Anda di halaman 1dari 24

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Air merupakan sumber energi yang murah dan relatif mudah didapat, karena

pada air tersimpan energi potensial (pada air jatuh) dan energi kinetik (pada air

mengalir). Menurut Wikipedia tentang pemanfaatan energi kinetik pada air (2010)

Tenaga air (Hydropower) adalah energi yang diperoleh dari air yang
mengalir. Energi yang dimiliki air dapat dimanfaatkan dan digunakan dalam
wujud energi mekanis maupun energi listrik. Pemanfaatan energi air banyak
dilakukan dengan menggunakan kincir air atau turbin air yang
memanfaatkan adanya suatu air terjun atau aliran air di sungai. Sejak awal
abad 18 kincir air banyak dimanfaatkan sebagai penggerak penggilingan
gandum, penggergajian kayu dan mesin tekstil. Memasuki abad 19 turbin
air mulai dikembangkan.

Tenaga air merupakan sumber daya energi yang penting setelah tenaga uap

atau panas. Hampir 30% dari seluruh kebutuhan tenaga di dunia dipenuhi oleh

pusat-pusat listrik tenaga air. Banyak Negara yang hampir seluruh kebutuhan

energinya berasal dari tenaga air. Penggunaan tenaga air sebagai sumber energi,

terutama untuk pembangkit tenaga listrik, memiliki kelebihan dibanding sumber

energi lainnya.

Dalam kemajuan teknologi sekarang ini banyak dibuat perlatan-peralatan

yang inovatif dan tepat guna. Salah satu contoh dalam bidang teknik mesin terutama

dalam bidang konversi Energi dan pemanfaatan alam sebagai sumber Energi.

Diantaranya adalah pemanfaatan air yang bisa digunakan untuk menghasilkan

tenaga listrik. Alat tersebut adalah berupa turbin yang digerakkan oleh air yang

disambungkan dengan generator. Dalam konvensionalnya pada zaman dahulu air

1
juga dimanfaatkan untuk pembangkit tenaga listrik yaitu untuk menggerakkan

generator pembangkit digunakan sebuah kincir air. Dalam suatu sistem PLTA,

turbin air merupakan salah satu peralatan utama selain generator.

Potensi air sebagai sumber energi terutama digunakan sebagai penyedia

energi listrik melalui pembangkit listrik tenaga air . Menurut data PLN (2004)

mengenai Potensi tenaga air di seluruh Indonesia diperkirakan sebesar 75684 MW.

Pemanfaatan energi air pada dasarnya adalah pemanfaatan energi potensial

gravitasi. Energi mekanik aliran air yang merupakan transformasi dari energi

potensial gravitasi dimanfaatkan untuk menggerakkan turbin atau kincir. Umumnya

turbin digunakan untuk membangkitkan energi listrik sedangkan kincir untuk

pemanfaatan energi mekanik secara langsung. Pada umumnya untuk mendapatkan

energi mekanik aliran air ini, perlu beda tinggi air yang diciptakan dengan

menggunakan bendungan. Akan tetapi dalam menggerakkan kincir, aliran air pada

sungai dapat dimanfaatkan ketika kecepatan alirannya memadai.

Pada makalah ini tidak akan membahas penggunaan Energi air secara

menyeluruh tetapi hanya lingkup pembahasan pengertian dari turbin air dan fungsi

penggunaannya serta prinsip kerjanya. Kemudian komponen – komponen dari

turbin air itu sendiri, macam – macam turbin air dan perhitungan daya yang

dihasilkan oleh turbin itu sendiri.

1.2 Rumusan Masalah


Dari latar belakang di atas, maka dapat dibuat rumusan masalah sebagai

berikut:

1. Apa saja pengertian dan fungsi Turbin Air?

2. Apa saja prinsip kerja Turbin Air?

2
3. Apa saja komponen-komponen Turbin Air?

