Anda di halaman 1dari 48

IPDMIP

Integrated Participatory
Development and Management of
Irrigation Program
TPM & KTPM
TABLE
CONTENT
1 Latar Belakang 8 Pengadaan TPM & KTPM

2 Pemberdayaan 9 Materi Pelatihan

3 Lingkup Pemberdayaan 10 Pemantauan dan Evaluasi

4 Struktur Organisasi 11 Pembiayaan

5 Hubungan Kerja

6 Output TPM Terhadap Sequence

7 Output Koordinator TPM


Dasar Hukum Pemberdayaan P3A/GP3A/IP3A Latar Belakang
Permen PUPR No 30/2015 Tentang Pengembangan Dan Diwujudkan untuk meningkatkan kemampuan
Pengelolaan Sistem Irigasi, Psl 28 (3) : “Pemberdayaan pengelolaan irigasi, petani pemakai air dan penerima
P3A berupa upaya pembentukan, penguatan, dan manfaat irigasi lainnya dalam melaksanakan pengelolaan
peningkatan kemampuan P3A yang meliputi aspek irigasi secara efektif, efisien dan berkelanjutan dengan
kelembagaan, teknis, dan pembiayaan dalam persiapan melibatkan partisipasi masyarakat dalam
operasi dan pemeliharaan”  Aspek Kegiatan penyelenggaraan sistem irigasi. Peningkatan
kelembagaan dilaksanakan dengan sistem
pemberdayaan.
keterlibatan masyarakat dalam
proses pengambilan keputusan,
pelaksanaan program,
berbagi dalam perolehan manfaat pembangunan, serta
keterlibatan dalam proses evaluasi program
Oakley (1991). Project with People

Perencanaan Operasi,
Pemeliharaan & Peningkatan
Pembangunan Rehabilitasi
Pemikiran Pengambilan Keputusan
Awal & Pelaksana
Diwujudkan dalam bentuk sumbangan pemikiran, gagasan,
waktu, tenaga, material, dana.
Permen PUPR No 30/PRT/M/2015 Pasal 10 Ayat (2) Pasal 22 Ayat (2)
pemanfaatan sumberdaya fisik ekonomi dan sosial dari
masyarakat untuk mencapai tujuan suatu program
pembangunan atau kegiatan proyek

2
1

Bapak & Ibu, mari kita

ber Berorientasi pada tujuan program


Setelah selesai, masyarakat tidak memiliki
Untuk melaksanakan perbaikan jaringan
irigasi
rasa tanggung jawab keberlanjutannya.
• Partisipasi masyarakat petani didasarkan atas
• kemauan dan kemampuan masyarakat petani; serta
• semangat kemitraan dan kemandirian
• Partisipasi masyarakat petani dapat disalurkan
melalui perkumpulan petani pemakai air di wilayah
kerjanya.
• Dalam hal sudah terbentuk perkumpulan petani pemakai
air, partisipasi masyarakat petani harus disalurkan
melalui perkumpulan petani pemakai air
Pasal 4
• Pemerintah, pemerintah provinsi, atau pemerintah
kabupaten/kota sesuai dengan kewenangannya
• mendorong partisipasi masyarakat petani dalam
pengembangan dan pengelolaan sistem irigasi
• untuk meningkatkan rasa memiliki dan rasa tanggung
jawab guna keberlanjutan sistem irigasi.
Permen PUPR No 30/PRT/M/2015 Pasal 2
• Prinsip partisipasi dalam pengelolaan jaringan
irigasi
• dapat berpartisipasi pada primer dan sekunder
• dalam wadah P3A atau organisasi adat pengelolaan
irigasi.
• sukarela dengan berdasarkan hasil musyawarah dan
mufakat;
• Sesuai kebutuhan, kemampuan, dan kondisi ekonomi,
sosial, dan budaya masyarakat petani/P3A/GP3A/IP3A
di daerah irigasi yang bersangkutan;
• bukan bertujuan untuk mencari keuntungan

Permen PUPR No 30/PRT/M/2015 Pasal 29


penjajagan kebutuhan,
PENDEKATAN • perencanaan,
RESPONSIF
PARTISIPATIF • pelaksanaan dan GENDER
• monitoring dan Evaluasi
(30% keterlibatan perempuan disetiap kegiatan)

