Anda di halaman 1dari 6

Skenario dialog klien dengan konselor

Pada pagi hari di suatu ruangan, seorang ahli gizi sedang merapikan mejanya. Tiba-
tiba datang seorang klien....
Klien : (mengetuk pintu) tok tok tok....
Konselor : Iya. Silahkan masuk.
Klien : (membuka pintu) assalamualaikuum buk...
Konselor : waalaikuumsalam.
Klien : (masuk ke ruangan ahli gizi)
Konselor : (memperkenalkan diri sambil berjabat tangan dengan pasien) Perkenalkan
bu, saya Putri Ramadhanti ahli gizi yang saat ini bertugas, dengan ibu siapa ?
Klien : saya ibu Sondang Lestari bu.
Konselor : oohh ibu Sondang ya, silahkan duduk bu.
Klien : terima kasih bu.
Konselor : kalau boleh saya tau, ibu ada keperluan apa ya kesini ?
Klien :saya kesini disuruh sama dokter bu. Dokter menyuruh saya untuk
berkonsultasi sama ahli gizi di rumah sakit ini.
Konselor : iya bu, boleh saya lihat surat rujukan dokternya bu ?
Klien : iya bu. Boleh. (sambil memberikan surat rujukan yang diberikan oleh dokter)
Konselor : (melihat hasil rujukan dari dokter)
Ibu, berdasarkan hasil rujukan dari dokter dan data-datanya,ibu didiagnosis
medis penyakit gastritis. Apakah ibu tau apa itu penyakit jantung koroner ?
Klien : kurang tau bu, emang itu penyakit apa ya bu
Konselor : Biar saya jelaskan sedikit ya. Gastritis adalah suatu kondisi di mana lapisan
kulit dalam lambung meradang atau membengkak atau biasa juga disebut penyakit maag.
Oleh karena itu, tujuan konseling gizi pada hari ini adalah mendiskusikan perubahan pola
makan mengikuti anjuran makanan untuk mencegah dan mengatasi penyakit maag. Proses
konseling gizi ini akan berlangsung lebih kurang 60 menit, meliputi pengkajian gizi serta
nanti penetapan diagnosis gizi dan implementasinya. Saya berharap ibu bersedia untuk
bekerja sama untuk keberhasilan proses konseling ini. Apakah ibu bersedia ?
Klien : iya saya bersedia bu
Konelor : sebelumnya apakah ibu sudah mengukur Tinggi badan dan berat badan ?
Klien : sudah lama tidak bu.
Konselor : baik, bisakah ibu berdiri ? saya akan mengukur tinggi dan berat badan ibu
Klien : iya boleh
Konselor : (berjalan menuju microtoa) sepatunya dilepas ya bu. Kakinya dirapatkan ke
dindingnya ya bu
Klien : iya bu
Konselor : Baiklah. Sekarang saya akan mengukur berat badan ibu. Bisa ibu keluarkan
semua barang yang ada disaku ibu. Supaya hasilnya lebih akurat ya bu.
Klien : oh begitu ya bu
Konselor : iya bu. Sudah ya bu. Silahkan ibu duduk kembali
(konselor dan klien menuju kursinya masing-masing)
Konselor : berat badan ibu 50 kg dan tinggi badan ibu 150 cm
Klien : bagaimana bu.
Konselor : Berdasarkan tinggi badan dan berat badan itu ibu tergolong status gizi
normal bu
Kien : oohhh seperti itu ya bu.
Konselor : kalau boleh saya tau ya bu, ibu ada keluhan apa saja ya
Klien : keluhan saya sering nyeri di perut bu.
Konselor : Hmm, apakan ibu selalu sarapan setiap harinya?
Klien : Saya sih jarang sarapan ya bu, makan siang pun tidak teratur bu waktunya
maklum karena sering buru-buru
Konselor : oh begitu bu. Iya iyaa. Saya mengerti bu. baik bu saya akan memberikan
beberapa pertanyaan, agar saya tau apa saja yang ibu makan sehari kemaren. Mulai dari ibu
bangun tidur sampai tadi ibu bangun lagi. Apakah ibu bersedia ?
