Anda di halaman 1dari 16

RMK AKUNTANSI KEUANGAN MENENGAH II

BAB 15
EKUITAS

Disusun oleh :
Kelompok 2 Kelas E-Akuntansi

1. Irna Amelia Moehardiono. (17013010164)


2. Moch. Fadil Pratama (17013010170)
3. Wahyu Mas Bayu Anggah. (17013010186)
4. Anggraeni Nur Siswiraningtyas (17013010198)
5. Fabiola Dinda Effendi. (17013010199)

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS


JURUSAN AKUNTANSI
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN”
JAWA TIMUR
2019
BAB 15 - EKUITAS

BENTUK ORGANISASI PERUSAHAAN

Dari 3 bentuk utama organisasi bisnis (kepemilikan, kemitraan, dan perusahaan), bentuk
perusahaan lah yang paling mendominasi. Karakteristik khusus dari bentuk perusahaan yang
mempengaruhi akuntansi meliputi:

1. Pengaruh hukum perusahaan


2. Penggunaan sistem saham
3. Pengembangan berbagai kepentingan kepemilikan

Hukum Perusahaan

Siapapun yang ingin mendirikan perusahaan harus menyerahkan anggaran dasar


perusahaan (articles of incorporation) pada Negara bagian tempat perusahaan itu didirikan.

Sistem Saham

Ekuitas pemegang saham dalam satu perusahaan umumnya terdiri dari sejumlah besar
unit atau lembar saham. Setiap saham memiliki hak dan keistimewaaan tertentu yang hanya
dapat dibatasi oleh kontrak khusus pada saat saham diterbitkan. Seseorang harus meneliti
anggaran dasar perusahaan, sertifikat saham, dan ketentuan hukum Negara bagian untuk
meyakinkan pembatasan atas atau variasi dari hak dan keitimewaan standar. Jika tidak ada
ketentuan yang membatasi, maka setiap saham memiliki hk-hak berikut :

1. Untuk membagi laba dan rugi secara proporsional

2. Untuk ikut serta dalam manajemen (hak untuk memilih direktur) secara proporsional

3. Untuk membagi aktiva perusahaan apabila terjadi likuidasi secara roporsional

4. Untuk ikut serta secara proporsional dalam setiap penerbitan saham baru dari kelompok

yang sama disebut hak istimewa.


Hak Istimewa untuk melindungi seorang pemegang saham dari kehilangan kepentingan
kepemilikan di luar kemauannya. Tanpa hak ini, pemegang saham yang memiliki persentase
kepentingan tertentu akan merasa dirugikan akibat penerbitan saham tambahan tanpa
sepengetahuannya pada tingkat harga yang tidak menguntungkan mereka. Namun banyak
perseroan yang menghapus hak istimewa ini, karena hak istimewa ini melekat pada saham yang
akan membuat perusahaan tidak dapat menerbitkan lebih banyak saham tambahan, seperti yang
sering dilakukan ketika mengakuisisi perusahaan lain.

Berbagai Kepentingan Kepemilikan

Dalam setiap perseroan ada kelompok saham yang mewakili kepemilikan dasar, yaitu
saham biasa dan saham preferen. Saham Biasa adalah hak residu perseroan yang menanggung
ririko besar bila terjadi kerugian dan menerima manfaat bila terjadi keuntungan. Pegeang saham
ini tidak dijamin akan menerima dividen tetapi mereka ikut dalam manajemen perusahaan.
Sedangkan shama preferen adalah sebagai pengganti atas setiap preferensi khusus, pemegang
saham preferen menjadi prioritas untuk mengklaim laba. Mereka dijaminkan untuk memperoleh
laba dan biasanya pada tingkat yang telah ditetapkan dan didahuukan pembayarannya daripada
pemegang saham biasa, namun mereka tidak memilik hak suara dalam manajemen perusahaan.

