Anda di halaman 1dari 14

Nama : Nof Putria Tenti

NIM : 16033074
Prodi : Pendidikan Fisika B

FISIKA ZAT PADAT

A. PENURUNAN RUMUS AMPLITUDO HAMBURAN’


1. ANALISIS FOURIER

Sebagian besar sifat kristal dapat dihubungkan dengan komponen Fourier dari
kerapatan elektron. Aspek tiga dimensi pada kecenderungan waktu tertentu tidak
menyebabkan berbagai kesulitan dengan matematikanya, tapi pertama kita mengingat
fungsi n (x) dengan periode a pada satu dimensi. Kita kembangkan n (x) dalam deret
Fourier sinus dan kosinus :

…(1)

Dimana p adalah bilangan bulat positif, Cp dan Sp adalah konstanta real, disebut
koefisien ekspansi Fourier.

2п
Faktor dalam uraian akan meyakinkan bahwa n (x) memiliki periode a :
𝑎

…(2)

2п𝑝
Kita dapat menyatakan bahwa sebuah titik pada kisi balik atau ruang Fourier
𝑎

pada kristal. Titik kisi balik memberitahukan kita bahwa diizikan terminologi dalam deret
Fourier

Terminologi diizinkan jika konsisten dengan kecenderungan waktu tertentu dari


kristal, seperti gambar berikut, titik lain dalam ruang balik tidak diizinkan dalam ekspansi
Fourier pada fungsi periodik.Ini adalah waktu yang tepat untuk menuliskan deret dengan
rapi dari
…(3)

Koefisien np merupakan bilangan kompleks. Untuk memastikan bahwa n (x)


adalah fungsi nyata, kita memerlukan n-p = np

Kemudian jumlah dari terminologi p dan –p adalah real. Dengan φ = 2п𝑝𝑥/𝑎


maka jumlahnya adalah :

yang mana dalam jumlah untuk fungsi real,

…(4)

Jika pers. (4) terpenuhi. Re {np} dan Im {np} menunjukkan bagian real dan imajiner
dari np.

Ekspansi dari Analisis Fourier untuk fungsi periodik dalam tiga dimensi tidak
rumit. Kita temukan kumpulan dari vektor G

…(5)

adalah sama dibawah seluruh translasi kisi T yang meninggalkan kristal yang sama.

2. VEKTOR KISI BALIK

Sumbu-sumbu vektor b1, b2 dan b3 untuk kisi balik didefinisikan sebagai relasi:
𝑎2 × 𝑎3
𝑏1 = 2𝜋
𝑎1 . 𝑎2 × 𝑎3
𝑎3 × 𝑎1
𝑏2 = 2𝜋
𝑎1 . 𝑎2 × 𝑎3
𝑎1 × 𝑎2
𝑏3 = 2𝜋
𝑎1 . 𝑎2 × 𝑎3
dengan 𝑎1 , 𝑎2 , dan 𝑎3 adalah vektor basis kisi. Sifat-sifat dari b1, b2 dan b3 adalah
bahwa berlaku aturan:
ij = 1 jika i = j
ij = 0 jika ij.
b1 .a1 = 2 b1.a2 = b1 .a3 = 0
bi.aj = 2ij b2 .a2 = 2 b2.a1 = b2. a3 = 0
b3 .a2 = 2 b3.a1 = b3 .a2 = 0
Titik-titik dalam kisi balik dipetakan dengan seperangkat vektor dalam bentuk
vektor kisi balik G :
G = hb1 + kb2 + lb3
dengan h, k dan l adalah bilangan bulat. b1, b2 dan b3 disebut dengan vektor basis balik.

Gambar 1. Relasi Vektor Basis Balik dan Vektor Basis Kisi

Vektor b1 adalah tegak lurus terhadap bidang yang dibuat oleh vector a2 dan a3,
Vektor b2 adalah tegak lurus terhadap bidang yang dibuat oleh vector a1 dan a3,
Vektor b3 adalah tegak lurus terhadap bidang yang dibuat oleh vector a1 dan a2.
3. KONDISI DIFRAKSI

Gambar 2.Kondisi Difraksi

Didefinisikan vektor hamburan k sedemikian rupa k + k = k’. Ini merupakan


ukuran dari perubahan vektor gelombang terhambur. Bila yang terjadi adalah hamburan
yang bersifat elastis, maka tidak ada perubahan besar vektor gelombang sehingga
k  k '  2

Perubahan vektor k dalam k adalah tegak lurus terhadap bidang (hkl). Arahnya
adalah searah dengan arah G(hkl) atau vektor satuan n. Maka diperoleh hubungan
 4  Sin   G hkl
 k  k '  k   2 Sin  k nˆ    G
  hkl

Dapat ditunjukkan bahwa jarak antar bidang d(hkl) berkaitan dengan besar G(hkl)
dalam bentuk 2
d hkl 
G hkl

Sehingga dapat diungkapkan bahwa

 2 d ( hkl ) Sin  
k    G ( hkl )
  
Jika hukum Bragg terpenuhi maka,
 k  G hkl
Dengan demikian relasi antara vektor gelombang awal dan akhir refleksi Bragg dari
gelombang – partikel dapat ditulis sebagai

k
2
 k'
2
k '  G hkl  k

Jika kuantitas 2 k. G  G 2  0 sehingga kondisi difraksi dapat ditulis sebagai


2 k. G  G 2  0
Ini adalah ungkapan bagi kondisi yang diperlukan untuk terjadinya difraksi. Dapat
dibuktikan bahwa a1 . k  2  h ; a2 . k  2  k ; a3 . k  2  l

Persamaan ini adalah persamaan Laue, yang mana digunakan dalam pembicaraan
simetri dan struktur kristal.

