Anda di halaman 1dari 54

PANDUAN KPPS

PEMUNGUTAN DAN PENGHITUNGAN


SUARA PEMILU TAHUN 2019
PANDUAN
PEMUNGUTAN DAN PENGHITUNGAN
SUARA PEMILU TAHUN 2019

Pengarah:
Arief Budiman Ketua KPU
Ilham Saputra Anggota KPU
Hasyim Asy’ari Anggota KPU
Pramono Ubaid Tanthowi Anggota KPU
Evi Novida Ginting Anggota KPU
Wahyu Setiawan Anggota KPU
Viryan Anggota KPU
Penanggung Jawab
Arif Rahman Hakim Sekretaris Jenderal KPU
Pengarah Teknis Pada Setjend KPU
Nur Syarifah
Supriatna
Tim Penyusun
Biro Teknis dan Hupmas KPU
Diterbitkan dan didistribusikan oleh:
KOMISI PEMILIHAN UMUM
SEKRETARIAT JENDERAL KOMISI PEMILIHAN UMUM
Jalan Imam Bonjol No. 29 Jakarta Pusat 10310
Telp. 021 31937223 | Fax. 021 3157759
http://www.kpu.go.id | http://infopemilu.kpu.go.id
PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT, karena atas berkat rahmat-
Nya, buku panduan KPPS dalam melaksanakan Pemungutan dan
Penghitungan Suara Pemilu Tahun 2019 diselesaikan dengan baik.

Buku panduan KPPS ini, dimaksudkan untuk memberikan pemahaman bagi


petugas KPPS dalam melaksanakan proses Pemungutan dan Penghitungan
Suara Pemilu Tahun 2019. Buku ini juga diharapkan dapat memberikan
petunjuk secara umum, sehingga pola pikir dalam melaksanakan rangkaian
kegiatan ini dapat lebih terarah sesuai dengan peraturan perundang-
undangan, dan proses pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara
dapat diselesaikan dengan tepat waktu sesuai dengan jadwal yang telah
ditetapkan sebagaimana diatur dalam Peraturan KPU.

Penyusunan buku ini membutuhkan waktu dan pemikiran yang mendalam,


oleh karena itu, kritik dan saran dari berbagai pihak akan sangat bermanfaat
guna penyempurnaan di masa mendatang.

Apresiasi dan ucapan terimakasih yang sebesar-besarnya juga kepada


berbagai pihak yang telah berpartisipasi dalam penyusunan dan
penyempurnaan buku ini.

Semoga buku ini dapat memberikan manfaat.

Jakarta, Februari 2019

Tim Penyusun
SAMBUTAN
KETUA KOMISI PEMILIHAN UMUM
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Salam sejahtera untuk kita semua, om swasti astu, namo Buddhaya

Segal puji syukur kehadirat Allah SWT, Tuhan YME yang selalu memberikan
kesehatan kepada kita semua.

Kegiatan pemungutan dan penghitungan suara merupakan tahapan


penyelenggaraan pemilu yang dilaksanakan di TPS sebagaimana ketentuan
dalam peraturan perundang-undangan. tahapan ini tentunya sangat penting
bagi peserta pemilu karena merupakan proses awal untuk setiap peserta
pemilu memperoleh suara. Tahapan pemungutan dan penghitungan suara
menjadi tahapan penentu dari semua tahapan pemilu tahun 2019 yang
dimulai dari tahapan pencalonan sampai dengan pemungutan suara.
Pemilu Tahun 2019 kali ini menjadi berbeda dengan pelaksanaan pemilu
tahun sebelumnya, perbedaan tersebut adalah waktu pelaksanaan pemilu
Presiden dan Wakil Presiden dengan pemilu anggota DPR,DPD, DPRD Provinsi
dan DPRD Kab/Kota dilaksanakan secara serentak. Pada pemilu tahun 2019
ini pemilih akan menerima lima surat suara di TPS, hal tersebut berbeda dari
pemilu sebelumnya dimana waktu pelaksanaan pemilu Presiden dan Wakil
Presiden dengan Pemilu anggota DPR,DPD,DPRD Provinsi dan DPRD Kab/Kota
dilaksanakan dalam waktu yang berbeda.
KPPS mempunyai peranan penting dalam melaksanakan tahapan ini,
keberhasilan dalam tahapan ini tentunya tergantung kepada pemahaman
KPPS dalam memimpin proses pemungutan dan penghitungan suara di TPS.
Oleh karena itu, berbagai upaya terus dilakukan untuk memperkuat
pemahaman KPPS, salah satunya adalah dengan menerbitkan “Buku Panduan
KPPS dalam pemungutan dan penghitungan suara Pemilu Tahun 2019”
sebagai pedoman PPK dalam pelaksanaan rekapitulasi tingkat kecamatan.
Besar harapan dengan terbitnya buku ini, KPPS dapat memahami dengan baik
sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Akhir kata saya mengucapkan selamat bekerja untuk seluruh anggota KPPS,
tetaplah menjaga netralitas sebagai penyelenggara, karena masa depan bangsa
kita ada ditangan rekan-rekan sekalian, dan semoga apa yang kita kerjakan
dicatat sebagai amal ibadah.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Jakarta, Februari 2019

Ketua Komisi Pemilihan Umum

Arief Budiman
DAFTAR ISI

SAMBUTAN KETUA KOMISI PEMILIHAN UMUM


PENGANTAR
DAFTAR ISI
DASAR HUKUM
DAFTAR NAMA FORMULIR, SAMPUL DAN KELENGKAPAN REKAPITULASI

BAB I PENDAHULUAN
A. Dasar Hukum…………………………………………………………………..1
B. Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS)…………………1
1. Pengertian KPPS……………………………………………………….….1
2. Kode Etik KPPS…………………………………………………………...1
C. Pengawas TPS…………………………………………………………………..1
D. Saksi Peserta Pemilu………………………………………………………….2
E. Pemantau Pemilu………………………………………………………………2

BAB II PERLENGKAPAN PEMUNGUTAN DAN PENGHITUNGAN SUARA


A. Jenis – jenis formulir………………………………………………………….3
B. Rincian Sampul………………………………. ………………………..….....4
C. Perlengkapan Pemungutan dan Penghitungan Suara ………………..5
D. Perlengkapan Pemungutan dan Penghitungan Suara yang
diterima KPPS……………………………………………………..................6
E. Perlengkapan di luar Kotak suara………………………………………….9

BAB III PEMUNGUTAN DAN PENGHITUNGAN SUARA


A. Sebelum Hari Pemungutan Suara …………………..…………………10
1. Pembagian Tugas KPPS…………………………………………10
2. Pengumuman Pemungutan Suara………………………….…11
3. Penyampaian formulir Model C6-KPU…………………….….11
4. Pendirian TPS……………………………………………………...12
a. Waktu pelaksanaan……………………………………...12
b. TPS Akses……………………………………………….….13
c. Penyiapan TPS………………………………………….….13
a) TPS di ruang terbuka…………………………...13
b) TPS di ruang tertutup…………………………...13
d. Denah TPS………………………………………………..…14
5. Gladi bersih pemungutan dan penghitungan suara……….15
B. Pelaksanaan Pemungutan Suara ………………………………..…….16
1. Persiapan Pelaksanaan Pemungutan Suara………………....16
2. Rapat Pemungutan Suara………………………………………..16
a. Pembukaan rapat pemungutan suara………………..16
1) Pengucapan sumpah janji………………………17
2) Buka kotak suara………………………………...17
3) Penjelasan tata cara pemungutan suara…….18
b. Langkah-langkah pelaksanaan pemungutan suara.19

BAB IV PENGHITUNGAN SUARA


A. Persiapan Penghitungan Suara……………………………………………21
1. Penghitungan suara dihadiri oleh……………………………….21
2. Tugas KPPS……………………………………………………………21
B. Pelaksanaan Penghitungan Suara
1. Alur Penghitungan Suara di TPS………………………………...24
2. Tata cara penghitungan suara di TPS…………………………..24
3. Pencatatan data pemilih dan data surat suara……………….31
4. Tata cara pengisian formulir C1………………………………….31
5. Penandatanganan Model C1.Plano………………………………34
6. Penyalinan Model C1.Plano……………………………………….34
7. Membuat berita acara (Model C-KPU)……………………….…35
8. Penyerahan Salinan formulir Model C dan C1 Setiap
JenisPemilu………………………………………………………….36
9. Memasukkan Hasil Pemungutan dan Penghitungan
Suara ke dalam Kotak Suara……………………………….…..36
10. Penutupan Penghitungan Suara……………………………….38
11. Mengirimkan Kotak Suara dan Salinan formulir kepada
PPK melalui PPS……………………………………………………38

BAB V PEMUNGUTAN SUARA ULANG/PENGHITUNGAN SUARA ULANG


A. Pemungutan Suara Ulang…………………………………………………40
B. Penghitungan Suara Ulang……………………………………………….42

BAB VI PEMUNGUTAN SUARA LANJUTAN DAN SUSULAN


a. Penyebab terjadinya Pemungutan lanjutan
dan susulan………………………………………………………………….43
b. Perbedaan pemungutan lanjutan
dan susulan……………………………………………………………….…43
I. PENDAHULUAN

A. Dasar Hukum
1. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum
2. Peraturan KPU Nomor 32 Tahun 2018 tentang Perubahan Kedua atas Peratur
an KPU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Tahapan, Program dan Jadwal
Penyelenggaraan Pemilu Tahun 2019
3. Peraturan KPU Nomor 3 Tahun 2019 tentang Pemungutan dan Penghitungan
Suara Pemilihan Umum
4. Peraturan KPU Nomor 37 Tahun 2018 tentang Pemutakhiran Data Pemilih

B. Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS)


1. Pengertian KPPS
KPPS dibentuk oleh PPS atas nama KPU/KIP Kabupaten/Kota untuk
melaksanakan pemungutan suara dan penghitungan suara di TPS.

2. Kode Etik KPPS

C. Pengawas TPS
Pengawas TPS adalah petugas pengawas di TPS yang dibentuk oleh Panwaslu
Kecamatan untuk membantu Panwaslu Kelurahan/Desa dalam :
1. Mengawasi Persiapan pemungutan suara
2. Mengawasi Pelaksanaan pemungutan suara
3. Mengawasi Persiapan penghitungan suara
4. Mengawasi Pelaksanaan penghitungan suara; dan
5. Mengawasi Pergerakan hasil penghitungan suara dari TPS ke PPS
6. Menyampaikan keberatan apabila menemukan dugaan adanya pelanggaran,
kesalahan dan/atau penyimpangan administrasi pemungutan dan
penghitungan suara.

1
Panduan KPPS Pemungutan dan Penghitungan Suara Pemilu Tahun 2019
D. Saksi Peserta Pemilu
Saksi Peserta Pemilu adalah petugas yang diberikan mandat tertulis dari:
1. Pasangan Calon atau tim kampanye tingkat kabupaten/kota atau tingkat
diatasnya, untuk Pemilu Presiden dan Wakil Presiden;
2. Pimpinan Partai Politik tingkat kabupaten/kota atau tingkat diatasnya, untuk
Pemilu anggota DPR, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota; dan
3. calon anggota DPD untuk Pemilu anggota DPD.

