Anda di halaman 1dari 14

BAB I

SIKAP YESUS TERHADAP INTEGRITAS ELIT POLITIK

KEKECEWAAN Masyarakat terhadap elit politik semakin menguncak ketika mereka


tahu keterlibatan anggota DPR korupsi dan bank Indonesia (kompas, 13 agustus 2008) dana
ratusan milyar rupiah di kuncurkan kepada anggota DPR tersebut ternyata sudah berlangsung
sejak tahun 1970 (Tv one 2008). Dampaknya mereka sudah tidak percaya lagi terhadap elit
politik, yang kemudian berimbas pada partai politik. Ketidakpercayaan masyarakat terhadap elit
politik adalah hak mereka dan itu sah-sah saja.

Sepuluh tahun silam reformasi di bulirkan dengan harapan ada perbaikan dari segala
bidang, namun sampai hari ini kita di perhadapkan dengan maraknya korupsi. Ironisnya
memasuki ulang tahun repoblik Indonesia yang ke 63 kita masih di geluyuti dengan masalah
korupsi oleh para pejabat Negara. Kita hanya di perhatiin dan hanya bisa mengelus dada
menerima kenyataan pahit. Ternyata 10 tahun reformasi belum mampu memberikan perubahan
dalam bidang ekonomi, penegakan hukum, dan terwujudnya elit politik yang berintergritas.

Kita dapat berbuat apa untuk menghentikan para pejabat yang korupsi tersebut. Anggota
dewan yang terhormat yang kita pilih melalui pemilu 2004 yang berlangsung umum bebas, jujur,
dan adil, ternyata mengingkari amanat rakyat.

Korupsi kini merajalela sampai ke pejabat pemerintahan paling bawah adalah kejahatan
luar biasa yang tidak bisa di maafkan. Untuk mewujudkan komitmen itu presiden harus sedia
memimpin sendiri dan di mulai dari atas termasuk lingkungan istana.

Survey membuktikan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap partai politik rendah di


bandingkan dengan peran media masa. Hal ini di buktikan dengan survey Indonesia pada juni
2007 dan april 2008. Responden yang di suvei LSI (2008 berjumlah 1200 orang).yang tersebar di
33 provinsi seluruh Indonesia. Metodologi survey LSI wawancara spaling random memiliki
tingkat kesalahan kurang lebih 3% dan tingkat kesahihan 95% hasil survi LSI 2008 tentang
legitimasi demokratik wakil rakyat DPR,DPRD,DPD.
A. MEMAHAMI ELIT DAN PARTAI POLITIK

Salah satu ciri Negara menganut pemerintahan demokratis ialah adanya partai politik.
Partai politik di bentuk oleh masyarakat untuk mendapatkan wakil-wakil rakyat di pemerintahan
dan parlemen. Selain parlemen tujuann utama partai politik ialah untuk mensejahtrakan rakyat
(UU NO 2 2008 tentang partai politik pasal 10).

Elit politik di maksud ialah pendiri partai politik, sekretaris, bendahara. Mereka inilah
yang di sebut dengan elit politik atau dewan pimpinan pusat (DPD). Atau pimpinan pusat (PP)
ataupu namanya yang bersifat mengambil kebijakan partai sejarah nasional.

Selain pendiri partai politik DPD tidak kalah pentingnya peran para pengusaha baik di
dalam partai maupun luar partai. Para pengusaha sering mempengaruhi kebijakan partai sebab
merekalah yang paling berperan dalam keuangan. Tanpa mereka partai tidak di biayai kampanye
pencalonan presiden kampanye anggota legislative dan operasional partai politik. Para
pengusaha ini sangat berperan aktif dalam pengambilan kebijakan partai politik.

B. MEMAHAMI JATI DIRI PARTAI POLITIK

Pasca orde baru (1998) runtuh bermunculan banyak partai politik dengan berbagai aliran.
Aliran partai politik di Indonesia di tentukan oleh ideology yang di anut misalnya agamis,
sosialis, demokratis, dan nasionalis. Ideology partai tersebut menentukan basis masa dari partai
bersangkutan. Dampak dari ideology yang di anut menentukan ciri partai tersebut paling sedikit
ada dua partai di Indonesia yaitu:

1. Partai masa
2. Partai kader

Dalam pilkada dan pemilu dukungan popularitas elit politik atau selebriti sangat
signifikan dalam perolehan suara. Hal ini semakin menguatkan survey LSI 2008 bahwa televisi,
Koran dan radio, sangat berpengaruh dalam masyarakat di banding partai politik. Partai yang
mengandalkan dukungan masa popularitas selebritis dalam waktu singkat mampu meraup[
simpati masa dan mengubah citra masyarakat.