B. ANALISIS FOURIER DARI BASIS

Resultan gelombang difraksi oleh keseluruhan atom dalam unit sel (satu satuan sel)
dinyatakan dalam faktor struktur. Bila kondisi difraksi terpenuhi amplitudo terhambur bagi
kristal terdiri dari N sel adalah diungkapkan sebagai

FC=N.SG

Dimana kuantitas SG disebut dengan faktor struktur yang didefinisikan sebagai :


r j  x j a1  y j a 2  z j a3

Dan fj = faktor atomik. Kemudian, bagi refleksi yang dilabel dengan h, k, l, :


G. r j  2  hx j  ky j  lz j 
 

Sehingga faktor struktur S :



S G hkl    f j exp i 2 hx j  ky j  lz j  
j

Amplitudo terhambur sebagai penjumlahan yang bentuk eksponensial :


F hkl  f e
i j
j  f Cos   f i Sin   f A  f B
j

Dalam difraksi intensitas adalah terkait dengan amplitude, yaitu besar absolut |F|:
2 2
   
F    f j A j     f j B j 
 j   j 
A   Cos 2 (hx  ky  lz ) ; B   Sin 2 (hx  ky  lz )

2 2
   
F   f j cos 2 hx j  ky j  lz j    f j sin 2 hx j  ky j  lz j 
 j   j 

C. DAERAH BRILLOUIN

Sebuah Zoneis Brillouin didefinisikan sebagai sel Wigner-Seitz primitif dalam kisi
resiprokal. Untuk menemukan ini, menggambar kisi resiprokal. Kemudian, menggunakan
algoritma yang sama seperti untuk mencari sel Wigner-Seitz primitif dalam ruang nyata
(menarik vektor untuk semua poin terdekat kisi resiprokal, kemudian membagi dua
mereka. Jumlah yang dihasilkan merupakan ponsel Anda).
Hasil yang bagus dari hal ini adalah bahwa ia memiliki hubungan langsung dengan
kondisi difraksi:

Gambar 3.Zona Brillouin

Oleh karena itu, Zona Brillouin menampilkan semua vektor gelombang, k, yang
membentuk hamburan Bragg

Zona yang telah kita tarik di atas menggunakan metode Wigner-Seitz disebut zona
Brillouin pertama. Batas-batas zona adalah k = ± π / a (untuk membuat total panjang ke
sisi 2π / dalam ruang timbal balik).

Zona Brillouin pertama adalah volume terkecil seluruhnya tertutup oleh bidang
yang tegak lurus bisectors dari vektor kisi resiprokal dari gambar asal.
Biasanya, kita tidak mempertimbangkan zona yang lebih tinggi ketika kita melihat
difraksi. Namun, mereka digunakan dalam teori berkas energi

Gambar 4.Beraks Energi

Zona brillouin ditetapkan dalam resiprokal titik kisi balik

1 Zona pertama Brillouin didefenisaikan sebagai volume yang mencakup sekitar titik
kisi tanpa melintasi bidang bragg
2 Zona kedua Brillouin adalah volume yang dihasilkan oleh lintasan satu bidang
3 Seterusnya dilanjutkan pada orde yang lebih tinggi

Gambar 5.Titik Kisi Balik


1. KISI BALIK PADA KISI SC

Vektor translasi primitif pada kisi SC adalah

Dengan menggunakan vektor kisi

Kita mendapatkan vektor translasi primitif kisi balik;

1) Batas dari Zona Brillouin yang pertama adalah bidang normal dari vektor kisi balik
±b1,±b2,±b3 pada titik tengah± (π/a)

2) Panjang masing-masing sisi adalah 2π/a dan volumenya (2π/a). (2π/a). (2π/a)

Gambar 6.Kisi Balik pada Kisi FC


2. KISI BALIK PADA KISI BCC

Vektor translasi kisi primitif pada BCC adalah

Volume dari sel primitif adalah ½ (a.a.a) (2 titik /unit sel)

Maka vektor translasi primitif pada ruang balik adalah

Di bawah ini adalah gambar zona pertama Brillouin pada kisi BCC ( yang sama dengan
bentuk potongan Wigner-Seitz pada kisi FCC ) yang mempunyai 12 sisi (rhombic
dodecahedron)

Gambar 7.Kisi Balik pada Kisi BCC

Volume ruang sel resiprokal adalah 2(2π/a. 2π/a.2π/a),tapi hanya berisi satu titi kisi
resiprokal

Vektor dari titik asal ke masing-masing permukaan adalah:


3. KISI BALIK PADA KISI FC

Vektor translasi kisi primitif pada FCC adalah

Volume dari sel primitif adalah 4 (a.a.a)

Maka vektor translasi primitif pada ruang balik adalah

Volume ruang sel resiprokal adalah 4(2π/a. 2π/a.2π/a)

Zona pertama Brillouin FCC dibatasi oleh 14 sisi yaitu:

Gambar 8.Kisi Balik pada Kisi FC


D. CONTOH SOAL
1. Nikel memiliki struktur fcc dengan jari-jari atomnya adalah 1,243 x 10-10m.
Hitunglah jarak antara bidang-bidang : a) (200), b) (220),c) (111).

