Anda di halaman 1dari 33

CRITICAL BOOK REVIEW

“BAHASA INDONESIA”

DOSEN PENGAMPU :
ITA KHAIRANI S.Pd M.Hum
DI
S
U
S
U
N
OLEH :

YULIA AMANAH
(7172210018)

MANAJEMEN-A
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2018

1
KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan atas kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan
rahmat dan hidayah-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan tugas critical book review
ini. Guna memenuhi salah satu tugas pada mata kuliah Pendidikan Bahasa Indonesia yang
bertujuan untuk membandingkan tiga buku agar mengetahui kelebihan dan kelemahan dari
setiap buku tersebut.
Saya mengucapakan terima kasih terutama kepada dosen pembimbing yang telah
membimbing saya hingga terselesainya tugas ini. Saya berharap semoga dengan adanya
tugas ini dapat menambah pengetahuan bagi saya dan juga orang-orang yang
membacanya.
Saya berharap mudah-mudahan tugas ini bermanfaat bagi para pembaca yang
membutuhkannya.

Medan, 31 Oktober 2017

Penulis

2
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ....................................................................................................................... 2


DAFTAR ISI ..................................................................................................................................... 3
BAB I ................................................................................................................................................. 4
PENDAHULUAN ............................................................................................................................. 4
Latar Belakang ............................................................................................................................... 4
Tujuan penulisan............................................................................................................................ 4
Manfaat .......................................................................................................................................... 4
Identitas Buku ................................................................................................................................ 4
Buku I ........................................................................................................................................ 4
Buku II ....................................................................................................................................... 5
Buku III ...................................................................................................................................... 5
BAB II ............................................................................................................................................... 6
RINGKASAN BUKU ....................................................................................................................... 6
Ringkasan Buku I .......................................................................................................................... 6
Ringkasan Buku II ......................................................................................................................... 9
Ringkasan Buku III ...................................................................................................................... 25
BAB III ............................................................................................................................................ 32
PENUTUPAN.................................................................................................................................. 32
Kelebihan Buku I ......................................................................................................................... 32
Kelebihan Buku II........................................................................................................................ 32
Kelebihan Buku III ...................................................................................................................... 32
Kekurangan Buku I ...................................................................................................................... 33
Kekurangan Buku II .................................................................................................................... 33
Kekurangan Buku III ................................................................................................................... 33

3
BAB I
PENDAHULUAN

Latar Belakang

Pada dasarnya critical book review merupakan kegiatan mengulas isi buku dengan
menitikberatkan pada evaluasi (penjelasan, interpretasi dan analisis) mengenai keunggulan
dan kelemahan buku, apa yang menarik dari buku tersebut, bagaimana isi buku tersebut
bisa mempengaruhi cara berpikir dan menambah pemahaman terhadap suatu bidang kajian
tertentu. Mahasiswa dapat menguji pikiran pengarang/penulis lewat sudut pandangnya
dengan berdasarkan pengetahuan & pengalaman yang dimiliki.

Melalui kegiatan critical book review mahasiswa di ajak untuk berfikir kritis
mengenai suatu permasalahan, menilai dan menganalisis suatu kajian secara objektif serta
mampu memandang suatu permasalahan dari sudut pandang yang berbeda.

Tujuan penulisan

1. Penyelesaian tugas mata kuliah Bahasa Indonesia program studi manajemen


2. Menambah pemahaman mahasiswa mengenai materi atau isi buku yang di bahas
3. Meningkatkan kemampuan mahasiswa untuk menyampaikan pendapat secara luas
4. Mendorong mahasiswa untuk berfikir kritis terhadap satu permasalahan

Manfaat

1. Bagi penulis kiritik yang sampaikan dapat menjadi referensi dan pertimbangan
dalam menulis karya-karya yang lain.
2. Bagi mahasiswa atau masyarakat umum kritik buku menjadi sarana menambah
wawasan berfikir dan pembelajaran untuk mengemukakan pendapat secara ilmiah.
3. Bagi dosen atau pendidik, kegiatan critical book review dapat menjadi bahan
penilaian sejauh mana pemahan peserta didik terhadap materi suatu bahan bacaan.

Identitas Buku

Buku I
Judul buku : Bahasa Indonesia Untuk Perguruan Tinggi
Nama penulis : Drs. Sanggup Barus, M.pd. dkk

4
Tahun terbit : 2018
Penerbit : Universitas Negeri Medan
Ketebalan buku : 1- 118 halaman

Buku II
Judul Buku : Penulisan Karya Tulis
Penulis : Drs. Sanggup Barus, M.Pd. dkk
Penerbit : Halaman Moeka Publishing
ISBN : 978-602-9126-77-8

Buku III
Judul buku : Buku Ajar Mata Kuliah Wajib Umum Bahasa Indonesia
Nama penulis : Paristiyanti Nurwardani
Dr. TriWiratno, M.A.
Dr. DwiPurnanto, M.Hum.
Dr. VismaiaS.Damaianti, M.Pd
Edi Mulyono
Evawany
Fajar Priyautama
Ary Festanto
Tahun terbit : Jakarta, 2016
Ketebalan buku : 303 Halaman

5
BAB II
RINGKASAN BUKU

Ringkasan Buku I
BAB I PENDAHULUAN

 Kedudukan dan fungsi bahasa-bahasa diindonesia

Bahasa indonesia berasal dari bahasa melayu dan termasuk kedalam rumpun bahasa
austroneia. Dalam hal ini, bahasa melayu itu sudah lama (berabad-abad) digunakan
sebagai lingua franca ‘bahasa perhubungan’ dinusantara ini pada zaman sriwijaya dan
majapahit.

 Bahasa indonesia baku

Istilah bahasa baku telah dikenal oleh masyarakat luas. Namun, pengenalan istilah tidak
menjamin bahwa mereka memahami secara komprehenif konsep dan makna istilah itu.
Hal ini terbukti bahwa masih banyak orang atau masyarakat yang berpendapat bahwa
bahasa baku sama dengan bahasa yang baik dan benar.

BAB II PENULISAN TEKS AKADEMIK

 Pengertian teks akademik

Kridalaksana (2011: 238) menyatakan bahwa teks adalah : (1) satuan bahasa terlengkap
yang bersifat abstrak, (2) deretan kalimat, kata, dan sebagainya yang membentuk ujaran,
(3) uajaran yang dihasilkan dalam intraksi manusia. Dilihat dari tiga pengertian teks yang
dikemukakan tersebut dapat dikatakan bahwa teks adalah satuan bahasa yang bisa berupa
bahasa tulis dan bisa juga berupa bahasa lisan yang dihasilkan dari interaksi atau
komunikasi manusia.

 Tek akademik dalam berbagai genre makro

Seperti telah dinyatakan terdahulu, tek akademik atau teks ilmiah dapat terwujud dalam
berbagai jenis, misalnya buku, ulasan buku, proposal penelitian , laporan penelitian,
laporan praktikum, dan artikel ilmiah. Jenis-jenis tersebut merupakan genre makro yang

6
masing-masing didalamnya terkandung campuran dari beberapa genre mikro seperti
deskripsi, laporan, prosedur, eksplanasi, eksposisi, dan diskusi.

BAB III PENULISAN TEKS ULASAN BUKU

 Pengertian teks ulasan buku

Teks ulasan adalah suatu tulisan yang isinya untuk menimbang atau menilai karya yang
dihasilkan oleh orang lain (isnatun & farida, 2013 : 57). Ulasan sering juga diistilahkan
dengan timbangan, resensi, dan review, sebenarnya ulasan tidak hanya dilakukan terhadap
buku tetapi juga pada karya-karya lain berupa artikel, karya sastra, karya seni, dan lain-
lain.

 Langkah-langkah operasional penulisan teks ulasan buku

Mengulas sebuah buku artinya memberikan penilaian terhadap buku yang diulas secara
objektif. Pengulas buku harus memaparkan kelebihan dan kekurangan dari buku yang
diulas dengan berimbang. Supaya dapat menghasilkan ulasan yang baik, perlu
diperhatikan langkah-langkah yang dinyatakan oleh Nurwardani dkk.

