Anda di halaman 1dari 6

6/18/2018 Pengertian, Rumus dan Bunyi Hukum Ohm

HOME DAFTAR ISI

HOME KOMPONEN ELEKTRONIKA TEORI ELEKTRONIKA PENGUJIAN KOMPONEN

ILMU STATISTIKA EQUIPMENT

ARTIKEL TERBARU  [ 01/05/2018 ] Pengertian Proximity

Home  Teori Elektronika  Pengertian, Rumus dan Bunyi Custom Search

Hukum Ohm SEARCH

Pengertian, Rumus dan ARTIKEL TERBARU

Bunyi Hukum Ohm Pengertian LCD


(Liquid Crystal
 Dickson Kho  Teori Elektronika Display) dan
Prinsip Kerja
LCD

Pengertian, Rumus dan


Bunyi Hukum Ohm – Pengertian
Dalam Ilmu Elektronika, Proximity
Hukum dasar Elektronika Sensor (Sensor
Jarak) dan Jenis-
yang wajib dipelajari
jenisnya
dan dimengerti oleh
setiap Engineer
Elektronika ataupun Cara
penghobi Elektronika Menghitung
adalah Hukum Ohm, yaitu Hukum dasar yang menyatakan Konversi mAh
hubungan antara Arus Listrik (I), Tegangan (V) dan Hambatan (R). ke Wh
(miliAmpere
Hukum Ohm dalam bahasa Inggris disebut dengan “Ohm’s
Hour ke Watt
Laws”. Hukum Ohm pertama kali diperkenalkan oleh seorang Hour)
Hsikawan Jerman yang bernama Georg Simon Ohm (1789-1854)
pada tahun 1825. Georg Simon Ohm mempublikasikan Hukum
Ohm tersebut pada Paper yang berjudul “The Galvanic Circuit Pengertian
Investigated Mathematically” pada tahun 1827. Transistor
Darlington dan
Kon៯�gurasinya

Bunyi Hukum Ohm


https://teknikelektronika.com/pengertian­rumus­bunyi­hukum­ohm/ 1/6
6/18/2018 Pengertian, Rumus dan Bunyi Hukum Ohm

Pada dasarnya, bunyi dari Hukum Ohm adalah :


Pengertian
Frekuensi dan
Cara
“Besar arus listrik (I) yang mengalir melalui sebuah
Menghitung
penghantar atau Konduktor akan berbanding lurus dengan Frekuensi
beda potensial / tegangan (V) yang diterapkan kepadanya
dan berbanding terbalik dengan hambatannya (R)”.

KATEGORI
Secara Matematis, Hukum Ohm dapat dirumuskan menjadi
persamaan seperti dibawah ini : Equipment

V=IxR Ilmu Statistika

Komponen Elektronika
I=V/R
Pengujian Komponen
R=V/I
Perangkat Elektronika

Dimana : Produksi
V = Voltage (Beda Potensial atau Tegangan yang satuan unitnya
Teori Elektronika
adalah Volt (V))
I = Current (Arus Listrik yang satuan unitnya adalah Ampere (A))
R = Resistance (Hambatan atau Resistansi yang satuan unitnya
ARCHIVES
adalah Ohm (Ω))

Select Month
Dalam aplikasinya, Kita dapat menggunakan Teori Hukum Ohm
dalam Rangkaian Elektronika untuk memperkecilkan Arus listrik,
Memperkecil Tegangan dan juga dapat memperoleh Nilai ARTIKEL TERPOPULER
Hambatan (Resistansi) yang kita inginkan.

Jenis-jenis
Hal yang perlu diingat dalam perhitungan rumus Hukum Ohm, Komponen
satuan unit yang dipakai adalah Volt, Ampere dan Ohm. Jika kita Elektronika
menggunakan unit lainnya seperti milivolt, kilovolt, miliampere, beserta Fungsi
megaohm ataupun kiloohm, maka kita perlu melakukan konversi dan Simbolnya

ke unit Volt, Ampere dan Ohm terlebih dahulu untuk


mempermudahkan perhitungan dan juga untuk mendapatkan
Cara
hasil yang benar.
Menghitung
Nilai Resistor
Contoh Kasus dalam Praktikum
Hukum Ohm Cara
Menggunakan
Untuk lebih jelas mengenai Hukum Ohm, kita dapat melakukan Multimeter /
Praktikum dengan sebuah Rangkaian Elektronika Sederhana Multitester
seperti dibawah ini :

Pengertian dan
Analisis Korelasi
Sederhana
https://teknikelektronika.com/pengertian­rumus­bunyi­hukum­ohm/ dengan Rumus 2/6
6/18/2018 Pengertian, Rumus dan Bunyi Hukum Ohm

dengan Rumus
Pearson

Pengertian
Gerbang Logika
Dasar dan Jenis-
jenisnya

ARTIKEL TERPILIH

Kita memerlukan sebuah DC Generator (Power Supply),


Voltmeter, Amperemeter, dan sebuah Potensiometer sesuai
dengan nilai yang dibutuhkan.