Seadngkan partai yang berbasis agama pada karisma rohani tokoh tertentu. Karisma
tokoh agama ini menjadi semacam magnet untuk meraup suara pemilih. Apalagi isu kampanye
yang di tawarkan dengan moralitas pendidikan dan kesehatan umat, para pengikut agama akan
cenderung mendukungnya. Semakin berkarisma seorang tokoh agama akan berpengaruh
terhadap umat, masyarakat akan cendrung mendukung dalam hal pemberian suara.

C. PEMBENTUKAN PARTAI POLITIK

Menurut UU NO 2 tahun 2008 pasal 2 ayat 1 tentang partai politik di tuliskan sebagai
berikut: partai politik di dirikan oleh sekurangnya 50 orang warga Negara republik Indonesia
yang telah berusia 21 tahun dengan akta notaries

Dari klasus ayat 1 tersebut sudah tampak jelas dari mana akar masalah partai politik di
Indonesia. Partai politik dapat di dirikan minimal 50 orang yang berusia 21 tahun, hal ini
memudahkan pendirian partai politik bagi masyarakat. Sehingga banyak bermunculkan partai
politik baru.

Memang tujuan positif dari UU No 2 tahun 2008 tentang partai politik ialah memberikan
pendidikan politik pada masyarakat .namun hal ini salah di artikan oleh oknum-oknum tertentu
.mereka memaknai UU No 2 tahun 2008 sebagai kesempatan berlomba-lomba mendirikan partai
politik baru dengan motif merebut kekuasaan dan memperoleh dana dari pemeritah UU No 2
tahun 2008 pasal 34 .mereka memaknai kekuasaan sebagai memperkaya diri sendiri atau
kelompok.

D. SIKAP YESUS TERHADAP INTERGRITAS ELIT

Apa yang di maksud dengan integritas ,kata integritas dalam pejanjian baru adalah
aletbeia atau aletbes (yunani) yang artinya kebenaran atau keadaan menjadi benar (mark 12;14)
.dalam perjanjian lama kata integritas adalah tom dari kata kerja tamam (bhs ibrani ).artinya
menjadi komplet atau menuntaskan (amsal 13;6,11-13)
Pada zaman tuhan yesus elit politik di kenal dengan munculnya kelompok zelotis yakni
simon dan yudas iskariot (luk 6;15 kis 1-13).kelompok selot ini memiliki temperamen hal ini
merupakan dampk dari reaksi mereka atas penindasan pemerintahan roma .paulus juga menyebut
mereka sebagai orang yang taat terhadap hukum taurat (kis 21-20).kelompok selot ini di dirikan
oleh yudas orang galilea pada abad pertama untuk malawan roma kelompok selot ini menentang
roma secarah bergilir selama kurang lebih 60 tahun .mereka terlibat aktif mengadakan
perlawanan secarah fisik terhadap pemerintahan roma pada tahun 66-73.pada tahun 74 mereka di
klahkan di Masada sebagai benteng pertahanan terakhir(bruce, 1982;1273-1274).
BAB II

SIKAP GEREJA TERHADAP POLITIK

Sejumlah pertanyaan dapat di tambahkan dalam daftar menunjukan semakin peliknya


permasalahan gereja dan politik di Indonesia setiap menjelang pemilu pilkada pemilihan kepala
desa di perhadapkan dengan pertanyaan tersebut.

Pengurus parati politik ingin merekrut anggota melalui jemaat, tetapi pendeta kurang
sejahtra dengan cara yang ditempuh oleh pengurus partai. Meraka meminta alamat anggota
jemaat kemudian mendatangi satu persatu rumah ke rumah. Jemaat menjadi resah dan bertanya-
tanya pada pendeta. Namun pendeta tidak bisa menjelaskan tentang partai politik tersebut.

