Anda di halaman 1dari 18

PEDOMAN UMUM DAN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR

PENGADAAN GABAH/BERAS DALAM NEGERI DI PERUM BULOG

KATA PENGANTAR

Kebijakan Perbesaran Nasional yang tertuang dalam Impres Nomor 5 Tahun

2015 tentang kebijakan pengadaan Gabah/Beras dan penyaluran beras dan

Penyaluran beras Oleh pemerintah Tanggal 17 Maret 2015 mencakup antara lain 3

tugas pokok pelayanan Publik perum BULOG, yaitu : Menjaga Harga Pembelian

Pemerintah (HPP), Mengolah Cabang Beras Pemerintah (CBP), serta Menyalurkan

beras bersubsidi bagi bagi kelompok masyarakat berpendapatan rendah dan rawan

pangan serta penyaluran beras untuk mengulangi keadaan darurat dan bencana.

Dalam melaksanakan tugas-tugas pokok tersebut diatas, secara operasional

kegiatan pengadaan Dalam Negeri merupakan kegiatan Perum BULOG yang

memiliki peran ganda, yaitu dalam pengamanan harga gabah/beras ditingkat

produsen (petani) dan penumpukan stok untuk memenuhi kebutuhan penyaluran.

Oleh karna itu kegiatan pengadaan memiliki peran yang strategis dalam Negeri baik

dari segi kuantitas maupun kualitas akan sangat berpengaruh pada keberhasilan

kegiatan selanjutnya (penyimpanan, distribusi stok , perawatan Gabah/Beras dan

penyaluran).

Untuk mrencapai tujuan/sasaran kegiatan Pengadaan Dalam Negeri tersebut

termasuk kelan caran dalam pelaksnaannya, maka perlu disusun Pedoman Umum

dan (pedum) Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berisi landasan hukum serta

mekanisme operasional yang harus dipedomani.


Dengan memperhatikan berbagai aspek terhadap mekanisme dan prosedur

pengadaan Dalam Negeri, maka untuk menyederhanakan materi, buku ini disusun

dan dibagi dalam beberapa bagian yaitu :

1. Pedum pengadaan

2. SOP pengadaan gabah/beras dalam negeri di perum BULOG

3. SOP Satuan Tugas Pengadaan gabah/beras Dalam Negeri

4. SOP Tata cara pemeriksaan kualitas gabah, beras dan kemasaannya di perum

BULOG

5. SOP pengolahan karung plastik dan benang kuralon diperum BULOG

6. SOP kemitraan pengadaan pangan dalam Negeri.

Demikian, diharapkan buku ini dapat dipedomani dalam operasional

sebagaimana semestinya .
I. PENDAHULUAN

Standar Operasional Prosedur Pengadaan Gabah/Beras Dalam Negeri

(DN) ini, merupakan petunju teknis pelaksanaan pengadaan gabah/beras DN di

perum BULOG.

Standar Operasional Prosedur Pengadaan Gabah/Beras Dalam Negeri (DN)

ini menjelaskan : Tugas, kewenangan dan tanggung jawab, prosedur, pengadaan

kemasan dan Label/Sablon pada karung, tata cara pembayaran, jaminan serta sanksi

pelaksanaannya.

Petunjuk palaksanaan teknis ini disusun untuk dipedomani oleh semua pihak

yang terkait dalam pelaksanaan pengadaan gabah/beras Dalam Negeri (DG) di

perum BULOG.

Standar Operasional Prosedur Pengadaan Gabah/Beras Dalam Negeri (DN)

ini diharapkan dapat memperlancarkan pelaksanaan pengadaan Gabah/Beras DN

serta meminimalisir resiko atas berbagai hal yang dapat menimbulkan kerugian

bagi perum BULOG.


II. MAKSUD DAN TUJUAN

1. Maksud penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) pengadaan

Gabah/Beras Dalam Negeri di perum BULOG adalah agar dalam pelaksanaan

pengadaan Gabah/Beras Dalam Negeri dilakukan sesuan ketentuan yang

berlaku.

