Anda di halaman 1dari 2

Kesalahan terbesar yang biasa di lakukan oleh pengusaha muda

Masa muda menjadi momen yang paling tempat untuk mencoba dan meumulai segala hal yang baru
dalam hidup kita. Masa masa muda sebaiknya di manfaatkan untuk lebih produktif dengan
menghasilkan ide kreatif dan potensi yang ada pada diri kita. Sama seperti kata bang H.Rhoma Irama,
masa muda adalah masanya para remaja, masa remaja yang berapi api. Tidak heran karena keingin
tahuan anak muda ini, sudah banyak anak muda yang terjun ke bisnis ataupun dunia investasi.
Kurangnya lapangan pekerjaan di Indonesia, membuat anak muda di Indonesia sudah banyak yang
melek bisnis. Bahkan peminat jurusan management bisnis atau ekonomi bisnis sudah banyak sekali
peminat nya dari tahun ke tahun. Berbeda dengan jaman dahulu, Bahkan kini bisnis sudah menjadi
suatu profesi yang keren bagi anak muda di jaman sekarang.

Maka dari itu sekarang banyak anak anak muda yang mulai menjalankan dan membuka café, kedai kedai
makanan tempat nongkrong, online shop hijab, online shop gamis, online shop berbagai outfit,
menawarkan jasa seperti EO pun sekarang sudah banyak yang terjun di bidang itu.

Namun kebanyakan orang terjun ke dunia bisnis juga di dasari oleh angan angan indah yang di sajikan
oleh pebisnis pebisnis besar, kenikmatan berbisnis yang tidak bisa di rasakan oleh para pekerja, dan ke
bebasan waktu bekerja yang berbeda dengan pekerja biasa, bisnis nya jalan owner nya jalan jalan,
membuat para anak muda tergiur oleh hal yang di anggap nikmat dalam menjalankan bisnis.

Padahal menjadi seorang pebisnis yang sukses tidaklah mudah, banyak hal yang harus di korbankan
lebih extra lagi, di banding seorang pekerja. Bila seorang pekerja mempunyai jam yang sesuai setiap
harinya kapan harus masuk kerja kapan harus selesai. Berbeda dengan seorang pebisnis yang tidak kenal
waktu bekerja siang malam untuk merintis bisnisnya dari awal dan memikirkan para karyawan nya.

Beberapa hal ini biasanya yang membuat kamu sebagai pengusaha muda salah langkah dalam memulai
bisnis

1. Salah mengalokasikan modal awal


Banyak di antara para pengusaha muda yang gila gilaan dengan modal awal, membelanjakan
semua hal yang di sebut kebutuhan, bukan membelanjakan prioritas yang di butuhkan.
Karena gak semua yang kita butuhkan mungkin saja bukan prioritas yang harus di utamakan di
awal, karena kebanyakan dari para pengusaha muda sering terbawa nafsu oleh hal hal yang
mungkin sifatnya bukan prioritas, kalau sudah seperti ini, bisa jadi kemungkinan di tengah jalan
kita kehabisan modal karena gak ada uang yang bisa di putar.
2. Mencampur keuangan Usaha dan Keuangan Pribadi
Menyatukan keuangan usaha dan keuangan pribadi menjadi suatu masalah yang fatal. Dengan
mencampurkan kedua nya kamu tidak akan pernah tau siklus uang keluar dan masuk.
Walaupun mungkin sudah di catat sedemikian rupa, tapi tidak menutup kemungkinan kamu
akan lupa, bukan?

Tapia da beberapa hal yang bisa bisa kamu lakukan untuk menghindari kesalahan kesalahan
tersebut, seperti :
 Buatlah dua / tiga rekening yang pertama buat rekening perusahaan, yang kedua rekening
pribadi, dan yang ke tiga rekening tabungan.
 Meskipun sudah memiliki 3 rekening tetap harus punya pembukuan, untuk menghitung
uang masuk dan uang keluar. Catat sedemikian rupa walau hanya perintilan
 Tidak menggunakan uang kantor untuk kepentingan sendiri
 Tidak mengeluarkan keuangan pribadi untuk usaha
 Menggaji diri sendiri, gaji ini lah yang kamu gunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari
hari.
3. Gak konsisten menjalankan bisnis
Seringkali di alami para pengusaha muda yang baru menjalankan bisnisnya 5-6 bulan yang Sudah
di rasa cukup aman, dan profit selalu meningkat setiap bulan nya, mereka mulai beralih ke bisnis
yang lain, atau membuka usaha nya di tempat lain, boleh saja merealisasikan inovasi inovasi
baru, tapi harus di ingat, kalau brand awareness bisnis mu sendiri belum kuat di masyarakat.
Cobalah untuk bersabar dulu, tingkatkan kualitas kualitas produk awal kamu agar nyagkut di
fikiran masyarakat. Masa aman sebuah bisnis biasanya 5 tahun,
4. Terlalu fokus memikirkan Omset
Memang omset menjadi salah satu pacuan dalam bisnis mu, tapi pikirkan juga profitnya, apakah
profitnya sudah ada peningkatan setiap bulan nya? Jangan jangan omset mu besar tapi
pemasukan segitu gitu aja setiap bulan nya.Hati hati Kamu bisa bangkrut tiba tiba loh.
5. Gak mengutamakan konsumen
“Konsumen adalah raja” itu benar, maka dari itu perlakuan dan kualitas produk kita harus
menjadi nomer 1 agar konsumen trust dan akhirnya repeat order, ujung ujungnya konsumen
senang kita pun senang
6. Takut ambil keputusan dan Takut gagal
Ini juga berhubungan dengan tidak konsisten dalam menjalankan bisnis, bukan berarti karena
kamu tidak boleh menciptakan inovasi inovasi baru di awal membuat kamu jadi takut gagal, dan
membuat kamu menjadi ragu dalam mengambil keputusan. Kamu boleh mengambil keputusan
saat kamu sudah yakin dengan keputusan yang kamu ambil dan dampak untuk kedepan nya,
semua hal pasti memiliki resiko, tapi kita bisa memperkecil resiko tersebut dengan
mempersiapkan nya dari awal.

Dan yang terakhir pastikan persepsi kamu sama dengan para pebisnis bukan para pekerja Bahwa
tidak ada bisnis yang LANGSUNG ENAK “owner nya jalan jalan bisnis nya jalan” bisnis itu butuh
lebih kerja keras, kerja cerdas, dan kesabaran. Dan yang paling penting selalu berdoa sama yang
maha pencipta sebelum melangkah, karena kalau hatimu sudah yakin dan allah ridho, insyaallah
semuanya akan lancar