Penyelesaian

Diketahui : r=1,243 x 10-10m

Ditanya : jarak antara bidang a) (200), b) (220),c) (111)?

Dijawab :

Konstanta kisi dari unit sel fcc

4𝑟 4 𝑥 1,243 x 10−10 m
𝑎= = = 3,515 Å
√2 √2

3,515 Å
𝑑200 = √22 = 1,757Å
+02 +02

3,515 Å
𝑑220 = √22 = 1,242 Å
+22 +02

3,515 Å
𝑑111 = √12 = 2,029Å
+12 +12

2. Konstanta kisi suatu unit sel timah adalah 0,493 nm. Bila timah hitam ini memiliki
struktur fcc, hitunglah jumlah atom/mm2 pada bidang (100) dan (111).

Penyelesaian

Diketahui : a=0,493 nm

Ditanya : jumlah atom/mm2 pada bidang (100) dan (111)?

Dijawab :

4𝑟 0,493 √2
𝑎= 𝑑𝑖𝑚𝑎𝑛𝑎 𝑟 = = 0,174 𝑛𝑚
√2 4

Bidang (100) berisi 2 atom per muka unit sel


𝑎𝑡𝑜𝑚 2 𝑎𝑡𝑜𝑚
2
= = 8,22 𝑥 1012 𝑎𝑡𝑜𝑚/𝑚𝑚3
𝑚𝑚 (0,493 𝑥 10−6 )2

Bidang (111) berisi 3 atom dari 1/6 atom dan 3 buah dari ½ atom

Jumlah atom pada bidang ini=(3x1/6)+(3x1/2)=2 atom

Luas bidang ini :

1 1 1 1
L AFH = x FHx AK = a√2 = a√6 = a2 √3 = 4r 2 √3
2 2 2 2

𝑎𝑡𝑜𝑚 2 𝑎𝑡𝑜𝑚 2 𝑎𝑡𝑜𝑚


2
= = = 9,53𝑥 1012 𝑎𝑡𝑜𝑚/𝑚𝑚3
𝑚𝑚 2
4r √3 4(0,174 𝑛𝑚)2 √3

E. LATIHAN
1. Nikel memiliki struktur fcc dengan jari-jari atom 0,1246 nm. Berapakah jarak
d200;d220;d111?

Penyelesaian

Diketahui : r=0,1246 nm
Ditanya : jarak d200;d220;d111?
Dijawab :
Struktur fcc r=0,1246 nm=0,1246 x 10-9 m
Konstanta kisi untuk unit sel fcc
4𝑟 4 𝑥 0,1246 x 10−6 m
𝑎= = = 𝑜, 352 𝑛𝑚
√2 √2

Untuk bidang (200) h=2,k=0,l=0

0,352 Å
𝑑200 = √22 = 0,176 Å
+02 +02

0,352 Å
𝑑220 = √22 = 0,124 Å
+22 +02

0,352 Å
𝑑111 = √12 = 0,203 Å
+12 +12
2. Bidang (111) pada Cu yang memiliki struktur fcc dan konstanta kisi 0,361
nm.Hitunglah jumlah atomnya per mm2
Diketahui : a=0,361 nm
Ditanya : jumlah atomnya per mm2
Dijawab :

4𝑟 0,361 nm √2
𝑎= 𝑑𝑖𝑚𝑎𝑛𝑎 𝑟 = = 0,127 𝑛𝑚
√2 4

Bidang (111) berisi 3 atom dari 1/6 atom dan 3 buah dari ½ atom

Jumlah atom pada bidang ini=(3x1/6)+(3x1/2)=2 atom

Luas bidang ini :

1 1 1 1
L AFH = x FHx AK = a√2 = a√6 = a2 √3 = 4r 2 √3
2 2 2 2

𝑎𝑡𝑜𝑚 2 𝑎𝑡𝑜𝑚 2 𝑎𝑡𝑜𝑚


2
= = = 17,92𝑥 1012 𝑎𝑡𝑜𝑚/𝑚𝑚3
𝑚𝑚 2
4r √3 2
4(0,127 𝑛𝑚) √3
DAFTAR PUSTAKA
Charles Kittel. 1996. Introduction to Solid State Physics. New York : Printice Hall.

Lawrence, Van Vlack. 1989. Elemen-elemen Ilmu dan Rekayasa Material. Jakarta : Erlangga.
Suwitra,Nyoman. 1989. Pengantar Fisika Zat Padat. Jakarta : Departeman Pendidikan dan
Kebudayaan.