Anda di halaman 1dari 10

PEDOMAN

DOKTER CILIK

Oleh:
Puskesmas Air Molek
Kec. Pasir Penyu
2018

1
Program Dokter Kecil
a. Pengertian
Dokter kecil adalah siswa yang memenuhi kriteria dan telah terlatih untuk ikut
melaksanakan sebagian usaha pemeliharaan dan peningkatan kesehatan terhadap
diri sendiri, teman, keluarga dan lingkungannya.
b. Tujuan
- Tujuan umum
Meningkatnya partisipasi siswa dalam program UKS
– Tujuan Khusus
1. Agar siswa dapat menjadi penggerak hidup sehat di sekolah,di rumah dan
lingkungannya.
2. Agar siswa dapat menolong dirinya sendiri, sesama siswa dan orang lain
untuk hidup sehat.
c. Kriteria peserta :
 Siswa kelas 4 atau 5 SD atau MI dan belum pernah mendapatkan
pelatihan dokter kecil.
 Berprestasi sekolah
 Berbadan sehat
 Berwatak pemimpin dan bertanggung jawab
 Berpenampilan bersih dan berperilaku
 Berbudi pekerti baik dan suka menolong
 Izin orang tua
d. Tugas dan kewajiban dokter kecil
1. Selalu bersikap dan berperilaku sehat
2. Dapat menggerakkan sesama teman-teman siswa untuk bersama-
sama menjalankan usaha kesehatan terhadap dirinya masing-masing
3. Berusaha bagi tercapainya kesehatan lingkungan yang baik di
sekolah maupun di rumah
4. Membantu guru dan petugas kesehatan pada waktu pelaksanaan
pelayanan kesehatan di sekolah
5. Berperan aktif dalam rangka peningkatan kesehatan ,antara lain :
Pekan kebersihan, Pekan Gizi, Pekan Penimbangan BB dan TB di
sekolah, Pekan Kesehatan Gigi, Pekan Kesehatan Mata, dan lain-
lain.

2
e. Kegiatan dokter kecil
1. Menggerakkan dan membimbing teman melaksanakan.
 Pengamatan kebersihan dan kesehatan pribadi.
 Pengukuran Tinggi Badan dan Berat badan.
 Penyuluhan Kesehatan.
2. Membantu petugas kesehatan melaksanakan pelayanaan kesehatan di
sekolah, antara lain :
 Distribusi obat cacing, vitamin dan lain-lain.
 Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K).
 Pertolongan Pertama Pada Penyakit.
3. Pengenalan dini tanda-tanda penyakit.
4. Pengamatan kebersihan Ruang UKS , warung sekolah dan
lingkungan sekolah.
5. Pengamatan kebersihan di sekolah separti halaman sekolah, ruang
kelas , perlengkapan, persediaan air bersih, tempat cuci, WC,kamar
mandi, tempat sampah dan saluran pembuangan termasuk PSN
(Pemberantasan Sarang Nyamuk).
6. Pencatatan dan pelaporan, antara lain Buku harian Dokter Kecil.
7. Melaporkan hal-hal khusus yang ditemuinya kepada guru UKS /
Kepala Sekolah / Guru yang ditunjuk.

3
PERTOLONGAN PERTAMA PADA KECELAKAAN

1. Pertolongan pertama pada luka robek/ lecet


Luka yaitu suatu keadaan terputusnya kontinuitas jaringan secara tiba-tiba karena
kekerasan/injury.
Tanda dan gejala
 Terbukanya kulit
 Pendarahan
 Rasa nyeri
Penanganan
a) Bersihkan luka dengan antiseptic (alcohol/boorwater)
b) Tutup luka dengan kasa steril/plester
c) Balut tekan (jika pendarahannya besar)
d) Jika hanya lecet, biarkan terbuka untuk proses pengeringan luka
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menangani luka:
1. Ketika memeriksa luka: adakah benda asing, bila ada:
 Keluarkan tanpa menyinggung luka
 Kasa/balut steril (jangan dengan kapas atau kain berbulu)
 Evakuasi korban ke pusat kesehatan
2. Bekuan darah: bila sudah ada bekuan darah pada suatu luka ini berarti
luka mulai menutup. Bekuan tidak boleh dibuang, jika luka akan
berdarah lagi
3. Bila perdarahan banyak dan terus menerus bisa dilakukan kompres es
untuk membekukan darah tapi perhatikan juga kondisi pasien
2. Pertolongan pertama pada diare
Diare adalah suatu kondisi dimana terjadi abnormalitas dalam devekasi
(pengeluaran kotoran) biasanya lebih encer dan lebih dari 4 kali sehari.
Tanda dan gejala
 Feses cair
 Mual, mules pengen muntah
 Sering berasa ingin BAB
Penanganan
a) Biarkan pasien dalam kondisi tenang
b) Segera beri minum yang banyak bira perlu oralit berikan juga