4. Apa saja macam-macam Turbin Air ?

5. Apa saja perhitungan Turbin Air ?

1.3 Tujuan
Adapun tujuan dari penyusunan makalah ini adalah sebagai berikut:

1. Dapat mengetahui pengertian dan fungsi Turbin Air

2. Dapat mengetahui prinsip kerja Turbin Air

3. Dapat mengetahui komponen-komponen Turbin Air

4. Dapat mengetahui macam-macam Turbin Air

5. Dapat mengetahui perhitungan Turbin Air

3
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian dan Fungsi Turbin Air

Saat ini penggunaan air sebagai media untuk turbin air sudahlah bukan

rahasia umum lagi. Banyak juga dari beberapa sumber menyatakan definisi maupun

pengertian turbin air itu sendiri. Turbin secara umum dapat diartikan sebagai mesin

penggerak mula dimana energi fluida kerja yang digunakan langsung memutar roda

turbin, fluida kerjanya dapat berupa air, uap air dan gas. Dengan demikian turbin

air dapat diartikan sebagai suatu mesin penggerak mula yang fluida kerjanya adalah

air. (wiranto, 1997 : 1).

Menurut Student of Mech. Eng. Dept, Gajahmada University (2010), turbin

air merupakan sistem mesin yang mengubah energi kinetik dan potensial dari air

menjadi tenaga mekanik. Energi kinetik dari air tergantung dari massa dan

ketinggian air dan Energi potensial tergantung dari jumlah air dan ketinggiannya.

Kalau ditinjau dari daya yang dihasilkan turbin air, maka dikenal istilah

Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hydro (PLTMH) yang maksudnya adalah turbin

air yang dapat menghasilkan daya kurang dari 100 kW dan sumber airnya relatif

kecil. (wiranto,1997:67).Turbin air dapat diartikan sebagai mesin penggerak mula

(primer mover engine) dimana air sebagai fluida kerjanya. Air mempunyai sifat

alami mengalir dari tempat yang lebih tinggi menuju ke tempat yang lebih rendah,

dalam hal ini air memiliki energi potensial.

4
Turbin berfungsi untuk mengubah energi potensial menjadi energi mekanik.

Gaya jatuh air yang mendorong baling-baling menyebabkan turbin berputar. Turbin

air kebanyakan seperti kincir angin, dengan menggantikan fungsi dorong angin

untuk memutar baling-baling digantikan air untuk memutar turbin. Perputaran

turbin ini di hubungkan ke generator.

2.2 Prinsip Kerja

Turbin air mengubah energi potensial air menjadi energi mekanis. Energi

mekanis diubah dengan generator listrik menjadi tenaga listrik. Berdasarkan prinsip

kerja turbin dalam mengubah energi potensial air menjadi energi mekanis.

Perubahan energi pada turbin air adalah sebagai berikut, energi fluida (Energi

kinetik fluida) masuk turbin dan berekspansi, terjadi perubahan energi yaitu dari

energi fluida menjadi energi mekanik putaran poros turbin. Kemudian, putaran

poros turbin memutar poros generator listrik, dan terjadi perubahan energi kedua

yaitu dari energ mekanik menjadi energi listrik. (Student of Mech. Eng. Dept,

Gajahmada University, 2010 :22)

5
Gambar 2.1 Perubahan Energi Turbin Air.

Sumber : Student of Mech. Eng. Dept, Gajahmada


University, 2010

2.3 Komponen – komponen Turbin Air

Komponen-komponen dari turbin air sangatlah beragam karena setiap jenis

turbin memilki bagian yang hampir sama. Turbin air yang sederhana berupa kincir

air yang merupakan awal dari terbentuknya turbin air yang beragam saat ini. Kincir

air adalah jenis turbin air yang paling kuno, sudah sejak lama digunakan oleh

masyarakat. Teknologinya sederhana, material kayu bisa dipakai untuk membuat

kincir air, tetapi untuk opersi pada tinggi jatuh air yang besar biasanya kincir air

dibuat dengan besi.

Gambar 2.2 Kincir Air

6
Menurut Student of Mech. Eng. Dept, State University Of Malang ,Kelas A1

(2013) terdapat 7 bagian utama dari Turbin air yaitu Scroll Casing / Spiral Casing

(Rumah Siput), Sudu pengarah (guide vane), Sudu gerak (guide vane), Poros Utama,

Bantalan Utama, Shaft Seal. Adapun bagian-bagian utama dari turbin air adalah

sebagai berikut:

1 Scroll Casing / Spiral Casing (Rumah Siput)

Bagian ini terbuat dari pipa baja yang mengelilingi runner blade, semakin

ujung semakin mengecil sehingga berbentuk rumah siput. Hal inibertujuan agar air

yang mengalir turbin dapat merata dan untuk menghindari kehilangan efisiensi.

