Anda di halaman 1dari 16

APAKAH KRISTUS BANGKIT DARI ANTARA ORANG MATI?

PAPER
Diajukan untuk melengkapi tugas-tugas dan
memenuhi salah satu syarat akademik
dalam mata kuliah

APOLOGETIKA KRISTEN
Oleh:
KRISNAWAN
NIM: 15886
SEKOLAH TINGGI TEOLOGI BEREA
SALATIGA
FEBRUARI 2019
DAFTAR ISI

BAB I. PENDAHULUAN.........................................................................................................1

BAB II. PEMBAHASAN..........................................................................................................2

Pandangan Tentang Kebangkitan Kristus..............................................................................2

1. Teori kebohongan para murid......................................................................................2

2. Teori Yesus yang pingsan............................................................................................3

3. Teori halusinasi............................................................................................................3

4. Teori mitos...................................................................................................................3

Pandangan Alkitab tentang kebagitan Kristus........................................................................5

Fakta-fakta tentang kebangkitan Yesus..................................................................................6

BAB III. APOLOGET MENGENAI TEORI KEBANGKITAN KRISTUS.............................9

BAB IV. KESIMPULAN.........................................................................................................13

1
BAB I

PENDAHULUAN

Inti dari kekristenan adalah mengenai kelahiran, kematian dan kebangkitan Yesus. Hal

ini merupakan suatu dasar dari iman Kristen. Namun meskipun hal ini menjadi dasar dari

iman Kristen, terdapat juga pandangan yang menantang mengenai hal tersebut. Salah satu

yang menjadi bahan dari pandangan-pandangan tersebut adalah mengenai kebangkitan Yesus

Kristus. Peristiwa kebangkitan Yesus dari antara orang mati merupakan suatu peristiwa yang

mempunyai pengaruh sampai hari ini. Peristiwa ini memiliki pengaruh yang luas baik

dikalangan orang Kristen maupun bagi orang non-Kristen yang menolak akan kebangkitan

Yesus Kristus.

Berbicara mengenai kebangkitan Yesus Kristus merupakan suatu topik yang terus

diperbincangkan baik oleh kalangan orang Kristen maupun orang non-Kristen. Dalam

pembahasan mengenai Kebangkitan Kristus ini, terdapat banyak pendapat yang menentang

bahwa Kristus benar-benar bangkit dari antara orang mati. Pandagan ini diutarakan untuk

melumpuhkan kekristenan, namun hal ini tidak membuat iman Kristen semakin undur.

Berdasarkan hal tersebut, dalam paper ini akan di jelaskan mengenai kebangkitan Kristus

berdasarkan Alkitab, sehingga dengan pemahaman ini akan mampu untuk menjawab

serangan-serangan dari agama lain. Dengan demikian paper ini akan membantu orang-orang

percaya untuk menjawab secara alkitabiah mengenai kebangkitan Yesus Kristus dari antara

orang mati.

STT Berea| 1
BAB II

PEMBAHASAN

Pandangan Tentang Kebangkitan Kristus

Berbicara mengenai kebangkitan Kristus ini, banyak pandangan-pandangan yang

menyangkal tentang hal ini. Pandangan-pandangan tersebut antara lain mengatakan bahwa

jenazah atau mayat Yesus tidak bangkit melainkan dicuri oleh para murid, atau orang Yahudi

atau Yusuf dari Arimatea, atau hilang di dalam lubang oleh akibat terjadinya gempa bumi.

(Pandangan itu telah ada bahkan di dalam Injil Matius sendiri, yang dengan sengaja dikutip

oleh Matius untuk menunjukkan kelemahan argumentasi orang Yahudi yang menolak

kebangkitan Yesus, yaitu sebagai upaya menyebarkan kabar bohong.) Pandangan yang juga

populer di kalangan Islam mengatakan bahwa sebenarnya Yesus tidak mati, karena ada orang

lain yang wajahnya diserupakan dengan Dia (Quran, An Nisa 157,158).1 Padangan-

pandangan tersebut sampai saat ini masih tetap ada. Padangan-padangan ini mempunyai

pengaruh yang besar baik bagi orang-orang Kristen maupun bagi orang-orang non-Kristen.