Jumlah saksi dalam surat mandat paling banyak 2 (dua) orang untuk setiap peserta
pemilu. Keberadaan saksi di dalam TPS hanya 1 (satu) orang dalam satu waktu.

E. Pemantau Pemilu
Pemantau Pemilu adalah Lembaga Swadaya Masyarakat, Badan Hukum, Lembaga
Pemantau dari Luar Negeri, Lembaga Pemilihan Luar Negeri, dan Perwakilan Negara
Sahabat di Indonesia, serta Perseorangan yang mendaftar kepada Bawaslu dan telah
memperoleh akreditasi dari Bawaslu.

Menyampaikan temuan kepada Bawaslu,


Bawaslu Provinsi, Panwas Kabupaten/Kota/
Kecamatan, apabila pelaksanaan pemungutan
suara dan penghitungan suara di TPS tidak
sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan

2
Panduan KPPS Pemungutan dan Penghitungan Suara Pemilu Tahun 2019
II. PERLENGKAPAN PEMUNGUTAN DAN PENGHITUNGAN SUARA
A. Jenis-jenis formulir
No JENIS FORMULIR JUDUL
1 C-KPU Berita Acara Pemungutan dan Penghitungan Suara
pada Pemilihan Umum tahun 2019
2 C1-PPWP Sertifikat Hasil Penghitungan Suara Pasangan Calon Presiden
dan Wakil Presiden
pada Pemilihan Umum tahun 2019
3 C1-DPR Sertifikat Hasil Penghitungan Suara Calon Anggota Dewan
Perwakilan Rakyat
pada Pemilihan Umum tahun 2019
4 C1-DPD Sertifikat Hasil Penghitungan Suara Calon Anggota Dewan
Perwakilan Daerah
pada Pemilihan Umum tahun 2019
5 C1-DPRD Provinsi*) Sertifikat Hasil Penghitungan Suara Calon Anggota Dewan
Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi
pada Pemilihan Umum tahun 2019
6 C1-DPRD Kab/Kota*) Sertifikat Hasil Penghitungan Suara Calon Anggota Dewan
Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten/Kota
pada Pemilihan Umum tahun 2019
7 C1.Plano-PPWP Catatan Hasil Penghitungan Suara Pasangan Calon Presiden
dan Wakil Presiden
pada Pemilihan Umum tahun 2019
8 C1.Plano-DPR Catatan Hasil Penghitungan Suara Calon Anggota Dewan
Perwakilan Rakyat
pada Pemilihan Umum tahun 2019
9 C1.Plano-DPD Catatan Hasil Penghitungan Suara Calon Anggota Dewan
Perwakilan Daerah
pada Pemilihan Umum tahun 2019
10 C1.Plano-DPRD Provinsi *) Catatan Hasil Penghitungan Suara Calon Anggota Dewan
Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi
pada Pemilihan Umum tahun 2019
11 C1.Plano-DPRD Kab/Kota Catatan Hasil Penghitungan Suara Calon Anggota Dewan
*) Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten/Kota
pada Pemilihan Umum tahun 2019
12 C2-KPU Pernyataan Keberatan Saksi Atau Catatn Kejadian Khusus
Pemungutan dan Penghitungan Suara
pada Pemilihan Umum tahun 2019
13 C3-KPU Surat Pernyataan Pendamping Pemilih
14 C4-KPU Surat Pengantar Penyampaian Berita Acara Pemungutan dan
Penghitungan Suara Pemilu Tahun 2019 di TPS kepada PPS
15 C5-KPU *) Tanda Terima Penyerahan Salinan Berita Acara Pemungutan
dan Penghitungan Suara Serta Sertifikat Hasil Penghitungan
Suara
pada Pemilihan Umum tahun 2019
16 C6-KPU Surat Pemberitahuan Pemungutan Suara Kepada Pemilih
17 C6-KPU PSU Surat Pemberitahuan Pemungutan Suara Ulang Kepada
Pemilih
18 C7.DPT-KPU Daftar Hadir Pemilih Tetap
pada Pemilihan Umum tahun 2019
19 C7.DPTb-KPU Daftar Hadir Pemilih Tambahan
pada Pemilihan Umum tahun 2019
20 C7.DPK-KPU Daftar Hadir Pemilih Khusus
pada Pemilihan Umum tahun 2019

Catatan:
Khusus Untuk Provinsi Aceh, Papua, dan Papua
Barat penamaan formulir menyesuaikan

3
Panduan KPPS Pemungutan dan Penghitungan Suara Pemilu Tahun 2019
B. Rincian Sampul
No. Jenis Sampul Jumlah
1. Sampul untuk formulir Model C-KPU berhologram, Model 1 buah
C2-KPU dan Model C5-KPU
2. Sampul untuk formulir Model C1-PPWP berhologram 1 buah
3. Sampul untuk formulir Model C1-DPR berhologram 1 buah
4. Sampul untuk formulir Model C1-DPD berhologram 1 buah
5. Sampul untuk formulir Model C1-DPRD Provinsi berhologram 1 buah
6. Sampul untuk formulir Model C1-DPRD Kab/Kota 1 buah
berhologram
7. Sampul untuk formulir Model C-KPU 1 buah
8. Sampul untuk salinan formulir Model C1-PPWP, Model C1- 1 buah
DPR, Model C1-DPD, Model C1-DPRD Provinsi dan Model
C1-DPRD Kab/Kota
9. Sampul untuk surat suara sah, untuk masing – masing jenis 5 buah
pemilu
10. Sampul untuk surat suara yang rusak dan/atau keliru 5 buah
dicoblos, untuk masing-masing jenis Pemilu
11. Sampul untuk surat suara tidak sah, untuk masing-masing 5 buah
jenis Pemilu
12. Sampul untuk surat suara yang tidak digunakan termasuk 5 buah
sisa surat suara cadangan, untuk masing-masing jenis
Pemilu
13. Sampul untuk kunci gembok 1 buah

Penggunaan Sampul diatas disegel dengan segel yang telah disediakan.

Segel dipergunakan juga untuk lubang kotak suara dan lubang gembok atau
alat pengaman lainnya untuk hasil pemungutan dan penghitunaan suara yang
dikirim ke PPK melalui PPS.

4
Panduan KPPS Pemungutan dan Penghitungan Suara Pemilu Tahun 2019
C. Perlengkapan Pemungutan dan Penghitungan Suara

PEMILU
2019

Perlengkapan Pemungutan dan Penghitungan Suara di TPS:

Dalam Kotak Luar Kotak


 Surat Suara  Tanda Pengenal KPPS, Petugas
 Tinta Ketertiban, dan saksi, beserta tali
 Segel
pengikat
 Paku beserta tali pengikat serta bantalan
 Sampul kertas
 Lem/perekat
 Karet pengikat surat suara  Ballpoint
 Kantong plastic  Seal atau pengaman kotak suara
 Formulir yang meliputi:  Spidol
Model C-KPU  Stiker nomor kotak suara
Model C1-PPWP  Formulir yang meliputi:
Model C1-DPR  Model C7.DPT-KPU
Model C1- DPD
 Model C7.DPTb-KPU
Model C1- DPRD Provinsi
Model C1-DPRD Kab/Kota (kecuali DKI  Model C7.DPK-KPU
Jakarta)
Model C1.Plano-PPWP
Model C1.Plano-DPR
Model C1.Plano-DPD
Model C1.Plano- DPRD Provinsi
Model C1.Plano-DPRD Kab/Kota
Model C2, C3,C4,C5 –KPU
 Alat bantu tuna netra

5
Panduan KPPS Pemungutan dan Penghitungan Suara Pemilu Tahun 2019
D. Perlengkapan Pemungutan dan Penghitungan Suara yang Diterima KPPS
1. Kotak Suara
a. Kotak Suara Presiden dan Wakil Presiden, yang berisi:

1. ALAT KELENGKAPAN TPS


a) KARET PENGIKAT SURAT SUARA
b) KANTONG PLASTIK BESAR
c) TALI PENGIKAT ALAT PEMBERI TANDA PILIHAN
d) ALAT UNTUK MENCOBLOS PILIHAN
e) ALAT BANTU TUNA NETRA PPWP
f) PLASTIK BESAR
g) 1 PAKET SEGEL
h) TINTA

2. SURAT SUARA
• SURAT SUARA PPWP DALAM SAMPUL TERSEGEL

3. SAMPUL
a) SAMPUL C BERHOLOGRAM, C2 & C5
b) SAMPUL C1 PPWP HOLOGRAM
c) SAMPUL SURAT SUARA SAH PPWP
d) SAMPUL SURAT SUARA TIDAK SAH PPWP
e) SAMPUL SURAT SUARA TIDAK DIGUNAKAN
f) SAMPUL SURAT SUARA RUSAK/KELIRU COBLOS
g) SAMPUL A3,A4,A-DPK,C7 DPT, C7 DPTb DAN C7 DPK
h) SAMPUL SALINAN C UNTUK PPS
i) SAMPUL SALINAN C UNTUK KAB/KOTA
j) SAMPUL UNTUK SALINAN C1 PPWP UNTUK PPS
k) SAMPUL UNTUK SALINAN C1 PPWP UNTUK KAB/KOTA
l) SAMPUL UNTUK C3, C6, A5

4. FORMULIR
a) 1 SET FORMULIR BERHOLOGRAM UKURAN A4 (C-KPU, C1
PPWP, C1 DPD, C1 DPR, C1 DPRD PROV, C1 DPRD KAB/
KOTA)
b) 1 SET FORMULIR C1 PLANO BERHOLOGRAM PPWP
c) 1 BUNDEL SALINAN FORMULIR MODEL C
d) 1 BUNDEL SALINAN FORMULIR MODEL C1 PPWP
e) FORMULIR MODEL C2, C3, C4, C5

6
Panduan KPPS Pemungutan dan Penghitungan Suara Pemilu Tahun 2019
b. Kotak Suara DPR, yang berisi:
1. ALAT KELENGKAPAN TPS
• PLASTIK BESAR

2. SURAT SUARA
• SURAT SUARA DPR DALAM SAMPUL TERSEGEL

3. SAMPUL
a) SAMPUL C1 DPR HOLOGRAM
b) SAMPUL SURAT SUARA SAH DPR
c) SAMPUL SURAT SUARA TIDAK SAH DPR
d) SAMPUL SURAT SUARA TIDAK DIGUNAKAN
e) SAMPUL SURAT SUARA RUSAK/KELIRU COBLOS
f) SAMPUL UNTUK SALINAN C1 DPR UNTUK PPS
g) SAMPUL UNTUK SALINAN C1 DPR UNTUK KAB/KOTA

4. FORMULIR
a) 1 SET FORMULIR C1 PLANO BERHOLOGRAM DPR
b) 1 BUNDEL SALINAN FORMULIR MODEL C1 DPR

c. Kotak Suara DPD, yang berisi:


A. ALAT KELENGKAPAN TPS
• PLASTIK BESAR
• ALAT BANTU TUNA NETRA

B. SURAT SUARA
• SURAT SUARA DPD DALAM SAMPUL TERSEGEL

C. SAMPUL
• SAMPUL C1 DPD HOLOGRAM
• SAMPUL SURAT SUARA SAH DPD
• SAMPUL SURAT SUARA TIDAK SAH DPD
• SAMPUL SURAT SUARA TIDAK DIGUNAKAN
• SAMPUL SURAT SUARA RUSAK/KELIRU COBLOS
• SAMPUL UNTUK SALINAN C1 DPD UNTUK PPS
• SAMPUL UNTUK SALINAN C1 DPD UNTUK KAB/KOTA