BAB IV PENULISAN TEKS PROPOSAL

 Pengertian teks proposal

Teks proposal secara singkat dapat dimaknai dengan rancangan atau gambaran dari suatu
kegiatan. Dengan lebih jelas dapat pula dikatakan bahwa teks proposal merupakan suatu
bentuk rancangan kegiatan yang dibuat secara formal dan standar serta diajukan kepada
peminpin atau pemanku kepentingan atau pihak terkait untuk mendapatkan pertimbangan
persetujuan. Pada umumnya proposal merupakan tulisan informatip dan persuasip yang
mengedukasi dan meyakinkan pembaca.

 Jenis-jenis proposal

Secara umum proposal dapat dilakukan menjadi beberapa jenis (nurjamal dkk, 2011 :
177). Jenis-jenis proposal yang dimaksud adalah (1) proposal kegiatan, (2) proposal usaha
atau bisni, (3) proposal penelitian. Proposal kegiatan merupakan proposal yang disusun
sebelum melakukan suatu kegiatan.

7
BAB V PENULISAN TEKS LAPORAN

 Pengertian teks laporan

Teks laporan adalah sebuah teks yang mengandung klarifikasi mengenai suatu objek
tertentu yang berdasarkan kriteria tertentu. Berbeda dengan teks dekripsi, teks laporan
bersifat umum atau universal. Sedangkan teks deskripsi lebih bersifat khusus dan
mendetail.

 Model teks laporan penelitian

Teks laporan penelitian adalah uraian tentang hal-hal yang berkaitan dengan proses
kegiatan penelitian. Ini berarti bahwa teks laporan penelitian tidak hanya berisi uraian
tentang langkah-langkah yang telah dilalui oleh peneliti tetapi juga latar belakang
permasalahan, kerangka berpikir, dukungan teori, dan sebagainya yang bersifat
memperkuat makna penelitian yang dilakukan.

 Model teks laporan kegiatan

Teks laporan kegiatan adalah teks yang disusun setelah kegiatan selesai dilaksanakan.
Teks laporan ini dibuat sekelompok atau perorangan yang bertanggung jawab dalam
melaksanakan kegiatan tersebut. Teks laporan ini digunakan sebagai bahan pertanggung
jawaban kepada pemberi mandad, atasan, ataupun sponsor kegiatan tersebut.

BAB VI PENULISAN TEKS ARTIKEL ILMIAH

 Pengertian teks artikel ilmiah

Seperti telah disinggung dalam pembicaraan terdahulu, kata teks dapat dimaknai dengan
naskah yang berupa kata kata asli dari penulisannya; tulisan yang dihasilkan dari penulis;
atau wacana penulis; kata artikel dapat dimaknai dengan karya tulis lengkap. Hal ini
berarti bahwa artikel adalah tulisan yang lengkap dengan unsur-unsur utamanya.

 Struktur teks artikel ilmiah

Dalam pembicaraan terdahulu telah dinyatakan bahwa ada dua macam teks artikel ilmiah,
yaitu teks artikel penelitian dan teks artikel konseptual. Dalam hal ini, teks artikel
penelitian adalah teks artikel yang penyusunnya berdasarkan suatu penelitian yang telah

8
dilakukan. Teks artikel koneptual adalah tek artikel yang disusun sebagai hasil pemikiran
secara konseptual.

Ringkasan Buku II

BAB I : PENDAHULUAN
A. Pengertian Kompetensi Menulis

Menulis sebagai salah satu aspek kegiatan berbahasa mempunyai peranan penting di
dalam kehidupan masa kini. Dengan menulis, seseorang akan dapat mengungkapkan
pikiran dan perasaan untuk mencapai maksud dan tujuannya. Senada dengan hal itu, Brus
(2010:1) menyatakan “Menulis” adalah rangkaian kegiatan mengungkapkan dan
menyampaikan gagasan atau pikiran dengan bahasa tulis kepada pembaca sehingga
pembaca dapat memahaminya.

Berdasarkan informasi di atas, dapat dinyatakan bahwa kompetensi menulis benar-


benar dibutuhkan dalam kehidupan modern ini. Kata kompetensi (competency) berarti
kecakapan atau kemampuan. Secara singkat dapat dinyatakan bahwa kompetensi menulis
berarti kemampuan menulis. Selain menguasai bahasa yang dijadikan sebagai alat
komunikasi, dalam pembicaraan ini kompetensi menulis yang dimaksud, meliputi dua
kemampuan utama, yaitu kemampuan kognitif (pengetahuan tentang cara menulis) dan
kemampuan yang bersifat mekanistik (keterampilan menulis). Dengan demikian dapat
dinyatakan bahwa kompetensi menulis adalah keterampiln menulis atau menghasilkan
suatu tulisan dengan mengaplikasikan cara atau aturan-aturan penulisannya.

B. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penulis dalam Penulisan Karya Tulis

Menurut D’Angelo sebagaimana dikutip Tarigan (1983:22), faktor-faktor yang


mempengaruhi penulis dalam penulisan karya tulis adalah sebagai berikut.

a. Maksud dan tujuan sang penulis (perubahan yang diharapkannya akan terjadi pada
diri pembaca)
b. Pembaca atau pemirsa (apakah pembaca itu orangtua, kenalan, atau teman sang
penulis)
c. Waktu atau kesempatan (keadaan-keadaan yang melibatkan berlangsungnya suatu
kejadian tertentu, waktu, tempat, dan situasi yang menuntut perhatian langsung,

9
masalah yang memerlukan pemecahan, pertanyyan yang menuntut jawaban, dan
sebagainya).

Oleh karena itu, agar bisa menjadi penulis yang baik, setiap penulis harus
membiasakan dirinya untuk menentukan maksud dan tujuan penulisannya sebelum
menulis.

C. Jenis-jenis Tulisan

Berdasarkan tujuan penulisannya, tulisan dapat dibedakan sebagai berikut.

a. Eksposisi adalah tulisan yang menjelaskan sesuatu secara mendalam atau


pemaparan yang berusaha untuk menerangkan suatu pikiran pokok, yang dapat
memperluas pandangan atau memperkaya pengetahuan pembaca.
b. Deskripsi adalah tulisan yang menggambarkan suatu objek seperti apa adanya
sebagai hasil pengamatan terhadap objek itu dengan melukiskannya sehidup-
hidupnnya secara tertulis, sehingga pembaca seolah-olah dapat melihat,
mendengar, atau merasakan apa yang dialami oleh penulis
c. Narasi adalah tulisan yang bertujuan untuk menyampaikan ide dengan
menggunakan peristiwa-peristiwa sebagai bahan untuk dijalin sedemikian rupa.
d. Argumentasi adalah tulisan yang bertujuan untuk mempengaruhi sikap dan
pendapat pembaca sehingga mereka mempercayai pendapat penulis dan akhirnya
mereka bertindak sesuai dengan keinginan penulis.
D. Perencanaan Penulisan

Perencanaan penulisn sangat menentukan keberhasilan penulis dalam menghasilkan


tulisan. Agar tulisan yang akan dihasilkan bermanfaat bagi pembaca dan penulis mampu
mengerjakannya, penulis dapat memilih topik tulisannya. Agar penulis tidak hanyut dalam
suatu persoalan yang tidak habis-habisnya karena memang disebabkan topik yang
digarapnya terlalu luas, dia dapat melakukan pembatasan topik.

Agar ada dasar pembangunan tulisan ayng dimaksud, maka harus dibuat rumusan
mengenai masalah dan tujuan yang dicapai dengan topik tadi. Rumusan itu dinamakan
tema. Rumusan tema yang menonjolkan gagasan sentral, disebut tesis, sedangkan rumusan
tema yang tidak menonjolkan gagasan sentral dinamakan pengungkapan maksud.

