Anda di halaman 1dari 5

METODE PENELITIAN – TS 3221

TEKNIK SIPIL
2019

Literature Review 1 Sumber Jurnal


Judul Jurnal
Halaman
Tahun
Penulis
Teori
Tujuan
Subjek
Penelitian
Metode
Penelitian
Kesimpulan

Literature Review 2 Sumber Jurnal


Judul Jurnal
Halaman
Tahun
Penulis
Teori
Tujuan
Subjek
Penelitian
Metode
Penelitian
Kesimpulan 

Literature Review 3 Sumber Handbook


Judul Buku “Sistem Drainase Perkotaan Yang Berkelanjutan”
Halaman 223-316
Tahun 2004
Penulis Dr. Ir. Suripin, M.Eng.
Teori Perkotaan merupakan pusat segala kegiatan manusia, pusat
produsen, pusat perdagangan, sekaligus pusat konsumen. Di daerah
perkotaan tinggal banyak manusia, banyak terdapat fasilitas umum,
transportasi, komunikasi dan sebagainya. Saluran drainase di daerah
perkotaan menerima tidak hanya air hujan, tetapi juga air buangan
(limbah) rumah tangga dan limbah pabrik. Hujan yang jatuh di
wilayah perkotaan kemungkinan besar terkontaminasi, manakala air
itu memasuki dan melintasi atau berada pada lingkungan perkotaan
tersebut. Sumber bangunan dan/atau permukaan tanah dan limbah
domestic (rumah tangga) yang mengalir bersama air hujan. Setelah
melewati lingkungan perkotaan, air hujan, dengan atau tanpa
limbah domestic, membawa polutan ke badan air.
Urbanisasi yang terjadi hamper seluruh kota besar di Indonesia ini
menambah beban daerah perkotaan menjadi leboh berat. Kebutuhan
Asmoro Bangun W (2411161106) 1
Diky Firdaus (2411161095)
METODE PENELITIAN – TS 3221
TEKNIK SIPIL
2019

akan lahan, baik untuk pemukiman maupun kegiatan perekonomian


meningkat, sehingga lahan yang berfungsi sebagai setensi dan
resapan menurun.
Tujuan Bertujuan agar pembaca bisa memahami permasalahan drainase di
perkotaan, khususnya perkotaan di Indonesia, mulai dari
pengertian, permasalahan, perencanaan, pembiayaan dan pola
operasi, dan pemeliharaan.
Subjek
Drainase perkotaan di Indonesia
Penelitian
Metode  Bab pertama, Pendahuluan, membahas tentang kedudukan
Penulisan drainase perkotaan dalam infrastruktur perkotaan, gambaran
umum drainase perkotaan, sejarah singkat drainase perkotaan,
serta permasalahan umum yang dihadapi.
 Bab Kedua, Hidrologi perkotaan, mengupas tentang siklus
hidrologi presipitasi, hujan, statistic dalam hidrologi, debit
rencana, dan hidrograf.
 Bab Ketiga, Perencanaan Hidraulika, berisi tentang dasar-dasar
hokum hidraulika,bentuk saluran, jenis aliran, dimensi saluran,
bangunan-bangunan drainase, dan pompa, dilengkapi dengan
contoh perhitungan.
 Bab keempat, Sistem Drainase Perkotaan, dibahas tentang
langkah-langkah perencanaan drainase perkotaan, aspek yang
ditinjau serta drainase khusus, diantaranya drainase jalan raya,
drainase polder dan drainase lapangan terbang.
 Bab Kelima, operasi dan pemeliharaan drainase perkotaan.
 Bab keenam, penerapan dasar-dasar teori yang dijelaskan dalam
bab pertama sampai kelima
Kesimpulan Untuk pengamanan dan pencegahan drainase maka dilakukan
sebagai berikut :
1) Inspeksi Rutin
2) Melarang membuang sampah disaluran/kolam
3) Melarang merusak bangunan drainase.
Sedangkan untuk kegiatan perawatan maka dilakukan kegiatan
sebagai berikut :
1) Perawatan Rutin
2) Perawatan Berkala
3) Rodding (penggarukan)
4) Jetting (penyemprotan dan penyedotan)