Dalam pandangan-pandangan ini juga terdapat beberapa teori yang menyangkal

mengenai kebenaran bahwa kebangkitan Kristus di antara orang mati. Teori-teori tersebut

antara lain adalah sebagai berikut.

1. Teori kebohongan para murid.

Teori ini berpendapat bahwa kebangkitan Yesus adalah sebuah cerita kebohongan.

Kristus tidak bangkit. Kuburnya tidak kosong. Pada dasarnya ini semua adalah sebuah tipu

daya yang besar. Para pencetus teori kebohongan juga memiliki banyak argumen meliputi

tubuh Yesus yang telah dicuri sebelumnya. Empat yang pertama menyertakan entah Yusuf

daru Arimetea, tukang kebun, serdadu Romawi atau orang-orang Yahudi terlibat dalam

sebuah kasus klasik perampasan tubuh Yesus. Yang terakhir mereka berargumen bahwa
1 https://alkitab.sabda.org/resource.php?topic=296&res=jpz, diakses pada tanggal 14 januari 2019, pukul 21:07
WIB.
STT Berea| 2
mungkin saja para murid yang mencuri tubuh dan kemudian berbohong tentang penampakan

Kristus pasca-penyaliban dalam tulisan-tulisan mereka.2

2. Teori Yesus yang pingsan.

Teori ini di kemukakan oleh seorang tokoh rasionalis Jerman abad kedelan belas dan

sembilan belas seperti C. H. G. Venturini dan H. E. G. Paulus. Mereka berpendapat bahwa

karena sakit dan kehilangan darah, dia pinsan dan dianggap telah meninggal (pengetahuan

medis waktu itu belum maju). Dalam pandangan ini mengatakan bahwa Yesus pulih dalam

keadaan kubur yang sejuk, keluar dari kubur dan menampakkan diri kepada para murid-Nya.

Mereka diyakinkan kalau Dia memang telah bangkit dari kematian. 3

3. Teori halusinasi.

Teori halusinasi dibuat oleh para penganut skeptik dengan kepercayan yang sama

sebagai kasus lain yang menentang kebangkitan Yesus dari kematian. Teori ini secara

sederhana memegang kepercayaan bahwa para murid mengalami penglihatan. Mereka

semata-mata menduga melihat guru mereka hidup lagi. Seluruh rangkaian peristiwa

merupaka bagian dari imajinasi mereka, mungkin karena tekanan yang mereka alami.

Sebanarnya, sepanjang teori ini mengatakan bahwa sekalipun penampakan Yesus sesudah

kebangkitan begitu banyak, terjadi dengan singkat pasca kematian-Nya dan dilaporkan secara

terpercaya, catatan-catatan ini semua harus mengacu pada imajinasi para saksi mata. Orang-

orang itu menginginkan melihat Yesus hidup, karena itu mereka membayangkan Yesus

hidup.4

2Alex McFerland, Apologetika Volume 4, (Malang: Gandum Mas, 2012), 105.

Ajith Fernando, Supremasi Kristus, (Surabaya: Momentum, 2005), 243-244.

Ibid, 112.
STT Berea| 3
4. Teori mitos.

Cukup banyak orang, khususnya di zaman modern ini, yang melihat Alkitab dan catatan

PB mengenai Yesus dan kebangkitannya hanyalah sebuah legenda atau mitos yang penuh

dengan rekayasa dan fantasi dari para murid yang tidak sesuai dengan sejarah. Teori mitos

merupakan salah satu teori yang paling populer sering dikemukakan oleh para moderenis

dalam membahas kejadian-kejadian yang tertulis dalam Alkitab, baik dalam Kitab Perjanjian