10
E. Manfaat Kegiatan Menulis

Manfaat kegiatan menulis bagi penulis adalah

a. Penulis dapat mengenali dirinya. Artinya, dengan kegiatan menulis penulis dapat
mengetahui dan menyadari kompetensi dan potensi dirinya.
b. Penulis dapat terlatih dalam mengembangkan berbagai gagasan. Sebab setiap kali
menulis, penulis harus bernalar, menghubung-hubungkan serta menbanding-
bandingkan fakta untuk mendapatkan simpulan yang berguna bagi pengembangan
setiap gagasan.
c. Penulis dapat memperkaya pengetahuannya dalam berbagai topik. Karena setiap
kali melakukan kegiatan menulis, penulis harus mencari, menemukan, dan
menguasai berbagai informasi (terutama informasi terbaru) yang relevan dan
pengembangan topik yang digarapnya.
d. Penulis dapat terlatih dalam hal mengorganisasi gagasan secara sistematis. Karena
kegiatan menulis tidak hannya merupakan kegiatan mengembangkan topik, tetapi
juga kegiatan menyusun gagasan secara teratur sehingga pembaca dapat
memahaminya dengan mudah.
e. Penulis dapat terbiasa berfikir dan berbahasa secara tertib dan teratur. Karena
terlatih dalam mengorganisasi gagasan secara sistematis dengan menggunakan
berbagai pola urutan gagasan, maka penulis memiliki kebiasaan berfikir secara
tertib dan teratur.
f. Penulis dapat termotivasi untuk belajar secara kontinu. Sebab kegiatan menulis
menuntut modal pengalaman dan pengetahuan.

BAB II : PENULISAN ESSAI

Secara umum kata esai diartikan dengan karangan. Dalam Ensiklopedi Britania
dinyatakan bahwa esai adalah “..karangan yang sedang panjangnya, biasanya dalam
bentuk prosa, yang mempersoalkan suatu persoalan secara mudah dan sepintas lalu,
tepatnya mempersoalkan suatu persoalan sejauh persoalan tersebut merangsang hati
penulis” (Djuharie – Suherli,2001 : 114). Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia
dinyatakan, “esai : karya tulis atau karangan dalam bentuk prosa yang memaparkan
tentang suatu masalah dari sudut pandang pribadi penulis secara lugas dan sepintas lalu”.

11
Esai berbeda dengan karya ilmiah. Karya ilmiah menghadirkan masalah, kemudian
membahasnya sampai memperoleh simpulan untuk mengatasi masalah atau
mengantisipasi masalah yang diungkapkan. Sedangkan esai merupakan karya tulis yang
tidak kaku dan tidak terikat pada ketentuan bentuk dan isinya.

Dari segi bentuk penuturannya, esai dapat dibedakan atas esai formal dan esai
informal. Dalam hal ini esai formal adalah esai yang menunjukkan kesungguhan penulis
dalam mengangkat persoalan dan mempermasalahkannya dengan memberikan alasan yang
nyata bahwa persoalan itu memang persoalan atau masalah. Sedangkan esai informal
adalah esai yang mengungkapkan persoalan berdasarkan kesan pribadi penulisannya
sehingga menunjukkan hasil pikiran dan perasaannnya.

Albert dalam Djuharie dan Suherli (2001 : 115) menunjukkan perbedaan kedua
jenis esai itu dengan tiga aspek pembedaan, yakni sebagai berikut.

Aspek-aspek Esai Formal Esai Informal


Maksud Mengajar, meyakinkan Menyajikan impresi-impresi pribadi
Nada Biasanya serius Biasanya ringan
Perkembangannya Tegas dan teratur Bebas dan beranekaragam

Penggunaan bahasa

Ragam bahasa yang digunakan dalam penulisan esai adalah bahasa baku. Bahasa
yang digunakan di dalam tulisan esai adalah bahasa yang segar agar mendukung bentuk
tulisan ini sebagai tulisan yang tidak kaku dan diungkapkan dengan menarik. Taiwo
(1976 : 8) menyatakan, esai sebaiknya bebas dari kesalahan mekani, kesalahan tata bahasa,
tanda baca, dan ejaan. Semua hal itu mendatangkan hasil kerja yang baik dan membuat
esai mudah dibaca.

Langkah-langkah Penulisan Esai

Esai terdiri dari tiga bagian utama, yaitu pendahuluan, isi dan penutup. Langkah-
langkah penulisannya dapat dijelaskan sebagai berikut.

12
1. Penulisan pendahuluan
Pendahuluan adalah bagian permulaan esai. Selain dapat mempersiapkan pikiran
pembaca untuk mengikuti uraian bagian isi esai, bagian pendahuluan harus
diupayakan dapat memotivasi pembaca untuk membaca keseluruhan uraian yang
terdapat dalam esai.
2. Penulisan isi
Dalam bagian ini masalah yang telah diperkenalkan dalam bagian pendahuluan,
dibahas dengan cara-cara yang dapat menarik perhatian pembaca. Dalam bagian ini
pembahasan masalah tidak berakhir dengan solusi atau jalan keluar dari
permasalahan.
3. Penulisan penutup
Dalam bagian ini yang dominan bukan menunjukkan gambaran ringkas
keseluruhan uraian pembahasan, melainkan menjadikan masalah itu sebagai
persoalan kembali. Itu berarti bahwa penulis memberi kesempatan kepada
pembaca untuk memecahkannya.

BAB III : PENULISAN RESENSI

Resensi dapat diartikan sebagai tulisan tentang timbangan buku atau wawasan
tentang baik atau kurang baik nya kualitas suatu tulisan yang terdapat didalam satu buku.
Resensi adalah suatu ulasan atau tulisanmengenai nilai sebuah hasil karya atau buku.

Penulisan resensi bertujuan untuk :

1. Memperkenalkan satu karya kepada orang lain yang belum membaca atau
menyaksikannya.
2. Membantu pembaca dalam menentukan perlu tidaknya membaca atau
menyaksikan suatu karya.
3. Menghargai keunggulan suatu karya.
4. Member pujian atas bobot ilmiahsuatu karya ilmiah atau nilai seni suatu karya seni.
5. Member kritik terhadap suatu karya.

Langkah-langkah yang di tempuh dalam menulis resensi buku, secara rinci dijelaskan
sebagai berikut :

13
1. Membaca buku yang di resensi
Pada langkah ini penulis membaca buku yang di resensi secara keseluruhan
2. Mencermati setiap kalimat dan paragraph
Padalangkah ini penulis mencermati setiap kalimat untuk mendapatkan pokok
kalimat atau inti kalimat, lalu mencermati setiapparagraf untuk mendapatkan
pikiran pokok atau pikiran utamanya.
3. Menulis resensi buku
Pertama penulis mencatat identitas buku, nama pengarang, tebal buku, jumlah
halaman, nama penerbit, tempat dan tahun terbit. Kedua, menguraikan jenis buku.
Ketiga, penulis memaparkan secara objektif kelebihan dan kekurangan buku atau
karya yang diresensi. Keempat, penulis memberikan simpulan tentang buku.
Kelima, penulis memberi penilaian dengan memutuskan baik-buruknya buku itu
dibaca oleh siapa dan kalangan mana.
4. Membeli judul resensi
Karena pada langkah ini naskah resensi sudah selesai ditulis, penulisdapat
menentukan judul resensi dengan lebih mudah.

BAB IV : PENULISAN BERITA

Berita adalah catatan imformasi yang menarik, penting, dan lengkap yang dapat
diproleh tentang sesuatu yang dipikirkan, diucapkan, dilihat, dilakukan, oleh seseorang. Ini
berarti bahwa berita berisi imformasi yang menarik, penting, dan lengkap dapat berupa
fakta, yaitu sesuatu yang dilihat atau dilakukan dan dapat pula berupa idea tau pendapat
yaitu sesuatu yang dapat dipikirkan atau di ucapkan. Berita yang disajikan secara tertulis
yaitu melalui media cetak seperti suratkabar dan majalah dan ada yang disajikan secara
lisan melalui media elektronik seperti radio dan televise.

