Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN UJIAN PRAKTEK FISIKA

PERCOBAAN HOOKE
O
L
E
H

KELAS XII MIPA 7 / KELOMPOK 6

1. Aprilia S. Muthmainnah
2. Melani Sabuna
3. Oskar Sara
4. Salwa Nur Hafizah
5. Taufik Prasetyo

SMA NEGERI 3 KUPANG


TAHUN AJARAN 2018/2019
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Illahi Rabbi, sholawat serta
salam semoga dicurahkan kepada nabi besar kita Nabi Muhammad saw,
keluarganya, sahabatnya, dan para pengikutnya yang selalu taat dan patuh
terhadap ajaran yang dibawa oleh Rasullullah saw hingga akhir zaman.
Alhamdulillah, berkat izin dan pertolongan dari Allah SWT, penulis
dapat menyelesaikan “LAPORAN PRAKTIKUM HUKUM HOOKE” ini.
Penulisan laporan ini dimaksudkan untuk memenuhi salah satu tugas Mata
Pelajaran Fisika.
Pada kesempatan kali ini penulis ingin menyampaikan rasa terima kasih
kepada semua pihak yang telah membantu dalam pembuatan laporan ini dan
semoga mendapat balasan pahala yang berlipat ganda dari Allah swt. Aamiin.
Penulis menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari sempurna,
mengingat keterbatasan kemampuan dan pengetahuan yang penulis miliki.
Oleh karena itu tidak menutup kemungkinan adanya kritik dan saran yang
sifatnya membangun terhadap penulisan makalah ini.
Akhirnya penulis berharap, mudah-mudahan makalah ini bermanfaat dan
bisa dimanfaatkan, khususnya bagi penulis dan umumnya bagi semua pihak
yang berkepentingan. Semoga Allah swt meridhoi atas segala usaha hamba-
Nya. Aamiin.

Penyusun

Kelompok 6
Daftar Isi

Kata pengantar

Daftar isi

Bab I

a. Latar Belakang
b. Tujuan

Bab II Pembahasan

a. Landasan Teori
b. Alat Dan Bahan
c. Prosedur / Langkah-Langkah
d. Tabel Pengamatan
e. Grafik
f. Analisis Data
g. Hasil Percobaan

Bab III Penutup

a. Kesimpulan
b. Saran
BAB I

A.Latar Belakang
Dalam kehidupan kita sering menggunakan hukum-hukum fisika untuk
membantu kita dalam melakukan banyak hal. Salah satu hukum yang sering
dipakai yaitu hukum hooke, yaitu hukum yang digunakan untuk mencari
besar konstanta pada pegas dengan memperhitungkan pengaruh dari gaya
yang diberikan pada benda dan massa benda itu sendiri.
Untuk membuktikan hukum hooke tersebut, kami telah melakukan
praktikum fisika tentang hukum hooke dan telah merumuskan hasil
praktikum tersebut ke dalam laporan ini.