Bagian ini pangakal spiral case dihubungkan dengan exspansion join. Sambungan

ini memberikankelonggaran pada spiral case menuju penstock untuk

memungkinkan bila terjadi pemuaian pipa ke arah aksial, pada bagian dalam pintu

air dinamakan guidevane. Posisi dari inlet spiral casing tergantung padasaluran

langsung air dari penstock yang kemungkinan akan mengubah keserasian

penempatan.

Bahan scroll casing tergantung padaketinggian air jatuh diantaranya :

a. Concrete tanpa steel plate linning untukketinggian sampai 300 m2.

b. Wellded rolled stell plate untuk ketinggian airsampai 100 m3.

c. Cast steel untuk ketinggian air diatas 100 m

2 Sudu pengarah (guide vane)

Sudu pengarah merupakan bagian dari turbinair yang berfungsi sebagai pintu

masuk air dari spiralcasing menuju runner blade selain itu guide vane juga

berfungsi sebagai distributor agar air dikelilingi runner mempunyai debit yang sama

7
rata, ratasebagai pengamanan turbin pada saat terjadigangguan. Gerakan turbin

diatur oleh suatumekanisme peralatan dalam governoor cabinet , gerakan buka tutup

guide vane terjadi secara hidrolikdengan menggunakan sevo meter. Fungsi

keduapenting dari pintu-pintu kacil untuk melangsungkanair ke panggerak pada

sudut yang dikehendaki.Selubung spiral juga terkenal sebagaiselubung

scroll membawa air dari batang pipa keturbin. Hal ini sangat penting a winding

duct dariberbagai ukuran dengan bukaan pada sisi penggerakmelalui mana air dapat

mengalir ke penggerak.Untuk ketinggian sangat rendah misalnya 6-8m,selubung

dapat dispensed with dan penggerak dapat diusahakan terbenam diflume terbuka. Ini

merupakan sebuah perencanaan mutlak saat ini sampai untuktinggi rendahnya

turbin-turbin tubullar yangdisediakan. Untuk ketinggian 40 m >, selubung

scroll dapat berbentuk bulat atau dari bentuk bagian beton. Diluar batas ini, las atau

selubung cast bajabulat scroll, digunakan.

Pada turbin air mengalir melalui penggerak, dimana penggerak itu sendiri

berputar dengankecepatan tertentu. Dalam usaha ubtuk mengetahui dengan pasti

hubungan antara kecepatan-kecepatan tersebut harus dibuktikan sangat berguna

Bagi pemakaian. Ini semua disebut sebagai segitiga kecepatan.

3 Sudu gerak (guide vane)

Bagian ini disebut juga bilah rotor atau sudu gerak pada runner blade energi

kinetik air yang dikenakan padanya diubah menjadi energi mekanik(rotor).

8
4 Poros Utama

Terbuat dari dua bagian utama yaitu bagian atas generator shaft dan bagian

bawah turbin shaft yang dikopling dengan kopling tetap (mur dan baut). Pada

bagian bawah berlapis yaitu inner shaft sehinnga berfungsi sebagai penggerak

runner blade dan main shaft. Gap yang berfungsi membantu gland packing ketika

lapisan tersebut berisi oli bertekanantinggi yang disuplai dari oil pressure yang

pengaturanya melalui governoor.

5 Bantalan Utama

Bagian turbin yang berfungsi sebagai bantalan dari main shaft yang menahan

goncangan bila turbin sedang beroperasi antara bagian bergerak dan kedua

ujungnya dilindungi oleh labirin seal liner,untuk pelumasan main guide bearing

dilakukan secara kontinyu selama turbin beroperasi dengan menggunakan grase

pump guide bearing.

6 Shaft Seal

Permukaan seal terbuat dari logam babit perencanannya tergantung pada

kecepatan dan ukuran radial clearence antara permukaan seal dan sleeve terbuat

dari bahan anti korosi dan cocok dengan shaft . Dengan pompa khusus clearence

pada seal box akan bekerja ketika tidak terdapat air pada saat turbin bekerja. Ini

dikarenakan seal box dirancang agar antara babit labirin dan shaft sleeve tidak

bersentuhan. Labirin seal sangat cocokuntuk diopersikan pada air yang

mengandung pasir.