EKUITAS

Ekuitas (equity) adalah hak residual atas aset perusahaan setelah dikurangi semua
liabilitas. Ekuitas sering disebut sebagai ekuitas pemegang saham, atau modal perusahaan.
Ekuitas sering dikelompokkan pada laporan posisi keuangan ke dalam kategori berikut :

1. Modal saham
2. Premi saham
3. Saldo laba
4. Akumulasi penghasilan komprehensif lain
5. Saham tresuri
6. Kepentingan nonpengendali (hak minoritas)

Penerbitan Saham

1. Masalah akuntansi yang ada pada penerbitan saham akan dibahas dalam topik berikut :
2. Akuntansi untuk saham dengan nilai pari
3. Akuntansi untuk saham tanpa nilai pari
4. Akuntansi untuk penerbitan saham yang digabungkan dengan sekuritas lainnya (penjualan
lump sum)
5. Akuntansi untuk saham yang diterbitkan dalam transaksi non kas
6. Akuntansi untuk biaya penerbitan saham

Nilai Pari Saham

Untuk memperlihatkan informasi tentang penerbitan saham dengan nilai pari, akun harus
dipertahankan untuk masing-masing kelompok saham berikut :

1. Saham Preferen atau Saham Biasa. Kedua akun ini mencerminkan nilai pari saham perseroan
yang diterbitkan. Akun ini dikredit ketika saham pertama kali diterbitkan. Tidak ada ayat
jurnal tambahan pada akun ini kecuali saham tambahan yangditerbitkan atau saham yang
ditarik
2. Modal Disetor yang Melebihi Nilai Pari atau Tambahan Modal (Additional Paid-in Capital).
Menunjukkan setiap nilai pari yang disetor oleh pemegang saham sebagai pengganti saham
yang diterbitkan untuk mereka

Saham Tanpa Nilai Pari

Banyak Negara bagian mengizinkan penerbitan modal saham tanpa nilai pari. Jika saham
tidak memiliki nilai pari maka perlakuan yang dapat dipertanyakan dalam menggunakan nilai
pari sebagai dasar untuk nilai wajar tidak akan muncul. Situasi ini memiliki keunggulan tertentu
jika saham yang diterbitkan untuk pos-pos property seperti aktiva tetap berwujud atau tidak
berwujud.

Kelemahan utama dari saham tanpa nilai pari adalah bahwa beberapa Negara bagian
mengenakan pajak yang tinggi atas penerbitan ini, dan totalnya akan dimasukkan sebagai modal
dasar yang akan mengurangi fleksibilitas dalam pembayaran dividen.

Saham yang Diterbitkan dengan Efek Lain (Penjualan Lumsum)

Masalah akuntansi dalam penjualan lump sum adalah mengalokasikan hasil di antara
beberapa kelompok sekuritas. Perusahaan menggunakan dua metode alokasi yang tersedia yaitu :
(1) metode proporsional, (2) metode inkremental
Metode Proporsional adalah jika nilai pasar wajar atau dasar lainnya yang baik untuk
menentukan nilai relative setiap kelompok sekuritas tersedia, maka nilai lump sum yang diterima
dialokasikan antara kelompok-kelompok sekuritas atas dasar proporsional.

Metode Inkremental adalah jika nilai pasar wajar semua kelompok sekuritas tidak dapat
ditentukan, maka metode incremental dapat digunakam. Nilai pasar sekuritas itu digunakan
sebagai dasar untuk kelompok-kelompok yang telah diketahui dan sisa dari nilai lump sum
dialokasikan ke kelompok di mana nilai pasar tidak diketahui.

Saham yang Diterbitkan dalam Transaksi Nonkas

Akuntansi untuk penerbitan saham atas priperti atau jasa kadang-kadang menimbulkan
maslaah dalam penilaian. Aturan umumnya adalah ; Saham yang diterbitkan untuk jasa atau
property selain kas harus dicatat, baik pada nilai pasar wajar saham yang diterbitkan maupun
pada nilai pasar wajar pertimbangan non kas yang dterima, tergantung mana yang dapat
ditentukan secara jelas. Jika keduanya telah dapat ditentukan, dan transaksi itu merupaan hasil
pertukaran jarak jauh, maka kemungkinan terjadinya perbedaan nilai pasar wajar sangatlah kecil.
Dalam kasus seperti itu, tidak menjadi masalah mana yang akan digunakan sebagai dasar untuk
penilaian pertukaran.

Biaya Penerbitan Saham

Biaya penerbitan harus mengurangi kas yang diterima dari penjualan saham.

Perolehan Kembali Saham

Setelah membei kembali saham, perusahaan dapat menarik merak atau menahannya dalam
bentuk kas untuk diterbitkan kembali. Jika tidak ditarik, saham tersebut disebut sebagai saham
tresuri, yaitu saham milik perusahaan sendiri yang dibeli kembali setelah diterbitkan dan dibayar
penuh. Saham tresuri bukan merupakan aset. Kepemilikan saham tresuri tidak memberikan
perusahaan hak untuk memilih, untuk menggunakan hak memesan hak terlebih dahulu sebagai
pemegang saham.