B. Tujuan
1. Mempelajari Hukum Hooke
2. Menentukan konstanta pegas
BAB II

A. Landasan Teori
Pegas merupakan salah satu contoh benda elastis. Elastis atau elastsitas
adalah kemampuan sebuah benda untuk kembali ke bentuk awalnya ketika gaya
luar yang diberikan pada benda tersebut dihilangkan. Jika sebuah gaya
diberikan pada sebuah benda yang elastis, maka bentuk benda tersebut berubah.
Untuk pegas dan karet, yang dimaksudkan dengan perubahan bentuk adalah
pertambahan panjang. Perlu diketahui bahwa gaya yang diberikan juga memiliki
batas-batas tertentu. Sebuah karet bisa putus jika gaya tarik yang diberikan
sangat besar, melawati batas elastisitasnya.
Demikian juga sebuah pegas tidak akan kembali ke bentuk semula jika
diregangkan dengan gaya yang sangat besar. Jadi benda-benda elastis tersebut
memiliki batas elastisitas. Setiap pegas memiliki panjang alami, jika pada pegas
tersebut tidak diberikan gaya. Tegangan didefinisikan sebagai hasil bagi antara
gaya tarik dengan luas penampang benda. Regangan didefinisikan sebagai hasil
bagi antara pertambahan panjang benda ketika diberi gaya dengan panjang awal
benda.
Getaran (oscillation) merupakan salah satu bentuk gerak benda yang
cukup banyak dijumpai gejalanya. Dalam getaran, sebuah benda melakukan
gerak bolak - balik menurut lintasan tertentu melalui titik setimbangnya. Waktu
yang diperlukan untuk melakukan satu gerakan bolak - balik dinamakan periode
(dilambangkan dengan T, satuannya sekon (s). Simpangan maksimum getaran
dinamakan amplitudo.
Hukum Hooke menjelaskan tentang batas elastisitas. “Elastisitas benda
hanya berlaku sampai suatu batas yaitu batas elastisitas.” Grafik tegangan
terhadap regangan untuk menjelaskan hukum Hooke: Titik O ke titik B adalah
masa deformasi elastis, yaitu perubahan bentuk yang dapat kembali ke bentuk
semula. Titik A adalah batas hukum Hooke yang grafiknya merupakan garis
lurus. Titik B adalah batas elastis, dan grafik selanjutnya merupakan masa
deformasi plastis, yaitu perubahan bentuk yang tidak dapat kembali ke bentuk
semula. Titik C adalah titik tekuk (yield point), dimana hanya dibutuhkan gaya
yang kecil untuk memperbesar pertambahan panjang. Titik D adalah tegangan
maksimum (ultimate stress), dimana benda benar-benar mengalami perubahan
bentuk secara permanen. Titik E adalah titik patah, dimana benda akan
patah/putus bila gaya yang diberikan sampai ke titik tersebut.
Gaya elastisitas/pegas adalah gaya yang mengembalikan pegas agar
kembali ke bentuk semula setelah meregang/menekan. Gaya pegas berlawanan
arah dengan gaya berat dan pertambahan panjang, dapat dirumuskan, tetapan
pegas dapat ditentukan melalui penjelasan dan persamaan berikut:
Hukum Hooke untuk pegas yang bergerak secara vertical. Hukum
Hooke adalah hukum atau ketentuan mengenai gaya dalam bidang ilmu fisika
yang terjadi karena sifat elastisitas dari sebuah pir atau pegas. Besarnya gaya
Hooke ini secara proporsional akan berbanding lurus dengan jarak pergerakan
pegas dari posisi normalnya,
Hukum Hooke menyatakan hubungan antara gaya F yang meregangkan
pegas dan pertambahan panjang (X), didaerah yang ada dalam batas kelentingan
pegas.F = k.Δx Atau : F = k (tetap) xk adalah suatu tetapan perbandingan yang
disebut tetapan pegas yang nilainyaberbeda untuk pegas yang berbeda.Tetapan
pegas adalah gaya per satuan tambahan panjang. Satuannya dalam SI adalah
N/m.
Persamaan gerak getaran dapat diturunkan dari dua buah hukum gerak,
yaitu Hukum II Newton dan Hukum Hooke. Jika gaya pegas adalah satu -
satunya gaya luar yang bekerja pada benda, maka pada benda berlaku Hukum II
Newton Atau Persamaan diatas merupakan persamaan gerak getaran selaras
(simple harmonic motion). Dalam getaran selaras, benda berosilasi di antara dua
posisi dalam waktu (periode) tertentu dengan asumsi tanpa kehilangan tenaga
mekaniknya. Dengan kata lain, simpangan maksimum (amplitudo) getaran
tetap. Dapat ditulis menjadi Persamaan diatas disebut persamaan diferensial,
karena mengandung suku yang berupa diferensial. Penyelesaian dari Persamaan
tersebut dapat berbentuk Gambar simpangan getaran selaras sederhana. Fungsi
x periodik dan berulang pada simpangan yang sama dengan keanikan sebesar 2
Periode getaran T adalah waktu yang diperlukan benda untuk menjalani gerakan
satu putaran (cycle). Ini berarti nilai x pada saat t sama dengan nilai x pada saat
t + T.
Berdasarkan kenyataan ini dapat diketahui bahwa:
Kebalikan dari periode dinamakan f. Frekuensi menyatakan jumlah
getaran per satuan waktu. Satuannya adalah hertz (Hz). Dengan demikian,
frekuensi sudutnya adalah Persamaan gerak getaran di atas dapat juga
dinyatakan dalam cosinus, yaitu Suatu getaran memiliki persamaan simpangan
unik yang bentuk denitifnya ditentukan oleh posisi awal dan kecepatan awal
(keduanya sering disebut sebagai syarat awal). Karakteristik Rangkaian Pegas
Pada dasarnya rangkaian pegas ada dua, yaitu rangakaian seri dan paralel. Jika
sebuah sistem tersusun atas rangkaian seri dan paralel, rangkaian itu disebut
rangakaian kompleks.
Dalam bahasan ini akan dijelaskan nilai konstanta pegas (k) sistem
untuk pegas-pegas yang tersusun secara seri dan paralel. Pada rangkaian seri,
gaya yang bekerja pada setiap pegas sama tetapi pertambahan panjang setiap
pegas berbeda. Sedangkan pada rangkaina paralel, gaya yang bekerja pada
setiap pegas berbeda tetapi pertambahan panjang setiap pegas adalah sama.
Contoh rangkaian seri dan paralel dari tiga pegas dapat dilihat dari percobaan
berikut :Untuk rangkaian pegas secara seri berlaku kaitan, yaitu perubahan
panjang total pegas merupakan penjumlahan perubahan panjang masing-masing
pegas. Sehingga, dapat dirumuskan :
Δxtotal = Δx1 + Δx2 + Δx3
Dengan menerapkan hukum Hooke F = k Δx dan gaya pada setiap pegas sama
dengan gaya total yang bekerja ( ), diperoleh nilai konstanta pegas untuk
rangkaian pegas secara seri adalah Jika ada n pegas yang tersusun secara seri,
nilai konstanta pegas totalnya adalah Jika hanya ada dua pegas yang disusun
secara seri, sedangkan dengan rangkaian pegas secara paralel berlaku kaitan
gaya total yang bekerja pada pegas sama dengan jumlah dari gaya-gaya yang
bekerja pada masing-masing pegas, yaitu dengan menerapkan hukum Hooke F
= k Δx dan pertambahan panjang pada masing-masing pegas sama dengan
pertambahan panjang total (Δxtotal=Δx1=Δx2= Δx3), diperoleh nilai konstanta
pegas untuk rangkaian pegas secara paralel adalah Jika ada n pegas yang
tersusun secara paralel, nilai konstanta pegas totalnya adalah Benda yang
melakukan gerak lurus berubah beraturan, mempunyai percepatan yang tetap,
Ini berarti pada benda senantiasa bekerja gaya yang tetap baik arahnya maupun
besarnya. Bila gayanya selalu berubah-ubah, percepatannya pun berubah-ubah
pula.