9
2.4 Macam – macam Turbin Air

2.4.1 Berdasarkan Prinsip Kerjanya

Pada bahan ajar MKE, Menurut Martiningsih (2014 : 16) menurut prinsip

perubahan bentuk Energi yang terjadi pada turbin dibedakan menjadi 2 kelompok

yaitu Turbin Impuls dan Turbin Reaksi. Berikut merupakan uraian mengenai turbin

air tersebut.

1. Turbin Impuls atau Turbin Tekanan Sama

a. Turbin pelton

Turbin pelton digolongkan ke dalam jenis turbin impuls atau tekanan sama.

Karena selama mengalir di sepanjang sudu-sudu turbin tidak terjadi penurunan

tekanan, sedangkan perubahan seluruhnya terjadi pada bagian pengarah pancran

atau nosel. Menurut Dietzel, (1988:67) mengenai prinsip kerja dari turbin pelton

Energi yang masuk ke roda jalan dalam bentuk energi kinetik. Pada waktu melewati

roda turbin, energi kinetik dikonversikan menjadi kerja poros dan sebagian kecil

energi terlepas dan sebagian lagi digunakan untuk melawan gesekan dengan

permukaan sudu turbin.

Prinsip dari turbin impuls sudah dijelaskan pada kincir air. Turbin impus

bekerja dengan prinsip impuls. Turbin jenis ini juga disebut turbin tekanan sama

karena aliran air yang keluar dari nosel, tekanannya adalah sama dengan tekanan

atmosfer. Sebagai contoh pada Gambar 2.3 adalah turbin pelton yang bekerja

dengan prinsip impuls, semua energi tinggi dan tekanan ketika masuk ke sudu jalan

turbin dirubah menjadi energi kecepatan.

10
Gambar 2.3 Turbin inpuls dan proses penyemprotan
Sumber : Student of Mech. Eng. Dept, State University Of Malang ,Kelas A1 (2013)

Gambar 2.4 Pengaturan nosel pada turbin pelton


Sumber :Student of Mech. Eng. Dept, State University Of Malang ,Kelas A1 (2013)

b. Turbin aliran Ossberger

Pada turbin impuls pelton beroperasi pada head relatif tinggi, sehingga pada

head yang rendah operasinya kurang efektif atau efisiensinya rendah. Karena alasan

tersebut, turbin pelton jarang dipakai secara luas untuk pembangkit listrik sekala

kecil. Sebagai alternatif turbin jenis impuls yang bisa beroperasi pada head rendah

adalah turbin impuls aliran ossberger atau turbin crossflow (Luknanto 2003 : 2).

11
Pada Gambar 2.5 adalah turbin crossflow, kontruksi turbin ini terdiri dari komponen

utama yaitu ;

1) Rumah turbin

2) Alat pengarah

3) Roda jalan

4) Penutup

5) Katup udara

6) Pipa isap

7) Bagian peralihan

Gambar 2.5 Konstruksi dari turbin impuls ossberger

12
Gambar 2.6 Aliran air masuk turbin ossberger
Sumber :Student of Mech. Eng. Dept, State University Of Malang ,Kelas A1 (2013)

Air yang masuk sudu diarahkan oleh alat pengarah yang sekaligus berfungsi

sebagai nosel seperti pada turbin pelton. Prinsip perubahan energi adalah sama

dengan turbin impuls pelton yaitu energi kinetik dari pengarah dikenakan pada

sudu-sudu pada tekanan yang sama.

2. Turbin Reaksi atau Turbin Tekan Lebih

a. Turbin Francis

Turbin francis bekerja dengan memakai proses tekanan lebih. Pada waktu

air masuk ke roda jalan, sebagian dari energi tinggi jatuh telah bekerja di dalam

suddu pengarah diubah sebagai kecepatan air masuk. Sisa energi tinggi jatuh

dimamfaatkan dalam sudu jalan, dengan adanya pipa isap memungkinkan energi

tinggi jatuh bekerja di sudu jalan dengan semaksimum mungkin. (Fritz Dietzel,

1988:66)

Turbin yang dikelilingi dengan sudu pengarah semuanya terbenam dalm air.