Metode Pemahaman Partisipatif Kondisi Daerah Irigasi (PPKDI) = PRA


Prinsip dasar dalam metode PPKDI adalah:
1. Saling Belajar dan Berbagi Pengalaman dengan Masyarakat Petani Pemakai Air
2. Kesamaan Konsep Triangulasi dan Kepentingan dan Suasana Informal
3. Masyarakat Sebagai Pelaku, Orang Luar (TA, TPM, dst) Sebagai Fasilitator.
4. Konsep Triangulasi
5. Mengoptimalkan Hasil, Berorientasi Praktis dan Keberlanjutan Program
Kelembagaan Pengelolaan Irigasi (KPI)
Salah satu output IPDMIP dibawah koordinasi
SUPD I :

 Penguatan kebijakan dan kerangka Dinas PU Dinas


P3A/GP3A/IP3A
kelembagaan untuk pertanian beririgasi Pertanian/perikanan
akan fokus pada penguatan kapasitas
kelembagaan pengelolaan irigasi di tingkat
pusat, provinsi dan kabupaten.

BAPPEDA
KOMIR

Internalisasi PPSI Dokren

Intervensi TPM/KTPM
(Pendampingan)
IPDMIP RP2I

PSETK

9
Internalisasi PPSI

KOMIR mempunyai fungsi


membantu Gubernur,
KOMIR Bupati/Walikota dalam Dokumen
meningkatkan kinerja Perencanaan BAPPEDA
pengembangan dan
pengelolaan irigasi
Daerah
TPM/KTPM

Penyusunan RP2I dilaksanakan oleh Kelembagaan Pengelolaan


Irigasi (KPI), yang terdiri dari : Instansi Pemerintah yang
membidangi irigasi (BAPPEDA, Dinas PU/SDA dan Dinas
Pertanian); Wakil Petani (P3A/GP3A/IP3A), dan KOMIR
RP2I PSETK

Keanggotaan Komir: Tujuan TPM/KTPM


Keanggotaan Komisi Irigasi, beranggotakan wakil pemerintah, wakil pendampingan yang dilakukan oleh TPM adalah untuk memperkuat dan
P3A/GP3A pada DI, dan wakil kelompok pengguna jaringan irigasi lainnya memandirikan kelembagaan petani sehingga dapat menjadi salah satu
dengan prinsip keanggotaan proporsional dan keterwakilan daerah irigasi lembaga penggerak ekonomi pedesaan, mengembangankan dan
hulu, tengah, hilir dan luas daerah irigasi. menumbuhkan usaha pertanian dan usaha alternatif lainnya sebagai
sumber pendapatan yang handal.
KOMIR sebagai bagian dari Kelembagaan Pengelolaan Irigasi, merupakan wadah
koordinasi antar stakeholder di bidang irigasi yang akan menata pengelolaan irigasi untuk
KOMIR
mencegah terjadinya konflik kepentingan penggunaan air irigasi antara hulu-hilir,
antarsektor, dan antarwilayah administrasi

Sebagai alat perencanaan untuk menindaklanjuti kebijakan dan strategi pemerintah


daerah pada bidang pertanian, serta melaksanakan program tentang Pengelolaan dan
RP2I Pengembangan Irigasi yang sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda). Melalui RP2I, dapat
dilakukan sinkronisasi program-program yang direncanakan oleh instansi pemerintah
daerah (Bappeda, Dinas Pertanian serta Dinas SDA) sehingga tepat sasaran

gambaran informasi atau data mengenai keadaan sosial, ekonomi, teknis, dan
PSETK kelembagaan pada suatu daerah irigasi yang dibutuhkan oleh Kelembagaan Pengelola
Irigasi (KPI) sebagai masukan proses penyusunan program pengembangan dan
pengelolaan irigasi partisipatif.