 Pembelian Saham Tresuri


1. Metode biaya : menghasilkan pendebitan saham tresuri untuk biaya perolehan kembali
dan dalam melaporkan akun ini sebagai pengurang ekuitas pada laporan posisi keuangan.
2. Metode nilai pari atau nilai yang dinyatakan : mencatat semua transaksi saham tresuri
pada nilai parinya dan melaporkan sahan tresuri hanya sebagai pengurang modal saham.
 Penjualan Saham Tresuri
1. Penjualan saham tresuri di atas biaya perolehannya
Bila harga jual saham tresuri melebihi biaya perolehannya, perusahaan
mengkredit selisihnya ke premi. Keuntungan penjualan ini : 1) keuntungan atas
penjualan terjadi saat menjual aset;seham tresuri bukan aset, 2) keuntungan atas
kerugian tidak boleh diakui dari transaksi saham dengan pemegang sahamnya
sendiri.
2. Penjualan saham tresuri di bawah biaya perolehannya
Ketika perusahaan menjual saham tresuri di bawah perolehannya, perusahaan
biasanya mendebit kelebihan biaya perolehan dari harga jual ke premi saham
tresuri. Setelah menghilangkan saldo kredit pada premi saham tresuri, perusahaan
mendebit setiap kelebihan biaya perolehan yang melebihi harga penjualan ke
saldo laba.
 Menghentikan Saham Tresuri
Penghentian saham tresuri memiliki status saham yang diotorisasi dan tidak diterbitkan.
Pengaruh akuntansinya sama dengan penjualan saham tresuri kecuali perusahaan
mendebit akun ekuitas yang tepat terkait dengan penghentian saham dan bukan kas.

SAHAM PREFEREN

Fitur yang paling sering dilaukan dengan penerbitan saham preferen adalah :

1. Preferensi untuk dividen


2. Preferensi untuk aset jika terjadi likuidasi
3. Dapat dikonversi menjadi saham biasa
4. Dapat ditarik kembali pada opsi dari perusahaan
5. Tidak memiliki hak suara
Perusahaan biasanya menerbitkan saham preferen dengan nilai pari, dari preferens dividen
dinyatakan sebagai persentase dari nilai pari. Perusahaan sering menerbitkan saham preferen
karena tingginya rasio utang terhadap ekuitas.

Fitur Saham Preferen

 Saham Preferen Kumulatif


Mensyaratkan bahwa jika perusahaan gagal membayar dividen dalam setiap tahunnya,
maka perusahaan harus menyelesaikannya pada tahun berikutnya membayar dividen
kepada pemegang saham biasa. Setiap dividen yang terlewat atas saham preferen
kumulatif merupakan dividen tunggakan.
 Saham Preferen Partisipasi
Berbagi secara rata dengan pemegang saham biasa atas setiap pembagian laba di luar
tingkat yang ditentukan. Biasanya saham ini hanya memiliki partisipasi sebagian.
 Saham Preferen Konvertibel
Memungkinkan pemegang saham, sesuai opsinya, untuk menukar saham preferen
menjadi saham biasa pada rasio yang telah ditentukan. Juga memiliki opsi untuk
mengonversi menjadi pemegang saham biasa dengan partisipasi tak terbatas atas laba.
 Saham Preferen Callable (callable preference shares)

Mengizinkan perusahaan penerbit saham pada opsinya, untuk menarik atau menebus,
saham preferen yang beredar pada tanggal tertentu di masa depan dan pada harga yang
telah ditentukan. Jika saham prefen di tarik untuk ditebus maka setiap deviden yang
menunggak harus dibayar.

 Saham Preferen yang Dapat Ditukar (redeemable preference shares)

Semakin banyak terbitan saham preferen yang mempunyai fitur yang membuat sekuritas
itu semakin mirip dengan utang (kewajiban hukum untuk membayar) daripada instrument
ekuitas. Misalnya pada saham preferen yang dapat ditukar ini mempunyai periode
penebusan wajib atau fitur penebusan yang tidak dapat dikendalikan oleh perusahaan
penerbit saham.

