,7 % sedangkan faktor lain

sebesar 65,3 % yang tidak terungkap dalam penelitian ini.

B. Pembahasan

Dalam mencapai tujuan suatu koperasi harus memperhatikan berbagai faktor yang

mempengaruhi pencapaian tujuan koperasi tersebut, di antaranya yaitu partisipasi anggota.

Maju mundurnya koperasi ditentukan oleh partisipasi anggotanya. Begitu juga di Koperasi

Pegawai Republik Indonesia (KPRI) “TUMBAL”, partisipasi anggota sangatlah berpengaruh

terhadap keberhasilan koperasi. Di mana sumbangsih anggota terhadap koperasinya sangat

berpengaruh besar terhadap perkembangan koperasi itu sendiri. Yang pada akhirnya

partisipasi anggota akan mempengaruhi hak anggota itu sendiri, yaitu partisipasi anggota

berpengaruh terhadap sisa hasil usaha yang diperoleh anggota.

Dari hasil analisis statistik maka dapat diketahui sebagai berikut :

1. Melalui analisisa korelasi menunjukan bahwa rxy sebesar 0,589 dikonsultasikan dengan

rtabel dengan taraf signifikan 5% sebesar 0,235. Dari data tersebut menunjukan bahwa r

hiung > rtabel (0,589 > 0,235). Hal ini menunjukan bahwa ada hubungan partisipasi

anggota dengan sisa hasil usaha yang diperoleh anggota Koperasi Pegawai Republik

Indonesia (KPRI) “TUMBAL” Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis. Dari analisis

statistik dengan teknik analisis regresi sederharna satu prediktor dengan uji F hipotesis

kerja (Ha) yang menyatakan ada pengaruh positif antara partisipasi anggota terhadap sisa

hasil usaha pada KPRI “TUMBAL” Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis” dinyatakan

diterima. Koefisien Fhitung sebesar 36,154 menunjukan bahwa hipotesis kerja (Ha) yang
68

diajukan di atas signifikan pada taraf signifikasi 5%, dengan melihat bahwa nilai Fhitung

36,154 > F tabel 3,985. Dengan demikian hipotesis yang diajukan diterima dan terbukti.

Dari hasil tersebut menunjukan bahwa partisipasi anggota mempunyai pengaruh terhadap

sisa hasil usaha. Dengan diterimanya hipotesis kerja (Ha), dan ditolaknya hipotesis nihil

(Ho), membuktikan adanya pengaruh yang signifikan antara partisipasi anggota terhadap

sisa hasil usaha.

2. Melalui analisis regresi diketahui harga F hitung sebesar 36,154. Kemudian F hitung tersebut

dikonsultasikan dengan dengan F tabel dengan taraf signifikan 5% adalah 3,985. Dengan

demikian berarti F hitung > F tabel atau 36,154 > 3,985. Dari hasil tersebut maka

berdasarkan kaidah pengambilan keputusan , hipotesis nihil (Ho) yang berbunyi tidak

ada pengaruh partisipasi anggota terhadap sisa hasil usaha pada KPRI “TUMBAL”

Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis” dinyatakan ditolak. Hipotsis kerja (ha) yaitu “ada

pengaruh partisipasi anggota terhadap sisa hasil usaha pada KPRI “TUMBAL”

Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis” dinyatakan diterima. Jadi dapatlah dikatakan

bahwa menurut data yang dikumpulkan dalam penelitian ini diperoleh bukti adanya

pengaruh partisipasi anggota terhadap sisa hasil usaha pada Koperasi Pegawai Republik

Indonesia (KPRI) “TUMBAL” Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis.

3. Dari perhitungan efektifitas garis regresi diketahui bahwa pengaruh partisipasi anggota

adalah 34,7 %. Artinya bahwa sumbangan variabel bebas (partisipasi anggota)

memberikan daya pengaruh terhadap sisa hasil usaha sebesar 34,7 %. Hal ini menunjukan

bahwa sisa hasil usaha dipengaruhi oleh partisipasi anggota pada Koperasi Pegawai

Republik Indonesia (KPRI) “TUMBAL” Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis sebesar

34,7 %. Sisanya 65,3 % dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak terungkap dalam

penelitian ini. Ini berarti bahwa pengaruh partisipasi anggota terhadap sisa hasil usaha

pada Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) “TUMBAL” Kecamatan Ciamis

Kabupaten Ciamis relatif kecil dan sisa hasil usaha lebih besar dipengaruhi oleh faktor

lain yang tidak terungkap dalam penelitian ini. Dari hasil observasi di lapangan selama

penelitian untuk unit usaha selain unit usaha simpan pinjam seperti unit usaha niaga,
69

gedung serba guna banyak digunakan oleh masyarakat luar non anggota. Hal tersebut

dipengaruhi oleh letak yang strategis sehingga masyarakat non anggota banyak yang

menggunakan unit usaha yang tersedia di Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI)

“TUMBAL” Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis.

