Anda di halaman 1dari 5

HUBUNGAN PENGATURAN POLA MAKAN TERHADAP KADAR KOLESTROL,

GULA DARAH DAN ASAM URAT


Oleh : Viskarita FM Ambotuo, S.Si, M.Pd
(Dosen Pendidikan Biologi FKIP UNKRIT, HP 085397709990, Email
Viskarita_201086@yahoo.com)

ABSTRAK
Menjaga pola makan merupakan hal yang sangat penting dalam hidup kita. karena
apabila pola makan dan gaya hidup kita teratur dan sehat maka akan sangat baik untuk
kesehatan tubuh. Pola makan adalah susunan jenis dan jumlah pangan yang dikonsumsi
seseorang atau kelompok orang pada waktu tertentu.
Secara alami komposisi zat gizi setiap jenis makanan memliki keunggulan dan
kelemahan, salah satu faktor yang mempengaruhi konsumsi makanan seseorang adalah
pengetahuan. Kadar normal kolestrol menurut WHO adalah < 200 mg/dl. Kadar normal
glukosa menurut WHO adalah < 144 mg/dl. Kadar normal asam urat menurut WHO
adalah pria 3,5 – 7 mg/dl & Wanita 2,6 – 6 mg/dl. Penelitian ini adalah penelitian
deskriptif. Dalam penelitian ini, peneliti mengambil sampel 9 (sembilan) orang pasien
dengan latar belakang usia yang berbeda, yaiti 3 (tiga) orang berusia 20-30 tahun, 3 orang
berusia 30-50 tahun, dan 3 orang berusia > 50 tahun. Para pasien di lakukan uji pra dan
post test, yaitu mengukur kadar dengan menggunakan alat Easy Touch GCU sebelum
dan sesudah perlakuan. Selama perlakuan pasien diberikan kesempatan makan sebanyak
3 (tiga) kali perhari, dengan menu: sayur bayam semangkuk, ikan goreng dan nasi. Air
putih diberikan sebanyak minimal 8 (delapan) gelas per hari, dan air gula 1 (satu) gelas
perhari. Perlakuan ini dilakukan selama 1 minggu. Hasil penelitian menggambarkan
kadar kolestrol normal dapat dipertahankan dengan cara mengkonsumsi sayur mayur
dalam jumlah yang lebih misalnya sayur bayam. Kadar Glukosa normal dapat
dipertahankan dengan cara mengkonsumsi air gula untuk menaikan glukosa dan
menahan diri mengkonsumsi gula/bahan makanan yang berasa manis untuk menurunkan
kadar gula. Kadar asam urat normal dapat dipertahankan dengan cara mengkonsumsi air
mineral minimal 8 gelas per hari.

I. Pendahuluan
a. Latar Belakang
Menjaga pola makan merupakan hal yang sangat penting dalam hidup kita. Akar
dari penyakit stroke, diabetes, ginjal, asam urat, kolestrol dikarenakan tidak adanya
pengaturan pola makan. Asam urat merupakan hasil metabolisme dari purin,
kolestrol merupakan hasil metabolisme dari lemak sedangkan gula darah
merupakan kadar gula yang terkandung dalam makanan yang dikonsumsi. Aam
urat, kolsterol dan gula darah merupakan komponen penting yang dibutuhkan oleh
tubuh, tetapi memilki batas kadar.
b. Rumusan Masalah
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah;
1. Bagaimanakah jumlah kadar kolestrol dalam darah setelah dilakukan
pengaturan pola makan terhadap pasien?

1
2. Bagaimanakah jumlah kadar asam urat dalam darah setelah dilakukan
pengaturan pola makan terhadap pasien?
3. Bagaimanakah jumlah kadar gula darah dalam darah setelah dilakukan
pengaturan pola makan terhadap pasien?
c. Tujuan Penelitian
Tujuan Penelitan berdasarkan rumusan masalah diatas adalah:
1. Untuk mengetahui jumlah kadar kolestrol dalam darah setelah dilakukan
pengaturan pola makan terhadap pasien.
2. Bagaimanakah jumlah kadar asam urat dalam darah setelah dilakukan
pengaturan pola makan terhadap pasien.
3. Untuk mengetahui jumlah kadar gula darah dalam darah setelah dilakukan
pengaturan pola makan terhadap pasien.

d. Manfaat Penelitian
Penelitian ini bermanfaat untuk memberikan gambaran tentang pengaturan pola
makan yang akan berdampak pada jumlah kadar kolestrol, asam urat dan gula
darah.