TPM/KTPM Menjalankan proses pendampingan dan membantu kab, propinsi, BWS/BBWS


dimulai dari persiapan, perencanaan, dan fasilitasi pelaksanaan kegiatan.
to give power to
Pemberdayaan 1
memberi kekuasaan, mengalihkan kekuatan
terjemahan dari kata atau mendelegasikan otoritas pada pihak lain
empowerment
to give ability, enable
2
usaha untuk memberi kemampuan

Saya mau dijadikan

Kemampuan Kelembagaan
Kemampuan Teknis
Kemampuan Pembiayaan

Sumber :
Panduan pemberdayaan masyarakat Petani D.I
oleh TPM hal 5
Pemberdayaan pada kegiatan IPDMIP yaitu menjamin dan memastikan
koordinasi antara stakeholder program dan memastikan efisiensi
pelaksanaan kegiatan

menjadi peran penghubung antara masyarakat petani dengan pemerintah


agar terjadi kesamaan persepsi dan pemahaman tentang pelaksanaan
Pengembangan Pengelolaan sistem Irigasi (PPSI)

Pengelolaan sistem irigasi melibatkan perkumpulan petani pemakai air


(P3A/GP3A/IP3A) dan kelompok tani (Poktan/Gapoktan). Melalui
kegiatan pemberdayaan diharapkan mereka dapat memiliki kemampuan
untuk menilai potensi dirinya sendiri, dan sumberdaya yang lain,
meningkatkan motivasi, serta memiliki keterampilan merencanakan dan
melaksanakan kegiatan program pengelolaan irigasi pertanian menjadi lebih
baik dan mandiri.
Sumber :
Panduan pemberdayaan masyarakat Petani D.I
oleh TPM hal 5
Fasilitasi Mediasi Advokasi

Pengembangan

Peningkatan

“berpusat pada manusianya, parisipatif, penguatan, dan Mandiri


berkelanjutan”,
1 LINGKUP PEMBERDAYAAN P3A dan POKTAN
1. Aspek kelembagaan,
2. Aspek teknis terdiri dari:
a. Aspek teknis irigasi
b. Aspek teknis pertanian
3. Aspek keuangan

2 KEMAMPUAN PEMBIAYAAN

1. Pemberdayaan Aspek Kelembagaan


a. Pembentukan kelembagaan
Pembentukan P3A/GP3A/IP3A
b. Pembentukan Poktan/Gapoktan
2. Pemberdayaan Aspek Teknis
3. Pemberdayaan Aspek Keuangan dan Peningkatan UEP (Usaha
Ekonomi Produktif) Sumber :
Panduan pemberdayaan masyarakat Petani D.I
oleh TPM hal 6
Teknis
Sumber :
Panduan pemberdayaan masyarakat Petani D.I
oleh TPM hal 7-9
• Dukungan konsultan Sumber :
sangat diperlukan untuk Buku Pedoman IPDMIP
memastikan target- Halaman 50
target hasil yang telah
ditetapkan dapat
tercapai, khususnya
target DLI.
• Konsultan di tingkat
pusat, antara lain berada
di NPMU, NPIU Irigasi
Rawa, NPIU Bina OP,
NPIU Bangda, NPIU
BPPSDMP dan PPIU
Balai/Balai Besar.
• Konsultan di tingkat
pusat ini akan
berkoordinasi dengan
petugas-petugas yang
ada di tingkat lapangan,
untuk memfasilitasi
pelaksanaan IPDMIP
secara keseluruhan
KemenPUPR Kementan
• Gambar di NPIU
sebelah kanan
ialah hubungan Kemendagri
kerja antara Ditjen Bina Bangda
Kemen PUPR,
Kementan, dan
Kemendagri Komponen 1: Komponen 2
Penguatan Sistem dan Kapasitas Kelembagaan Perbaikan Pengelolaan, Operasi dan
Irigasi yang Berkelanjutan Pemeliharaan Jaringan Irigasi

DLI 3 DLI 7
Bappeda
(Prov dan/atau Kab)

Sumber : +BBWS
PPT Direktur Bangda 3 Sept 2018
Halaman 17 PSETK
KOMIR TPM
NON DLI
PEMERINTAH KOMISI BAPPEDA/ Ketua Tim
PROVINSI IRIGASI BBWS