4
c) Berikan obat untuk menghambat BAB bila ada
d) Izinkan untuk pulang dan istirahat total
3. Pertolongan pertama pada demam
Demam adalah suatu kondisi tubuh yang ditandai dengan peningkatan suhu tubuh
diatas 37,5 C. Ukur suhu tubuh dengan menggunakan termometer jika tidak ada
rasakan suhu tubuh dengan menggunakan punggung tangan.
Tanda dan gejala
 Suhu diatas 37,5 C
 Muka merah
 Lemas
 Kadang disertai menggigil
Penanganan
a) Ukur suhu tubuh
b) Kompres dingin
c) Beri minum yang banyak
d) Kasih obat penurun panas
e) Kasih vitamin C
4. Pertolongan pertama pada mimisan
Mimisan yaitu pecahnya pembuluh darah di dalam lubang hidung karena suhu
ekstrim (terlalu panas/terlalu dingin)/kelelahan/benturan.
Tanda dan gejala
 Dari lubang hidung keluar darah dan terasa nyeri
 Korban sulit bernafas dengan hidung karena lubang hidung tersumbat
oleh darah
 Kadang disertai pusing
Penanganan
a) Bawa korban ke tempat sejuk/nyaman
b) Tenangkan korban
c) Korban diminta menunduk sambil menekan cuping hidung
d) Diminta bernafas lewat mulut
e) Bersihkan hidung luar dari darah
f) Buka setiap 5/10 menit. Jika masih keluar ulangi tindakan Pertolongan
Pertama

5
5. Pertolongan pertama pada kram atau kaku otot
yaitu otot yang mengejang/kontraksi berlebihan.
Tanda dan gejala
 Nyeri pada otot
 Kadang disertai bengkak
Penanganan
a) Istirahatkan
b) Posisi nyaman
c) Relaksasi
d) Lancarkan peredaran darah
e) Pijat berlawanan arah dengan kontraksi
6. Pertolongan pertama pada memar
yaitu pendarahan yang terdi di lapisan bawah kulit akibat dari benturan keras.
Tanda dan gejala
 Warna kebiruan/merah pada kulit
 Nyeri jika di tekan
 Kadang disertai bengkak
Penanganan
a) Kompres dingin
b) Balut tekan
c) Tinggikan bagian luka

7. Pertolongan pertama pada keseleo


yaitu pergeseran yang terjadi pada persendian biasanya disertai kram. Seseorang
dikatakan terkilir apabila ligamen (otot liat seperti karet yang melekat pada tulang
dan mengikat persendian pada tempatnya) pada lutut, pergelangan kaki, tangan,
siku atau persendiran lainnya diregangkan mendadak sehingga ada serat-serat
yang menegang, bahkan putus atau robek. Bagian yang terkilir, akan terasa sakit
dan bila tidak segera diambil tindakan pemulihan akan terjadi pembengkakan
pada jaringan otot.

6
Tanda dan gejala
 Bengkak
 Nyeri bila tekan
 Kebiruan/merah pada derah luka
 Sendi terkunci
 Ada perubahan bentuk pada sendi
Penanganan
a) Segera hentikan kegiatan agar tidak bertambah parah
b) Korban diposisikan nyaman
c) Kompres es/dingin
d) Balut tekan untuk mengurangi pergerakan
e) Tinggikan bagian tubuh yang luka
f) Bilamana dalam waktu 24 jam, rasa nyeri tidak juga berkurang dan
timbul pembengkakan berarti sudah saatnya teman-teman ke dokter, juga
bila demam tak kunjung turun (terutama bila keseleo pada anak-anak),
serta bagian yang terkilir mengakibatkan tidak dapat
bergerak/berkaktivitas

8. Pertolongan pertama pada hipotermia atau kedinginan


yaitu suhu tubuh menurun karena lingkungan yang dingin
tanda dan gejala
 Menggigil/gemetar
 Perasaan melayang
 Nafas cepat, nadi lambat
 Pandangan terganggu
 Reaksi manik mata terhadap rangsangan cahaya lambat
Penanganan
a) Bawa korban ketempat hangat
b) Jaga jalan nafas tetap lancar
c) Beri minuman hangat dan selimut
d) Jaga agar tetap sadar
e) Setelah keluar dari ruangan, diminta banyak bergerak (jika masih
kedinginan)