D. FORMULIR
• 1 SET FORMULIR C1 PLANO BERHOLOGRAM DPD
• 1 BUNDEL SALINAN FORMULIR MODEL C1 DPD

7
Panduan KPPS Pemungutan dan Penghitungan Suara Pemilu Tahun 2019
d. Kotak Suara DPRD Provinsi, yang berisi:

A. ALAT KELENGKAPAN TPS


• PLASTIK BESAR

B. SURAT SUARA
• SURAT SUARA DPRD PROVINSI DALAM SAMPUL TERSEGEL

C. SAMPUL
a) SAMPUL C1 DPRD PROVINSI HOLOGRAM
b) SAMPUL SURAT SUARA SAH DPRD PROVINSI
c) SAMPUL SURAT SUARA TIDAK SAH DPRD PROVINSI
d) SAMPUL SURAT SUARA TIDAK DIGUNAKAN
e) SAMPUL SURAT SUARA RUSAK/KELIRU COBLOS
f) SAMPUL UNTUK SALINAN C1 DPRD PROVINSI UNTUK PPS
g) SAMPUL UNTUK SALINAN C1 DPRD PROVINSI UNTUK KAB/
KOTA

D. FORMULIR
• 1 SET FORMULIR C1 PLANO BERHOLOGRAM DPRD PROVINSI
• 1 BUNDEL SALINAN FORMULIR MODEL C1 DPRD PROVINSI

d. Kotak Suara DPRD Kabupaten/Kota, yang berisi:


A. ALAT KELENGKAPAN TPS
• PLASTIK BESAR

B. SURAT SUARA
• SURAT SUARA DPRD KAB/KOTA DALAM SAMPUL TERSEGEL

C. SAMPUL
a) SAMPUL C1 DPRD KAB/KOTA HOLOGRAM
b) SAMPUL SURAT SUARA SAH DPRD KAB/KOTA
c) SAMPUL SURAT SUARA TIDAK SAH DPRD KAB/KOTA
d) SAMPUL SURAT SUARA TIDAK DIGUNAKAN
e) SAMPUL SURAT SUARA RUSAK/KELIRU COBLOS
f) SAMPUL UNTUK SALINAN C1 DPRD KAB/KOTA I UNTUK PPS
g) SAMPUL UNTUK SALINAN C1 DPRD KAB/KOTA UNTUK KAB/KOTA

D. FORMULIR
a) 1 SET FORMULIR C1 PLANO BERHOLOGRAM DPRD KAB/KOTA
b) 1 BUNDEL SALINAN FORMULIR MODEL C1 KAB/KOTA

8
Panduan KPPS Pemungutan dan Penghitungan Suara Pemilu Tahun 2019
2. Perlengkapan di Luar Kotak meliputi;

A. ALAT KELENGKAPAN TPS


• TANDA PENGENAL KPPS DAN PETUGAS KETERTIBAN
• TANDA PENGENAL SAKSI
• LEM/PEREKAT
• PENA/BOLPOIN
• SPIDOL
• DAFTAR PASANGAN CALON
• DCT ANGGOTA DPR
• DCT ANGGOTA DPD
• DCT ANGGOTA DPRD PROVINSI
• DCT ANGGOTA DPRD KAB/KOTA
• SALINAN DPT (UNTUK DI TEMPEL)
• SALINAN DPTb (UNTUK DI TEMPEL)
• SALINAN DPK
• FORMULIR MODEL C7 DPT, C7 DPTb DAN C7 DPK
• BILIK SUARA

9
Panduan KPPS Pemungutan dan Penghitungan Suara Pemilu Tahun 2019
III. PEMUNGUTAN SUARA
A. Sebelum Hari Pemungutan Suara
1. Pembagian Tugas KPPS

Menerima Model C6-KPU/KTP-Elektronik/


Suket/SIM/KK dari Pemilih berdasarkan
Menerima
urutan Model C6-KPU/Model A5-KPU/KTP-el/-
kehadiran
SUKET/SIM/KK dari Pemilih berdasarkan urutan
kehadiran

Memeriksa KTP-el/SUKET/SIM/KK dan formulir

10
Panduan KPPS Pemungutan dan Penghitungan Suara Pemilu Tahun 2019
2. Pengumuman Pemungutan Suara

Pelaksanaan Pemungutan Suara


Pemilihan Umum 2019
Hari : Rabu
Tanggal : 17 April 2019
Waktu : 07.00-13.00 waktu setempat
Lokasi : (Alamat TPS yang telah ditentukan)
Nomor TPS: ........

2. Penyampaian formulir model C6-KPU


a. Waktu Penyampaian
KPPS menyampaikan formulir Model C6-KPU untuk memberikan suara
kepada Pemilih yang terdaftar dalam DPT di wilayah kerjanya paling lambat
tanggal 14 April 2019

Dalam hal Pemilih tidak berada di tempat tinggalnya, ketua KPPS dapat
menyampaikan formulir Model C6-KPU kepada keluarganya dan diminta
untuk menandatangani tanda terima.

11
Panduan KPPS Pemungutan dan Penghitungan Suara Pemilu Tahun 2019
b. Pengembalian Model C6-KPU yang tidak terdistribusi
Apabila petugas KPPS menemukan pemilih yang telah meninggal dunia,
pindah alamat atau tidak dikenal, KPPS menandai/mencatat keterangan
tersebut pada halaman belakang Model C6-KPU yang tidak dapat terdistri
busikan tersebut.

Apabila sampai dengan 1 (satu) Hari sebelum hari dan tanggal Pemungutan
Suara terdapat formulir Model C6- KPU yang tidak dapat diserahkan
kepada Pemilih, ketua KPPS mengembalikan formulir Model C6-KPU kepada
PPS yang telah dituangkan dalam formulir Model BA.C6- KPU.
MODEL
BA.C6-KPU

BERITA ACARA
PENGEMBALIAN SURAT PEMBERITAHUAN (MODEL C6-KPU)
YANG TIDAK TERDISTRIBUSI
PEMILIHAN UMUM TAHUN ….

Bersama ini disampaikan Surat Pemberitahuan Pemungutan Suara Pemilihan Umum Tahun … Kepada
Pemilih (Model C6-KPU) yang tidak terdistribusi dalam pelaksanaan pemungutan suara dan penghitungan
suara di:

Tempat Pemungutan Suara (TPS) : Nomor ..……..........……

Desa/Kelurahan *) : ..…............…….…........

Kecamatan : ..…............…….…........

Kabupaten/Kota *) : ..…............…….…........

Provinsi : ..…............…….…........

Jumlah C6-KPU yang dikembalikan : ..…............…… Lembar

1. Meninggal dunia : ……………………… lembar

2. Pindah alamat : ……………………… lembar

3. Tidak dikenal : ……………………… lembar

4. Tidak dapat ditemui : ……………………… lembar

5. Lain-lain : ……………………… lembar

…………………….., ……………………. .........

YANG MENYERAHKAN, YANG MENERIMA,

KELOMPOK PENYELENGGARA PANITIA PEMUNGUTAN SUARA


PEMUNGUTAN SUARA

2. Pendirian TPS
……………………………………… ………………………………………

Dalam pendirian TPS Ketua KPPS dibantu oleh anggota KPPS menentukan
*) Coret yang tidak perlu;

lokasi TPS dengan ketentuan sebagai berikut: Keterangan :

a. TPS didirikan di tempat yang mudah dijangkau, termasuk oleh penyandang


Formulir D.C6-KPU dibuat sebanyak 2 (dua) rangkap:
a. 1 (satu) rangkap untuk arsip KPPS; dan

disabilitas b. 1 (satu) rangkap untuk PPS guna diteruskan kepada KPU/KIP Kabupaten/Kota.

b. Tidak menggabungkan kelurahan/desa atau nama lain


c. Memperhatikan aspek geografis serta menjamin setiap pemilih dapat
memberikan suaranya secara langsung, umum, bebas dan rahasia

1) Waktu Pelaksanaan
Ketua KPPS dibantu oleh anggota KPPS menyiapkan lokasi dan pembuatan
TPS paling lambat 1 (satu) hari sebelum hari dan tanggal pemungutan
suara (16 april 2019)

12
Panduan KPPS Pemungutan dan Penghitungan Suara Pemilu Tahun 2019
b. TPS Akses
TPS harus memperhatikan kemudahan bagi pemilih disabilitas.
1) Pastikan TPS tidak didirikan di lahan yang berbatu-batu, berbukit,
dikelilingi selokan atau parit, ataupun yang ada anak tangganya.
2) Tinggi meja bilik setidaknya 75-100 cm dari lantai dan setidaknya
berjarak 1 meter anatara meja dengan dinding/pembatas TPS.
3) Tinggi meja kotak suara adalah setidaknya 35 cm dari lantai.
4) Pastikan tidak ada benda-benda yang tergantung di langit-langit yang
dapat membuat penyandang tuna netra terbentur.
5) Peralatan TPS harus diatur sedemikian rupa sehingga ada jarak yang
cukup bagi pengguna kursi roda untuk bergerak secara leluasa di TPS.
c. Penyiapan TPS
1) TPS di ruang terbuka
a) Tempat duduk ketua KPPS dan anggota KPPS, Pemilih, dan Saksi
dapat diberi pelindung terhadap panas matahari dan hujan;
b) Tidak memungkinkan orang lalu lalang di belakang Pemilih pada saat
memberikan suara di bilik suara;
c) Terdapat penutup di belakang bilik suara;
d) Akses masuk ke TPS memberi kemudahan bagi pemilih penyandang
disabilitas pengguna kursi roda.

2) TPS di ruang tertutup


a) Luas TPS harus mampu menampung pelaksanaan rapat Pemungutan
dan Penghitungan Suara di TPS;
b) Pada saat memberikan suara di bilik suara, posisi Pemilih
membelakangi tembok/dinding;
c) Perlu alat penerangan yang cukup;
d) Apabila lokasi TPS di dalam bangunan gedung, agar dipilih bangunan
dengan jalan pintu masuk-keluar yang tidak bertangga-tangga
sehingga tidak menyulitkan pemilih penyandang disabilitas pengguna
kursi roda.

