Anda di halaman 1dari 27

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Rumah Sakit merupakan organisasi yang padat modal, padat tenaga dan padat
teknologi oleh karena itu dalam mengelola rumah sakit perlu menerapkan prinsip-
prinsip manajemen rumah sakit, sehingga dapat tercapai efisiensi, equity dan quality.
Semakin besar rumah sakit, pembagian kerjapun akan menjadi lebih rumit dan tingkat
hirarki menjadi lebih banyak. Akibatnya kebutuhan akan koordinasi menjadi lebih
besar dan kebutuhan akan kebijakan, pedoman dan prosedur juga meningkat.Salah
satu visi Indonesia Sehat tahun 2015 adalah memelihara dan meningkatkan pelayanan
kesehatan yang bermutu, merata dan terjangkau. Untuk mewujudkan visi tersebut
dilaksanakan dengan upaya penyembuhan penyakit dan pemulihan kesehatan, yang
menurut UU no. 23 pasal 32, upaya tersebut dilakukan dengan pengobatan dan
perawatan.
RSIA AisyiyahPekajangan merupakan salah satu RS yang berada di bawah
naungan Aisyiyah yang terletak di wilayah Pekajangan, di mana Rumah sakit ini
sudah banyak mengalami perkembangan sampai dengan saat ini. Mutu pelayanan
Rumah Sakit adalah derajat kesempurnaan pelayanan untuk memenuhi kebutuhan
masyarakat pengguna jasa pelayanan yang sesuai standar profesi dan standar
pelayanan dengan menggunakan potensi sumber daya yang ada secara wajar dan
efisien dan efektif serta memberikan pelayanan secara aman dan memuaskan sesuai
falsafah, visi, misi dan tujuan RSIA AisyiyahPekajangan .
Untuk menunjang mutu pelayanan rumah sakit perlu adanya suatu bentuk
pedoman organisasi yang baik sehingga dalam melaksanakan pelayanan dapat
berjalan dengan lancar, oleh sebab itu maka diperlukannya pembuatan pedoman
organisasi yang terintegrasi dengan pelayanan RSIA AisyiyahPekajangan itu sendiri,
di mana pedoman itu harus berfokus pada keselamatan pasien yang merupakan tujuan
dari pelayanan rumah sakit.

B. TUJUAN
1. Tujuan Umum
Sebagai dasar dalam pembuatan kebijakan bagi unit kerja dalam memberikan
pelayanan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi RSIA AisyiyahPekajangan.
2. Tujuan Khusus
a. Memudahkan bagi pemberi jasa pelayanan keperawatan dalam memberikan
pelayanan yang bermutu dan profesional.

1
b. Setiap pemberi jasa pelayanan Keperawatan dapat bekerja berdasarkan Visi,
Misi, Falsafah dan Tujuan RSIA AisyiyahPekajangan

C. LANDASAN PELAYANAN
1. Undang – Undang Nomor 29 tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran
2. Undang-Undang Nomor 36 tahun 2009 Tentang Kesehatan
3. Undang-Undang Nomor 44 tahun 2009 Tentang Rumah Sakit
4. Undang – Undang RI Nomor 36 tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan
5. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor : 129/Menkes/SK/II/2008 tentang Standar
Pelayanan Minimal Rumah Sakit
6. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 856 tahun 2009 Standar Instalasi Gawat
Darurat (IGD) Rumah Sakit
7. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor : 290 tahun 2008 tentang Persetujuan
Tindakan Kedokteran.
8. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 269 tahun 2008 tentang Rekam Medis
9. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2012 tentang
Sistem Rujukan Pelayanan Perorangan
10. Surat Keputusan Majelis Kesehatan PCA Aisyiyah No.
15/RSIA/KEP/VIII/20XX tentang Struktur Organisasi Rumah Sakit Ibu dan
Anak Aisyiyah Pekajangan
11. Surat Keputusan Majelis Kesehatan PCA Aisyiyah No.
162/PDA/A/SK/XII/20XX tentang Hospital Bylaws Rumah Sakit Ibu dan Anak
Aisyiyah Pekajangan

2
BAB II
GAMBARAN UMUM

A. GAMBARAN UMUM
Nama Rumah Sakit : RSIA Aisyiyah Pekajangan
Alamat : Jalan Raya Pekajangan No.610 Kabupaten Pekalongan
Telepon : (0285) 785909
Email : rbar610@gmail.com
Pendiri : PC Aisyiyah Pekajangan
Direktur : dr. Himawan Budityastomo, Sp.OG
Type/ Kelas : Khusus kelas C