Penggunaan kata dalam berita yang pertama,berita di tulis dengan menggunakan


kata-kata yang ekonomis. Penggunaan kata atau istilah asing dan daerah harus di
hindarkan dalam penulisan berita karena dapat menimbulkan kesukaran bagirepublik
dalam memahami berita. Dalam menulis berita penulis hendaknya menghindarkan
penggunaan ungkapan klise yang sering di pakai dalam transisi berita seperti kata
sementara itu, dapat di tambahkan perlu diketahui, dalam rangka. Kata kerja harus
digunakan sebanyak mungkin sesuai dengan keperluannya dalam menulis berita. Dalam

14
menulis berita penulis harus mengurangi penggunaan kata sifat, artinya penulis
harusmenghindarkan kata sifat yang berlebihan. Dalam penulisan new bulletin seperti hard
news, straight bahasa, lebih-lebih yang tidak bersifat menjelaskan harus di hindarkan
karena menimbulkan unsur subjektif yang merusak makna berita itu sendiri. Unsur
mewujudkan kejelasan berita, penggunaan singkatan ataupun akronim dalam penulisan
berita harus dibatasi, penggunaanyadilakukan hanya keterbatasan teknis.

Teknik peyusunan berita adalah cara menyusun urutan bagian-bagian berita dalam menulis
suatu berita. Ada tiga tehnik yaitu:

1. TeknikPiramid terbalik adalah cara menyusun urutan bagian-bagianberita dengan


menempatkan bagian berita yang dianggap sangat penting pada bagian yang paling
awal, lalu disusun dengan penembatan bagian berita yang kurang penting di bagian
akhir.
2. Teknik Piramid adalah cara menyusun urutan bagian-bagian berita dengan
menempatkan bagian berita yang dianggap kurang penting pada bagian awal, lalu
di susul dengan penempatan berita yang dianggap penting, kemudian bagian berita
yang paling penting pada akhir berita.
3. Teknik kronologis adalah cara menyusun urutan bagian berita dengan tidak
berdasar pada mana yang penting dan mana yang kurang penting.

BAB V : PENULISAN TAJUK RENCANA

A. Pengertian tajuk rencana

Kata tajuk berarti tingkat atau jenjang. Tajuk rencana berarti tulisan atau karangan
pokok dalam surat kabar atau majalah. Suryamiharja dkk menyataknan tajuk rencana
adalah tulisan utama dalam penulisan pers biasanya pada surat kabar harian dan majlah
mingguan.
Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa tajuk rencana adalah karya tulis yang
berisi uraian singkat logis dan menarik perhatian tentang opini dan pandangan lembaga
penerbitan terhadap suatu fenomena yang timbul dan berkembang dalam masyarakat.

Ada beberapa bentuk tajuk rencana, antara lain :

1) memberi penjelasan, yaitu menjelaskan berita terpenting pada suatu saat;

15
2) menjelaskan latar belakang terjadinya suatu masalah atau peristiwa, yaitu
meletakkan suatu berita dalam perspektif sejarah dan untuk itu, tajuk rencana dapat
ditulis dengan melukiskan keterhubungan peristiwaperistiwa terpisah, baik di
bidang politik, ekonomi maupun sosial;
3) membuat perkiraan masa depan berdasarkan masalah atau peristiwa yang sedang
terjadi ; dan
4) menyampaikan pertimbangan moral berdasarkan kebenaran yang bisa diterima di
semua lapisan masyarakat.

B. Penggunaan Bahasa
Sekalipun yang di uraiankan dalam penulisan tajuk rencana adalah opini atau
pandangan terhadap suatu masalah atau pembicaraannya yang bersifat lucu, penulisan
yang ditunjuk adalah harus menggunakan Bahasa baku tulis dengan baik dengan benar. Ini
berarti bahwa dalam penulisa tajuk rencana, penulis harus menggunakan kaidah Bahasa
baku dan bertaan asas kaidah ejaan Bahasa Indonesia yang disempurnakan.

C. Kriteria Topik Tajuk Rencana


Selain memenuhi kriteria topik tulisan secara umum, topik tajuk rencana harus
pula memenuhi beberapa kriteria khusus, yakni sebagai berikut.
1) Topik tajuk rencana harus merujuk pada fenomena atau peristiwa yang aktual dan
kontroversial mempunyai daya untuk menarik perhatian pembaca.
2) Topik tajuk rencana harus sesuai dengan visi, misi, dan media penerbitan. Karena
setiap media penerbitan biasanya mempunyai visi dan misi.
3) Topik tajuk rencana harus sesuai dengan wilayah sirkulasi penerbitan media.
Karena setiap media massa mempunyai tingkatan sirkulasi. Ada media massa yang
mempunyai tingkatan sirkulasi nasional, ada yang regional, dan ada pula yang
daerah.
4) Topik tajuk rencana harus berpijak pada standar jurnalistik, seperti aktualitas,
objektivitas, akurasi, dan lain-lain. Topik yang tidak relevan dengan hal-hal
tersebut, dianggap kurang baik.

16
5) Topik tajuk rencana tidak boleh bertentangan dengan aspek ideologis, yuridis,
sosiologis, dan etis yang terdapat dalam masyarakat, khususnya masyarakat Sesuai
dengan cakupan sirkulasi media tersebut, dan
6) Topik tajuk rencana harus berorientasi pada nilai-nilai luhu1, peradaban,
kemanusiaan, keadilan, kejujuran, persaudaraan, sampai penegakan supremasi
hukum.

D. Karakteristik Judul Tajuk Rencana


Tajuk rencana harus mempunyai judul. Dalam hal ini, judul adalah nama atau
kepala tajuk rencana. judul tajuk rencana mempunyai ciri-ciri sebagai berikut.
1) Provokatif
]udul yang provokatif adalah judul yang mampu membangkitkan perhatian dan
minat baca masyarakat.
2) Singkat padat
Judul yang singkat dan padat adalah judul yang tidak bertele-tele dan langsung
pada pokok bahasan.
3) Relevan
Judul yang relevan adalah judul yang sesuai dengan pokok bahasan, tidak
menyimpang dari topik, bahkan lebih baik kalau judul diambil dari topik.
4) Fungsional
lni berarti bahwa setiap kata yang membentuk judul itu, berdiri sendiri dan
maknanya tidak bergantung pada kata yang lain.
5) informal
Ini berarti bahwa judul tajuk rencana tidak formal, tidak seperti dalam karangan
ilmiah: makalah, skripsi, tesis; disertasi, dan buku teks. Namun, judul tajuk
rencana hal ué menarik, ati aktif, hidup, dan jelas.

E. Pembuatan kerangka tajuk rencana


Kerangka tajuk rencana tidak jauh berbeda dengan kerangka tulisan lainnya.
Kerangka tajuk rencana menurut Sumadiria seperti dikutip oleh ]auhari (2009 :
218) terdiri dari "penjelasan, kutipan, contoh, dan penutup." Keempat unsur
kerangka tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut.

17
1) Penjelasan
Bagian ini berisi uraian pokok persoalan dengan urutan pembicaraan : jenis,
ukuran, sifat, fungsi, cakupan, dan dampaknya.
2) Kudpan
Bagian ini berisi kutipan berupa pendapat ahli, ucapan tokoh, hasil pengamatan,
narasumber, kitab suci, dan hasil penelitian. Penggunaan kutipan bertujuan untuk
memperkuat argumen penulis di dalam mengutarakan opini atau pandangannya
terhadap pokok persoalan. Selain itu, kutipan dapat digunakan sebagai landasan
teoretis untuk memperkuat kredibilitas media.
3) Contoh
Bagian ini berisi contoh, yang penggunaannya bertujuan untuk memperjelas dan
menegaskan argumen yang diajukan dengan gambaran konkrit dan dapat
dibuktikan dengan pancaindera.
4) Penutup
Bagian ini berisi simpulan atas semua uraian pembahasan. Selain itu, pada bagian
ini juga diberikan himbauan terhadap pembaca untuk melakukan tindakan
berdasarkan simpulan.