Air yang masuk kedalam turbin dialirkan melalui pengisian air dari atas turbin

13
(schact) atau melalui sebuah rumah yang berbentuk spiral (rumah keong). Semua

roda jalan selalu bekerja. Daya yang dihasilkan turbin diatur dengan cara mengubah

posisi pembukaan sudu pengarah. Pembukaan sudu pengarah dapat dilakuakan

dengan tangan atau dengan pengatur dari oli tekan(gobernor tekanan oli), dengan

demikian kapasitas air yang masuk ke dalam roda turbin bisa diperbesar atau

diperkecil.

Kontruksi turbin francis terdiri dari dari sudu pengarah dan sudu jalan, dan

kedua sudu tersebut, semuanya terendam didalam aliran air. Air pertama masuk

pada terusan berbentuk rumah keong. Perubahan energi seluruhnya terjadi pada

sudu pengarah dan sudu gerak (Mechanical Eng Dept Sumatera Utara 2010 :8) .

Aliran air masuk ke sudu pengarah dengan kecepatan semakin naik degan tekanan

yang semakin turun sampai roda jalan, pada roda jalan kecapatan akan naik lagi dan

tekanan turun sampai dibawah 1 atm. Untuk menghindari kavitasi, tekanan harus

dinaikan sampai 1 atm dengan cara pemasangan pipa isap.

Pengaturan daya yang dihasilkan yaitu dengan mengatur posisi pembukaan

sudu pengarah, sehingga kapasitas air yang masuk ke roda turbin bisa diperbesar

atau diperkecil. Turbin francis bisa dipasang dengan poros vertikal dan horizontal

[Gambar 2.8]

14
Gambar 2.7Aliran air masuk turbin Francis
Sumber : Teknik Mesin Industri Jilid 3 (2008)

Gambar 2.8 Instalasi turbin francis


Sumber : Teknik Mesin Industri Jilid 3 (2008)

b. . Turbin Kaplan dan Propeller

Turbin Kaplan dan propeller merupakan turbin rekasi aliran aksial. Turbin

ini tersusun dari propeller seperti pada perahu. Menurut Mechanical Eng Sumatera

15
Utara (2010) Propeller tersebut biasanya mempunyai tiga hingga enam sudu. Tidak

berbeda dengan turbin francis, turbin kaplan cara kerjanya menggunakan prinsip

reaksi. Turbin ini mempunyai roda jalan yang mirip dengan baling-baling pesawat

terbang. Bila baling-baling pesawat terbang berfungsi untuk menghasilkan gaya

dorong, roda jalan pada kaplan berfungsi untuk mendapatkan gaya F yaitu gaya

putar yang bisa menghasilkan torsi pada poros turbin. Berbeda dengan roda jalan

pada francis, sudu-sudu pada roda jalan Kaplan bisa diputar posisinya untuk

menyesuaikan kondisi beban turbin [Gambar 2.9].

Gambar 2.9 Turbin kaplan dengan sudu jalan yang bisa diatur

Sumber: Teknik Mesin Industri Jilid 3 (2008)

Keuntungan turbin baling-baling dibandingkan dengan turbin francis adalah

kecepatan putarnya bisa dipilih lebih tinggi, dengan demikian roda turbin bisa

dikopel langsung dengan langsung dengan generator dan ukurannyapun lebih kecil

16
Gambar 2.10 Instalasi pembangkit dengan turbin Kaplan
Sumber : Teknik Mesin Industri Jilid 3 (2008)

2.4.2 Berdasarkan Aliran Masuk Runner

Menurut Student of Mech. Eng. Dept, State University Of Malang ,Kelas

A1 (2013) Berdasaran model aliran air masuk runner, maka turbin air dapat dibagi

menjadi tiga tipe, yaitu:

a. Turbin Aliran Tangensial

Pada kelompok turbin ini posisi air masuk runner dengan arah tangensial

atau tegak lurus dengan poros runner mengakibatkan runner berputar,

contohnya Turbin Pelton dan turbin cross-flow.

b. Turbin Aliran Aksial

Pada turbin ini air masuk runner dan keluar runner sejajar dengan poros

runner, Turbin Kaplan atau Propeller adalah salah satu contoh dari tipe

turbin ini.

c. Turbin Aliran Aksial – Radial

17
Pada turbin ini air masuk ke dalam runner secara radial dan keluar runner

secara aksial sejajar dengan poros. Turbin Francis adalah termasuk dari

jenis turbin ini.

