Anda di halaman 1dari 7

IDENTITAS

NAMA SYAMSINAR
NOMOR PESERTA 19190122010001
PRODI PPG 220 (Pendidikan Jasmani Olahraga dan Keshatan)
KELAS A

TUGAS AKHIR
MODUL 2:

Setelah mempelajari dan berdiskusi secara seksama tentang tema pada Modul 2,
tolong berikan penjelasan secara ringkas, jelas dan padat tentang:

1. Intisasri sejarah olimpiade kuno dan modern

Jawaban

Olimpiade Kuno
Olimpiade konon dimulai di kota Olympia, Yunani, pada tahun 776 sebelum
masehi. Masyarakat Yunani kuno pada saat menyelenggarakan kompetisi olahraga
yang diikuti seluruh warga untuk menghormati dewa tertinggi mereka, Dewa
Zeus.Nama Olimpiade pun diambil dari gunung Olimpus, yang dipercaya sebagai
tempat kediaman Dewa Zeus. Pada Olimpiade kuno, peserta dan penonton hanya
terbatas untuk kaum pria, karena seluruh atlet harus bertanding dengan tubuh
telanjang.
Olimpiade kuno mencapai puncaknya pada abad ke-6 dan ke-5, lalu berangsur-
angsur menurun hingga benar-benar tak terselenggara pada tahun 393 M seiring
dengan jatuhnya Yunani ke tangan Romawi. Berbagai pertandingan dalam Olimpiade
kuno boleh dikatakan serba keras. Para pelari berpacu secepat-cepatnya tanpa
memakai alas kaki. Para penunggang kuda berlomba habis-habisan tanpa pelana atau
sanggurdi. Para peloncat membawa pemberat yang diayun-ayunkan untuk menambah
dorongan maju. Olahraga yang terkeras adalah pankration, yakni perpaduan antara
gulat dan tinju gaya tradisional.
Para atlet boleh menyepak atau mencekik lawan, yang tidak diperbolehkan
adalah memijit mata, menggigit, dan mematahkan jari. Fairplay benar-benar
diperhatikan para atlet. Beberaba artefak purba memperlihatkan adegan tinju antara
dua atlet. Pemenang adu tinju adalah pihak yang dapat memukul kepala lawan. Pihak
yang kalah harus mengacungkan jari tanda mengaku kalah.
Simbol

Sejak 1896 hingga sekarang Olimpiade Musim Panas terus diadakan setiap
empat tahun sekali, kecuali pada masa Perang Dunia II. Sementara Olimpiade Musim
Dingin baru mulai diadakan sejak 1924.

Simbol Olimpiade yang juga dikenal dengan sebutan cincin Olimpiade terdiri dari
lima buah cincin yang saling berkait. Cincin-cincin tersebut melambangkan kesatuan
dari lima benua yang ada di bumi dengan warna yang berbeda merepresentasikan
benua yang berbeda, dengan latar berwarna putih yang membentuk bendera
Olimpiade.

Olimpiade memiliki simbol berupa lima cincin dengan warna berbeda (biru,
kuning, hitam, hijau, dan merah) yang saling terkait. Kelima cincin itu melambangkan
lima benua yang ada di dunia, Afrika, Asia, Amerika, Australia, dan Eropa.Bendera ini
sudah ada sejak tahun 1914 namun baru dikibarkan untuk pertama kalinya di Olimpiade
Antwerpen 1920 di Belgia.

Cabang olahraga

Sebelumnya, terdapat 35 cabang olahraga yang berkompetisi dalam Olimpiade.


Namun sejak Kongres Komite Internasional Olimpiade (IOC) pada 2002, jumlahnya
dibatasi menjadi maksimal 28 cabang olahraga, 301 pertandingan, dan 10.500 atlet.

Pada Olimpiade London 2012 lalu, hanya 26 cabang olahraga yang bertanding
karena softbol dan bisbol dianggap tidak sesuai dengan revisi yang dilakukan di
Kongres IOC tahun 2005.

Namun di Olimpiade Rio 2016 nanti, jumlah cabang olahraga kembali ke sistem
maksimum 28 cabang dengan menambahkan cabang olahraga rugbi dan golf.
Pemenang dan medali

Para atlet dan tim yang berhasil menjadi juara di cabang masing-masing akan
mendapatkan medali. Emas untuk juara pertama, perak untuk juara kedua, dan
perunggu untuk juara ketiga.

Dulu, medali emas yang diberikan benar-benar emas murni, namun setelah
Olimpiade Stockholm 1912, medali terbuat dari perak berlapis emas yang berlaku
hingga sekarang. Format tiga medali pertama kali diperkenalkan dalam Olimpiade St.
Louis 1904.

