Anda di halaman 1dari 37

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA Tn.T.

DENGAN
SALAH SATU KELUARGA DENGAN KUSTA TYPE MB
DI PUSKESMAS LOHBENER

Oleh:

H. SYAEFUL MIKDAR,SKep.,Ners
NIP. 19830602 200801 1 005

1
TINJAUAN KASUS

A. PENGKAJIAN

1.Pengkajian Keluarga

1.Identitas Kepala Keluarga

Nama : Tn. T

Umur : 60 th

Jenis Kelamin : Laki-laki

Agama : Islam

Suku/Bangsa : Jawa

Bahasa : Jawa

Pendidikan : SD

Pekerjaan : Buruh tani

Alamat : Rambatan Kulon

2.Komposisi Keluarga

NO Nama L/P Umur Hub. Kel. Pekerjaan Pendidikan

1. Tn. T L 60 Suami KK Buruh tani SD

2. Ny. S P 42 Istri Ibu rumah tangga SD

3. Sdr. S L 30 Anak I Belum nikah SMP

4. Sdr. M L 17 Anak II Pelajar SMA

3.Genogram:

Sdr.S

xl
: Laki-laki

: Perempuan

: Pasien

: Garis satu rumah

X : Meninggal

4.Tipe Keluarga

1) Jenis tipe keluarga: nuclear family

2) Masalah yang terjadi dengan tipe tersebut : tidak ada masalah dengan tipe

keluarga.

5. Suku Bangsa

1) Asal suku bangsa: Jawa

2) Budaya yang berhubungan dengan kesehatan : bila badan terasa sakit

minum obat toko bila tidak sembuh berobat ke mantri.

6. Agama dan kepercayaan yang mempengaruhi kesehatan

Keluarga beragama Islam dan keluarga percaya bahwa anggota keluarga

lain sakit merupakan ujian dari Tuhan.

1) Anggota keluarga yang mencari nafkah: ayah

2). Penghasilan: kurang lebih 1.000.000,- s/d 1.500.00,-

3) Upaya lain: ternak lembuh

4) Harta benda yang dimiliki (perabot, traspotasi dll): sepeda motor, rumah,

tanah, perabotan rumah tangga.

5) Kebutuhan yang dikeluarkan tiap bulan: buat biaya listrik, biaya sehari-hari

dan sekalah anak ke dua.

8. Aktifitas Rekreasi Keluarga: melihat TV bersama keluarga.

2.Riwayat dan Tahapan Perkembangan Keluarga

a. Tahap perkembangan keluarga sat ini (ditemukan dengan anak tertua): anak

tertua saat ini sudah dewasa dan terkena/menderita penyakit kusta tipe MB.

xli
b. Tahap perkembangan keluarga yang belum terpenuhi dan kendalanya:

keluarga memberikan kebebasan pada anak-anaknya.

c. Riwayat kesehatan keluarga inti:

1). Riwayat kesehatan keluarga saat ini:

Keluarga Tn.T. Mengaatakan Sdr. S. saat ini dalam keadaan kurang sehat

sejak kurang lebih 6 bulan yang lalu mengeluh penyakitnya menimbulkan

bercak-bercak , dan warna putih seperti panu , kaki bila dibuat duduk

dibawah terlalu lama telapak kaki sakit untuk menapak, dan hampir semua

kulit tubuh ada bercak keputihan mati rasa. Keluan ini dibiarkan tidak

berobat dan kelama-lamaan tidak hilang diobati obat toko dan akhirnya di

bawah ke Puskesmas dan di diagnose bahwa Sdr.S. menderita kusta tipe

basah/MB dan diberikan obat sesuai dengan program

2). Riwayat penyakit keturunan: keluarga tidak memiliki penyakit turunan

apapun.

3). Riwayat kesehatan masing-masing anggota keluarga

No Nama Umur BB Keadaan Imunisasi Masalah Tindakan


kesehatan (BCG/Polio Kesehatan yg telah
/DPT/ dilakukan
Campak/HB)
1. Tn. T 60 40 Keadaan Tidak terkaji Tidak ada Biasanya
umum baik beli obat
2. Ny. S 42 44 Keadaan Tidak terkaji Tidak ada ke toko
umum baik bila ber
3. Sdr. S 30 42 Keadaan Orang tua Kusta ulang
umum cukup, lupa lengkap kali tidak
klien apa tidak sembuh
mengeluh mati baru
rasa pada kulit dibawah
(bercak) dan ke mantri
kedua telapak
kaki sakit.
Keadaan
umum baik
4. Sdr. 17 40 Imunisasi Tidak ada
M lengkap

4). Sumber pelayanan yang dimanfaatkan: manti dan dokter

d. Riwayat kesehatan keluarga sebelumnya

Tn.T. mengatakan tidak pernah punya riwayat penyakit yang lama atau

menular. Keluarga Tn.T. mengatakan bahwa anaknya Sdr.S. awal mulanya

hanya mengeluh mati rasa pada kulit (bercak) dan kedua telapak kaki sakit.

xlii
Dan klien mengatakan perna punya teman sakit yang sama sepeti dirinya

kurang lebih tiga tahun yang lalu di tempat kerjanya.

3. Pengkajian Lingkungan

a. Karakteristik Rumah

1). Luas rumah: 7 mm x 10 mm

2). Type rumah: permanen

3). Kepemilikan: milik sendiri

4). Jumalah dan rasio kamar/ruangan:6 ruangan antaralain: 3kamar, 1 ruang

tamu, 1 dapur, dan 1 kamar mandi.

5).Ventilasi/jendela: cukup hamper semua ruangan ada ventilasi dan terang.

6). Pemanfaatan ruangan: ruang tamu jadi satu dengan ruang keluarga.

7). Septic tank: ada di belakang rumah.

8). Sumber air minum: sumur

9). Kamarmandi/WC:ada

10). Sampah: dikumpulkan dibelakang rumah dan di bakar.

11). Kebersihan lingkungan: bersih, hanya perabotan dapur kurang tertata rapi.

b. Karakteristik Tetangga dan komunitas RW

1). Kebiasaan: mengikuti kegiatan salawatan setiap hari jumat

2). Aturan dan kesepakatan: kerja bakti tiap hari jumat

3). Budaya: salawatan tiap jumat.

c. Mobilitas Geografis Keluarga: tidak pernah pindah , ini rumah milik sendiri.

d. Perkumpulan keluarga dan Interaksi dengan Masyarakat:Tn.T. rukun tidak ada

masalah dengan keluarga maupun tetangga dan mengikuti salawatan tiap

jumat.

