Anda di halaman 1dari 3

PENGGUNAAN DAN

PEMBERIAN OBAT DAN


/ATAU CAIRAN
INTRAVENA
No. Dokumen :
SOP No. Revisi :
TanggalTerbit :
Halaman :
PUSKESMAS dr.Hj.Wiwin Nurhasida
AMPENAN NIP.197003122001122002
1. Definisi Injeksi intravena adalah pemberian obat dengan cara memasukkan obat
kedalam pembuluh darah vena dengan menggunakan spuit.
2. Tujuan 1. Untuk memperoleh reaksi obat yang cepat diabsorsi dari pada
dengan injeksi parenteral lain.
2. Untuk menghindari terjadi kerusakan jaringan.
3. Untuk memasukkan obat dalam jumlah yang lebih besar

3. Kebijakan SK Kepala Puskesmas Ampenan No. ………tentang

4. Referensi 1. Permenkes RI No. 5 tahun 2014 tentang PPK bagi dokter Fasilitas
Kesehatan Primer.
2. Permenkes RI No. 514 tahun 2015 praktek Klinis Bagi Dokter di
Fasyankes Primer.
3. Permenkes RI No. 75 tahun 2014 tentang Puskemas

5. Prosedur 1. Pelaksana :
a. Dokter
b. Perawat
c. Bian
2. Alat dan Bahan:
a. ATK
b. obat injeksi
c. spuit
d. jarum
e. kapas alcohol
f. sarung tangan
g. baki spuit
h. baki obat
i. Plester
j. perlak pengalas tourniquet
k. kassa steril
l. bengkok.
6. Langkah-langkah Pemberina cairan intravena
1. Persetujuan Informed Consent
2. Cuci tangan
3. Siapkan obat dengan prinsip enam benar
4. Indentifikasi klien
5. Beri tahu klien dan jelaskan prosedur yang akan diberikan .
6. Atur klien pada posisi yang nyaman
7. Pasang perlak pengalas
8. Bebaskan lengan klien dari baju atau kemeja
9. Letakkan karet pembendung ( torniquet )
10. Pilih area penusukan yang bebas dari tanda kekakuan, peradangan
atau rasa gatal. Menghindari gangguan absorpsi obat atau cidera
dan nyeri yang berlebihan
11. Pakai sarung tangan
12. Bersihkan area penusukan dengan menggunakan kapas alkohol ,
dengan gerakan sirkuler dari arah darah keluar dengan diameter
sekitar 5 cm. Tunggu sampai kering. Metode ini dilakukan untuk
membuang sekresi dari kulit yang mengandung mikroorganisme
13. Pegang kapas alkohol dengan jari - jari tengah pada tangan non
dominan
14. Buka tutup jarum
15. Tarik kulit kebawah kurang lebih 2,5 cm dibawah area penusukan
dengan tangan non dominan. Membuat kulit lebih kencang dan
vena tidak bergeser, memudahkan penusukan
16. Pegang jarum pada posisi 30 derajat sejajar vena yang akan
ditusuk
17. Rendahkan posisi jarum sejajar kulit dan teruskan jarum kedalam
vena
18. Lakukan aspirasi dengan tangan non dominan menahan barel dari
spuit dan tangan dominan menarik plunger
19. Observasi adanya darah dalam spuit
20. Jika ada darah, lepaskan terniquet dan masukkan obat perlahan –
lahan
21. Keluarkan jarum dengan sudut yang sama seperti saat dimasukkan
(30 drajat) , sambil melakukan penekanan dengan menggunakan
kapas alkohol pada area penusukan
22. Tutup area penusukkan dengan menggunakan kassa steril yang
diberi betadin
23. Kembalikan posisi klien
24. Buang peralatan yang sudah tidak diperlukan
25. Buka sarung tangan
26. Cuci tangan
27. Dokumentasikan

Pemberian Obat Melalui Infus ( Secara Tidak Langsung )


1. Pemberian obat melalui wadah intravena
a. Cuci tangan
b. Jelaskan pada pasien mengenai prosedur yang akan dilakukan.
c. Periksa identitas pasien, kemudian ambil obat dan masukkan
ke dalam spuit.
d. Cari tempat penyuntikan obat pada daerah kantong.
e. Lakukan desinfeksi dengan kapas alkohol dan stop aliran.
f. Lakukan penyuntikan dengan memasukan jarum spuit hingga
menembus bagian tengah dan masukkan obat berlahan – lahan
ke dalam kantong atau wadah cairan.
g. Setelah selesai, tarik spuit dan campur larutan dengan
membalikan kantong cairan secara perlahan – lahan dari satu
ujung ke ujung lain.
h. Perikasa kecepatan infus
i. Cuci tangan
j. Catat reaksi pemberian, tanggal, waktu, dan dosis pemberian
obat.
k. Dokumentasi

2. Pemberian obat melalui selang intravena.


a. Cuci tangan
b. Jelaskan pada pasien mengenai yang akan dilakukan.
c. Periksa identitas pasien, kemudian ambil obat dan masukan ke
dalam spuit.
d. Cari tempat penyuntikan obat pada daerah selang intravena.
e. Lakukan desinfeksi dengan kapas alkohol dan setop aliran.
f. Lakukan penyuntikan dengan memasukan jarum spuit hingga
menembus bagian tengah dan masukan obat secara perlahan –
lahan ke dalam selang intravena.
g. Setelah selesai, tarik spuit.
h. Periksa kecepatan infus dan observasi reaksi obat
i. Cuci tangan
j. Dokumentasi
7. BaganAlir -

2/3
8. Hal-hal yang perlu 1. Pasien alergi terhadap obat (misalnya mengigil, urticaria, shock,
diperhatikan collaps
2. Pemberian obat dengan prinsip enam benar
3. Kesterilan alat
4. Alat perlidungan diri
9. Unit terkait 1. Ruang UGD
2. Ruang bersalin
3. Ruang Rawat inap
10. Dokumen Terkait 1. Rekam medis pasien
2. Register
11. Rekaman Historis No
Yang diubah Isi Perubahan Tgl mulai diberlakukan
Perubahan .

3/3