Akuntansi dan Pelaporan Saham Preferen

Akuntansi saham preferen pada saat penerbitannya sama dengan saham biasa. Perusahaan
mengalokasikan hasil yang diperoleh antara nilai pari saham preferen dan premi saham.
Berkebalikan dengan obligasi konvertibel (dicatat sebagai kewajiban saat tanggal penerbitan),
perusahaan memasukkan saham preferen konvertibel sebagai ekuitas pemegang saham. Ketika
menerbitkan saham preferen konvertibel, Perusahaan tidak mengakui keuntungan atau kerugian
ketika berurusan dengan pemegang saham dalam kapasitas mereka sebagai pemilik perusahaan.
Namun perusahaan memakai metode nilai buku : mendebit saham preferen dan tambahan modal
disetor yang terkait dan mengkredit saham biasa dan tambahan modal disetor (apabila ada
kelebihan)

KEBIJAKAN DIVIDEN
Sangat sedikit perusahaan yang membayar dividen dalam jumlah yang setara dengan
ketersediaan saldo secara legal. Alasan utamanya adalah Sebagai berikut :

1. Untuk mematuhi perjanjian (kontrak obligasi) dengan kreditor tertentu untuk menahan
semua atau sebagian laba, dalam bentuk aktiva, guna membentuk proteksi tambahan
terhadap kemungkinan kerugian

2. Untuk memenuhi kebutuhan perusahaan,bahwa laba setara dengan biaya perolehan saham
treasuri yang akan dibatasi dengan pengumuman dividen

3. Untuk menahan aset yang seharusnya dibayarkan sebagai dividen untuk membiayai
pertumbuhan atau perluasan.

4. Untuk memperlancar pembayaran dividen dari tahun ke tahun dengan mengakumulasi laba
dalam tahun-tahun yang menghasilkan laba dan menggunakan akumulasi itu sebagai dasar
untuk membayar dividen tahun-tahun yang buruk

5. Untuk membuat bantalan atau penyangga terhadap kemungkinan kerugian atau kesalahan
dalam perhitungan laba.

Kondisi Keuangan dan Pembagian Dividen

Eksistensi kewajiban lancar sangat kuat menyatakan bahwa sebagian dari kas diperlukan
untuk membayar kewajiban lancar ketika jatuh tempo. Selain itu kebutuhan akan uang tunai
sehari-hari untuk penggajian dan pengeluaran lainnya yang tidak dimasukkan dalam kewajiban
lancar juga memerlukan kas.

Jadi, sebelum dividen diumumkan, manajemen harus mempertimbangkan ketersediaan


dana untuk membayar dividen. Suatu dividen sebaiknya tidak dibayarkan kecuali baik posisi
keuangan sekarang ataupun yang akan datang tampak menjamin pembagian dividen.

Jenis Dividen

1. Dividen Tunai

2. Dividen Properti

3. Dividen Likuidasi
4. Dividen Saham

Biasanya deviden dibayarkan dalam bentuk tunai namun kadang kadang dalam bentuk saham
atau aset lainya. Semua deviden kecuali deviden saham, aka mengurangi ekuitas perusahaan .

 Dividen Tunai (Cash Dividens)

Dewan direksi memeberikan suarasaat pengumuman dividen tunai. Pengumuman dividen tunai
merupakan Liabilitas dan karena pembayaran biasanya harus harus dilakukan dengan segera dan
biasanya disebut sebagai Liabilitas jangka pendek. Perusahaan tidak mengumumkan atau
membayar dividen tunai atas saham tresuri.

 Dividen Properti (Property Dividens)

Dividen Properti atau bisa di sebut juga dividen dalam bentuk barang Dividen properti ini dapat
berupa barang dagang, real estate, atau investasi yang ditetapkan oleh dewan direksi. Saat
dividen properti diumumkan, maka perusahaan menyatakan kembali nilai wajar properti yang
akan dibagikan dengan mengakui adanya keuntungan atau kerugian sebagai selisih nilai wajar
dengan nilai buku pada tanggal pengumuman.

 Dividen Likuidasi (Liquidating Dividens)

Dividen berdasarkan selain pada saldo laba, dapat digambarkan sebagai dividen likuidas hal ini
menyiratkan bahwa dividen ini merupakan pengembalian dari investasi pemegang saham dan
bukan dari laba. Setiap dividen yang tidak didasarkan pada laba merupakan pengurangan modal
disetor prusahaan dan sejauh itu merupakan dividen likuidasi.