4. Struktur Keluarga

xliii
a. Pola/cara Komunikasi Keluaraga: komunikasi dalam keluarga lancar dan

menggunakan bahasa jawa.

b. Struktur Kekuatan Keluarga:keluarga yang paling berperan mengambil

keputusan adalah ayah.

c. Struktur Peran (peran masing-masing anggota keluarga):

1). Tn.T. : sebagai kepala keluarga, sekaligus bekerja sebagai buruh tani dan

pengambil keputusan di keluarga.

2). Ny.S. : Sebagai ibu rumah tangga dan bekerja di gudang tembakau.

3). Sdr. S. : sebagai anak pertama dalam keluarga.

4). Sdr. M. : sebagai anak kedua dalam keluarga.

d. Nilai Dan Norma Keluarga

Keluarga mengutamakan kesehatan sehingga, jika ada salah satu yang sedang

sakit langsung dibawah berobat dan keluarga mengikuti norma-norma di

masyarakat dan agama yang dianut.

5. Fungsi Keluarga

a. Fungsi afektif

Keluarga Tn.T. sangat menyayangi anak-anaknya dan tidak membedabedakan,

dan keluarga berinteraksi dengan anggota masyarakat yang lainnya saling

menghormati satu sama lainnya.

b. Fungsi sosialisasi

1). Kerukunan hidup dengan keluarga: Tn.T . rukun pada tetangganya,

masyarakat dan keluarganya.

2). Interaksi dan hubungan dengan dalam keluarga: baik

3). Anggota keluarga yang dominan dalam pengambilan keputusan:

ayah/kepala keluarga.

xliv
4). Kegiatan keluarga waktu senggang: sore hari nonton TV

5). Partisipasi dalam keluarga sosial: Tn.T sering mengikuti pengajian dan

salawatan rutin.

c. Fungsi keperawatan kesehatan

1). Pengetahuan dan persepsi keluarga tentang penyakit/masalah kesehatan

keluarga: keluarga Tn.T. masih kurang tentang mengenal tentang penyakit

kusta hal ini disbabkan pendiikan yang rendah hanya sebatas SD, dan

pemahaman keluarga terhadap masalah yang diderita oleh anaknya Sdr.S.

tidak begitu banyak.

2). Kemampuan keluarga mengambil keputusan tindakan kesehatan yang

tepat: keluarga Tn.T. dan keluarga membawah Sdr. S ke tenaga kesehatan

(mantri dan dokter).

3). Kemampuan keluarga merawat anggota keluarganya yang sakit: keluarga

Tn.T. tidak tahu cara merawat Sdr.S dan hanya memberi obat ke toko, bila

tidak sembuh dibawah ke mantri, kadang-kadang ke dokter.

4). Kemampuan keluarga memelihara lingkungan rumah yang sehat: keluarga

Tn.T memhami kebersihan lingkungan di buktikan dengan rumah bersih,

kamar mandi dan WC bersih.

5). Kemampuan keluarga menggunakan fasilitas kesehatan di

masyarakat:keluarga kurang mampu memanfaatkan fasilitas kesehatan

karena jarak pelayanan kesehatan yang jauh.

d. Fungsi reproduksi

1). Perencanan jumlah anak: 2 anak, pada kenyataannya jumlah anaknya 2.

2). Akseptor: ya Pasang sudah 2 tahun.

e. Fungsi ekonomi

1). Usaha pemenuhan sandang pangan: Tn.T kerja sebagai buruh tani.

2). Pemanfaatan sumberdaya masyarakat: Tn.T memelihara ternak.

6. Stres dan koping keluarga

a. Stresor jangka pendek: tidak merasakan adanya ganguan.

xlv
b. Stresor jangka panjang: keluarga Tn.T salah satu anaknya Sdr.S. menderita
penyaki kusta.

c. Respon keluarga terhadap stresor: Keluarga Tn.T bingung dan cemas apakah

anaknya Sdr.S dengan sakit kusta apa ada obatnya.

d. Strategi koping: dibawak ke puskesmas.

e. Strategi adaptasi disfungsional: tidak ada.

7. Keadaan gizi keluarga

Pemenuhan gizi: makan sehari 3 kali dengan lauk pauk sederhana tempe, sayur,

kadang dengan ikan.

Upaya lain: tidak ada.

8.Pemeriksaan fisik

a. Identitas

Nama : Sdr. S.

Umur : 30 tahun

L/P : laki-laki

Pendidikan: SMP

Pekerjaan: belum kerja

b.Keluhan/Riwayat Penyakit Saat Ini:

Sdr. S. saat ini dalam keadaan kurang sehat sejak kurang lebih 6 bulan yang lalu

mengelu penyakitnya menimbulkan bercak-bercak , dan warna putih seperti

panu , kaki bila dibuat duduk dibawah terlalu lama telapak kaki sakit untuk

menapak, dan hapir semua kulit tubuh ada bercak keputihan mati rasa. Keluan

ini dibiarkan tidak berobat dan kelama-lamaan tidak hilang diobati obat toko

dan akhirnya di bawah ke Puskesmas dan di diagnose bahwa Sdr.S. menderita

kusta tipe basa/MB dan diberikan obat sesuai dengan program

Kaki terasa sakit bila dibuat jalan, pada malam hari juga sakit bila tidur posisinya

tidak tepat.

c. Riwyat Penyakit Sebelumnya:

xlvi
Sebelumnya Sdr.S. tidak memiliki penyakit kusta dan pernah punya teman sakit

kusta.

d. Tanda-tanda Vital

Tensi: 110/80 mmHg, Nadi: 80 x/menit, respirasi: 20 x/menit, suhu: 36

BB: 42 kg

e. System Cardio Vaskuler

Iktus tidak tampak, tidak ada pembesaran jantung, S1 dan S2 tunggal, irama

normal.

f. System Respirasi

Pernafasan tiada kelainan, gerakan simetris, retraksi dada minimal, tidak ada suara

nafas tambahan.

g. Sytem Gastrointestinal

Bising usus 5 x/menit, bentuk perut datar, tidak mempunyai riwayat sakit
lambung.

h. Sytem Persarafan

Saraf tangan kanan menebal dan kaki kanan dantidak ada mati rasa raba pada

tangan maupun kaki.

i. System Muskoloskeletal

Kekuatan gerak tangan dan kaki normal, tapi pada kaki buat jalan sakit.

9. Harapan Keluarga

Keluarga Tn.T. mengharapkan obat anak saya obat yang paling baik dan cepat

sembuh. Dan berharap pada petugas agar memberikan pelayanan yang baik an

tepat pada siapa saja yang membutuhkan.