2. Tujuan penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) ini adalah :

a. Sabagai alat standarisasi kegiatan pengadaan gabah/beras Dalam Negeri

(DG) di perum BULOG.

b. Sebagai acuan dan ukuran kinerja dalam pelaksanaan pengadaan

gabah/beras Dalam Negeri (DG) diperum BULOG.

c. Sebagai alat kontrol proses untuk memastikan pelaksanaan pekerjaan

sesuai dengan arah yang telah ditetapkan dan dapat dievaluasi hasilnya.

d. Untuk mendukung terciptanya pengelolaan Pengadaan Gabah/Beras

Dalam Negeri diperum BULOG agar lebih efektif, efesien, konsisten, dan

sistematis.
III. PENGERTIAN DAN ISTILAH

1. Perusahaan adalah Perusahaan umum BULOG yang selanjutnya disebut perum

BULOG yang didirikan berdasarkan aturan pemerintah Nomor 7 Tahun 2003

peraturan Pemerintah Nomor 61 Tahun 2003.

2. Direksi adalah organ perushaan yang bertanggung jawab atas pengurusan

perusahaan untuk kepentingan dan tujuan perusahaan serta mewakili

perusahaan baik di Dalam maupun diLuar Pengadilan.

3. Pengadaan Gabah/Beras Dalam Negeri adalah kegiataan pembelian

Gabah/Beras yang dilakukan oleh perum BULOG dalam melaksanakan

penugasan pemerintah.

4. Harga pembelian pemerintah yang selanjutnya disebut HPP adalah harga

pembelian Gabah/Beras sesuai tingkatan kualitas di tingkat petani,

penggilingan dan gudang perum BULOG yang ditetapkan oleh pemerintahan

melalui instruksi Presidan.

5. Pengadaan setempat adalah pengadaan Gabah/Beras dalam negeri yang

dilaksanakan dimasing-masing wilayah kerja Divre/SupDivre/Kansilog.

6. Pengadaan beras lokal adalah pengadaan beras dalam negeri yang

dilaksanakan di wilayah kerja divre/subdivre/kansilog yang berasnya berasal

dari wilayah kerja subdivre/kasilog lain dari satu divre yang sama dengan

tambahan insentif angkutan pengadaan.

7. Pengadaan Beras Regional agdalah pengadaan beras dalam negeri yang

dilaksanakan diwilayah kerja divre/subdivre/kasilog yang berasnya berasal

dari wilayah kerja divrelain dengan tambahan insentif angkutan pengadaan.


8. Pengadaan Daerah Defisit adalah pengadaan setempat dengan dengan

tambahan insitif, karena produksi didaerah tersebut belum dapat memenuhi

seluruh kebutuhan konsumsi daerah yang bersangkutan sehingga harga beras

lebih tinggi dibandingkan dengan HPP.

9. Daerah Defisit adalah Divre Operasional/Subdivre/Kasilog yang belum dapat

memenuhi kebutuhan penyaluran dari hasil pengadaan setempat dengan harga

sesuai HPP.

10. Mitra Kerja Pengadaan Pengadaan Dalam Negeri adalah perusahaan

penggilingan padi yang berbentuk badan hukum dan/atau badan usaha,

perusahaan perseorangan yang memenuhi persyaratan untuk melakukan kerja

sama pengadaan gabah/beras.

11. Kelompok Tani yang selanjutnya disebut Poktan adalah organisasi petani yang

anggotanya terdiri dari para petani, sesuai rekomendasi dari pemda setempat

untuk mengikuti kegiatan pengadaan gabah/beras dalam negeri.

12. Gabungan Kelompok Tani yang selanjutnya disebut Gapoktan adalah

kumpulan beberapa kelompok tani yang direkomendasikan dari pemda

setempat untuk mengikuti kegiatan pengadaan Gabah/Beras dalam negeri.

13. Satuan Tugas Pengadaan Dalam Negeri yang selanjutnya disebut SATGAS

ADA DN adalah satuan kerja yang dibentuk oleh kadivre/kasubdivre untuk

melakukan pembelian gabah/beras dalam negeri berdasarkan ketentuan HPP

agar petani produsen memperoleh gabah/beras yang wajar dan pemenuhan

persediaan beras dapat tercapai.


14. Unit Pengelolahan Gabah/Beras yang selanjutnya disebut UPGB adalah unit

usaha pengelolahan gabah/beras yang mendukung kegiatan pelayanan publik

dan pengembangan usaha.

15. Satuan Tugas Administrasi yang selanjutnya disebut SATMIN adalah satuan

kerja yang dibentuk oleh kadivre/kasubdivre pada waktu dan tempat tertentu

untuk melakukan penyelesaian administrasi pembayaran harga gabah/beras

serta biaya pengadaan dalam negeri.

16. Kemitraan Pengadaan adalah hubungan kerja yang saling menguntungkan

antara perusahaan dengan Mitra kerja pengadaan dan/atau pihak lain dalam

rangka mendukung keberhasilan pencapaian target pengadaan Gabah/Beras

dalam negeri.