 Dividen Saham (Stock Dividend)

Dividen saham merupakan penerbitan oleh suatu perseroan atas saham miliknya sendiri kepada
pemegang saham atas dasar prorata. Berpendapat bahwa nilai pari saham yang diterbitkan
sebagai dividen harus ditransfer dari laba ditahan ke modal saham. Sementara yang lainnya
berpendapat bahwa nilai wajar (fair value) saham yang diterbitkan—yaitu nilai pasarnya pada
tanggal pengumuman—harus ditransfer dari laba ditahan ke modal saham dan tambahan modal
disetor.

Jika dividen saham lebih kecil (biasa) dari 20-25% saham biasa yang beredar pada saat
pengumuman dividen, maka profesi akuntansi mensyaratkan bahwa nilai pasar wajar (fair
market value) saham yang diterbitkan harus ditransfer dari laba ditahan. Metode penanganan
dividen saham seperti ini dipertimbangkan atas dasar bahwa “banyak penerima dividen saham
memandangnya sebagai pembagian laba perusahaan dan bisasanya dalam jumlah yang ekuivalen
dengan nilai wajar saham tambahan yang diterima”.
Pemecahan Saham (Stock Split)

Pemecahan saham dilakukan untuk mengurangi nilai pasar saham, guna memperluas
kepemilikan saham, sehingga berada dalam batas kemampuan mayoritas investor.

Dari sudut pandang akuntansi, tidak ada ayat jurnal yang dicatat untuk pemecahan saham.
Namun suatu catatan memorandum dibuat untuk menunjukkan bahwa nilai pari saham telah
berubah, dan jumlah saham telah bertambah.

Pemecahan Saham dan Diferensiasi Dividen Saham

Pemecahan saham menghasilkan kenaikna jumlah saham yang beredar dan penurunna nilai pari
atau nilai ditetapkan per saham. Sedangkan dividen saham, meskipun menghasilkan kenaikan
jumlah saham yang beredar, namun tidak mengurangi nilai pari saham yang beredar.

Ketika tambahan saham terbitkan dengan tujuan mengurangi harga pasar per unit, maka
pembagian itu lebih merupakan pemecahan saham daripada dividen saham. Pengaruh ini
biasanya timbul jika jumlah saham yang diterbitkan lebih besar dari 20-25% jumlah
saham yang telah beredar sebelumnya (large stock dividend). Pembagian seperti ini disebut
dengan “pemecahan yang diberlakukan dalam bentuk dividen” atau “pemecahan saham”.

Selain itu, karena nilai pari saham yang beredar juga tidak berubah, maka transfer dari laba
ditahan hanya dilakukan dalam jumlah yang disyaratkan menurut akta. Biasanya hal ini
merupakan transfer dari laba ditahan ke modal saham sebesar nilai pari saham yang
diterbitkan, yang berlawanan dengan transfer nilai pasar saham yang diterbitkan seperti dalam
kasus dividen saham kecil.

Pengungkapan Pembatasan Pada Saldo Laba

Pembatasan atas laba ditahan atau dividen, tidak ada ayat jurnal formal yang dibuat tetapi
baiknya diungkapkan dengan catatan.

Pembatasan dapat didasarkan atas penahanan saldo laba ditahan tertentu, kemampuan
perusahaan untuk mengganti kebutuhan modal kerja tertentu, pinjaman tambahan, dan
pertimbangan lainnya.

PENYAJIAN DAN ANALISIS EKUITAS


Penyajian Ekuitas

Frost harus mengungkapkan hak-hak dan keistimewaan yang berkaitan dengan berbagai
sekuritas yang beredar. Misalnya perusahaan harus mengungkapkan semua dividen yang
dikeluarkan setelahnya dan preferensi likuidasi, hak partisipasi, harga dan tanggal penarikan,
persayaratan modal tertanamm, hak suara khusus, dan syarat-syarat kontrak lain yang penting
dalam menerbitkan saham tambahan. Preferensi likuidasi harus diungkapkan dalam bagian
ekuitas pada neraca, dan bukan dalam catatan pada laporan keuangan, untuk menekankan
kemungkinan akibat pembatasan ini pada arus kas dimasa depan.