B . Analisis Data

Tangal Analisa: 1 – 11 – 2014

NO Tanggal Data Diagnosa Keperawatan

xlvii
1. 01/11/2014ta Subjek: Ketidak mampuan keluarga
merawat anggota keluarganya
luargaTn.T mengatakan (sakit kusta) berhubungan
dengan kurangnya
Anaknya Sdr. S. saat ini pengetahuan tentang
perawatan penyakit kusta
dalam keadaan kurang

sehat sejak kurang lebih 6

bulan yang lalu mengelu

penyakitnya menimbulkan

bercak-bercak , dan warna

putih seperti panu , kaki

bila dibuat duduk dibawah

terlalu lama telapak kaki

sakit untuk menapak, dan

hapir semua kulit tubuh

ada bercak keputihan mati

rasa. Keluan ini dibiarkan

tidak berobat dan kelama-

lamaan tidak hilang

diobati obat toko dan

akhirnya di bawah ke

Puskesmas dan di

diagnose bahwa Sdr.S.

menderita kusta tipe

basa/MB dan diberikan

obat sesuai dengan

program

ien kaki terasa sakit bila

dibuat jalan, pada malam

hari juga sakit bila tidur

posisinya tidak tepat.

xlviii
ta Objek:

lit/bercak pada tubuh saat

dites terjadi mati rasadan

hampir kelihatan disemua

tubah.

da pemeriksan saraf ada

penebalan pada saraf

tangan kanan (saraf

ulnaris) dan kaki kanan

(saraf perinius).

ndidikan keluarga Tn.T

rendah.

nda-tanda Vital

nsi: 110/80 mmHg, Nadi:

80 x/menit, respirasi: 20

x/menit, suhu: 36 C, BB:

42 kg

C.Scoring Data

Diagnosa keperawatan: Ketidak mampuan keluarga merawat anggota keluarganya

(sakit kusta) berhubungan dengan kurangnya pengetahuan tentang perawatan

penyakit kusta

KRITERIA NILAI BOBOT SCORING PEMBENARAN


Sifat masalah: 3 1 3/3 x 1 = 1 Karena keluarga
Aktual Tn.T.berlatar belakang
pendidikan SD.
Kemungkinan 1 2 1/2 x 2 = 1 Keluarga Tn.T. belum
diubah: dapat terlalu mengenal tentang
diubah cara perawatan penyakit
sebagian kusta.
Potensial 3 1 3/3 x 1 = 1 Kurang lebih 6 bulan Sdr.S.
dicegah: menderita penyakit kusta
tinggi dan dalam pengobatan.
Menonjol 1 1 1/2 x 1 = 1/2 Keluarga Tn.T. menganggap
Masalah: ada bahwa masalah yang

xlix
masalah tetapi dihadapi Sdr.S. adalah
tidak perlu masalah yang biasa-biasa
segera saja.
ditangani
Jumlah total 3½

D. Diagnosis Keperawatan Keluarga Sesuai Prioritas

1. Ketidak mampuan keluarga merawat anggota keluarganya (sakit kusta) yang

berhubungan dengan kurangnya pengetahuan tentang perawatan penyakit

kusta.
E. Intervensi Asuhan Keperawatan Keluarga

Tanggal: 04 – 4 – 2018 Jam: 10.30 wib.

Diagnosa Tujuan Intervensi Rasional


Keperawat TUM TUK
an
Ketidak Keluarg uarga
mampuan a
keluarga mampu dapat/mampu: 1. Menjelaskan pengertian 1. Agar
merawat merawat apa itu kusta, penyebab, mengeta
anggota masalah 1. Keluarga tanda kusta dan perawatan hui
keluarganya kesehata mengerti penyakit kusta dari yang penyakit
(sakit n apa itu sederhana dan mudah kusta dan
kusta) yang tentang kusta, dilakukan. memperc
berhubunga penyakit penyebab, epat
n dengan kusta tanda kusta kesembu
kurangnya setelah dan cara 2. Menjelaskan benda-benda han dan
pengetahua dilakuka merawat yang bisa membahaykan mengura
n tentang n anggotany kecacatan/luka dan bahya ngi
perawatan kunjung a yang pada penderita kusta antara kecacata
penyakit an sakit kusta lain api, benda panas dan n.
kusta. rumah tajam.
selama 7
hari. 2. Keluarga
bisa 3. Menjelaskan akibat-akibat 2. Agar
menyebutk bila perawatan tida tidak
an apa dilakukan. terjadi
yang harus kecacata
dihindari n/luka.
oleh 4.Mengajarkan/mendemonstr
penderita asikan perawatan pada kulit
kusta yang mati rasa dan kering
antara lain dengan minyak dan pada
api, benda telapak tangan /kaki rasa
panas dan rabanya berkurang/hilang
tajam. dengan mermakai alas kaki, 3. Agar
dan pada tangan memakai tidak
sarung tangan bila pegang timbul
3. Keluarga yang panas dan cara kecacatan.
mengerti pemeriksaan kilit yang mati
akibat bila rasa.
penderita
tidak 4. Agar
terawat tidak
terjadi
kecacata
4. Cara n, infeksi
merawat pada
kulit yang kulit dan
mati keluarga
rasadengan mengeta
beberian hui cara
minyak pemeriks
dan cara aan kulit
pemeriksa bertmbah
an kulit banyak
mati rasa. atau
tidak
Yang mati
rasa
F.Perencanaan Keperawatan Dan Evaluasi

Tanggal : 04 – 04 --2018 / 10.00 wib.

Diagnosis Implementasi Respon


Keperawatan
Ketidak mampuan 1. Menjelaskan kusta adalah Knowledge:
keluarga merawat penyakit yang menahun Keluarga Tn.T. bisa
anggota keluarganya dan disebabkan oleh menyebutkan benda-
(sakit kusta) yang kuman M.leprae dengan benda yang
berhubungan dengan tanda bercak pada kulit membayakan bagi
kurangnya mati rasa, kerusakan saraf penyakit kusta yang
pengetahuan tentang tepi, pemeriksaan kulitnya mati
perawatan penyakit laboratorium BTA, dan rasa,pengertian kusta,
kusta. perawatan penyakit kusta penyebab dan tidak
dari yang sederhana dan bisa menyebutkan
mudah dilakukan, seperti tanda kusta,cara
pemberian minyak pada perawatan penyakit
kulit yang kering dan kusta.
pelindungan pada telapak
kaki dan tangan. Afektif:
2. Menjelaskan benda-benda Keluarga Tn.T.
yang bisa menyebabkan mengatakan
kecacatan /luka dan bahaya pentingnya perawatan
pada penderita penyakit klien dengan kusta dan
kusta diantaranya api, akan melaksanakan
panas, dan benda tajam . perawatan pada
3. Menjelaskan akibat-akibat anggota keluarganya
bila perawatan tidak yang sakit.
dilakukan diantaranya bisa
luka pada kulit yg mati
rasa kena api atau pisau. Psikomotor:
4. Mengajarkan cara Keluarga Tn.T. mau
perawatan pada kulit yang mencoba cara
mati rasa dan kering perawatan pada kulit
dengan mengoleskan yang mati rasa dan
minyak, dan pada telapak telapak tangan dan
tangan /kaki yang rasa kaki yang mati rasa.
rabanya berkurang /hilang
dengan memakai alas kaki
yang bawahnya keras tapi
atasnya lunak, dan pada
tangan memakai sarung
tangan/pelindung tangan
yang tahan panas bila
memegang benda yang
panas.

