Anda di halaman 1dari 2

Pada umumnya dikenal dua jenis persamaan difrensial yaitu Persamaan Difrensial

Biasa (PDB) dan Persamaan Difrensial Parsial (PDP). Pada pratikum kali ini saya akan
menjelaskan pada Persamaan Diferensial Biasa.Persamaan diferensial adalah persamaan yang
mempunyai turunan fungsi. Penyelesaian persamaan diferensial adalah suatu fungsi yang
memenuhi persamaan diferensial tersebut dan jugamemenuhi kondisi awal yang diberikan pada
persamaan tersebut. Di dalam penyelesaian persamaandiferensial secara analitis, biasanya
dicari penyelesaian umum yang mengandung konstantasembarang. Konstanta tersebut
selanjutnya dievaluasi untuk disesuaikan dengan kondisi awal.Metode penyelesaian
persamaan diferensial secara analitis biasanya terbatas pada persamaandengan bentuk tertentu
dan linier dengan koefisien konstan. Salah satu bentuk persamaan diferensial yaitu Persamaan
Diferensial Biasa terdiri atas satu variabel bebas dengan turunannya terhadap variabel
tersebut

Contoh-contoh persamaan berikut adalah persamaan diferensial biasa (PDB)


(i) dx/dy = x + y
(ii) y' = x2 + y2
(iii) 2 dy/dx + x2y - y = 0
(iv) y" + y'cos x - 3y = sin 2x
(v) 2y"' - 23y' = 1 - y"

Peubah bebas untuk contoh (i) sampai (v) adalah x, sedangkan peubah terikatnya adalah y,
yang merupakan fungsi dari x, atau ditulis sebagai y = g(x).

Berdasarkan turunan tertinggi yang terdapat di dalam persamaannya, PDB dapat


lagi dikelompokkan menurut ordenya, yaitu:

a. PDB orde 1, yaitu PDB yang turunan tertingginya adalah turunan pertama.
Contoh (i), (ii), dan (iii) di atas adalah PDB orde 1.

b. PDB orde 2, yaitu PDB yang turunan tertingginya adalah turunan kedua.
Contoh (iv) adalah PDB orde dua.

c. PDB orde 3, yaitu PDB yang turunan tertingginya adalah turunan ketiga
Contoh (v) di atas adalah PDB orde tiga.

d. dan seterusnya untuk PDB dengan orde yang lebih tinggi. PDB orde 2 ke atas
dinamakan juga PDB orde lanjut.

Persamaan diferensial diklasifikasikan sebagai:


1. Menurut jenis atau tipe: ada persamaan diferensial biasa (ordinary differential equation)
dan persamaan diferensial parsial (partial differential equation). Persamaan diferensial
biasa didefinisikan sebagai suatu persamaan yang mengandung satu atau lebih turunan
biasa suatu fungsi yang tidak diketahui dengan dua atau lebih peubah bebas. Sedangkan
persamaan diferensial parsial didefinisikan sebagai suatupersamaan yang mengandung
satu atau lebih turunan parsial suatu fungsi yang tidak diketahui dengan dua atau lebih
peubah bebas.
2. Menurut orde: orde persamaan diferensial adalah orde tertinggi turunan fungsi yang ada
dalam persamaan. adalah orde tiga; adalah orde dua; adalah orde satu.
3. Menurut derajat: derajat suatu persamaan diferensial adalah pangkat tertinggi dari
turunan fungsi orde tertinggi. Sebagai contoh: adalah persamaan diferensial biasa, orde
tiga, derajat dua. Persamaan diferensial Sturm-Liouville adalah persamaan diferensial
biasa berorde dua yang diperkenalkan oleh ahli matematika Jacques C.F Sturm(1803-
1855) dan Joseph Liouville (1809-1882). Persamaan diferensial ini dapat diselesaikan
dengan menggunakan metode numerik. Sasaran akhir dari analisis numerik yang
dilakukan dalam metode numerik adalah diperolehnya metode yang terbaik untuk
memperoleh jawaban yang berguna dari persoalan matematika.

Adapun Metode Penyelesaian Persamaan diferensial Biasa yaitu :

Terdapat tiga jenis metoda yang dapat digunakan untuk menentukan solusi dari suatu PDB
yaitu:
1. Metoda Analitik

Metoda ini dapat menghasilkan dua bentuk solusi yaitu bentuk eksplisit dan implisit, yang
dicari melalui teknik deduktif analogis dengan menggunakan konsep-konsep matematik.
Kelebihannya dapat mengetahui bentuk fungsi solusinya namun tidak cukup fleksibel untuk
masalah-masalah yang komplek. Dengan komputer dapat diselesaikan dengan software
MATLAB atau MAPLE

2. Metoda kualitatif

Solusi ini hanya dapat memberikan gambaran secara geometris bagaimana visualisasi
dari solusi PDB. Dengan mengamati pola grafik gradien "field" (direction field), maka dapat
diestimasi solusi PDB itu. Keunggulannya dapat memahami secara mudah kelakuan solusi
suatu PDB namun fungsi asli dari solusinya tidak diketahui, dan juga kurang fleksibel untuk
kasus yang komplek.
3. Metode numeric

Pada saat sekarang metoda ini merupa-kan metoda yang fleksibel. Metoda ini
berkembang sesuai dengan perkembangan computer, dan dapat menyelesaikan PDB dari
level yang mudah sampai pada level yang kompleks. Meskipun fungsi tidak solusi tidak
diketahui secara eksplisit maupun implicitnamun data yang diberikan dapat divisualisir dalam
bentuk grafik sehingga dapat dianalisis dengan baik. Metoda ini berdasarkan prinsip-prinsip
pendekatan (aproksimasi) sehingga solusi yang diperoleh adalah solusi hampiran (solusi
pendekatan). Sebagai konsekwensi dari penggunaan metoda ini adalah adanya evaluasi
berulang dengan menggunakan komputer untuk mendapatkan hasil yang akurat.