Anda di halaman 1dari 8

Kopi dari Biji Pepaya yang Memiliki Berbagai Manfaat

Bagi Kesehatan

M.Raidil (A1C117006)

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Jambi

Muhammadraidil@gmail.com

Abstrak

Tanaman pepaya (Carica papaya L) marga Carica suku Caricaceae


merupakan tanaman yang memiliki manfaat dalam pengobatan karena terdapat
kandungan senyawa aktif yang kaya dalam buah pepaya. Pendekatan yang digunakan
pada percobaan ini adalah dengan cara mengamati dan melakukan percobaan secara
langsung. Kopi dari biji pepaya dibuat dengan cara menghaluskan biji pepaya
menggunakan blender sampai halus seperti bubuk kopi. Penyajian kopi biji pepaya
sama seperti kopi biasa yaitu diseduh dengan air panas lalu ditambah sedikit gula agar
terasa manis. Kopi dari biji pepaya mengandung nilai gizi yang tinggi dan memiliki
banyak manfaat seperti meningkatkan daya tahan tubuh, mengurangi tekanan darah
tinggi, memperlancar proses pencernaan dalam tubuh, membasmi cacing serta kuman
yang bersarang pada usus, juga sebagai antikanker, antioksidan, antidiabetes,
antifertilitas, antiinflamasi, anthelmintika, antibakteri, antimalarial, antidengue, dan
penyembuh luka. Tanaman pepaya memiliki berbagai senyawa aktif yang terkandung
didalamnya seperti enzim papain, caricain, benzylisothiosianat, alkaloida, flavonoida,
antraquinol, saponin, glikosida, fenol, tannin, alfa tokoferol, likopen, vitamin C, dan
vitamin E.

Pendahuluan

Tanaman pepaya merupakan tanaman yang banyak diteliti saat ini karena
hampir seluruh bagian tanamannya dapat dimanfaatkan baik daun, getah, biji, akar,
batang, dan buahnya. Tanaman pepaya merupakan tanaman suku Caricaceae marga
Carica yang merupakan tanaman berasal dari Amerika tropis dan cocok juga untuk
ditanam di Indonesia. Bentuk daunnya majemuk dan menjari, buahnya berwarna
kuning sampai jingga dengan daging buah lunak dan berair, jenis bunga pada
tanaman pepaya adalah bunga jantan saja, betina saja, atau hemafrodit, memiliki
saluran getah pada batang. Senyawa aktif yang terdapat pada tanaman pepaya yaitu
enzim papain, karotenoid, alkaloid, monoterpenoid, flavonoid, mineral, vitamin,
glukosinolat, karposida. Tanaman pepaya telah banyak digunakan oleh masyarakat
sejak dulu. Secara empiris pepaya banyak digunakan sebagai diuretic (akar dan daun),
anthelmintic (biji dan daun), dan untuk menyembuhkan penyakit akibat empedu
(buah), serta dyspepsia dan kelainan pencernaan lainnya. Tanaman pepaya diketahui
memiliki banyak manfaat yaitu sebagai antikanker, antioksidan, antidiabetes,
antifertilitas, antiinflamasi, anthelmintika, antibakteri, antimalarial, antidengue, dan
penyembuh luka. Cara yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan
menghaluskan biji pepaya menggunakan blender.

Tinjauan Pustaka

Pepaya merupakan tanaman buah dari famili Caricaceae yang berasal dari
Amerika Tengah dan Hindia Barat bahkan kawasan sekitar Meksiko dan Koasta Rica.
Tanaman pepaya banyak ditanam orang, baik di daerah tropis maupun subtropis, di
daerah-daerah basah dan kering atau di daerah-daerah dataran dan pegunungan
(sampai 1000 m dpl). Buah pepaya merupakan buah meja bermutu dan bergizi yang
tinggi (Agus, 2000).

Pohon pepaya sudah terkenal sebagai tanaman berkhasiat atau herbal yang
dapat menyembuhkan beberapa macam penyakit. Setiap bagian pohon pepaya dapat
dimanfaatkan, mulai akar, batang, daun, buah bahkan biji buahnya. Meskipun jenis
pepaya sangat banyak, namun yang sekarang dibudidayakan petani hanyalah varietas
Bangkok, sedang varietas Cibinong dan Hawaii hanya dibudidayakan secara terbatas.
Yang disebut varietas Bangkok adalah pepaya dengan bentuk buntek, bagian tengah
agak membesar ujung meruncing, lekukan dan tonjolan yang tajam pada bagian
tengah buah. Ukuran pepaya varietas ini sangat besar, diameter buah luasnya
mencapai 20 cm, panjangnya 30 cm. Kulit buahnya kasar berwarna hijau tua, dengan
warna merah pada tonjolan di bagian tengah dan ujung buah. Daging buahnya tebal
warna jingga kemerahan. Rasa daging buah manis dan segar, tekstur agak kasar. Para
petani menyenangi pepaya varietas Bangkok karena produktivitas buahnya sangat
tinggi. Dalam kondisi optimal, tiap tanaman bisa berproduksi 40 sampai 60 kg per
tahun (Nito, 2009).