13
Panduan KPPS Pemungutan dan Penghitungan Suara Pemilu Tahun 2019
d. Denah TPS

029
Nomor TPS

14
Panduan KPPS Pemungutan dan Penghitungan Suara Pemilu Tahun 2019
e. Gladi Bersih Pemungutan Suara

15
Panduan KPPS Pemungutan dan Penghitungan Suara Pemilu Tahun 2019
B. PELAKSANAAN PEMUNGUTAN SUARA
1. PERSIAPAN PELAKSANAAN PEMUNGUTAN SUARA

KPPS datang di TPS


paling lambat pukul
06.00 waktu setempat

KPPS memeriksa TPS dan sarana pelaksanaan Memasang DPT, DPTb, Daftar Pasangan Calon, Daftar
Pemungutan dan Penghitungan Suara Ketua KPPS menerima surat mandat saksi
Calon Tetap Anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi, dan
Menempatkan kotak suara yang berisi surat DPRD Kabupaten/Kota
suara untuk masing-masing jenis pemilu beserta Memberikan Salinan DPT ( Formulir Model
kelengkapan administrasinya di depan meja A3.-KPU) dan DPTb (Formulir Model A4.-
Mempersilahkan dan mengatur pemilih untuk menem- KPU) kepada saksi dan pengawas TPS.
ketua KPPS pati tempat duduk yang telah disediakan

DPT DCT
Daftar Pasangan Calon
DPTb

2. RAPAT PEMUNGUTAN SUARA

16
Panduan KPPS Pemungutan dan Penghitungan Suara Pemilu Tahun 2019
a. Pengucapan Sumpah Janji

Naskah Sumpah/janji
“Demi Allah (Tuhan), saya bersumpah/berjanji:
Bahwa saya akan memenuhi tugas dan kewajiban saya sebagai
anggota KPPS dan petugas ketertiban TPS dengan sebaik-baiknya
sesuai dengan peraturan perundang-undangan dengan berpedoman
pada Pancasila dan Undang-Undang Dasar Republik Indonesia
Tahun 1945.

Bahwa saya dalam menjalankan tugas dan wewenang akan bekerja


dengan sungguh-sungguh, jujur, adil, dan cermat, demi suksesnya
pemilihan umum Presiden dan Wakil Presiden, Anggota Dewan
Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah dan Dewan
Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi serta Dewan Perwakilan Rakyat
Daerah Kabupaten/Kota, tegaknya demokrasi dan keadilan, serta
mengutamakan kepentingan Negara Kesatuan Republik Indonesia
dari pada kepentingan pribadi dan golongan”
b. Membuka Kotak Suara

Urutan pembukaan Kotak


Suara:
[1] Kotak suara Presiden dan
Wakil Presiden
[2] Kotak Suara DPR
[3] Kotak Suara DPD
[4] Kotak Suara DPRD Provinsi
[5] Kotak Suara DPRD
Kabupaten/Kota

17
Panduan KPPS Pemungutan dan Penghitungan Suara Pemilu Tahun 2019
c. Penjelasan Tata Cara Pemungutan Suara
Hal-hal yang perlu dijelaskan oleh Ketua KPPS:
1) Tujuan pemungutan suara adalah untuk memilih Pasangan Calon
Presiden dan Wakil Presiden, dan memilih calon anggota DPR, DPD,
DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota dengan cara mencoblos pada
surat suara yang tersedia.
2) Pemilih yang dapat diterima untuk memberikan suara di TPS adalah
pemilih yang terdaftar dalam DPT dan DPTb di TPS yang tercantum
dalam Formulir Model C6-KPU atau Formulir A.5-KPU/Model A.5 LN-
KPU.
3) Bagi Pemilih yang tidak terdaftar dalam DPT dan DPTb, dapat memberi
kan suara di TPS dengan menggunakan KTP-el sepanjang pemilih terse
but berdomisili di RT/RW sesuai alamat KTP-el yang sama dengan TPS
tempat memilih dan dilakukan 1 (satu) jam sebelum pemungutan suara
selesai.
4) Kesempatan untuk memberikan suara di TPS berdasarkan prinsip uru
tan kehadiran pemilih, kecuali terdapat pemilih disabilitas/ibu hamil/
lanjut usia dapat diberikan kesempatan terlebih dahulu dengan persetu
juan pemilih yang sudah hadir.
5) Pemilih mencoblos surat suara hanya boleh menggunakan paku yang
telah disediakan di bilik suara.
Pemilih dilarang:
a) memberi suara dengan merobek/mengambil bagian dari surat suara
atau menggunakan rokok
b) menggunakan telepon genggam (handphone/HP) berkamera/kamera
di bilik suara
6) Pemilih sebelum mencoblos surat suara, agar membuka lebar-lebar
surat suara untuk memeriksa kemungkinan surat suara rusak, sehingga
dapat meminta pengganti surat suara kepada ketua KPPS hanya boleh 1
(satu) kali
7) Bagi pemilih disabilitas dapat menggunakan alat bantu (template) yang
telah disediakan
8) Bagi pemilih yang membutuhkan bantuan dapat menggunakan pen
damping sendiri atau petugas KPPS
9) Bagi Pendamping pemilih wajib mengisi formulir Model C3-KPU
10) Menjelaskan mekanisme pemberian suara
11) Menjelaskan tata cara mencoblos surat suara yang benar
12) Menjelaskan tata cara penggunaan alat bantu coblos bagi pemiilh
disabilitas

18
Panduan KPPS Pemungutan dan Penghitungan Suara Pemilu Tahun 2019
2. LANGKAH-LANGKAH PELAKSANAAN PEMUNGUTAN SUARA
a. Pemberian Surat Suara

Pemilih mendatangi TPS dimana nama KPPS keempat memeriksa jari Pemilih serta menerima
dan memeriksa kesesuaian antara formulir model
pemilih telah terdaftar sebagai pemilih C6-KPU atau model A5-KPU dengan KTP Elektronik
atau identitas lainnya

KPPS kelima meminta kepada


Pemilih untuk menandatangani
formulir Model C7.DPT-KPU/
C7.DPtb-KPU/C7.DPK-KPU

Pemilih duduk di kursi Pemilih untuk Pemilih memastikan Surat Su-


menunggu panggilan Ketua KPPS memanggil Pemilih berdasarkan urutan
kedatangan Pemilih untuk diberikan Surat Suara ara dalam keadaan tidak rusak
yang sudah ditandatangani oleh Ketua KPPS

KPPS Keempat meminta kepada Pemilih untuk menyerahkan model


Pemillih menuju bilik suara dan mencoblos Surat C6-KPU atau model A5-KPU dan menunjukan KTP Elektronik atau
Suara dengan alat coblos yang identitas lain (Kartu Keluarga/Paspor/SIM/Suket)
disediakan
KPPS keenam
mengarahkan
Pemilih untuk
memasukkan Surat
Suara kedalam
kotak suara
sesuai dengan jenis
Pemilih

Pemilih DPT dan DPK menerima 5 (lima)


Surat Suara yang meliputi :
KPPS ketujuh memastikan Pemilih menandai jari Pemilih Pemilih keluar TPS melalui pintu keluar 1. Surat Suara Presiden dan Wakil Presiden;
dengan tinta yang sudah disediakan. KPPS tidak menyediakan 2. Surat Suara DPR;
tisu atau kain lap! 3. Surat Suara DPD;
4. Surat Suara DPRD Provinsi; dan
5. Surat Suara DPRD Kabupaten/Kota.

7) Surat suara yang diterima oleh pemilih


a. Pemilih yang terdaftar dalam DPT (formulir Model A.3-KPU) dan
Pemilih DPK (formulir Model A.DPK-KPU), menerima lima jenis surat
suara, yang meliputi :
1. Surat Suara Presiden dan Wakil Presiden;

19
Panduan KPPS Pemungutan dan Penghitungan Suara Pemilu Tahun 2019
2. Surat Suara DPR;
3. Surat Suara DPD;
4. Surat Suara DPRD Provinsi; dan
5. Surat Suara DPRD Kabupaten/Kota.

b. Pemilih pindahan yang terdaftar dalam DPTb (formulir Model A.4-


KPU), KPPS memberikan surat suara berdasarkan informasi yang
tertulis (ceklist) dalam Formulir Model A5-KPU yang diberikan oleh
Pemilih.

1 (satu) jam sebelum waktu pemberian suara selesai, Ketua KPPS mengumumkan bahwa pemilih yang
tidak terdaftar dalam DPT dan DPTb (Pemilih DPK) diberi kesempatan untuk memberikan suara di TPS dan
didaftarkan ke dalam Formulir Model A.DPK-KPU

KPPS memberi kesempatan terlebih dahulu kepada pemilih yang terdaftar dalam DPT dan DPTb.
Pemilih DPK dapat memilih jika surat suara masih tersedia

Jika surat suara habis, KPPS mengarahkan pemilih ke TPS terdekat yang masih dalam satu wilayah desa/
kelurahan atau sebutan lain.

8) Pemunguman Penutupan Pemungutan Suara:


Setelah seluruh pemilih selesai memberikan suaranya di TPS, Ketua
KPPS mengumumkan kepada yang hadir di TPS bahwa pemungutan
suara telah selesai dan akan segera dilanjutkan dengan penghitungan
suara.

20
Panduan KPPS Pemungutan dan Penghitungan Suara Pemilu Tahun 2019
IV. PENGHITUNGAN SUARA
A. Persiapan Penghitungan Suara
1. Penghitungan Suara dihadiri oleh:
a. Saksi Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden;
b. Saksi Partai Politik;
c. Saksi calon anggota DPD
d. Pengawas TPS;
e. Pemantau Pemilu; dan
f. Pemilih/masyarakat.

2. Tugas KPPS
a. Persiapan Rapat Penghitungan Suara
Ketua KPPS dibantu Anggota KPPS mempersiapkan sarana dan
prasarana Rapat Penghitungan Suara sebagai berikut:
1) mengatur tempat rapat penghitungan suara:
a. Saksi dan Pengawas TPS ditempatkan di dalam TPS; dan
b. Pemantau Pemilu, Pemilih/masyarakat ditempatkan di luar TPS
2) memasang formulir Model C1.Plano-PPWP/DPR/DPD/DPRD Provinsi/
DPRD Kabupaten/Kota di papan pengumuman atau tempat lain;
3) Ketua KPPS dibantu anggota KPPS menempatkan kotak suara sesuai
jenis pemilu di dekat meja ketua KPPS;

21
Panduan KPPS Pemungutan dan Penghitungan Suara Pemilu Tahun 2019
NAMA TPS

4) menyiapkan perlengkapan dan alat keperluan administrasi, yaitu:


a) formulir Pemungutan dan Penghitungan Suara antara lain:
1. Model C-KPU;
2. Model C1-PPWP;
3. Model C1-DPR;
4. Model C1-DPD;
5. Model C1-DPRD Provinsi;
6. Model C1-DPRD Kabupaten/Kota;
7. Model C2-KPU;
22
Panduan KPPS Pemungutan dan Penghitungan Suara Pemilu Tahun 2019
8. Model C4-KPU; dan
9. Model C5-KPU.
b) Sampul Kertas/Kantong Plastik, dan Segel Pemilu, serta peralatan
lainnya
5) Ketua KPPS mempersilahkan Saksi, dan Pengawas TPS untuk me-
nempati tempat duduk yang telah disediakan;
6) Ketua KPPS memastikan bahwa saksi yang hadir dalam rapat peng
hitungan suara telah menyerahkan surat mandat;
7) Ketua KPPS mengatur pembagian tugas anggota KPPS demi kelan-
caran pelaksanaan rapat penghitungan suara.
b. Tugas KPPS pada Pelaksanaan Rapat Penghitungan Suara

a) memimpin rapat penghitungan suara; dan


b) meneliti dan mengumumkan hasil penelitian surat suara sah atau tidak sah kepada
saksi, pengawas TPS, pemantau, pemilih/masyarakat yang hadir.

Membuka setiap surat suara untuk diteliti dan diumumkan oleh a) mencatat hasil penelitian tiap lembar surat suara yang
Ketua KPPS.
sudah diumumkan oleh Ketua KPPS ke dalam formulir
Model C1.Plano-KPU sesuai jenis pemilu; dan
b) memeriksa dan memastikan hasil pencatatan sesuai
dengan hasil yang diumumkan oleh Ketua KPPS.

