Anda di halaman 1dari 4

1.

1 Identifikasi Bahan Obat


2.7.1 Tragakan
Tragakan adalah eksudat kering gom dari Astragalus gummifer
Labillardiere atau spesies Asiatic lain dari Astragalus (Familia
Leguminosae)
 Pemerian: Tidak berbau; hampir tidak berasa.
 Kelarutan: Agak sukar larut dalam air, tetapi mengembang menjadi
masa homogen, lengket seperti gelatin
 Karakteristik Botani : Tragakan fragmen, datar, lamelia, kadang-
kadang melengkung atau helaian lurus atau spiral melengkung
dengan ketebalan dari 0,5 mm sampai 2,5 mm; warna putih hingga
kuning muda, bening dan susunanya bertonjolan, patahannya
pendek. Lebih mudah diserbukkan apabila dipanaskan pada suhu
hingga 500; tidak berbau; rasa tawar seperti lendir.
Jaringan helaian tragakan menjadi lunak dalam air atau gliserin P,
terbentuk banyak lamella dan sedikit butiran-butiran tepung.
Serbuk tragakan putih hingga putih kekuningan. Bila diamati di dalam
tetesan air, menujukkan sejumlah fragmen angular dari musilago
dengan lamella melingkar atau tidak beraturan, kadang-kadang
butiran tepung berdiameter sampai 25 μm sebagaian besar
sederhana, sferis hingga elip, kadang-kadang berkumpul 2 butir
sampai 4 butir, beberapa butir mengembang dan beberapa
diantaranya berubah. Serbuk menunjukkan beberapa atau tidak ada
fragmen jaringan tanaman berlignin (Gom India) (FI IV hal 799).
 Khasiat : Suspending agent

2. Bisacodylum
Bisakodil mengandung tidak kurang dari 98,0% dan tidak lebih dari
101,0% dihitung terhadap zat yang telah dikeringkan.
 Pemerian : Serbuk hablur; putih atau hampir putih; tidak berbau; tidak
berasa.
 Kelarutan : Praktis tidak larut dalam air; larut dalam 100 bagian etanol
(95%) P, dalam 35 bagian kloroform P dan dalam 170 bagian eter P.
 Khasiat : Laksativum
 Mekanisme kerja : Derivat-difenilmetan ini adalah laksansia kontak
populer yang bekerja langsung terhadap dinding usus besar (colon)
dengan memperkuat peristaltiknya. Tinja pun menjadi lunak. Di
samping penggunaannya sebagai pencahar umum, juga sering
digunakan untuk mengosongkan usus besar sebelum pembedahan
atau pemeriksaan dengan sinar Rontgen.
 Resorpsi : Dalam usus halus bisakodil diresorpsi sampai 50% dan
setelah desasetilasi dalam hati sebagian dikeluarkan dengan empedu
dan mengalami siklus enterohepatis. Metabolitnya juga aktif. Sisanya
diekskresi melalui ginjal. Bagian yang tidak diserap berkhasiat
terhadap dinding usus. Defekasi terjadi k.I. 7 jam, pada penggunaan
rektal setelah k.I. 30 menit. Karena resorpsi tidak diperlukan bagi
khasiat mencaharnya dan supaya jangan sampai membebankan hati,
tablet diberikan sebagai tablet e.c. tahan-asam yang baru pecah di
bagian bawah usus-halu. Dengan demikian, resorpsi dibatasi sampai
sedikit mungkin, lagi pula iritasi terhadap dinding lambung dihindari.

3. NORIT ( Ditjen POM, 1979)


 Nama Resmi : CARBO ADSORBENS
 Nama Lain : Arang penghilang warna, arang jerap
 Rumus kimia : Tersusun atas karbon
 Pemerian : Serbuk sangat halus, bebas dari butiran; hitam, tidak
berbau, tidak berasa.
 Kelarutan : Praktis, tidak larut dalam air dan dalam etanol (95%)P.
 Khasiat : sebagai adsorben ( Khasiat obat ini adalah mengikat atau
menyerap toksin bakteri dan hasil-hasil metabolisme serta melapisi
permukaan mukosa usus sehingga toksin dan mikroorganisme tidak
dapat merusak serta menembus mukosa usus).( farmakologi & terapi
UI 2007 )
 Mekanisme kerja : Adsorben mengikat bakteri dan toksin sehingga
dapat dibawa melalui usus dan dikeluarkan bersama tinja. Adsorben
yang digunakan dalam sediaan diare antara lain attapulgit aktif,
karbon aktif, garam bismuth, kaolin dan pektin (Harkness, 1984).
 Resorpsi : obat ini memiliki daya serap pada permukaannya
(adsorpsi) yang kuat, terutama terhadap zat-za yang molekulnya
besar, seperti alkaloida, toksin, bakteri, atau zat-zat beracun
yangberasal dari makanan.

2.1 Hewan Coba


2.1.1 Pemilihan Hewan Uji
Sekurang-kurangnya dua jenis hewan, lebih disarankan empat jenis,
terdiri dari roden dan nirroden, baik jantan maupun betina, satu galur, dewasa
sehat, dan beratnya seragam (variasi yang diperbolehkan lebih kurang 10%).
Kingdom : Animalia
Filum : Chordata
Clasis : Mammalia
Ordo : Rodenita
Famili : Muridae
Sub Famili : Murinae
Genus : Mus
Species : Musmusculus
Type Mencit putih DDY (Dutch Democtaric Yokohama)
Mencit bersifat penakut, mudah ditangani, fotofobik, cenderung
berkumpul dengan sesamanya, kencenderungan untuk bersembunyi, lebih aktif
pada malam hari, dan kehadiran manusia akan mengganggu mencit.
2.3.2 Karakteristik Hewan Coba

No Karakteristik Mencit (Mus musculus)


1 Pubersitas 35 hari
2 Masa beranak Sepanjang tahun
3 Hamil 19-20 hari
4 Jumlah sekali lahir 4-12 (biasanya 6-8)
5 Lama hidup 2-3 tahun
6 Masa laktasi 21 hari
7 Frekuensi kelahiran/tahun 4
8 Suhu tubuh 37,9-39,2ºC
9 Kecepatan respirasi 136-216/mencit
10 Tekanan darah 147/106 S/D
11 Volume darah 7,5%BB

2.3.3 Cara Memperlakukan Mencit


a. Mencit diangkat dengan memegangnya pada ujung ekornya dengan
tangan kanan.
b. Biarkan mencit mengjangkau kawat kandang dengan kaki depannya.
c. Dengan tangan kiri, kulit tengkuknya dijepit diantara telunjuk dan ibu jari.
d. Pindahkan ekornya dari tangan kanan ke antara jari manis dan jari
kelingking tangan kiri, sehingga mencit cukup erat dipegang.
e. Pemberian obat kini dapat dimulai

2.3.4 Cara Pemberian Obat pada Mencit Per-oral


a. Bentuk sediaanya harus dalam bentuk suspensi, larutan atau emulsi.
b. Pemberian dilakukan dengan menggunakan jarum suntik yang ujungnya
tumpul (bentuk bola/kanulla) = SONDE.
c. Sonde kemudian dimasukkan ke dalam mulut, lalu perlahan-lahan di
masukan melalui tepi langit-langit ke belakang sampai esofagus.
d. Dorong piston sonde hingga cairan obat masuk seluruhnya.