PEMERINTAH DINAS DINAS KOMISI


BAPPEDA
KABUPATEN PERTANIAN PU / SDA IRIGASI

KTPM TA Kelembagaan

PEMERINTAH
CAMAT
KECAMATAN

TPD
PEMERINTAH KEPALA
DESA DESA

DAERAH P3A/GP3A
IRIGASI /IP3A/Poktan/ TPM Asisten TA Kelembagaan
Gapoktan
Garis Pembinaan
Garis Koordinasi
Garis Konsultasi
MASYARAKAT PETANI Garis Pertanggungjawaban Program Sumber :
PEMAKAI AIR
Panduan pemberdayaan masyarakat Petani D.I
oleh TPM hal 15
OUTPUT TENAGA PENDAMPING MASYARAKAT

Tugas Tahapan Tahun 2019 Tahun 2020 - 2021 Tahun 2022

Komponen I
Komponen II
Komponen III

TPM Data Daerah Irigasi


Memfasilitasi penyiapan data dan informasi yang berkaitan dengan X
pengembangan dan pengelolaan sistem irigasi secara umum pada daerah
irigasi setempat, termasuk membuat profil daerah irigasi dalam bentuk
booklet.
Memfasilitasi penyusunan profil Daerah Irigasi (DI) dan organisasi X
P3A/GP3A/IP3A pada DI setempat.
Membantu pelaksanaan kegiatan Program PPSI yang diselenggarakan pada X X X X
daerah irigasi setempat.
Membantu pelaksanaan kegiatan sosialisasi, apresiasi, dan diseminasi X
PPSI dan hal lainnya yang berkaitan dengan PPSI pada tingkat masyarakat
petani pemakai air yang ada di daerah irigasi setempat.
Tugas Tahapan Tahun 2019 Tahun 2020 - 2021 Tahun 2022

Komponen I
Komponen II
Komponen III

P3A
Memfasilitasi penyusunan program kerja P3A/GP3A/IP3A dalam kegiatan X X X X
pemberdayaan organisasi serta pengembangan dan pengelolaan sistim
irigasi partisipatif pada daerah irigasi setempat.
Memfasilitasi bentuk pertemuan rutin yang efektif dan efisien diantara X X X X
pengurus GP3A/IP3A, antara GP3A/IP3A dengan P3A, dan antara
P3A/GP3A/IP3A dengan Tim KPL pada daerah irigasi setempat.
Membantu persiapan dan pelaksanaan kegiatan pelatihan, penyusunan X X X X
Dana Pengelolaan Irigasi, dan penyusunan kerjasama pengelolaan irigasi
(KSP) atau Nota Kesepahaman pada daerah irigasi setempat.
Membantu penanganan manajemen konflik dalam pengembangan dan X X X X
pengelolaan sistim irigasi partisipatif.
• Persiapan
• Membantu persiapan dan pelaksanaan kegiatan Program PPSI di Kabupaten/Kota, atau
sesuai penempatannya.
• Melakukan silaturahmi kepada Dinas Instansi terkait dan Komisi Irigasi dalam rangka
pelaksanaan program PPSI pada tingkat Kabupaten / Kota
• Perencanaan
• Menyusun program kerja individu
• Menyusun program kerja bersama TPM-KTPM
• Membantu dan memfasilitasi penyusunan program kerja Komisi Irigasi
• Membantu Rencana Penyusunan PSETK dan RP2I