Melipat surat suara yang telah diteliti dan diumumkan oleh


Ketua KPPS untuk masing-masing jenis pemilu.

Menyusun surat suara yang sudah diteliti dan diumumkan,


kemudian disusun sesuai suara yang diperoleh masing-masing Menjaga ketentraman, ketertiban dan keamanan di TPS di
peserta pemilu serta diikat dengan karet pengikat. pintu masuk dan pintu keluar.

23
Panduan KPPS Pemungutan dan Penghitungan Suara Pemilu Tahun 2019
B. Pelaksanaan Penghitungan Suara
1. Alur Penghitungan Suara di TPS
Proses Penghitungan Suara dilakukan secara berurutan dimulai dari
Penghitungan Suara untuk:
a. Surat Suara Pemilu Presiden dan Wakil Presiden;
b. Surat Suara Pemilu Anggota DPR;
c. Surat Suara Pemilu Anggota DPD;
d. Surat Suara Pemilu Anggota DPRD Provinsi; dan
e. Surat Suara Pemilu Anggota DPRD Kabupaten/Kota.
2. Tata Cara Penghitungan Suara di TPS
a. Penghitungan Suara Pemilu Presiden dan Wakil Presiden
1) Ketua KPPS dibantu anggota KPPS, melakukan;
a) membuka kotak suara;
b) mengeluarkan surat suara;
c) menghitung dan menyusun surat suara;
d) mencocokkan jumlah Surat Suara yang terdapat di dalam kotak
suara dengan jumlah Pemilih yang hadir dalam formulir Model
C7.DPT-KPU, Model C7.DPTb-KPU, dan Model C7.DPK-KPU;
d) apabila KPPS menemukan surat suara DPR, DPD, DPRD Provinsi
dan/atau DPRD Kabupaten/Kota, maka KPPS memasukkan surat
suara tersebut ke dalam kotak suara yang masih tersegel sesuai
dengan jenis pemilu; dan
e) mengumumkan jumlah surat suara yang sudah dihitung
sebelumnya.

2) Menentukan sah dan tidak sah surat suara


a) anggota KPPS 2 membuka surat suara satu per satu untuk
diserahkan kepada Ketua KPPS.
b) ketua KPPS meneliti tanda coblos yang terdapat pada surat suara
dan menentukan sah atau tidaknya surat suara.
c) ketua KPPS menunjukkan kepada Saksi, Pengawas TPS, Anggota
KPPS, Pemantau atau pemilih/masyarakat yang hadir dan
menyatakan sah atau tidak sah.
d) ketua KPPS mengumumkan hasil penelitiannya dengan suara yang
terdengar jelas, dengan kalimat;

“Pasangan Calon nomor urut … sah/tidak sah”

e) anggota KPPS 3 dan anggota KPPS 4 mencatat hasil Penghitungan


Suara ke dalam formulir Model C1.Plano-PPWP, yang ditempel
pada papan atau tempat tertentu dengan cara tally (IIII) dan untuk

24
Panduan KPPS Pemungutan dan Penghitungan Suara Pemilu Tahun 2019
setiap kolom maksimal 5 (lima) suara.

f) anggota KPPS 5 melipat surat suara, kemudian anggota KPPS 6


dan 7 menyusun serta mengelompokan:
1) surat suara yang dinyatakan sah untuk masing-masing
pasangan calon; dan
2) surat suara yang dinyatakan tidak sah.

Surat Suara dinyatakan Sah apabila:


1. Surat Suara ditandatangani oleh Ketua
KPPS; dan
2. tanda coblos 1 (satu) atau lebih pada nomor
urut, foto, nama salah satu Pasangan Calon,
tanda gambar Partai Politik, dan/atau
Gabungan Partai Politik dalam surat suara.

Catatan :
Penjumlahan dan penandatanganan hasil penghitungan suara dalam
Formulir Model C1.Plano-PPWP berhologram, dilakukan setelah Surat
Suara seluruh jenis pemilu selesai dihitung serta Pencatatan Data Pemilih
dan Data Surat Suara sudah dituangkan dalam seluruh Formulir Model
C1.Plano.

b. Penghitungan Suara Pemilu anggota DPR


1) Ketua KPPS dibantu anggota KPPS, melakukan:
a) membuka kotak suara;
b) mengeluarkan surat suara;
c) menghitung dan menyusun surat suara;
d) mencocokkan jumlah Surat Suara yang terdapat di dalam kotak
suara dengan jumlah Pemilih yang hadir dalam formulir Model
C7.DPT-KPU, Model C7.DPTb-KPU, dan Model C7.DPK-KPU;
e) apabila KPPS menemukan surat suara Presiden dan Wakil
Presiden maka KPPS menunjukkan kepada saksi dan pengawas
TPS kemudian menentukan sah/tidak sahnya surat suara dan
menuangkan dalam Formulir Model C1.Plano-PPWP;
f) apabila KPPS menemukan surat suara DPD, DPRD Provinsi dan/
atau DPRD Kabupaten/Kota, maka KPPS memasukkan surat
suara tersebut ke dalam kotak suara yang masih tersegel sesuai
dengan jenis pemilu;
g) mengumumkan jumlah surat suara yang sudah dihitung
sebelumnya.

2) Menentukan sah dan tidak sah surat suara


a) anggota KPPS 2 membuka surat suara satu per satu untuk
diserahkan kepada Ketua KPPS.
b) ketua KPPS meneliti tanda coblos yang terdapat pada surat suara
dan menentukan sah atau tidaknya surat suara.
c) ketua KPPS menunjukkan kepada Saksi, Pengawas TPS, Anggota
KPPS, Pemantau atau pemilih/masyarakat yang hadir dan
menyatakan sah atau tidak sah.
d) ketua KPPS mengumumkan hasil penelitiannya dengan suara yang
terdengar jelas, dengan kalimat;

25
Panduan KPPS Pemungutan dan Penghitungan Suara Pemilu Tahun 2019

• “Partai (nama partai) sah” apabila suara sah untuk Partai


Politik;
• “Partai (nama partai), calon nomor urut …. Sah” apabila suara
sah untuk calon.

e) anggota KPPS 3 dan anggota KPPS 4 mencatat hasil Penghitungan


Suara ke dalam formulir Model C1.Plano-DPR, yang ditempel pada
papan atau tempat tertentu dengan cara tally (IIII) dan untuk
setiap kolom maksimal 5 (lima) suara.
f) anggota KPPS 5 melipat surat suara, kemudian anggota KPPS 6
dan 7 menyusun serta mengelompokan :
• surat suara yang dinyatakan sah; dan
• surat suara yang dinyatakan tidak sah.

Surat Suara dinyatakan Sah apabila


1. Surat Suara ditandatangani oleh Ketua
KPPS; dan
2. tanda coblos 1 (satu) atau lebih pada nomor
atau tanda gambar Partai Politik dan/atau
nama calon anggota DPR.

Catatan :
Penjumlahan dan penandatanganan hasil penghitungan suara
dalam Formulir Model C1.Plano-DPR berhologram, dilakukan setelah
Surat Suara seluruh jenis pemilu selesai dihitung serta Pencatatan
Data Pemilih dan Data Surat Suara sudah dituangkan dalam
seluruh Formulir Model C1.Plano.

26
Panduan KPPS Pemungutan dan Penghitungan Suara Pemilu Tahun 2019
c. Penghitungan Suara Pemilu anggota DPD
1) Ketua KPPS dibantu anggota KPPS, melakukan :
a) membuka kotak suara;
b) mengeluarkan surat suara;
c) menghitung dan menyusun surat suara;
d) mencocokkan jumlah Surat Suara yang terdapat di dalam kotak
suara dengan jumlah Pemilih yang hadir dalam formulir Model
C7.DPT-KPU, Model C7.DPTb-KPU, dan Model C7.DPK-KPU;
e) apabila KPPS menemukan surat suara Presiden dan Wakil
Presiden dan/atau surat suara DPR maka KPPS menunjukkan
kepada saksi dan pengawas TPS kemudian menentukan sah/tidak
sahnya surat suara dan menuangkan dalam Formulir Model C1.
Plano-PPWP dan/atau Formulir Model C1.Plano-DPR;
f) apabila KPPS menemukan surat suara DPRD Provinsi dan/atau
DPRD Kabupaten/Kota, maka KPPS memasukkan surat suara
tersebut ke dalam kotak suara yang masih tersegel sesuai dengan
jenis pemilu;
g) mengumumkan jumlah surat suara yang sudah dihitung
sebelumnya.
2) Menentukan sah dan tidak sah surat suara
a) anggota KPPS 2 membuka surat suara satu per satu untuk
diserahkan kepada Ketua KPPS.
b) ketua KPPS meneliti tanda coblos yang terdapat pada surat suara
dan menentukan sah atau tidaknya surat suara.
c) ketua KPPS menunjukkan kepada Saksi, Pengawas TPS, Anggota
KPPS, Pemantau atau pemilih/masyarakat yang hadir dan me-
nyatakan sah atau tidak sah.
d) ketua KPPS mengumumkan hasil penelitiannya dengan suara yang
terdengar jelas, dengan kalimat sebagai berikut.

“Calon nomor urut … sah/tidak sah”

27
Panduan KPPS Pemungutan dan Penghitungan Suara Pemilu Tahun 2019
e) anggota KPPS 3 dan anggota KPPS 4 mencatat hasil Penghitungan
Suara ke dalam formulir Model C1.Plano-DPD, yang ditempel pada
papan atau tempat tertentu dengan cara tally (IIII) dan untuk
setiap kolom maksimal 5 (lima) suara.
f) anggota KPPS 5 melipat surat suara, kemudian anggota KPPS 6
dan 7 menyusun serta mengelompokan:
• surat suara yang dinyatakan sah; dan
• surat suara yang dinyatakan tidak sah.

Surat Suara dinyatakan Sah apabila


1. Surat Suara ditandatangani oleh Ketua
KPPS; dan
2. tanda coblos 1 (satu) atau lebih pada nomor
atau foto calon dan/atau nama calon anggota
DPD.

