Anda di halaman 1dari 17

Analisa Kasus Euthanasia dan Model Penyelesaian Masalah

Etik Pada Kasus Euthanasia

JUNAIDI
Page 1
Latar Belakang

• Keperawatan merupakan salah satu profesi yang


mempunyai ruang lingkup kerja untuk meningkatkan
kesejahteraan manusia dengan cara memberikan
bantuan kepada individu yang sehat maupun yang
sakit untuk dapat menjalankan fungsi hidup sehari -
harinya.

• Salah satu yang mengatur hubungan antara perawat


pasien adalah etika. Etika dan moral merupakan sumber
dalam merumuskan standar dan prinsip-prinsip yang
menjadi penuntun dalam berprilaku serta membuat
keputusan untuk melindungi hak-hak manusia.

• Etika diperlukan oleh semua profesi termasuk juga


keperawatan yang mendasari prinsip-prinsip suatu
profesi dan tercermin dalam standar praktek
profesional

Page 2
Latar Belakang

• Dalam dunia keperawatan sering kali dijumpai banyak


adanya kasus dilema etik seperti EUTHANASIA 
sehingga seorang perawat harus benar-benar tahu
tentang etik dan dilema etik serta cara
penyelesaian dilema etik agar didapatkan keputusan
yang terbaik.

• Dilema etik berbeda dengan pelanggaran etik karena 


dilema etik merupakan kondisi yang dihadapi
melibatkan pilihan antara dua pilihan yang sama-sama
tidak memuaskan dan tidak memberikan solusi yang
memuaskan.

Page 3
Konsep Etik

2. Dilema Etik
1. Pengertian Etik
Keperawatan

3. Klasifikasi Etik  4. Teori Etik 


bioetik, clinical ethics, teleologi,utilitarisme,
nursing ethics dan deontologi

5. Prinsip Etik 
6. Model Penyelesaian
autonmy, benefecience,
Etik  Kozier
justice, etc.

Page 4
Konsep EUthanasia

1. Definisi Euthanasia

2. Jenis-Jenis Euthanasia
 tergantung pada
beberapa tinjauan

3. Praktik Euthanasia di
Indonesia

Page 5
Page 6
Kasus Euthanasia
Tn. C berusia 40 tahun. Seeorang yang menginginkan untuk dapat mengakhiri
hidupnya (Memilih untuk mati. Tn. C mengalami kebutaan, diabetes yang parah
dan menjalani dialisis). Ketika Tn. C mengalami henti jantung, dilakukan
resusitasi untuk mempertahankan hidupnya. Hal ini dilakukan oleh pihak rumah
sakit karena sesuai dengan prosedur dan kebijakan dalam penanganan pasien di
rumah sakit tersebut.

Peraturan rumah sakit menyatakan bahwa kehidupan harus disokong. Namun


keluarga menuntut atas tindakan yang dilakukan oleh rumah sakit tersebut
untuk kepentingan hak meninggal klien. Saat ini klien mengalami koma. Rumah
sakit akhirnya menyerahkan kepada pengadilan untuk kasus hak meninggal klien
tersebut.

Tiga orang perawat mendiskusikan kejadian tersebut dengan memperhatikan


antara keinginan dan hak meninggal Tn. C dengan moral dan tugas legal untuk
mempertahankan kehidupan setiap pasien yang diterapkan dirumah sakit.
Perawat A mendukung dan menghormati keputusan Tn.C yang memilih untuk
mati. Perawat B menyatakan bahwa semua anggota/staf yang berada dirumah
sakit tidak mempunyai hak menjadi seorang pembunuh. Perawat C mengatakan
bahwa yang berhak untuk memutuskan adalah dokter.
Page 7
Analisa Kasus Euthanasia

Identifikasi Kaji prinsip etik


First

Second
kasus  dilema yang
etik atau menimbulkan
pelanggaran dilema etik:
etik ???  autonomy vs.
…? 
beneficience
and
nonmaleficience