Sumber :
Panduan pemberdayaan masyarakat Petani D.I
oleh TPM hal 13-14
• Pelaksanaan
• Membantu dan memfasilitasi pelaksanaan tugas Komisi Irigasi sesuai kewenangannya, termasuk
pertemuan, penyiapan materi dan kegiatan working group lainnya yang berkaitan dengan Tupoksi
Komisi Irigasi.
• Memfasilitasi bentuk pertemuan rutin Komisi Irigasi secara efektif dan efisien.
• Membantu dan memfasilitasi pelaksanaan kegiatan sosialisasi, apresiasi, dan diseminasi PPSI di
lokasi yang menjadi kewenangannya.
• Membantu dan memfasilitasi penyusunan dokumen-dokumen yang berkaitan dengan pelaksanaan
program PPSI.
• Membantu Penyusunan dokumen RP2I
• Memfasilitasi koordinasi kegiatan PPSI antara Komisi Irigasi dengan Daerah Irigasi (KPL,
P3A/GP3A/IP3A, dan TPM).
• Mengkoordinasikan seluruh kegiatan TPM di masing-masing daerah irigasi Program PPSI.
• Membantu koordinasi dengan kelembagaan yang berkaitan dengan kegiatan
pendampingan petani dengan TPM pada masing-masing Daerah Irigasi.
• Melakukan Koordinasi dengan KTPM-KTPM lintas kewenangan.
• Membantu penyampaian informasi dan data yang diperlukan oleh stakeholder dan Konsultan.
Sumber :
Panduan pemberdayaan masyarakat Petani D.I
oleh TPM hal 13-14
• Pelatihan
• Membantu dan memfasilitasi kajian kebutuhan pelatihan
• Membantu dan memfasiltasi kegiatan pelatihan di level Kabupaten/Provinsi/Balai
• Membantu mengembangkan modul pelatihan
• Mengikuti Pelatihan yang diselenggarakan oleh Provinsi
• Pemantauan dan evaluasi,
• Membantu dan memfasilitasi pelaksanaan kegiatan pemantauan dan evaluasi program
PPSI.
• Membantu kegiatan Evaluasi Pelatihan
• Membantu dan memfasilitasi pelaksanaan kegiatan pemantauan dan evaluasi Kinerja TPM.

Sumber :
Panduan pemberdayaan masyarakat Petani D.I
oleh TPM hal 13-14
• Pelaporan
• Menyusun Laporan Bulanan, Triwulan dan akhir tahun yang berisi laporan kegiatan
individu dan kompilasi hasil laporan TPM yang menjadi tanggung jawabnya
• Membantu dan memfasilitasi penyusunan setiap laporan kegiatan bulanan dan laporan akhir
pelaksanaan Program PPSI
• Membantu dokumentasi Pelaporan program di wilayah tugasnya.
• Menyusun laporan yang bersifat kasuistik dan sukses stori apabila ada
• Exit Strategi
• Membantu TPM dalam membentuk kader pengurus atau kader fasilitator dari masyarakat
petani sebagai Petandu yang dapat berperan dalam meneruskan keberlanjutan tugas
program pendampingan.
• Membantu tim di level Kabupaten/Kota dalam upaya penyusunan rencana kegiatan paska
program, yang disesuaikan dengan dokumen RP2I
Sumber :
Panduan pemberdayaan masyarakat Petani D.I
oleh TPM hal 13-14
PUSAT PROVINSI KABUPATEN ALOKASI

DI. Kewenangan DI. Kewenangan DI. Kewenangan Tiap tiap


pusat, untuk 1 Provinsi, untuk 1 Kabupaten/Kota, tingkatan
(satu) TPM (satu) TPM untuk 1 (satu) TPM kewenangan
lingkup kerja lingkup kerja kabupaten dapat
lingkup kerja
pendampingan pada
pendampingan pendampingan menyediakan 1
Jumlah luas areal 500 ha sd
pada 1 (satu) pada luas areal (satu) orang
TPM & 600 ha sesuai
GP3A 500 ha s/d 600 KTPM
KTPM kebutuhan daerah.
ha, atau 1 (satu) Pada Daerah Irigasi
GP3A yang berjauhan
perlu dukungan dari
daerah untuk
mempertimbangkan
penambahan TPM
atau biaya
operasionalnya
KESETARAAN
TRANSPARANSI
SELEKSI GENDER
SESUAI
Jadwal KEBUTUHAN

Pertimbangkan 10 bulan ke bulan desember


Bagan Alir

Halaman berikutnya
Bagan Alir

Halaman sebelumnya

Selanjutnya pelatihan ToT & ttd kontrak


KONSEP PENGUMUMAN DI BAPPEDA KABUPATEN
KONSEP PENGUMUMAN DI BAPPEDA KABUPATEN
KONSEP PENGUMUMAN DI BAPPEDA KABUPATEN
Penyerahan Berkas Lamaran Pekerjaan
Tes Tertulis dan Wawancara

