Anda di halaman 1dari 16

MANAJEMEN PEMASARAN KEPERAWATAN DALAM LINGKUP

RUMAH SAKIT

Untuk memenuhi tugas mata kuliah Manajemen Pemasaran Keperawatan


Dosen Pengajar:
Ns. Mahmud Ady Yuwanto., S.Kep., MM

Kelompok 5/ 16B

Ita Lestari 16010072

Linda Sari 16010073

Liza Lusiyani 16010074

M. Heru Susanto 16010075

Mayuni Putri Intan 16010076

Muhammad Rizal Bawazir 16010077

Muslim Hadi 16010078

Nailal Avivi 16010079

Neneng Hariyati Putri 16010080

Nuratiya 16010081

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN dr.SOEBANDI JEMBER

TAHUN 2019
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan
rahmat serta hidayah-Nya kepada kami sehingga telah berhasil menyelesaikan
makalah Manajemen Pemasaran Keperawatan ini yang Alhamdulillah tepat pada
waktunya.

Kami menyadari bahwa isi dari makalah ini masih jauh dari kata
sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat
membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan manajemen pelayanan
pemasaran ini. Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada kelompok tiga
yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir.
Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita.

Jember, 21 Februari 2019

Penulis

i
DAFTAR PUSTAKA

COVER ...........................................................................................................

KATA PENGANTAR ....................................................................................

DAFTAR PUSTAKA .....................................................................................

BAB I PENDAHULUA ..................................................................................

1.1 Latar Belakang .......................................................................................


1.2 Rumusan Masalah ..................................................................................
1.3 Tujuan ....................................................................................................

BAB II PEMBAHASAN ................................................................................

2.1 Pengertian Rumah Sakit ........................................................................


2.2 Manajemen Pemasaran Rumah Sakit .....................................................
2.3 Ruang Lingkup dari Manajemen Pemasaran Rumah Sakit ...................
2.4 Tugas dan Fungsi Rumah Sakit .............................................................
2.4.1 Fungsi Menyelenggarakan Rumah Sakit ...................................
2.4.2 Fungsi Rumah Sakit Menurut Undang-Undang ........................
2.5 Pengklasifikasian Rumah Sakit .............................................................
2.6 Program-Program Pemasan Dirumah Sakit ...........................................
2.7 Bauran Pemasaran .................................................................................

BAB III PENUTUP ........................................................................................

3.1 Kesimpulan ............................................................................................


3.2 Saran ......................................................................................................

DAFTAR PUSTAKA .....................................................................................

ii
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Persaingan rumah sakit dalam memperebutkan pasien sebagai konsumen
pengguna jasa pelayanan kesehatan, tidak hanya terjadi antar rumah sakit
yang beranggotaan BPJS. Rumah sakit milik swasta maupun pemerintah
juga harus bersaing dalam memperebutkan minat pasien yang tidak terdaftar
sebagai anggota BPJS, sebab lebih dari separuh masyarakat Indonesia masih
belum terdaftar sebagai anggota BPJS (Tim Penyusun Bahan Sosialisasi dan
Advokasi JKN,2013). Ini berarti sekitar 50% masyarakat Indonesia masih
bebas untuk menentukan pilihan rumah sakit mana yang akan mereka
gunakan. Keadaan ini juga menjadi peluang bagi rumah sakit untuk menarik
minat pasien.
Rumah Sakit adalah institusi pelayanan kesehatan bagi masyarakat dengan
karakteristik tersendiri yang dipengaruhi oleh perkembangan ilmu
pengetahuan kesehatan, kemajuan teknologi, dan kehidupan sosial ekonomi
masyarakat yang harus tetap mampu meningkatkan pelayanan yang lebih
bermutu dan terjangkau oleh masyarakat agar terwujud derajat kesehatan
yang setinggi-tingginya ( Undang-Undang No 44 tahun 2009). Rumah sakit
merupakan sarana pelayanan kesehatan, tempat berkumpulnya orang sakit
maupun orang sehat, atau dapat menjadi tempat penularan penyakit serta
memungkinkan terjadinya pencemaran lingkungan dan gangguan kesehatan
(Permenkes, No. 1204/Menkes/SK/X/2004).
Mayoritas rumah sakit yang ada di Indonesia sudah bergeser ke arah profit
oriented, yang awalnya rumah sakit didirikan dengan tujuan sosial dan
berhubungan dengan keagamaan tetapi seiring dengan berjalannya waktu,
tujuan rumah sakit tidak hanya pelayanan sosial tetapi juga mengarah pada
tujuan ekonomi bahkan komersial. Hal ini disebabkan karena Indonesia
sudah masuk pada era MEA (globalisasi) dimana persaingan pasar bebas