Catatan :
Penjumlahan dan penandatanganan hasil penghitungan suara
dalam Formulir Model C1.Plano-DPD berhologram, dilakukan setelah
Surat Suara seluruh jenis Pemilu selesai dihitung serta Pencatatan
Data Pemilih dan Data Surat Suara sudah dituangkan
dalam seluruh Formulir Model C1.Plano.

d. Penghitungan Suara Pemilu anggota DPRD Provinsi


1) Ketua KPPS dibantu anggota KPPS, melakukan:
a) membuka kotak suara;
b) mengeluarkan surat suara;
c) menghitung dan menyusun surat suara;
d) mencocokkan jumlah Surat Suara yang terdapat di dalam kotak
suara dengan jumlah Pemilih yang hadir dalam formulir Model
C7.DPT-KPU, Model C7.DPTb-KPU, dan Model C7.DPK-KPU;
e) apabila KPPS menemukan surat suara Presiden dan Wakil
Presiden, Surat Suara DPR dan/atau Surat Suara DPD maka KPPS
menunjukkan kepada saksi dan pengawas TPS kemudian menen
tukan sah/tidak sahnya surat suara dan menuangkan dalam
Formulir Model C1.Plano-PPWP, Formulir Model C1.Plano-DPR
dan/atau Formulir Model C1.Plano-DPD;
f) apabila KPPS menemukan surat suara DPRD Kabupaten/Kota,
maka KPPS memasukkan surat suara tersebut ke dalam kotak
suara DPRD Kabupaten/Kota yang masih tersegel: dan
g) mengumumkan jumlah surat suara yang sudah dihitung
sebelumnya.
2) Menentukan sah dan tidak sah surat suara
a) anggota KPPS 2 membuka surat suara satu per satu untuk
diserahkan kepada Ketua KPPS;
b) ketua KPPS meneliti tanda coblos yang terdapat pada surat suara
dan menentukan sah atau tidaknya surat suara;
c) ketua KPPS menunjukkan kepada Saksi, Pengawas TPS, Anggota
KPPS, Pemantau atau Pemilih/masyarakat yang hadir dan
menyatakan sah atau tidak sah;
d) ketua KPPS mengumumkan hasil penelitiannya dengan suara yang
terdengar jelas, dengan kalimat sebagai berikut:

28
Panduan KPPS Pemungutan dan Penghitungan Suara Pemilu Tahun 2019
• “Partai (nama partai) sah” apabila suara sah untuk Partai
Politik;
• “Partai (nama partai), calon nomor urut …. Sah” apabila
suara sah untuk calon.

2) Menentukan sah dan tidak sah surat suara


a) anggota KPPS 2 membuka Surat Suara satu per satu untuk
diserahkan kepada Ketua KPPS;
b) ketua KPPS meneliti tanda coblos dan menentukan sah atau
tidaknya Surat Suara;
c) ketua KPPS menunjukkan kepada Saksi, Pengawas TPS, Anggota
KPPS, Pemantau atau Pemilih/masyarakat yang hadir dan
menyatakan sah atau tidak sah;
d) ketua KPPS mengumumkan hasil penelitiannya dengan suara yang
terdengar jelas, dengan kalimat:

• “Partai (nama partai) sah” apabila suara sah untuk Partai


Politik;
• “Partai (nama partai), calon nomor urut …. Sah” apabila
suara sah untuk calon.

e) anggota KPPS 3 dan anggota KPPS 4 mencatat hasil Penghitungan


Suara ke dalam formulir Model C1.Plano-DPRD Provinsi ber
hologram, dengan cara tally (IIII) dan untuk setiap kolom maksimal
5 (lima) suara.

f) anggota KPPS 5 melipat Surat Suara, kemudian anggota KPPS 6


dan 7 menyusun serta mengelompokan:
• Surat Suara yang dinyatakan sah; dan
• Surat Suara yang dinyatakan tidak sah.

Catatan :
Penjumlahan dan penandatanganan hasil penghitungan suara
dalam Formulir Model C1.Plano-DPD berhologram, dilakukan setelah
Surat Suara seluruh jenis Pemilu selesai dihitung serta Pencatatan
Data Pemilih dan Data Surat Suara sudah dituangkan
dalam seluruh Formulir Model C1.Plano.

29
Panduan KPPS Pemungutan dan Penghitungan Suara Pemilu Tahun 2019
e. Penghitungan Suara Pemilu anggota DPRD Kabupaten/Kota
1) Ketua KPPS dibantu anggota KPPS, melakukan:
a) membuka kotak suara;
b) mengeluarkan surat suara;
c) menghitung dan menyusun surat suara;

d) mencocokkan jumlah Surat Suara yang terdapat di dalam kotak


suara dengan jumlah Pemilih yang hadir dalam formulir Model
C7.DPT-KPU, Model C7.DPTb-KPU, dan Model C7.DPK-KPU;
e) apabila KPPS menemukan surat suara Presiden dan Wakil
Presiden, Surat Suara DPR dan/atau Surat Suara DPD maka KPPS
menunjukkan kepada saksi dan pengawas TPS kemudian menen
tukan sah/tidak sahnya surat suara dan menuangkan dalam
Formulir Model C1.Plano-PPWP, Formulir Model C1.Plano-DPR
dan/atau Formulir Model C1.Plano-DPD;
f) apabila KPPS menemukan surat suara DPRD Kabupaten/Kota,
maka KPPS memasukkan surat suara tersebut ke dalam kotak
suara DPRD Kabupaten/Kota yang masih tersegel: dan
g) mengumumkan jumlah surat suara yang sudah dihitung
sebelumnya.
2) Menentukan sah dan tidak sah surat suara
a) anggota KPPS 2 membuka surat suara satu per satu untuk
diserahkan kepada Ketua KPPS;
b) ketua KPPS meneliti tanda coblos yang terdapat pada surat suara
dan menentukan sah atau tidaknya surat suara;
c) ketua KPPS menunjukkan kepada Saksi, Pengawas TPS, Anggota
KPPS, Pemantau atau Pemilih/masyarakat yang hadir dan
menyatakan sah atau tidak sah;
d) ketua KPPS mengumumkan hasil penelitiannya dengan suara yang
terdengar jelas, dengan kalimat sebagai berikut:
• “Partai (nama partai) sah” apabila suara sah untuk Partai
Politik;
• “Partai (nama partai), calon nomor urut …. Sah” apabila
suara sah untuk calon.
30
Panduan KPPS Pemungutan dan Penghitungan Suara Pemilu Tahun 2019
• “Partai (nama partai) sah” apabila suara sah untuk Partai
Politik;
• “Partai (nama partai), calon nomor urut …. Sah” apabila
suara sah untuk calon.
e) anggota KPPS 3 dan anggota KPPS 4 mencatat hasil Penghitungan
Suara ke dalam formulir Model C1.Plano-DPRD Kab/Kota
berhologram, dengan cara tally (IIII) dan untuk setiap kolom
maksimal 5 (lima) suara.
f) anggota KPPS 5 melipat Surat Suara, kemudian anggota KPPS 6
dan 7 menyusun serta mengelompokan:
• Surat Suara yang dinyatakan sah; dan
• Surat Suara yang dinyatakan tidak sah.

Surat Suara dinyatakan Sah apabila


1. Surat Suara ditandatangani oleh Ketua
KPPS; dan
2. tanda coblos 1 (satu) atau lebih pada nomor
atau tanda gambar Partai Politik dan/atau
nama calon anggota DPRD Kabupaten/Kota.

Catatan :
Penjumlahan dan penandatanganan hasil penghitungan suara
dalam Formulir Model C1.Plano-DPRD Kab/Kota berhologram,
dilakukan setelah Surat Suara seluruh jenis Pemilu selesai
dihitung serta Pencatatan Data Pemilih dan Data Surat Suara
sudah dituangkan dalam seluruh Formulir Model C1.Plano.

3. Pencatatan Data Pemilih dan Data Surat Suara


KPPS melakukan pencatatan ke dalam formulir Model C1.Plano-PPWP/
DPR/DPD/DPRD Provinsi/DPRD Kab/Kota berhologram terhadap data
sebagai berikut:
a. Data Pemilih dan Pengguna Hak Pilih;
b. Data Pemilih Disabilitas;
c. Data Penggunaan Surat Suara;
d. Data Perolehan Suara; dan
e. Data Suara Sah dan Tidak Sah.

31
Panduan KPPS Pemungutan dan Penghitungan Suara Pemilu Tahun 2019
32
Panduan KPPS Pemungutan dan Penghitungan Suara Pemilu Tahun 2019
33
Panduan KPPS Pemungutan dan Penghitungan Suara Pemilu Tahun 2019
4. Penandatanganan Model C1. Plano
Setelah pencatatan Data Pemilih dan Data Surat Suara, Ketua KPPS,
Anggota KPPS, dan saksi menandatangani Formulir Model C1. Plano-
PPWP berhologram, Model C1.Plano-DPR berhologram, Formulir Model
C1.Plano-DPD berhologram, Formulir Model C1.Plano-DPRD Provinsi
berhologram, dan Model C1.Plano-DPRD Kab/Kota berhologram.

5. Penyalinan Model C1. Plano


Ketua KPPS dibantu anggota KPPS menyalin Model C1.Plano setiap jenis
pemilu dengan langkah:
a. menyalin data formulir Model C1.Plano-PPWP berhologram ke dalam
formulir Model C1-PPWP berhologram untuk rekapitulasi di PPK
dan salinan formulir Model C1-PPWP tidak berhologram sejumlah
saksi pasangan calon yang telah memberikan surat mandat, pengawas
TPS, untuk pengumuman di TPS, untuk pengumuman di PPS dan
untuk SITUNG di KPU Kabupaten/Kota.
b. menyalin data formulir Model C1.Plano-DPR berhologram ke dalam
formulir Model C1-DPR berhologram untuk rekapitulasi di PPK dan
salinan formulir Model C1-DPR tidak berhologram sejumlah saksi
partai politik yang telah memberikan surat mandat, pengawas TPS,
untuk pengumuman di TPS, untuk pengumuman di PPS dan untuk
SITUNG di KPU Kabupaten/Kota.
c. Menyalin formulir Model C1.Plano-DPD berhologram untuk rekapitu
lasi di PPK ke dalam formulir Model C1-DPD berhologram dan salinan
formulir Model C1-DPD tidak berhologram sejumlah saksi calon
perseorangan anggota DPD yang telah memberikan surat mandat,
pengawas TPS, untuk pengumuman di TPS, untuk pengumuman di
PPS dan untuk SITUNG di KPU Kabupaten/Kota.
34
Panduan KPPS Pemungutan dan Penghitungan Suara Pemilu Tahun 2019
d. Menyalin formulir Model C1.Plano-DPRD Provinsi berhologram untuk
rekapitulasi di PPK ke dalam formulir Model C1-DPRD Provinsi ber
hologram dan salinan formulir Model C1-DPRD Provinsi tidak ber
hologram sejumlah saksi partai politik yang telah memberikan surat
mandat, pengawas TPS, untuk pengumuman di TPS, untuk pengumu
man di PPS dan untuk SITUNG di KPU Kabupaten/Kota.
e. Menyalin formulir Model C1.Plano-DPRD Kabupaten/Kota berholo
gram untuk rekapitulasi di PPK ke dalam formulir Model C1-DPRD
Kabupaten/Kota berhologram dan salinan formulir Model C1-DPRD
Kabupaten/Kota tidak berhologram sejumlah saksi partai politik yang
telah memberikan surat mandat, pengawas TPS, untuk pengumuman
di TPS, untuk pengumuman di PPS dan untuk SITUNG di KPU Kabu
paten/Kota.

6. Membuat Berita Acara (Model C-KPU)


Ketua KPPS dibantu anggota KPPS membuat:
a. Berita Acara Pemungutan dan Penghitungan Suara yang tertuang
dalam formulir Model C-KPU hologram; dan
b. Salinan formulir Model C-KPU sejumlah saksi peserta pemilu yang
telah memberikan surat mandat, pengawas TPS, untuk pengumuman
di TPS, untuk pengumuman di PPS dan untuk SITUNG di KPU
Kabupaten/Kota.