Tanggal: 05 – 04 – 2018 / 09.00 wib

Diagnosis Implementasi Respon


Keperawatan
Ketidak mampuan 1. Menjelaskan kembali Knowledge:
keluarga merawat kusta adalah penyakit yang Keluarga Tn.T. bisa
anggota keluarganya menahun dan disebabkan menyebutkan benda-
(sakit kusta) yang oleh kuman M.leprae benda yang
berhubungan dengan dengan tanda bercak pada membayakan bagi
kurangnya kulit mati rasa, kerusakan penyakit kusta yang
pengetahuan tentang saraf tepi, pemeriksaan kulitnya mati
perawatan penyakit laboratorium BTA, dan rasa,pengertian kusta,
kusta. perawatan penyakit kusta penyebab dan bisa
dari yang sederhana dan menyebutkan tanda
mudah dilakukan, seperti kusta,tapi cara
pemberian minyak pada perawatan penyakit
kulit yang kering dan kusta masih belum
pelindungan pada telapak bisa.
kaki dan tangan.
2. Mengajarkan cara
perawatan pada kulit yang Afektif:
mati rasa dan kering Keluarga Tn.T.
dengan mengoleskan mengatakan
minyak, dan pada telapak pentingnya perawatan
tangan /kaki yang rasa klien dengan kusta dan
rabanya berkurang /hilang akan melaksanakan
dengan memakai alas kaki perawatan pada
yang bawahnya keras tapi anggota keluarganya
atasnya lunak, dan pada yang sakit.
tangan memakai sarung
tangan/pelindung tangan
yang tahan panas bila Psikomotor:
memegang benda yang Keluarga Tn.T. mau
panas. mencoba cara
perawatan pada kulit
yang mati rasa dan
telapak tangan dan
kaki yang mati rasa.

Tanggal: 07 – 04 – 2018 / 09.00 wib

Diagnosis Implementasi Respon


Keperawatan
Ketidak mampuan 1. Mengajarkan cara Knowledge:
keluarga merawat perawatan pada kulit yang Keluarga Tn.T. bisa
anggota keluarganya mati rasa dan kering melakukan cara
(sakit kusta) yang dengan mengoleskan perawatan penyakit
berhubungan dengan minyak, dan pada telapak kusta dan pemeriksan
kurangnya tangan /kaki yang rasa tanda atau bercak yang
pengetahuan tentang rabanya berkurang /hilang mati rasa.
perawatan penyakit dengan memakai alas kaki
kusta. yang bawahnya keras tapi
atasnya lunak, dan pada Afektif:
tangan memakai sarung Keluarga Tn.T.
tangan/pelindung tangan mengatakan
yang tahan panas bila pentingnya perawatan
memegang benda yang klien dengan kusta dan
panas. akan melaksanakan
perawatan pada
anggota keluarganya
yang sakit.

Psikomotor:
Keluarga Tn.T. mau
mencoba cara
perawatan pada kulit
yang mati rasa dan
telapak tangan dan
kaki yang mati rasa.
G. Evaluasi

No Diagnosis Hari/Tgl. Evaluasi


1 Ketidak mampuan Senin S:
keluarga merawat 03-14-2018 1. Keluarga Tn.T.
anggota keluarganya 10.30 mengatakan tidak
(sakit kusta) yang bisaanggota merawat
berhubungan dengan anaknya yang penyakit
kurangnya pengetahuan kusta.
tentang perawatan 2. Keluarga Tn.T. bisa
penyakit kusta. menyebutkan tanda
penyakit kusta.
3. Keluarga Tn.T bisa
menyebutkan apa itu
kusta, penyebab dan yang
berbahaya buat penderita
kusta (api, benda panas,
benda tajam) juga
akibatnya.

O:
1. Keluarga Tn.T. kooperatif
atas pertanyan yang
diberikan.
2. Tidak bisa menyebut kan
tanda penyakit kusta.

A: Tujuan belum tercapai

P: Lanjutkan Intervensi no1


dan 4.

No Diagnosis Hari/Tgl. Evaluasi


1 Ketidak mampuan Rabo S:
keluarga merawat 05-11-2014 1. Keluarga Tn.T. mengatakan
anggota keluarganya 09.30 wib masih belum bisa merawat
(sakit kusta) yang anaknya yang sakit kusta(
berhubungan dengan dalam pemeriksaan tan da
kurangnya pengetahuan bercak mati rasa).
tentang perawatan 2. Keluarga Tn.T. bisa
penyakit kusta. menyebutkan tanda tanda
penyakit kusta (bercak pada
kulit mati rasa, kerusakan
saraf tepi, pemeriksaan
laboratorium BTA).

O:

1. Keluarga Tn.T. kooperatif


atas pertanyan yang
diberikan.
2. Keluarga Tn.T masih belum
bisamelakukan pemeriksaan
tan da bercak mati rasa.

A: Tujuan tercapai

P: Lanjutkan intervensi no 4.

No Diagnosis Hari/Tgl. Evaluasi


1 Ketidak mampuan Jumat S:
keluarga merawat 07-14-2018 Keluarga Tn.T. mengatakan
anggota keluarganya 09.30 wib sudah bisa merawat anaknya
(sakit kusta) yang yang sakit kusta.
berhubungan dengan
kurangnya pengetahuan
tentang perawatan O:
penyakit kusta. 1. Keluarga Tn.T. kooperatif
atas pertanyan yang
diberikan.
2. Keluarga Tn.T bisa
melakukan pemeriksaan
tanda-tanda kusta meskipun
masih kaku.

A: Tujuan tercapai

P: Hentikan intervensi.
BAB IV

PEMBAHASAN

Pada bab ini penulisan akan membahas proses keperawatan keluarga pada keluarga

Tn. T. di lingkungan kerja PUSKESMAS LOHBENER Kabupaten Indramayu.

