Anda di halaman 1dari 1

Simpang jalan merupakan tempat terjadinya konflik lalulintas akibat adanya bermacam jenis

pergerakan arus lalu lintas. Salah satunya terjadi pada simpang tiga (simpang-T) tak bersinyal
dimana ada pertemuan antara arus minor dengan arus mayor. Berbeda
dengan simpang bersinyal, pengemudi di simpang tak bersinyal dalam mengambil tindakan kurang
mempunyai petunjuk yang pasti, pengemudi dengan agresif memutuskan untuk melakukan
manuver yang diperlukan ketika memasuki simpang. Tidak adanya rambu Yield dan marka Stop pada ujung
simpang jalan minor mengakibatkan pengemudi yang melintasi simpang mempunyai perilaku
tidak menunggu celah dan memaksa untuk menempatkan kendaraan pada ruas jalan yang akan
dimasukinya, hal ini mengakibatkan konflik arus lalu lintas yang mengakibatkan kemacetan
lalulintas bahkan berpotensi untuk terjadinya kecelakaan.