Perhatian!!!
• penyalinan Formulir Model C-KPU, Model C1-PPWP, Model C1-DPR,
Model C1-DPD, Model C1-DPRD Provinsi, dan Model C1-DPRD Kab/
Kota, yang tidak berhologram untuk SITUNG di KPU Kabupaten/Kota
wajib ditulis secara manual (ASLI) dan ditandatangani oleh KPPS
dan saksi
• penyalinan Formulir Model C-KPU, Model C1-PPWP, Model C1-DPR,
Model C1-DPD, Model C1-DPRD Provinsi, dan Model C1-DPRD Kab
/Kota, yang tidak berhologram untuk saksi, pengawas TPS, pengumu
man di TPS, dan pengumuman di PPS dapat menggunakan sarana
teknologi yang tersedia di TPS dan ditandatangani oleh KPPS dan
saksi;
35
Panduan KPPS Pemungutan dan Penghitungan Suara Pemilu Tahun 2019
• apabila terdapat anggota KPPS dan/atau Saksi yang hadir tidak bersedia
menandatangani formulir, wajib dicatat sebagai catatan kejadian khusus den
gan mencantumkan alasan dalam formulir Model C2-KPU;
• apabila terdapat keberaran yang diajukan saksi atau Pengawas TPS dapat
diterima, KPPS seketika melakukan pembetulan. Pembetulan dilakukan
dengan cara mencoret angka yang salah dan menuliskan angka yang
benar, lalu Ketua KPPS dan Saksi atau Pengawas TPS membubuhkan
paraf pada hasil pembetulan tersebut.
• apabila terdapat keberatan saksi, Ketua KPPS mencatat dalam Formulir
Model C2-KPU serta ditandatangani oleh Ketua KPPS dan Saksi yang
bersangkutan

7. Penyerahan Salinan Formulir Model C dan C1 Setiap Jenis Pemilu


saksi;
Salinan Penerima
1. Model C-KPU Pengawas TPS
2. Model C1-PPWP
3. Model C1-DPR
4. Model C1-DPD
5. Model C1-DPRD Provinsi
6. Model C1-DPRD Kab/Kota

1. Model C-KPU Saksi Paslon Presiden dan Wakil Presiden


2. Model C1-PPWP

1. Model C-KPU Saksi Partai Politik


2. Model C1-DPR
3. Model C1-DPRD Provinsi
4. Model C1-DPRD Kab/Kota

1. Model C-KPU Saksi Anggota DPD


2. Model C1-DPD

Keterangan:

KPPS mengumumkan salinan formulir Model C-KPU, Model C1-PPWP, Model


C1-DPR, Model C1-DPD, Model C1-DPRD Provinsi, dan Model C1-DPRD Kab/
Kota di lingkungan TPS yang mudah diakses oleh publik selama 7 (tujuh)
Hari.
8. Memasukkan Hasil Pemungutan dan Penghitungan Suara ke DALAM
KOTAK SUARA
a) Kotak Suara Presiden dan Wakil Presiden berisi:
1) Sampul tersegel berisi Model C-KPU berhologram, Model C2-KPU
dan Model C5-KPU
2) Sampul tersegel berisi formulir Model C1-PPWP berhologram;
3) Sampul tersegel berisi formulir Model C1-DPR berhologram;
4) Sampul tersegel berisi formulir Model C1-DPD berhologram;
5) Sampul tersegel berisi formulir Model C1-DPRD Provinsi berholo
gram;

36
Panduan KPPS Pemungutan dan Penghitungan Suara Pemilu Tahun 2019
6) Sampul tersegel berisi formulir Model C1-DPRD
Kab/Kota berhologram;
7) Sampul tersegel berisi formulir Model C3-KPU,
Model C6-KPU, dan Model A5- KPU/Model
A5. LN-KPU;
8) Sampul tersegel berisi Formulir Model C7.DPT- SAMPUL
Sampul
BERSEGEL
Tersegel

KPU, Model C7.DPTb-KPU, Model C7.DPK-KPU,


Model A.3-KPU, Model A.4-KPU, dan Model
A.DPK-KPU;
9) Sampul tersegel berisi Surat Suara sah Presiden
dan Wakil Presiden;
10) Sampul tersegel berisi Surat Suara tidak sah
Presiden dan Wakil Presiden;
11) Sampul tersegel berisi Surat Suara yang tidak
digunakan/tidak terpakai termasuk sisa Surat
Suara cadangan Presiden dan Wakil Presiden;
12) Sampul tersegel berisi Surat Suara Presiden dan
Wakil Presiden yang rusak/keliru coblos; dan
13) Formulir Model C1.Plano-PPWP berhologram.

b) Kotak Suara DPR berisi:


1) Sampul tersegel berisi Surat Suara sah DPR; SAMPUL
Sampul

2) Sampul tersegel berisi Surat Suara tidak sah BERSEGEL


Tersegel

DPR;
3) Sampul tersegel berisi Surat Suara yang tidak
digunakan/tidak terpakai termasuk sisa Surat
Suara cadangan DPR;
4) Sampul tersegel berisi Surat Suara DPR yang
rusak/keliru coblos; dan DPR
5) Formulir Model C1.Plano-DPR berhologram.

c) Kotak Suara DPDberisi:


1) Sampul tersegel berisi Surat Suara sah DPD; SAMPUL
Sampul

2) Sampul tersegel berisi Surat Suara tidak sah BERSEGEL


Tersegel

DPD;
3) Sampul tersegel berisi Surat Suara yang tidak
digunakan/tidak terpakai termasuk sisa Surat
Suara cadangan DPD;
4) Sampul tersegel berisi Surat Suara DPD yang
rusak/keliru coblos; dan DPD
5) Formulir Model C1.Plano-DPD berhologram.

d) Kotak Suara DPRD Provinsi berisi:


1) Sampul tersegel berisi Surat Suara sah DPRD SAMPUL
Sampul

Provinsi; BERSEGEL
Tersegel

2) Sampul tersegel berisi Surat Suara tidak sah


DPRD Provinsi;
3) Sampul tersegel berisi Surat Suara yang tidak
digunakan/tidak terpakai termasuk sisa Surat
Suara cadangan DPRD Provinsi;
4) Sampul tersegel berisi Surat Suara DPRD DPRD
PROVINSI
Provinsi yang rusak/keliru coblos; dan

37
Panduan KPPS Pemungutan dan Penghitungan Suara Pemilu Tahun 2019
5) Formulir Model C1.Plano-DPRD Provinsi ber
hologram
e) Kotak Suara DPRD Kabupaten/Kota berisi:
1) Sampul tersegel berisi Surat Suara sah DPRD
Kabupaten/Kota;
2) Sampul tersegel berisi Surat Suara tidak sah SAMPUL
Sampul
BERSEGEL
Tersegel

DPRD Kabupaten/Kota;
3) Sampul tersegel berisi Surat Suara yang tidak
digunakan/tidak terpakai termasuk sisa Surat
Suara DPRD Kabupaten/Kota;
4) Sampul tersegel berisi Surat Suara cadangan
DPRD Kabupaten/Kota yang rusak/keliru
DPRD
coblos; dan KAB/KOTA

5) Formulir Model C1.Plano-DPRD Kabupaten/


Kota berhologram.

9. Penutupan Penghitungan suara


Setelah proses penghitungan suara selesai, Ketua
KPPS menutup rapat penghitungan suara

10. Mengirimkan Kotak Suara dan Salinan Formulir kepada PPK melalui PPS

Ketua KPPS WAJIB menyampaikan Kotak Suara yang telah digemobok/


diberi alat pengaman dan disegel kepada PPS untuk disampaikan kepada
PPK menggunakan formulir Model C4-KPU, terdiri dari:
a. Seluruh Kotak Suara yang telah digembok/diberi alat pengaman dan
disegel yang berisi dokumen hasil pemungutan dan penghitungan
suara; dan
b. DOKUMEN DAN PERLENGKAPAN DI LUAR KOTAK SUARA:
1) Sampul tersegel berisi salinan formulir Model C-KPU berhologram;
2) Sampul tersegel berisi Salinan formulir Model C1-PPWP, Model C1-
DPR, Model C1-DPD, Model C1-DPRD Provinsi, dan Model C1-
DPRD Kab/Kota untuk disampaikan kepada KPU Kabupaten/Kota
untuk SITUNG;
3) Sampul tersegel berisi Salinan formulir Model C1-PPWP, Model C1-
DPR, Model C1-DPD, Model C1-DPRD Provinsi, dan Model C1-
DPRD Kab/Kota untuk pengumuman di PPS; dan
4) Bilik suara dan perlengkapan TPS lainnya.

38
Panduan KPPS Pemungutan dan Penghitungan Suara Pemilu Tahun 2019
Ketua KPPS didampingi anggota KPPS dan petugas ketertiban
TPS serta pengawas TPS dalam menyampaikan dokumen dan
logistik hasil pemungutan dan penghitungan suara kepada PPK
melalui PPS.
Saksi/pengawas TPS/Pemantau Pemilu yang hadir dapat dan
berhak mendokumentasikan formulir hasil pemungutan dan
penghitungan suara setelah ditandatangani oleh KPPS dan saksi.

39
Panduan KPPS Pemungutan dan Penghitungan Suara Pemilu Tahun 2019
V. PEMUNGUTAN SUARA ULANG/PENGHITUNGAN SUARA ULANG
A. Pemungutan Suara ulang
1. Pemungutan suara ulang di TPS dapat diulang apabila:
a. terjadi bencana alam dan/atau kerusuhan yang mengakibatkan hasil
Pemungutan Suara tidak dapat digunakan atau Penghitungan Suara tidak
dapat dilakukan; dan

b. adanya hasil penelitian dan pemeriksaan Pengawas TPS yang terbukti ter-
dapat keadaan sebagai berikut:
1) pembukaan kotak suara dan/atau berkas Pemungutan dan Penghitu
ngan Suara tidak dilakukan menurut tata cara yang ditetapkan dalam
ketentuan peraturan perundang-undangan;
2) petugas KPPS meminta Pemilih memberikan tanda khusus, menanda-
tangani, atau menuliskan nama atau, alamat pada surat suara yang
sudah digunakan;
3) petugas KPPS merusak lebih dari satu surat suara yang sudah digu
nakan oleh Pemilih sehingga surat suara tersebut menjadi tidak sah;
dan/atau
4) Pemilih yang tidak memiliki KTP-el dan tidak terdaftar di DPT dan DPTb.

40
Panduan KPPS Pemungutan dan Penghitungan Suara Pemilu Tahun 2019
Langkah-langkah tindak lanjut Pemungutan Suara Ulang hasil dari penelitian dan
pemeriksaan pengawas TPS:
1) Pemungutan Suara ulang diusulkan oleh KPPS dengan menyebutkan keadaan
yang menyebabkan diadakannya Pemungutan Suara ulang kepada PPK melalui
PPS dan diajukan kepada KPU/KIP Kabupaten/Kota untuk pengambilan
keputusan.
2) Pemungutan Suara ulang di TPS dilaksanakan paling lama 10 (sepuluh) Hari
setelah hari Pemungutan Suara, berdasarkan keputusan KPU/KIP Kabupaten/
Kota.
3) Pemungutan Suara ulang hanya dilakukan untuk 1 (satu) kali Pemungutan
Suara ulang.
4) KPU/KIP Kabupaten/Kota menyampaikan keputusan kepada KPPS melalui
PPK dan PPS.
5) Pemungutan Suara ulang di TPS dapat dilaksanakan pada hari kerja atau hari
libur.
6) KPPS menyampaikan formulir Model C6-KPU yang diberi tanda khusus bertu
liskan PSU kepada Pemilih yang terdaftar dalam DPT, DPTb, dan yang tercatat
dalam DPK paling lambat 1 (satu) Hari sebelum Pemungutan Suara ulang di
TPS.

c. Pemungutan suara ulang akibat putusan Mahkamah Konstitusi


1) Anggota KPPS dapat diangkat dari anggota sebelumnya atau anggota yang
baru;
2) Pelaksanaan pemungutan suara ulang berdasarkan jadwal yang disusun
oleh KPU dengan memperhatikan amar putusan Mahkamah Konstitusi;
3) KPPS menyampaikan formulir Model C6.PSU-MK kepada pemilih yang ter
daftar dalam DPT, DPTb, dan DPK untuk TPS yang bersangkutan paling
lambat 1 (satu) hari sebelum pemungutan suara ulang di TPS.