Berdasarkan analisis statistik dengan teknik analisis varians dengan uji F, hipotesis kerja

yang menyatakan “ada pengaruh partisipasi anggota terhadap sisa hasil usaha pada KPRI

“TUMBAL” Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis” dinyatakan diterima. Hal ini

berdasarkan perhitungan bahwa F hitung > F tabel atau 36,154 > 3,985. Dengan diterimanya

hipotesis kerja (Ha) dan ditolaknya hipotesis nihil (Ho) antara partisipasi anggota

terhadap sisa hasil usaha, hal ini dapat dipahami karena semakin tinggi tingkat partisipasi

anggota terhadap Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) “ TUMBAL ”

Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis maka semakin tinggi pula sisa hasil usaha yang

didapatnya, begtitu pula sebaliknya semakin rendah partisipasi anggota maka semakin

rendah pula hak anggota dalam perolehan sisa hasil usaha pada Koperasi Pegawai

Republik Indonesia (KPRI) “ TUMBAL ” Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis.


BAB V

PENUTUP

A. Simpulan

Setelah melakukan penelitian, data dianalisis, dan diadakan pengujian hipotesis,

maka penulis dapat mengambil kesimpulan sebagai berikut :

1. Adanya pengaruh antara partisipasi anggota dengan sisa hasil usaha yang diperoleh

anggota pada Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) “TUMBAL” Kecamatan

Ciamis Kabupaten Ciamis.

2. Dari analisis statistik regresi linear sederharna diperoleh persamaan garis regresi

yaitu Y = - 9678,706 + 8754,933 X. Hal ini berariti bahwa, sisa hasil usaha (SHU)

efektif jika ada hubungan linear dengan partisipasi anggota lebih besar dari 1,1055.

Jadi apabila partisipasi anggota melewati angka 1,1055 maka sisa hasil usaha akan

mengalami kanaikan pula. Dari perhitungan efektifitas garis regresi dapat diketahui

bahwa sumbangan efektif yang diberikan oleh partisipasi anggota terhadap sisa hasil

usaha yang diperoleh anggota pada Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI)

“TUMBAL” Kecamatan Ciamis kabupaten Ciamis adalah sebesar 34,7 % dan yang

65,3% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak terungkap dalam penelitian ini. Dari

hasil tersebut terlihat bahwa pengaruh partisipasi anggota terhadap sisa hasil usaha

yang didapat anggotanya relatif rendah. Besarnya sisa hasil usaha yang diperoleh

anggota koperasi tersebut banyak dipengaruhi oleh faktor lain di luar anggota. Dari

hasil observasi di lapangan selama penelititan terlihat bahwa konsumen dari unit

usaha yang dijalankan Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) ”TUMBAL”

Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis adalah masyarakat umum di luar anggota,

kecuali unit usaha simpan pinjam. Dengan letak kantor dan unit usaha (niaga, gedung

olah raga/ gedung serba guna) yang strategis yaitu di pusat kota sehingga banyak

masyarakat luar sebagai konsumen dari unit usaha Koperasi Pegawai Republik

Indonesia (KPRI) ”TUMBAL” Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis. Unit usaha

70
71

niaga yang berbentuk swalayan banyak di kunjungi oleh masyarakat dan anak – anak

sekolah di luar jam belajar, dengan harga yang relatif sama dengan harga pasaran.

Selain itu gedung serba guna / gedung olah raga selalu ramai digunakan khususnya

untuk latihan bulu tangkis khususnya di luar jam kantor, baik oleh keluarga, instansi,

ataupun klub bulu tangkis. Dengan hasil penelitian yang terungkap di atas

menunjukan bahwa partisipasi anggota pada Koperasi Pegawai Republik Indonesia

(KPRI) “TUMBAL” Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis masih rendah.

B. Saran

Sebagai akhir dari pembahasan ini peneliti ingin memberikan sumbangan pikiran

berupa saran sebagai bahan masukan bagi pihak yang berkepentingan yaitu bagi anggota

dan Koperari Pegawai Republik Indonesia (KPRI) “TUMBAL” Kecamatan Ciamis

Kabupaten Ciamis.