Lama atau Kitab Perjanjian Baru. Para moderenis mencoba mengarahkan bahwa yang tertulis

di dalam Alkitab merupakan hanya berupa mitos, sembari menjelaskan argumennya kejadian

yang ‘sebenarnya’ yang dihubungkan dengan pendapat para modernis itu sendiri seperti Alien

dan lain-lain.5

Teori mitos 2 lapisan. Lapisan pertama adalah Yesus historis, yang tidak ilahi, yang

tidak mengklaim keilahian, tidak melakukan mukjizat, tidak bangkit dari mati. Yang kedua,

lapisan mitologisasi, adalah injil-injil sebagaimana yang kita miliki dengan Yesus yang

diklaim ilahi, melakukan mukjizat-mukjizat dan bangkit dari kematian.

Bultmann dengan teologi “Demitologisasi”-nya, juga menolak peristiwa kebangkitan

Kristus. Baginya, kebangkitan Kristus itu terjadi di dalam mitos, namun faktanya tidak

pernah terjadi. Mujizat dan kebangkitan Kristus bukanlah sebuah peristiwa “historis”,

melainkan “super-historis.” Di antara sekian banyak pandangan yang dituliskan ini, masih

ada pandangan yang lain yang tidak dibahas di dalam artikel ini.6

5Diambil dari artikel yang berjudul Tanggapan atas Teori Mitos terhadap Kebangkitan Yesus Kristus, yang
terdapat dalam web http://pendalamanimankatolik.com/tag/teori-mitos/, diakses pada tanggal 14 Februari 2019,

pada jam 9:24 WIB.

Norman Geisler, Miracle And The Modern Mind: A Defense of Biblical Miracle, (Michigan: Baker Book

House), 1992, hal. 15-17.


STT Berea| 4
Berdasarkan 4 teori tersebut, dapat dilihat bahwa teori halusinasi dan teori kebohongan

para murid menimbulkan suatu dilema. Dimana dalam teori tersebut dijelaskan bahwa apabila

Kristus tidak bangkit maka para rasul yang memberitakan tentang kebangkitan Kristus adalah

tertipu (jika mereka berpikir Ia bangkit) atau penipu (jika mereka tahu Ia tidak bangkit).

Karena adanya dilema terhadap kedua teori tersebut, maka diambil jalan tengah yaitu mitos.

Ini adalah alternatif yang nampak paling terkenal sekarang ini.

Pandangan Alkitab tentang kebagitan Kristus

Berdasarkan beberapa teori mengenai pandangan-pandangan tersebut, untuk dapat

menjelaskan mengenai apakah Kristus benar-benar bangkit dari antara orang mati, maka

haruslah dilihat hal ini berdasarkan Alkitab. Pandangan Alkitab mengenai kebangkitan

Kristus dari anata orang mati adalah sebagai berikut:

Alkitab menjelaskan bahwa Kristus sebelum Ia di kuburkan, Ia bener-benar sudah

mati. Hal ini terbukti bahwa para tentara Romawi disaat hari petang, perajurit tersebut tidak

mematahkan kaki Yesus, tidak seperti kedua orang yang disalib bersama-sama dengan Yesus

(Yohanes 19:31-37). Kata mati dalam ayat yang 33 menggunakan kata θνησκω yang berarti

be dead atau dalam bahasa berarti mati. Dari pengertian ini dapat dijelaskan bahwa hal Yesus

saat itu benar-benar mati. Selain hal tersebut, yang membuktikan bahwa Yesus benar-benar

mati adalah dengan dengan prajurit Romawi yang menikam lambung Yesus. Secara medis

jika seseorang mengeluarkan darah dengan volume yang banyak akan menyebabkan

kematian, dengan demikian sangat jelas bahwa Yesus benar-benar mati.

