Anda di halaman 1dari 2

NAMA : ENDRIANI MUSRIFAH

NIM : B200160195
KELAS : I

TUGAS KASUS
“Bekerja untuk Eli Lilly & Company”

1) Diskusikan kasus ini dari perspektif ultilitariaisme, hak, keadilan, dan perhatian.
Pandangan apa yang diberikan teori kebaikan pada etika dari peristiwa-peristiwa yang
digambarkan dalam kasus tersebut?
Jawaban :
a. Perspektif prinsip utilitariarisme, pihak perusahaan tidak mempertimbangkan
dampak social yang ditimbulkan dari pengujian yang menggunakan manusia sebagai
objek pengujian terutama pada tunawisma pencandu alcohol. Keadaan putus asa para
tunawisma pecandu alcohol memungkinkan mereka setuju mengambil pengujian
obat,tidaklah tepat bagi persahaan untuk dijadikan subjek pengujian karena mereka
tidak membuat keputusan berdasarkan rasional berpikirnyadan tidak mengetahui
potensi bahaya obat tersebut. Bila hal ini terus dilakukan maka banyak tunawisma
yang tidak memperbaiki kualitas hidupnya namun berharap kemudahan mendapatkan
uang dengan menjadi subyek percobaann diperusahaan eli lilly.
b. Perpektif hak, semua tunawisma harus mendapatkan perlakuan sama dalam
pemberian informasi dampak negative dari pengujian obat sehingga dengan
testimony tunawisma sebelimnya dapat membuatnya berfikir rasional tentang
keputusannya menjadi subyek pengujian obat.
c. Prespektif keadilan, perusahaan seharusnya tidak mengekploitasi tunawisma
tersebut karena manfaat dan keuntungan jangka panjang yang dirasakan perusahaan
tidak sebanding dengan manfaat jangka panjang yang dirasakan tunawisma tersebut.
d. Perspektif perhatian/caring, perusahaan seharusnya tidak hanya memberikan
fasilitas saja kepada tunawisma namun diperhatikan pula dampak kesehatan jangka
panjangnya karena merupakan keuntungan bagi perusahaan bahwa tunawisma ini
tidak menuntut bila terjadi dampak negative dari obat ini.
2) “Dalam suatu masyarakat yang bebas, semua individu dewasa harus diizinkan membuat
keputusan sendiri tentang bagaimana mereka memperoleh penghasilan.” Diskusikan
pertanyaan tersebut dalam kaitannya dengan kasus Lilly.
Jawaban : Menurut saya pernyataan tersebut dalam kasus ini individu bebas menentukan
bagaimana mereka memperoleh penghasilan namun dalam kasus diatas individu harus
memikirkan kembali apakah dengan cara menjadi ‘percobaan’ sudah tepat ? padahal diluar sana
masih banyak cara mendapat penghasilan dengan tidak menggadaikan nyawanya hanya untuk
percobaan yang bahkan efek dari obat tersebut belum pasti diketahui.

3) “Dalam suatu masyarakat yang bebas, semua individu dewasa harus diizinkan membuat
keputusan sendiri tentang bagaimana mereka memperoleh penghasilan.” Diskusikan
pertanyaan tersebut dalam kaitannya dengan kasus Lilly.
Jawaban : Penggunaan tuawisma dan pemabuk sebagai subjek pengujian obat yang dilakukan
oleh dokter lilly secara moral telah tepat karena dalam pengujian subjek diberikan tempat tidur
yang nyaman dan perawatan medis yang baik serta subjek diajuhkan dari obat-obatan lain dan
alkohol. Setelah penelitian subjek juga diberikan bayaran yang cukup untuk hidupnya, hanya saja
subjek salah menggunakan bayaran yang diterima, bayaran yang diterima digunakan untuk
mabuk dan bermalas-malasan. Legitimasi moral atas pasar bebas dalam tenaga kerja sudah
diputuskan oleh negara-negara yang ikut dalam pasar bebas. Sekarang kembali kepada pemimpin
negara tersebut dalam menyiapkan SDM (sumber daya manusia) negaranya untuk bersaing dalam
pasar bebas.

4) Bagaimana manajer Lilly seharusnya menangani masalah tersebut?


Jawaban : Menurut saya apa yang seharusnya dilakukan manajemen lily apabila mereka ingin
menggunakan tunawisma dan pecandu alkohol yaitu mereka harus menetapkan upah standar yang
sama, jangan hanya karena mereka dalam posisi menguntungkan mereka dapat membuat pihak
lain mengalami kerugian. Dan sebaiknya, manajer lily tidak memakai atau menguragi pecandu
alkohol karena selain badan mereka lebih retan mereka juga dalam kendali candu mereka pada
alkohol sehingga mereka tidak mampu mengambil keputusan yang tepat dan juga tidak layak
menjadi pengujian karena secara fisik mereka tidak sehat.