A. MENGKRITISI SEJARAH

Gereja boleh berpolitik praktis ada baiknya kita menuntut akar masalah gereja Indonesia
relasinya dengan politik dalam sejarah. Sesungguhnya ada permasalahan serius dalam sejarah
kekristenan yang belu di tuntaskan, khususnya berkaitan dengan masuknya agama Kristen ke
Indonesia. Masuknya agama Kristen ke Indonesia bersamaan dengan bangkrutnya VOC (1799)
yang kemudian di ambil ahli oleh pemerintah belanda dalam era pemerintahan belanda urusan
agama dan Negara tidak bisa di pisahkan. Oleh karena itu para pekerja misi di hindia belanda di
anggap sebagai pegawai belanda dan di gaji oleh pemerintah. Mereka harus
mempertanggungjawabkan misi kepada pemerintah belanda.

B. MAKNA POLITIK

Mengkritisi sejarah dan mengklarifikasi tentang presepsi yang salah tentang politik,
saatnya kita memahami politik secara tepat dan benar. Istialah politik berasal dari bahasa yunani
polis(kata benda) yang berarti kota atau suatu komunitas. Istilah lain dalam bahasa yunani ialah
politea(kata benda yang berarti warga Negara kesejahtraan. Jadi politik pada mulanya berarti
suatu masyarakat yang berdiam di suatu kota.

Dalam buku ini yang di maksud dengan politik yesus adalah politik etik kerajaan Allah.
Politik Yesus adalah politik moral dan tidak merebut kekuasaan atau kedudukan dalam
pemerintahaan. Dengan demikian politik devenisi ini adalah politik etik kerajaan Allah, yang
bermuara pada tegaknya keadilan, kebenaran, kesejahtraan, perwujudan, peradaban, baru bagi
seluruh masyarakat. Politik Yesus tidak berorientasi merebut kekuasaan, pemerintahan, tetapi
sebaliknya memberikan kekuasaan, pada manusia. Politik Yesus adalah politik secara organism
(pemberdayaan moral, inspirasi dan tranformasi nilai-nilai) bukan secara perkembangan atau
institusi.

C. TEOLOGI POLITIK

Mengingat sejarah yang tidak mendukung adanya teologi politik di Indonesia pada
zaman penjajahan belanda dan jepang, memerlukan suatu kerangka teologi politik yang
alkitabiah dan kontekstual pada masa kini. Oleh karena kekristenan berkembang di eropa,
bahkan mempengaruhi pemerintahan mereka.

Ajaran tentang gereja dan Negara berkembang pada era reformasi (abad ke 16-17) perlu
kita belajar dari pada reformator beberapa tokoh penting dalam gerakan reformasi di eropa yang
sangat berpengaruh Indonesia ialah jhon calvin,(prncis), marthin luther,(jerman) Ulrich
Zwingli,(swis) hal ini terbukti dengan munculnya gereja-gereja yang beraliran protestan dan
Lutheran di Indonesia.

D. KEDAULATAN DALAM NEGARA

Menurut Abraham kuyper (1931) ajaran calvin tentang gereja dan Negara politik dapat di
intirasikan dalam ketiga bagian yakni:

1. Kedaulatan dalam Negara


2. Kedaulatan dalam masyarakat
3. Kedaulatan dalam Gereja

Menurut cavin tanpa dosa dalam dunia tidak akan ada tatanan penguasaan Negara, tetapi
manusia berevolusi sendiri dari pola patriakhi menjadi kehidupan berkeluarga. Tidak ada sistem
peradilan, polisi dan ketentaraan yang di perlakukan dalam dunia tanpa dosa. Tanpa dosa dalam
dunia akan terwujud pemerintahan teokratis di mana Allah memerintah langsung umatnya. Oleh
karena manusia memberontak kepada Allah manusia terpisah dari Allah dan mengupayakan
kehidupannya secara mandiri.
E. PEMERINTAHAN ROHANI (SPIRITUAL GOVERNMENT)

Menurut cavin pemerintahan yang berdaulat adalah pemerintahan yang berfokus opada
kristus sebagai raja pemimpin rohani dan penegak hukum. Kristus adalah raja pemimpin rohani
dan penegak hukum hal ini memiliki manusia kebebasan sejati. Kristus memberikan
kemerdekaan yang sejati dan membebaskan kita dari kuk perhambaan dosa. Kemerdekaan yang
di berikan oleh kristus menjdi modal untuk menggali kedaulatan Allah dalam hidup sehari-hari.

F. PEMERINTAHAN SIPIL (CIVIL GOVERNMENT)

Maraknya kebutuahan kedaulatan rakyat mempengaruhi berdirinya Negara-negara


modern, khususnya yang menerapkan sitem pemerintahan yang demokratis. Sebaliknya menurut
calvin pemerintahan sipil (civil government) seharusnya menempatkan kristus sebagai pemimpin
rohani raja, dan penegak hukum (bnd. Cavin , 1559:1486) pemerintahan sipil tidak berarti
terpisah dari pemerintahan Allah. Sekalipun mereka berdaulat, proses pemberlakuan hukum di
dasarkan atas kebebasan yang bertanggungjawab.