B. SEJARAH BERDIRI
Berangkat dari keprihatinan dan kesulitan masyarakat dalam memperoleh
pelayanan kesehatan, khususnya pelayanan persalinan dan perawatan ibu dan anak,
Pimpinan Cabang Aisyiyah Pekajangan berinisiatif mendirikan Rumah Bersalin (RB)
sebagai salah satu alternatif bagi masyarakat untuk memperoleh pelayanan kesehatan.
Awal berdirinya Rumah Bersalin Aisyiyah yang terletak di Jl. Raya
Ambokembang adalah bentuk amal usaha dari Pimpinan Cabang Aisyiyah Pekajangan
untuk membantu masyarakat Pekajangan dan sekitarnya. Tapi pada perkembangannya
karena amal usaha tersebut tidak berkembang sesuai harapan yang disebabkan karena
pelayanan kesehatan hanya untuk ibu hamil dan bersalin sementara kapasitas gedung
yang besar dan jumlah pasien yang terbatas. Akhirnya Pimpinan Cabang Aisyiyah
Pekajangan menyerahkan pengelolaan RB Aisyiyah Pekajangan kepada Pipmpinan
Cabang Muhammadiyah / PCM Pekajangan, yang selanjutnya oleh PCM pengelolaan
RB Aisyiyah dikembangkan menjadi Rumah Sakit Islam / RSI PKU Muhammadiyah
Pekajangan.
Pada tahun 2002, Pimpinan Cabang Aisyiyah Pekajangan membangkitkan
kembali RB Aisyiyah Pekajangan yang sekarang berlokasi di Pekajangan Gg.19 dengan
luas lahan ± 400 m2 , kurang lebih 6 tahun menempati lokasi di Gg.19 sebelum akhirnya
pindah ke Jl. Raya Pekajangan hingga sekarang.
Dasar pemdirian kembali awal usaha RB Aisyiyah, adalah :
1. Teguran Pimpinan Pusat Aisyiyah, agar PCA Pekajangan mengembangkan kembali
amal usaha kesehatan melalui Majelis Kesehatan
2. Diserahkannya amal usaha Rumah Sakit Bersalin Aisyiyah dari PCA Pekajangan
kepada PCM Pekajangan menyebabkan PCA Pekajangan kehilangan amal usaha
3. Tersedianya lahan untuk pengembangan amal usaha kesehatan, yaitu :

3
a. Tanah seluas ± 965 m2, sebagai bangunan induk RB Aisyiyah Pekajangan.
Berlokasi di Jl. Raya Pekajangan No. 610 dan akan dikembangkan menjadi
Rumah Sakit Ibu dan Anak Aisyiyah Pekajangan (Wakaf anggota Aisyiyah
Pekajangan)
b. Tanah seluas ± 140 m2, terletak disebelah kanan belakang bangunan induk,
digunakan untuk kamar perawatan anak (Wakaf anggota Aisyiyah Jakarta)
c. Tanah seluas ± 200 m2, terletak disebelah kiri belakang bangunan induk,
digunakan untuk ruang operasi dan ruang penunjang (Wakaf anggota Aisyiyah
Pekajangan)
d. Tanah seluas ± 1599 m2, terletak disebelah disebelah belakang bangunan induk.
Digunakan untuk ruang rontgen dan dapur (Wakaf anggota Aisyiyah Pekajangan)
e. Tanah seluas ± 500 m2, terletak disebelah belakang bangunan induk. Lahan
pengembangan ruang rawat inap.
Bermula dari niat tulus itulah PCA Pekajangan yang seluruhnya dimotori oleh
ibu-ibu dengan tenaga dan dana pribadi berusaha memulai amal usaha kesehatan hingga
saat ini. RB Aisyiyah kini telah berubah status menjadi RSIA Aisyiyah Pekajangan,
adapun dasar pendirian RSIA Aisyiyah Pekajangan adalah :
1. Makin meningkatnya jumlah kunjungan pasien RB Aisyiyah Pekajangan
2. Tersedia dan terserapnya sumber daya manusia khususnya perawat dan bidan yang
setiap tahunnya diluluskan oleh STIKES Muhammadiyah Pekajangan, yang pada
gilirannya mengurangi jumlah pengangguran
3. Membantu pemerintah dalam penyediaan fasilitas kesehatan yang terjangkau dan
berkualitas yang pada akhirnya dapat menurunkan angka kematian ibu melahirkan
dan Balita Kabupaten Pekalongan
4. Sebagai sarana dakwah sosial Pimpinan Cabang Aisyiyah Pekajangan Pekalongan

4
BAB III
VISI, MISI, TUJUAN, MOTTO, DAN NILAI DASAR

A. VISI
“Menjadi Rumah Sakit Khusus Ibu dan Anak dengan Standar mutu pelayanan Islami,
memuaskan dan aman bagi pelanggan”
Didalam visi RSIA Aisyiyah Pekajangan terdapat 3 kata kunci dengan penjabaran
sebagai berikut :
1. Unggul dalam pelayanan
a. Melebihi standar mutu pelayanan dengan fasilitas unggulan
b. Ramah dan nyaman
c. Safety
2. Islam
a. Lingkungan dan suasana rumah sakit yang mencerminkan nilai islami
b. Mengedepankan nilai-nilai islam dalam menjalin hubungan dengan berbagai
pihak
c. Mengedepankan konsep rahmatan lil’alamin dalam semua aspek pelayanan
d. Setiap individu yang ada di RSIA Aisyiyah Pekajangan senantiasa amanah
dalam mengemban tugas dan bekerja serta berakhlaqul karimah
3. Memuaskan
a. Memberikan pelayanan yang baik melampaui harapan pelanggan
b. Meminimalkan komplain dan mampu menyelesaikan dengan baik setiap
komplain yang timbul
4. Mewujudkan kesejahteraan sesuai profesionalitas

B. MISI
Misi RSIA Aisyiyah Pekajangan adalah :
1. Memberikan pelayanan kesehatan khusus ibu dan anak secara profesional dengan
fasilitas yang lengkap, sumber daya manusia yang berkualitas, dan terakreditasi
2. Membangun kemitraan dengan berbagai pihak sehingga terbentuk jaringan
pelayanan kesehatan secara berkesinambungan yang mendukung tercapainya
program kesehatan ibu dan anak
3. Memberikan pelayanan kesehatan sebagai ibadah dan dakwah kepada seluruh
masyarakat