1
yang mengandalkan kecanggihan teknologi dan mengharuskan untuk
merubah cara pandang terhadap rumah sakit.
Menurut Taurany (2008), solusi terbaik untuk menghadapi globalisasi
adalah dengan menyiapkan daya saing yang tinggi melalui kepemimpinan
yang memicu pada perubahan dan manajemen yang profesional, manajemen
perubahan, peningkatan manajemen mutu, pengembangan sumber daya
manusia, sarana dan teknologi, peningkatan kepuasan konsumen,
peningkatan budaya organisasi, pemasaran yang efektif dan peningkatan
mekanisme dan kegiatan mengantisipasi, memantau dan menganalisis
perubahan-perubahan lingkungan yang dampaknya dapat berupa ancaman
dan berupa peluang. Manajemen pemasaran adalah seni dan ilmu
memilih pasar sasaran dan mendapatkan, menjaga dan menumbuhkan
pelanggan dengan menciptakan, menyerahkan dan mengkonsumsi nilai
pelanggan yang unggul (Kotler 2009:5)
1.2 Rumusan Masalah
a. Apa Pengertian Rumah Sakit ?
b. Bagaimana Manajemen Pemasaran Di Rumah Sakit?
c. Apa Saja Ruang Lingkup Dari Manajemen Pemasayaran Dirumah Sakit?
d. Apa Tugas Dan Fungsi Rumah Sakit?
e. Bagaimana Pengklasifikasian Rumah Sakit?
f. Apa Saja Program-Program Pemasaran Dirumah Sakit?
g. Apa Saja Yang Termasuk Bauran Pemasaran?
1.3 Tujuan
1. Untuk mengetahui pengertian rumah sakit
2. Untuk mengetahui manajemen pemasaran dirumah sakit
3. Untuk mengetahui ruang lingkup dari manajemen pemasyaran dirumah
sakit
4. Untuk mengetahui tuga dan fungsi rumah sakit
5. Untuk mengetahui pengklasifikasi rumah sakit
6. Untuk mengetahui program-program pemasyaran rumah sakit

2
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Rumah Sakit


Rumah Sakit adalah institusi pelayanan kesehatan bagi masyarakat dengan
karakteristik tersendiri yang dipengaruhi oleh perkembangan ilmu
pengetahuan kesehatan, kemajuan teknologi, dan kehidupan sosial ekonomi
masyarakat yang harus tetap mampu meningkatkan pelayanan yang lebih
bermutu dan terjangkau oleh masyarakat agar terwujud derajat kesehatan
yang setinggi-tingginya ( Undang-Undang No 44 tahun 2009).
Menurut WHO (World Health Organization), rumah sakit adalah bagian
integral dari suatu organisasi sosial dan kesehatan dengan fungsi
menyediakan pelayanan paripurna (komprehensif), penyembuhan penyakit
(kuratif) dan pencegahan penyakit (preventif) kepada masyarakat. Rumah
sakit juga merupakan pusat pelatihan bagi tenaga kesehatan dan pusat
penelitian medik.
Rumah Sakit adalah suatu organisasi yang melalui tenaga medis
professional yang terorganisir serta sarana kedokteran yang permanen
menyelenggarakan pelayanan kedokteran, asuhan keperawatan yang
berkesinambungan, diagnosis serta pengobatan penyakit yang diderita oleh
pasien (American Hospital Asoociation, 1974). Rumah Sakit adalah tempat
dimana orang sakit mencari dan menerima pelayanan kedokteran serta
tempat dimana pendidikan klinik untuk mahasiswa kedokteran, perawat dan
berbagai tenaga profesi kesehatan lainnya diselenggarakan (Wolper dan
Pena, 1987)
2.2 Manajemen Pemasaran Dirumah Sakit
Pemasaran Rumah Sakit adalah suatu upaya rumah sakit menyimak
persepsi masyarakat tentang kebutuhannya sehingga rumah sakit dapat
mengetahui pelayanan-pelayanan apa yang dapat ditawarkannya kepada
masyarakat (Hartono, 2010). Manajemen pemasaran menurut para ahli
adalah sebagai berikut:

3
1. Philip Kotler/Armstrong (2002:14), yang diterjemahkan Wilhelmus W.
Bakowatun : Manajemen pemasaran adalah analisis, perencanaan,
pelaksanaan, dan pengendalian atas program yang dirancang untuk
menciptakan, membangun, dan mempertahankan pertukaran yang
menguntungkan dengan pembeli sasaran dengan maksud untuk
mencapai sasaran organisasi”
2. Phillip Kotler dan Keller (2006)
Manajemen pemasaran adalah sebuah ilmu yang mempelajari tentang
cara pemilihan dan memperoleh target pasar, mempertahankan dan
mengembangkan pelanggan dengan menciptakan, menyampaikan, dan
mengkomunikasikan keunggulan suatu nilai kepada pelanggan.
3. Philip William J. Shultz (dalam buku Prof. Dr. H. Buchari Alma,
Manajemen Pemasaran dan Pemasaran Jasa, cetakan-7, 2005)
Manajemen pemasaran adalah merencanakan, pengarahan, dan
pengawasan seluruh kegiatan pemasaran perusahaan ataupun bagian dari
perusahaan.
Penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa manajemen pemasaran adalah
melakukan rangkaian proses untuk menciptakan suatu nilai guna membantu
pencapaian tujuan organisasi atau perusahaan. Rumah Sakit sebagai salah
satu pelayanan kesehatan dituntut untuk semakin kompetitif memberikan
pelayanan bermutu dan mengembangkan diri. Dalam hal pengembangan
rumah sakit, manajemen pemasaran mempunyai peran penting sebab fungsi
pemasaran tidak hanya memasarkan layanan rumah sakit tetapi juga
menjalankan fungsi manajemen meliputi analisis, perencanaan,
implementasi dan pengendalian pemasaran.
Manajemen pemasaran rumah sakit merupakan mata rantai yang penting
dalam rangka keseluruhan pemasaran rumah sakit. Hal ini karena dengan
manajemen pemasaran yang runtut dan konsepsional akan dapat dibuat
program pemasaran yang jelas dan dapat diandalkan untuk menciptakan,
membentuk dan mempertahankan pertukaran yang menguntungkan dengan

4
pembeli sasaran (target bayar) dengan maksud untuk mencapai tujuan–
tujuan organisasi.
2.3 Ruang lingkup dari Manajemen Pemasaran Dirumah Sakit
a. Riset Pemasaran (Marketing Research)
Riset pemasaran diperlukan jika manajemen menginginkan suatu studi
yang terarah pada permasalahan dan peluang khusus yaitu jika manager
menginginkan suatu studi yang terarah pada permasalahan dan perluasan
sekunder. Riset pemasaran adalah proses pengumpulan informasi terkait
pemasaran yang dilakukan untuk memahami secara lebih dalam terkait
siapa pelanggan kita, apa keinginan dan kebutuhannya, serta dapat
melakukan penilaian terhadap pelayanan yang diberikan rumah sakit dan
menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki kualitas pelayanannya. Riset
pemasaran adalah kegiatan penelitian di bidang pemasaran yang dilakukan
secara sistematis mulai dari perumusan masalah, tujuan penelitian,
pengumpulan data, pengolahan data dan interprestasi hasil penelitian.
Hasil riset pemasaran ini dapat dipakai untuk perumusan strategi
pemasaran dalam merebut peluang pasar.
b. Sistem Informasi Pemasaran (Marketing information system)
Sistem Informasi di rumah sakit merupakan kumpulan dari sub-sub
sistem yang saling berhubungan satu sama lain dan bekerja sama secara
harmonis untuk mencapai satu tujuan yaitu mengolah data menjadi
informasi yang diperlukan untuk mendukung melaksanakan fungsi
pelayanan rumah sakit dan pengambilan keputusan manajemen.
Informasi akan menjadi sentral untuk keputusan manajerial, berperan
timbal balik artinya makin baik sistem informasi maka akan lebih baik
pula keputusan yang diambil.
Fungsi sistem informasi bagi rumah sakit adalah mendukung fungsi
pelayanan, mendukung fungsi pengambilan keputusa, mendukung
fungsi komunikas, mendukung fungsi hukum, mendukung fungsi
perencanaan dan mendukung fungsi pendidikan dan penelitianSistem
informasi pemasaran adalah suatu struktur yang terdiri atas manusia,
perlengkapan dan prosedur-prosedur yang berinteraksi secara terus
menerus yang dirancang untuk menghimpun, memilih, menganalisa,
mengevaluasi dan mendistribusikan informasi yang sesuai kebutuhan,
tepat waktu dan akurat, bagi pengambilan keputusan dibidang