B. Alat Dan Bahan


1. Pegas
2. Mistar
3. Statif dan Penjepitnya
4. Stopwatch atau jam
5. Beban

C. Langkah Kerja
1. Mengukur masa beban yang akan digunakan.
2. Mengukur panjang pegas sebelum diberi beban
3. Mengukur panjang pegas setelah diberi beban.
4. Mengalikan masa beban dengan besar gaya gravitasi.
5. Mencari nilai kontanta dengan cara membagi nilai gaya yang bekerja pada
pegas dengan masa beban pada pegas tersebut.
D. Hasil Pengamatan
No Massa (gr) X
1. 100 gr 26 cm
2. 150 gr 28 cm
3. 200 gr 29 cm
4. 220 gr 30 cm
5. 250 gr 31 cm
Ketika pegas ditarik sekitar 10 cm dan sampai getaran 20 getaran dengan massa
yang
berbeda- No Massa (gr) Waktu (s) Getaran
beda, 1. 100 gr 8s 20 getaran
maka 2. 150 gr 10s 20 getaran
diperole 3. 200 gr 12s 20 getaran
h hasil 4. 220 gr 12s 20 getaran
sebagai 5. 250 gr 13s 20 getaran
berikut :

JJika x0 = 15 cm dan g= 10 maka diperoleh data sebagai berikut :


No Massa (kg) Δ X = x-x0 (cm) F= =m.g (N) K = F/ Δ X(N/m)
1. 0,1 kg 0,11 m 1N 9,090 N/m
2. 0,15 kg 0,13 m 1,5 N 11,538 N/m
3. 0,2 kg 0,14 m 2N 14,285 N/m
4. 0,22 kg 0,15 m 2,2 N 14,666 N/m
5. 0,25 kg 0,16 m 2,5 N 15,625 N/m