G. PEMERITAHAN GEREJA DAN NEGARA TIDAK BERTENTANGAN

Pemerintahan gerejah (spiritual government) menekankan pada kristus sebagai penegak


hukum,raja dan menguasai hidup orang percaya.sementara itu pemeritahan Negara (civil
government) menekankan diberlakukan Negara hukum di mana penegak hukum,hukum dan
masyarakat saling bekerja sama sehingga terwujud masyarakat yang harmoni dan
sejahtera.menurut calvin,government adalah ideal bagi terwujudnya Christian state (Negara
Kristen).

H. APAKAH GEREJA BOLEH BERPOLETIK PRAKTIS?

Menurut calvin politik identik dengan Negara artinya kalau gereja berpolitik berati gereja
menjalankan fungsinya sebagai hamba Allah di dunia untuk mendatangkan shalom ,baik secarah
rohani,jasmani maupun materi .dalam koteks pandangan calvin tersebut gerja tidak terlibat
dengan mendirikan partai politik .gereja menyadari perannya sebagai hamba Allah dalam
membina rohani umatnya . Partai politik di bentuk oleh anggota masyarakat ,termasuk juga oleh
warga gereja .maka termasuk partai politik.
BAB III

SIKAP YESUS TERHADAP NEGARA (POLITIK)

Menurut Oscar cullman (1963;11) salah satu permasalahan dalam perjanjian baru ialah
sikap Yesus yang belum tagas terhadap Negara .relasi gereja dan Negara (politik) dalam
perjajian baru di warnai dengan pengharapan kedatangan kristus yang ke dua kali menurut
cullman (1963) ,injil memfokuskan diri pada politeuma ,suatu kumunitas Kristen yang akan
datang .sementara Negara (politik) berfokus pada polis suatu komunitas masyarakat di suatu kota
.istilah politeuma berkonotasi kerohanian ,sedangkan polis berkonotasi kumunitas yang tinggal
dalam teritori tertentu .

I. YESUS DAN KERJAAN ALLAH

Untuk menjawab pertanyaan apakah Yesus berpolitik praktis kita mencarinya dalam
konsep kerjaan Allah yang di ajarkan Yesus .Yesus tidak mengajarkan Negara secara sekuler
,tapi mengajarkan konsep kaerjaan Allah secara rohaniah.inti dari ajaran Allah ialah
proklamasi,Yesus kristus sebagai raja rohania seperti yang di nubuatkan oleh parah nabi (cara
gounis 1992) ajaran kerajaan ini terdiri dari dua hal yakni

1. karakter dan
2. kualitas kerajaan Allah

J. MEMAHAMI KONSEP NEGARA

Memahami konsepsi Negara secara politik sangat mendesak bagi kita karena pengaruh
kebijakan yang di hasilkannya berhungan dengan hajat rakyat banyak .menurut Arief
Budiman(2002) ada dua alasan mengapa peran Negara sedemikian penting dalam
masyarakat.pertama Negara merupakan lembaga yang memiliki kekuasaan yang sangat besar
dalam sebuah masyarakat.Negara dapat memaksakan kehendaknya kepada warga masyrakat agar
di taati.negara dapat menggunakan kekerasan fisik untuk memaksakan kepatuhan masyrakat
terhadap pemerintah yang di keluarkannya.dalam hal ini,Negara memiliki kekuasaan yang sangat
besar.
BAB IV

SIKAP YESUS TERHADAP KEKUASAAN

A. MEMAHAMI KEKUASAAN

Untuk menjawab hubungan antara orang Kristen yang menjabat di pemerintahan dan
relasinya terhadap umat (GEREJA) kita terlebih dahulu memahami apa yang di maksud dengan
kekuasaan. Kekuasaan (power) merupakan inti atau tujuan pencapaian akhir di bentuknya partai
politik. Sesungguhnya tujuan partai politik di bentuk adalah untuk memerintah atau berkuasa
(memiliki power). Apabila orientasi partai politik tidak untuk merebut kekuasaan, tidak perlu
mendirikan partai. Pada kenyataannya orang Kristen tidak memiliki partai politik yang kuat yang
mampu menguasai parlemen, sehingga wajar apabila jabatan politik mayoritas di duduki oleh
mereka yang non Kristen.