17. Giling Gabah adalah kegiatan pengelolahan Gabah Kering Giling (GKG)

menjadi beras sesuai dengan persyaratan rendemen dan kualitas yang

ditetapkan.

18. Gudang adalah tempat/bangunan milik Perum BULOG dan/atau non milik

perum BULOG.

19. Contoh adalah bagian dari populasi gabah, beras dan kemasannya yang dapat

mewakili populasi gabah, beras dan kemasannya tersebut.

20. Kemasan adalah pembungkus gabah/beras yang dibuat dari

bahan polypropyleneI (pp) atau bahan lain dengan spesifikasi yang telah

ditentukan oleh perum BULOG.

21. Pemeriksaan kualitas adalah serangkaian kegiatan pengambilan contoh

gabah/beras untuk dilakukan analisa kualitas dan kemasannya pada saat


kegiatan pengadaan dalam negeri, sesuai standar operasional prosedur (SOP)

tata cara pemeriksaan kualitas gabah, beras dan kemasannya di perum

BULOG.

22. Pelaksanaan pemeriksaan kualitas selanjutnya disebut PPK adalah lembaga

pemeriksaan kualitas yang ditunjuk perum BULOG dan/atau UB jastasma

yang diperintahkan oleh direksi perum BULOG untuk melakukan pemeriksaan

kualitas.

23. Surat perintah pemeriksaan kualitas (SPPK) adalah dokumen yang diterbitkan

oleh divre/Subdivre/Kansilog yang ditujukan kepada pelaksana pemeriksaan

kualitas sebagai dasar pelaksanaan kerja.

24. Risalah pemeriksaan kualitas (RPK) adalah dokumen yang dibuat oleh petugas

pemeriksaan kualitas (PPK) dari hasil pemeriksaan kualitas gabah/beras dan

kemasannya yang akan dipergunakan sebagai dasar pertimbangan

pengambilan keputusan oleh kepala gudang untuk menerima atau menolak

gabah/beras tersebut.

25. Lembaran hasil pemeriksaan kualitas (SPPK) adalah dokumen hasil

pemeriksaan kualitas atas gabah/beras dan kemasan gabah dalam negeri,

dinyatakan memenuhi syarat (MS) atau tidak memenuhi syarat (TMS) yang

diterbitkan oleh PPK.

26. Perjanjin terikat yaitu perikatan jual beli gabah dengan prinsip kemitraan

antara Perum BULOG dengan mitra kerja pengadaan disertai kewajiban bagi

mitra kerja pengadaan untuk menggiling gabah.


27. Perjanjian terputus yaitu perikatan jual beli gabah dengan prinsip kemitraan

antara perum BULOG dengan mitra kerja pengadaan tanpa kewajiban

menggiling gabah.

28. Tier adalah susunan karung yang berisi gabah/beras dalam 1 (satu) baris yang

berada diatas alat angkut,


IV. TUGAS KEWENANGAN DAN TANGGUNG JAWAB

A. Kadivre/Kasubdivre/Kakansilog

Kadivre/Kasubdivre/Kakansilog mempunyai tugas, wewenang dan

tanggung jawab:

1. Menyusun, mengusulkan dan melaksanakan pengadaan berdasarkan target

pengadaan gabah/beras DN yang telah ditetepkan direksi dengan

ketentuan dan jenjang operasionalnya.

2. Membuat Perjanjian Jual Beli (PJB) Gabah/Beras dengan mitra kerja

pengadaan dan poktan/Gapoktan sesuai dengan kuantum, jadwal dan

destinasi gudang penerima.

3. Menerbitkan surat perintah kerja (SPK) pengadaan Gabah/Beras DN

kepada SATGAS ADA dan Unit pengelolah Gabah Beras (UPGB).

4. Menerbitkan surat perintah terima barang (SPTB) kepada kepala gudang.

5. Menerbitkan surat perintah pemeriksaan kualitas (SPPK) kepada

pelaksana pemeriksa kualitas.

6. Menyetujui atau menolak pembayaran atas harga gabah/beras serta biaya-

biaya pengadaan berpedoman pada PJB yang berlaku.

7. Menyatakan wanprestasi kepada mitra kerja pengadaan dan

poktan/gapoktan yang tidak memenuhi seluruh atau sebagian kewajiban

sebagaimana yang dituangkan kedalam PJB.