FROST CORPORATION
EKUITAS PEMEGANG SAHAM
31 Desember 2007
Modal saham:
Saham preferen, nilai pari $100, kumulatif 7%, diotorisasi
100.000 lembar, diterbitkan dan beredar 30.000 lembar $ 3.000.000
Saham biasa, tanpa nilai pari, nilai ditetapkan $10 per lembar
500.000 lembar diotorisasi, 400.000 lembar diterbitkan. 4.000.000
Dividen saham biasa yang dapat dibagikan, 20.000 lembar. 200.000
Total modal saham 7.200.000
Tambahan modal disetor:
Kelebihan dari nilai pari—preferen $150.000
Kelebihan dari nilai ditetapkan—biasa 840.000 990.000
Total modal disetor 8.190.000 4.360.000
Laba ditahan
Total modal disetor dan laba ditahan 12.550.000
Dikurangi: biaya saham treasuri (2.000 lemar, saham biasa) (190.000)
Akumulasi kerugian komprehensif lainnya22 (360.000)
Total ekuitas pemegang saham $12.000.000

Analisis

Analis menggunakan rasio ekuitas pemegang saham untuk mengefaluasi profitabilitas dan
solvensi jangka panjang perusahaan. Ada tida rasio sebagai berikut:

1. Tingkat pengembalian atas ekuitas saham biasa


Rasio ini menunjukkan seberapa banyak dollar laba bersih yang diperoleh dari setiap dollar yang
diinvestasikan oleh pemiliknya. Pengembalian atas ekuitas (ROE) juga menolong para investor
dalam menilai kelayakan saham ketika pasar pada umumnya dalam kondisi baik.

2. Rasio pembayaran

Merupakan rasio dividen tunai terhadap laba bersih. Jika saham preferen sedang beredar, maka
rasio ini dihitung unguk pemegang saham biasa dengan membagi dividen tunai yang dibayarkan
kepada pemegang saham biasa dengan laba bersih yang tersedia untuk pemegang saham biasa.
Sebagai contoh perhitungan ratio pembayaran:

3. Nilai buku persaham

Nilai buku per saham merupakan jumlah setiap saham yang akan diterima jika perusahaan
dilikuidasi atas dasar jumlah yang dilaporkan dalam neraca. Akan tetapi angka tersebut akan
kehilangan banyak relevansinya jika penilaian atas neraca tidak memperkirakan nilai pasar wajar
aktiva. Nilai buku per saham dihitung dengan membagi ekuitas pemegang saham biasa dengan
saham biasa yang beredar.

Tingkat Imbal Hasil atas Ekuitas Saham Biasa

Tingkat imbal hasil atas ekuitas saham biasa (Return on Equity (ROE)) mengukur
profitabilitas dari sudut pandang pemegang saham biasa. Rasio ini menunjukkan berapa dolar
laba neto yang diperoleh perusahaan untuk setiap dolar diinvestasikan oleh pemiliknya.

Rumus :
lABA NETO − DIVIDEN SAHAM PREFEREN
ROE = RATA−RATA EKUITAS PEMEGANG SAHAM BIASA

Perusahaan dapat meningkatkan imbal hasil atas ekuitas saham biasa melalui penggunaan
utang yang bijaksana atau pendanaan saham preferen. Perdagangan ekuitas menggambarkan
praktik menggunakan uang pinjaman atau menerbitkan saham preferen dengan harapan
memperoleh imbal hasil yang lebih tinggi atas uang yang digunakan. Singkatnya, perusahaan
sedang “memperdagangkan ekuitas dengan keuntungan”.

Rasio Pembayaran

Rasio pembayaran (Payout ratio) adalah rasio dividen tunai terhadap laba neto. Jika
saham preferen beredar, rasio ini sama dengan dividen tunai yang dibayarkan pada pemegang
saham biasa, dibagi dengan laba neto yang tersedia bagi pemegang saham biasa.
Rumus :
DIVIDEN TUNAI
Rasio Pembayaran = LABA NETO−DIVIDEN SAHAM PREFEREN

Nilai Buku Per Saham

Nilai buku per saham (book value per share) adalah jumlah yang akan diterima setiap
saham jika perusahaan dilikuidasi atas dasar jumlah yang dilaporkan dalam pelaporan posisi
keuangan. Namun, angka tersebut kehilangan sebagian besar relevansinya jika penilaian pada
pelaporan posisi keuangan gagal mendekati nilai wajar aset.