Rekor atlet dengan medali emas terbanyak dipegang oleh perenang Amerika
Serikat Michael Phelps yang mengantongi 18 emas, 2 perak, dan 2 perunggu hasil dari
Olimpiade yang diikutinya sejak 2004 hingga 2012.Amerika Serikat juga mengantongi
rekor negara dengan medali terbanyak, 1072 emas, 860 perak, dan 749 perunggu dari
48 Olimpiade yang diikuti. Dari 14 Olimpiade yang diikuti, Indonesia memperoleh 6
medali emas, 10 medali perak, dan 11 medali perunggu.

Olimpiade Modern

Baru pada abad ke-19 Olimpiade dihidupkan kembali oleh bangsawan Perancis
bernama Pierre Fredy Baron de Coubertin. Olimpiade pertama yang tercatat sebagai
olimpiade modern diselenggarakan di Athena, Yunani, pada tahun 1896. Olimpiade
tersebut diikuti oleh 14 negara dengan total 241 atlet yang berlaga dalam 43
pertandingan. Sejak 1896 hingga sekarang Olimpiade Musim Panas terus diadakan
setiap empat tahun sekali, kecuali pada masa Perang Dunia II. Sementara Olimpiade
Musim Dingin baru mulai diadakan sejak 1924.

Ajang olahraga pertama yang pelaksanaannya serupa dengan Olimpiade kuno


adalah L'Olympiadede la République, sebuah festival olahraga nasional yang diadakan
pada tahun 1796 sampai 1798 selama masa Revolusi Perancis. Dalam
pelaksanaannya, ajang ini mengadopsi beberapa peraturanperaturan yang berlaku
dalam Olimpiade kuno. Ajang ini juga menandai diterapkannya system metrik ke dalam
cabang-cabang olahraga.

Pada tahun 1850 sebuah Kelas Olimpiade didirikan oleh Dr. William Penny
Brookes di Much Wenlock,Shropshire, Inggris. Selanjutnya, pada tahun 1859, Dr.
Brookes mengganti nama Kelas Olimpiade menjadi Olimpiade Wenlock. Ajang tersebut
tetap diadakan hingga hari ini. Tanggal 15 November 1860, Dr. Brookes membentuk
Perkumpulan Olimpiade Wenlock. Antara tahun 1862 dan 1867, di Liverpool diadakan
ajang Grand Olympic Festival. Ajang ini dicetuskan oleh John Hulley dan Charles Melly
dan merupakan ajang olahraga pertama yang bersifat internasional, meskipun atlet-atlet
yang berpartisipasi kebanyakan merupakan "atlet amatir".
Penyelenggaraan Olimpiade modern pertama di Athena pada tahun 1896 hampir
identik
dengan Olimpiade Liverpool. Pada tahun 1865, Hulley, Dr. Brookes dan EG Ravenstein
mendirikan Asosiasi Olimpiade Nasional di Liverpool, yang merupakan cikal bakal
terbentuknya
Asosiasi Olimpiade Britania Raya. Selanjutnya, pada tahun 1866, sebuah ajang
bernamaOlimpiade Nasional Britania Raya diselenggarakan di London untuk pertama
kalinya.

Setelah banyak kejuaraan seperti Olimpiade kuno digelar di berbagai negeri,


seperti di Prancis dan Inggris, bangsa Yunani berinisiatif untuk menghidupkam kembali
Olimpiade pada tahun 1821. Dan pada tahun 1970 dan 1875 diadakanlah Olimpiade di
stadion Panathenaic yang dikuti oleh atlet dari Yunani dan Kekaisaran Ottoman.Pada
tanggal 16-23 Jni 1894, dibentuklah Komite Olimpiade Internasional atau IOC
(International Olympic Committee) dalam sebuah kongres di Universitas Sorbonne,
Paris. Komite ini lantas menyelenggarakan Olimpiade untuk kali pertama di tahun 1896
di Athena, Yunani. Olimpiade ini diikuti oleh 14 negara dengan 241 atlet dalam 9
cabang olahraga. Setelah itu, Olimpiade digelar terus setiap empat tahun sekali hingga
sekarang.
2. Penerapan 5 kajian filsafat dalam bidang olahraga

