Anda di halaman 1dari 5

Kelompok 12

Laporan Praktikum Elektronika 1


Modul 7
Proyek Lampu Dimmer

Nama:Nisa Arpyanti
NIM: 1703113353
Kelas: Fisika B

Asisten: Bima Kumala Levanadea

Laboratorium Elektronika
Jurusan Fisika
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Universitas Riau
Pekanbaru
2018
Pembahasan

Pada praktikum ke tujuh terdapat dua rangkaian dan kami memilih untuk merangkai
percobaan rangkaian pertama. Beberapa komponen yang dipakai dalam rangkaian dimmer
lampu adalah sebagai berikut :
1. Potensiometer 220K
2. TRIAC BT138
3. DIAC BR100
4. Resistor 1K
5. Kapasitor 100nF/500V
6. Lampu Pijar 5 watt
7. Kabel 1 meter
8. Papan PCB
9. Fetting
10. Colokan
11. Solder
12. Timah

Komponen diatas pun dirangkai seperti gambar dibawah ini :

Yaitu dimana resistor dihubungkan dengan kaki kanan potensiometer, kaki pertama
potensiometer atau kaki yang paling kiri dihubungkan dengan kapasitor kemudian kaki
kapasitor tadi dihubungkan dengan TRIAC. Kaki kedua TRIAC dihubungkan dengan kaki
resistor yang belum terhubung, lalu kaki gate TRIAC dihubungkan dengan DIAC.
Selanjutnya kaki tengah potensiometer dan kaki kiri di hubungkan seri dengan kaki DIAC
yang belum terhubung ke TRIAC. Kemudian untuk input dibuat diantara kaki TRIAC kedua
dengan resistor dan untuk output (lampu) diantara kaki TRIAC pertama dengan kapasitor.

Rangkaian dimmer lampu pijar ini berfungsi untuk mengatur tingkat intensitas cahaya
penerangan lampu pijar. Rangkaian ini bisa diatur mulai dari yang redup hingga ke remang-
remang sampai ke nyala lampu yang terang. Dan juga bisa membuat rangkaian dimmer
pengatur nyala lampu dengan pola sederhana. Di dalam rangkaian dimmer ini, terdapat 3
komponen penting guna mengatur kerja dimmer ini. Komponen TRIAC berfungsi untuk
mengatur besaran tegangan AC yang masuk ke perangkat lampu ini. Sementara komponen
DIAC dan VR berfungsi untuk mengatur bias TRIAC guna menentukan titik on dan off pada
komponen TRIAC ini. Daya output rangkaian dimmer ini dapat digunalan untuk
mengendalikan intensitas cahaya lampu pijar dengan daya 5 Watt. Pada rangkaian ini
potensiometer berfungsi sebagai sensor mekanis pengatur besar kecilnya lampu atau
transduser pasif yang perlu mendapatkan daya dari luar.

Rangkaian dimmer ini hanya cocok untuk di pakai untuk lampu pijar saja. Jika
digunakan untuk lampu neon atau TL, dan juga lampu hemat energi, rangkaian ini tidak bisa
bekerja sempurna. Bahkan rangkaian dimmer akan mengalami kerusakan pada rangkaian
dimmer tersebut. Rangkaian dimmer lampu pijar pada gambar diatas dapat digunakan untuk
jaringan listrik PLN 220VAC.

Potensiometer adalah resistor tiga terminal dengan sambungan geser yang membentuk
pembagi tegangan dapat disetel. Jika hanya dua terminal yang digunakan (salah satu terminal
tetap dan terminal geser), potensiometer berperan sebagai resistor variabel atau Rheostat.
Potensiometer yang dioperasikan oleh suatu mekanisme dapat digunakan sebagai transduser,
misalnya sebagai sensor pada dimmer lampu.

TRIAC atau Triode for Alternating Current (Trioda untuk arus bolak-balik) adalah
sebuah komponen elektronik yang kira-kira ekivalen dengan dua SCR yang disambungkan
antiparalel dan kaki gerbangnya disambungkan bersama. Nama lain TRIAC adalah
Bidirectional Triode Thyristor. Ini menunjukkan saklar dua arah yang dapat mengalirkan arus
listrik ke kedua arah ketika dipicu (dihidupkan). Ini dapat dipicu baik dengan tegangan positif
atau pun negatif pada elektrode gerbang. Sekali dipicu, komponen ini akan terus
menghantarkan sampai arus yang mengalir lebih rendah dari arus genggamnya, misal pada
akhir paruh siklus dari arus bolak-balik. Hal tersebut membuat TRIAC sangat cocok untuk
mengendalikan tegangan AC, memungkinkan pengendalian arus yang sangat tinggi dengan
arus kendali yang sangat rendah.

Rangkaian lampu dimmer pada gambar rangkaian diatas dibangun dengan TRIAC tipe
BT138 yang dikontrol menggunakan DIAC tipe BR100 dan potensiometer P1 220KOhm.
Intensitas nyala lampu pada rangkaian lampu dimmer dengan TRIAC ini dikontrol dengan
cara mengatur arus yang diberikan ke bola lampu melalui TRIAC. Secara teknis pengontrolan
intensitas cahaya lampu dilakukan dengan mengatur tuas potensiometer P1 220 KOhm. Arus
output pada lampu dikendalikan oleh tegangan gate TRIAC TR1 melalui DIAC BR100 dari
output pembagi tegangan potensiometer P1. Semakin tinggi tegangan yang diberikan ke gate
TRIAC TR1 maka arus yang diberikan ke beban akan semakin besar. Untuk beban lampu
yang besar TRIAC TR1 BT138 membutuhkan pendingin (heat sink) kecil untuk meredam
panas yang timbul karena kerja TRIAC. Rangkaian lampu dimmer dengan TRIAC ini sangat
sederhana dan dapat dibuat dengan mudah menggunakan PCB lubang ataupun tanpa
menggunakan PCB.

Pada rangkaian ini menggunakan DIAC tipe BR100. Apabila menggunakan DIAC tipe
BR100 yang terjadi adalah arus yang masuk ke TRIAC tidak terlalu besar sehingga nyala
terang, redup dan mati sangat terlihat jelas. Pada prinsipnya rangakaian dimmer ini mengatur
tegangan yang diberikan untuk menyalakan lampu pijar menggunakan TRIAC sebagai
komponen utama. Semakin besar tegangan gate TRIAC maka semakin kuat intensitas cahaya
yang dihasilkan. Pengaturan tegangan bias TRIAC dikendalikan oleh potensiometer.
Rangkaian lampu dimmer dengan TRIAC ini bekerja dengan sumber tegangan AC 220 Volt
yang berbahaya. Pada saat rangkaian beroperasi, jangan menyentuh jalur rangkaian lampu
dimmer karena dapat mengakibatkan kesetrum .

Kesimpulan.

Adapun kesimpulan dari praktikum ini adalah:


1. Rangkaian dimmer lampu pijar berfungsi utuk mengatur tingkat intensitas cahaya
penerangan lampu pijar
2. Rangkaian dimmer pengatur nyala bisa dibuat dengan pola sederhana
3. Komponen TRIAC berfungsi untuk mengatur besaran tegangan AC yang masuk ke
perangkat lampu
4. Komponen DIAC dan VR berfungsi untuk mengatur bias TRIAC untuk menentukan titik
on dan off pada komponen TRIAC ini
5. Potensiometer berfungsi sebagai sensor mekanis pengatur besar kecilnya lampu atau
transduser pasif yang perlu mendapatkan daya dari luar