1. Bagi anggota koperasi

Hendaknya meningkatkan partisipasinnya terhadap Koperasi Pegawai Republik

Indonesia (KPRI) “TUMBAL” Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis. Yang pada

akhirnya partisipasi anggota tersebut akan kembali juga pada anggota berupa hak

anggota dalam perolehan sisa hasil usaha (SHU). Partipasi tersebut bukan hanya pada

partisipasi dalam bidang modal dan jasa koperasi, namun bidang organisasi pula.

A. Dalam bidang domkrasi ekonomi koperasi

Meningkatkan semangat berkoperasi dengan cara aktif memberikan sumbangsih

pikiran berupa saran ataupun kritik terhadap koperasinya baik dalam forum rapat

maupun di luar forum rapat seperti memberikan saran lewat buku saran yang

telah disediakan oleh Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI)

“TUMBAL” Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis.

B. Dalam bidang modal

Anggota hendaknya selalu loyal terhadap simpanan wajib anggotanya dan

meningkatkan simpanan sukarelanya.


72

C. Dalam bidang jasa koperasi

Dalam bidang jasa koperasi hendaknya anggota sebagai pelanggan setia terhadap

semua jenis jasa koperasi, seperti unit simpan pinjam, unit usaha niaga, ataupun

yang lainnya.

2. Bagi Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) “TUMBAL” Kecamatan Ciamis

Kabupaten Ciamis.

Dari hasil penelitian ini terlihat bahwa partisipasi anggota terhadap Koperasi

Pegawai Republik Indonesia (KPRI) “TUMBAL” Kecamatan Ciamis Kabupaten

Ciamis masih relatif rendah. Oleh karena itu perlu peran serta pihak koperasi untuk

meningkatkan kesadaran berkoperasi bagi anggotanya untuk meningkatkan

partisipasi anggota terhadap koperasinya. Hal tersebut bisa dengan cara :

1. Meningkatkan partisipasi anggota dalam bidang organisasi yaitu dengan cara :

adanya penghargaan dari koperasi terhadap anggota yang berpartisipasi aktif

dalam bidang organisasi, hal ini akan memancing anggota untuk lebih

berpartisipasi dalam koperasinya.

2. Meningkatkan partisipasi anggota dalam bidang modal dengan cara menaikan

suku bunga simpanan sehingga anggota lebih tertarik menyimpan uangnya pada

koperasinya

3. Meningkatkan partisipasi anggota dalam bidang jasa dengan cara :

a. Menurunkan target laba dalam penjualan unit barang baik secara kontan

maupun kredit.

b. Meningkatkan mutu pelayanan pengurus dan karyawan koperasi.


DAFTAR FUSTAKA

Arikunto, Suharsimi,1996, Prosedur Penilaian. Jakarta : Rineka Cipta.

Chaniago, Arifinal. 1984. Perkoperasian Indonesia. Bandung : Angkasa

Edilius dan Sudarsono, 1996. Koperasi dalam Teori dan Praktek. Jakarta : Rineka
Cipta.

Edhi Setiawam,2005, Metodologi Penelitian Bisnis. Semarang : Yayasan Widya


Manggala Semarang

Hadari Nawawi. 1993. Metodologi Bidang sosial. Yogyakarta : Gajah Mada


Press.

Kartasapoetra, G. 1992. Praktek Pengelolaan Koperasi. Jakarta : RinekaCipta.

Mohamad Ali, 1984. Penelitian Pendidikan Prosedur dan Strategi. Bandung :


Angkasa.

M Tohar, 1999. Permodalandan Perkreditan Koperasi. Yogyakarta : Kanisius.

Nana Sudjana, 1995 Tuntunan Penyusunan kerja Ilmiah. Bandung : Sinar Baru
Algensindo Press.

NinikWidyiyanti, 1991. Manajemen Koperasi. Jakarta : Rineka Cipta.

Poerwodarminto, WJS. 1990. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta : balai


Pustaka.

Rusidi, 1992. Upaya Peningkatan Dinamika KUD Secara Jawa Barat. Bandung :
UPT IKOPMA.

Sri Edi Swasono, 1985. Koperasi di dalam Orde Ekonomi Indonesia. Jakarta : UI
Press.

Sudjana, 1992. Metode statistika. Bandung : Tarsito.

Sutrisno Hadi, 1984. Analisa Regresi. Yogyakarta : Ando Offset.

The Liang Gie.1968. Kamus Administrasi. Jakarta : Gunung Agung.

UU RI No 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian.

73