7
9. Pertolongan pertama pada keracunan makanan dan minuman
Keracunan adalah masuknya suatu zat kedalam tubuh kita yang dapat
mengganggu kesehatan bahkan dapat mengakibatkan kematian
Zat yang dapat menimbulkan keracunan dapat berbentuk :
a. Padat, misalnya obat-obatan, makanan
b. Gas, misalnya CO
c. Cair, misalnya alcohol, bensin, minyak tanah, zat kimia.
Seseorang dapat mengalami keracunan dengan cara :
a. Tertelan melalui mulut, keracunan makanan, minuman.
b. Terhisap melalui hidung, misalnya keracunan gas CO
c. Terserap melalui kulit/mata, misalnya keracunan zat kimia
Tanda dan gejala
 Mual, muntah
 Keringat dingin
 Wajah pucat/kebiruan
Penanganan
a) Bawa ke tempat teduh dan segar
b) Korban diminta muntah
c) Susu disarankan untuk diberikan
d) Beri minum sebanyak-banyaknya untuk mengurangi kekuatan racun
e) Diberi norit
f) Istirahatkan

10. Pertolongan pertama pada gigitan binatang ( serangga)


Gigitan binatang gigitan binatang dan sengatan, biasanya merupakan alat dari
binatang tersebut untuk mempertahankan diri dari lingkungan atau sesuatu yang
mengancam keselamatan jiwanya. Gigitan binatang terbagi menjadi dua jenis;
yang berbisa (beracun) dan yang tidak memiliki bisa. Pada umumnya resiko
infeksi pada gigitan binatang lebih besar daripada luka biasa.
Penanganan
a) Cucilah bagian yang tergigit dengan air hangat dengan sedikit antiseptik
b) Bila pendarahan, segera dirawat dan kemudian dibalut

8
11. Pertolongan pertama pada gigitan ular
Tidak semua ular berbisa, akan tetapi hidup penderita/korban tergantung pada
ketepatan diagnosa, maka pad keadaan yang meragukan ambillah sikap
menganggap ular tersebut berbisa. Sifat bisa/racun ular terbagi menjadi 3, yaitu:
1. Hematotoksin (keracunan dalam dan menyerang darah)
2. Neurotoksin (bisa/racun menyerang sistem saraf)
3. Histaminik (bisa menyebabkan alergi pada korban)
Nyeri yang sangat dan pembengkakan dapat timbul pada gigitan, penderita dapat
pingsan, sukar bernafas dan mungkin disertai muntah. Sikap penolong yaitu
menenangkan penderita adalah sangat penting karena rata-rata penderita biasanya
takut mati.
Penanganan
a) Telentangkan atau baringkan penderita dengan bagian yang tergigit lebih
rendah dari jantung.
b) Tenangkan penderita, agar penjalaran bisa ular tidak semakin cepat
c) Cegah penyebaran bias penderita dari daerah gigitan
1. Torniquet di bagian proximal daerah gigitan pembengkakan
untuk membendung sebagian aliran limfa dan vena, tetapi tidak
menghalangi aliran arteri. Torniquet / toniket dikendorkan setiap
15 menit selama + 30 detik
2. jauhkan daerah gigitan dari tubuh
3. Berikan kompres es
4. Usahakan penderita setenang mungkin bila perlu diberikan
petidine 50 mg/im untuk menghilangkan rasa nyeri
d) Perawatan luka
1. Hindari kontak luka dengan larutan asam Kmn 04, yodium atau
benda panas
2. Zat anestetik disuntikkan sekitar luka jangan kedalam lukanya,
bila perlu pengeluaran ini dibantu dengan pengisapan melalui
breastpump sprit atau dengan isapan mulut sebab bisa ular tidak
berbahaya bila ditelan (selama tidak ada luka di mulut).

9
12. Gangguan kesadaran
a. Pengertian : keadaan dimana kesadarn berkurang atau hilang sama sekali
b. Penyebab
1) Benturan/ pukulan kepala
2) Sinar terik matahari langsung mengenai kepala
3) Berada dalam ruangan penuh orang, sehingga kekurangan zat asam
4) Keadaan tertentu di maan tubuh lemah, kurang latihan, perut kosong,
dll.
c. Penggolongan : kesadaran kurang dan kesadaran hilang
d. Prioritas pertolongan :
1) Korban tidak sadar dengan gangguan pernafasan
2) Korban yang kesadarannya berkurang
e. Lokasi gangguan : pada sususnan saraf pusat (SSP)
f. Tindakan P3K :
1) Angkat penderita ketempat yang teduh dan baik sirkulasi udaranya
2) Tidurkan terlentangtanpa bantal bila mukanya pucat/ biru,jika
mukanya merah berikan bantal
3) Longgarkan semua pakaian yang mengikat
4) Bila penderita sadar berikan minum yang hangat
5) Beri selimut supaya badannya hangat
6) Jika perlu kirim ke rumah sakit

10