Anda di halaman 1dari 5

Ananda Septiani Yunus

A31116039
Akuntansi

AUDITING DAN PROFESI AKUNTAN PUBLIK

Definisi Auditing
“Report of the Committee on Basic Auditing Concepts of the American Accounting Association”
(Accounting Review, vol. 47) dalam Boynton (2003:5) memberikan definisi auditing sebagai: “suatu
proses sistematis untuk memperoleh serta mengevaluasi bukti secara objektif mengenai asersi-asersi
kegiatan dan peristiwa ekonomi, dengan tujuanmenetapkan derajat kesesuaian antara asersi-asersi
tersebut dengan kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya serta penyampaian hasil-hasilnya kepada
pihak-pihak yang berkepentingan.” Definisi ini juga serupa dengan definisi yang disampaikan oleh
Mulyadi (1998:7) yang mengemukakan bahwa “auditing adalah suatu proses sistematik untuk
memperoleh dan mengevaluasi bukti secara objektif mengenai pernyataan-pernyataan tentang kegiatan
dan kejadian ekonomi, dengan tujuan untuk menetapkan kesesuaian antara pernyataan-pernyataan
tersebut dengan kriteria yang telah ditetapkan, serta penyampaian hasil-hasilnya kepada pemakai yang
berkepentingan.”

Jenis/Tipe Audit
1. Audit Laporan Keuangan, Audit laporan keuangan (financial statement audit) adalah audit yang
dilakukan terhadap laporan keuangan yang disajikan oleh perusahaan untuk menyatakan pendapat
apakah laporan-laporan tersebut telah disajikan secara wajar sesuai dengan kriteria-kriteria yang
telah ditentukan, yaitu prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum (GAAP).
2. Audit Kepatuhan, Audit kepatuhan (Compliance audit) adalah audit yang berkaitan dengan
kegiatan memperoleh dan memeriksa bukti-bukti untuk menetapkan apakah kegiatan keuangan
atau operasi suatu entitas telah sesuai dengan persyaratan, ketentuan, atau peraturan tertentu.
Kriteria yang ditetapkan dalam audit jenis ini dapat berasal dari berbagai sumber, seperti kebijakan
manajemen, hukum, peraturan atau persyaratan lain dari pihak ketiga. Laporan audit kepatuhan
umumnya ditujukan kepada otoritas yang menerbitkan kriteria tersebut dan dapat terdiri dari (1)
ringkasan temuan atau (2) pernyataan keyakinan mengenai derajad kepatuhan dengan kriteria
tersebut.
3. Audit Operasional, Audit operasional adalah audit yang berkaitan dengan kegiatan memperoleh
dan mengevaluasi bukti-bukti tentang efisiensi dan efektivitas kegiatan operasi entitas dalam
hubungannya dengan pencapaian tujuan tertentu. Menurut Mulyadi [1998:30] tujuan audit
operasional adalah untuk mengevaluasi kinerja, mengidentifikasi kesempatan untuk peningkatan,
serta membuat rekomendasi untuk perbaikan atau tindakan lebih lanjut. Oleh karena itu, laporan
untuk audit operasional tidak hanya memuat pengukuran efisiensi dan efektivitas saja, namun juga
memuat rekomendasi untuk peningkatan kinerja.

Jenis/Tipe Auditor
1. Auditor Independen
Menurut Boynton (2003:8) auditor independen di Amerika Serikat biasanya adalah CPA yang
bertindak sebagai praktisi perorangan ataupun anggota kantor akuntan publik yang memberikan
jasa auditing profesional kepada klien. Menurut Mulyadi (1998:27) auditor independen merupakan
auditor profesional yang menyediakan jasanya kepada masyarakat umum terutama dalam bidang
audit atas laporan keuangan yang dibuat oleh kliennya.
Untuk berpraktik sebagai auditor independen, seseorang harus memenuhi persyaratan
pendidikan dan pengalam kerja tertentu. Auditor independen harus telah lulus dari jurusan
akuntansi fakultas ekonomi atau memiliki ijazah yang disamakan, telah mendapat gelar akuntan
dari Panitia Ahli Pertimbangan Persamaan Ijasah Akuntan, dan mendapat izin dari Menteri
Keuangan.
2. Auditor Internal
Menurut Boyton (2003:8) Auditor internal adalah pegawai dari organisasi yang diaudit.
Menurut Mulyadi (199:28) auditor internal adalah auditor yang bekerja dalam perusahaan
(perusahaan negara maupun perusahaan swasta) yang tugas pokoknya adalah menentukan apakah
kebijakan dan prosedur yang ditetapkan oleh manajemen puncak telah dipatuhi, menentukan baik
atau tidaknya penjagaan terhadap kekayaan organisasi, menentukan efisiensi dan efektivitas
prosedur kegiatan organisasi , serta menentukan keandalan informasi yang dihasilkan oleh
berbagai bagian organisasi.
3. Auditor Pemerintah
Auditor pemerintah adalah auditor profesional yang bekerja di instansi pemerintah yang tugas
pokoknya melakukan audit atas pertanggungjawaban keuangan yang disajikan oleh unit-unit
organisasi atau entitas pemerintah atau pertanggungjawaban keuangan yang ditujuan kepada
pemerintah. Umumnya auditor pemerintah adalah auditor yang bekerja di Badan Pengawasan
Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan Badan Pemeriksa Keuangan (Bepeka), serta instansi
pajak. BPKP adalah instansi pemerintah yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden
Republik Indonesia dalam bidang pengawasan keuangan dan pembangunanyang dilaksanakan oleh
pemerintah. Auditor yang bekerja di BPKP mempunyai tugas pokok melaksanakan audit atas
laporan keuangan instansi pemerintah, proyek-proyek pemrintah, Badan Usaha Milik Negara
(BUMN) dan perusahaan-perusahaan swasta yang pemerintah mempunyai modal yang besar
didalamnya.
Bepeka adalah unit oraganisasi dibawah Dewan Perwakilan Rakyat (DPR, yang tugasnya
melakukan audit atas pertanggungjawaban keuangan presiden RI dan aparat dibawahnya kepada
dewan tersebut. Instansi pajak adalah unit organisasi dibawah Departemen Keuangan yang tugas
pokoknya adalah mengumpulkan beberapa jenis pajak yang dipungut oleh pemerinyah. Tugas
pokok auditor yang bekerja di instansi pajak adalah mengaudit pertanggung jawaban keuangan
masyarakat wajib pajak kepada pemerintah dengan tujuan untuk memverifikasi apakah kewajiban
pajak telah dihitung oleh wajib pajak sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam undang-
undang pajak yang berlaku.