Pengkajian dilakukan pada tanggal 04 Maret 2018 hari sabtu sampai 07 Maret 2018

hari selasa pada kelurga Tn.T. Prinsip dari pembahasan ini dengan memperhatikan

aspek tahapan proses keperawatan keluarga, proses scoring, diagnosa keperawatan,

intervensi, implementasi dan evaluasi keperawatan dengan metode wawancara

langsung dengan pasien dan keluarga pasien serta metode observasi.

1. Pengkajian

Asuhan keperawatan keluarga pada kelurga Tn.T. dilakukan pada tanggal 04

Maret 2018 pada pukul 10.00 wib, keluhan Sdr.S. awal mulanya hanya mengeluh

mati rasa pada kulit (bercak) dan kedua telapak kaki sakit. Sesuai dalam teori

disebutkan bahwa gejala dari penyakit kusta hilangnya sensabilitas kulit dan

kelemahan otot, hal ini disebabkan karena kerusakan saraf terutama saraf tepi

(Departemen Kesehatan RI, 2006).

Hsl ini sejak kurang lebih 6 bulan yang lalu mengelu penyakitnya menimbulkan

bercak-bercak, dan warna putih seperti panu, kaki bila dibuat duduk dibawah

terlalu lama telapak kaki sakit untuk menapak, dan hampir semua kulit tubuh ada

bercak keputihan mati rasa. Dalam teori dijelaskan kelainan kulit berupa bercak

putih atau kemerahan atau benjolan, hilangnya sensabilitas serta kelemahan otot

merupakan tanda dari penyakit kusta (Departemen Kesehatan RI, 2006).

Pengkajian riwayat dahulu, pada tinjauan pustaka konsep keperawatan keluarga

yang disebutkan riwayat penyakit sebelumnya adalah Sdr.S. perna punya teman

sakit yang sama sepeti dirinya kurang lebih tiga tahun yang lalu di tempat
kerjanya. Penularan penyakit kusta terjadi karenabeberapa faktor antaralain jenis

kuman kusta, sumber penularan, daya tahan tubuh, sosial ekonomi, dan iklim

(Masjoer, 2000).

Hasil pengkajian fungsi perawatan kesehatan keluarga didapatkan bahwa

keluarga Tn.T. dalam menggenal masalah kesehatan masih kurang tentang

penyakit kusta hal ini di sebabkan karena tingkat pendidikan yang rendah hanya

sebatas SD, dan pemahaman keluarga terhadap masalah yang di derita oleh

Sdr.S. tidak begitu banyak.

Dari hasil pemeriksaan fisik didapatkan data keadaan umum klien cukup,

compos mentis, untuk tanda-tanda vital didapatkan Tensi: 110/80 mmHg, Nadi:

80 x/menit, respirasi: 20 x/menit, suhu: 36 C, BB: 42 kg. Sdr.S. awal mulanya

hanya mengeluh mati rasa pada kulit (bercak) dan kedua telapak kaki sakit.

Sedangkan kusta memiliki tanda yang sangat khas diantaranya pertama bercak

kulit yang mati rasa bisa berbentuk bercak hipopigmentasi atau eritematosa,

mendatar (makula) atau meninggi (plak), sedangkan mati rasa pada bercak

bersifat total atau sebagian saja terhadap rasa raba, rasa suhu, dan rasa nyeri.

Kedua penebalan saraf tepi, dapat disertai rasa nyeri dan dapat juga disertai atau

tanpa gangguan fungsi saraf yang terkena, yaitu gangguan fungsi sensorik (mati

rasa), gangguan fungsi motorik (paresis atau paralisis), gangguan fungsi otonom

(kulit kering, retak, edema, pertumbuhan rambut yang terganggu). Ketiga

ditemukan kuman tahan asam, bahan pemeriksaan adalah hapusan kulit cuping

telinga dan lesi kulit pada bagian yang aktif, kadang-kadang bahan diperoleh dari

biopsi kulit atau saraf (Harahap, 2000).

2. Diagnosis

Diagnosis keperawatan adalah pernyataan yang menggambarkan respon manusia

dalam keadaan sehat atau perubahan pola baik aktual maupun resiko dari
individu atau kelompok (Rohmah & Walid, 2010) Menurut hasil scosring dalam

pengambilan diagnosa keperawatan (Suprajitno, 2004). Menurut hasil scoring

atau prioritas masalah yang dikelompokkan penulisan diagnosis keperawatan

utama dan prioritas yang diangkat penulis yaitu Ketidak mampuan keluarga

merawat anggota keluarganya (sakit kusta) yang berhubungan dengan kurangnya

pengetahuan tentang perawatan penyakit kusta. Dengan skor 3 1/2.

3. Perencanan

Perencanaan adalah penyusun rencana asuhan keperawatan yang terdiri dari

komponen tujuan umum, tujuan khusus, kriteria, rencana tindakan dan standar

untuk menyelesaikan masalah keperawatan keluarga berdasarkan prioritas dan

tujuan yang telah ditetapkan . Tujuan yang dibuat pada diagnosis Keluarga

mampu merawat masalah kesehatan tentang penyakit kusta setelah dilakukan

kunjungan rumah selama 7 hari. Dengan kreteria keluarga mengerti apa itu kusta,

penyebab, tanda kusta dan cara merawat anggotanya yang sakit kusta, Keluarga

bisa menyebutkan apa yang harus dihindari oleh penderita kusta antara lain api,

benda panas dan tajam, keluarga mengerti akibat bila penderita tidak terawat,

Cara merawat kulit yang mati rasadengan beberian minyak dan cara pemeriksaan

kulit mati rasa.

4. Pelaksanaan

Implementasi merupakan aktualisasi dari perencanaan yang telah di susun

sebelumnya. Pada saat kegiatan implementasi, perawat perlu melakukan kontak

sebelumnya (saat mensosaliasikan diagnosa keperawatan), untuk pelaksanaan

terdiri dari waktu, kapan, berapa lama, dan materi. Kegiatan ini bertujuan agar
keluarga dan perawat mempunyai kesiapan secara fisik dan psikis pada saat

implementasi (Setiadi, 2008).