Dalam alkitab, Kebangkitan Kristus dicatat dalam Matius 29:1-20; Markus 16:1-20;

Lukas 24:1-53 dan Yohanes 20:1-21:25. Yesus yang telah bangkit juga dicantumkan dalam

kitab Kisah Para Rasul 1:1-11. Dari ayat-ayat tersebut, menjadi bukti bahwa Yesus benar-

benar bangkit dari antara orang mati. Bukti-bukti yang tercantum dalam Alkitab ini sangat

jelas memberikan bukti-bukti yang autentik. Selian bukti-bukti tersebut, bukti bahwa Kristus

STT Berea| 5
benar-benar bangkit dari antara orang mati, dapat dlihat ketika para murid dan orang-orang

lainnya melihat kubur di mana Kristus dikuburkan. Ketika mereka memeriksa kubur,

tubuhNya tidak lagi di sana. Malaikat-malaikat menyatakan bahwa Kristus telah dibangkitkan

dari antara orang mati sebagaimana dijanjikanNya (Matius 28:5-7).

Bukti lain mengenai kebangkitan ini terkait banyaknya orang yang langsung telah

melihat Yesus yang bangkit (Matius 28:5,9, 16-17; Markus 16:9; Lukas 24:13-35; Yohanes

20:19, 24, 26-29; 21:1-14; Kisah Rasul 1:6-8; 1 Korintus 15:5-7). Ia menampakkan diri

kepada mereka secara nyata bukan imajinasi kepada para murid. Rasul Paulus juga

mengatakan bahwa selain kedua belas murid-Nya dan semua rasul, Ia juga menampakkan diri

kepada lebih dari lima ratus orang dan juga telah menampakkan diri kepada Paulus (I

Korintus 15: 6 dan 8). Peristiwa-peristiwa yang dicatat ini terjadi sejak pagi hari kebangkitan-

Nya sampai hari kenaikan-Nya, 40 hari kemudian. Dalam alkitab dicatat 10 peristiwa yang

berbeda-beda dari penampakan diri Yesus. Peristiwa ini menunjukkan aadanya

keanekaragaman waktu, tempat dan orang yang melihat Yesus. Dalam dua peristiwa, Yesus

menampakkan diri secara pribadi, yaitu kepada Petrus dan Yakobus. Kemudian dalam

peristiwa lain Ia menampakkan diri kepada murid-murid-Nya dalam kelompok dan kemudian

kepada 500 orang beriman yang sedang berkumpul. Penampakan diri ini terjadi di tempat-

tempat yang berbeda. Pada saat Tuhan Yesus menampakkan diri, hal tersebut menyatakan

bahwa Ia Telah bangkit. Ia memiliki otoritas atas kematian.

Fakta-fakta tentang kebangkitan Yesus

Selain dari Alkitab untuk dapat menjelaskan mengenai kebangkitan Yesus ini, terdapat

fakta-fakta yang dapat membantu untuk menjelaskan mengenai hal ini. Fakta-fakta tersebut

antara lain adalah sebagai berikut:

1. Adanya gereja Kristen.

STT Berea| 6
Orang-orang Kristen senantiasa berpegang pada kebangkitan Kristus sebagai dasar

bagi ajaran, khotbah, hidup dan juga lebih penting lagi – juga bagi kematian mereka.7

Seandainya Yesus tidak bangkit dari antara orang mati, maka takkan ada gereja Kristen.

Seandainya Yesus tidak bangkit dari antara orang mati saksi-saksi Kristen merupakan saksi-

saksi palsu serta iman Kristen itu, iman tanpa dasar, tanpa pengharapan dan kosong, seperti

apa yang dikatakan oleh Paulus dalam surat 1 Korintus 15:17-20. Dan jika Kristus tidak

bangkit dari antara orang mati, maka sia-sialah kepercayaan orang Kristen dan tetap hidup

dalam dosa. Demikianlah juga binasa juga orang-orang yang mati dalam Kristus. Tetapi yang

benar ialah bahwa Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari

orang-orang yang telah meninggal.8

2. Adanya hari orang Kristen

Hari minggu merupakan hari kebaktian bagi umat Kristen. Sejarahnya dimulai pada

tahun 32 M. Terjadi peristiwa besar yang terjadi yang mengubah hari kebaktian dari sabat ke

hari hari minggu. Hal ini dikarenakan orang-orang Kristen ingin merayakan kebangkitan