Tes Tertulis
Waktu 60 menit

Di Random untuk antisipasi


Per Kabupaten

Cek Poin
hari pertama dan berikut

Essai

Tes Wawancara
Waktu 30 menit
Simulasi FGD

• Membuka acara diskusi dengan petani, santai


dan menciptakan suasana bebas, berkelakar,
dll.
• Menjelaskan maksud dan tujuan pertemuan
• Belajar dengan petani agar petani dapat
menjelaskan sendiri masalah mereka.
• Informasi dari petani akan digunakan untuk
pengembangan yang sesuai dengan kebutuhan
petani.
• Tujuan simulasi ini sebagai praktek fasilitasi di
lapangan
• Memilih Petandu dan Sekretaris yang berasal
dari petani.
• Menciptakan dinamika diskusi kelompok /
berperan sebagai fasilitator, menegur jika
petandu bersifat dominan.
Format Daftar Pelamar per Kabupaten

Amplop dari Bappeda Kab Penomoran & Entry Database per Kabupaten Sortir Lolos Seleksi
Konsep Pengumuman TPM dan KTPM

Pengumuman di tempel di masing-


masing Bappeda Kabupaten

Daftar ulang / lapor diri ke masing-


masing Bappeda Kabupaten
• Kontrak 40 bulan sehingga perlu dipertimbangkan :
• Evaluasi kinerja dan kontrak tiap 10 bulan sekali
• Tidak boleh merangkap dengan pekerjaan lain
• Diutamakan putra / putri daerah (diutamakan harus ditulis demikian, meskipun
pada kenyataan yang dipilih bisa jadi orang daerah terdekat dari lokasi kegiatan
tetapi berbeda kecamatan misalnya)
• Jika TPM meninggal dunia atau mengundurkan diri maka :
• Menyiapkan cadangan,
• Menyiapkan rekruitmen baru,
• Melalui mekanisme pengganti yang diatur tersendiri
• Penerimaan berkas lamaran :
• Diantar ke bappeda kabupaten
• Setelah waktu pendaftaran habis, tim mengambil berkas ke masing-masing kabupaten secara
kolektif dan dibawa ke BBWS SO
• Konsep I
• Pengadaan dilakukan dengan SK Pejabat Pengadaan dan Konsultan Pendukung membantu
pengadaan TPM & KTPM
• Seleksi dilakukan di BBWS SO (administrasi untuk menggugurkan, tertulis 60 menit, dan wawancara
– simulasi 30 menit)
• Dana pengadaan TPM & KTPM di PIU BBWS SO
• ATK
• SPPD
• Konsep II  yang dipilih
• Pengadaan dilakukan dengan SK Pejabat Pengadaan dan dibantu unsur bappeda kabupaten serta
manajemen pendukung
• Seleksi dilakukan di BBWS SO – OP SDA I (administrasi untuk menggugurkan, tertulis 60 menit,
wawancara 30 menit, simulasi 30 menit)
• Dana pengadaan TPM & KTPM di PIU BBWS SO
• ATK
• SPPD
• Lamaran hardcopy diterima di Bappeda kabupaten dan setelah waktu tertentu diambil oleh tim
manajemen pendukung
• Tim Seleksi yang membantu Pejabat Pengadaan
• PIU
• 1 orang dari masing-masing bappeda kabupaten
• Satker OP – Lihat juknis
• Satker Balai – Lihat juknis
• Satker PJPA – Lihat juknis
• Manajemen pendukung – Lihat juknis
• Tim ISAI – Lihat juknis
• Tes Tertulis (cek poin dan essai yang dirandom) dan wawancara dari acuan
bangda yang disederhanakan
• Pilihan Tanda Tangan kontrak dilakukan :
• Di kabupaten
• Di BBWS sesuai dengan rencana jadwal
• Pada setelah ToT (tanggal tetap sesuai dengan rencana) supaya tidak membolos
Materi Pelatihan Detail dibahas di Persiapan ToT Pengetahuan Pertanian Dan
Kelembagaan

Program Pemberdayaan

Keterampilan Pendampingan

Pengetahuan PPSI
• Pengadaan

• Pelatihan
Indikator
Keberhasilan
Program
• Target P3A /GP3A/
IP3A

• PSETK
Sumber :
Panduan pemberdayaan masyarakat Petani D.I
oleh TPM hal 21-22
Diskusi dan Tanya jawab
PIU BBWS SO