F. Langkah-langkah Penulisan Tajuk Rencana


Langkah-langkah penulisan tajuk rencana hampir sama dengan langkah-langkah
penulisan artikel. Langkahlangkah penulisan tajuk rencana dapat dijelaskan
sebagai berikut.
1) Mencari ide untuk dijadikan topik;
Dalam langkah ini semua anggota tim diinstruksikan agar memberi ide yang akan
dijadikan sebagai topik tajuk rencana suatu media massa yang akan terbit besok.
2) Menyeleksi dan menetapkan topik;
Dalam langkah ini semua ide anggota tim dikumpulkan, lalu diseleksi. Ide yang
ditetapkan sebagai topik adalah ide yang paling relevan dengan fenomena sekarang
dan paling kontroversial, juga tidak terlepas dari filosofi, pertimbangan misi,
kualifikasi, sirkulasi penerbitan media, politik, dan ideologi.
3) Memberi bobot substansi materi;

18
Dalam langkah pemberian bobot materi ini biasanya terjadi adu argumentasi di
antara anggota tim untuk menentukan ke arah mana masalah akan dibawa.
Walaupun bobot itu diambil dari berbagai pendapat, tajuk rencana harus ditulis
secara ringkas, lugas, logis, dan jelas
4) Menulis tajukrencana
Untuk langkah ini, ketua tim editor terlebih dahulu menunjuk salah satu anggota
tim sebagai penulis tajuk rencana yang dimaksud. Penunjukan penulis itu biasanya
disesuaikan dengan keahlian yang diperlukan. Setelah itu, penulis dapat menulis
tajuk rencana dengan membuat kerangkanya terlebih dahulu.

BAB VI : PENULISAN ARTIKEL

A. Pengertian Artikel
Secara umum artikel diartikan dengan tulisan yang dipublikasikan memalui surat
kabar ataupun majalah. Suryamiharja kk menyatakan artikel adalah karya tulis
lengkap yang dimuat dalam surt kabar, majalah, atau pernebitan berkala lainnya.
Arikel biasanya merupakan karya tulis khalaiyat di luar redaksi surat kabar atau
majalah.
Artikel adalah karya tulis yang terlepas dari masalah actual yang bersifat opini
pribadi penulisnya.
B. Penggunaan Bahasa
Gaya Bahasa yang menonjol yang digunakan dalam penulisan artikel adalah gaya
Bahasa keilmuan dan gaya bahasa media massa. Gaya Bahasa keilmuan berfungsi
menyampaikan kebenaran ilmu beserta dalil-dalilnya yang logis dan objektif. Gaya
bahasa media masaa berfungsi menginformaikan suatu peristiwa atau fakta yang
faktual.
C. Langkah-langkah penulisan artikel
Pada prinsipnya langlah-langkah penulisan artikel sama dengan langkah-lamgkah
penulisan jenis tulisan lainnya seperti essay dan makalah.
Artikel juga mempunyai bagian-bagiannya yaitu: pendahuluan pembahasan dan
penutup.
1. Penulisan Pendahuluan

19
Yang ditulis pada bagian ini adalah gagasan-gagasan yang dipandang
pening, menarik minat konsumen, dan menunjukkan masalah yang hendak
dipecahkan.
Model yang dapat digunakan untuk menulis bagian pendahuluan atau teras
artikel yaitu:
a) Model 5W1H
b) Model penggoda
c) Model kutipan langsung
d) Model deskriptif
e) Model pertanyaan
f) Model ucapan kondang
g) Model ringkasan
h) Model figurative
2. Penulisan Pembahasan
Penulisan pembahasan dilakukan dengan cara menguraikan pikiran pokok
yang telah dinyatakan didalam teras.Dalam hal ini, uraian dibangun dengan
mengembangkan sejumlah paragraf yang disebut paragraph tubuh artikel.
Pengambangan paragraph tubuh artikel dapat dilakukan dengan cara
sebagai berikut:
a) Menggunakan model spiral
b) Menggunakan model rekatan
c) Menggunakan model blok
d) Menggunakan model tematik
e) Menggunakan model kronolohis
3. Penulisan Penutup
Dalam penulisannya bagian penutup diupayakan dapat berupa simpulan
sementara atau simpulan akhir. Paragraph penutup didalam bagian ini harus
diupayakan dikembangkan sedemikian rupa sehingga dapat menimbulkan
kesan yang mendalam bagi pembaca.
Penulisan penutup dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:
a) Menggunakan model simpulan
b) Menggunakan model menggantung

20
c) Menggunakan model ringkasan

BAB VII : PENULISAN LAPORAN

A. PengertianLaporan

Kata laporan terbentuk dari pokok kata lapar dan akhiran -an. Dalam hal ini, kata
melapor berarti memberitahu atau mengadu. Kata melaporkan berarti memberitahukan
atau mengabarkan. Lalu kata laporan diartikan dengan sesuatu yang dilaporkan.

Laporan ada yang disampaikan secara lisan dan ada pula secara tertulis. Namun,
kenyataan menunjukkan bahwa laporan yang disampaikan secara lisan pun, pada
umumnya ditulis terlebih dahulu dengan baik. Oleh karena itu, dapat dinyatakan bahwa
laporan adalah semacam karya tulis atau dokumen yang menyampaikan informasi tentang
suatu masalah yang telah diselidiki ataupun suatu tugas yang telah dilaksanakan.

Yang ditulis dalam laporan adalah hal-hal yang esensial saja, yaitu hal-hal pokok yang
berkaitan dengan tugas si penulis sendiri. Karena itu, penulis laporan harus menyadari dan
berusaha agar apa yang disampaikan itu, merupakan hal-hal yang penting, bukan
pengalaman pengalaman pribadi atau hal-hal yang kurang penting.

Sebuah laporan bertolak dari beberapa dasar. Pertama, laporan melibatkan orang yang
memberi laporan yang mungkin berupa perseorangan dan mungkin pula merupakan
panitia yang ditugaskan untuk maksud tertentu Kedua, yang menerima laporan adalah
orang atau suatu lembaga yang menugaskan, ataupun orang atau suatu lembaga yang
dianggap perlu mendapatkan laporan itu. Ketiga, pada umumnya laporan mempunyai
tujuan sekitar haluhal berikut Untuk mengatasi suatu masalah, untuk mengambil Nah;
keputusan yang lebih efektif, mengetahui kemajuan dan perkembangan suatu masalah,
untuk mengadakan pengawasan dan perbaikan, untuk menemukan teknik-teknik baru, dan
sebagainya. Keempat, laporan yang balk mempunyai sifat : mengandung imajinasi
(pelapor dapat mengetahui siapa dan bagaimana karakteristiknya si penerima laporan],
sempurna dan komplit, serta penyajiannya yang menarik.

Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa laporan adalah suatu jenis karya
tulis yang menyampaikan informasi tentang suatu masalah kepada seseorang atau suatu

21
lembaga yang sedang membutuhkannya atau pihak tertentu yang dipandang perlu untuk
mengetahuinya.

B. Penggunaan Bahasa

Di lembaga-lembaga resml sering diperlukan peninjauan atau penelitian terhadap


berbagal hal. Di lembaga pemerintah peninjauan atau penelitian dilakukan terutama
sebagai upaya peningkatan kualitas kinerja para pegawai. DI lembaga swasta, selain untuk
upaya peningkatan kualltas kerja karyawannya, peninjauan atau penelitian dilakukan
terutama untuk upaya peningkatan produksinya, baik dari segi kuantitasnya maupun dari
segi kualitasnya. Sebab hasll peninjauan atau penelitian itulah dijadikan sebagai salah satu
bahan pertimbangan yang pokok dalam merancang tindakantindakan strategis yang
berguna dalam upaya peningkatan kualitas kinerja ataupun produksi yang dimaksud.

Untuk memenuhi keperluan itu, hasil peninjauan atau penelitian harus dilaporkan
dengan penggunaan bahasa yang lugas. Dengan demikian laporan menjadi semacam
dokumen yang dapat dipahami dengan jelas oleh pihak yang berkepentingan. Untuk
mewujudkan hal itu, ragam bahasa yang digunakan dalam penulisan laporan adalah ragam
bahasa baku.

Selanjutnya, laporan buku dan laporan penelitian tergolong ke dalam karya ilmiah.
Dalam kedua macam laporan itu, masalah dibahas secara ilmiah dan objektif. Oleh karena
itu, kedua macam laporan tersebut harus diteliti dengan menggunakan bahasa ragam baku
ilmiah.

