Anda di halaman 1dari 6

PENANGANAN BBLR

No. Dokumen : 440/138/PuskUbI/2016


S No. Revisi : 01
O Tanggal terbit : 31-12-2016
P Halaman : 1/3

drg.Dewa Ngakan Gede


UPT Kesmas Paramarta
Ubud I NIP. 19710121 200212 1 005
1. Pengertian Bayi baru lahir yang berat badan saat lahirnya kurang dari 2500 gram
atau dengan berat lahir maksimal 2499 gram.
2. Tujuan Sebagai acuan penanganan BBLR.
3. Kebijakan SK Kepala Puskesmas No.440/4237/Pusk Ub I tentang Pelayanan Klinis
4. Referensi 1. Buku Acuan Manajemen BBLR untuk Bidan Desa tahun 2008
2. Buku pelatihan Klinik APN, De[kes RI, 2008
5. Prosedur/ 1. Persiapan alat :
Langkah- a. Alat APD
langkah b. Sarung tangan steril
c. Heater
d. Lampu 60 watt
e. Set resusitasi
f. Termometer
g. Baskon berisi cairan lkloyin 0,5%
h. Baskom berisi air DTT
i. Timer
2. Mengenali faktor resiko terjadinya persalinan dengan BBLR dari data
subyektif maupun data obyektif ibu saat hamil maupun bersalin,
seperti :
a. Persalinan kurang bulan/prematur : bayi lahir pada kehamilan < 37
minggu.
b. Bayi lahir kecil untuk masa kehamilan.
3. Apabila dari data subyektif dan obyektif diketahui bahwa umur
kehamilan premature maka segera rujuk ibu.
4. Apabila dari data subyektif dan obyektif ditemukan beberapa faktor
resiko BBLR, pertimbangkan untuk merujuk ibu ke tempat pelayanan
kesehatan yang memiliki fasilitas lebih lengkap untuk penanganan
BBLR.
5. Pada persalinan dengan bayi BBLR ketika bayi lahir perhatikan :
a. Adanya tanda prematuritas (tulang rawan telinga belum terbentuk,
reflex masih lemah, terdapat lanugo/rambut halus pada kulit, pada
bayi perempuan labia mayora belum menutupi labia minora dan
pada bayi laki-laki testis belum turun dan kulit testis rata).
b. Pada BBLR kecil untuk masa kehamilan perhatikan adanya tanda
kulit keriput, kuku lebih panjang dan tidak dijumpai tanda
prematuritas.
6. Pada persalinan dengan bayi BBLR ketika bayi lahir perhatikan :
a. suhu taxilla 340C pada hari 1-2
b. suhu taxilla 340 pada hari 3-minggu ketiga
7. Observasi ketat kemungkinan hipotermia (suhu tubuh < 36,5 0C, tangis
lemah, malas minum, kurang aktif, kulit mengeras kemerahan, HR <
100 x/mnt, nafas pelan dan dalam).
8. Pastikan bayi selalu dalam keadaan berpakaian dan diselimuti agar
tetap hangat walau dalam keadaan dilakukan tindakan, segera ganti
popok setiap kali basah, jangan menyentuh bayi dengan tangan yang
dingin atau menempelkan sesuatu yang basah ke kulit bayi, dan selalu
ingat mengukur suhu tubuh bayi.
9. Apabila bayi dalam KU yang baik, bimbing ibu untuk melakukan
metode kangguru dan memberikan ASI on demand pada bayi.
Perhatikan refleks hisap bayi saat menyusui, apabila terjadi masalah
minum pada bayi segera rujuk ke unit pelayanan kesehatan yang lebih
tinggi.
10. Pemberian minum pada bayi BBLR (baik dengan menyusui langsung
atau ASI perah), dengan perhitungan :
a. Hari I 60 mg/kgBB
b. Tambahkan jumlah total 20 mg/kgBB per hari (pemberian dalam 8-
12 kali perhari)
6. Bagan Alir
Mengenali faktor
resiko persalinan
BBLR