Penulisan melakukan tindakan keperawatan keluarga berdasarkan dari rencana

tindakan keperawatan keluarga yang telah penulis dan semua rencana tindakan

keperawatan tersebut yang telah dilakukan oleh penulis yaitu Menjelaskan kusta

adalah penyakit yang menahun dan disebabkan oleh kuman M.leprae dengan tanda

bercak pada kulit mati rasa, kerusakan saraf tepi, pemeriksaan laboratorium BTA,

dan perawatan penyakit kusta dari yang sederhana dan mudah dilakukan, seperti

pemberian minyak pada kulit yang kering dan pelindungan pada telapak kaki dan

tangan, menjelaskan benda-benda yang bisa menyebabkan kecacatan /luka dan

bahaya pada penderita penyakit kusta diantaranya api, panas, dan benda tajam,

menjelaskan akibat-akibat bila perawatan tidak dilakukan diantaranya bisa luka pada

kulit yg mati rasa kena api atau pisau, mengajarkan cara perawatan pada kulit yang

mati rasa dan kering dengan mengoleskan minyak, dan pada telapak tangan /kaki

yang rasa rabanya berkurang /hilang dengan memakai alas kaki yang bawahnya

keras tapi atasnya lunak, dan pada tangan memakai sarung tangan/pelindung tangan

yang tahan panas bila memegang benda yang panas.

5. Evaluasi

Tahap penilaian atau evaluasi adalah perbandingan yang sistimatis dan terencana

tantang kesehata keluarga dengan tujuan, kreteria hasil yang telah ditetapkan dan

evaluasi dengan metode SOAP untuk mengetahui keefektifan tindakan

keperawatan. Pada evaluasi diagnosis keperawatan adalah S: keluarga Tn.T.

mengatakan tidak bisaanggota merawat anaknya yang penyakit kusta, keluarga

Tn.T. bisa menyebutkan tanda penyakit kusta, Keluarga Tn.T bisa menyebutkan

apa itu kusta, penyebab dan yang berbahaya buat penderita kusta (api, benda

panas, benda tajam) juga akibatnya, O: keluarga Tn.T. kooperatif atas pertanyan
yang diberikan, tidak bisa menyebut kan tanda penyakit kusta, A: Tujuan belum

tercapai, P: Lanjutkan Intervensi no1 dan 4 dan pada akhir kunjungan tanggal 07

Nopember 2014 dengan SOAP masalah teratasi.


BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil pembahasan serta penulisan analisa yang telah dilakuka, maka

dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:

A. Hasil dari pengkajian yang telah dilakukan pada tanggal 01 Nopember 2014

dapat disimpulkan bahwa salah keluarga Tn.T. menderita penyaki kusta pipe

MB dan telah mendapatkan pengobatan program dari PUSKESMAS

LOHBENER.

B. Dan didapatkan satu diagnosis keperawata keluarga yang berdasarkan scoring

yang telah dilakukan yaitu: ketidak mampuan keluarga merawat anggota

keluarganya (sakit kusta) yang berhubungan dengan kurangnya pengetahuan

tentang perawatan penyakit kusta.

C. Perencanan adalah penyusun rencana asuhan keperawatan yang terdiri dari

komponen tujuan umum, tujuan khusus, kriteria, rencana tindakan dan standar

untuk menyelesaikan masalah keperawatan keluarga berdasarkan prioritas

dan tujuan yang telah ditetapkan yang dibuat pada diagnosis keluarga mampu

merawat masalah kesehatan tentang penyakit kusta setelah dilakukan

kunjungan rumah selama 7 hari. Dengan kreteria keluarga mengerti apa itu

kusta, penyebab, tanda kusta dan cara merawat anggotanya yang sakit kusta,

Keluarga bisa menyebutkan apa yang harus dihindari oleh penderita kusta

antara lain api, benda panas dan tajam, keluarga mengerti akibat bila

penderita tidak terawat, Cara merawat kulit yang mati rasadengan beberian

minyak dan cara pemeriksaan kulit mati rasa.

D. Penulisan pelaksanaan melakukan tindakan keperawatan keluarga

berdasarkan dari rencana tindakan keperawatan keluarga yang telah penulis

dan semua rencana tindakan keperawatan tersebut yang telah dilakukan oleh

penulis pada diagnosis adalah menjelaskan kusta adalah penyakit yang

menahun dan disebabkan oleh kuman M.leprae dengan tanda bercak pada

kulit mati rasa, kerusakan saraf tepi, pemeriksaan laboratorium BTA, dan
perawatan penyakit kusta dari yang sederhana dan mudah dilakukan, seperti

pemberian minyak pada kulit yang kering dan pelindungan pada telapak kaki

dan tangan, menjelaskan benda-benda yang bisa menyebabkan kecacatan

/luka dan bahaya pada penderita penyakit kusta diantaranya api, panas, dan

benda tajam, menjelaskan akibat-akibat bila perawatan tidak dilakukan

diantaranya bisa luka pada kulit yg mati rasa kena api atau pisau,

mengajarkan cara perawatan pada kulit yang mati rasa dan kering dengan

mengoleskan minyak, dan pada telapak tangan /kaki yang rasa rabanya

berkurang /hilang dengan memakai alas kaki yang bawahnya keras tapi

atasnya lunak, dan pada tangan memakai sarung tangan/pelindung tangan

yang tahan panas bila memegang benda yang panas.

E. Evaluasi metode SOAP untuk mengetahui keefektifan tindakan keperawatan.

Pada evaluasi diagnosis keperawatan adalah S: keluarga Tn.T. mengatakan

tidak bisaanggota merawat anaknya yang penyakit kusta, keluarga Tn.T. bisa

menyebutkan tanda penyakit kusta, Keluarga Tn.T bisa menyebutkan apa itu

kusta, penyebab dan yang berbahaya buat penderita kusta (api, benda panas,

benda tajam) juga akibatnya, O: keluarga Tn.T. kooperatif atas pertanyan yang

diberikan, tidak bisa menyebut kan tanda penyakit kusta, A: Tujuan belum

tercapai, P: Lanjutkan Intervensi no1 dan 4 dan pada akhir kunjungan tanggal

07 Nopember 2014 dengan SOAP masalah teratasi.

B. Saran

1. Bagi Perawat/penulis

Perawat mampu memberikan dan meningkatkan pelayanan dalam asuhan

keperawatan keluarga, terutama dalam komunikasi keperawatan dan

informasi yang ada dalam masyarakat.

2. Bagi Puskesmas

Puskesmas bisa lebih meningkatkan promosi kesehatan mengenai penyakit

kusta. 3. Bagi Keluarga dan Pasien


Keluarga agar turut serta proses penyembuhan , motivasi dan perawatan pada

pasien, serta lebih antisipasi dalam proteksi diri agar terhindar dari penularan.
Lampiran
KUSTA / MORBUS HANSEN

A. DIFINISI

Morbus Hansen adalah penyakit infeksi yang kronis, disebabkan oleh

Mikrobakterium leprae yang obligat intra seluler yang menyerang syaraf perifer,

kulit, mukosa traktus respiratorik bagian Atas kemudian menyerang organ-organ

lain kecuali susunan saraf pusat. (Mansjoer Arif, 2000).

