Anda di halaman 1dari 5

NAMA:SILMI HIDAYATULLAH

NIM: 16033119

GEJALA-GEJALA KUANTUM
1.KUANTISASI DAN PERILAKU ZARAH KUANTUM CAHAYA
A. KUANTISASI BESARAN FISIKA

Tahun 1905, Albert Einstein mengambil langkah cepat. Ia berpendapat bahwa kuantisasi
tidak hanya konstruksi matematika, tapi energi pada sinar cahaya sebenarnya muncul dalam bentuk
individual, yang saat ini disebut foton.Energi sebuah foton tunggal adalah perkalian antara frekuensi
dengan konstanta Planck.Selama puluhan tahun, para ilmuwan berdebat antara 2 teori cahaya: apakah
itu berupa gelombang atau terdiri dari aliran partikel sangat kecil? Pada abad ke-19, debat ini dianggap
lebih cenderung menang ke teori gelombang, karena teori ini dapat menjelaskan efek yang dapat
diamati seperti refraksi, difraksi, interferensi and polarisasi. James Clerk Maxwell telah menunjukkan
bahwa listrik, magnet, dan cahaya semuanya merupakan manifestasi fenomena yang sama: medan
elektromagneti k.

Persamaan Maxwell, yang merupakan sekumpulan hukum elektromagnetisme klasik,


menjelaskan cahaya sebagai gelombang: sebuah kombinasi medan magnet dan listrik yang berosilasi.
Karena lebih dominan bukti-bukti yang mengunggulkan teori gelombang, ide Einstein pada awalnya
sangat diragukan. Namun demikian, model foton pada akhirnya lebih diterima. Salah satu bukti paling
utama yang membuat teori ini lebih diterima adalah kemampuannya untuk menjelaskan beberapa
karakteristik efek fotolistrik. Meski begitu, analogi gelombang tetap tak dapat dipisahkan untuk
membantu memahami karakteristik cahaya lainnya: refraksi, difraksi, dan interferensi.

Kuantisasi Besaran FisikaTerlemparnya elektron dari permukaan logam yang disinari dengan
cahaya disebut dengan efek fotolistrik.eksperimen yang dilakukan oleh Philipp Lenard menunjukan
bahwa energi elektron yang terlempar dari permukaan logam ditentukan oleh frekuensi radiasi yang
jatuh ke logam Bila cahaya monokromatik diradiasikan ke permukaan logam maka dihasilkan elektron
bebas dengan energi tertentu. Dengan naikknya intensitas radiasi menyebabkan naiknya emisi elektron
yang dibebaskan dan tidak merubah energi elektron. Efek Fotolistrik 4 Pada Gambar mengilustrasikan
mekanisme hamburan foton yang menumbuk sebuah elektron. Pada tumbukan antara foton dan
elektron yang diilustrasikan pada gambar berlaku hukum kekekalan energi , yaitu jumlah energi foton
yang datang dan energi elektron dihamburkan dengan energi elektron yang terpental yaitu : Efek
Compton Tahun 1908 , Geiger dan Marsden melakukan percobaan hamburan partikel x oleh foil tipis,
hal ini berlawanan dengan model atom tompson. Rutherford mengusulkan model atom bahwa muatan
partikel terkonsentrasi pada pusat atom dan ukurannya sangat kecil.
Model atom rutherford tidak dapat menjelaskan spektrum pada atom , yaitu : Selain itu,
model atom yang diberikan oleh Rutherford juga mempunyai kelemahan salah satunya, yaitu tidak
dapat stabil dikarenakan memancarkan gelombang elektromagnetik sehingga dapat jatuh ke inti. Model
Atom Bohr Bila berkas foton dengan energi jatuh kepermukaan logam sehingga menyebabkan elektron
pada kulit bagian dalam terionisasi, maka elektron yang terionisasi akan bergerak menuju anoda dengan
kecepatan elektron : Dimana fungsi kerja yaitu energi ikat e dengan inti. Besarnya beda potensial yang
menyetop e bergerak Grafik energi elektron bebas sebagai fungsi dari frekuensi cahaya yang
membebaskan elektron. hukum kekekalan momentum adalah Karena elektron bergerak secara
relativistic maka persamaan energi relativistic pada elektron dinyatakan sebagai Faktor h/mo c disebut
sebagai panjang gelombang foton yang terhambur atau panjang gelombang Compton dari sebuah
partikel dengan massa diam mo , dalam hal ini adalah elektron. Sementara , energi kinetik dari elektron
yang terhambur.