Klien : iya bu. Saya bersedia.
Konseling : baik bu. Kemaren ibu bangun jam berapa?
Klien : kemaren saya bangun jam setengah 7 bu.
Konselor : setelah ibu bangun, apakah ada sesuatu yang ibu konsumsi ?
Klien : saya minum air putih bu
Konselor : seberapa banyak bu ?
Ki : 1 gelas bu.
Ko : Sehabis itu bu?
Ki : saya langsung mandi bu
Ko : hhmmmm. Setelah itu bu?
Ki : saya berangkat berkerja bu
Ko : setelah itu ibu makan apa dan jam berapa?
Ki : jam 10 saya makan bakwan, tahu isi bu
Ko : berapa buah ibu makan bakwan sama tahu isi nya ?
Ki : kalau bakwan 1 buah bu. Kalau tahu isi 1 buah bu
Ko : di bakwan sama tahu isinya ada apa aja bu ?
Ki : ada sayur sedikit bu. Tapi saya keluarin sayurnya. Kalau tahu isi ada mie
putih nya bu.
Ko : berapa banyak sayur yang ibu keluarkan bu ?
Ki : tidak teralu banyak bu. Bakwannya lebih banyak tepungnya bu. Kalau tahu
isi, banyak mie nya bu
Ko :okee. terus ada minum bu ?
Ki : ada bu.
Ko : minum apa itu bu ?
Ki : air putih bu
Ko : air putih (mencatat). Seberapa banyak itu bu ?
Ki : 1 gelas bu
Ko : Ada makan lagi bu ?
Ki : tidak ada lagi bu
Ko : jam berapa makan siang bu ?
Ki : jam 2 bu
Ko : makan apa itu bu ?
Ki : (bermenung) ohh iya bu, saya makan nasi lauknya ayam goreng
Ko : berapa banyak nasinya ?
Ki : sebungkus nasi bu
Ko : berapa sendok nasi itu bu ?
Ki : sekitar 3 sendok nasi bu
Ko : terus ayam gorengnya berapa banyak bu ?
Ki : satu potong sedang bu
Ko : (mencatat) ada minum bu ?
Ki : ada bu, minum air putih
Ko : berapa banyak minum air putihnya bu ?
Ki : 1 gelas bu
Ko : ada tambahan lain bu?
Ki : tidak bu
Ko : terus jam berapa makan lagi bu ?
Ki : jam 7 malam bu
Ko : makan apa bu ?
Ki : nasi putih dan ikan goreng bu
Ko : berapa banyak nasinya bu
Ki : kira-kira 3 sendok nasi bu
Ko : kalau ikan nya sebesar apa?
Ki : 1 potong bagian ekornya bu
Ko : ada minum bu ?
Ki ; ada bu. Air putih bu
(recall dilakukan sampai makan malam)
Ko : okee, baiklah bu. Saya akan ulangi apa saja yang ibu konsumsi sehari
kemaren, mulai ibu bangun sampai bangun lagi tadi pagi
Ki : iya bu
Ko : kemaren ibu bangun jam setengah 7. Cuma minum air putih selanjutnya ibu
langsung berkerja. Benar bu ?
Ki : benar bu
Ko : kemudian ibu jam 10 makan bakwan sama tahu isi. Bakwan nya 1 buah tahu
isinya 1 buah. Semuanya habis tapi sayurnya ibu keluarkan. Sama ibu minum air putih juga.
Benar bu?
Ki : iya bu
Ko : kemudian jam 2 siang ibu makan nasi lauknya ayam goreng. Minumnya air
putih. Nasinya 3 sendok makan, ayamnya satu potong sedang. Benar bu?