Kusta adalah penyakit infeksi kronis yang di sebabkan oleh mycobacterium lepra

yang interseluler obligat, yang pertama menyerang saraf tepi, selanjutnya dapat

menyerang kulit, mukosa mulut, saluran nafas bagian atas, sistem endotelial,

mata, otot, tulang, dan testis (djuanda, 4.1997 ).

Kusta adalah penyakit yang menahun dan disebabkan oleh kuman kusta

(mikobakterium leprae) yang menyerang syaraf tepi, kulit dan jaringan tubuh

lainnya. (Depkes RI, 1998).

Sampai saat ini penyakit kusta masih merupakan salah satu masalah kesehatan

masyarakat di Indonesia, meskipun pada pertengahan tahun 2000 sudah dapat

mencapai eliminasi kusta. Masalah penyakit kusta ini diperberat dengan

komleksnya epidemologi dan banyaknya penderita kusta yang mendapat

pengobatan ketika sudah dalam keadaan cacat sebagai akibat masih adanya

stigma dan kurangnya pemahaman tentang penyakit kusta dan, akibatnya di

sebagianbesar masyarakat Indonesia. Sebagai akibat keterlambatan pengobataan

penderita adalah penularan terus berjalan sehingga kasus baru banyak

bermunculan. Keadaan ini tentu akan menghambat pencapaian tujuan program

pemberantasan penyakit kusta.

B. PENYEBAB
- Penyebabnya adalah mycobacterium leprae

- Kuman penyebab mycobacterium leprae di temukan oleh GA,Hansen pada .

tahun 1874 di norwegai

- Berbentuk basil dengan ukuran 3 – 8 UmX0,5 Um;

- Bersifat gram positif, tahan asam tidak berspora, tidak bergerak dan alcohol.

- Mikobakterium leprae merupakan basil tahan asam (BTA) bersifat obligat

intraseluler, menyerang saraf perifer, kulit dan organ lain seperti mukosa

saluran nafas bagian atas, hati, sumsum tulang kecuali susunan saraf pusat.

Masa membelah diri mikobakterium leprae 12-21 hari dan masa tunasnya

antara 40 hari-40 tahun. Kuman kusta berbentuk batang dengan ukuran

panjang 1-8 micro, lebar 0,2-0,5 micro biasanya berkelompok dan ada yang

disebar satu-satu, hidup dalam sel dan BTA.

C. TANDA DAN GEJALA PASTI KUSTA

Tanda – tanda pasti kusta dalam program Kusta ada 3 yaitu

1. Kulit dengan bercak putih atau kemerahan dengan mati rasa

2. Penebalan dalm saraf tepi di sertai kelainan berupa mati rasa dan

kelemahan pada otot tangan, kaki, dan mata.

3.Pada pemeriksaan kulit BTA. +

Dikatakan menderita kusta apabila di temukan satau atau lebih dari tanda pasi

kusta dalam waktu pemeriksaan klinis. ( dirjen PPM & PL, 2003 )

D. KLASIFIKASI KUSTA

Tujuan Kalsifikasi adalah:

1. Penentuan prognosis

2. Penentuan terapi

3. Penentuan kriteria bebas dari obat dan pengawasan

4. Mengantisipsi terjadinya reaksi

5. Penyeragaman secara internasional –> kepentingan epidemiologis

l
Beberapa Klasifikasi WHO (1981)

- PB

- MB

E. ETIOLOGI

M.leprae atau kuman Hansen adalah kuman penyebab penyakit kusta yang

ditemukan oleh sarjanan dari Norwegia GH Armauer Hansen pada tahun 1873 .

Kuman ini bersifat tahan asam, berbentuk batang dengan ukuran 1-8 u, lebar 0,2-0,5

u, biasanya berkelompok dan ada yang tersebar satu – satu, hidup dalam sel

terutama jaringan yang bersuhu dingin dan tidak dapat dikultur dalam media

buatan. Kuman ini juga dapat menyebabkaninfeksi sistimik pada binatang

armadilo.

Masa Tunas : masa belah diri kuman kusta memerlukan waktu yang sangat lama

dibandingkan dengan kuman lain, yaitu 12-21 hari. Oleh karena itu masa tunas

menjadi lama, yaitu rata – rata 2-5 tahun.

F. PENGOBATAN

Obat – obatan umum yang bisa dipakai dalam pengobatan Morbus Hansen :

c. PB ( Tipe Kering )

Pengobatan bulanan : hari pertama 2 kapsul Rifampisin dan 1 tablet Dapson

(DDS), Pengobatan hari ke 2 : 28 tablet Dapson (DDS) tiap hari

Lama pengobatan 6 blister : 6 – 9 bulan

d. MB ( tipe Basah )

Pengobatan bulanan : hari pertama 2 kapsul Rifampisin, 3 tablet Lamprin

Dan 1 tablet Dapson, hari ke 2 – 28 : 1tablet Lamprin dan 1 tablet Dapson

Lama pengobatan 12 blister : 12 – 18 bulan.


RENCANGANAN RENCANA KEGIATAN (Pra Planning)

Asuhan Keperawatan Keluarga Tn. T.

Di Dusun Krajan Desa Balung Kulon Kecamatan Balung Kabupaten Jember

Nama Mahasiswa : Dodik Hariyanto

NIM : 12.01022014

Nama KK : Tn. T

Alamat : Dusun Krajan Desa Balung Kulon

Kunjungan ke /Tgl: III / 07 Nopember 2014

A. Tujuan

Melaksanakan tindakan keperawatan untuk mengatasi diagnosa kurangnya

pengetahuan keluarga yang berhubungan dengan ketidak mampuan keluarga

tantang penyakit kusta.

B. Tindakan

1) Jelaskan pengertian penyakit kusta.

2) Jelaskan penyebab penyakit kusta.

3) Jelaskan kepada keluarga tanda-tanda dan gejala penyakit kusta.

4) Jelaskan cara perawatan dan akibatnya bila tidak dilakuakan

5) Jelaskan benda-benda yang berbahaya dan akibatnya bagi penderita

penyakit kusta.

6)Mengajarkan cara merawat kulit yang mati rasa dan pemeriksaan kulit mati

rasa.

C. Kriteria hasil

1. Mengeri dan paham pengertian penyakit kusta

2. Bisa menyebutkan penyebab kusta yaitu kuman M.Leprae.

3. Bisa menyebutkan tanda-tanda penyakit kusat:

Bercak kulit mati rasa, penebalan saraf disertai gangguan yang disarafi, BTA

Positif untuk MB dan negatif untuk PB.

