Anda di halaman 1dari 9

Laporan Praktikum Kimia Analitik I

Analisis Kation dan Anion

A. JUDUL PERCOBAAN
“Analisis Kation dan Anion”
B. WAKTU DAN TANGGAL PERCOBAAN
Jum’at, 11 Mei 2018 pukul 08.30 WIB – 11.30 WIB.
C. TUJUAN PERCOBAAN
Mengidentifikasi kation dan anion terhadap suatu sampel.
D. TINJAUAN PUSTAKA
Kimia analisis secara garis besar dibagi dalam dua bidang yang
disebut analisis kualitatif dan analisis kuantitatif. Analisis kualitatif
membahas tentang identifikasi zat-zat. Urusannya adalah unsur atau
senyawaan apa yang terdapat dalam suatu sampel atau contoh. Pada
pokoknya tujuan analisis kualitatif adalah memisahkan dan
mengidentifikasi sejumlah unsur. Analisis kuantitatif berurusan dengan
penetapan banyak suatu zat tertentu yang ada dalam sampel atau contoh.
Analisis kuantitatif membahas tentang pengidentifikasian zat-zat yang
terdapat dalam suatu sampel. Tujuan utama analisis kualitatif adalah
memisahkan dan mengidentifikasi sejumlah unsur.
Kimia analisis adalah ilmu yang mempelajari cara-cara
penganalisaan zat-zat kimia yang terdapat didalam sutu senyawa atau
larutan yang akan dianalisa baik jenis maupun kadarnya:
1. Analisa kualitatif adalah penyelidikan kimia mengenai jenis umur atau
ion yang terdapatdidalam zat tunggal atau campuran.
2. Analisa kuantitatif adalah penyelidikan kimia mengenai kadar unsur
atau ion yang terdapat didalam suatu zat tunggal atau campuran.
Analisis kualitatif dibagi menjadi dua bagian yaitu:
1. Analisa pendahuluan bertujuan untuk memperkirakan dan memberi
arah sehingga memperoleh gambaran terhadap contoh yang akan
ditulis dan diteliti. Analisa pendahuluan meliputi:
a. Organoleptis (menggunakan panca indera) yang dianalisis
biasanya berupa bentuk warna dan bau.
b. Pemanasan dengan tabung pijar.

1
Laporan Praktikum Kimia Analitik I
Analisis Kation dan Anion

c. Reaksi nyala (flame test), dilakukan dengan menggunakan


kawat Pt atau Nier. Warna-warna yang terjadi pada reaksi nyala
adalah sebagai berikut:
 Kation warna nyala
Kation Warna Nyala
Li+ Merah
Na+ Kuning
K+ Ungu
Ba2+ Kuning Hijau
Sr2+ Merah bata
Cu2+ Hijau Biru
Ca2+ Merah Kuning
2. Analisa kation dan anion. Setelah mempunyai gambar-gambaran
atau pemikiran awal maka langsung di identifikasi dengan cara tube
test, dengan menghasilkan reaksi yang khas.

Klasifikasi kation kedalam golongan-golongan analitis. Untuk


tujuan analisis kuantitatif sistematik kation-kation diklasifikasikan kedalam
5 golongan berdasarkan sifat-sifat kation itu terhadap beberapa magnesia.
Dengan memakai apa yang disebut reagnesia golongan kation dan dapat
juga memisahkan golongan-golongan ini untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Reagnesia golongan yang dipakai untuk klasifikasi kation yang
paling umum adalah asamklorida, hidrogen sulfida, amonium sulfida, dan
amonium karbonat. Klasifikasi ini berdasarkan atas apakah suatu kation
bereaksi dengan reagen-reagen ini dengan membentuk endapan atau tidak.
Jadi boleh dikatakan bahwa klasifikasi kation yang paling umumdidasarkan
pada perbedaan kelarutan dari klorida, sulfida, dan karbonat dari kation
tersebut.
Secara prinsip zat yang akan diidentifikasi dilarutkan kemudian
ditambahkan pereaksitertentu yang sesuai, yang akan mengendapkan
segolongan kation garam yang sukar larut atau hidroksidanya. Pereaksi
harus sedemikian rupa sehingga pengendapan kation, golongankation