Jasa yang Diberikan oleh KAP dan Organisasi KAP


Boyton (2003:19) mengemukakan bahwa jasa-jsa yang diberikan oleh kantor CPA adalah:
1. Jasa Penjaminan (Assurance Service), Assurance Servicer adalah jasa profesional independen yang
mampu meningkatkan mutu informasi, atau konteksnya, untuk kepentingan para pengambil
keputusan. Aspek-aspek kunci dari assurance service adalah:
a. Konsep independensi
b. Konsep jasa profesional
c. Konsep mutu informasi
Beberapa contoh assurance service adalah sebagai berikut:
a. Jasa penilaian risiko
b. Jasa penilaian kinerja
c. Asuransi perawatan lansia
2. Jasa Atestasi, jasa atestasi (attest service) merupakan suatu jasa dimana kantor CPA mengeluarkan
komunikasi tertulis yang menyatakan suatu kesimpulan tentang keandalan asersi tertulis yang
menjadi tanggung jawab pihak lain. Jasa atestasi ini dapat dibagi menjadi empat jenis:
a. Audit
b. Pemeriksaan
c. Review
d. Prosedur yang disepakati
3. Jasa Lain, Jenis utama dari jasa-jasa lain yang diberikan oleh kantor CPA adalah jasa teknologi,
konsultasi manajemen, perencanaan keuangan, serta jasa internasional. Ciri umum dari jasa-jasa
ini adalah bahwa jasa ini tidak memberikan suatu pendapat, keyakinan negatif, ringkasan temuan,
atau bentuk lain dari keyakinan. Jenis utama jasa-jasa lain yang diberikan oleh kantor CPA adalah:
a. Jasa teknologi
b. Konsultasi Manajemen
c. Perencanaan Keuangan
d. Internasional
Menurut Silvi (2011), sesuai dengan kompetensinya, jasa-jasa yang dapat diberikan Kantor
Akuntan Publik (KAP) meliputi, tetapi tidak terbatas pada yang berikut ini:
1. Jasa Audit Laporan Keuangan
2. Jasa Audit Khusus
3. Jasa Atestasi
4. Jasa Review Laporan Keuangan
5. Jasa Kompilasi Laporan Keuangan.
6. Jasa Konsultasi
7. Jasa Perpajakan

Organisasi yang Berhubungan dengan Profesi di Indonesia


1. Organisasi Non-Pemerintah
a. Ikatan Akuntan Indonesia (IAI)
b. IAI-Kompartemen Akuntan Publik
c. Bapepam
2. Organisasi Pemerintah
a. Departemen Keuangan
b. Badan Pemeriksa Keuangan
c. Badan Pengawas dan Keuangan Pemerintah
d. Kantor Pelayanan Pajak
e. Badan Pengawas Daerah
f. DPR dan DPRD
3. Organisasi KAP
a. Partner (Independent Auditor)
b. Manajer
c. Senior Auditor
d. Supervisor
e. Junior Auditor
4. Persyaratan Seorang Auditor Independen
a. Bergelar Akuntan
b. Anggota IAI
c. Bergelar BAP
d. Anggota IAI – KAP
e. Pengalaman audit
5. Regulasi yg menjaga mutu jasa KAP
a. Penetapan Standar: PSAK, SPAP, Kode Etika Akuntan, Kode Etika Akuntan Publik
b. Peraturan KAP: kebijakan dan prosedur KAP utk menjamin praktek agar sesuai dengan
standar profesional.
c. Regulasi Pribadi atau Kolega: CPE, peer review, kritik atas kegagalan dalam audit,
pengawasan masyarakat..
d. Regulasi Pemerintah: UU, SK Menkeu

Organisasi yang Berhubungan dengan Profesi di Amerika Serikat


Boyton (2003:26) dalam bukunya membagi organisasi ini memjadi 2 bagian yaitu organisasi sektor
swasta dan organisasi sektor publik.
1. Organisasi Sektor Swasta
a. American Institute of Certified Public Accountants (AICPA)
b. State Societies of Certified Public Accountants (Masyarakat CPA Negara Bagian)
c. Unit-uni Kerja (Kantor CPA)
d. Badan-badan yang Menetapkan Standar Akuntansi
2. Organisasi Sektor Publik
a. State Boards of Accountancy (Badan Akuntansi Negara Bagian)
b. Securities and Exchange Commission (Otoritas Pasar Modal di Amerika Serikat)
c. U.S. General Accounting Office (Kantor Akuntansi Umum A.S)
d. Internal Revenue Service (Kantor Pajak A.S)
e. Pengadilan Negara Bagian dan Federal
f. Kongres A.S.