UK Ya Rujuk
Prematur
Faktor
resiko

Tidak
Persalinan dengan bayi BBLR

Observasi suhu bayi

Pakaian bayi hangat dan


tidak basah

Metode kangguru dan ASI on


demand

Ya
Masalah
refleks
hisap

Tidak

Mengenali faktor
resiko persalinan
BBLR
7. Hal-hal -
yang perlu
diperhatika
n
8. Unit Ruang Bersalin
Terkait UGD
Rawat Inap
9. Dokumen Rekam medis
terkait Catatan tindakan
Dokumen rujukan
10. Rekam
historis N Yang diubah Isi Perubahan Tanggal mulai
o diberlakukan
1 Tata naskah Tulisan menggunakan 02-01-2017
Bookman Old Style,ukuran
tulisan 12,spasi 1-1,5.
Menggunakan kertas F4
PENANGANAN BBLR
No.Dokumen :440/138/Pusk.Ub1/2016
No. Revisi : 01
DAFTAR TanggalTerbit : 31-12-2016
TILIK Halaman : 1/2
UPT. drg. Dewa Ngakan Gede
KESMAS Paramarta
UBUD 1 NIP. 197101212002121005

NO KEGIATAN YA TIDAK TIDAK


BERLAKU
1. Persiapan alat :
a. Alat APD
b. Sarung tangan steril
c. Heater
d. Lampu 60 watt
e. Set resusitasi
f. Termometer
g. Baskon berisi cairan lkloyin 0,5%
h. Baskom berisi air DTT
i. Timer
2. Mengenali faktor resiko terjadinya persalinan dengan BBLR dari
data subyektif maupun data obyektif ibu saat hamil maupun
bersalin, seperti :
a. Persalinan kurang bulan/prematur : bayi lahir pada
kehamilan < 37 minggu.
b. Bayi lahir kecil untuk masa kehamilan.
3. Apabila dari data subyektif dan obyektif diketahui bahwa umur
kehamilan premature maka segera rujuk ibu.
4. Apabila dari data subyektif dan obyektif ditemukan beberapa
faktor resiko BBLR, pertimbangkan untuk merujuk ibu ke tempat
pelayanan kesehatan yang memiliki fasilitas lebih lengkap untuk
penanganan BBLR.
5. Pada persalinan dengan bayi BBLR ketika bayi lahir perhatikan :
a. Adanya tanda prematuritas (tulang rawan telinga belum
terbentuk, reflex masih lemah, terdapat lanugo/rambut
halus pada kulit, pada bayi perempuan labia mayora belum
menutupi labia minora dan pada bayi laki-laki testis belum
turun dan kulit testis rata).
b. Pada BBLR kecil untuk masa kehamilan perhatikan adanya
tanda kulit keriput, kuku lebih panjang dan tidak dijumpai
tanda prematuritas.
6. Pada persalinan dengan bayi BBLR ketika bayi lahir perhatikan :
a. suhu taxilla 340C pada hari 1-2
b. suhu taxilla 340 pada hari 3-minggu ketiga
7. Observasi ketat kemungkinan hipotermia (suhu tubuh < 36,50C,
tangis lemah, malas minum, kurang aktif, kulit mengeras
kemerahan, HR < 100 x/mnt, nafas pelan dan dalam).
8. Pastikan bayi selalu dalam keadaan berpakaian dan diselimuti agar
tetap hangat walau dalam keadaan dilakukan tindakan, segera
ganti popok setiap kali basah, jangan menyentuh bayi dengan
tangan yang dingin atau menempelkan sesuatu yang basah ke kulit
bayi, dan selalu ingat mengukur suhu tubuh bayi.
9. Apabila bayi dalam KU yang baik, bimbing ibu untuk melakukan
metode kangguru dan memberikan ASI on demand pada bayi.
Perhatikan refleks hisap bayi saat menyusui, apabila terjadi
masalah minum pada bayi segera rujuk ke unit pelayanan
kesehatan yang lebih tinggi.
10. Pemberian minum pada bayi BBLR (baik dengan menyusui
langsung atau ASI perah), dengan perhitungan :
a. Hari I 60 mg/kgBB
b. Tambahkan jumlah total 20 mg/kgBB per hari (pemberian
dalam 8-12 kali perhari)

CR = (Ya/(Ya+Tidak) X 100%
=( /( + )) X 100%
=………………

Pemeriksa :
Yang diperiksa :
Tanggal :