Anda di halaman 1dari 3

PANDUAN

KOMUNIKASI INTERNAL
KLINIK RAWAT INAP DAN BERSALIN MUHAMMADIYAH
KEMLAGI MOJOKERTO

I. PENGERTIAN
Komunikasi internal terdiri atas dua kata yaitu Komunikasi dan Internal Kata
“komunikasi” berasal dari bahasa Latin, “comunis”, yang berarti membuat
kebersamaan atau membangun kebersamaan antara dua orang atau lebih. Akar
katanya “communis” adalah “communico” yang artinya berbagi (Vardiansyah, 2004).
Cangara (2010) menyatakan komunikasi adalah suatu transaksi, dimana terjadi sebuah
proses simbolik yang menghendaki orang-orang mengatur lingkungannya dengan, (1)
membangun hubungan antar sesama manusia, (2) melalui pertukaran informasi, (3)
untuk menguatkan sikap dan tingkah laku orang lain, (4) berusaha mengubah sikap
dan tingkah laku itu. Effendy (2004) mengatakan bahwa komunikasi internal adalah
pertukaran gagasan diantara para administrator dan karyawan dalam suatu suatu
kelompok yang menyebabkan terwujudnya suatu kelompok tersebut lengkap dengan
strukturnya yang khas (organisasi) dan pertukaran gagasan secara horizontal dan
vertikal di dalam suatu kelompok yang menyebabkan pekerjaan berlangsung (operasi
dan manajemen). Komunikasi internal juga dikaitkan dengan capaian efektifitas
dalam proses komunikasi kerja dan membawa harmoni di organisasi. Salah satu tugas
komunikasi internal adalah semua karyawan organisasi menerima informasi yang
benar penting untuk pekerjaan mereka pada waktu yang tepat (Rahajeng, 2012). Dari
berbagai definisi yang dikemukakan oleh beberapa tokoh di atas, dapat ditarik
kesimpulan bahwa komunikasi internal merupakan pertukaran informasi secara timbal
balik yang terjadi antara atasan dengan bawahan, bawahan keatasan dan sesama
anggota dalam tim guna untuk membangun dan membina hubungan dengan
stakeholder internal, sehingga tercipta kedekatan emosional yang diwujudkan melalui
komitmen dan keterlibatan yang bermanfaat bagi kesuksesan tim terkait pencapaian
tujuan suatu kelompok.
Komunikasi Internal di Klinik adalah komunikasi oleh penanggung jawab
program program klinik kepada pelaksana program program klinik serta lintas
program agar ada kesamaan persepsi untuk efektifitas pelaksanaan program program
klinik. Mekanisme komunikasi internal dilaksanakan melalui pengarahan penanggung
jawab kepada pelaksana program program klinik maupun pertemuan lintas program.
Komunikasi internal klinik dilaksanakan oleh pelaksana dan penanggung jawab
program program klinik. Komunikasi internal dilaksanakan setiap bulan dan sewaktu-
waktu apabila diperlukan

II. RUANG LINGKUP


Komunikasi internal dilakukan secara timbal balik antara Kepala Klinik
dengan penanggung jawab dan pelaksana yang berlaku di Klinik.
Komunikasi internal dilakukan dengan cara:
a. Lokakarya mini
b. Pertemuan-pertemuan
c. Konsultasi/tatap muka
d. SMS dan Whatsapp
e. Telpon
f. E-mail

Komunikasi internal dilakukan untuk koordinasi dan membahas pelaksanaan


dan permasalahan dalam pelaksanaan Upaya/Kegiatan Klinik.Rekomendasi hasil
komunikasi internal ditindak lanjuti dalam pelaksanaan perbaikan

III. TATA LAKSANA


a. Komunikasi internal melalui lokakarya mini
Tujuan umum Lokakarya Mini Klinik adalah untuk meningkatkan fungsi
Klinik melalui penggalangan kerja sama tim baik lintas program maupun
lintas sektor serta terlaksananya kegiatan Klinik sesuai dengan
perencanaan.
Sedangkan tujuan khusus Lokakarya Mini Klinik antara lain untuk :
1. Tergalangnya kerjasama tim baik lintas program maupun lintas sektor.
2. Terpantaunya hasil kegiatan Klinik sesuai dengan perencanaan.
3. Teridentifikasinya masalah dan hambatan dalam pelaksanaan kegiatan
Klinik.
4. Teridentifikasinya penyebab masalah serta diupayakannya pemecahan
masalah.
5. Tersusunnya rencana kerja untuk periode selanjutnya.

b. Pertemuan/Rapat
SECARA sederhana rapat sama dengan pertemuan. Dalam istilah kerennya
disebut juga meeting. Rapat merupakan media untuk melakukan
musyawarah dan mufakat, khususnya dalam membahas masalah pelayanan
klinik. Hal ini dilakukan untuk menelaaah rencana kerja, target kegiatan
dan capaian hasil pelayanan. Pada dasarnya rapat bertujuan
mempertemukan berbagai sudut pandang, dan menyampaikan curah
pendapat, dalam menerapkan visi dan misi klinik. Rapat kerja yang
dilaksanakan ada yang bersifat evaluasi, konsultasi dan koordinasi.

1. Rapat Evaluasi
Mengadakan pertemuan dalam rangka evaluasi program kegiatan klinik,
menyangkut target, capaian dan cakupan pelayanan. Pada tingkat klinik,
biasanya disebut lokakarya mini sedangkan bersama dinas kesehatan,
semua klinik bertemu dalam rapat kerja kesehatan daerah (rakerkesda).
2. Rapat Konsultasi Menyelenggarakan pertemuan dalam upaya konsultasi
dengan dinas kesehatan atau jajaran institusi vertikal lainnya, terutama
yang menyangkut masalah pelaksanaan program dan penggunaan
anggaran (keuangan) kegiatan
3. Rapat Koordinasi
Melaksanakan pertemuan dalam rangka koodinasi terpadu kegiatan
antar program maupun antar instansi (lintas sektoral) yang terkait
dengan masalah kesehatan masyarakat, sehingga tercapai tujuan
pembangunan kesehatan yang menyeluruh dalam tatanan institusi
lainnya yang terkait, pelaksanaan rapat kerja tersebut umumnya
dijalankan dengan teknis yang berbeda. Sedangkan dalam tatanan
pelayanan organisasi sosial politik, biasanya kegiatan rapat kerja
tersebut memiliki jenjang yang bertahap dari tingkat daerah sampai
pusat. Apapun nama rapatnya, tentu manfaatnya akan sama untuk
melakukan evaluasi, konsultasi dan koordinasi, dalam rangka mencapai
tujuan institusi.

c. Konsultasi/tatap muka
Dilaksanakan baik secara formal maupun informal, secara responsive untuk
komunikasi dan menyelesaikan masalah internal atau secara lintas program.

d. SMS/Whatsapp
Nomer SMS/WA
Media komunikasi online yang digunakan adalah gadget dengan
pemograman android, menngunakan media social Whatsapp

e. Telpon
Dilaksanakan baik secara formal maupun informal, secara responsive untuk
komunikasi dan menyelesaikan masalah internal atau secara lintas program.

f. E-mail
Dilaksanakan baik secara formal maupun informal, secara responsive untuk
komunikasi dan menyelesaikan masalah internal atau secara lintas program.

IV. DOKUMENTASI:
a. SPO komunikasi internal
b. Bukti-bukti pelaksanaan komunikasi internal