2
Laporan Praktikum Kimia Analitik I
Analisis Kation dan Anion

selanjutnya tidak terganggu atau sebelumnya dapat dengan mudah


dihilangkan darilarutan yang hendak dianalisis.
Untuk identifikasi kation senyawa organik, pada umumnya
didasarkan atas kelarutannya dalam air. Jika senyawa tidak larut dalam air,
maka harus dilakukan destruksi. Cara destruksi tergantung dari senyawa
yang hendak dianalisis dan ditentukan dengan bantuan percobaan
pendahuluan. Prinsip destruksi ini terdiri dari pelelehan campuran senyawa
yang sukar larutdalam pereaksi yang sesuai dalam jumlah yang berlebih.
Akibatnya reaksi akan digeser sempurna kearah reaksi (Underwood, 1993).
. Kelima golongan kation dari ciri-ciri khas golongan-golongan ini
adalah sebagai berikut:
Golongan I : kation golongan ini membentuk endapan dengan asam
klorida encer. Ion-ion golongan ini adalah timbel, merkurium (I), raksa dan
perak.
Golongan II : membentuk endapan dengan hidrogen sulfida dalam
suasana asam mineral encer. Ion-ion yang termasuk dalam golongan ini
adalah merkurium (II), tembaga, cadmium, bismuth, stibium, dan timah.
Golongan III : membentuk endapan dengan ammonium sulfida dalam
suasana netral. Kation golongan ini antara lain nikel, besi, kromium,
aluminium, seng mangan, dan kobalt.
Golongan IV : membentuk endapan dengan amonium karbonat dengan
adanya amonium klorida dalam suasana netral atau sedikit asam.
Golongan V : disebut juga golongan sisa karena tidak bereaksi dengan
regnesia-regnesia golongan sebelumnya. Ion kation yang termasuk dalam
golongan ini antara lain magnesium, natrium, kalium, ammonium, litium,
dan hydrogen (G. Svehla, 1985).
Aplikasi pemisahan kation-kation. Salah satu aplikasi dari
pemisahan kation-kation dalam mengidentifikasi logam-logam yang
terkandung dalam sediaan kosmetik yang berfungsi sebagai zat pemutiara.
Zat pemutiara adalah suatu zat yang digunakan dalam kosmetik untuk
memberi efek seperti mutiara sehingga bagian wajah akan terlihat makin
segar dan logam-logam yang terdapat dalam kosmetik dapat menyebabkan