41
Panduan KPPS Pemungutan dan Penghitungan Suara Pemilu Tahun 2019
B. Penghitungan Suara Ulang

1. Penghitungan Suara ulang meliputi:


a. penghitungan ulang Surat Suara di TPS;
b. penghitungan ulang Surat Suara di PPK; dan
c. penghitungan suara ulang pasca putusan Mahkamah Konstitusi

2. Saksi dan/ pengawas TPS dapat mengusulkan untuk dilakukan Penghitungan


suara ulang di TPS apabila terjadi hal-hal sebagai berikut:
a. kerusuhan yang mengakibatkan Penghitungan Suara tidak dapat dilanjut-
kan;
b. Penghitungan Suara dilakukan secara tertutup;
c. Penghitungan Suara dilakukan di tempat yang kurang terang atau yang ku-
rang mendapat penerangan cahaya;
d. Penghitungan Suara dilakukan dengan suara yang kurang jelas;
e. Penghitungan Suara dicatat dengan tulisan yang kurang jelas;
f. Saksi, Pengawas TPS, dan warga masyarakat tidak dapat menyaksikan
proses Penghitungan Suara secara jelas;
g. Penghitungan Suara dilakukan di tempat lain di tempat dan waktu yang
telah ditentukan; dan/atau
h. ketidaksesuaian jumlah hasil penghitungan Surat Suara yang sah dan
Surat Suara yang tidak sah dengan jumlah Pemilih yang menggunakan hak
pilih.

Keterangan
KPPS mencatat pelaksanaan penghitungan suara ulang di TPS dalam for
mulir Model C2-KPU sebagai kejadian khusus yang terjadi di TPS

3. Penghitungan suara ulang akibat putusan Mahkamah Konstitusi


1) Anggota KPPS dapat diangkat dari anggota sebelumnya atau anggota yang
baru;
2) Pelaksanaan penghitungan suara ulang berdasarkan jadwal yang disusun
oleh KPU dengan memperhatikan amar putusan Mahkamah Konstitusi;
3) Ketua KPPS menerima surat mandat saksi sebelum pelaksanaan penghitu-
ngan suara ulang akibat putusan mahkamah konstitusi

VI. PEMUNGUTAN SUARA LANJUTAN DAN SUSULAN

a. Penyebab terjadinya Pemungutan lanjutan dan susulan adalah:


1. kerusuhan atau gangguan keamanan,
2. bencana alam, atau
3. gangguan lainnya yang mengakibatkan seluruh/sebagian tahapan Pemungutan
dan/atau Penghitungan Suara tidak dapat dilaksanakan.

b. Perbedaan Pemungutan lanjutan dan susulan adalah:


1. Apabila sebagian atau seluruh Dapil terjadi kerusuhan, gangguan keamanan,
bencana alam atau gangguan lainnya yang mengakibatkan sebagian tahapan
pemungutan dan Penghitungan Suara di TPS tidak dapat dilaksanakan, dilaku
kan Pemungutan dan Penghitungan Suara lanjutan di TPS.
2. Apabila sebagian atau seluruh Dapil terjadi kerusuhan, gangguan keamanan,
bencana alam atau gangguan lainnya yang mengakibatkan seluruh tahapan
pemungutan dan Penghitungan Suara di TPS tidak dapat dilaksanakan, dilaku
kan Pemungutan dan Penghitungan Suara susulan di TPS.
42
Panduan KPPS Pemungutan dan Penghitungan Suara Pemilu Tahun 2019
LAMPIRAN BUKU PANDUAN
A. Surat Suara Sah Presiden dan Wakil Presiden:
a) Surat Suara Presiden dan Wakil Presiden dinyatakan Sah apabila:

1. tanda coblos pada 1 (satu) kolom pasangan calon yang


memuat nomor urut, foto, atau nama pasangan calon,
atau tanda gambar partai politik, dinyatakan sah
untuk pasangan calon yang bersangkutan;

2. tanda coblos lebih dari 1 (satu) kali pada 1 (satu) kolom


Pasangan Calon yang memuat nomor urut, foto Pasa
ngan Calon, nama Pasangan Calon, atau tanda
gambar Partai Politik, dinyatakan sah untuk Pasangan
Calon yang bersangkutan;

3. tanda coblos tepat pada garis 1 (satu) kolom Pasangan


Calon yang nomor urut, foto Pasangan Calon, nama
Pasangan Calon, atau tanda gambar Partai Politik,
dinyatakan sah untuk Pasangan Calon yang bersang
kutan.

B. Surat Suara Sah DPR/DPRD Provinsi/DPRD Kab/Kota:


a) Surat Suara DPR/DPRD Provinsi/DPRD Kab/Kota dinyatakan Sah apabila:

1. terdapat tanda coblos 1 (satu) atau lebih pada nomor


atau tanda gambar Partai Politik dan/atau nama calon
anggota DPR;

2. terdapat tanda coblos pada kolom yang memuat nomor


urut Partai Politik, tanda gambar Partai Politik, atau
nama Partai Politik, dinyatakan sah untuk Partai
Politik;

43
Panduan KPPS Pemungutan dan Penghitungan Suara Pemilu Tahun 2019
3. tanda coblos pada kolom yang memuat nomor urut
calon, atau nama calon, dinyatakan sah untuk nama
calon yang bersangkutan dari Partai Politik yang
mencalonkan;

4. tanda coblos pada kolom yang memuat nomor urut


Partai Politik, tanda gambar Partai Politik, atau nama
Partai Politik, serta tanda coblos pada kolom yang
memuat nomor urut calon, atau nama calon dari
Partai Politik yang bersangkutan, dinyatakan sah
untuk nama calon yang bersangkutan dari Partai
Politik yang mencalonkan;

5. tanda coblos pada kolom yang memuat nomor urut


Partai Politik, tanda gambar Partai Politik, atau nama
Partai Politik, serta tanda coblos lebih dari 1 (satu)
calon pada kolom yang memuat nomor urut calon,
atau nama calon dari Partai Politik yang sama,
dinyatakan sah untuk Partai Politik;

6. tanda coblos lebih dari 1 (satu) calon pada kolom yang


memuat nomor urut calon, atau nama calon dari Partai
Politik yang sama, dinyatakan sah untuk Partai Politik;

7. tanda coblos lebih dari 1 (satu) kali pada kolom yang


memuat nomor urut Partai Politik, tanda gambar
Partai Politik, atau nama Partai Politik, tanpa menco
blos salah satu calon pada kolom yang memuat nomor
urut calon, atau nama calon dari Partai Politik yang
sama, dinyatakan sah untuk Partai Politik;

8. tanda coblos pada kolom di bawah nomor urut calon,


atau nama calon terakhir yang masih di dalam satu
kotak partai politik, dinyatakan sah untuk Partai
Politik;

44
Panduan KPPS Pemungutan dan Penghitungan Suara Pemilu Tahun 2019
9. tanda coblos tepat pada garis kolom yang memuat
nomor urut partai politik, tanda gambar partai politik,
atau nama partai politik tanpa mencoblos salah satu
calon pada kolom yang memuat nomor urut calon, atau
nama calon dari partai politik yang sama, dinyatakan
sah untuk partai politik;

10. tanda coblos tepat pada garis kolom yang memuat 1


(satu) nomor urut calon, atau nama calon, dinyatakan
sah untuk nama calon yang bersangkutan;

11. tanda coblos tepat pada garis yang memisahkan


antara nomor urut calon, atau nama calon dengan
nomor urut calon, atau nama calon lain dari Partai
Politik yang sama, sehingga tidak dapat dipastikan
tanda coblos tersebut mengarah pada 1 (satu) nomor
urut dan nama calon, dinyatakan sah untuk Partai
Politik;

12. tanda coblos pada 1 (satu) kolom yang memuat nomor


urut calon, nama calon atau tanpa nama calon
disebabkan calon tersebut meninggal dunia atau tidak
lagi memenuhi syarat sebagai calon, dinyatakan sah
untuk Partai Politik;

13. tanda coblos pada 1 (satu) kolom yang memuat nomor


urut Partai Politik, tanda gambar Partai Politik, atau
nama Partai Politik, serta tanda coblos pada 1 (satu)
kolom yang memuat nomor urut calon, nama calon
atau tanpa nama calon disebabkan calon tersebut
meninggal dunia atau tidak lagi memenuhi syarat
sebagai calon, dinyatakan sah untuk Partai Politik;

14. tanda coblos pada 1 (satu) kolom yang memuat


nomor urut calon, atau nama calon, atau tanpa nama
calon yang disebabkan calon tersebut meninggal
dunia atau tidak lagi memenuhi syarat serta tanda
coblos pada 1 (satu) kolom yang memuat nomor urut
calon, atau nama calon dari Partai Politik yang sama,
dinyatakan sah untuk calon yang masih memenuhi
syarat;
45
Panduan KPPS Pemungutan dan Penghitungan Suara Pemilu Tahun 2019
15. tanda coblos lebih dari 1 (satu) kali pada kolom yang
memuat nomor urut calon, atau nama calon, dinya
takan sah untuk calon yang bersangkutan;

16. tanda coblos pada 1 (satu) kolom yang memuat nomor


urut calon, atau nama calon serta tanda coblos pada
kolom di bawah nomor urut calon, atau nama calon
terakhir yang masih di dalam satu kotak partai
politik, dinyatakan sah untuk 1 (satu) calon yang
memenuhi syarat; atau

C. Surat Suara Sah DPD:


a) Surat Suara DPD dinyatakan Sah apabila:

1. Tanda coblos pada kolom 1 (satu) calon yang memuat


nomor urut calon, nama calon atau foto calon anggota
DPD, dinyatakan sah untuk calon anggota DPD
bersangkutan;

2. tanda coblos lebih dari 1 (satu) kali pada kolom 1 (satu)


calon yang memuat nomor urut calon, nama calon,
atau foto calon anggota DPD, dinyatakan sah untuk
Calon anggota DPD yang bersangkutan; atau

3. tanda coblos tepat pada garis kolom 1 (satu) calon yang


memuat nomor urut calon, nama calon, atau foto calon
anggota DPD, dinyatakan sah untuk Calon anggota
DPD yang bersangkutan;

Keterangan:
surat suara dinyatakan tidak sah apabila:
a. dicoblos bukan dengan paku/alat yang disediakan
b. dicoblos dengan rokok/api
c. surat suara terdapat tanda/coretan

46
Panduan KPPS Pemungutan dan Penghitungan Suara Pemilu Tahun 2019