Dari Rangkaian Elektronika yang sederhana diatas kita dapat


membandingkan Teori Hukum Ohm dengan hasil yang
didapatkan dari Praktikum dalam hal menghitung Arus Listrik (I), Pengertian Relay
Tegangan (V) dan Resistansi/Hambatan (R). dan Fungsinya
Pengertian Relay dan
 
Fungsinya – Relay adalah
Saklar (Switch) yang
Menghitung Arus Listrik (I)
dioperasikan secara listrik dan
merupakan komponen
Rumus yang dapat kita gunakan untuk menghitung Arus Listrik
Electromechanical
adalah I = V / R
(Elektromekanikal) yang terdiri
Contoh Kasus 1 : dari 2 bagian utama yakni
Elektromagnet (Coil) dan
Setting DC Generator atau Power Supply untuk menghasilkan Mekanikal (seperangkat Kontak
Output Tegangan 10V, kemudian atur Nilai Potensiometer ke 10 Saklar/Switch). Relay
Ohm. Berapakah nilai Arus Listrik (I) ? menggunakan Prinsip [...]
Masukan nilai Tegangan yaitu 10V dan Nilai Resistansi dari
Potensiometer yaitu 10 Ohm ke dalam Rumus Hukum Ohm
seperti dibawah ini :
I=V/R
I = 10 / 10
I = 1 Ampere
Maka hasilnya adalah 1 Ampere.

Contoh Kasus 2 :

Setting DC Generator atau Power Supply untuk menghasilkan Pengertian Teorema


Output Tegangan 10V, kemudian atur nilai Potensiometer ke 1 Thevenin dan Cara
kiloOhm. Berapakah nilai Arus Listrik (I)? Perhitungannya
Konversi dulu nilai resistansi 1 kiloOhm ke satuan unit Ohm. 1

https://teknikelektronika.com/pengertian­rumus­bunyi­hukum­ohm/ 3/6
6/18/2018 Pengertian, Rumus dan Bunyi Hukum Ohm

kiloOhm = 1000 Ohm. Masukan nilai Tegangan 10V dan nilai


Pengertian Teorema Thevenin
Resistansi dari Potensiometer 1000 Ohm ke dalam Rumus
dan Perhitungannya – Teorema
Hukum Ohm seperti dibawah ini :
Thevenin adalah salah satu
I=V/R
teori elektronika atau alat
I = 10 / 1000
analisis yang
I = 0.01 Ampere atau 10 miliAmpere
menyederhanakan suatu
Maka hasilnya adalah 10mA
rangkaian rumit menjadi suatu
rangkaian sederhana dengan
 
cara membuat suatu rangkaian
pengganti yang berupa
Menghitung Tegangan (V)
sumber tegangan [...]

Rumus yang akan kita gunakan untuk menghitung Tegangan


atau Beda Potensial adalah V = I x R.

Contoh Kasus :

Atur nilai resistansi atau hambatan (R) Potensiometer ke 500


Ohm, kemudian atur DC Generator (Power supply) hingga
Jenis-jenis
mendapatkan Arus Listrik (I) 10mA. Berapakah Tegangannya (V) ?
Konversikan dulu unit Arus Listrik (I) yang masih satu miliAmpere
Pengelompokan IC
menjadi satuan unit Ampere yaitu : 10mA = 0.01 Ampere. (Integrated Circuit)
Masukan nilai Resistansi Potensiometer 500 Ohm dan nilai Arus
Jenis-jenis Pengelompokan IC
Listrik 0.01 Ampere ke Rumus Hukum Ohm seperti dibawah ini :
(Integrated Circuit) – Integrated
V=IxR
Circuit atau sering disingkat
V = 0.01 x 500
dengan IC adalah komponen
V = 5 Volt
yang sering dijumpai dalam
Maka nilainya adalah 5Volt.
rangkaian elektronika modern
dan canggih. Hampir semua
 
perangkat Elektronik yang kita
pergunakan saat ini
Menghitung Resistansi / Hambatan (R) memakainya. Kepopuleran IC
[...]
Rumus yang akan kita gunakan untuk menghitung Nilai
Resistansi adalah R = V / I

Contoh Kasus :

Jika di nilai Tegangan di Voltmeter (V) adalah 12V dan nilai Arus
Listrik (I) di Amperemeter adalah 0.5A. Berapakah nilai Resistansi
pada Potensiometer ?
Masukan nilai Tegangan 12V dan Arus Listrik 0.5A kedalam
Rumus Ohm seperti dibawah ini :
R=V/I
R = 12 /0.5
R = 24 Ohm
Maka nilai Resistansinya adalah 24 Ohm

https://teknikelektronika.com/pengertian­rumus­bunyi­hukum­ohm/ 4/6
6/18/2018 Pengertian, Rumus dan Bunyi Hukum Ohm

Baca juga : Teorema Norton dan Teorema Thevenin.

   

 ELEKTRONIKA DASAR HUKUM OHM

PREVIOUS ARTICLE NEXT ARTICLE

RELATED ARTICLES

Cara Menghitung Pengertian


Prinsip Dasar Nilai Resistor
dan Pengertian Spektrum
Semikonduktor Frekuensi Radio
(Semiconductor) dan
Pengalokasianny
a

2 COMMENTS ON PENGERTIAN, RUMUS DAN BUNYI


HUKUM OHM

nelson 12/08/2014 AT 7:01 PM

mantap

REPLY

beta cita 17/10/2015 AT 10:07 AM

makasih ya,,,, rumusnya. sekarang sudah bisa.

REPLY

https://teknikelektronika.com/pengertian­rumus­bunyi­hukum­ohm/ 5/6
6/18/2018 Pengertian, Rumus dan Bunyi Hukum Ohm

Leave a Reply
Your email address will not be published.

Comment

Name *

Email *

Website

POST COMMENT

Notify me of follow-up comments by email.

Notify me of new posts by email.

HOME DAFTAR ISI

Copyright 2018 Teknik Elektronika

https://teknikelektronika.com/pengertian­rumus­bunyi­hukum­ohm/ 6/6