2.4.3 Berdasarkan Nama Penemu

Menurut Student of Mech. Eng. Dept, Gajahmada University (2010) tentang

klasifikasi turbin air berdasarkan nama penemunya turbin air dibagi menjadi,

a) Pelton wheel, Turgo, Girard, Banki = Turbin Impuls

b) Francis, Kaplan, Thomson = Turbin Reaksi

2.4.4 Berdasarkan Head dan jumlah air yang tersedia

Menurut Student of Mech. Eng. Dept, Gajahmada University (2010) tentang

klasifikasi turbin air berdasarkan Head dan jumlah air yang tersedia turbin air dibagi

menjadi,

a) High Head ( > 200 m) jumlah air sedikit

Contohnya : Turbin impuls (Pelton)

b) Medium Head ( 30 – 200 m), jumlah air sedang

Contohnya : Turbn Reaksi (Francis)

c) Low Head ( <30 m), jumlah air besar

Contohnya : turbn Reaksi (Kaplan dan Turbin Propeller)

18
2.5 PERHITUNGAN TURBIN AIR

1. Daya

Bila diketahui kapasitas air dan tinggi air jatuh H, bisa ditentukan daya turbin P

(kW) yaitu ;

𝑃 = 𝑄. 𝑉. 𝑔. 𝐻. 𝜂𝑇

Keterangan:

P = Daya Turbin (kW)

Q = Kapasitas atau Debit Air (m3/s)

g = Percepatan gravitasi (kg/m2)

H = Tinggi Jatuh Air (m)

ηT = Efisiensi Turbin (%)

V = kapasitas air ( m3)

massa aliran bisa dihitung dengan persamaan ;

ṁ = 𝑄. 𝑉 𝑑𝑖𝑚𝑎𝑛𝑎 ṁ = 𝑎𝑑𝑎𝑙𝑎ℎ 𝑙𝑎𝑗𝑢 𝑎𝑙𝑖𝑟𝑎𝑛 𝑚𝑎𝑠𝑎 (𝑘𝑔/𝑠)

perhitungan daya persamaan diatas bisa diubah menjadi

𝑃 = ṁ. 𝑔. 𝐻. 𝜂𝑇

Atau perhitungan daya yang dihasilkan turbin dari faktor kerja spesifik Y

𝑃 = ṁ. 𝑌. 𝜂𝑇

𝑌
𝑌 = 𝑘𝑒𝑟𝑗𝑎 𝑠𝑝𝑒𝑠𝑖𝑓𝑖𝑘 (𝐽⁄𝑘𝑔) 𝐻= ; 𝑌 = 𝑔. 𝐻
𝑔

dari perumusan terlihat bahwa daya turbin sangat tergantung dari besar kapasitas

aliran air dan tinggi jatuh air.

Secara sederhana bisa dinyatakan bahwa semakin tinggi tinggi jatuh air,

dengan kapasitas aliran sama, akan mempuyai energi potensial yang lebih besar

dibandingkan dengan tinggi jatuh air yang lebih rendah. Logika tersebut juga

19
berlaku sebaliknya, yaitu untuk tinggi jatuh air yang sama, energi potensial yang

dimiliki akan lebih besar apabila kapasitas aliran air juga besar.

Untuk menentukan luas penampang saluran aliran air masuk turbin dapat

dihitung dengan persamaan kontinuitas yaitu

𝑄
𝑄 = 𝐴. 𝑣 𝑠𝑒ℎ𝑖𝑛𝑔𝑔𝑎 𝐴= ; 𝐴 = 𝜋 𝑟2
𝑣

Dimana A = luasan penampang saluran (m2)

v = kecepatan aliran air (m/s)

Kecepatan aliran air akan besar pada penampang yang semakin kecil, pada

kapasitas aliran air yang sama.