8. Kadivre dapat mendelegasikan kewenangannya kepada kabid PP dan/atau

pejabat lain untuk mendatangi PJB dengan mitra kerja pengadaan dan
poktan/gapoktan, SPK dengan UPGB/SATGAS ADA DN, SPTB dan

SPPK.

9. Bertanggung jawab atas kelancaran dan ketertiban pelaksanaan pengadaan

gabah/beras DN diwilayah kerjanya sesuai ketentuan yang berlaku.

B. Kabid Minku, kasi Minku dan kakansilog

Kabid Minku Divre Operasional atas persetujuan kadivre, dan kasi

minku atas persetujuan kasubdivre, serta kakansilog menerbitkan :

1. Surat Perintah Pembayaran(SPP) harga Gabah/Beras.

2. Surat Perintah Pembayaran(SPP) biaya pengadaan.

3. Surat Perintah Pembayaran(SPP) insentif angkutan pengadaan beras

lokal/regional dan insentif pengadaan daerah defisit.

C. Ketua Satuan Tugas Administrasi (SATMIN)

Berdasarkan Surat Pelimpahan Wewenang dari kadivre/kasubdivre,

ketua satuan tugas administrasi SATMIN mempunyai kewenangan untuk

membuat dan menandatanganinya :

1. Surat Perintah Pembayaran(SPP) harga Gabah/Beras.

2. Surat Perintah Pembayaran(SPP) biaya pengadaan.

3. Surat Perintah Pembayaran(SPP) insentif angkutan pengadaan beras

lokal/regional dan insentif pengadaan daerah defisit.

D. Kepala Gudang

Kepala gudang mempunyai tugas, wewenang dan tanggung jawab

sebagai berikut:

1. Menerima SPTB dan salinan PJB dari Kadivre/Kasubdivre/Kakansilog


2. Mengkonfirmasih SPTB yang diterima melalui SIL.

3. Mengawasi proses pemeriksaan kualitas Gabah/Beras yang dilaksanakan

oleh PPK dan apabila berhalangan atau tidak berada digudang pada saat

pemeriksaan barang, maka kepala Gudang dapat menunjuk staf gudang

untuk mengikuti/ menyaksikan proses pemeriksaan kualitas Gabah/Beras

yang dilaksanakan oleh PPK.

4. Menerima, menolak atau meminta pemeriksaan ulang terhadap

Gabah/Beras yang dikirim Mitra kerja pengadaan

Pengadaan/Poktan/Gapoktan SATGAS ADA DN/UPGB setelah

dilakukan pemeriksaan oleh PPK.

5. Menyetujui dan mendatangi LHPK yang dibuat oleh PPK.

6. Membuat rekan harian penerima barang (GD1M) berdasarkan bukti

timbangan penerima barang yang dibuat oleh juru timbang.

Penandatanganan GD1M adalah kepala gudang dan mitra kerja pengadaan

Pengadaan/Poktan/Gapoktan SATGAS ADA DN/UPGB.

7. Bertanggung jawab terhadap kualitas dan kuantitas gabah/beras yang

diterima digudang BULOG, selama penyimpanan hingga pada saat

disalurkan.
V. PROSEDUR PENGADAAN

A. Pengadaan gabah/beras dalam negeri dilaksanakan berdasarkan target

pengadaan pada tahun berjalan dengan ketentuan sebagai berikut :

1. Kadivre menyusun target prngadaan per divre

operasional/subdivre/kansilog, per komoditas gabah dan beras, per bulan

dan per saluran pengadaan esuai potensi dan kondisi objektif daerah serta

mengusulkan breakdown target tersebut kepada direksi.

2. Berdasarkan target pengadaan yang diusulkan kadivre, selanjutnya direki

menetapkan target pengadaan gabah beras dalam negeri.

3. Ketetapan direksi tentang target pengadaan yang di rinci per

divre/subdivre/kansilog, per komoditas gabah dan beras, per bulan dan

persaluran pengadaan menjadi dasar penyediaan dana pengadaan dan

pembuatan PJB/SPK pengadaan gabah/beras dalam negeri.

4. Target pengadaan dapat di revisi sesuai kondisi dinamis yang terjadi

dilapangan. Apabila dibutuhkan kadivre dapat mengusulkan revisi target

pengadaan kepada direksi. Berdasarkan usulan tersebut direksi

menetapkan perubahan target pengadaan divre yang bersangkutan.

B. Prosedur pengadaan gabah/beras setempat melalui mitra kerja pengadaan dan

poktan gapoktan dilakukan melalui tahap.