E. Pembahasan

Hukum Hooke
Berdasarkan data hasil pengamatan dengan massa beban yang berbeda maka
dapat diperoleh data pada percobaan hukum Hooke. Percobaan pertama dengan
massa beban seberat 100 gr pertambahan panjang pegasnya diperoleh 0,11 m,
percobaan kedua dengan massa 150 gr pertambahanpanjang pegasnya diperoleh
0,13 m, percobaan ketiga dengan massa 200 grpertambahan panjang pegasnya
diperoleh 0,14 m, percobaan keempat dengan massa220 gr pertambahan
panjang pegasnya diperoleh 0,15 m, dan pada percobaan terakhir yaitu
percobaan yang kelima dengan massa 250 gr pertambahan panjang pegasnya
diperoleh 0,16 m. Pertambahan panjang pegas tergantung pada beban yang
diberikan, semakin besar beban yang diberikan semakin besar pula pertambahan
panjang pegas.
Menurut hukum Hooke bila sebuah pegas ditarik oleh pasangan gaya F maka
pegas tersebut akan bertambah panjang sebanding dengan besarnya gaya yang
mempengaruhi pegas tersebut. Dimana F : gaya yang bekerja pada pegas (N)
dan Δx : pertambahan panjang pegas (m). Dari pernyataan tersebut Hooke
membuat suatu hukum tentang gaya pegas yang dapat dinyatakan seperti
berikut. Besarnya gaya yang diberikan pada pegas, sebanding dengan tetapan
pegas (k) dan sebanding dengan perubahan panjang (Δx). Sehingga diperoleh
persamaan dari hukum Hooke tersebut.
F= ∆x
F=k ∆x
Gerak Harmonik sederhana
Berdasarkan data hasil pengamatan pada percobaan gerak harmonik sederhana
dengan menggunakan massa beban yang berbeda-beda. Pada percobaan ini
ditarik beban ke bawah sekitar 10 cm kemudian dilepaskan dan pada saat
bersamaan jalankan stopwatch dan matikan stopwatch setelah beban bergerak
ke atas ke bawah lagi secara berulang sebanyak 5 kali dan dicatat waktu yang
terukur. Sehingga diperoleh data pada percobaan gerak harmonik ini. Pada
percobaan pertama diberikan beban seberat 100 gram ditarik sekitar 10 cm
kemudian dilepaskan sampai20 getaran diperoleh waktu 8 s, percobaan kedua
diberikan beban seberat 150 gram ditarik sekitar 10 cm kemudian dilepaskan
sampai 20 getaran diperoleh waktu 10 s, percobaan ketiga diberikan beban
seberat 200 gram ditarik sekitar 10 cm kemudian dilepaskan sampai 20
getaran diperoleh waktu 12 s, percobaan keempat diberikan beban
seberat 220 gram ditarik sekitar 10 cm kemudian dilepaskan sampai 20
getarandiperoleh waktu 12s, dan pada percobaan kelima diberikan beban
seberat 250 gram ditarik sekitar 10 cm kemudian dilepaskan sampai 20
getaran diperoleh waktu 13 s. Data-data ini jelas terdapat hasil yang berbeda
akibatnya beban yang di berikan tidaklah sama ataupun berbeda. Variasi beban
ini sangat berpengaruh pada kecepatan pegas menarik beban yang diberikan, ini
terlihat pada kecepatan waktu yang diperoleh. Semakin besar beban yang
diberikan, semakin cepat pula waktu yang dibutuhkan pegas untuk mencapai
lima kali ke atas ke bawah.
Gerak harmonik sederhana adalah gerak bola-balik benda melalui suatu titik
keseimbangan tertentu dengan banyaknya getaran benda dalam setiap sekon
selalu konstan. Gerak harmonik sederhana dapat kita dijumpai dalam kehidupan
sehari-hari, misalnya getaran benda pada pegas dan getaran benda pada ayunan
sederhana. Gerak pada pegas terdapat dua macam, yaitu gerak pada pegas yang
dipasang secara horizontal dan gerak pada pegas yang digantung secara vertikal.