Rumus :
EKUITAS PEMEGANG SAHAM BIASA
Nilai Buku Per Saham = JUMLAH SAHAM BEREDAR

DIVIDEN SAHAM PREFEREN

Asumsikan tahun 2011, Muna Company membagikan dividen tunai sebesar $50.000,
saham biasa yang beredar memiliki nilai pari $400.000, dan 6 persen saham preferennya
memiliki nilai pari sebesar $100.000. Muna membagikan dividen untuk masing-masing kelas,
dengan menggunakan asumsi sebagai berikut :

1. Jika saham preferen adalah nonkumulatif dan nonpartisipasi

Preferen Biasa Total

6 % dari $100.000 $6.000 $6.000


Sisanya untuk saham biasa
$44.000 $44.000

TOTAL $6.000 $44.000 $50.000

2. Jika saham preferen adalah kumulatif dan nonpartisipasi, dan Muna Company tidak
membayar dividen untuk saham preferen dalam dua tahun sebelumnya.

Preferen Biasa Total

Dividen tunggakan, 6% dari $100.000 untuk 2 tahun $12.000 $12.000

Dividen pada tahun berjalan 6% dari $100.000 $6.000 $6.000


Sisanya untuk saham biasa $32.000 $32.000

TOTAL $18.000 $32.000 $50.000

3. Jika saham preferen adalah nonkumulatif dan partisipasi penuh

Preferen Biasa Total

Dividen pada tahun berjalan, 6% $6.000 $24.000 $30.000

Dividen partisipasi sebesar 4% $4.000 $16.000 $20.000

TOTAL $10.000 $40.000 $50.000

Dividen partisipasi yang ditentukan , sbb :

Dividen pada tahun berjalan :

Preferen, 6% dari 100.000 = $6.000

Biasa, 6 % dari $400.000 = $24.000 $30.000

Jumlah yang tersedia untuk partisipasi ($50.000 - $20.000


$30.000)

Nilai pari saham untuk partisipasi ($100.00)0 + $500.000


$400.000)

Tingkat partisipasi ($20.000 /$500.000) 4%

Dividen partisipasi :

Preferen, 4% dari $100.000 $4.000

Biasa, 4% dari $400.000 $16.000

TOTAL $20.000

4. Jika saham preferen adalah kumulatif dan partisipasi penuh, dan Muna Company tidak
membayar dividen untuk saham preferen dalam dua tahun sebelumnya.

Preferen Biasa Total

Dividen tunggakan, 6% dari $100.000 untuk 2 tahun $12.000 $12.000


Dividen pada tahun berjalan , 6% $6.000 $24.000 $30.000

Dividen partisipasi ; 1,6% ($8.000 / $500.000) $1.600 $6.400 $8.000

Total $19.600 $30.400 $50.000

NILAI BUKU PER SAHAM

Nilai buku per saham dalam bentuknya yang paling sederhana dihitung sebagai aset neto
dibagi dengan saham yang beredar pada akhir tahun.Lebih rumit apabila perusahaan memiliki
saham preferen dalam struktur modalnya Untuk mengilustrasikannya :

1. Perhitungan Nilai Buku Per Saham Jika Tidak ada Dividien Tunggakan

Ekuitas Preferen Biasa

Saham preferen , 5% $300.000

Saham biasa $400.000

Premi saham – biasa $37.500

Saldo laba $162.582

Total $300.000 $600.000

Saham yang beredar $4.000

Nilai buku per saham $150,02

2. Perhitungan Nilai Buku Per Saham Jika ada Dividen Tunggakan


Asumsikan 5% saham preferen kumulatid, dengan partisipasi sampai dengan 8% dan
bahwa dividen tersebut untuk tiga tahun sebelum tahun berjalan dalam tunggakan

Ekuitas Preferen Biasa

Saham preferen, 5% $300.000

Saham biasa $400.000

Premi saham biasa $37.500


Saldo laba :

Dividen tunggakan (3 tahun pada 5% per tahun) $45.000

Persyaratan tahun berjalan pada 5% $15.000 $20.000

Partisipasi - tambahan 3% $9.000 $12.000

Sisa untuk saham biasa $61.582

Total $369.000 $531.082

Saham yang beredar $4.000

Nilai buku per saham $132,77

Sehubungan dengan perhitungan nilai buku, analis harus mengetahui cara menangani hal
berikut : jumlah saham yang diotorisasi dan tidak diterbitkan, jumlah saham tresuri yang ada,
setiap komitmen terkait dengan penerbitan saham yang belum diterbitkan atau penerbitan
kembali saham tresuri, serta hak relatif dan hak istimewa dari bebagai jenos saham yang
diotorisasi.

Anda mungkin juga menyukai