5
C. TUJUAN
1. Menjadi RSIA yang dikenal dan dipercaya oleh masyarakat Pekalongan dan
sekitarnya sebagai RS Khusus Ibu dan Anak dengan standar mutu sebagai
prioritas utama
2. Menjadi RSIA yang menerapkan nila-nilai islam dalam tatakelola lingkungan
dan pelayanan, serta mengutamakan prinsip rahmatan lil’alamin
3. Menjadi RSIA yang memberikan pelayanan sebagai ibadah dan dakwah dengan
tetap memperhatikan keseimbangan antara kesejahteraan dunia dan akhirat

D. MOTTO
“ Sehat dan Bahagia Bersama Kami”

E. NILAI DASAR
1. Ibadah.
2. Profesionalitas.
3. Kerjasama.
4. Loyalitas.
5. Integritas.

6
BAB IV
STRUKTUR ORGANISASI RSIA AISYIYAH PEKAJANGAN

Struktur organisasi RSIA Aisyiyah Pekajangan disusun sesuai dengan kebutuhan


organisasi. Pemilik rumah sakit adalah Pimpinan Cabang Aisyiyah Pekajangan.
Berdasarkan Surat Keputusan Majelis Kesehatan PCA Pekajangan,RSIA Aisyiyah
Pekajangan dipimpin oleh seorang Direktur dibantu Kabid. Pelayanan medis, Kabid.
Keperawatan, Kabag. Umum dan SDM, dan Kabag. Keuangan.
Dalam kegiatan operasionalnya, Direksi dibantu oleh para kepala unit, dan kepala
ruang. Selain jajaran struktural, dalam kegiatan operasional nya Direksi dibantu oleh
beberapa komite dan tim. Komite dan Tim tersebut diangkat dan diberhentikan oleh
Direktur.
Komite yang ada di RSIA Aisyiyah Pekajangan antara lain :
1. Komite Medik
2. Komite Keperawatan
3. Komite Tenaga Kesehatan Lain
4. Komite Etik
5. Tim PMKP
6. Tim PPI
7. Tim PKRS
7
8. Tim BPJS
9. Tim K3RS
10. Tim Manajemen Resiko
11. Tim Penanggulanan Bencana
12. Tim Riview RM
13. Tim Farmasi dan Terapi

8
BAB V
STRUKTUR ORGANISASI RUANGNIFAS

Bagan struktur organisasi Unit Ruang NifasRSIA Aisyiyah Pekajangan adalah


sebagai berikut :

PENANGGUNG JAWAB
Dr. Himawan Buditiastomo, SpOG

KEPALA RUANG
Eti Rahayuningsih, Amd.Keb

KEPALA SHIF KEPALA SHIF KEPALA SHIF


Inayah , Amd.Keb Evi Yuli Astuti, Amd.Keb Siska Amalia, Amd.Keb

- Amrina Nuzulia, Amd.Keb - Elisa Rachmawati, Amd.Keb - Luski Luhitasari, Amd.Keb


- Tuniroh, S.Tr.Keb - Putri Perwitasari, Amd.Keb - Istiqomah, S.S.T.

9
BAB VI
URAIAN TUGAS DAN JABATAN RUANG NIFAS

A. Kepala Ruang Nifas (Bidang Pelayanan Medik Dan Kebidanan )


1. Nama Unit Kerja : Ruang Nifas
2. Nama Jabatan : Ruang Nifas
3. Pengertian:
Seorang tenaga kebidanan profesional yang diberi tugas tanggung jawab dan
wewenang dalam mengelola pelayanan medik di ruang nifasserta
mengkoordinir dokter jaga dan ruangan.
4. Persyaratan dan Kualifikasi
a. Pendidikan Formal : D III Kebidanan.
b. Pendidikan Non Formal :
 Memiliki Sertifikat Manajemen Kepala Ruangan Kebidanan
 Memiliki Sertifikat APN (Asuhan Persalinan Normal)
 Memiliki Sertifikat MU (Midwifery Update)
 Memiliki Sertifikat CTU (Contraceptive Technology Update)
 Memiliki Sertifikat Resusitasi Neonatus
c. Pengalaman Kerja :Mempunyai pengalaman kerja di ruang rawat inap
minimal 3 tahun.
d. Ketrampilan : Memiliki kemampuan dan kepemimpinan.
e. Berbadan sehat jasmani dan rohani
f. Tanggung Jawab :
 Secara fungsional bertanggung Jawab kepada Sub Bidang Pelayanan
Kebidanan.
 Secara operasional bertanggung Jawab kepada Bidang Pelayanan
Medik dan Kebidanan.
g. Tugas Pokok :
Mengawasi dan mengendalikan semua kegiatan pelayanan perawatan di
ruang Kebidanan.
h. Uraian Tugas :
 Melaksanakan fungsi kebidanan meliputi
- Menyusun rencana kegiatan berdasarkan jenis, jumlah, mutu
tenaga kebidanan serta tenaga lainnya sesuai kebutuhan di ruang
nifas.
- Menyusun dan mengatur daftar dinas tenaga bidan yang berlaku
tiap bulan.

