Anda di halaman 1dari 7

ANALISA FUNGSI ALUMA TABLE FORM BERDASARKAN

TECHNICAL FAST MODEL

Disusun untuk Memenuhi Syarat Menyelesaikan Tugas Mata Kuliah Rekayasa


Nilai

Disusun Oleh :
Aji Santiko 21010113120008 (Kelas B)
Julius Parulian 21010113120091 (Kelas B)

DEPARTEMEN TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK


UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
2018
DISKRIPTIF ALUMA TABLE FORM

Proyek pembangunan apartemen umumnya memiliki denah lantai yang


hampir serupa pada tiap lantainya, yang disebut sebagai denah lantai tipikal.
Dengan denah yang hampir selalu sama di setiap lantainya, pekerjaan bekisting
(meliputi scaffolding) terutama bekisting lantai diulang-ulang (monoton) dengan
ukuran & jumlah yang sama. Scaffolding yang digunakan biasanya berupa perancah
tipe four-way. Urutan perkerjaan bekisting kurang lebih sebagai berikut:
1. penempatan komponen-komponen scaffolding & bekisting ke lantai
yang dikerjakan
2. perakitan scaffolding
3. pemasangan bekisting
4. pembersihan bekisting dengan air compressor
5. pengecoran beton
6. pembongkaran bekisting & perancah
7. penempatan kembali komponen-komponen scaffolding ke lantai yang
dikerjakan berikutnya
8. merakit scaffolding kembali dan seterusnya.
Sebagian besar pekerjaan tersebut dilakukan berulang-ulang apabila
perancah yang digunakan adalah tipe four-way. Adapun beberapa siklus pekerjaan
bekisting tersebut bisa dipersingkat dengan menggunakan Aluma Systems.
Aluma Systems adalah suatu metode pelaksanaan pekerjaan bekisting
(formwork) yang menggunakan peralatan yang terbuat dari bahan aluminium
dengan mekanisme yang lebih removable. PT Totalindo Eka Persada adalah satu-
satunya kontraktor di Indonesia yang memiliki hak paten tentang Aluma Systems.
Sistem ini cocok digunakan untuk konstruksi gedung bertingkat (high rise
building).
Aluma Systems yang digunakan pada proyek apartemen Menteng Park
berupa Aluma Table Form, dimana ini dikhususkan untuk formwork pekerjaan
lantai. Aluma Table form ini dengan mudah dapat dipindahkan untuk dipergunakan
lagi (removable) dengan cara mengendurkan, melepas, dan kemudian memasang
kembali karena menggunakan sistem modular. Aluma Table Form ini juga disebut
Flying Table Form, karena form work ini berbentuk seperti sebuah meja yang dapat
dipindah-pindah secara melayang dengan menggunakan tower crane. Aluma Table
Form terbuat dari bahan aluminium mutu tinggi, sehingga alat ini tergolong ringan
tetapi tetap kuat menahan beban besar. (Ahadi, 2011)

Gambar 1 The Aluma Flying Form Truss System (Aluma, 1998)

Gambar 2 Aluma Table Form Proyek Apartment Menteng Park (Santiko, 2018)
ANALISA FUNGSI

Penguraian analisa fungsi terhadap Aluma Table Form, diantaranya:


1. Mengembangkan pekerjaan bekisting & formwork (The Higher Level
Function)
2. Mempersingkat proses pekerjaan bekisting & formwork (Basic Function)
3. Menghemat pekerjaan karena perakitan scaffolding dilakukan sekali di awal,
selanjutnya tinggal penempatan & pengaturan (Secondary Function)
4. Mengerjakan perakitan scaffolding dapat dilakukan di luar site sehingga bisa
dilakukan bersamaan dengan pekerjaan lainnya (Secondary Function)
5. Mengurangi kebutuhan tenaga kerja (Same Time Function)
6. Menghemat rencana anggaran biaya (Same Time Function)
7. Mengurangi beban pekerjaan tower crane (Same Time Function)
8. Mendapatkan hasil pekerjaan bekisting & formwork yang lebih baik (Design
Objective Function)
9. Mendapat kepercayaan untuk menangani proyek gedung bertingkat terutama
apartemen (Design Objective Function)
10. Memperpanjang masa pemakaian, karena aluminium lebih tahan terhadap karat
(Design Objective Function)
11. Meningkatkan kualitas pekerja dengan penggunaan system formwork yang
lebih modern, pekerja dituntut mempelajari cara penggunaannya (Design
Objective Function)
12. Meningkatkan keamanan bagi pekerja pekerjaan bekisting & formwork (All
The Time Function)
13. Meningkatkan manajemen proyek (All The Time Function)
14. Menunjang pengendalian proyek dalam hal mutu peralatan (All The Time
Function)
15. Menggunakan teknologi yang lebih maju pada pekerjaan bekisting & formwork
(Causative Function)
DIAGRAM TECHNICAL FAST MODEL