Page 8
Penyelesaian Kasus
Menurut Kozier (2001):
1.Mengembangkan data dasar
2.Mengidentifikasi konflik yang terjadi
3.Membuat tindakan alternatif tentang
rangkaian tindakan yang direncanakan dan
mempertimbangkan hasil akhir atau
konsekuensi tindakan tersebut
4.Menentukan siapa yang terlibat dalam
masalah tersebut dan siapa pengambil
keputusan yang tepat
5.Mendefinisikan kewajiban perawat
6.Membuat keputusan
Page 9
1. Mengembangkan data dasar
Mengembangkan data dasar dalam hal klarifikasi dilema
etik, mencari informasi sebanyaknya, berkaitan dengan:

• Siapa saja yang terlibat:


• keluarga pasien, pasien, perawat, dokter, pihak RS, any else?
1
• Tindakan yang diusulkan:
• Ns. A mendukung keputusan Tn. C, Ns. B tidak setuju  tidak sesuai
2 dg kebijakan RS, Ns. C  its doctor’s decision

• Maksud dari tindakan yang diusulkan


• Ns. A: otonomi terpenuhi, Ns. B: beneficience dan nonmaleficience
3 terpenuhi, dan Ns. C: dokter yang lebih tahu kondisi pasien

Page 10
2. Identifikasi konflik

Konflik yang terjadi, yaitu:

Penderitaan tuan C dengan kebutaan akibat diabetik,


menjalani dialisis dan dalam kondisi koma menyebabkan
keluarga juga menyetujui permintaan tuan C untuk
dilakukan tindakan eutanasia

Konflik pertama, eutanasia akan melanggar peraturan


rumah sakit yang menyatakan kehidupan harus disokong

Konflik kedua, apabila tidak memenuhi keinginan klien


maka akan melanggar hak-hak klien dalam menentukan
kehidupannya

Page 11
3. Membuat tindakan alternatif

Membuat tindakan alternatif tentang rangkaian tindakan


yang direncanakan dan mempertimbangkan hasil akhir
atau konsekuensi tindakan tersebut, yakni:

Tindakan Konsekuensi

1. Otonomi terpenuhi, mpercepat kematian, keinginan & beban keluarga terpenuhi


2. Dokter dan perawat tdk berhak mjd pmbunuh meskipun atas dasar permintaan
Setuju dg Ns. A
pasien
3. Pihak RS tidak konsisten thdp peraturan/kebijakan

1. Beneficience dan nonmaleficience terpenuhi, pasien menderita, keluarga menuntut


pihak RS, & beban prwtan RS mningkat bagi kluarga
Setuju dg Ns. B
2. Pihak RS konsisten thdp peraturan/kebijakan

1. Menyerahkan keputusan pada tim dokter


Setuju dg Ns. C 2. Perawat tidak bertanggung jawab atas tugasnya

Page 12
4. Menentukan siapa yang terlibat
& siapa pengambil keputusan

 Perawat tidak membuat keputusan


 Perawat membantu dalam membuat keputusan
 Pada kasus Tn. C:
1. Yang dapat membuat keputusan pihak
manajemen RS dan keluarga pasien
2. Pihak manajemen RS menjelaskan seluruh
konsekuensi dari pilihan yg diambil 
pertimbangan oleh keluarga
3. Tugas perawat: memberikan askep yang
paripurna

Page 13
5. Mendefinisikan kewajiban
perawat

 Pada kasus Tn. C:


1. Memenuhi kebutuhan dasar pasien
2. Mengupayakan support system
3. Menginformasikan setiap perkembangan dan
tindakan yang dilakukan sesuai dengan kewenangan
perawat
4. Mengkomunikasikan keadaan pasien dengan tim
kesehatan yang lain dalam perawatan

Page 14
6. Membuat keputusan

Dalam suatu dilema etik


“TIDAK ADA
JAWABAN/KEPUTUSAN
YANG BENAR ATAU
SALAH”

Page 15
Kasus di atas dapat diputuskan dan
disimpulkan bahwa terjadi dilema etik dengan
telaah sbb.:
1. Terjadi 3 pilihan keputusan yang harus
diambil oleh perawat
2. Berdasarkan kajian dan hasil analisa kasus
bahwa hubungan dokter, perawat dan
pasien belum sesuai dengan harapan kode
etik keperawatan (PPNI)
3. Terdapat pelanggaran nilai-nilai moral dan
profesional perawat, meliputi, otonomi,
altruism, & human dignity
4. Terdapat pelanggaran prinsip etik,
meliputi, otonomi, beneficience, dan
Nonmaleficience

Page 16
 Thank You 
Page 17