2. Kecepatan Putar Turbin dan Kecepatan Spesifik

Kecepatan putar turbin harus diusahakan setinggi mungkin, karena dengan

kecepatan putar turbin yang tinggi ukuran turbin menjadi kecil sehingga lebih

menguntungkan. Kecepatan spesifik juga sangat penting dalam perancangan,

karena dengan mengetahui nq kita bisa menentukan tipe roda turbin. Adapun

persamaan nq adalah sebagai berikut;

√𝑃
𝑛𝑠 = 𝑛 4
√𝐻 5

Dimana ns = kecepatan spesifik (rpm,)

n = kecepatan putar turbin

P : Daya

H : Tinggi

20
BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Turbin air merupakan mesin penggerak mula (primer mover engine) dimana

air sebagai fluida kerjanya. Air mempunyai sifat alami mengalir dari tempat yang

lebih tinggi menuju ke tempat yang lebih rendah, dalam hal ini air memiliki energi

potensial. Proses aliran energi potensial ini berangsur-angsur berubah menjadi

energi kinetis, di dalam turbin energi kinetis tersebut diubah menjadi energi

mekanis yaitu dengan terputarnya runner turbin. Selanjutnya energi mekanis

dari runner turbin ditransmisikan ke poros generator dan mengubahnya menjadi

energi listrik.

Perubahan energi pada turbin air adalah sebagai berikut, energi fluida

(Energi kinetik fluida) masuk turbin dan berekspansi, terjadi perubahan energi yaitu

dari energi fluida menjadi energi mekanik putaran poros turbin. Kemudian, putaran

poros turbin memutar poros generator listrik, dan terjadi perubahan energi kedua

yaitu dari energ mekanik menjadi energi listrik.

Turbin air dapat diklasifikasikan berdasarkan prinsip kerjanya dan

berdasarkan aliran masuk runner. Berdasarkan prinsip kerjanya klasifikasi turbin

air adalah Turbin Impuls atau Turbin Tekanan Sama (Turbin pelton dan Turbin

aliran ossberger) dan Turbin Reaksi atau Turbin Tekan Lebih (Turbin Francis dan

Turbin Kaplan). Sedangkan klasifikasi turbin air Berdasarkan Aliran Masuk Runner

adalah (Turbin Aliran Tangensial [Turbin Pelton dan turbin cross-flow], Turbin

21
Aliran Aksial [Turbin Kaplan atau Propeller], dan Turbin Aliran Aksial – Radial

[Turbin Francis].

22
DAFTAR RUJUKAN

Dietzel, F. 1990. Turbin, Pompa, dan Kompresor. Jakarta : Penerbit Erlangga.


Mechanical Eng Dept Universitas Sumatera Utara (2010). Mesin Konversi Energi.
Sumatera Utara : Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara.
Student of Mech. Eng. Dept, State University Of Malang ,Kelas A1 (2013). Mesin
Konversi Energi. Malang : Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang.
Student of Mech. Eng. Dept, Gajahmada University (2010). Mesin Konversi Energi.
Yogyakarta : Fakultas Teknik Universitas Gajahmada.
Sunyoto, dkk. 2008. Bahan Ajar Teknik Mesn Industri. Jakarta ; Direktorat
Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan.
Universitas Negeri Malang. 2010. PedomanPenulisan karya Ilmiah; Skripsi, Tesis,
Disertasi, Artikel, Makalah, Tugas Akhir, Laporan Penelitian. Edisi
Kelima. Malang: Universitas Negeri Malang.
Wikipedia tentang (2010). Pemanfaatan Energi Kinetik Pada Air. (online),
(http:/www. Wikipedia/Pemanfaatan-Energi-Kinetik-Pada-Air), diakses
pada 15 Febuari 2014.
Wiranto, A. 1997. Motor Diesel Putaran Tinggi. Jakarata: PT. PradyaParamita.
Yunus, A. D. 2010. Mesin Konversi Energi. Jakarta : Fakultas Teknik Universitas
Darma Persada Jakarta.

23
SURAT PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN

Saya yang bertanda tangan dibawah ini:

Nama : Murkamto, S.Pd

NIP : 19600305 198403 1 010

Pangkat/Golongan : Pembina Tk. 1/IVb

Jabatan : Instruktur Madya TEKMEK

Unit Kerja : UPT PK Tulungagung

MENYATAKAN

Bahwa makalah/karya tulis yang saya buat ini adalah hasil saya
sendiri dan bukan karya orang lain, kecuali kutipan yang telah disebutkan
sumbernya. Demikian pernyataan ini saya buat sesuai dengan keadaan
yang sebenarnya.

Tulungagung, 07 September 2015

M U R K A M T O , S. P d
NIP. 19600305 198403 1 010