Anda di halaman 1dari 9

Materi Sejarah Kelas XI IPA

PEMERINTAHAN INDONESIA SEJAK PROKLAMASI HINGGA


DEMOKRASI TERPIMPIN

Created by Aries Eka Prasetya, S.Pd, M.Si


1
HISTORY EDUCATION http ://ariesgoblog.wordpress.com/
Materi Sejarah Kelas XI IPA

A. UPAYA MEMPERSIAPKAN KEMERDEKAAN INDONESIA

1. Persiapan Kemerdekaan Indonesia

Pembentukan BPUPKI
(Dokuritsu junbi chosakia)
-Dibentuk pada tanggal 29 Mei 1945 oleh Jenderal Kumakichi
-Membentuk dasar filsafat negara Indonesia
-Menghasilkan dokumen yang berisi asas dan tujuan negara Indonesia.Dokumen
ini dikenal sebagai Piagam Djakarta yang isinya sebagai berikut :
1. Ketuhanan dengan berkewajiban menjalankan syariat-syariat islam bagi
para pemeluknya
2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
3. Persatuan Indonesia
4. Kerakyatan yang dpimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan
perwakilan
5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

Pembentukan PPKI
(Dokuritsu junbi Iinkai)
-Dibentuk pada tanggal 7 Agustus 1945 oleh Jenderal Terauchi

2. Landasan Dasar Proklamasi Kemerdekaan Indonesia


 Landasan dasar nasional Landasan ini tercemin di dalam pembukaan
UUD1945,yang kemudian disusun suatu Undang-Undang Dasar
 Landasan Internasional Landasan Untuk memperkuat kedudukan negara
Indonesia merdeka dan sebagai bukti-bukti internasional
1. Piagam Atlantik
2. Piagam San Fransisco

B. PROKLAMASI KEMERDEKAAN INDONESIA

1. Peristiwa Rengasdengklok
Pada tanggal 14 Agustus 1945,pasukan Jepang menyerah tanpa syarat kepada
pihak sekutu.Berita menyerahnya Jepang diketahui oleh kalangan muda melalui siaran
radio BBC (British Broadcasting Corporation) London.
Hal ini dimanfaatkan oleh kalangan muda untuk berkumpul dan bersepakat
bahwa kemerdekaan Indonesia merupakan hak dan masalah rakyat Indonesia yang
tidak bergantung kepada negara lain.
Tetapi Bung Karno menolak pandangan golongan muda.Golongan tua
berpendapat bahwa kemerdekaan Indonesia harus dilaksanakan melalui revolusi
secara teroganisir,karena pihaknya ingin membicarakan proklamasi kemerdekaan
Indonesia yang ditentukan tanggal 18 Agustus 1945 dalam rapat PPKI.

Created by Aries Eka Prasetya, S.Pd, M.Si


2
HISTORY EDUCATION http ://ariesgoblog.wordpress.com/
Materi Sejarah Kelas XI IPA

Akhirnya terjadilah perbedaan pendapat mengenai kemerdekaan antara golonga


muda dan golongan tua.Perbedaan itu mendorong para pemuda untuk membawa
Soekarno-Hatta (golongan tua) ke Rengasdengklok tanggal 16 Agustus 1945, agar
jauh dari pengaruh pemerintah pendudukan Jepang.

2. Perumusan Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia


Perumusan teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dilaksanakan di rumah
Laksamana Tadashi Maeda di Jalan Imam Bonjol No. 1.Naskah proklamasi
dirumuskan oleh Ir. Soekarno, Drs Moh. Hatta, dan Ahmad Subardjo.
Dalam perumusan naskah proklamasi itu, Ir. Soekarno membuat konsep dan
kemudian disempurnakan dengan pendapat dari Drs. Moh. Hatta dan Ahmad
Subardjo.Soekarno meminta Sayuti Melik untuk mengetik naskah proklamasi.

3. Proklamasi Kemerdekaan Indonesia


Pembacaan proklamsi kemerdekaan Indonesia dilaksanakan di depan rumah Ir.
Soekarno di Jalan Pegangsaan Timur No. 56 Jakarta, pada hari jum’at 17 Agustus
1945 pukul 10.00 WIB.