Dalam hal penggunaan bahasa, pilihan kata yang tepat dan sesuai sangat menentukan
efektifitas laporan dalam aktivitas berkomunikasi tulis. Mort (1983 : 85] menyatakan ,
'Kata-kata adalah hal yang sangat penting dalam penulisan laporan. Kata-kata merupakan
bahan mentah dasar suatu laporan. Suatu laporan tidak mungkin ada tanpa kata-kata
tersebut. Bahkan kejelasan makna tabel dan diagram dalam sebaglan besar laporan sangat
bergantung pada kata-kata yang digunakan.”

C. Langkah-langkah Penulisan Laporan Buku

22
Laporan buku adalah karya tulis Yang mendemonstrasikan pemahaman penulisnya
terhadap … buku yang dilaporkan. Menulis laporan buku merupakan Salah satu jenis
tugas yang biasa diberikan dosen kepada mahasiswa di perguruan tinggi. Pemberian tugas
itu bertujuan untuk memperkaya pengetahuan mahasiswa da“ meningkatkan kemampuan
mereka dalam menganalisis dan menilai buku sumber yang dibacanya.

Berdasarkan sistematika laporan buku, langkah-langkah penulisan laporan buku dapat


dijelaskan sebagai berikut.

1. Penulisan Pendahuluan
2. Penulisan Isi Buku
3. Penulisan Komentar
4. Penulisan Simpulan

BAB VIII : PENULISAN MAKALAH

Pengertian Makalah

Makalah adalah sejenis tulisan yang berisi pembahasan secara ilmiah tentang suatu
masalah, baik untuk dipublikasikan atau diterbitkan maupun untuk disajikan atau
dibacakan dalam diskusi ilmiah, seminar, konvensi, simposium, kongres, da sebagainya.

Penggunaan Bahasa

Bahasa ilmiah adalah ragam bahasa yang objektif. Oleh karena itu, penggunaan
bahasa dalam makalah tidak boleh menimbulkan interpretasi yang bermacam-macam
terhadap ide, gagasan, ataupun opini yang dikemukakan di dalamnya.

Langkah-langkah Penulisan Makalah

1. Penulisan Pendahuluan
Untuk mencapai tujuan itu, hal-hal yang biasa ditulis pada bagian pendahuluan
makalah adalah sebagai berikut :
1. Harapan dalam konteks topik yang digarap
2. Fenomena
3. Kesenjangan
4. Rumusan Masalah

23
5. Teori, Pandagan, dan Sikap
6. Istilah’
2. Penulisan Pembahasan
Bertujuan untuk menemukan atau memperoleh jawaban yang jelas dan logis
terhadap masalah atau pertanyaan yang harus dijawab dalam makalah itu.
3. Penulisan Penutup
Bertujuan untuk memberi simpulan dan saran.
Simpulan merupakan gambaran ringkas hasil pembahasan. Ini berarti bahwa
simpulan merupakan pernyataan-pernyataan umum yang diturunkan dari uraian
setiap butir pembicaraan yang terdapat pada bagian pembahasan.
Saran merupakan permintaan yang bertujuan untuk mengatasi atau
menyelesaikan masalah yang berkait dengan hasil pembahasan.

Enumerasi

Enumerasi diartikan dengan tata penomoran butir-butir pembicaraan dalam penulis


makalah.

Penulisan Kutipan

Kutipan adalah fakta, ide, opini, atau pendapatan yang dikutip dari sumber tertulis
untuk mendukung atau memperjelas argumen, posisi, atau opini penulis dalam suatu karya
ilmiah.

Penulisan Daftar Rujukan

Daftar pustaka adalah sejumlah rujukan yang menjadi sumber kutipa dan yang
memberi dukungan secara tidak langsung ( tidak dikutip). Sedangkan daftar rujukan
adalah daftar semua sumber kutipan yang digunakan dalam penulisan suatu karya tulis.

BAB 9 : PENULISAN SKRIPSI

Skripsi adalah salah satu jenis karya ilmiah. Skripsi adalah karya ilmiah ynag
dibuat oleh mahasiswa sastra satu (S1) sebagai salah satu syarat untuk mendapatkan gelar
sarjana. Skripsi berisi proses dan hasil penelitian, baik penelitian studi pustaka maupun
penelitian lapangan. Skripsi hasil penelitian lapangan adalah jenis penelitian yang

24
berorientasi pada pengumpulan data empiris di lapangan. Jenis penelitian ini
dikelompokkan menjadi dua, yaitu penelitian kuantitatif dan penelitian kualitatif.
Sedangkan skripsi hasil penelitian kajian kepustakaan adalah telaah yang dilaksanakan
untuk memecahkan suatu masalah yang pada dasarnya bertumpu pada penelaahan kritis
dan mendalam terhadap bahan-bahan pustaka yang relevan. Bahan pustaka menjadi
sumber primer dalam penelitian. Penelitian kepustakaan juga dapat dibedakan menjadi
penelitian kuantitatif dan kualitatif. Hanya saja umumnya penelitian kepustakaan ini
menggunakan pendekatan kualitatif. Dalam skripsi memuat data dan fakta yang objektif.
Sumber data itu memuat hasil penelitian baik penelitian lapangan (field research) maupun
kajian kepustakaan (library research).

Khusus untuk penelitian lapangan (field research) dapat menggunakan jenis


metode penelitian kualitatif (qualitative research). Metode ini adalah metode penelitian
yang berlandaskan pada filsafat postpositifisme digunakan untuk meneliti pada kondisi
objek yang alamiah. Peneliti adalah instrument kunci. Analisis datanya bersifat induktif
kualitatif dan hasil penelitian menekankan pada makna dari generalisasi. Instrumen
penelitiannya adalah wawancara mendalam, studi dokumentasi dan observasi.

Metode penelitian kuantitatif (Quantitative research) merupakan metode penelitian


yang berlandaskan pada filsafat positifisme. Teknik pengambilan sampel pada umumnya
dilakukan secara random, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis
data bersifat kuantitatif/statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah
ditetapkan. Instrumen utamanya adalah angket (quetionare), studi dokumen, observasi dan
wawancara untuk mendukung hasil analisa data.

Bahasa yang digunakan dalam penulisan skripsi berpedoman dengan bahasa


Indonesia yang baik (Ejaan Yang Disempurnakan --- EYD) sebagai bahasa pengantar
nasional. Skripsi juga boleh ditulis menggunakan bahasa asing (Inggris dan Arab).

Ringkasan Buku III


BAB I MENGEKEKPLORASI AKADEMIK DALAM GENRE MAKRO

A. Kegiatan 1 : Membangun konteks teks akademik

25
Teks akademik atau teks ilmiah dapat berwujud dalam berbagai jenis, misalnya buku,
ulasan buku, proposal penelitian, laporan penelitian, laporan praktikum, dan artikel ilmiah.
Jenis-jenis tersebut merupakan genre makro yang masing-masing di dalamnya terkandung
campuran dari beberapa genre mikro seperti deskripsi, laporan, prosedur, eksplanasi,
eksposisi, dan diskusi. Genre makro adalah genre yang digunakan untuk menamai sebuah
jenis teks secara keseluruhan, dan genre mikro adalah subgenre- subgenre yang lebih kecil
yang terdapat di dalamnya dan dipayungi oleh genre makro tersebut. Beragam genre mikro
itu telah Anda pelajari di Sekolah Menengah Pertama (SMP) atau Madrasah Tsanawiyah
(MTs) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) atau Madrasah Aliyah (MA).

B. Kegiatan 2 : Menelusuri dan menganalisis model teks akademik

Teks akademik atau teks ilmiah dapat berwujud dalam berbagai jenis, misalnya buku,
ulasan buku, proposal penelitian, laporan penelitian, laporan praktikum, dan artikel ilmiah.
Jenis-jenis tersebut merupakan genre makro yang masing-masing di dalamnya terkandung
campuran dari beberapa genre mikro seperti deskripsi, laporan, prosedur, eksplanasi,
eksposisi, dan diskusi. Genre makro adalah genre yang digunakan untuk menamai sebuah
jenis teks secara keseluruhan, dan genre mikro adalah subgenre- subgenre yang lebih kecil
yang terdapat di dalamnya dan dipayungi oleh genre makro tersebut. Beragam genre mikro
itu telah Anda pelajari di Sekolah Menengah Pertama (SMP) atau Madrasah Tsanawiyah
(MTs) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) atau Madrasah Aliyah (MA).