5
pemasaran, dalam rangka meningkatkan perencanaan, pelaksanaan, dan
pengendalian kegiatan-kegiatan pasar.
Informasi pemasaran yang dibutuhkan diantaranya seperti dibawah ini :
a. Situasi pasar rumah sakit sekarang.
b. Kecenderungan pasar rumah sakit masa datang.
c. Kekurangan yang perlu diperbaiki dan kebaikan yang perlu
ditingatkan.
Lingkungan pemasaran dari rumah sakit harus dipantau oleh manajemen
pemasaran di rumah sakit. Lingkungan pemasaran itu berupa pasar
sasaran dari rumah sakit, saluran-saluran pemasaran rumah sakit,
pesaing-pesaing rumah sakit, publik-publik rumah sakit, dan
lingkungan makro yang mempengaruhi rumah sakit (kependudukan,
keadaan ekonomi, situasi politik dan lain-lain).
c. Sistem Informasi Pemasaran (Marketing information system)
Sistem Informasi di rumah sakit merupakan kumpulan dari sub-sub
sistem yang saling berhubungan satu sama lain dan bekerja sama secara
harmonis untuk mencapai satu tujuan yaitu mengolah data menjadi
informasi yang diperlukan untuk mendukung melaksanakan fungsi
pelayanan rumah sakit dan pengambilan keputusan manajemen.
Informasi pemasaran yang dibutuhkan diantaranya seperti dibawah ini :
1) Situasi pasar rumah sakit sekarang
2) Kecenderungan pasar rumah sakit masa datang.
3) Kekurangan yang perlu diperbaiki dan kebaikan yang perlu
ditingatkan.
Lingkungan pemasaran dari rumah sakit harus dipantau oleh manajemen
pemasaran di rumah sakit. Lingkungan pemasaran itu berupa pasar
sasaran dari rumah sakit, saluran-saluran pemasaran rumah sakit,
pesaing-pesaing rumah sakit, publik-publik rumah sakit, dan
lingkungan makro yang mempengaruhi rumah sakit (kependudukan,
keadaan ekonomi, situasi politik dan lain-lain).
d. Strategi Pemasaran (Marketing Stategy)

6
Strategi pemasaran merupakan langkah-langkah yang dilakukan sebuah
perusahaan baik perusahaan manufaktur maupun perusahaan jasa dalam
upaya memenangkan persaingan dalam situasi yang kompetitif seperti
sekarang ini. Strategi pemasaran merupakan pernyataan baik secara
implisit maupun eksplisit mengenai bagaimana suatu merek atau lini
produk mencapai tujuannya.
Ada beberapa strategi marketing yang bisa diterapkan di rumah sakit
yaitu:
1) Segmentasi Targeting dan Positioning
2) Fokus 5c
3) Perbedaan
4) Bauran Pemasaran
5) Taktik Pemasaran
6) Audit Pemasaran
2.4 Tugas dan Fungsi Rumah Sakit
Rumah Sakit mempunyai misi memberikan pelayanan kesehatan yang
bermutu dan terjangkau oleh masyarakat dalam rangka meningkatkan
derajat kesehatan masyarakat. Tugas rumah sakit umum adalah
melaksanakan upaya pelayanan kesehatan secara berdaya guna dan berhasil
guna dengan mengutamakan penyembuhan dan pemulihan yang
dilaksanakan secara serasi dan terpadu dengan peningkatan dan pencegahan
serta pelaksanaan upaya rujukan.
2.4.1 Fungsi menyelenggarakan rumah sakit
Untuk menyelenggarakan fungsinya, maka rumah sakit
menyelenggarakan kegiatan:
a) Pelayanan medis
b) Pelayanan dan asuhan keperawatan
c) Pelayanan penunjang medis dan nonmedis
d) Pelayanan kesehatan kemasyarakatan dan rujukan
e) Pendidikan, penelitian dan pengembangan.
f) Administrasi umum dan keuangan