1. Mitra kerja pengadaan/poktan gapoktan mengajukan permohonan

pengadaan gabah/beras kepada kadivre/kasubdivre/kakansilog yang isinya

meliputi kuantum dan jangka waktu pengadaan.


2. kadivre/kasubdivre/kakansilog menentukan kuantum, waktu dan tempat

pelaksanaan pengadaan /poktan/gapoktan, menerbitkan DO kaplas/benang

kuralon untuk mitra kerja pengadaan /poktan/gapoktan setelah mitra kerja

pengadaan /poktan/gapoktan menyerahkan jaminan kaplas/benang

kuralon serta menerbitkan SPTB kepada kepala gudang dan SPPK kepada

PPK

3. mitra kerja pengadaan/poktan gapoktan membuat surat pernyataan (pakta

integritas) bahwa gabah/beras yang diserahkan/dimasukkan kedalam

gudang BULOG telah memenuhi persyaratan kualitas yang ditetapkan

perum BULOG.pakta integritas dibuat satu kali sebelum kegiatan

pengadaan mulai berlaku untuk satu tahun pengaadaan. Format fakta

integritas sebagaimana lampiran 14.

4. mitra kerja pengadaan/poktan gapoktan dapat melakukan pengadaan

diluar wilayah subdivre/kansilog dalam 1 (satu) divre dimana mitra kerja

pengadaan terdaftar dengan tetap memprioritaskan melaksanakan

pengadaan diwilayah mitra kerja pengadaan/poktan gapoktan tersebut

terdaftar.

5. mitra kerja pengadaan/poktan gapoktan menyerahkan gabah/beras sesuai

PJB dan SPTB ke gudang yang ditunjuk untuk dilakukan pemeriksaan

kualitas oleh PPK.

6. Berdasarkan SPPK, PPK melakukan pemeriksaan kualitas gabah/beras

didepan pintu gudang BULOG atau tempat lain yang

ditentukan kadivre/kasubdivre/kakansilog yang meliputi : jahitan dan


label/sablon kemasan serta kualitas gabah/beras sesuai SOP tata cara

pemeriksaan kualita gabah/beras dan kemasannya diperum BULOG.

7. Berdasarkan hasil pemeriksaan kualitas oleh PPK yang di tuangkan dalam

risalah pemeriksaan kualitas (RPK) maka kepala gudang dapat menerima,

menolak atau meminta analisa ulang terhadap kualitas gabah/beras yang

diserahkan mitra kerja pengadaan/poktan gapoktan.

8. Gabah/beras yang memenuhi persyaratan diterima oleh kepala gudang

untuk kemudian disiman digudang BULOG dan ssebagai bukti penerima

barang kepala gudang menerbitkan GD1M dan PPK menerbikan LHPK

untuk dierahkan kepada mitra kerja pengadaan/poktan gapoktan.

9. Mitra kerja pengadaan/poktan gapoktan mengajukan permintaan

pembayaran atas gabah/beras yang sudah diterima dan masuk gudang

perum BULOG.

C. Prosedur pengadaan gabah/beras setempat melalui SATGAS ADA DN yang

dilakukan melalui tahapan :

1. SATGAS ADA DN membuat dan mengajukan rencana pengadaan untuk

mendapatkan persetujuan dari kadivre/kasubdivre/kakansilog.

2. Pengadaan gabah/beras dapat dimulai setelah surat kredit berdokumentasi

dalam negeri (SKBDN) tersedia secara terpusat.

3. SATGAS ADA DN membuat surat pernyataan (pakta integritas) bermateri

bahwa gabah/beras yang diserahkan/dimasukkan kedalam gudang

BULOG telah memenuhi persyaratan kualitas yang ditetapkan oleh perum

BULOG. Pakta integritas dibuat satu kali sebelum kegiatan pengadaan


dimulai berlaku untuk satu tahun pengadaan format pakta integrasi

sebagaimana lampiran 14.

4. Berdasarkan rencana pengadaan yang dibuat oleh SATGAS ADA DN

yang telah disetujui, divre/kasubdivre/kakansilog menerbitkan : SPK

kepada SATGAS ADA DN, DO karplas/benang kuralon dan SPTB

kepada kepala gudang yang ditunjuk serta SPPK kepada PPK.

5. Berdaarkan SPK selanjutnya kadivre/kasubdivre/kakansilog menerbitkan

SPP untuk pencarian dana muka secara bertahap sesuai potensi

penyerapan gabah/beras oleh SATGAS ADA DN.