Jawab

1. Idealisme adalah sebagai pusat kehidupan manusia.


Pandangan idealisme, yaitu :
- pendidikan jasmani mengembangkan fisik dan jiwa secara simultan.
- aktivitas fisik dapat mengembangkan kesegaran jasmani dan kepribadian.
- pengembangan kualitas pribadi.
- guru pendidikan jasmani sebagai model.
2. Realisme adalah kebenaran dapat ditentukan dengan baik melalui metode ilmiah.
Pandangan realisme, yaitu :
- pendangan pendidikan jasmani bagian penting kurikulum.
- kesegaran jasmani berpengaruh pada produktifitas.
- pengembangan pendidikan jasmani secara ilmiah.
- latihan memegang peranan penting.
- kemengan pertandingan bukan tujuan utama.
- permainan dan rekreasi dapat membantu anak berprestasi.
3. Pragmatisme adalah pengalaman manusia dapat mengubah konsep atau
kenyataan. Pandangan pragmatisme, yaitu :
- pengajaran pendidikan jasmani bervariasi.
- kegiatan pendidikan jasmani memiliki nilai social.
- program pendidikan jasmani berdasarkan kebutuhan dan minat anak.
- belajar pendidikan jasmani dengan metode pemecahan masalah.
- guru sebagai motivator.
4. Naturalisme adalah sesuatu pada dasarnya memiliki nilai yang aktual dan fisikal
(jasmani). Pandangan Naturalisme, yaitu :
-Pendidikan jasmani menekankan manusia seutuhnya.
- Belajar harus melalui aktifitas mandiri.
- Bermain bagian penting pendidikan jasmani.
- Olahraga kompetitif tidak dianjurkan
5. Eksistensialisme/ Filsafat modern : Kenyataan berdasar pada eksistensi manusia.
Keberadaan individu lebih penting dar ipada masyarakat.
- Setiap siswa bebas memilih berbagai aktifitas dalam kurikulum.
- Aktifitas individu menyediakan kesempatan bagi siswa untuk mengembangkan
tanggung jawab dan kesadaran diri.
- Peran guru sebagai konselor, mengembangkan pemikiran reflektif.
- Mengkondisikan siswa untuk membuat pilihan dan bertanggungjawab atasa

3. Peran strategis olahraga dalam pengembangan karakter bangsa

Jawab

Pendidikan jasmani dalam pelaksanaannya harus tersusun rapi dalam sebuah


program yang sistematis dan berkelanjutan. Program tersebut diharapkan mampu
memenuhi kebutuhan peserta didik untuk meningkatkan kebugaran dan
menambah tabungan gerak. Karena itu dibutuhkan strategi pengembangan yang
mencakup beberapa aspek sebagai berikut:
1. Kembangkan program yang menekankan pada penyediaan pengalaman
gerak yang disenagi peserta didik dalam jangka waktu yang panjang.
Program tersebut dapat diterapkan dalam bentuk permainan-permainan yang
menyenangkan sehingga peserta didik lebih antusias yang tingga terhadap
pembelajaran. Dengan antusiasme peserta didik dalam belajar gerak maka
pengalaman gerak yang dirasakan akan semakain bervariasi. Misalnya materi
lompat tidak perlu diberikan teknik melompat yang benar namun dapat melalui
permainan lompat kardus sehingga siswa akan merasa tidak terbebani
dengan tugas yang mereka berikan. Karena itu, jangan memberikan materi
yang mengharuskan siswa menguasai materi tersebut tetapi anak bisa
memperoleh pengalaman gerak yang lebih banyak.
2. Bantulah siswa untuk menguasai keterampilan gerak dan kembangkan
penilaian diri yang positif bahwa siswa dapat menguasai keterampilan
tersebut. Biarkan siswa melakukan sesuai kemampuan yang dimiliki dan
jangan memberikan patokan yang terlalu memberatkan bagi siswa. Siswa
yang belum mampu melakukan jangan dipaksakan untuk bisa. Bantus siswa
tersebut dengan pentahapan gerak dan pengulangan yang lebih banyak.
Sebagai contoh, bagaimana melakukan pemanasan yang benar sebelum
berlatih, bagaimana melakukan stretching yang aman dan efektif; atau
bagaimana memainkan suatu cabang olahraga dengan memuaskan dan
mendatangkan kesenangan.
3. Berikan kesempatan yang lebih luas dan merata sehingga semua semua
siswa merasakan setiap kegiatan yang dilakukan dalam pembelajaran secara
adil. Kesempatan yang diberikan kepada setiap siswa harus sama sehingga
mereka tidak merasa di bedakan dengan siswa lain. Program yang diterapkan
jangan memberikan kesempatan yang lebih pada siswa yang mampu
melakukan karena hal tersebut dapat menimbulkan rasa kurang percaya diri
pada siswa yang belum mampu melakukan. Kesempatan yang ada
diusahakan agar siswa memanfaatkannya dengan baik sehingga penyusunan
program yang baik sangat diperlukan oleh guru dalam pelaksanaannya agar
kesempatan yang diberikan tidak di gunakan dengan percuma oleh siswa.
4. Berilah program yang dalam pelaksanaanya siswa belajar keterampilan-
keterampilan yang bermanfaat dalam kehidupannnya sehingga program yang
diberikan bukan hanya untuk kepentingan jasmani, seperti kebugaran, tetapi
juga untuk perkembangan sosial, dan keterampilan yang diperlukan untuk
menjalani kehidupannnya (berbasis life skill) sehingga siswa mengaplikasikan
kegiatan yang mereka lakukan dalam pembelajaran ke dalam kehidupan
sehari-harinya. Keterampilan itu antara lain, mengatasi masalah, memotivasi
diri, meredam emosi, merencanakan sesuatu, dan lain-lain.