Anda di halaman 1dari 3

Nama : AGUS PRIYANTO, S.

Pd
NO. Peserta PPG : 19051922010218

Tugas Akhir Modul 5

Salah satu tujuan pendidikan jasmani adalah meningkatkan kebugaran jasmani peserta didik
melalui berbagai aktivitas gerak baik yang dikemas melalui materi PJOK maupun aktivitas gerak
yang dilakukan diluar jam pembelajaran PJOK. Mengingat waktu pembelajaran yang terbatas,
sarana prasaran terbatas, dan materi yang diajarkan sangat luas sesuai kurikulum yang tersedia,
maka guru PJOK dituntut harus memiliki kemampuan untuk berkreasi, inovasi dengan
memodifikasi berbagai permainan untuk mencapai tujuan Pendidikan Jasmani. Dari pernyataan
dan permasalahan diatas berikan contoh pengembangan model pembelajaran yang bertujuan
pengembangan kebugaran jasmani (orientasi komponen-komponen kebugaran) dengan melalui
modifikasi permainan bola besar.

Salah satu materi pembelajaran gerak dengan mengangkat permainan tradisional selain
melestarikan budaya Indonesia juga sekaligus dapat digunakan untuk mengembangkan nilai-nilai
kehidupan diantaranya ialah nilai demokrasi, nilai pendidikan, dan nilai kepribadian diantaranya
keberanian, moral, kejujuran, kesehatan, persatuan, dll. Mengapa di era modern ini permainan
tradisional masih dipandang penting untuk diberikan kepada peserta didik melalui proses
pembelajaran PJOK di sekolah? Berikan argumentasi saudara dengan berlandaskan pada
substansi materi gerak yang berkembang di era modern ini.

A. Pengembangan model pembelajaran yang bertujuan pengembangan kebugaran jasmani


(orientasi komponen-komponen kebugaran) dengan melalui modifikasi permainan bola
besar.
Salah satu contoh pengembangan model pembelajaran kebugaran jasmani dengan modifikasi
permainan sepak bola adalah dengan model circuit training.
Circuit training merupakan bentuk latihan yang terdiri dari beberapa pos latihan yang dilakukan
secara berurutan dari pos satu sampai pos terakhir. Jumlah pos antara 8-16 pos dengan istirahat
dilakukan pada jeda antar pos satu dengan yang lainnya.Bentuk latihan biasanya disusun dalam
lingkaran dan terdiri dari beberapa pos. Guru PJOK dapat mendesain suatu sirkuit yang paling
cocok untuk materi pembelajaranya.
Berikut modifikasi latihan teknik dasar sepakbola dengan pengembangan unsur-unsur kebugaran
jasmani. Dalam program latihan ini, terdapat beberapa stasiun kebugaran jasmani, seperti push
up, sit up, dan lain-lain.Dalam program latihan cicuit training ini digunakan jarak tiap pos15 detik
sampai 3 menit untuk menjaga agar otot tidak kelelahan. Bentuk sederhana dari circuit training
yang dibuat adalah :
Pos 1.Lari zig-zag
Keseimbangan, kecepatan dan kelentukan merupakan hal yang berkaitan dalam membentuk
kelincahan. Lari zig-zag adalah latihan yang dapat melatih kelincahan gerak.
Pos 2.Lari Sprint
Lari sprint dapat melatih kecepatan. Kecepatan menjadi sebuah kemampuan yang sangat
diperlukan dalam sepakbola.
Pos 3.Lompat cone
Melompat dapat melatih kekuatan otot kaki.
Pos 4.Push-up
Push up merupakan gerakan yang dilakukan untuk melatih kekuatan pada otot bagian lengan
Pos 5.Lompat kanan-kiri
Kelincahan atau agility merupakan sebuah kemampuan seseorang untuk menyesuaikan gerakan
dari posisi satu ke posisi yang lainnya seperti dari posisi kanan ke kiri, atau dari depan ke belakang
dan sebagainya. Kelincahan ini sangat diperlukan dalam semua cabang olahraga terutama pada
cabang olahraga sepak bola. Kelincahan ini juga menjadi salah satu unsur-unsur kebugaran
jasmani.
Pos 6.Menembak ke gawang
Menembak bola ke gawang dapat melatih keakuratan dan ketepatan tendangan, karena ketepatan
merupakan suatu kemampuan tubuh untuk menentukan gerakan agar dapat mencapai pada
sasaran yang dituju. Dalam hal ini, ketepatan juga menjadi salah satu unsur-unsur kebugaran
jasmani.