7
2.4.2 Fungsi rumah sakit menurut undang-undang
Menurut undang-undang no. 44 tahun 2009 untuk menjalankan tugas
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4, Rumah Sakit mempunyai
fungsi:
a) Penyelenggaraan pelayanan pengobatan dan pemulihan kesehatan
sesuai dengan standar pelayanan rumah sakit
b) Pemeliharaan dan peningkatan kesehatan perorangan melalui
pelayanan kesehatan yang paripurna tingkat kedua dan ketiga
sesuai kebutuhan medis.
c) Penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan sumber daya manusia
dalam rangka peningkatan kemampuan dalam pemberian pelayanan
kesehatan, dan
d) Penyelenggaraan penelitian dan pengembangan serta penapisan
teknologi bidang kesehatan dalam rangka peningkatan pelayanan
kesehatan dengan memperhatikan etika ilmu pengetahuan bidang
kesehatan.
2.5 Pengklasifikasian Rumah Sakit
Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia
No.340/Menkes/Per/III/2010, rumah sakit dapat diklasifikasikan
berdasarkan kepemilikan, jenis pelayanan, dan kelas.
1. Berdasarkan kepemilikan.
Rumah sakit yang termasuk ke dalam jenis ini adalah rumah sakit
pemerintah (pusat, provinsi, dan kabupaten), rumah sakit BUMN
(ABRI), dan rumah sakit yang modalnya dimiliki oleh swasta (BUMS)
ataupun Rumah Sakit milik luar negri (PMA).
2. Berdasarkan Jenis Pelayanan
Yang termasuk ke dalam jenis ini adalah rumah sakit umum, rumah
sakit jiwa, dan rumah sakit khusus (misalnya rumah sakit jantung, ibu
dan anak, rumah sakit mata, dan lain-lain).
3. Berdasarkan Kelas

8
Rumah sakit berdasarkan kelasnya dibedakan atas rumah sakit kelas A,
B (pendidikan dan non-pendidikan), kelas C, kelas D.
a. Rumah sakit umum kelas A, adalah rumah sakit umum yang
mempunyai fasilitas dan kemampuan pelayanan medik spesialistik
luas dan subspesialistik luas.
b. Rumah sakit umum kelas B, adalah rumah sakit umum yang
mempunyai fasilitas dan kemampuan pelayanan medik sekurang
kurangnya sebelas spesialistik dan subspesialistik terbatas.
c. Rumah sakit umum kelas C, adalah rumah sakit umum yang
mempunyai fasilitas dan kemampuan pelayanan medik spesialistik
dasar.
d. Rumah sakit umum kelas D, adalah rumah sakit umum yang
mempunyai fasilitas dan kemampuan pelayanan medik dasar.
2.6 Program-Program Pemasaran Dirumah Sakit
Membuat Bidang Kerja Publik Relation
Publik relation adalah proses interaksi dimana publi relation menciptakan
opini publik sebagai input yang menguntungkan kedua belah pihak, dan
menanamkan pengertian, menumbuhkan motivasi dan partisipasi publik,
bertujuan menanamkan keinginan baik, kepercayaan saling adanya
pengertian, dan citra yang baik dari publiknya.
Publik relation adalah fungsi khusus manajemen yang membantu
membangun dan memelihara komunikasi bersama, pengertian, dukungan,
dan kerjasama antara organisasi dan publik, melibatkan masalah
manajemen, membantu manajemen untuk mengetahui dan merespon opini
publik, menjelaskan dan menekankan tanggung jawab manajemen untuk
melayani minat publik, membantu manajemen untuk tetap mengikuti dan
memanfaatkan perubahan secara efektif, berguna sebagai sistem peringatan
awal untuk membantu mengantisipasi tren, dan menggunakan penelitian dan
teknik suara yang layak dalam komunikasi sebagai alat utama (Maria,
2002).