C. Kegiatan 3 : Membangun teks akademik secara bersama-sama

Teks-teks akademik yang dipilih untuk pembahasan pada buku ini adalah ulasan buku,
proposal, laporan, dan artikel ilmiah. Setiap genre makro itu akan Anda eksplorasi secara
lebih mendalam pada Bab II sampai dengan Bab V. Meskipun setiap genre makro itu
mempunyai ciri-ciri khusus, secara umum teks akademik dalam berbagai genre makro
mempunyai ciri-ciri yang sama. Pada bagian ini, secara bersama-sama Anda akan
menggali sekaligus mengevaluasi lebih jauh.

BAB II MENJELAJAH DUNIA PUSTAKA

A. Kegiatan 1 : Membangun konteks teks ulasan buku

26
Sebagai insan akademik, Anda tentu harus membaca karya-karya ilmiah, antara lain
buku. Pada saat Anda membaca buku, Anda harus mencernanya dengan seksama agar
Anda dapat memahami isinya. Di pihak lain, Anda perlu mengomunikasikan pemahaman
Anda itu dalam berbagai bentuk untuk keperluan presentasi atau menulis, seperti proposal
penelitian, laporan penelitian, artikel ilmiah, tugas akhir, atau skripsi. Bab Menjelajah
Dunia Pustaka ini merupakan sarana pembelajaran bahasa Indonesia berbasis teks yang
membantu Anda untuk memperoleh wawasan yang lebih luas, cara berpikir secara lebih
kritis dan kreatif, serta keterampilan membaca dan menulis teks, khususnya ulasan buku,
secara lebih memadai. Untuk itu, Anda diminta untuk menelusuri, menanya, menggali,
dan memproduksi teks ulasan buku.

B. Kegiatan 2 : Menelusuri dan menganalisis model teks ulasan buku

Anda diharapkan untuk menelusuri kandungan genre mikro yang terdapat dalam
masing-masing tahapan pada struktur teks itu dan menjelaskan fungsi retorisnya. Anda
juga diminta untuk mengajukan pertanyaan tentang pentingnya ulasan buku bagi
kehidupan akademik Anda. Pada saatnya, Anda dituntut untuk dapat membuat teks ulasan
yang baik sesuai dengan kriteria yang disyaratkan.

Menelusuri model teks ulasan bukuPernahkah Anda membaca buku tentang bahaya
penyalahgunaan narkoba? Teks yang mengulas bahaya penyalahgunaan narkoba sering
dimuat di berbagai media. Barangkali Anda pernah membaca buku yang berjudul
Mencegah bahaya penyalahgunaan narkoba melalui pendidikan budaya dan karakter
bangsa. Berikut ini Anda diminta untuk membaca, memahami, dan menelusuri teks ulasan
terhadap buku tersebut yang berjudul “Perangi narkoba”. Hal-hal yang akan Anda
kerjakan dirumuskan ke dalam tugas di bawah ini.

Sebagai istilah teknis yang mengacu kepada jenis-jenis teks, seperti telah Anda
ketahui, genre dapat dikelompokkan menjadi genre makro dan genre mikro. Genre makro
adalah genre yang secara global menjadi nama jenis teks yang dimaksud, yang di
dalamnya masih terdapat sejumlah subgenre yang disebut genre mikro. Beberapa contoh
genre makro antara lain iklan, berita, editorial, artikel jurnal, brosur, ulasan buku (review),
dan buku. Adapun genre mikro yang dapat disematkan ke dalam genre makro meliputi
antara lain deskripsi, prosedur, rekon, narasi, eksplanasi, eksposisi, dan diskusi. Di dalam

27
ulasan buku sebagai genre makro dapat ditemukan sejumlah genre mikro seperti deskripsi,
eksplanasi, eksposisi, dan diskusi. Keterkaitan antara genre makro dan genre-genre mikro
yang ada di dalamnya (termasuk fungsi retoris yang diemban) oleh Martin dan Rose
(2008) dinamakan “hubungan genre”.

B. Kegiatan 2 : Menelurusi dan menganalisis model teks ulasan buku

Ulasan pada umumnya ditulis dalam bentuk artikel, sehingga teks ulasan dapat disebut
artikel ulasan. Di lingkungan kita, karena ulasan biasanya dibuat terhadap buku, teks
ulasan dinamakan ulasan buku, resensi buku, atau timbangan buku. Sesungguhnya, ulasan
tidak harus dibuat terhadap buku, tetapi juga dapat dibuat untuk karya-karya lain seperti
artikel, karya sastra (cerpen, novel, drama, dan puisi), serta karya seni (musik, tari, kriya,
lukis, pertunjukan, dan film). Bahkan ulasan dapat dibuat terhadap sebuah peristiwa,
misalnya olah raga atau kegiatan sosial lainnya. Ulasan merupakan teks yang berfungsi
untuk menimbang, menilai, dan mengajukan kritik terhadap karya atau peristiwa yang
diulas tersebut (Gerot & Wignell, 1994; Hyland & Diani, 2009). Akan tetapi, pada bab ini
Anda tidak diajak untuk berhadapan dengan teks ulasan terhadap semua bidang itu. Anda
hanya akan memusatkan perhatian kepada ulasan buku.

C.Kegiatan 3 : Membangun ulasan buku secara bersama-sama

Di subbab ini Anda akan membuat teks ulasan buku dengan dua cara. Pertama, Anda
diminta untuk merekonstruksi ulasan buku yang sudah ada. Caranya adalah– seperti telah
Anda lakukan di atas–terlebih dahulu Anda mengamati dan mengevaluasi teks ulasan
buku, kemudian merekonstruksinya dengan bahasa Anda sendiri. Merekonstruksi berarti
menyusun kembali. Kedua, Anda diminta untuk membuat teks ulasan buku sendiri dengan
mencontoh teks ulasan yang sudah ada. Untuk mencari buku yang diulas, Anda dapat
memanfaatkan perpustakaan yang ada di kampus Anda atau berselancar di dunia maya.

BAB III Mendesain proposal dan penelitian dan proposal kegiatan

A. Kegiatan 1 : Membangun konteks teks proposal

Di subbab ini Anda akan membuat teks ulasan buku dengan dua cara. Pertama, Anda
diminta untuk merekonstruksi ulasan buku yang sudah ada. Caranya adalah– seperti telah
Anda lakukan di atas–terlebih dahulu Anda mengamati dan mengevaluasi teks ulasan

28
buku, kemudian merekonstruksinya dengan bahasa Anda sendiri. Merekonstruksi berarti
menyusun kembali. Kedua, Anda diminta untuk membuat teks ulasan buku sendiri dengan
mencontoh teks ulasan yang sudah ada. Untuk mencari buku yang diulas, Anda dapat
memanfaatkan perpustakaan yang ada di kampus Anda atau berselancar di dunia maya.

B. Kegiatan 2 : Menelusuri dan menganaliisis model teks proposal

Hal penting yang hendaknya Anda perhatikan dalam mendesain proposal sebagai
genre makro adalah bahwa seluruh isi dan gagasan dalam proposal seharusnya
disampaikan dengan bahasa Indonesia yang baku. Selain itu, proposal hendaknya disusun
dengan struktur teks yang tepat, yang tahapan-tahapan di dalamnya direalisasikan dengan
genre mikro yang tepat pula. Dengan buku ini Anda membuktikan bahwa bahasa
Indonesia dapat digunakan sebagai sarana untuk menyampaikan gagasan ilmiah yang
logis, termasuk dalam mendesain proposal. Sebagai pemilik dan pengguna bahasa
Indonesia, Anda patut mensyukurinya.