Varietas Cibinong berbentuk memanjang, diameter buah hanya sekitar 10 cm


dengan panjang 25 cm. Kulit buahnya halus berwarna hijau terang ketika mentah dan
kuning cerah setelah masak. Daging buah pepaya Cibinong tebal, rongga bijinya
sangat sempit. Warna daging buah kuning, rasa manis, tekstur daging buah lembut
aroma sedang. Produktivitas pepaya cibinong tidak setinggi varietas Bangkok (Yusuf,
2011).

Pepaya yang termasuk banyak dibudidayakan masyarakat adalah varietas


Hawai. Pepaya ini berbentuk bulat dengan ukuran buah sangat kecil, diameter dan
panjang buah hanya sekitar 10 cm. Kulit buah berwarna hijau tua dan kuning cerah
ketika masak. Daging buah berwarna kuning rasa manis, aroma sangat harum. Pepaya
Hawaii sampai sekarang belum pernah ada upaya untuk menyeleksi dan
mengembangkannya secara serius. Ukuran pepaya ini lebih kecil dibanding dengan
pepaya kebanyakan. Bentuknya agak bulat atau bulat lonjong dengan bobot buah
sekitar 0,5 kg. Pepaya ini merupakan jenis pepaya "solo" yang artinya pepaya yang
habis dimakan hanya untuk satu orang (Nito, 2009).

Menurut Arif (2010), adapun kandungan dan manfaat dari buah pepaya
adalah:

1. Buah pepaya mengandung enzim, vitamin dan mineral. Mengandung vitamin


A, vitamin B kompleks, dan vitamin E.
2. Buah pepaya mengandung enzim Papain yang berfungsi mempercepat proses
pencernaan protein.
3. Daya cerna yang diberikan enzim Papain bisa mencerna 35 kali lipat sehingga
membuat makanan yang mengandung protein bisa diambil manfaatnya dengan
baik.
4. Enzim mencerna baik protein menjadi arginin. Senyawa arginin adalah asam
amino esensial yang didapat dari telur dan ragi yang tidak biasa diproduksi oleh
tubuh dalam keadaan normal. Dengan enzim Papain maka senyawa arginin
yang membantu produksi hormon pertumbuhan dapat diproduksi dengan baik.
5. Papain dalam pepaya sangat baik guna mencerna protein yang bersifat
membuang subtansi-subtansi yang tidak dibutuhkan oleh tubuh akibat
pencernaan yang tidak sempurna.
6. Buah Pepaya berfungsi membantu mengeluarkan racun, membantu mengatur
pendapatan asam amino dalam tubuh, sehingga menambah kekebalan tubuh.
7. Selain baik memecah asam amino, pepaya juga mampu mengurai karbohidrat
dan lemak. Itu sebabnya pepaya dipakai dalam pemasakan daging, karena
pepaya mampu mencerna serat-serat daging.
8. Dengan kandungan antiseptik pada pepaya, mampu menjaga alat pencernaan
kita terutama usus dari bakteri. Kadar pH mampu diseimbangkan sehingga
flora usus normal.
9. Seluruh bagian dari buah pepaya benar-benar memiliki fungsi baik. Biji yang
sering dilupakan justru mampu membantu orang-orang yang sedang terganggu
pencernaannya.
10. Pepaya sebagai alat kontrasepsi. Karena pepaya yang masih setengah matang,
mentah dan mengkal bisa menggugurkan kandungan pada ibu hamil. Dari efek
inilah pepaya mentah diolah menjadi alat kontrasepsi. Untuk ibu hamil
sebaiknya menghindari sementara mengkonsumsi pepaya.

Salah satu bagian tanaman pepaya yang dapat dimanfaatkan sebagai obat
tradisional adalah biji buah pepaya (Carica papaya L.). Secara tradisional biji pepaya
dapat dimanfaatkan sebagai obat cacing gelang, gangguan pencernaan, diare,
penyakit kulit, kontrasepsi pria, bahan baku obat masuk angin dan sebagai sumber
untuk mendapatkan minyak dengan kandungan asam-asam lemak tertentu. Minyak
biji pepaya yang berwarna kuning diketahui mengandung 71,60 % asam oleat, 15,13
% asam palmitat, 7,68 % asam linoleat, 3,60% asam stearat, dan asam-asam lemak
lain dalam jumlah relatif sedikit atau terbatas. Biji pepayapun diketahui mengandung
senyawa kimia lain seperti golongan fenol, alkaloid, dan saponin.