Yesus di antara orang mati. Umat Kristen mula-mula adalah orang Yahudi, yaitu hari ketujuh

di dalam minggu, ke hari minggu yang merupakan hari pertama di dalam minggu. Orang-

orang Kristen berkata bahwa perubahan ini terjadi, sebab mereka ingin merayakan

kebangkitan Yesus dari antara orang mati.9

3. Adanya Perjanjian Baru

Dalam perjajian baru, kita temukan enam kesaksian tentang kenyataan kebangkitan

yang tidak saling berhubungan. Tiga dari antaranya diberikan oleh saksi-saksi mata, yaitu

Yohanes, Petrus, dan Matius. Dalam surat-suratnya kepda gereja-gereja yang mula-mula

7Paul E. Little, Akal dan Kekristenan, (Bandung: Yayasan Kalam Hidup, 1967), 37.

8Jermia Djadi, Apologetika Tentang Kristologi, Vol. 1, no 1, Juni 2003, hal 53-54.

Paul E. Little, 37.


STT Berea| 7
Paulus membicarkan kebangkitan sedemikian rupa, sehingga nampak jelas bahwa bagi

Paulus dan para pembaca suratnya, peristiwa kebangkitan diketahui umum dan diterima tanpa

keraguan. 10 Dari hal tersebut dapat dikatakan bahwa kitab Perjanjian Baru itu sendiri

merupakan akibat kebngkitan Kristus. Tak mungkin kitab ini ditulis jika tidak terjadi

kebangkitan. Evans mengatakan, "Bila Yesus tetap berada dalam kubur, kisah kehidupan dan

kematian-Nya pastilah akan tetap terkubur bersama dengan Dia." Perjanjian Baru jelas

merupakan akibat kebangkitan Kristus.11

10

Ibid.

11

Henry C. Thiessen, Teologi Sistematika, (Malang: Penerbit Gandum Mas, 1992) 375.
STT Berea| 8
BAB III

APOLOGET MENGENAI TEORI KEBANGKITAN KRISTUS

Berdasarkan teori-teori yang terdapat dalam penjelasan diatas dapat disimpulkan

bahwa teori-teori tersebut tidaklah benar. Untuk dapat menjelaskan bahwa kebangkitan Yesus

Kristus ini, maka diperlukan suatu apologetika untuk membantah teori-teori tersebut. Berikut

beberapa apologet berdasarkan teori-teori yang ada.

1. Teori kebohongan para murid.

Kubur Yesus dijaga oleh serdadu-serdadu Romawi dengan bersenjata lengkap yang

siap menyerang para penyusup dalam kubur tersebut. Bagi orang Yahudi dan Romawi,

hilangnya tubuh Yesus akan menciptakan permasalahan yang teramat besar. Para penjaga

adalah orang-orang Romawi, kegagalan bukanlah sebuah pilihan. Jika suatu terjadipada

mayat Yesus, kecenderungan mereka akan bertanggung jawab dan akan dibunuh. Kehidupan

prajurit benar-benar menjadi taruhan.

Jika ditinjau dari Alkitab teori ini tidak dapat di pertanggung jawabkan. Dalam teori

ini menjelaskan bahwa Yesus tidak benar-benar bangkit, melainkan tubuh Yesus telah dicuri.

Namun dalam matius 28:11-15, kita dapat lihat reaksi dari imam-imam kepala dan tua-tua

ketika serdadu-serdadu melaporkan berita misterius yang membuat mereka marah, yaitu

bahwa mayat Yesus sudah hilang. Mereka memberi sejumlah uang untuk mengatakan bahwa

murid-murid-Nya telah mencuri mayat Yesus. Jika mayat Kristus dicuri murid-murid Kristus

ini tidak sesuai dengan watak murid-murid kristus, karena dengan mencuri berati mereka

STT Berea| 9
adalah pelaku kebohongan yang dilakukan dengan sengaja, yang telah menyesatkan ribuan

orang dan akhirnya membawa mereka kepada kematian. Seandainya murid-murid telah

mengambil mayat Kristus dan Kristus masih tetap mati, maka akan terdapat problem

bagaimana menjelaskan mengenai penampakan diri-Nya yang telah dinyatakan oleh beberapa

orang.