B.RADIASI BENDA HITAM

Radiasi adalah pancaran energi melalui suatu materi atau ruang dalam bentuk panas,
partikel atau gelombang elektromagnetik/cahaya (foton) dari sumber radiasi. Ada beberapa sumber
radiasi yang kita kenal di sekitar kehidupan kita, contohnya adalah televisi, lampu penerangan, alat
pemanas makanan (microwave oven), komputer, dan lain-lain.

Benda hitam adalah benda khayal yang dengan kondisi ideal tertentu yang berusaha
diciptakan oleh para ilmuwan fisika untuk menganalisis prilaku radiasi yang terperangkap dalam
rongganya. Di anggap sebagai benda khayal karena sulitnya menemukan benda dengan hitam
sempurna. Benda yang hampir hitam sempurna adalah jelaga lampu. Jelaga ini memancarkan kira-kira
1% energi radiasi yang mengenainya. Para ilmuwan bersepakat bahwa yang dimaksud dengan benda
hitam disini adalah benda dengan ruang tertutup yang terdapat lubang kecil di dindingnya.

Sebagian besar energi radiasi yang masuk melalui lubang ini akan diserap oleh dinding-
dinding bagian dalam. Dari sebagian yang terpantul hanya sebagian kecil yang dapat keluar lewat lubang
tersebut. Jadi dapat dianggap bahwa lubang ini berfungsi sebagai penyerap yang sempurna. Benda
hitam ini akan memancarkan radiasi lebih banyak jika bendanya memiliki suhu tinggi. Spektrum benda
hitam panas mempunyai puncak frekuensi lebih tinggi daripada puncak spektrum benda hitam yang
lebih dingin.

Selain benda-benda tersebut ada sumber-sumber radiasi yang bersifat unsur alamiah dan
berada di udara, di dalam air atau berada di dalam lapisan bumi. Beberapa di antaranya adalah Uranium
dan Thorium di dalam lapisan bumi; Karbon dan Radon di udara serta Tritium dan Deuterium yang ada di
dalam air.

Perbedaan Radiasi dalam bentuk partikel dan radiasi dalam bentuk gelombang
elektromagnetik yaitu radiasi dalam bentuk partikel adalah jenis radiasi yang mempunyai massa terukur.
Sebagai contoh adalah radiasi alpha dengan simbol:

2α4
angka 4 pada simbol radiasi menunjukkan jumlah massa dari radiasi tersebut adalah 4 satuan massa
atom (sma) dan angka 2 menunjukkan jumlah muatan radiasi tersebut adalah positif 2, serta radiasi beta
dengan simbol:

-1β0

menunjukkan bahwa jumlah massa dari jenis radiasi tersebut adalah 0 dan jumlah muatannya adalah 1
negatif, sedangkan radiasi neutron dengan simbol:

1η0

menunjukkan bahwa jumlah massa dari neutron adalah 1 sma dan jumlah muatannya adalah 0. Radiasi
dalam bentuk gelombang elektromagnetik atau disebut juga dengan foton adalah jenis radiasi yang
tidak mempunyai massa dan muatan listrik. Misalnya adalah gamma dan sinar-X, dan juga termasuk
radiasi tampak seperti sinar lampu, sinar matahari, gelombang microwave, radar dan handphone.

Terdapat masalah besar yang menarik dan belum terpecahkan oleh para ilmuwan fisika di
akhir abad 19. Mengenai penjelasan ilmiah radiasi benda hitam. Ada dua teori klasik yang mencoba
menjelaskan spektrum radiasi benda hitam, yaitu teori Wien dan teori Rayleigh-Jeans. Teori Wien
menyatakan hubungan antara intensitas radiasi dengan panjang gelombang menggunakan analogi
antara radiasi dalam ruangan dan distribusi kelajuan molekul gas. Namun teori Wien gagal menjelaskan
panjang gelombang yang panjang.

Teori fisika klasik yang menganggap cahaya sebagai gelombang, ternyata tidak dapat
menerangkan spektrum radiasi benda hitam. Kegagalan ini menggugah Max Planck untuk melakukan
penyelidikan spektrum radiasi benda hitam. Ia menyatakan suatu anggapan yang sangat radikal kala itu,
yaitu cahaya dapat dianggap sebagai partikel yang terdiri atas paket-paket energi yang disebut sebagai
kuanta atau foton. Teori ini lantas terbukti dengan adanya fenomena efek fotolistrik dan efek compton
yang hanya mampu dijelaskan jika cahaya dianggap sebagai partikel. Mas Planck menggunakan dasar
teoritis untuk memperkuat rumus empirisnya dengan membuat beberapa asumsi sebagai berikut:

1. Energi radiasi yang dipancarkan oleh getaran melekul-molekul benda bersifat diskrit, yang
besarnya

E = n . h . f. n adalah bilangan kuantum (n = 1, 2, 3, …) dan f adalah frekuensi


getaran molekul, sedangkan h adalah konstanta Planck.