II. Tinjauan pustaka


Lemak khususnya kolesterol merupakan zat sangat dibutuhkan oleh tubuh
terutama dalam pembentukan dinding sel tubuh. Kolesterol juga merupakan bahan
dasar pembentukan hormon – hormon steroid (Kartikawati, 2012). Tetapi, sangat
disayangkan kebanyakan dan kita memasukkan kolesterol lebih dan yang
dibutuhkan yaitu dengan makan makanan yang mengandung banyak lemak. Maka
hasilnya kadar kolesterol darah meningkat sampai di atas angka normal (Soeharto,
2004). Kolesterol tinggi menyebabkan penyumbatan pada pembuluh darah jantung
yang menimbulkan serangan jantung dan penyumbatan pada pembuluh darah otak
yang dapat menimbulkan stroke. Peningkatan kolesterol dapat membahayakan
kesehatan, maka kadar kolesterol perlu dikontrol (Mumpuni dan Wulandari, 2011).
Kadar normal kolestrol menurut WHO adalah < 200 mg/dl
Asam urat sendiri adalah sampah hasil metobolisme normal dari pencernaan
protein (terutama dari daging, hati, ginjal, dan beberapa jenis sayuran seperti kacang
dan buncis) atau dari penguraian senyawa purin (sel tubuh yang rusak), yang
seharusnya akan dibuagn melalui ginjal, feses atau keringat. Senyawa ini sukar larut
dalam air, tetapi salam plasma darah beredar sebagai senyawa natrium urat, bentuk
garamnya terlarut pada kondisi pH diatas 7, sehingga serangan radang persendian
yang berulang terjadi bila produksinya berlebihan (vitahealth,2006). Kadar normal
asam urat menurut WHO adalah pria 3,5 – 7 mg/dl & Wanita 2,6 – 6 mg/dl
Glukosa adalah suatu aldoheksosa dan sering disebut dekstrosa, karena
mempunyai sifat dapat memuta cahaya terpolarisasi ke arah kanan. Di alam,
glukosa terdapat dala buah-buahan dan madu lebah. Glukosa darah dapat bertambah
setelah kita makan-makanan sumber karbohidrat, namun kira-kira 2 jam setelah itu,
jumlah glukosa darah akan kembali pada keadaan semula. Pada penderita diabetes
melitus, jumlah glukosa darah lebih besar dari 130 mg per 100 ml darah ( Podjiadi,
1994). Gula darah pada orang sehat dikendalikan oleh insulin. Insulin adalah
hormon yang dibuat oleh pankreas. Insulin membantu glukosa dalam darah masuk

2
ke sel untuk menghasilkan tenaga. Gula darah yang tinggi dapat berarti bahwa
pankreas tidak memproduksi cukup insulin, atau jumlah insulin cukup namun tidak
bereaksi secara normal. Hal ini disebut dengan resistensi insulin ( Girindra, 1989).
Kadar normal glukosa menurut WHO adalah < 144 mg/dl
III. Metode Penelitian
Peneltian ini adalah penelitian deskriptif. Penelitian deskriptif dimaksudkan untuk
eksplorasi dan klarifikasi mengenai suatu fenomena atau kenyataan sosial. Pada
suatu penelitian deskriptif, tidak menggunakan dan tidak melakukan pengujian
hipotesis.
Dalam penetlian ini peneliti berusaha menormalkan kadar kolestrol, asam urat dan
glukosa dengan cara melakukan pengaturan pola makan terhadap pasien. Sebab,
kadar kolestrol, gula darah dan asam urat yang tidak terkontrol dapat menyebabkan
fenomena kematian.
Dalam penelitian ini, peneliti mengambil sampel 9 (sembilan) orang pasien dengan
latar belakang usia yang berbeda, yaiti 3 (tiga) orang berusia 20-30 tahun, 3 orang
berusia 30-50 tahun, dan 3 orang berusia > 50 tahun.. Para pasien di lakukan uji pra
dan post test, yaitu mengukur kadar dengan menggunakan alat Easy Touch GCU
sebelum dan sesudah perlakuan.
Selama perlakuan pasien diberikan kesempatan makan sebanyak 3 (tiga) kali
perhari, dengan menu: sayur bayam semangkuk, ikan goreng dan nasi. Air putih
diberikan sebanyak minimal 8 (delapan) gelas per hari, dan air gula 1 (satu) gelas
perhari. Perlakuan ini dilakukan selama 1 minggu.
IV. Hasil penelitian
Hasil peneltian ini adalah sebagai berikut:
a. Kolestrol