Literature Review 4 Sumber Handbook


Judul Buku
Halaman
Tahun
Penulis
Teori
Tujuan

Asmoro Bangun W (2411161106) 2


Diky Firdaus (2411161095)
METODE PENELITIAN – TS 3221
TEKNIK SIPIL
2019

Subjek
Penelitian
Metode
Penelitian
Kesimpulan

Literature Review 5 Sumber Tugas Akhir


Judul Desain Hidrolik Drainase Kecamatan Kabila Kabupaten Bone
Skripsi Bolango Provinsi Gorontalo
Halaman Bab 2 Halaman 1-44
Tahun 2015
Penulis Ichsan Nazar Firzaddan
Teori Drainase Perkotaan adalah system drainase dalam wilayah
administrasi kota dan daerah perkotaan (urban) yang berfungsi
untuk mengendalikan atau mengeringkan kelebihan air permukaan
di daerah permukiman yang berasal dari hujan local, sehingga tidak
mengganggu masyarakat dan dapat memberikan manfaat bagi
kehidupan manusia.
Tujuan Membuat desain hidrolik pada jaringan drainase di Kecamatan
Kabila Kabupaten Bone Bolango Provinsi Gorontalo
Subjek
Desain hidrolik jaringan drainase pada seluas Kecamatan Kabila
Penelitian
Metode Pengolahan data menggunaakn program Arcgis, Auto CAD, Ms
Analisis Excel dan Ms Word. Dan diperoleh data sbb :
1) Peta Batas Kecamatan dan Tata Guna Lahan Kecamatan
Kabila Skala.
2) Peta Jaringan Sungai Kecamatan Kabila Skala
3) Peta Jalan Eksisting Kecamatan Kabila Skala
4) Peta Stasiun Hidrologi
5) Curah Hujan Rencana
6) Debit Rencana
7) Desain Hidrologis Drainase Kecamatan Kabila
Kesimpulan Permasalahan drainase Kecamatan Kabila yang menimbulkan
genangan disebabkan oleh factor-faktor berikut ini :
1) Pertumbuhan penduduk di Kecamatan Kabila dan
berkembangnya pembangunan yang mengakibatkan
perubahan tataguna lahan tanpa memperhatikan kondisi
daerah yang datar.
2) Drainase eksisting yang dibangun tidak menerus dan alih
fungsi
3) Trase jalan raya yang tidak dilengkapi denga drainase jalan

Literature Review 6 Sumber Tugas Akhir


Judul Desain Penanggulangan Banjir Daerah Aliran Sungai Cigadung,
Skripsi Kabupaten Subang Provinsi Jawa Barat

Asmoro Bangun W (2411161106) 3


Diky Firdaus (2411161095)
METODE PENELITIAN – TS 3221
TEKNIK SIPIL
2019

Halaman Bab 2 Halaman 1-36


Tahun 2018
Penulis Ahmad Syamsul Hadi dan Mira Saadaturohmah
Teori Pada umumnya banjir diakibatkan oleh dua factor yakni factor
manusia dan factor alam. Pertambahan jumlah manusia yang
menyebabkan perubahan daerah resapan menjadi daerah
pemukiman dan perilaku manusia yang melakukan penebangan
hutan secara illegal serta kurangnya kesadaran terhadap kebersihan
sungai serta drainase merupakan beberapa factor alam yang
menyebabkan banjir diantaranya proses sedimentasi disepanjang
aliran sungai dan intensitas curah hujan yang tinggi. Banjir yang
terjadio berdampak negative terhadap lingkungan sekitarnya
diantaranya merendam pemukiman warga, persawahan, akses
transportasi sehingga mengganggu aktivitas warga sekitar. Salah
satu contohnya yakni yang terjadi di Sungai Cigadung.
Tujuan Tujuan dari penelitian antara lain :
1) Menentukan debit rencana Sungai Cigadung yang melalui
kawasan Desa Mulyasari, Kecamatan Pamanukan.
2) Menentukan kapasitas penampang sungai Cigadung
3) Menentukan desain penampang sungai/tinggi tanggul yang
diperlukan berdasarkan debit rencana.
4) Membuat nota desain dan gambar tipikal desain penampang
sungai/tanggul.
Subjek
Banjir sungai Cigadung
Penelitian
Metode Analisis yang dilakukan pada penelitian tugas akhir ini yakni
analisis dimulai denga melakukan analisis curah hujan wilayah dengan
metode Poligon Thiessen. Kemnuadian dilakukaan analisis curah
hujan rencana. Setelah hujan rencana didapat maka langkah
selanjutnya yakni melakukan analisis debit banjir rencana denga
metode Hidrograf Satuan Sintesis untuk memeperoleh besarnya
debit banjir rencana. Kemudian dilakukan analisis hidrolika untuk
mengetahui besarnya kapasitas penampang sungai.
Berdasarkan analisis tersebut maka dilakukan penanganan terhadap
banjir dengan alternative perencanaan dimensi penampang
sungai/tanggul. Untuk lebih memperjelas hasil perencanaan dibuat
nota desain dan gambar rencana perencanaan dimensi penampang
sungau/tanggul tersebut.
Kesimpulan Selain pengendali banjir secara structural berupa penambahan
dimensi penampang sungai, pengendali secara non structural juga
sangat penting mengingat daerah tangkapan hujan Sungai Cigadung
sudah banyak mengalami perubahan fungsi lahan sehingga harus
adanya beberapa tindakan. Penanaman pohon, menjaga kebersihan
sungai serta normalisasi sungau secara berkala untuk mengurangi
sedimentasi yang terjadi merupakan beberapa tindakan yang perlu
dilakukan baik itu oleh masyarakat maupun pemerintah setempat.

Asmoro Bangun W (2411161106) 4


Diky Firdaus (2411161095)
METODE PENELITIAN – TS 3221
TEKNIK SIPIL
2019

Asmoro Bangun W (2411161106) 5


Diky Firdaus (2411161095)