K. REFLEKSI KRISTIANI

Permasalahan yang sedang di hadapi oleh para murid pada waktu itu ialah apakah mereka
siap di tinggalkan oleh Yesus ? Sementara ancaman pembunuhan dan penganiayaan yang di
lakukan oleh orang-orang yahudi menghadang di depan mereka. Kehadiran yesus bersama
mereka selama kurang lebih tiga tahun memberikan harapan baru khususnya dalam menghadapi
tantangan hidup, dalam konteks kisah rasul 1 ini, Tuhan Yesus akan meninggalkan para murid di
dunia setelah penampakan diri selama 40 hari.
BAB V

SIKAP YESUS TERHADAP KEKUASAAN STRUKTURAL

A. MEMAHAMI KEKUASAAN STRUKTURAL

Pada bab ini telah di paparkan tentang teori voluntaris dan hermeneutic yang
mempresepsi kekuasaan kaitannya dengan perilaku elit politik. Dalam teori voluntaris di
jelaskan tentang perilaku politik (pribadi yang tidak bisa di pisahkan dari intergritas partai
politik). Oleh karena itu Negara yang sudah maju dalam berdemokrasi, bila ada anggota partai
yang ketahuan oleh masyarakat melanggar norma-norma susila, mereka langsung di pecat atau
mengundurkan diri. Teori voluntaris ini tampaknya belum berlaku di Indonesia hal ini dapat
kita tengarai dengan semakin maraknya tindak korupsi di anggota parlemen yang terlibat kasus
dana BLBI. Tapi masih di lindungi oleh elit partai politik berbagai cara yang di gunakan agar
rekan mereka keluar dari jerat hukum yang di tuduhakan oleh KPK.

Pada praktiknya teori hermeneutic di Indonesia sudah di terapkan hal ini tampak dengan
adanya pengaturan sistem partai politik atau kebijakan partai DPD yang harus di ikuti oleh
anggota paatai politik. Kekuasaan struktural tampak dalam penentuan daftar nama-nama calon
anggota legislatif dan penetaapan caleg daerah pemilihan (dapil) yang di dominasi oleh elit
politik (DPD). Elit politik dominsi penentuan nama-nama calon anggota legislatif dan sering
mengabaikan aspirasi masyarakat setempat (local). Dampak hegemoni elit politik ini adalah
adanya konflik kepentingan antara pengurus daerah dan pusat. Caleg yang di tetapkan oleh elit
politik (pengurus partai) tidak di kenal dan tidak menguasai permasalahan daerah yang di
wakilinya mereka memprotes pengurus DPD karena di dominasi orang Jakarta dan daerah.

B. REFLEKSI KRISTIANI

Maraknya perusakan dan penutupan rumah ibadah seperti yang di paparkan terjadi dalam
kurun waktu sepuluh tahun terakhir. Penutupan dan perusakan rumah ibadah terjadi pasca
keruntuhan orde baru (1998). Pada masa kejayaan orde baru, dapat mendengar kerusakan atau
penutupan rumah ibadah. Hal ini terjadi karena orde baru sangat menekankan stabilitas ekonomi
dan politik, sehingga factor yang berhubungan dengan gangguan SARAH langsung di tindak
tegas.

Yesus di hadapkan dengan pertanyaan tentang membayar pajak pada kaisar. Tampaknya
sederhana tetapi merupakan jebakan bagi yesus. Dia tahu kaisar tidak di sukai oleh rakyat pada
waktu itu karena kebijakan pajak yang menghimpit mereka. Mereka di wajibkan membayar
pajak kepda kaisar, tetapi tidak menikmati fasilitas dan prasarana. mereka terpaksa membayar
pajak kepada kaisar karena takut terkena hukuman.