Tabel 1 Hasil pengaturan pola makan terhadap kadar kolestrol


Dari 9 sampel, 6 sampel yaitu Mimin, Yustinus, Titan Mariam, Mastius,
Rosevelt mengalami penurunan kadar kolesterol.

3
b. Glukosa / Gula Darah

Tabel 2 Hasil pengaturan pola makan terhadap kadar Gula Darah


Dari 9 sampel, 6 sampel berhasil dinaikan sehingga mencapai kadar gula darah normal
yaitu Jaklin, Fila, Mimin, Titan, Mariam, Rosevelt.
c. Asam Urat

Tabel 3 Hasil pengaturan pola makan terhadap kadar Asam Urat


Dari 9 sampel, 7 sampel berhasil diturunkan sehingga mencapai kadar asam urat normal
yaitu Jaklin, Fila, Mimin, Titan, Mariam, Mastius, Rosevelt.
V. PEMBAHASAN
a. Kolestrol
Pasien dalam penelitian ini mengalami kondisi kolestrol yang tinggi, oleh karena itu
peneliti berusaha untuk menurunkan kadar kolestrol. Untuk menurunkan kadar
kolestrol, dalam perlakuan pasien diberikan makanan semangkuk sayur bayam setiap
kali makan. Jadi dalam pasien memakan sayur bayam 3 mangkuk/hari.

4
Bayam adalah salah satu sayur yang bermanfaat untuk mengurangi kolestrol, adalah
dengan cara mengkonversi kolestrol dalam tubuh menjadi koprastanol yang kemudian
dibuang ke luar tubuh
b. Glukosa/Gula darah
Pasien dalam penelitian ini mengalami kondisi gula darah yang rendah, oleh karena itu
peneliti berusaha untuk menaikan kadar gula darah. Untuk menaikan kadar gula darah,
dalam perlakuan pasien diberikan semangkuk air gula segelas perhari.
Gula yang masuk bersama dengan teh manis dalam tubuh akan berubah menjadi
glukosa dalam darah
c. Asam Urat
Pasien dalam penelitian ini mengalami kondisi asam urat yang tinggi, oleh karena itu
peneliti berusaha untuk menurunkan kadar asam urat. Untuk menurunkan kadar asam
urat, dalam perlakuan pasien meminum air minimal 8 gelas per hari.
Air putih dapat membantu memperlancar pengeluaran asam urat dari dalam tubuh

VI. Kesimpulan
a. Kadar kolestrol normal dapat dipertahankan dengan cara mengkonsumsi sayur mayur
dalam jumlah yang lebih misalnya sayur bayam.
b. Kadar Glukosa normal dapat dipertahankan dengan cara mengkonsumsi air gula untuk
menaikan glukosa dan menahan diri mengkonsumsi gula/bahan makanan yang berasa
manis untuk menurunkan kadar gula
c. Kadar asam urat normal dapat dipertahankan dengan cara mengkonsumsi air mineral
minimal 8 gelas per hari.

VII. Daftar Pustaka


Girindra, A. 1989. Biokimia Patologi. Bogor : ITB
Kartikawati. Ch Erni. 2012. Panduan Praktis Kolesterol &Asam Urat. Ungaran:
V-media,
Mumpuni Yekti dan Ari Wulandari, 2011. Cara Jitu menjaga Kolestrol. Yogyakarta: Andi
Peodjiadi, Anna. 1994. Dasar – dasar Biokimia. Jakarta : UI Press
Soeharto, Iman Ir. 2004. Serangan Jantung dan Stroke Hubungannya dengan Lemak &
Kolesterol. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Vitahealth. 2006. Asam Urat. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama