Anda di halaman 1dari 5

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

TUBERCOLOSIS PARU

Pokok Bahasan : Pencegahan Penyakit Tubercolosis Paru

Sasaran : Anak-Anak Kost Orange Agfella

Metode : Ceramah dan Diskusi

Media : Lamflet

Waktu : 30 Menit

Tempat : Kost Orange Agfella

Hari dan Tanggal : Rabu, 3 September 2018

A. TIU ( Tujuan Intruksional Umum )


Setelah mengikuti penyuluhan ini diharapkan sasaran mampu mengetahui
dan memahami pencegahan penyakit Tubercolosis Paru
B. TIK (Tujuan Intruksional Khusus)
1. Apa yang dimaksud dengan Tubercolosis Paru ?
2. Penyebab Tubercolosis Paru?
3. Tanda dan gejala Tubercolosis Paru?
4. Pencegahan Tubercolosis Paru?
C. SASARAN
Anak – Anak Kost Orange Agfella di Kombos
D. MATERI
1. Definisi Tubercolosis Paru
Tuberculosis suatu penyakit system pernafasan yang mengalami
peradangan pada paru-paru disebabkan oleh mycobakterium tuberkolosis
yaitu suatu basil tahan asam yang ditularkan melalui udara yang dapat
menyebar melalui getah bening atau pembuluh darah.
2. Penyebab Tubercolosis Paru
Penyakit Tubercolosa Paru disebabkan oleh Mycibakterium Tuberkolosis,
yang mempunyai sifat : basil berbentuk batang dengan panjang 1-4/ µm
dengan tebal 0,3-0,5 µm, bersifat aerob, mudah mati pada air mendidih (5
menit pada suhu 80°C), mudah mati terkena sinar ultra violet (matahari)
serta tahan hidup berbulan-bulan pada suhu kamar dan ruangan yang
lembab.
Selain itu juga kuman lain yang memberi infeksi yang sama yaitu M.
Bovis, M. Kansasii, M. Intracellutare.
3. Tanda dan Gejala Tubercolosis Paru
1.Gejala respiratorik meliputi :
a.Batuk
Gejala batuk timbul paling dini dan merupakan gangguan yang
paling sering dikeluhkan. Mulah mulah bersifat non produktif kemudihan
berdahak bhakan bercampur darah bila sudah ada kerusakan jaringan.
b.Batuk darah
Darah yang dikeluarkan dalam dahak bervariasi, mungkin tampak
berupa garis atau bercak bercak darah, gumpalan darah atau darah segar
dalam jumlah sangat banyak. Batuk darah terjadi karena pecahnya
pembuluh darah. Berat ringannya batuk darah tergantung dari besar
kecilnya pembuluh darah yang pecah.
c.Sesak nafas gejala ini ditemukan bila kerusakan parenkin paru sudah luas
atau karena ada hal hal yang menyertai seperti efusi pleura, pneumothorax,
anemia dan lain lain
d.Nyeri dada
Nyeri dada pada TB paru termasuk nyeri pleuritikyang ringan.
Gejala ini timbul apabila sistem pernafasan di pleura terkena
2.Gejala sistemik, meliputi
a.Merupakan gejala yang sering di jumpai biasanya timbul pada sore dan
malam hari mirip demam influenza, hilang timbul dan makin lama makin
panjang serangannya sedang masa bebas serangan makin pendek.
b.Gejala sistemik lain
Gejala sistemik lain ialah keringat malam, anoreksia, penurunan
berat serta malaise.
Timbulnya gejala biasanya gradual dalam beberapa minggu-bulan, akan
tetapi penampilan akut dengan batuk, panas, sesak napas walaupun jarang
dapat juga timbul menyerupai gejala pneumonia.
4. Pencegahan Tubercolosis Paru
Tindakan pencegahan :
1. Status sosial ekonomi rendah yang merupakan faktor menjadi sakit,
seperti kepadatan hunian, dengan meningkatkan pendidikan kesehatan.
2. Tersedia sarana-sarana kedokteran, pemeriksaan penderita, kontak atau
suspect gambas, sering dilaporkan, pemeriksaan dan pengobatan dini
bagi penderita, kontak, suspect dan perawatan.
3. Pengobatan preventif, diartikan sebagai tindakan keperawatan terhadap
penyakit inaktif dengan pemberian pengobatan INH sebagai
pencegahan.
4. BCG, vaksinasi diberikan pertama-tama kepada bayi dengan
perlindungan bagi ibunya dan keluarganya. Diulang 5 tahun kemudian
pada 12 tahun di tingkat tersebut berupa tempat pencegahan.
5. Memberantas penyakit TBC pada pemerah air susu dan tukang potong
sapi dan pasteurisasi air susu sapi.
6. Tindakan mencegah bahaya penyakit paru kronis karena menghirup
udara yang tercemar debu para pekerja tambang, pekerja semen dan
sebagainya.
7. Pemeriksaan bakteriologis dahak pada orang dengan gejala TBC paru.
8. Pemeriksaan screening dengan tuberculin tes pada kelompok beresiko
tinggi, seperti para emigrant, orang-orang kontak dengan penderita,
petugas dirumah sakit, petugas atau guru disekolah, petugas foto
rontgen.
9. Pemeriksaan foto rontgen pada orang yang positif dari hasil
pemeriksaan tuberculin test.

E. METODE
1. Ceramah
2. Diskusi
F. MEDIA
1. Lamflet
G. Kriteria evaluasi
1. Kriteria Struktur
a. Peserta hadir 15 orang
b. Penyelenggara penyuluhan dilakukan di Kost Orange Agfella
2. Kriteria proses
a. Peserta antusias terhadap materi penyuluhan
b. Peserta konsentrasi mendengar penyuluhan
c. Peserta mengajukan pertanyaan dan penyuluh menjawab pertanyaan
secara lengkap dan benar

3. Kriteria hasil
a. Apa yang dimasksud dengan Tubercolosis Paru
b. Apa penyebab Tubercolosis Paru
c. Apa tanda dan gejala dari TB Paru
d. Apa pencegahan dari TB Paru
H. KEGIATAN PENYULUHAN

No Waktu Kegiatan penyuluhan Kegiatan Audience


1 5 Menit Pembukaan
1.Penyuluh memulai penyuluhan
dengan mengucapkan salam. 1.Menjawab salam

2.Memperkenalkan diri.
2.Memperhatikan

3.Menjelaskan tujuan penyuluhan.

2 20 menit Pelaksanaan 3.Memperhatikan


4.Menyebutkan materi yang akan
1. Menjelaskan apa yang 1.Memperhatikan
diberikan.
dimaksud dengan TB Paru
2.Memperhatikan
4.Memperhatikan
2. Menjelaskan penyebab dari TB
Paru
3.Bertanya dan
3. Menjelaskan tanda dan gejala dari
mendengarkan
TB Paru
jawaban
4. Menjelaskan pencegahan dari
4. ikut berpartisipasi
TB Paru
dalam demonstrasi
mencuci tangan

5 Menit Evaluasi dan Terminasi :

1. Meminta audience menjelaskan 1. Menjelaskan


apa itu TB Paru definisi TB Paru

2. Meminta audience menjelaskan 2. menjelaskan


penyebab dari TB Paru penyebab dari TB
Paru
3. Meminta audience menjelaskan
tanda dan gejala dari TB Paru 3. Menyebutkan
tanda dan gejala
4. Meminta audience menjelaskan dari TB Paru
cara pencegahan dari TB Paru
4. Menjelaskan cara
pencegahan dari
TB Paru

5. Mengucapkan terima kasih 5. Memperhatikan


atas perhatian yang diberikan