10
- Membagi tugas harian dengan memperhatikan jumlah dan tingkat
kemampuan bidan.
- Merencanakan jumlah dan jenis peralatan di ruang nifas.
- Menyusun program pengembangan staf di ruang nifas.
- Bersama staf menentukan jumlah pegawai yang dibutuhkan di
ruang perawatan ruang nifas.
 Melaksanakan fungsi penggerakan pelaksanaan, meliputi :
- Memantau seluruh staf dalam penerapan dan pelaksanaan tugas
yang dibebankan.
- Mengadakan pelatihan untuk pegawai secara berkesinambungan.
- Memberi orientasi kepada karyawan baru.
- Mengadakan pengadaan, pemeliharaan dan penggunaan alat-alat
maupun obat-obatan.
- Menciptakan suasana kerja yang harmonis.
- Menilai hasil kerja pegawai dan memberikan penghargaan yang
berprestasi baik.
 Melaksanakan fungsi pengawasan, pengendalian dan penilaian,
meliputi :
- Mengawasi pelaksanaan tugas masing-masing pegawai.
- Mengawasi penggunaan alat-alat agar digunakan secara tepat
- Mengatur supaya alat-alat tetap dalam keadaan siap pakai.
- Mengawasi pelaksanaan inventaris secara periodik.

B. Penanggung Jawab Shift ( PJ Shift )


1. Nama Unit Kerja : Instalasi ruang nifas
2. Nama Jabatan : Penanggung jawab shift (PJ Shift )
3. Pengertian :
Seorang bidan profesional yang diberi wewenang dan tanggung jawab dalam
mengkoordinasikan kegiatan pelayanan kebidanan di ruang nifas dan turut
melaksanakan pelayanan kebidanan pada satu unit ruangan perawatan pada
shift pagi, sore, malam dan hari libur.
4. Tujuan :
a. Agar kegiatan pelayanan asuhan kebidanan dapat berjalan sesuai dengan
standar kebidanan.
b. Agar mutu pelayanan asuhan kebidanan selalu terjaga, selalu diupayakan,
ditingkatkan sesuai dengan kebutuhan / tuntutan masyarakat.

11
5. Persyaratan dan kualifikasi
a. Pendidikan Formal :
D III kebidanan
b. Pendidikan Non Formal :
• Memiliki Sertifikat Manajemen Kepala Ruangan Kebidanan
• Memiliki Sertifikat APN (Asuhan Persalinan Normal)
• Memiliki Sertifikat MU (Midwifery Update)
• Memiliki Sertifikat CTU (Contraceptive Technology Update)
c. Pengalaman Kerja :
Memiliki pengalaman sebagai pelaksana ruang nifasminimal 5 tahun
d. Ketrampilan :
Memiliki kemampuan kepemimpinan, berwibawa, rajin dan jujur.
e. Usia :
Usia antara 22 – 35 Tahun
f. Berbadan sehat jasmani dan rohani
6. Tanggung Jawab :
Secara organisani bertanggung jawab langsung kepada kepala ruang
7. Tugas Pokok :
 Sebagai koordinator shift dinas pagi, sore, malam dan hari libur sesuai
jadwal yang telah ditetapkan.
 Mempertanggung jawabkan pelaksanaan asuhan kebidanan kepada kepala
ruang.
 Bersama-sama pelaksana perawatan melakukan kegiatan pelayanan asuhan
kebidanan.
 Bertanggung jawab dalam kebenaran isi laporan / penulisan asuhan
kebidanan.
8. Uraian Tugas Penanggung Jawab Shift :
a. Mengatur dan mengkoordinasikan seluruh kegiatan pelayanan diruang
rawat pada shifpagi sore, malam dan hari libur.
b. Memberi pengarahan dan motivasi kepada tenaga pelaksana perawatan
untuk melaksankan asuhan kebidanan sesuai ketentuan / standard yang
berlaku pada shift sore, malam dan hari libur
c. Bertanggung jawab atas pelaksanaan inventarisasi peralatan pada shift
pagi, sore, malam dan hari libur
d. Mengatur dan mengkoordinasikan pemeliharaan peralatan agar selalu
dalam keadaan siap pakai.

12
e. Membantu melaksanakan program orientasi kepada petugas baru meliputi
penjelasan tentang peraturan rumah sakit, tata tertib dan fasilitas yang ada.
f. Memelihara dan mengembangkan system pencatatan dan pelaporan asuhan
kebidanan secara tepat dan benar untuk tindakan kebidanan selanjutnya.
g. Memberi motivasi tenaga non perawatan dalam memelihara kebersihan
ruangan dan lingkungan pada shift pagi, sore, malam dan hari libur.
h. Meneliti pengisian formulir sensus harian pasien pada shift malam
i. Memelihara buku register dan berkas catatan medik pada shift pagi, sore,
malam dan hari libur.
j. Menyusun rencana asuhan kebidanan pada shift pagi, sore, malam dan hari
libur dan melaksanakan tindakan kebidanan.
k. Bersama-sama pelaksana perawat lainnya, melaksanakan asuhan kebidanan
kepada pasien pada shift pagi, sore, malam dan hari libur.
l. Membuat laporan harian pada shift pagi, sore, malam dan hari libur.
m. Melaksanakan serah terima tugas kepada penanggung jawab shift
berikutnya secara lisan maupun tertulis pada saat penggantian dinas.
n. Mengikuti pertemuan berkala yang di adakan oleh kepala ruang.