C. PENYEBARAN BERITA PROKLAMASI KEMERDEKAAN


INDONESIA

1. Penyebarluasan Berita Proklamasi


Sambutan dan dukungan terhadap proklamasi kemerdekaan Indonesia cukup
luas di kalangan masyarakat Indonesia.Berita tentang proklamasi tersebut menyebar
ke hampir seluruh penjuru tanah air melalui media massa,surat kabar, selebaran-
selebaran maupun radio.

2. Dukungan Rakyat terhadap Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

a. Rapat Raksasa di Lapangan Ikada


Pada tanggal 19 Agustus 1945 direncanakan akan diadakan rapat raksasa di
Lapangan IKADA dengan tujuan agar para pemimpin bangsa Indonesia dapat
berbicara langsung di hadapan rakyat Indonesia.Walaupun demikian, rapat
raksasa yang dilakukan di Lapangan IKADA mengalami banyak hambatan
seperti:
1) Pada tanggal 16 Agustus 1945, Jepang mengeluarkan pernyataan yang
melarang pelaksanaan rapat-rapat.
2) Adanya pro dan kontra di kalangan para menteri, mengingat bahaya yang
ditimbulkan terhadap larangan dari Jepang.
3) Pada saat terlaksananya rapat itu, Lapangan IKADA dijaga ketat dalam
radius satu kilometer oleh pasukan tank, pasukan pejalankaki, dan tentara
Jepang yang dilengkapi bayonet.

b. Peryataan Sri sultan Hamengku Buwono IX


Melalui pernyataan Sri Sultan Hamengku Buwono IX, negeri
Ngayogyakarrta Hadiningrat secara resmi menjaid wilayah kekuasaan Republik
Indonesia dengan kedudukannya sebagai daerah istimewa.

3. Tindakan-Tindakan Heroik di Berbagai Kota


Created by Aries Eka Prasetya, S.Pd, M.Si
3
HISTORY EDUCATION http ://ariesgoblog.wordpress.com/
Materi Sejarah Kelas XI IPA

Di Surabaya
-Selama Bulan September 1945 terjadi perebutan senjata di arsenal (gudang
Mesiu) Don Bosco dan perebutan markas pertahanan.
-Tanggal 22 September 1945 terjadi insiden bendera di Hotel Yamato.
Di Yogyakarta
-Perebutan kekuasaan di daerah Yogyakarta yang dikuasai oleh Jepang.
Di Semarang
-Pada tanggal 14 Oktober 1945, 400 orang tawanan ditawan oleh pemuda
Indonesia ke Semarang.Namun pada keesokan harinya pasukan Jepang
melakukan serbuan ke Semarang.Dengan demikian terjadilah pertempuran
lima hari di Semarang.
Di Sumbawa
-Pada bula Desember 1945, para pemuda Indonesia di Sumbawa melakukan
aksi perebutan pos-pos militer Jepang.,DLL

Created by Aries Eka Prasetya, S.Pd, M.Si


4
HISTORY EDUCATION http ://ariesgoblog.wordpress.com/
Materi Sejarah Kelas XI IPA

PEMBENTUKAN PEMERINTAHAN DAN


KELENGKAPAN NEGARA INDONESIA

1.Proses Terbentuknya Negara dan Pemerintahan Republik Indonesia

Pada tanggal 18 Agustus 1945 Panitia Persiapan Kemerdekann Indonesia (PPKI)


menyelenggarakan sidang untuk pertama kali yang dipimpin oleh Ir. Soekarno. Dalam sidang
PPKI itu dibahas berbagai persoalan untuk melengkapi keberadaan negara Republik Indonesia
yang baru diproklamasikan. Bahkan materi nyang dibahas dalam sidang PPKI itu merupakan
kelanjutan dari sidang BPUPKI tanggal 10 – 16 Juli 1845. dalam sidang PPKI itu berhasil
diambil suatu keputusan yang sangat penting bagi pemerintahan negara Republik Indonesia
yang baru berdiri. Keputusan yang berhasil dicapai adalah sebagai berikut.

a. Mengesahkan rancangan undang-undang dasar negara yang dibahas dalam sidang


BPUPKI menjadi Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia.
Selanjutnya Undang-Undang Dasar itu lebih dikenal dengan istilah
Undang-Undang Dsar 1945 (UUD 1945)

b. Memilih dan mengangkat Presiden dan Wakil Presiden sebagai pelaksana


pemerintahan yang sah dari Negara Republik Indonesia yang baru berdiri. Selanjutnya PPKI
memilih dan mengangkat Ir. Soekarno sebagai Presiden serta Drs. Mohammad Hatta sebagai
Wakil Presiden.