9
Tujuan utama dari public relation adalah mempengaruhi perilaku orang
secara individu maupun kelompok saat saling berhubungan, melalui dialog
dengan semua golongan, dimana persepsi, sikap dan opininya penting
terhadap suatu kesuksesan sebuah perusahaan (Davis, 2003).
Menurut Rosady Ruslan (2001) tujuan public relation adalah sebagai
berikut:
a. Menumbuhkembangkan citra perusahaan yang positif untuk publik
eksternal atau masyarakat dan konsumen.
b. Mendorong tercapainya saling pengertian antara publik sasaran
dengan perusahaan.
c. Mengembangkan sinergi fungsi pemasaran dengan publik relation.
d. Efektif dalam membangun pengenalan merek dan pengetahuan
merek.
e. Mendukung bauran pemasaran.

Menurut Maria (2002), publik relation merupakan satu bagian dari satu
nafas yang sama dalam organisasi tersebut, dan harus memberi identitas
organisasinya dengan tepat dan benar serta mampu mengkomunikasikannya
sehingga publik menaruh kepercayaan dan mempunyai pengertian yang
jelas dan benar terhadap organisasi tersebut”. Hal ini sekedar memberikan
gambaran tentang fungsi publik relation yaitu:

a) Kegiatan yang bertujuan memperoleh itikad baik, kepercayaan,


saling adanya pengertian dan citra yang baik dari publik atau
masyarakat pada umumnya.
b) Memiliki sasaran untuk menciptakan opini publik yang bisa diterima
dan menguntungkan semua pihak.
c) Unsur penting dalam manajemen guna mencapai tujuan yang
spesifik, sesuai harapan publik, tetapi merupakan kekhasan
organisasi atau perusahaan. Sangat penting bagaimana organisasi
memiliki warna, budaya, citra, suasana, yang kondusif dan

10
menyenangkan, kinerja meningkat, dan produktivitas bisa dicapai
secara optimal.
d) Usaha menciptakan hubungan yang harmonis antara organisasi atau
perusahaan dengan publiknya, sekaligus menciptakan opini publik
sebagai efeknya, yang sangat berguna sebagai input bagi organisasi
atau perusahaan yang bersangkutan.
2.7 Bauran pemasaran
Bauran yang digunakan oleh rumah sakit, dapat dijadikan alat pemasaran
yang memudahkan rumah sakit dalam mencapai tujuan pemasaran. Hal ini
menurut Hartono (2010), disebabkan oleh karena komponen-komponen
dalam bauran pemasaran jasa diantaranya produk
a. Produk (product)
b. Tempat (place)
c. Harga (price)
d. Promosi (promotion)
e. Orang yang terkait dalam pelayanan (people)
f. Proses jasa (proccess) dan
g. Bukti fisik (physical evidence) dapat berperan penting dalam
membantu konsumen dalam hal ini pasien untuk memahami dan
mengevaluasi jasa rumah sakit yang bersifat nyata (intangible).

11
BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Rumah Sakit adalah institusi pelayanan kesehatan bagi masyarakat dengan
karakteristik tersendiri yang dipengaruhi oleh perkembangan ilmu
pengetahuan kesehatan, kemajuan teknologi, dan kehidupan sosial ekonomi
masyarakat yang harus tetap mampu meningkatkan pelayanan yang lebih
bermutu dan terjangkau oleh masyarakat agar terwujud derajat kesehatan
yang setinggi-tingginya

3.2 Saran

12
DAFTAR PUSTAKA
Kotler P. (2005). Manajemen pemasaran. Edisi XI. Peterjemah Benjamin Molan.
Jakarta. PT Indeks.
Afifhamdala (2015) Jurnal Administrasi Kesehatan Indonesia Vol 3. Padang
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2009 Tentang Rumah
Sakit
Hartono, B. (2010). Manajemen pemasaran untuk rumah sakit. Jakarta: Rineka
Cipta.

13