C. Kegiatan 3 : Membangun teks proposal secara bersama-sama


Proposal penelitian yang Anda buat hanya untuk kepentingan Anda sendiri, misalnya
agar Anda dapat segera menyelesaikan studi? Ataukah Anda juga pernah mempertanyakan
bahwa proposal itu ditulis juga untuk diserahkan kepada pihak lain? Apabila Anda
mengiyakan pertanyaan yang kedua, Anda tentu berpikir bahwa proposal itu relatif harus
memenuhi pihak-pihak yang menerima proposal itu.
Seandainya proposal itu adalah proposal penelitian yang Anda buat, proposal itu akan
diserahkan paling tidak kepada dosen pembimbing Anda dan kepada program studi atau
petugas administrasi untuk keperluan pengarsipan.

BAB IV Melaporkan hasil penelitian dan hasil kegiatan


Bab I
A. Kegiatan 1 : Membangun kontek teks laporan
Pada Bab ini, Anda telah mempelajari seluk-beluk pendesainan proposal penelitian dan
proposal kegiatan. Setelah penelitian atau kegiatan dilakukan, peneliti atau pelaksana
kegiatan perlu membuat laporan kepada pihak-pihak yang terkait. Pada Bab IV ini, Anda
akan mempelajari cara menyusun laporan untuk kedua hal tersebut. Laporan penelitian

29
atau laporan kegiatan yang dimaksudkan di sini adalah laporan pada umumnya–yaitu
bahwa setelah peneliti atau pelaksana kegiatan melaksanakan penelitian atau kegiatan,
mereka harus menyusun laporan. Akan tetapi, pada konteks studi Anda, laporan penelitian
dan laporan kegiatan mempunyai genre makro secara khusus, sesuai dengan jenjang
pendidikan dan jenis kegiatan yang relevan dengan kehidupan akademik Anda.

B. Kegiatan 2 : Menelusuri model dan menganalisi teks laporan


Melaporkan hasil penelitian atau hasil kegiatan (termasuk pengolahan dan analisis
data) dalam bentuk tulisan yang berterima tidaklah mudah. Sering sekali peneliti atau
pelaksana kegiatan mengabaikan pentingnya penulisan laporan, baik dari segi kebahasaan
maupun dari segi ketepatan waktu pelaporan. Padahal, pengabaian seperti itu merugikan
karena dari segi yang pertama, apabila laporan tidak disusun dengan formulasi bahasa
yang sesuai (termasuk struktur teks yang seharusnya), laporan itu akan sulit dipahami;
sedangkan dari segi yang kedua.
C. Kegiatan 3 : Membangun teks laporan secara bersama-sama

Anda sudah mencermati isi teks, struktur teks, hubungan antara genre makro dan genre
mikro, serta ciri-ciri bahasa teks laporan. Pada bagian ini Anda diajak untuk menyusun
teks laporan secara bersama-sama. Anda diminta untuk mengerjakan dua macam tugas.
Pertama, Anda akan menyusun teks laporan berdasarkan teks laporan yang sudah ada
dengan cara merekonstruksinya. Kedua, Anda akan menyusun teks laporan baru dengan
mencontoh teks laporan lain sebagai model.

BAB V Mengaktualisasikan diri melalui artikel ilmiah

A. Kegiatan 1 : Membangun konteks teks artikel ilmiah

Artikel ilmiah merupakan salah satu jenis teks akademik. Artikel ilmiah biasanya
diterbitkan pada jurnal ilmiah, yaitu terbitan berkala yang berisi kajian-kajian ilmiah di
bidang tertentu (Rifai, 1995: 57-95). Jenis-jenis teks akademik yang lain adalah buku,
laporan penelitian, tesis, disertasi, ulasan, dan sebagainya. Telah Anda ketahui bahwa
artikel ilmiah dapat digolongkan menjadi artikel penelitian dan artikel nonpenelitian (serta
artikel ilmiah populer, sebagai subjenis yang lain).

30
Sesuai dengan namanya, artikel penelitian didasarkan pada penelitian. Pada dasarnya,
artikel penelitian adalah laporan penelitian yang disajikan dalam bentuk artikel. Artikel
nonpenelitian tidak didasarkan pada penelitian, dan biasanya merupakan ulasan konsep.

B. Kegiatan 2 : Menulusuri dan menganalisis model teks artikel ilmiahDi pihak lain,

Menurut Lin dan Evans, konvensi di atas bukan satu-satunya konvensi yang wajib
diikuti. Mereka mengungkapkan bahwa: “the ‘standard’ IMRD pattern is still one of the
major structural patterns in empirical Ras, but is by no means the default option for
organizing such studies. Instead, the most frequently used patterns in the corpus are
ILM[RD]C and IM[RD]C” (Lin & Evans, 2012: 158). Pada temuan Lin dan Evans,
Abstract tidak disertakan ke dalam struktur artikel ilmiah, tetapi Bab L (Literature Review)
dan C (Conclusion) dimasukkan, sehingga formulasi itu tampak lebih lengkap. Sebaliknya,
formulasi Cargill dan O’Connor kurang lengkap, meskipun abstract dimasukkan ke
dalamnya.

Terlepas apakah formulasi struktur teks artikel penelitian yang dikemukakan oleh
Cargill dan O’Connor serta Lin dan Evans lengkap atau tidak, kedua formulasi itu
mengisyaratkan bahwa struktur teks artikel penelitian menunjukkan struktur berpikir

C. Kegiatan 3 : Membangun teks artikel ilmiah secara bersama-sama

Anda dapat mencari brosur-brosur call for papers, dan menulis artikel ilmiah yang sesuai
dengan permintaan pada brosur-brosur itu. Anda harus menulis artikel tersebut dengan cermat dan
sesuai dengan ketentuan sebagaimana yang telah Anda pelajari pada Bagian B di atas. Artikel yang
masuk ke panitia, termasuk milik Anda akan diseleksi dengan ketat. Apabila Anda berhasil, Anda
akan diundang untuk mempresentasikan artikel itu. Sebelum artikel itu Anda serahkan kepada
panitia, seyogianya Anda meminta tolong orang yang Anda pandang mampu untuk bertindak
sebagai proof reader (orang yang meneliti ulang teks yang dihasilkan agar teks tersebut tidak
mengandung kesalahan, baik dalam hal isi maupun bahasa), sehingga artikel itu betul-betul
sempurna.

31
BAB III
PENUTUPAN

Kelebihan Buku I

1. Ringkasan buku sangat jelas dan membahas tentang materi


perkuliaahan , pengetahuan mengeksplorasi teks akademik dalam gengre makro,
menjelajahi pustaka, mendesain proposal penelitiandan proposal kegiatan,
melaporkan hasil penelitian dan hasil kegiatan, mengaktualisasikan diri melalui
artikel ilmiah.
2. Terdapat pendapat para ahli-ahli tentang setiap materi yang ingin dibahas setiap
perbab
3. Cover buku sangat menarik untuk membuat kita tertarik membacanya
4. Setiap topik yang dibahas selalu disertai dengan contoh-contoh sehingga pembaca
akan lebih jelas dan muadah memahaminya.
5. Materi yang dibahas setiap bab nya memiliki keterkaitan dan sangat
berkesinambungan dengan materi selanjutnya, sehingga sangat sistematis dan
beruntut materi yang disajikan pada setiap bab nya. Agar memudahkan para
pembaca memahami inti sari dari bab ini.

Kelebihan Buku II
1. Dari cover buku dapat menarik pembaca karena warna yang tidak membuat mata
bosan memandang
2. Kertas yang digunakan juga bagus dan tidak mudah koyak
3. Pembahasan didalamnya juga mudah dipahami dan tidak menggunakan bahasa
yang sulit dipahami
4. Buku ini cocok untuk mahasiswa yang ingin belajar dalam penulisan karya tulis

Kelebihan Buku III


1. Awal buku ini menjelaskan visi dan misi tujuan pembelajaran bahasa Indonesia
2. Buku ini memiliki pembahasan materi yang lengkap
3. Buku ini memberikan banyak contoh kasus
4. Buku ini dilengkapi dengan daftar tabel dan gambar.

32
Kekurangan Buku I
1. Font dalam tulisan terlalu kecil dan rapat.
2. Tidak tampaknya perbedaan antara setiap sub judul
3. Isi lembaran merupakan fotokopi

Kekurangan Buku II
-

Kekurangan Buku III


1. Buku terlalu tebal
2. materi yang disuguhkan terkesan bertele-tele

33