Created by Aries Eka Prasetya, S.Pd, M.Si


5
HISTORY EDUCATION http ://ariesgoblog.wordpress.com/
Materi Sejarah Kelas XI IPA

c.Membentuk Komite nasional Indonesia sebagai lembaga yang membantu Presiden dalam
melaksanakan tugas-tugasnyua sebelum terbentuknya Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)
melalui pemilihan umum (pemilu)

Sidang PPKI tanggal 18 Agustus 1845 berjalan dengan lancar dan berhasil membentuk
serta mengesahkan UUD 1945, memilih dan mengangkat Presiden dan Wkil Presiden serta
membentuk Komite Nasional Indonesia (KNI). Dengan demikian, serta tanggal 18 Agustus
1945, yaitu sehari setelah Indonesia merdeka, negara Republik Indonesia telah memiliki
sistem pemerintahan yang sah dan diakui oleh seluruh rakyat Indonesia.

2.Pembentukan Lembaga-Lembaga Kelengkapan Negara

a. Pembentukan Lembaga Kementrian (Departemen)

Menteri merupakan jabatan yang memimpin departemen-departemen. Oleh karena itu,


pembentukan lembaga kementrian juga diikuti dengan pembentukan departemen-departemen.
Departemen ini menangani bidang-bidang yang lebih khusus lagi, sehingga seorang menteri
yang diangkat untuk memimpin departemen, hendaknya memahami bidang yang akan
ditanganinya itu. Departemen-departemen yang dibentuk beserta menteri-menteri yang
diangkat adalah sebagai berikut :

1.Departemen Dalam Negeri : R.A.A. Wiranata Kusumah,


2.Departemen Luar Negeri : Mr. Ahmad Subardjo,
3.Departemen Keuangan : Mr. .A.A. Maramis,
4.Departemen Kehakiman : Prof. mr. Dr. Soepomo
5.Departeman Kemakmuran : Ir. Surahman T. Adisurjo,

Created by Aries Eka Prasetya, S.Pd, M.Si


6
HISTORY EDUCATION http ://ariesgoblog.wordpress.com/
Materi Sejarah Kelas XI IPA

6.Departemen Keaman Rakyat : Supriyadi,


7.Departemen Kesehatan : Dr. Buntaran Martoatmodjo,
8.Departemen Pengajarn : Ki Hajar Dewantara,
9.Departemen Penerangan : Mr. Amir Syarifuddin,
10.Departemen Sosial : Mr. Iwa Kusumasumantri
11.Departemen Pekerjaan Umum : Abikusno Tjokrosujoso
12.Departemen Perhubungan (a.i) : Abikusno Tjokrosujoso

bPembentukan Komite nasional Indonesia dan Daerah

Dalam rapat PPKI tanggal 22 Agustus 1945 di Gedung Kebaktian Rakyat Jawa
(Gambir Selatan, Jakarta) dibahas tiga masalah utama yang pernah dibicarakan dalam sidang
sebelumnya. Pertemuan itu dipimpin oleh Wakil Presiden Republik Indonesia Dr5s.
Mohammad Hatta.. Hasil yang dapat dicapai adalah sebagai berikut.

1)KNI (Komite Nasional Indonesia) merupakan badan atau lembaga yang berfungsi sebagai
Dewan Perwakilan Rakyat sebelum dilaksanakannya pemilihan umum (pemilu). KNI ini
disusun dari tingkat pusat hingga ke tingkat daerah.
2)PNI (Partai Nasional Indonesia) dirancang menjadi partai tunggal negara Republik
/indonesia, tetapi dibatalkan.
3)BKR (Badan Keamanan Rakyat) berfungsi sebagai keamanan umum pada tiap-tiap daerah.