Imam-imam, kepala pegawal Bait Allah serta orang-orang saduki sangat marah dan

berusaha melakukan segala sesuatu untuk mencegah tersebarnya berita itu dan menekannya

(Kis 4). Mereka berusaha menutup mulut Petrus dan Yohanes dengan menangkap mereka dan

kemudian memukuli serta mengancam mereka. Seandainya mereka benar-benar menyimpan

mayat Kristus, mereka dapat mengaraknya di jalan-jalan Yerusalem dan dalam sekejap

mereka akan mematikan Kekristenan yang baru saja muncul. Karena tidak melakukannya,

maka hal ini menunjukkan fakta kesaksian yang nyata bahwa meraka tidak menyimpan mayat

Kristus.

2. Teori Yesus yang pingsan.

Pandangan yang beranggapan bahwa Yesus hanya pingsan, hal ini dapat dibantah.

Dalam pandangannya mengenai kebangkitan Yesus sendiri sudah tidak konsisten dengan

pandangannya. Dalam pandangan ini beranggapan bahwa karena sakit dan kehilangan darah,

Yesus pingsan. Dari hal ini dapat dilihat jika Yesus kehilangan darahnya hal ini secara medis

pasti akan mengalami kematian. Dalam hal ini juga Yesus tidak mungkin terhindar dari

penyaliban. Prosedur-prosedur Romawi sangat berhati-hati dalam menghilahkan

kemungkinan ini. Hukum Romawi bahkan memberi hukuman mati bagi setiap prajurit yang

membiarkan tahanan hukuman mati kabur dalam cara apapun.12

Selain alasan tersebut, terdapat juga bukti dari Alkitab yang menyatakan bahwa

Yesus sudah benar- benar mati. Hal ini di nyatakan oleh prajurit Romawi yang tidak

12Asigor P. Sitanggang, Pembuktian Kebangkitan Yesus: Bukti Internal dan Eksternal, Januari 2017, hal 3.
STT Berea| 10
mematahkan kaki Yesus seperti yang dilakukan kepada dua orang lainnya (Yoh. 19:31-33).

Mematahkan kaki bertujuan untuk mempercepat kematian supaya mayatnya dapat diturun

kan sebelum hari sabat(31).13 Hal ini menandakan bahwa prajurit itu yakin bahwa Yesus telah

mati. Disampin itu, Yohanes melihat darah keluar dari lambung Yesus (Yoh. 19:34,35). Hal

ini secara medis pasti mengalami sebuah kematian.

3. Teori halusinasi.

Jika beranggapan bahwa kebangkitan Yesus hanyalah halusinasi saja, maka ini

tidaklah menjadi anggapan yang logis. Argumen ini tidak tepat. Hal ini dikarenakan saksi

yang melihat mengenai kebangkitan Yesus terlalu banyak. 500 orang melihat Yesus bersama-

sama pada waktu dan tempat yang sama (1 Kor. 15:6). Jika kebangkitan Yesus ini hanya

halusinasi, tidak mungkin 500 orang akan mengalami hal yang sama, melihat sebuah objek

yang sama dan dilakukan di tempat yang sama. Halusinasi biasanya hanya terjadi beberapa

detik atau menit, jarang berjam-jam, namun penampakkan Yesus berlangsung 40 hari (Kis

1:3). Hal ini sangat jelas sekali bahwa teori ini sangat tidak logis. Selain hal tersebut,

halusinasi biasanya terjadi 1 kali, tetapi penampakan Yesus terjadi berulang-ulang kepada

orang biasa (Yoh. 20:19-21:14; Kis. 1:3). Disamping hal tersebut, dalam Alkitab sendiri

dijelaskan bahwa para murid menyentuh Yesus (Mat. 28:9; Lukas 24:39; Yoh 20:27). Dapat

menyentuh Yesus merupakan sebuah indikasi yang menunjukkan bahwa hal tersebut

bukanlah sebuah halusinasi semata. Dari keseluruhan penjelasan tersebut, sangat jelas bahwa

kebangkitan Yesus bukan sebuah halusinasi semata. Kebangkitan Yesus dari antara orang

mati, benar-benar terjadi.