4. Cara perawatan penyakit kusta dan akibat bila tidak terawat.

5. Memahami bendan-benda yang bahaya bagi penyakit kusat.


6. Mendemonstrasikan perawatan dan pemeriksaan kulit yang mati rasa.

D. Metode

1).Kunjungan rumah.

2).Tanya Jawab

E. Mmedia yang dibutuhkan

Lembar balik

F. Waktu Pelaksanaan kegiatan

01 Nopember 2014 sampai dengan 7 Nopember 2014

G. Materi

1. Media pembelajaran/lembar balik.

2. Tanya jawab

a. Apa itu penyakit kusta?

b. Apa penyebab penyakit kusta?

c. Sebutkan tanda-tanda dan gejala penyakit kusta?

d. Gimana cara perawatan penyakit kusta?

e. Benda-benda apa yang berbahaya bagi penderita kusta?

f. Coba praktekkan cara pemeriksaan kulit yang mati rasa?

H. Evaluasi

Dari semua pertanyaan terjawab semuanya atau 100% dan tindakan pertanyaan
dihentikan

I. Lampiran

Materi
Lampiran
KUSTA / MORBUS HANSEN

A. DIFINISI

Morbus Hansen adalah penyakit infeksi yang kronis, disebabkan oleh

Mikrobakterium leprae yang obligat intra seluler yang menyerang syaraf perifer,

kulit, mukosa traktus respiratorik bagian Atas kemudian menyerang organ-organ

lain kecuali susunan saraf pusat. (Mansjoer Arif, 2000).

Kusta adalah penyakit infeksi kronis yang di sebabkan oleh mycobacterium lepra

yang interseluler obligat, yang pertama menyerang saraf tepi, selanjutnya dapat

menyerang kulit, mukosa mulut, saluran nafas bagian atas, sistem endotelial,

mata, otot, tulang, dan testis (djuanda, 4.1997 ).

Kusta adalah penyakit yang menahun dan disebabkan oleh kuman kusta

(mikobakterium leprae) yang menyerang syaraf tepi, kulit dan jaringan tubuh

lainnya. (Depkes RI, 1998).

Sampai saat ini penyakit kusta masih merupakan salah satu masalah kesehatan

masyarakat di Indonesia, meskipun pada pertengahan tahun 2000 sudah dapat

mencapai eliminasi kusta. Masalah penyakit kusta ini diperberat dengan

komleksnya epidemologi dan banyaknya penderita kusta yang mendapat

pengobatan ketika sudah dalam keadaan cacat sebagai akibat masih adanya

stigma dan kurangnya pemahaman tentang penyakit kusta dan, akibatnya di

sebagianbesar masyarakat Indonesia. Sebagai akibat keterlambatan pengobataan

penderita adalah penularan terus berjalan sehingga kasus baru banyak

bermunculan. Keadaan ini tentu akan menghambat pencapaian tujuan program

pemberantasan penyakit kusta.

B. PENYEBAB
- Penyebabnya adalah mycobacterium leprae

- Kuman penyebab mycobacterium leprae di temukan oleh GA,Hansen pada .

tahun 1874 di norwegai

- Berbentuk basil dengan ukuran 3 – 8 UmX0,5 Um;

- Bersifat gram positif, tahan asam tidak berspora, tidak bergerak dan alcohol.

- Mikobakterium leprae merupakan basil tahan asam (BTA) bersifat obligat

intraseluler, menyerang saraf perifer, kulit dan organ lain seperti mukosa

saluran nafas bagian atas, hati, sumsum tulang kecuali susunan saraf pusat.

Masa membelah diri mikobakterium leprae 12-21 hari dan masa tunasnya

antara 40 hari-40 tahun. Kuman kusta berbentuk batang dengan ukuran

panjang 1-8 micro, lebar 0,2-0,5 micro biasanya berkelompok dan ada yang

disebar satu-satu, hidup dalam sel dan BTA.

C. TANDA DAN GEJALA PASTI KUSTA

Tanda – tanda pasti kusta dalam program Kusta ada 3 yaitu

1. Kulit dengan bercak putih atau kemerahan dengan mati rasa

2. Penebalan dalm saraf tepi di sertai kelainan berupa mati rasa dan

kelemahan pada otot tangan, kaki, dan mata.

3.Pada pemeriksaan kulit BTA. +

Dikatakan menderita kusta apabila di temukan satau atau lebih dari tanda pasi

kusta dalam waktu pemeriksaan klinis. ( dirjen PPM & PL, 2003 )

D. KLASIFIKASI KUSTA

Tujuan Kalsifikasi adalah:

1. Penentuan prognosis

2. Penentuan terapi

3. Penentuan kriteria bebas dari obat dan pengawasan

4. Mengantisipsi terjadinya reaksi

5. Penyeragaman secara internasional –> kepentingan epidemiologis


Beberapa Klasifikasi WHO (1981)

- PB

- MB

E. ETIOLOGI

M.leprae atau kuman Hansen adalah kuman penyebab penyakit kusta yang

ditemukan oleh sarjanan dari Norwegia GH Armauer Hansen pada tahun 1873 .

Kuman ini bersifat tahan asam, berbentuk batang dengan ukuran 1-8 u, lebar 0,2-0,5

u, biasanya berkelompok dan ada yang tersebar satu – satu, hidup dalam sel

terutama jaringan yang bersuhu dingin dan tidak dapat dikultur dalam media

buatan. Kuman ini juga dapat menyebabkaninfeksi sistimik pada binatang

armadilo.

Masa Tunas : masa belah diri kuman kusta memerlukan waktu yang sangat lama

dibandingkan dengan kuman lain, yaitu 12-21 hari. Oleh karena itu masa tunas

menjadi lama, yaitu rata – rata 2-5 tahun.

F. PENGOBATAN

Obat – obatan umum yang bisa dipakai dalam pengobatan Morbus Hansen :

e. PB ( Tipe Kering )

Pengobatan bulanan : hari pertama 2 kapsul Rifampisin dan 1 tablet Dapson

(DDS), Pengobatan hari ke 2 : 28 tablet Dapson (DDS) tiap hari

Lama pengobatan 6 blister : 6 – 9 bulan

f. MB ( tipe Basah )

Pengobatan bulanan : hari pertama 2 kapsul Rifampisin, 3 tablet Lamprin

Dan 1 tablet Dapson, hari ke 2 – 28 : 1tablet Lamprin dan 1 tablet Dapson

Lama pengobatan 12 blister : 12 – 18 bulan.

Anda mungkin juga menyukai