C. Bidan Pelaksana Ruang Rawat Inap


1. Nama Unit Kerja : ruangnifas
2. Nama Jabatan : Bidan pelaksana ruang nifas
3. Pengertian : Seorang bidan profesional yang diberi wewenang dan ditugaskan
di ruang nifas.
4. Persayaratan Dan Kualifikasi
a. Pendidikan Formal :
Berijazah Kebidanan dari semua jenjang yang disyahkan oleh pemerintah
atau yang berwenang.
b. Pendidikan Non Formal :
Memiliki sertifikat APN (Asuhan Persalinan Normal).
c. Pengalaman Kerja :
Memiliki pengalaman di Instalasi ruang nifas.
d. Ketrampilan :
Memiliki bakat dan minat serta berdedikasi tinggi, berkepribadian mantap
dan emosional yang stabil.
e. Usia :
Usia antara 22 - 35 Tahun
f. Berbadan sehat jasmani dan rohani.
5. Tanggung Jawab :
13
c. Secara administratif dan fungsional bertanggung jawab kepada kepala
ruang ruang nifas.
d. Secara teknis medis operasional bertanggung jawab kepada dokter jaga /
ruang nifas.
6. Tugas Pokok :
Melaksanakan asuhan kebidanan di ruang nifas.
7. Uraian Tugas :
 Menyiapkan fasilitas dan lingkungan ruang nifas untuk kelancaran
pelayanan .
 Melakukan pertolongan pertama kepada pasien dalam keadaan darurat
secara tepat dan cepat.
 Memberikan asuhan kebidanan kepada pasien gawat darurat dan
melaksanakan evaluasi tindakan perawatan yang telah dilakukan.
 Menerima pasien baru sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku
serta melaksanakan orientasi kepada pasien.
 Menciptakan dan memelihara hubungan kerja sama yang baik dengan
anggota tim (dokter, ahli gizi, analis, pekarya, pekarya rumah tangga).
 Melaksanakan tugas jaga pagi, sore, malam dan hari libur secara bergiliran
sesuai dengan jadwal dinas.
 Mengikuti pertemuan ilmiah dan penataran untuk meningkatkan
pengetahuan serta ketrampilan.
 Mengikuti pertemuan berkala yang diadakan oleh dokter.
 Melaksanakan pencatatan dan pelaporan asuhan kebidanan yang tepat dan
benar.
 Melaksanakan serah terima tugas kepada petugas pengganti secara lisan /
tertulis pada saat pergantian dinas.
 Menyiapkan fasilitas dan lingkungan ruang rawat inap untuk kelancaran
pelayanan.
 Melakukan pertolongan pertama kepada pasien dalam keadaan darurat
secara tepat dan cepat.
 Memberikan asuhan kebidanan kepada pasien gawat darurat dan
melaksanakan evaluasi tindakan perawatan yang telah dilakukan.
 Menerima pasien baru sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku
serta melaksanakan orientasi kepada pasien.
 Menciptakan dan memelihara hubungan kerja sama yang baik dengan
anggota tim (dokter, ahli gizi, analis, pekarya, pekarya rumah tangga)

14
 Melaksanakan tugas jaga pagi, sore, malam dan hari libur secara bergiliran
sesuai dengan jadwal dinas.
 Mengikuti pertemuan ilmiah dan penataran untuk meningkatkan
pengetahuan serta ketrampilan.
 Mengikuti pertemuan berkala yang diadakan oleh dokter.
 Melaksanakan pencatatan dan pelaporan asuhan kebidanan yang tepat dan
benar.
 Melaksanakan serah terima tugas kepada petugas pengganti secara lisan /
tertulis pada saat pergantian dinas.
 Menyiapkan pasien yang akan pulang lengkap dengan administrasinya.
 Memberikan health education kepada penderita dan keluarga.
 Membantu merujuk pasien ke instansi yang lebih mampu.
 Memantau dan menilai kondisi pasien selanjutnya melakukan tindakan yang
tepat berdasarkan hasil pemantauan.
 Menciptakan dan memelihara suasana kerja yang baik antara pasien,
keluarga, dokter serta sesama bidan.
8. Uraian Wewenang :
 Meminta informasi dan petunjuk kepada atasan.
 Memberikan asuhan kebidanan pada pasien sesuai kemampuan dan batas
kewenangannya.

15
BAB VII
TATA HUBUNGAN KERJA

Hubungan kerja instalasi ruang nifas meliputi semua bagian dan unit yang ada
di RSIA AisyiyahPekajangan. Adapun gambaran hubungan tersebut dapat dilihat
sebagai berikut.

Hubungan Instalasi Rawat Inap

GIZI
Diklat SDM

Sanitasi Lab & rad

Ka Sie
OK
Kep

IPSRS
Keuangan
RT

Instalasi
Rawat Inap
Yanmed Kom.Kep

Binroh Kom.Med

FARM CSSD

IGD &
RM
RWJ

Intensif PPI

Semua bagian yang ada di RSIA AisyiyahPekajangan berkaitan dengan


pelayanan diruang nifas bagian bagian pelayanan maupun tidak.