Gambar Circuit Training

B.Di era modern ini permainan tradisional masih dipandang penting untuk diberikan kepada
peserta didik melalui proses pembelajaran PJOK di sekolah karena penggunaan permainan
tradisional sebagai alternatif untuk pembelajaran PJOK dalam meningkatkan kemampuan gerak
dasar motorik siswa dalam pembelajaran PJOK.
Perkembangan teknologi yang semakin pesat membantu setiap orang untuk melakukan aktivitas
dengan mudah diberbagai bidang, salah satunya adalah permainan. Permainan modern saat ini
lebih mengarah kepada bermain playstation, game online, dan sejenisnya. Permainan modern
mempunyai ciri khas, salah satunya adalah dengan menggunakan peralatan yang canggih untuk
memainkannya. Sebenarnya permainan ketangkasan dari video games lebih banyak bersifat
pengulangan, sehingga membuat anak lebih tangkas, namun demikian menurut martuti, permainan
tersebut belum tentu menjadikan anak dapat belajar dari kesalahan-kesalahan yang dibuatnya,
karena tidak mengajari anak memecahkan masalah. Selain itu permainan video games menjadikan
interaksi dengan anak yang menjadi terbatas. Dengan kata lain teknologi yang canggih masih
banyak kekurangan dalam hal pembentukan karakter seseorang.
Pembentukan karakter dapat diterapkan dalam kehidupan kita sehari-hari dengan salah satu cara
dengan aktivitas permainan tradisional. Permainan tradisional merupakan media yang tepat untuk
belajar. Anak dapat bermain dengan ceria, setelah permainan usai, tanpa disadari ada
pengetahuan yang mereka dapatkan. Permainan tradisional memberikan pembelajaran kepada
anak mengenai pentingnya menjaga lingkungan, menghormati sesama, sehingga cinta kepada
Tuhan. Selain itu juga dekat dengan alam sehingga dapat memberikan kontribusi dalam
meningkatkan kecerdasan natural anak, serta mengembangkan pribadi anak.

Permainan tradisional adalah suatu warisan dari nenek moyang yang wajib dan perlu dilestarikan
karena mengandung nilai-nilai kearifan lokal. Melalui permainan tradisional, kita dapat mengasah
berbagai aspek perkembangan anak. Bermain bagi anak merupakan hal yang mengasyikan.
Menurut subagiyo, permainan tradisional mempunyai beberapa manfaat, antara lain sebagai
berikut:
1) Anak menjadi lebih aktif.
2) Bisa digunakan sebagai terapi terhadap anak.
3) Mengembangkan kecerdasan intelektual anak.
4) Mengembangkan kecerdasan logika anak.
5) Mengembangkan kecerdasan emosi antarpersonal anak.
6) Mengembangkan kecerdasan kinestetik anak.
7) Mengembangkan kecerdasan natural anak.
8) Mengembangkan kecerdasan spasial anak.
9) Mengembangkan kecerdasan spiritual anak.
10) Mengembangkan kecerdasan musikal anak.

Permainan tradisional mengandung beberapa nilai antara lain: rasa senang, bebas, rasa
berteman, domokrasi, penuh tanggung jawab, rasa patuh, rasa saling membantu, yang semuanya
merupakan nilai-nail yang sangat baik dan berguna dalam kehidupan masyarakat. Bermain juga
dapat membantu anak dalam menjalin hubungan sosial, mengembangkan imajinasi,
mengembangkan kognisi, bahasa, motorik kasar dan serta halus. Jadi bermain bagi anak itu tidak
sekedar menghabiskan waktu, tetapi merupakan media untuk belajar. Menurut Nugroho banyak
sekali nilai yang terkandung di dalam permainan tradisional, antara lain:
1) Nilai Demokrasi
2) Nilai Pendidikan
3) Nilai Kepribadian
4) Nilai Keberanian
5) Nilai Kesehatan
6) Nilai Persatuan
7) Nilai Moral