Mendapatkan hasil pekerjaan


bekisting & formwork yang lebih baik
Meningkatkan keamanan bagi
pekerja pekerjaan bekisting &
Meningkatkan kualitas pekerja formwork

Memperpanjang masa pemakaian, Meningkatkan manajemen


karena lebih tahan terhadap karat proyek

Mendapat kepercayaan untuk Menunjang pengendalian


menangani proyek gedung bertingkat proyek dalam hal mutu
terutama apartemen peralatan

Menghemat pekerjaan karena perakitan scaffolding dilakukan


Mempersingkat sekali di awal, selanjutnya tinggal penempatan & pengaturan Menggunakan teknologi
Mengembangkan
proses pekerjaan yang lebih maju pada
pekerjaan bekisting
bekisting & pekerjaan bekisting &
& formwork
formwork Mengerjakan perakitan scaffolding dapat dilakukan di luar site formwork
sehingga bisa dilakukan bersamaan dengan pekerjaan lainnya

Mengurangi kebutuhan tenaga kerja

Menghemat rencana anggaran biaya

Mengurangi beban pekerjaan tower crane

Gambar 3 Diagram FAST Aluma Table Form


HOW-WHY QUESTION

Tabel 1 Logika How-Why Question Aluma Table Form

No Function How Why

1. Mengembangkan pekerjaan bekisting & formwork Q : Bagaimana cara mengembangkan Q : Mengapa pekerjaan bekisting &
pekerjaan bekisting & formwork ? formwork dipersingkat?
A : Dengan mempersingkat proses A : Untuk mengembangkan pekerjaan
pekerjaan bekisting & formwork bekisting & formwork
Mempersingkat proses pekerjaan bekisting &
2. Q : Bagaimana cara mempersingkat
formwork
proses pekerjaan bekisting & Q : Mengapa perakitan scaffolding
formwork ? dilakukan sekali di awal?
A : Dengan cara perakitan scaffolding A : Untuk mempersingkat proses
dilakukan sekali di awal, selanjutnya pekerjaan bekisting & formwork
Menghemat pekerjaan karena perakitan scaffolding tinggal penempatan & pengaturan
3. dilakukan sekali di awal, selanjutnya tinggal
penempatan & pengaturan Q : Bagaimana cara mempersingkat
Q : Mengapa perakitan scaffolding
proses pekerjaan bekisting &
dilakukan di luar site?
formwork ?
A : Untuk mempersingkat proses
A : Dengan cara perakitan scaffolding
Mengerjakan perakitan scaffolding dapat dilakukan pekerjaan bekisting & formwork
dilakukan di luar site
4. di luar site sehingga bisa dilakukan bersamaan
dengan pekerjaan lainnya Q : Bagaimana cara mengembangkan Q : Mengapa menggunakan teknologi
pekerjaan bekisting & formwork ? yang lebih maju pada pekerjaan
A : Dengan menggunakan teknologi bekisting & formwork ?
Menggunakan teknologi yang lebih maju pada yang lebih maju pada pekerjaan A : Untuk mengembangkan pekerjaan
5.
pekerjaan bekisting & formwork bekisting & formwork bekisting & formwork
REFERENSI

Ahadi. (2011, Februari 14). Alumalite Table Form. Diambil kembali dari Ilmu
Sipil: http://www.ilmusipil.com
Aluma. (1998). Alumalite Truss II Technical Manual. Toronto: Aluma Systems,
Inc.
Santiko, A. (2018). PROYEK PEMBANGUNAN APARTEMEN MENTENG PARK
STRUKTUR ATAS TOWER 1 MENTENG, JAKARTA PUSAT. Semarang:
DEPARTEMEN TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS
DIPONEGORO.