16
A. KETERKAITAN HUBUNGAN KERJA RUANG NIFAS RSIA
AISYIYAHPEKAJANGAN DENGAN UNIT LAIN
1. Direktur
KaRu bertanggung jawab langsung kepada KaInst ruang nifas sedangkan
KaInstalasi bertangung jawab kepada Wadir pelayanan medis dan keperawatan
dan Wadir bertangung jawab langsung kepada Direktur.
2. Wakil Direktur Medis dan Pelayanan Keperawatan
Ka Instalasi Bedah dan Intensif bertanggung jawab langsung kepada Wakil
Direktur Medis dan Pelayanan Keperawatan.
3. Instalasi Farmasi
a. Kebutuhan obat dan alat medis di ruang nifas diperoleh dari bagian
farmasi dengan prosedur permintaan sesuai SPO terlampir.
b. Pengelolaan alat steril oleh CSSD sesuai dengan SPO yang berlaku.
4. Instalasi laboratorium & Rongten
Pemeriksaan penunjang ( laboratorium dan RO ) yang dibutuhkan pasien di
ruang nifas dilakukan di instalasi penunjang medik laboratorium dan radiologi
sesuai dengan SPO yang berlaku.
5. IPSRS & Loundry
a. IPSRS
Kerusakan alat baik medis maupun non medis di Instalasi ruang nifas
dilaporkan dan diajukan perbaikan ke bagian umum dengan prosedur
permintaan perbaikan sesuai dengan SPO yang berlaku.
b. Logistik Umum
Kebutuhan alat-alat rumah tangga di ruang nifas diperoleh dari logistik
umum dengan prosedur permintaan sesuai dengan SPO.
6. Laundry
Kebutuhan linen ruang nifas dikelola oleh bagian laundry sesuai dengan SPO
yang berlaku.
7. Sub Bagian Administrasi & Umum
Dalam memenuhi kebutuhan segala kebutuhan administrasi dan umum ruang
perawatan langsung berhubungan dengan sub bagian administrasi dan umum,
sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
8. Sub Bagian Keuangan (Kasir)
Segala keperluan administrasi keuangan dibagian ruang nifas langsung
berhubungan dengan sub bagian keuangan ( kasir ) sesuai dengan SPO yang
berlaku.

17
9. Ruang Perawatan Intensif
Pasien yang memerlukan perawatan Intensif dipindahkan ke ruang nifas intensif
sesuai dengan SPO yang berlaku.
10. Instalasi Gizi
Kebutuhan Gizi untuk pasien di ruang nifas dipenuhi oleh instalasi gizi sesuai
dengan SPO yang berlaku.
11. Instalasi Bedah
Apabila ada pasien dari ruang nifas yang membutuhkan tindakan bedah,
Tindakan dilakukan di instalasi bedah sesuai dengan SPO yang berlaku.
Demikian juga sebaliknya.
12. Instalasi Gawat Darurat & Rawat Jalan (IRJ)
Pasien ruang perawatan salah satunya berasal dari instalasi gawat darurat
&rawat jalan
13. Sub Bagian Kepegawaian
a. Sopir/ driver
Untuk segala kebutuhan transprotasi di ruang perawatan langsung
berhubungan sub bagian kepegawaian sesuai dengan SPO
b. Ruang Pemulasaran Jenazah
Bila ada pasien diruang nifas ada yang meninggal, maka jenasah akan di
transitkan di ruang pemulasaraan jenazah sesuai dengan SPO yang berlaku. (
prosedur pasien meninggal sesuai SPO terlampir ).
c. Kepegawaian
Segala urusan kepegawaian, ketenagaan di unit instalasi ruang
nifasberhubungan langsung dengan bagian kepegawaian sesuai dengan
aturan yang berlaku.

18
BAB VIII
POLA KETENAGAAN DAN KUALIFIKASI PERSONIL

Kualifikasi Jumlah
Nama Pengalaman dan
No. yang
Jabatan Formal Sertifikat kualifikasi
diperlukan

1 Kepala Unit Sarjana Office, IT -Memiliki sertifikat


SIM-RS Casemix, pelatihan SIMRS Khanza
Coder Source dan Komputer
Apl SIMRS -Memiliki Kemampuan
Khanza,
dalam kepemimpinan
Programmer
- Sehat jasmani dan
rohani 1

- Berpengalaman di
bidangnya minimal 2
tahun

2 Koordinator D-III -Memiliki kemampuan


Jaringan dan Manajeme dalam kepemimpinan
Teknisi n - Sehat jasmani dan
Komputer rohani

- Berpengalaman di
1
bidangnya minimal 2
tahun

3 Koordinator D-III - memiliki kemampuan


Administrato Manajeme dalam kepemimpinan
r n - sehat jasmani dan
Informatik rohani
a 1
- berpengalaman di
bidangnya minimal 2
tahun.

19
BAB IX
KEGIATAN ORIENTASI

A. PENGERTIAN
Dalam rangka memberikan kesempatan pegawai baru untuk mengenal unit lebih
dalam tentang instalasi ruang nifas khususnya dan mengenal RSIA Aisiyah
Pekajangan pada umumnya sebelum seorang karyawan terjun langsung ke
lapangan.

B. TUJUAN
1. Tujuan Umum
Mengenal lingkungan RSIA AisyiyahPekajangan khusunya unit Instalasi ruang
nifas.
2. Tujuan Khusus
Karyawan baru mengetahui secara garis besar/ jajaran yang terkait struktur
organisasi unit di Instalasi Rawat Inap RSIA AisyiyahPekajangan.
 Mengetahui tata tertib unit ruang nifas intensif RSIA AisyiyahPekajangan
 Mengetahui kebijakan dan prosedur kerja di sub bagian Instalasi ruang nifas.
 Mengetahui prosedur kerja pelayanan di Instalasi ruang nifas.