4. Teori mitos.

Teori mitos pada dasarnya merupakan sebuah teori yang dalam pandangannya dapat

dibantahkan. Hal ini dapat dilihat dari Alkitab. Dalam Alkitab, gaya injil-injil berbeda dengan
13

Ibid.
STT Berea| 11
gaya semua mitos. Setiap ahli literature yang mengetahui dan menghargai mitos-mitos dapat

meneguhkan ini. Tidak ada kejadian-kejadian yang dilebih-lebihkan secara kekanak-kanakan.

Semuanya tepat dan bermakna. Hal yang kedua untuk membantah teori ini adalah tidak ada

cukup waktu untuk sebuah mitos berkembang. Kebanyakan kitab dalam PB ditulis dalam era

para saksi-saksi hidup. Dalam Perjanjian Baru menyatakan kebangkitabn Kristus bukan mitos

(2 Petrus 1:16). Berdasarkan hal ini dapat diketahui bahwa kebangkitan Yesus dari antara

orang mati ini bukanlah suatu mitos. Selain itu, terdapat juga masalah mengenai teori ini.

Masalah dari teori ini adalah tidak ada sama sekali saksi untuk kedua lapisan tersebut.

STT Berea| 12
BAB IV

KESIMPULAN

Kebangkitan Yesus dari antara orang mati merupakan suatu perdebatan yang terjadi

disepanjang zaman. Dalam kebangkitan Yesus dari anatara orang mati terdapat empat teori

yang membantah mengenai kebangkitan Yesus dari antara orang mati. Teori-teori tersebut

antara lain adalah teori kebohongan para murid, teori Yesus yang pingsan, teori halusinasi,

dan teori mitos. Namun teori-teori tersebut tidak tepat. Dalam Alkitab sendiri menjelaskan

bahwa kebangkitan Yesus dari antara orang mati benar-benar terjadi. Alkitab pula

memberikan bukti-bukti yang akurat mengenai kebangkitan Yesus. Selain hal itu,

kebangkitan Yesus dari antara orang mati, dapat diketahui dari beberapa fakta, antara lain

adalah fakta adanya gereja, fakta adanya hati orang Kristen, dan fakta adanya Perjanjian

Baru. Dari penjelasan ini dapat disimpulkan bahwa kebangkitan Yesus dari antara orang mati,

merupakan suatu kebenaran dan kejadian ini banar-banar terjadi.

STT Berea| 13
DAFTAR PUSTAKA

Sumber buku:

Fernando, Ajith. Supremasi Kristus. Surabaya: Momentum, 2005.

Geisler, Norman. Miracle And The Modern Mind: A Defense of Biblical Miracle. Michigan:

Baker Book House, 1992.

Little, Paul E. Akal dan Kekristenan. Bandung: Yayasan Kalam Hidup, 1967.

McFerland, Alex. Apologetika Volume 4. Malang: Gandum Mas, 2012.

Thiessen, Henry C. Teologi Sistematika. Malang: Penerbit Gandum Mas, 1992.

Sumber jurnal:

Djadi, Jermia. Apologetika Tentang Kristologi, Vol. 1, no 1. Juni 2003.

Sitanggang, Asigor P. Pembuktian Kebangkitan Yesus: Bukti Internal dan Eksternal. Januari

2017, hal 3.

Sumber Internet:

http://pendalamanimankatolik.com/tag/teori-mitos/, diakses pada tanggal 14 Februari 2019,

pada jam 9:24 WIB.

https://alkitab.sabda.org/resource.php?topic=296&res=jpz, diakses pada tanggal 14 januari

2019, pukul 21:07 WIB.

STT Berea| 14