Konteks pertanyaan tersebut ialah parah ahli taurat dan imam ingin menjebak Yesus
maka dia bersikap terhadap kaisar .jawaban Yesus tidak berhenti terhadap membayar pajak
kepada kaisar,tetapi Yesus melanjutkannya dengan berkata berikanlah kepada Allah apa yang
wajib kamu berikan kepada Allah.Yesus juga menekankan pentingnya member persembahan
kepada Allah .jawaban Yesus ini untuk mengantisipasi pikiran orang yahudi.mereka akan
menjerat Yesus dengan tuduhan tidak loyal pada bangasanya .namun ternyata jawban Yesus
memadukan keduanya .dengan demikian pertanyaan jebakan tersebut meleset ,dari tujuan semula
,yaitu ingin menjebak Yesus agar terkena hukuman.Yesus menyintesiskan antara kewajiban
membayar pajak kepada kaisar dan memberikan persembahan kepada Allah .Yesus mengatasi
pikiran orang yahudi yang akan menjebaknya.
BAB VI

SIKAP YESUS TERHADAP TINDAK KEKERASAN

A. RELASI RUNTUHNYA REZIM DAN TINDAK KEKERASAN TERHADAP


GEREJA

Memperbincangkan relasi runtuhnya rezim dan tindak kekerasan terhadap gereja seolah
seperti mencari jarum di atas tumpukan jerami upaya ini sia –sia dan tidak ada gunanya karena
gereja adalah suatu kumpulan orang percaya dan rezim pemerintahaan adalah kumpulan elit
politik yang memerintah.keduanya tidak ada hubungan secarah struktural.keduanya mandiri dan
seolah tidak ada hubungan satu sama lain.dalam suatu Negara yang menjamin kebebasan
beragama ,kumpulan orang percya atau yang di sebut gereja ini harus taat pada aturan
.pemerintah(rezim) sering mencampuri urusan agama ,sehingga gereja tidak bisa lepas dari
pengaruh pemerintah.dalam teori (otomik tbeory dipaparkan bahwa gereja adalah bagian kecil
dari masyarakat.artinya,gereja menjadi satu dengan masyarakat dan tidak terpisahkan dari
masyarakat.

B. MENURUT PERJANJIAN LAMA

Sebelum membahas konsep pertumbuhan gereja,ada baiknya kita jernikan dahulu


persepsi tentang istilah pertumbuhan gereja.gereja ialah setiap orang percaya baik secra kumunal
atau personal ,dalam hal ini mempersepsi gereja sebagai persekutuan orang percaya .istilah
pertumbuhan dari kata ibrani para yang berarti fruit (keturunan).istilah ini pertama kali muncul
untuk menjelasjan keturunan suiku efraim(kej.41;52) istilah para berkonotasi keturunan yang
menunujuk pada perjanjian antara Allah dan Abraham (kej 12;1-3).perjanjian tentang keturunan
di genapi dalam diri ishak.proses penggenapan perjanjian tersebut memerlukan waktu yang
lama.(Abraham berusia 100 tahun dan Sarah berusia 90 tahun)dengan demikian perjanjian lama
konsepsi pertumbuhan (para) adalah pertumbuhan dalam arti memiliki keturunan
C. MENURUT PERJANJIAN BARU

Konsepsi pertumbuhan gereja dalam perjanjian baru mengalami penajaman di


bandingkan dengan perjanjian lama .istilah pertumbuhan dalam bahasa yunani auxano yang
berarti to cause .kata auxano sering digunakan untuk pertumbuhan secara natural /alamia (luk
1;80;2-40) selain itu kata auxano dalam tulisan paulus memiliki makna pembenaran (1 kor 3;5-
11,2 kor;9;6-11)pembenaran merupakan doktrin sentral dalam tulisan paulus ,maka tidak
mengherankan bila paulus mengkaitkan pertumbuhan dengan pembenaran.pertumbuhan tanpa
pembenaran tidak mungkin terjadi sebab orang yang berdosa tidak mungkin bertumbuh secarah
rohani .jadi pertumbuhan di mulai dari inisiatif Allah untuk membenarkan manusia bertumbuh
sesuai kehendaknya

D. GEREJA YANG BERTUMBUH

Dalam konteks masyarakat transisi demokrasi dimana tindak kekerasan dan kemiskinan
,korupsi,kolusi,nepotisme pengangguran dan kebodohan mewarnainya gereja di hadapkan
dengan pilihan, apakah gereja proaktif atau pasif dalam hal ini sikap dan tindakan gereja banyak
di pengaruhi oleh doktrin yang di yakininya.kalau gereja ingin bertumbuh dalam, masyarakat
tidak bisa, tidak gereja harus mengkaji ulang teologinya, apakah teologinya menjawab kebutuhan
masyarakat atau tidak .
MANIFESTO POLITIK YESUS

OLEH :

AGUSTINUS SAHETAPY
NIM : 2014 34 109
TUGAS : AGAMA

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN PPKN

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS PATTIMURA

AMBON
2015