C. MATERI
1. OrientasiUmum, meliputi :
Orientasi yang dilaksanakan 2 (dua) hari oleh Bagian Kepegawaian RSIA
AisyiyahPekajangan dengan waktu yang telah dtentukan yaitu penyampaian
Materi Klasikal.
 Pada hari pertama Orientasi Umum meliputi ruang lingkup sebagai berikut
- Penyampaian Historis RS dan Gambaran Umum RS
- Visi, Misi,Falsasah,Tujuan,Motto RS
- Materi Kemuhammadiyahan
- Penyampaian Peraturan Kepegawaian RS
- Gambaran Seluruh Pelayanan yang ada di RS
- Materi PPI
- Materi Sasaran Keselamatan Pasien
20
 Hari Kedua Orientasi meliputi ruang lingkup sebagai berikut :
- Materi Kegawat daruratan dan Bantuan Hidup Dasar
- Materi K3, APAR dan Evakuasi Pasien
- Orientasi ke seluruh ruangan yang ada di RSIA AisyiyahPekajangan.

2. Orientasi khusus
Orientasi untuk karyawan di ruang nifas
1. Karyawan baru masuk
a. Minggu 1dan II
Unit orientasi
 Perkenalan dengan petugas yang ada di ruang nifas atau
mengenalkan struktur organisasi rumah sakit, struktur organisasi
keperawatan dan unit rawat ibu
 Orientasi ruangan-ruangan di ruang nifas dan bagian yang terkait
 Mengenalkan kapasitas ruangan dan fungsi ruangan
 Menjelaskan prosedur penerimaan pasien baru
 Mengenalkan fasilitas dan peralatan di ruang nifas serta cara
pengoperasionalnya
 Mengenalkan dokter yang merawat di ruang nifas
 Menjelaskan control infeksi di ruang nifas seperti tempat cuci alat,
pembuangan sampah infeksius dan non infeksius, tepat
penyimpanan alat-alat, tepat penyimpanan obat, handrub
 Mengenalkan cara penyimpanan obat dan pengoplosan obat di
ruang nifas
 Menjelaskan cara mebersihkan alat – alat medis dan non medis.
 Pasien safety
 Pengenalan tindakan perawatan dasar di ruang nifas
 Mengenalkan tehnik memulangkan pasien.
 Mengenalkan tehnik serah terima dan lapor dengan tekhnik SBAR.
 Mengenalkan alat-alat yang ada di emergency set
 Mengenalkan CM pasien yang harus diisi sebagai kelengkapan
dokumen
Monitoring dan penggunaan alat-alat
 Tensi meter
 Termometer
 Oksigen
 Nebulezer
21
 Emergency set

b. Minggu III dan IV


 Tehnik cuci tangan dan penggunaan APD
 Dapat menerima pasien baru dengan pendampingan.
 Pasien safety ( gelang identitas pasien, komunikasi, medikasi,
benar pemberian obat, pencegahan resiko jatuh, pencegahan
infeksi, SPO tindakan)
 Mampu mengoperasionalkan alat- alat yang ada di ruang nifas
 Mampu melakukan perawatan pada ibu post partum per
vaginammaupun operasi , melakukan perawatan BBL, mampu
mengidentifikasi adanya kedaruratan baik ibu maupun BBL
dengan pendampingan
 Mengikuti visite dokter didampingi bidan senior
 Mampu memulangkan pasien dengan pendampingan.
 Mengenal dan paham cara serah terima dan pelaporan ,dengan
tehnik SBAR serta mampu mendokumentasikan
 Mampu mendokumentasikan tindakan perawatan yang sudah
dilakukan serta mampu mengevaluasi

c. Minggu V dan VI
 Mampu melakukan tehnik cuci tangan dan pemakaian APD
 Mampu mengenal identitas pasien dan gelang identitas,
komunikasi, pemberian obat yang benar, pencegahan resiko jatuh
dan pencegahan infeksi.
 Mampu memberikan penyuluhan kepada pasien dan keluarga.
 Mampu melaksanakan tindakan keperawatan kebidanan di ruang
nifas
 Mampu menerima pasien baru tanpa pendampingan.
 Mampu memulangkan pasien tanpa pendampingan.

2. Karyawan mutasi
a. Minggu 1 dan 2
Unit orientasi
 Mengenalkan dengan petugas yang ada di ruang perawatan ibu dan
mengenalkan struktur organisasi unit kerja ruang nifas
 Memahai prosedur kerja yang ada di ruang nifas yang baru
22
 Mengenalkan dokter yang merawat di ruang nifas
 Mengenalkan alat-alat yg ada diruangan.
 Mengenalkan prosedur penerimaan pasen baru.
 Mengenalkan alat-alat yang ada diruang nifas
 Menjelaskan cara menyusui dan melatih ibu menyusui yang benar
 Mampu melakukan tehnik cuci tangan dan penggunaan APD.
 Pasien safety (mampu mengenal identitas pasien/gelang,komunikasi
,pemberian obat yang benar,pencegahan pasien jatuh, menurunkan
infeksi )
Monitoring dan penggunaan alat-alat
 Tensimeter
 Termometer
 Nebulezer
 Emergency set

b. Minggu 3 dan 4
 Mampu melakukan perawatan pada ibu post partum per
vaginammaupun operasi , merawat pasien ibu non bersalin
medikasi luka perineummaupun operasi, melakukan perawatan
BBL, mampu mengidentifikasi adanya kedaruratan baik ibu
maupun BBL tanpa pendampingan
 Mengenal dan paham cara serah terima dan pelaporan ,dengan
tehnik SBAR serta mampu mendokumentasikan
 Mampu mendokumentasikan tindakan perawatan yang sudah
dilakukan serta mampu mengevaluasi
 Mampu mengoperasionalkan alat- alat yang ada di ruang nifas

23
BAB X

PERTEMUAN/RAPAT

A. PENGERTIAN
Rapat merupakan suatu pertemuan atau kumpulan dalam situasi formal maupun non
formal untuk membicarakan, merundingkan dan memutuskan suatu masalah
berdasarkan hasil keputusan bersama.