Banyaknya biji pepaya tergantung dari besar kecilnya buah. Permukaan biji
agak keriput dan dibungkus oleh kulit ari yang bersifat seperti agar atau transparan,
kotiledon putih, rasa biji pedas atau tajam dengan aroma yang khas. Buah yang masih
mengkal atau separuh matang memiliki kandungan nutrisi yang lebih tinggi dari buah
matang (Rismundar, 1982).

Pembahasan

A. Cara Pembuatan kopi


Pembuatan kopi dari biji pepaya dilakukan dengan cara:

1. Pisahkan biji pepaya dari buahnya


2. Usahakan biji yang dipakai berasal dari buah pepaya yang telah matang.
3. Setelah itu, jemur di panas matahari dengan alas seng agar proses pengeringan
lebih cepat.
4. Sementara biji papaya dijemur, rendam sedikit beras ke dalam air selama 30
menit.
5. Potong buah nangka dan kelapa muda yang sudah dicuci menjadi bagian yang
kecil-kecil. Buah nangka berfungsi untuk menambahkan citarasa pada kopi
sehingga beraroma harum.
6. Jika biji pepaya sudah kering, panaskan penggorengan.
7. Masukkan keempat bahan tadi ke dalam penggorengan, sangrai tanpa minyak
hingga harum.
8. Setelah itu blender bahan tersebut hingga halus seperti bubuk kopi.
9. Bubuk kopi siap dipakai.

B. Cara Penyajian Kopi


Cara penyajian kopi dari biji pepaya ini sama dengan kopi lainnya yaitu cukup
dengan menyeduh bubuk kopi tersebut dengan air panas, juga tidak lupa tambahkan
gula secukupnya agar terasa manis dan nikmat.

C. Kandungan Gizi
Kopi dari biji pepaya ini memiliki nilai gizi yang tinggi karena berasal dari
bahan-bahan alami, diantaranya yaitu :

1. Biji pepaya merupakan sumber saponin yang cukup baik dan mempunyai sifat
antimikroba. Karena itu bijinya dapat digunakan untuk mencegah dan
membasmi cacing yang bersarang di dalam saluran pencernaan.
2. Beras mengandung karbohidrat yang memiliki beberapa manfaat yaitu sebagai
sumber energi terbesar, melindungi protein agar tidak dibakar sebagai
penghasil energi, membantu metabolisme lemak dan protein, dan
sebagai zatdotoksifikasi zat-zat racun tertentu.
3. Nangka muda memiliki komposisi mineral yang cukup bagus, terutama
kalium dan fosfor, masing-masing sebesar 45 mg dan 29 mg per 100 gram,
Kalium yang terdapat pada buah nangka ini berfungsi untuk menurunkan
darah tinggi. Sedangkan fosfor berperan dalam pembentukan tulang dan gigi.
Selain itu, buah nangka juga mengandung vitamin C dan vitamin B kompleks.
Mineral esensial yang dibutuhkan tubuh seperti kalsium, seng, besi,
magnesium, selenium, dan tembaga, juga terdapat pada buah nangka.

D. Manfaat

Kopi dari biji pepaya ini memiliki banyak manfaat yang ditinjau dari berbagai
aspek :

1. Aspek Kesehatan
 Meningkatkan daya tahan tubuh
 Mengurangi tekanan darah tinggi
 Memperlancar proses pencernaan dalam tubuh
 Membasmi cacing dan kuman yang bersarang pada usus
 Sebagai antikanker, antioksidan, antidiabetes, antifertilitas, antiinflamasi,
anthelmintika, antibakteri, antimalarial, antidengue, dan penyembuh
luka.
2. Aspek Lingkungan
 Mengurangi pengolahan kopi secara besar-besaran
 Mengurangi pencemaran lingkungan
3. Aspek Ekonomi
 Menghemat biaya dalam pembelian kopi
 Menambah penghasilan jika produk kopi dari biji pepaya ini dilestarikan
Kesimpulan
Biji buah pepaya memiliki banyak manfaat yang baik bagi kesehatan dan
meningkatkan daya tarif ekonomi di kalangan masyarakat. Tanaman pepaya terbukti
memiliki manfaat yang beragam baik secara empiris maupun yang teruji melalui
penelitian. Tanaman pepaya banyak diteliti karena keragaman manfaatnya dalam
pengobatan yang diduga diperantarai oleh senyawa aktif yang terkandung didalamnya
seperti enzim papain, caricain, benzylisothiosianat, alkaloida, flavonoida, antraquinol,
saponin, glikosida, fenol, tannin, alfa tokoferol, likopen, vitamin C, dan vitamin E.
Diperlukan penelitian lebih lanjut untuk dapat memastikan efikasi dan keamanan
tanaman pepaya agar dapat dijadikan obat herbal terstandar dan fitofarmaka. biji
pepaya diketahui mengandung 71,60 % asam oleat, 15,13 % asam palmitat, 7,68 %
asam linoleat, 3,60% asam stearat, dan asam-asam lemak serta mengandung senyawa
kimia seperti golongan fenol, alkaloid, dan saponin.