6. Dalam pelaksanaan pengadaan gabah/beras SATGAS ADA DN tidak

dikenakan jaminan pengadaan dan jaminan karplas/benang kuralon.

7. SATGAS ADA DN menyerahkan gabah/beras sesuai SPK dan SPTB

kegudang yang ditunjuk untuk melakukan pemeriksaan kualita oleh PPK.

8. Berdasarkan SPPK, PPK melakukan pemeriksaan kualitas gabah/beras

didepan pintu gudang BULOG atau tempat lain yang

ditentukan kadivre/kasubdivre/kakansilog yang meliputi: jahitan dan

label/sablon serta kualitas gabah beras sesuai SOP tata cara pemeriksaan

kualitas gabah, beras dan kemasannya diperum BULOG.

9. Berdasarkan hasil pemeriksaan kualitas yang dilakukan oleh PPK yang

dituangkan dalam risalah pemeriksaan kualitas (RPK), maka kepala

gudang dapat menerima, menolak atau meminta analisa ulang terhadap

kualitas gabah/beras yang diserahkan SATGAS ADA DN.


10. Gabah/beras yang memenuhi persyaratan diterima oleh kepala gudang

untuk kemudian disimpan digudang BULOG dan sebagai bukti penerima

barang kepala gudang menerbitkan GD1M dan PPK menerbitkan

LHPK untuk diserahkan kepada SATGAS ADA DN.

11. Atas penyerahan gabah beras kepada kepala gudang, SATGAS ADA DN

memperoleh dokumen bukti penerima barang berupa GD1M dan LHPK.

12. Dokumen GD1M dan LHPK gabah/beras atas nama SATGAS ADA DN

merupakan salah satu bentuk tanggung jawab SATGAS ADA DN

terhadap pengguna SKBDN Red Clause yang dicairkan dan karplas yang

diambil dari gudang.

D. Prosedur pengadaan gabah/beras setempat melalui UPGB dilakukan melalui

tahap:

1. UPGB mengajukan permohonan pengadaan gabah/beras kepada

kadivre/kasubdivre/kakansilog, dan berdasarkan permohonan terebut

kadivre/kasubdivre/kakansilog menentukan kuantum, waktu dan tempat

pelaksanaan pengadaan.

2. kadivre/kasubdivre/kakansilog membuka SPK pengadaan gabah/beras

dan menerbikan DO karplas/benang kuralon untuk UPGB, serta

menerbitkan SPTB kepada kepala gudang, dan SPK kepada PPK.

3. UPGB membuat surat pernyataan (pakta integritas) bahwa gabah/beras

yang diserahkan atau dimasukkan ke gudang BULOG telah memenuhi

persyaratan kualitas yang ditetapkan oleh perum BULOG pakta integritas


dibuat satu kali sebelum kegiatan pengadaan dimulai berlaku untuk satu

tahun pengadaan, format pakta integritas sebagaimana lampiran 14.

4. Dalam pelaksanaan pengadaan gabah/beras UPGB tidak dikenakan

jaminan pengadaan, JKGG dan jaminan karplas/benang kuralon.

5. UPGB menyerahkan gabah/beras sesuai SPK dan SPTB kegudang yang

ditunjuk untuk dilakukan pemeriksaan kualitas oleh PPK.

6. Berdasarkan SPPK, PPK melakukan pemeriksaan kualitas gabah/beras

didepan pintu gudang BULOG atau tempat lain yang ditentukan oleh

kadivre/kasubdivre yang meliputi : jahitan dan label/sablon kemasan serta

kualitas gabah/beras sesuai SOP tata cara pemeriksaan kualitas Gabah,

Beras dan kemasannya di perum BULOG.

7. Berdasarkan hasil pemeriksaan kualitas oleh PPK yang dituangkan dalam

risalah pemeriksaan kualitas (RPK) , maka kepala gudang dapat

menerima, menolak atau meminta analisa ulang terhadap kualitas

gabah/beras yang diserahkan mitra kerja pengadaan/poktan/gapoktan.

8. Gabah/beras yang memenuhi persyaratan diterimah oleh kepala gudang

untuk kemudian disimpan digudang bulog dan sebagai bukti penerimaan

barang kepala gudang menerbitkan GD 1M dan PPK menerbitkan LHPK

untuk diserahkan kepada mitra kerja pengadaan/poktan/gapoktan

9. Mitra kerja pengadaan/poktan/gapoktan mengajukan permintaan

pembayaran atas gabah/beras yang sudah diterima dan masuk gudang

perum BULOG.