B. TUJUAN
1. Memecahkan atau mencari jalan kelur suatu masalah.
2. Menyampaikan informasi, perintah atau suatu pernyataan.
3. Sebagai tempat koordinasi antara intern ataupun exsteren
4. Mempersiapkan suatu acara atau kegiatan
5. Menampung semua aspirasi dari peserta rapat.

C. KEGIATAN PERTEMUAN
Rapat atau pertemuan yang dilakukan di ruang nifas.
1. Meeting Morning
Morning Meeting yaitu suatu pertemuan yang dilakukan di pagi hari sebelum
dimulainya operan tugas jaga antara shift malam ke shift pagi. Tujuan dari
pelaksanaan kegiatan ini adalah koordinasi intern ruang perawatan sebagai
wahana informasi dan komunikasi.
2. Pre Conferen
Merupakan komunikasi katim dan perawat pelaksana setelah selesai operan
untuk rencana kegiatan pada shift tersebut yang dipimpin oleh ketua tim atau
penanggung jawab tim. Jika yang dinas pada tim tersebut hanya satu orang, maka
pre conference ditiadakan. Isi pre conference adalah rencana tiap perawat
(rencana harian), dan tambahan rencana dari katim dan koordinator shif.
3. Post Conferent
adalah komunikasi katim dan perawat pelaksana tentang hasil kegiatan sepanjang
shift dan sebelum operan kepada shift berikut. Isi post conference adalah hasil
askep tiap perawatan dan hal penting untuk operan (tindak lanjut). Post
conference dipimpin oleh katim atau koordinator shif.

24
4. Operan jaga
Merupakan pertemuan untuk menyampaikan dan menerima sesuatu ( laporan )
yang berkaitan dengan keadaan pasien, menyerahkan pasien dari shif yang
bertugas ke shif jaga berikutnya.

5. Rapat Rutin
Rapat rutin merupakan rapat yang diadakan oleh Kepalaruang nifassetiap bulan 1
kali dengan perencanaan yang telah dibuat selama 1 tahun dengan agenda rapat
yang telah ditentukan
Rapat rutin diselenggarakan pada:
Hari : Sabtu (minggu terakhir) setiap bulan
Waktu : Pukul 11.00 sd 13.00
Tempat : Instalasi ruang nifas
Peserta :Kepala Ruang dan bidan pelaksana.
Undangan bagian lain jika diperlukan.
Materi:
a. Evaluasi Pelayanan, SDM, Kinerja
b. Pembahasan masalah yang ada di ruang nifas
c. Perencanaan dan upaya peningkatan pelayanan
d. Rekomendasi dan usulan untuk peningkatan pelayanan
e. Penyampaian informasi yang berkaitan dengan pelayanan.
Apabila pada hari yang telah dijadwalkan untuk rapat rutin adalah hari
libur/tanggal merah, maka rapat rutin dilakukan pada hari lain sesuai dengan
kondisi pelayanan.
Waktu pelaksanaan rapat rutin juga menyesuaikan kondisi pelayanan.
6. Rapat Tidak Terjadwal
Rapat tidak terjadwal merupakan rapat yang sifatnya insidentil untuk membahas
atau menyelesaikan permasalahan di Instalasi Rawat Inap. dikarenakan adanya
permasalahan yang ditemukan bersifat insidentil.

25
BAB XI
PENCATATAN DAN PELAPORAN
A. Pengertian
Pelaporan merupakan suatu kegiatan yang dilakukan untuk menyampaikan hal hal
yang berhubungan dengan hasil pekerjaan yang telah dilakukan di ruang nifas
selama satu periode tertentu.

B. Jenis Laporan
1. Laporan Harian ( Buku Serah Terima Pasien )
Laporan berupa buku serah terima pasien yang dibuat oleh petugas jaga disetiap
shif jaga yang mencakup tanggal, sift, nama pasien, diagnosa, kondisi pasien.
2. Laporan Bulanan
Laporan yang dibuat oleh kepala ruang dalam bentuk tertulis setiap bulannya.
Adapun hal-hal yang dilaporkan adalah :
a. Laporan kunjungan pasien yang meliputi :
1) Jumlah kunjungan pasien
2) Jumlah Pasien Dirujuk
3) Jumlah Pasien Meninggal
4) Klasifikasi pasien yang dirawat
b. Laporan SDM yang meliputi :
1) Kuantitas SDM
2) Kualitas SDM
c. Laporan keadaan fasilitas dan sarana Instalasi yang meliputi :
1) Kelengkapan Alat dan Fasilitas.
2) Kondisi alat dan Fasilitas.
d. Laporan Mutu Pelayanan sesuai indikator mutu yang berlaku di ruang
nifas.
3. Laporan Tahunan
Laporan yang dibuat oleh Kepala Instalasi yang meliputi semua pelayanan yang
dilakukan di ruang nifas.

26
27