3
Laporan Praktikum Kimia Analitik I
Analisis Kation dan Anion

iritasi. Dari pemeriksaan golongan ternyata pada pemeriksaan golongan III


A memberikan reaksi positif terhadap logam aluminium (Al). Serbuk logam
aluminium sering digunakan dalam formula bedak sebagai zat yang
memberikan daya kilat. Garam-garam aluminium dapat merupakan
astringen pada kosmetik tertentu, tetapi dapat mengiritasi kulit (Hardjadi,
1990).
Golongan kation ketiga yaitu, besi (II) dan besi (III), aluminium,
kromium (III), dan Kromium (IV), nikel, kobalt, mangan (II) dan mangan
(VI) dan zink, mempunyai reagnesia golongan hidrogen sulfida (gas atau
larutan air jenuh); dengan adanya ammonia dan ammonium klorida atau
larutan ammonium sulfida. Pada reaksi golongan endapan-endapan dengan
berbagai warna; besi (II) sulfide (hitam), aluminium hidroksida (putih),
kromium (III) hidroksida (hijau), nikel sulfida (hitam), kobalt sulfida
(hitam), Mangan (II) Sulfida (merah jambu) dan zink sulfide (putih).
Logam-logam golongan ini tidak diendapkan oleh reagnesia golongan untuk
golongan II dan golongan II, tetapi semuanya diendapkan dengan adanya
amonium klorida, oleh hidrogen sulfida dari larutan yang telah dijadikan
basa dengan larutan amonia. Logam-logam ini diendapkan sebagai sulfida.
Kecuali aluminium dan kromium (G. Svehla, 1985).
Golongan kation keempat yaitu barium, strontium, dan kalsium,
mempunyai reagnesia golongan, larutan ammonium karbonat, reagnesia
tidak bewarna. Pada reaksi golongan kation-kation dengan golongan empat,
tidak bereaksi dengan asam khlorida, hidrogen, sulfida ataupun ammonium
sulfida, tetapi ammonium karbonat membentuk endapan putih.
Golongan kation kelima, magnesium, natrium, kalium, dan
ammonium tidak mempunyai reagnesia umum untuk kation-kation
golongan ini. Pada reaksi golongan kation-kation, golongan kelima tidak
bereaksi dengan asam klorida, hidrogen sulfida, ammonium sulfida,atau
dengan ammonium karbonat. Reaksi-reaksi khusus atau uji-uji nyala dapat
dipakai untuk mengidentifikasi ion-ion ini. Dari kation-kation golongan ini,
magnesium memperlihatkan reaksi-reaksi yang serupa dengan reasksi-
reaksi dari kation-kation dalam golongan keempat. Namun magnesium

4
Laporan Praktikum Kimia Analitik I
Analisis Kation dan Anion

karbonat dengan adanya garam ammonium, larut; maka dalam pengerjaan


analisis sistematis magnesium tak akan mengendap bersama kation
golongan keempat (G. Svehla, 1985).
E. ALAT DAN BAHAN
 Alat
1. Tabung reaksi 9. Kaki tiga
2. Gelas kimia 250 ml 10. Sentrifuge
3. Gelas kimia 100 ml 11. Gelas ukur
4. Rak tabung reaksi 12. Labu erlenmeyer
5. Spatula 13. Tabung didih semi mikro
6. Pembakar spirtus 14. Cawan penguap
7. Pipet tetes 15. Piala kecil
8. Penjepit kayu 16. Kaca arloji
 Bahan
 Golongan Umum
1. HCl 6 M 9. NH4NO3 2%
2. HCl encer 10. NH4OH encer
3. H2O2 3% 11. NH4Cl 1%
4. H2S 12. (NH4)2S 2%
5. NH4NO3 13. CH3COOH
6. HNO3 pekat 14. NH3 pekat
7. NH4Cl 20% 15. (NH4)2CO3
8. NH4OH 16. Aquades

 Golongan I
1. HCl 2 M 4. K2CrO4 1 M
2. H2O dingin 5. NH3 encer panas
3. H2O panas 6. KI 1 M
 Golongan II A
1. H2O2 1 % 4. NH4NO3
2. Air 5. HNO3 encer
3. H2S 6. NaOCl

5
Laporan Praktikum Kimia Analitik I
Analisis Kation dan Anion

7. HCl encer 12. Na2[Sn(OH)4]


8. SnCl2 13. CH3COOH encer
9. H2SO4 encer 14. K4[Fe(CN)6]
10. Alkohol 15. KCN
11. NH3 pekat 16. KSCN
 Golongan II B
1. HCl encer 9. CH3COOH 2 M
2. Kertas lakmus 10. NaNO3 kristal
3. HCl pekat 11. Rodamina – B
4. H2S 12. HgCl2
5. NH3 encer 13. FeCl3
6. H2O2 3 % 14. Asam tartrat
7. Mg(NO3)2 15. Dimetil Glioksima
8. AgNO3 16. Air
 Golongan III A
1. HNO3 pekat 11. KSCN
2. NH4Cl 20 % 12. K4[Fe(CN)6]
3. NH4OH 13. CH3COOH encer
4. NH4Cl 1% panas 14. Pb(CH3COO)2
5. Aquades 15. Amil alkohol
6. NaOH 16. NH3 encer
7. H2O2 3 % 17. NH4CH3COO
8. HNO3 encer 18. Aluminan
9. NaBiO3 19. (NH4)2CO3
10. HCl encer 20. HCl encer panas
 Golongan III B
1. NH4OH encer 7. Manikboraks
2. H2S 8. NaOCl 1 M
3. NH4Cl 9. HCl encer
4. (NH4)2S 1% 10. Amil alkohol
5. Aquades 11. NH4SCN padat
6. HCl 2 M 12. Dimetil glioksima