Ki : iya bu
Ko : terus jam 7 malam ibu makan nasi putih 3 sendok nasi dan lauknya ikan
goreng bagian ekor. Minumnya air putih. Benar bu?
Ki : benar bu
Ko : ada yang terlupa bu? ada tambahan begitu
Ki : saya rasa tidak bu
Ko : baik bu. Saya lihat dari hasil makan ibu sehari kemaren, ibu memang suka
makanan yang di goreng-goreng dan ibu makan tidak teratur ya bu ?
Ki : iya bu
Ko : juga tidak menyukai sayur dan buah.
Ki : iya bu
Ko : baik bu, mohon tunggu sebentar ya bu? Saya akan menghitung kebutuhan ibu
dulu. Selagi saya menghitung, ibu boleh baca-baca ya bu (memberi leaflet jantung)
Ki : baik bu
Setelah 10 menit kemudian, konselor telah selesei menghitung asupan recall ibu Sondang...
Ko : Ibu. Maaf sudah membuat ibu menunggu
Ki : iya bu. Tidak apa-apa bu. Jadi bagaimana bu?
Ko : setelah saya perhitungkan bu, hasil asupan ibu sehari kemaren kurang dari
kebutuhan ibu yang sebenernya. Itu karena ibu sering mengkonsumsi sering melupakan
waktu makan, tidak ada memakan sayur dan makan buah.
Ki : oohh. Begitu ya bu? apakah itu buruk bagi saya bu?
Ko : kalau ibu selalu seperti itu maka penyakit ibu akan berlanjut. Kalau ibu
bersedia, saya akan membantu ibu. Bagiamana?
Ki : iya bu. Saya mau. Saya tidak mau sakit saya tambah parah bu. Apa yang
harus saya lakukan bu?
Ko : iya bu. Ibu hanya perlu mengkuti diet yang saya anjurkan ya.
Konselor memperlihatkan leaflet diet untuk penyakit gastritis....
Ko : bagaimana bu?
Ki : susah sekali ya bu.
Ko : tidak susah kok bu, saya yakin ibu pasti bisa
Ki : berarti saya harus menghilangkan makanan yang goreng semuanya bu ?
Ko : bukan dihilangkan bu, tapi dikurangi. Perlahan-lahan ibu pasti bisa. Ibu juga
harus perlahan-lahan menyukai sayur dan buah supaya kolesterol dan lemak jahat di dalam
tubuh ibu bisa berkurang. Karena sayur dan buah itu bersifat anti karsinogen bu. Dan itu baik
untuk ibu.
Ki : begitu ya bu (dengan ekspresi agak sedikit takut)
Ko : perlahan-lahan saja bu. Ibu juga harus bisa memperhatikan jadwal makan ibu
jangan sampai kelupaan, apalagi sampai tidak makan sama sekali. Juga usahakan ibu makan
sebanyak 3x makan utama dan 2x selingan dengan diselingi sayur dan buah, dan usahakan
setiap makanan yang ibu makan bervariasi, baik itu bahannya, warnanya dan cara
pengolahannya.
Ki : iya sudahlah bu. Saya akan berusaha.
Ko : iya bu. Apakah ibu sudah mengerti dengan apa yang saya sampaikan?
Ki : iya sudah bu
Ko : iya bu. Jika masih ada yang belum ibu pahami,bisa menghubungi saya di
nomor telpon yang tertera di kertas tadi ya bu
Ki : iya bu. Berati kertas ini untuk saya bu?
Ko : iya bu. Baik Ibu, konseling gizi selanjutnya kita rencanakan dua minggu
mendatang dan proses konseling gizi hari ini telah selesei. Sampai ketemu dua minggu
mendatang bu. Terima kasih bu
Ki : iya bu. Saya akan datang lagi. Terima kasih juga bu (berjabat tangan)
Ko : iya bu. Sama-sama. (sambil berjabat tangan)
Kemudian klien pun meninggalkan ruangan konselor...