2. Molekul-molekul menyerap atau memancarkan energi radiasi dalam paket diskrit yang disebut
kuantum dan foton. Energi radiasi terkuantitasi, dimana energi satu foton sama dengan
konstanta Planck dikalikan frekuensi getaran molekulnya (h x f)
C. EFEK FOTO LISTRIK

Efek fotolistrik adalah munculnya arus listrik akibat permukaan suatu bahan logam disinari.
Arus listrik yang muncul ini adalah arus elektron yang bermuatan negatif. Sinar yang datang di
permukaan bahan adalah menyebabkan elektron dari bahan keluar dan lepas dari bahan. Dalam
pengertian yang lain, Efek foto listrik adalah peristiwa terlepasnya elektron dari permukaan suatu zat
(logam), bila permukaan logam tersebut disinari cahaya (foton) yang memiliki energi lebih besar dari
energi ambang (fungsi kerja) logam.

Pada efek fotolistrik, permukaan sebuah logam disinari dengan seberkas cahaya, dan
sejumlah elektron terpancar dari permukaannya. Dalam studi eksperimental terhadap efek fotolistrik,
kita mengukur bagaimana laju dan energi kinetik elektron yang terpancar bergantung pada intensitas
dan panjang gelombang sumber cahaya. Percobaan ini harus dilakukan dalam ruang hampa, agar
elektron tidak kehilangan energinya karena bertumbukan dengan molekul-molekul udara.

Laju pancaran elektron diukur sebagai arus listrik pada rangkaian luar dengan menggunakan
sebuah ammeter, sedangkan energi kinetiknya ditentukan dengan mengenakan suatu potensial
perlambat pada anoda sehingga elektron tidak mempunyai energi yang cukup untuk “memanjati” bukit
potensial yang terpasang. Secara eksperimen, tegangan perlambat terus diperbesar hingga pembacaan
arus pada ammeter menurun ke nol. Tegangan yang bersangkutan ini disebut potensial henti (stopping
potential) Vs. Karena elektron yang berenergi tertinggi tidak dapat melewati potensial henti ini, maka
pengukuran Vs merupakan suatu cara untuk menentukan energi kinetik maksimum elektron Kmaks :

Kmaks = e Vs

e adalah muatan elektron. Nilai khas Vs adalah dalam orde beberapa volt.

Suatu berkas cahaya yang didatangkan pada permukaan logam alkali (Li, Na, K, Cs) akan
menyebabkan terjadinya efek fotolistrik. Secara skematik rangkaian eksperimen efek fotolistrik terdiri
atas dua plat logam (elektroda), yang ditempatkan dalam vakum dan terpisah pada jarak tertentu, dan
dihubungkan dengan amperemeter dan potensiometer (yang dilengkapi dengan voltmeter) dalam suatu
rangkaian seri.

Ketika pertama kali peristiwa ini ditemukan oleh Hertz pada tahun 1887, interaksi antara
berkas cahaya dan elektron-elektron logam menunjukkan beberapa sifat yang belum pernah dikenal
sebelumnya, yaitu:

1. Efek fotolistrik hanya terjadi pada frekuensi cahaya yang lebih besar daripada harga minimum
tertentu (frekuensi ambang) yang bergantung pada jenis logam yang disinari

2. terjadinya efek fotolistrik hampir bersamaan dengan saat datangnya sinar pada plat logam.

3. energi kinetik maksimum elektron fotolistrik pada logam tertentu hanya bergantung pada
frekuensi berkas cahaya yang datang, tidak bergantung pada intensitas cahaya yang datang.
4. besar arus fotolistrik sebanding dengan intensitas cahaya yang datang.

Sifat-sifat di atas hanya dapat dijelaskan jika cahaya yang datang pada permukaan logam
diperlukan sebagai paket-paket energi yang disebut. Dengan mengadopsi teori radiasi benda hitam
Einstein menyatakan bahwa besar energi masing-masing foton tersebut hanya ditentukan oleh frekuensi
(f) foton, dengan h suatu konstanta yang besarnya 6,626’10-34 J,s dan selanjutnya dikenal sebagai
konstanta Planck.