Komite Nasional Indonesia akhirnya berhasil dibentuk dengan baik bahkan


selanjutnya dibentuk Komitr Nasional Indonesia Daerah (KNID). Komite Nasional Indonesia
Pusat Dipimpin oleh kasman Singodimedjo dan Suwiryo sebagai sekretarisnya. Anggota
Komite Nasional Indonesia pusat terdiri atas 136 orang. Pada tanggal 25 Agustus 1945
pemerintahan Republik Indonesia dengan resmi mengumumkan terbentuknya KNIP dan
pelantikannya dilaksanakan pada tanggal 29 Agustus 1945.
Dalam rapat KNIP tanggal 16 Oktober 1945, Wakil Presiden Republik Indonesia
mengeluarkan Keputusan No. X yang isinya memberikan kekuasaan dan wewenang legislatif
kepada KNIP untuk ikut serta dalam menetapkan Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN)
sebelum MPR terbentuk dalam Pemillihan umum. Kemudian atas desakan Ketua badan
Pekerja Komite Nasional Indonesia Pusat (BP-KNIP) Sultan Syahir, pada tangga 3 Nopember
1945 pemerintah mengeluarkan Maklumat Politik yang ditandatangani oleh Wakil Presiden
Republik Indonesia. Isi dari Maklumat Politik itu adalah sebagai berikut,

1)Pemerintah mengehendaki adanya parta-partai politik, karena partai politik itu dapat
membuka jalan bagi semua aliran atau paham yang ada dalam masyarakat.
2)Pemerintah berharap supaya parta-partai politik itu telah tersusun sebelum dilaksanakannya
pemilihan anggota Badan Perwakilan Rakyat pada bulan Januari 1946.

Dengan demikian, KNIP memiliki peranan dan tugas yang sangat penting pada awal
berdirinya negara Republik Indonesia, karena dapat membantu Presiden dalam menjalankan
tugas-tugas kenegaraan. Disamping itu, juga dapat memberikan masukan kepada Presiden
dalam menjalankan tugas-tugas kenegaraannya.

Created by Aries Eka Prasetya, S.Pd, M.Si


7
HISTORY EDUCATION http ://ariesgoblog.wordpress.com/
Materi Sejarah Kelas XI IPA

c)Pembentukan Alat Kelengkapan Keamanan Negara

Setelah mendengar laporan panitia kecil yang dipimpin oleh Ahmad Subardjo, rapat
dilanjutkan dengan membahas masalah pertahanan dan keamanan negara. Hasil dari rapat
tersebut adalah sebagai berikut :

1.Rencana pembelaan negara dari Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan


Indonesia ( BPUPKI) yang mengandung unsur politik perang, tidak dapat diterima.
2.Tentara PETA di Jawa dan Bali Serta Laskar Rakyat di Sumatera dibubarkan, karena
merupakan organisasi buatan Jepang yang kedudukannya didalam dunia internasional tidak
memiliki ketentuan dan kekuatan hukum. Negara Indonesia membutuhkan alat pertahanan
negara yang sebaik-baiknya.

Sidang menerima usul tersebut secara aklamasi. Adapun urusan kepolisian


dimaksukan dan menjadi bagian dari Departemen Dalam Negeri. Peserta sidang mengusulkan
kepada Presiden Republik Indonesia agar menunjuk panitia pelaksana untuk mempersiapkan
pembentukkan tentara kebangsaan dan kepolisian. Selanjutnya Presiden menunjuk Abdul
Kadir (ketua), Kasman Singodimedjo, dan Otto iskandardinata untuk mempersiapkan
pembentukkannya. Di samping itu, peserta sidang juga membahas perlunya dengan segera
diciptakan kententraman dan kemanan.

Created by Aries Eka Prasetya, S.Pd, M.Si


8
HISTORY EDUCATION http ://ariesgoblog.wordpress.com/
Materi Sejarah Kelas XI IPA

Sementara itu, pada tanggal 19 Agustus 1945, para pemuda meminta Presiden dan
Wakil presiden menghadiri rapat yang diselenggarakn di jalan Prapatn 10 jakarta, pukul
14:55. rapat itu dipimpin oleh Adam Malik bersama Kasman Singodimedjo dan Ki Hajar
Dewantara. Dalam rapat itu, Adam Malik membacakan dekrit mengenai lahirnya Tentara
Republik Indonesia yang berasal dari anggota-anggota PETA maupun Heiho. Presiden dan
Wakil Presiden tidak keberatan terhadap usul itu, namun belum dapat memutuskan pada saat
itu.

Created by Aries Eka Prasetya, S.Pd, M.Si


9
HISTORY EDUCATION http ://ariesgoblog.wordpress.com/