6
Laporan Praktikum Kimia Analitik I
Analisis Kation dan Anion

13. NaOH 17. HCOOH


14. H2O2 3 % 18. H2SO4
15. HNO3 19. Co(CH3COO) 0,1 M
16. NaBiO3 20. [Hg(SCN)4]3
 Anion
1. Na2CO3 jenuh 10. Na2S2O3
2. HCl 6 M 11. Pb – asetat
3. BaCl2 12. Larutan I2
4. H2SO4 pekat 13. CaCl2
5. FeSO4 jenuh 14. MgCl2
6. AgNO3 15. NH4Cl
7. NH3 encer 16. NH4OH
8. NH3 pekat 17. FeCl3
9. CuSO4
F. ALUR PERCOBAAN
 Analisis Kation
Larutan Persiapan dan Analisis Kation Golongan I

Larutan sampel

Ditambah 7 tetes HCl 6 M


Ditambah 2 tetes HCl encer lagi jika
ada endapan
Didekantasi
Endapan kation golongan 1 .
HgCl2, AgCl2,PbCl2
H
Dicuci dengan H2O dingin
Dicuci dengan H2O panas

Filtrat PbCl2

Larutan didinginkan

Ditambahkan larutan K2CrO4

Endapan kuning PbCrO4

7
Laporan Praktikum Kimia Analitik I
Analisis Kation dan Anion

Kation golongan 2

Filtrat Golongan II, III, IV, V

Ditambah 4 tetes H2O2 3%


Ditambah HCl hingga [H+] = 0,3 M

Dipanaskan 2 menit
Ditambah H2S
Didekantasi

Endapan

Endapan dicuci dengan larutan


amonium nitrat (1 gram dalam 2
ml air dan dialiri gas H2S

Endapan gol. IIA HgS, PbS,


Bi2S3
Cuci endapan dengan air
Ditambah 5-10 ml HNO3 encer
Didihkan selama 2-3 menit
Disentrifuge lalu di dekantasi
Endapan hitam

Cuci endapan dengan H2O


Dilarutkan dalam campuran NaOCl dan 0,5 ml HCl encer

Didihkan lalu didinginkan


Ditambah SnCl2

Endapan abu-abu sampai


hitam Hg.
Hg2+ (+)

8
Laporan Praktikum Kimia Analitik I
Analisis Kation dan Anion

 Analisis Anion

Larutan Sampel

- Ditambahkan 5 tetes Na2CO3 jenuh


- Di didihkan 5 menit
- Disentrifuge

Endapan Filtrat

Pembentukan ion Nitrat, NO3-

Filtrat

+ H2SO4 pekat

+ larutan FeSO4 jenuh


lewat dinding tabung

Terbentuk cincing
coklat

G. PERSAMAAN REAKSI
 Analisis Kation
Kation Golongan I
PbNO3(aq) + HCl(aq) → PbCl2(s) + HNO3(aq) (terdapat endapan
putih)
PbCl2 (s) + K2CrO4(aq) → PbCrO4 (s) + 2KCl (aq)
Kation Golongan II
Hg22+ + 2Cl → Hg2Cl2 (s)
Hg22+ + H2S(g) → Hg (s) + HgS (s) + 2H+
 Analisis Anion
Pb(NO3)2 (s) + Na2CO3 (aq) → PbCO3 (s) + 2NaNO3 (aq)
2NaNO3(aq) + 4 H2SO4 (aq) + FeSO4 (aq) → Na2SO4 (aq) + NO (g)
+ [Fe(NO)]2+ + 4H2O (l) + 4SO42-

Anda mungkin juga menyukai